Anda di halaman 1dari 37

HALAMAN PENGESAHAN

JUDUL : ANALISIS KEBUTUHAN MODAL KERJA PADA


INDUSTRIMINUMAN YANG TERCATAT DIBURSA EFEK INDONESIA
NAMA MAHASISWA : KARLINA M YUNUS
NO. STAMBUK : 022260085
JURUSAN : MANAJEMEN
FAKULTAS : EKONOMI
KONSENTRASI : KEUANGAN
MENYETUJUI,
Pembimbing I
M. ANWAR PANJI, SE. MM Tanggal lH{J %. "9$.....
Pembimbing II
Tanggal r.$
IBRAHIM AMIRUDDIN. SE. MSI

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .......................................................................................
HALAMAN PENGESAHAN ..........................................................................
DAFTAR ISI .................................................................................................
I. PENDAHULUAN ...................................................................................
A. Latar Belakang ................................................................................
B. Masalah Pokok ................................................................................
C. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian ....................................................
D. Hipotesis .........................................................................................
II. TINJAUAN PUSTAKA ...........................................................................
A. Pengertian Manajemen Keuangan ..................................................
B. Pengertian Modal Kerja ...................................................................
C. Jenis-jenis Modal Kerja ...................................................................
D. Pengertian sumber dan penggunaan modal kerja ...........................
E. Faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja ...............................
F. Modal kerja dan kemampuan memperoleh laba .............................
G. Kebijakan-kebijakan modal kerja .....................................................
H. Menentukan kebutuhan modal kerja ...............................................
III. METODE PENELITIAN .........................................................................
A. Daerah dan waktu penelitian ...........................................................
B. Metode pengumpulan data ..............................................................
C. Jenis dan sumber data ....................................................................
D. Metode Analisis ...............................................................................
IV. PELAKSANAAN PENELITIAN ..............................................................
A. Rencana jadwal penelitian ..............................................................
B. Perkiraan biaya ...............................................................................
C. Rencana sistematika penulisan .......................................................
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Untuk mencapai tujuan perusahan, maka diperlukan fungsi-fungsi
manajemen keuangan yang memadai. Hal ini dilakukan melalui
pendayagunaan faktor produksi yang efisien dan efektif serta menetapkan
kebijaksanaan keuangan yang lebih memadai. Sebagaimana diketahui
bahwa dalam dunia usaha menginginkan tujuan tercapai sekurang-kurangnya
kontinuitas perusahan dapat dipertahankan, akan tetapi kenyataan banyak
dijumpai perusahaan yang tidak berkembang karena ketidakmampuan di
dalam menghadapi pesaing. Kegagalan ini tentunya tidak diinginkan oleh
manajemen perusahan, namun kenyataannya ini tetap terjadi.
Secara umum, perusahaan menghadapi masalah dalam usaha
memajukan atau mengembangkan usahanya. Perusahan sebagai suatu
organisasi harus mengadakan pengelolaan dan koordinasi yang baik
terhadap semua kegiatan dan fungsi yang ada dalam perusahaan, dimana
fungsi yang dimaksud itu meliputi fungsi keuangan, fungsi produksi, fungsi
pemasaran, dan fungsi administrasi.
Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan ditentukan
oleh keberhasilan pengelolaan dan koordinasi dalam perusahan tidak dapat
terpisah antara satu dengan yang lain, karena semuanya merupakan suatu
sistem.
Pada umumnya semua pihak dalam dunia usaha membutuhkan
modal kerja dalam membelanjai operasi perusahan, baik pihak yang berasal
dari luar maupun pihak yang berasal dari perusahaan itu sendiri. Oleh sebab
itu, perusahaan harus selalu berusaha dalam menyiapkan sumber dana
untuk memenuhi kebutuhan modal kerja bagi perusahaannya.
Dalam meningkatkan kinerja perusahaan, maka pihak perusahaan
sebaiknya membuat manajemen modal kerja yang tepat. Tujuan dari
manajemen modal kerja adalah mengelola aktiva lancar dan hutan lancar
agar terjamin jumlah net working capital yang layak diterima, yang terjamin
tingkat likuiditas perusahaan.
Secara umum aktiva lancar terdiri dari kas, surat-surat berharga,
piutang dan inventori. Setiap elemen atau unsur aktiva lancar tersebut harus
dikelola secara efisien agar dapat mempertahankan modal kerja, semakin
besar current assets dapat menutupi current liabilities berarti semakin besar
kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya. Ini berarti
bahwa perusahaan semakin likuid.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis memilih
judul penelitian ini yaitu : "Analisis Kebutuhan Modal Kerja Pada Industri
Minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia".
B. Masalah Pokok
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penulis
Mengemukakan masalah pokok dalam penelitian ini adalah: "Apakah
besarnya Kebutuhan Modal Kerja pada Industri Minuman yang tercatat
Di Bursa Efek cukup untuk membiayai kegiatan Operasionalnya".
C. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui sumber dan penggunaan modal kerja pada
perusahaan.
2. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas usaha.
Kegunaan penelitian
1. Untuk memberikan informasi kepada pihak perusahaan tentang
pemanfaatan Modal Kerja.
2. Untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan serta pemahaman
penulis mengenai Analisis Kebutuhan Modal Kerja.
D. Hipotesis
Berdasarkan pokok permasalahan yang dikemukakan, maka penulis
mengajukan hipotesis sebagai berikut:
"Diduga bahwa penggunaan modal kerja yang dilakukan oleh perusahaan
belum tepat sebagai pengambilan keputusan keuangan sehingga dapat
mengganggu operasional perusahaan".

II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Manajemen Keuangan
Untuk mencapai tujuan perusahan yang dikehendaki, perusahaan
harus menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik. "Manajemen keuangan
{financial management), atau dalam literatur lain disebut pembelanjaan,
adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana
memperoleh dana dan mengelola aset sesuai dengan tujuan perusahaan
secara menyeluruh. Namun sebenarnya pengertian manajemen keuangan
yaitu mencakup semua aktivitas yang dilakukan dan hubungannya dengan
usaha-usaha untuk memperoleh dana yang cukup.
Tujuan manajemen keuangan adalah meningkatkan nilai (value)
perusahaan dengan meningkatkan nilai saham dan peningkatan kekayaan
perusahaan. Value atau nilai perusahaan yang dimaksud , nilai perusahaan
saat ini dan nilai pada waktu yang akan datang, oleh karenanya perlu
pertimbangan nilai waktu dan uang (time of Money). Pertimbangan Nilai
waktu dan uang dipergunakan untuk menilai pengeluaran dan pemasukan
yang akan diterima diwaktu yang akan datang, sedangkan evaluasi dan
keputusan harus dilakukan sekarang (present value).
Pada awal mulanya, manajemen keuangan menekankan diri pada
aspek-aspek hukum yang biasanya muncul dalam perusahaan. Aspek hukum
tersebut misalnya tentang masalah perluasan perusahaan, pembentukan
perusahaan baru, misalnya tentang masalah perluasan perusahaan,
pembentukan perusahaan baru, tatacara go public dan penjualan surat-surat
berharga. Hal itu terutama terjadi di Amerika Serikat, dimana pada saat itu
industrialisasi disana sudah berkembang pesat Perkembangan perusahaan
yang sangat pesat mengakibatkan persoalan baru. Yang bagaimana
menggunakan dana tersebut menjadi sangat penting untuk dikelolah secara
efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yang telah
ditetapkan.
Pengertian manajemen keuangan tidak dapat dilepaskan dari
pengertian manajemen secara umum. Keuangan dalam suatu perusahaan
merupakan salah satu bidang garap atau fungsi dari manajemen disamping
bidang lain seperti pemasaran, produksi dan operasi, dan sumber daya
manusia.
Pengertian manajemen secara umum sebagaimana dikemukakan oleh
Warsono ( 2003 : 4 ) yaitu Manajemen Keuangan adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian
sumberdaya keuangan supaya dapat memaksimumkan kekayaan pemiliknya.
Berdasarkan defenisi manajemen tersebut, maka manajemen keuangan
dapat disimpulkan sebagai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
dan pengendalian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Salah satu tujuan manajemen keuangan yang terpenting adalah
memaksimumkan kekayaan atau kemakmuran pemegang saham atau
pemiliknya. Dari pengertian ini, secara ringkas manajemen keuangan
memfokuskan aktivitasnya sebagaimana suatu organisasi dapat menciptakan
dan menjaga nilai perusahaan.
Husnan dan Pudjiastuti ( 2004 : 3 ) bahwa Manajemen Keuangan
menyangkut kegiatan perencanaan, analisis dan pengendalian kegiatan
keuangan,
Abdullah ( 2002 : 3 ) mengemukakan bahwa Manajemen Keuangan
adalah seni dan ilmu dalam upaya perolehan dan pendistribusian dana yang
berarti terkait dengan pengambilan keputusan keuangan.
Astuti (2004 : 9 ) mengemukakan pengertian Manajemen keuangan
adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan dan kekayaan pemegang
sahamnya dengan mengakui bahwa hasil keputusan keuangan perseroan
tergantung pada reaksi investor terhadap keputusan tersebut.
Menurut Martono dkk ( 2005 : 4 ) mengemukakan bahwa Manajemen
Keuangan {Financial Managemen), atau dalam literatur lain disebut
pembelanjaan, adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan
dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola
aset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh.
Kelesuhan perekonomian ini terjadi sekitar tahun 1929 sampai tahun
1933. Pada masa resesi ini Negara mengalami kesulitan cukup serius yang
mengakibatkan kegagalan bisnis di berbagai sector. Pada keadaan resesi
tersebut, peranan manajemen keuangan memfokuskan analisasinya pada
masa-masa kebangkrutan dan reorganisasi. Likuiditas perusahaan dan
peraturan-peraturan tentang surat-surat berharga yang ditawarkan di pasar
modal menjadi prioritas pengelolaan keuangan. Pada masa inilah
manajemen keuangan telah bergeser peranannya dari masa pencarian dana
untuk pembiayaan dalam melakukan konsolidasi dan pendirian perusahaan
baru ke masalah struktur modal yang menganalisis perimbangan antarhutang
jangka panjang dengan modal sendiri. Hal ini berarti manajemen keuangan
tidak hanya bagaimana memperoleh dana, tetapi juga bagaimana komposisi
dana harus diperoleh agar mendapatkan modal biaya yang minimal (tercapai
struktur modal yang optimum).
B. Pengertian Modal Kerja
Untuk membiayai operasi perusahaan dari hari ke hari seperti untuk
memberi uang maka pada pembelian bahan baku atau barang dagangan,
membayar upah buruh dari gaji pegawai, dan biaya-biaya lainnya, maka
setiap perusahaan perlu menyediakan modal kerja. Sejumlah dana yang
telah dikeluarkan untuk membelanjai operasi perusahaan tersebut
diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan jangka waktu
pendek melalui hasil penjualan barang tersebut akan dikeluarkan kembali
guna membiayai operasi perusahaan selanjutnya. Dengan demikian dana
tersebut akan berputar secara terus-menerus setiap periodenya sepanjang
hidupnya perusahaan. Manajemen modal kerja (working capital
management) merupakan manajemen dari elemen-elemen aktiva lancer dan
elemen-elemen hutan lancar. Kebijakan modal kerja (working capital policy)
menunjukkan keputusan-keputusan mendasar mengenai target masing-
masing elemen (unsur) aktiva lancar dan bagaimana aktiva lancar tersebut
dibelanjai. Tujuan manajemen modal kerja adalah mengelola aktiva lancar
dan hutan lancar sehingga diperoleh modal kerja neto yang layak dan
menjamin tingkat likuiditas perusahaan.
Mengenai pengertian modal kerja terdapat beberapa konsep yang
menurut Indriyo dan Basri (2000,hal 33) adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan konsep kuantitatif
Dalam konsep kuantitatif pengertian Modal kerja adalah sejumlah
dana yang tertanam dalam aktiva lancar yang berupa kas, piutang-
piutang, persediaan, persekot biaya. Dana yang tertanam dalam aktiva
lancar akan mengalami perputaran dalam waktu yang pendek. Jadi
besarnya modal kerja adalah sejumlah aktiva lancar.
b. Berdasarkan Konsep Kualitatif
Dalam konsep kualitatif pengertian modal kerja dikaitkan dengan
besarnya utang lancar atau utang yang harus dibayar segera dalam
jangka pendek. Besarnya modal kerja adalah sejumlah dana yang
tertanam dalam aktiva lancar yang benar-benar dapat dipergunakan untuk
membiayai operasinya perusahaan atau sesudah dikurangi besarnya
utang lancar.
c. Berdasarkan Konsep Fungsional
Dalam konsep ini , besarnya modal kerja adalah didasarkan pada
fungsi dari dana untuk menghasilkan pendapatan. Pendapatan yang
dimaksud adalah pendapatan dalam satu periode accounting (current
income) bukan pada periode-periode berikutnya (future income). Dari
pengertian tersebut maka terdapat sejumlah dana yang tidak
menghasilkan current income, atau kalau menghasilkan tidak sesuai
dengan misi perusahaan yang disebut nonworking capital.
Sehingga besarnya modal kerja adalah:
a. Besarnya kas
b. Besarnya persediaan
c. Besarnya piutang (yang dikurangi besarnya keuntungan)
Sedangkan bagian piutang yang merupakan keuntungan adalah
tergolong dalam modal kerja potensial, dan sebagian dana yang tertanam
dalam aktiva tetap yang menghasilkan future income (pendapatan tahun-
tahun sesudahnya) termasuk dalam nonworking capital.
C. Jenis-Jenis Modal Kerja
Modal kerja merupakan kekayaan atau aktiva yang diperlukan oleh
perusahaan untuk menyelenggarakan kegiatan sehari-hari. Modal kerja
dalam suatu perusahaan menurut Martono dan Harjito (2001:74) bahwa
modal kerja dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu modal kerja permanen
dan modal kerja variabel. Hal lain juga sama dikemukakan oleh W.B. Taylor
(Riyanto, 1998:61) Menggolongkan modal kerja menjadi 2 jenis yaitu 1.
Modal kerja permanen (permanent working capital), 2. Modal kerja variable
(Variable working capital).
Untuk lebih jelasnya macam-macam modal kerja diatas maka, akan
diuraikan sebagai berikut:
1. Modal kerja permanen (permanen working capital)
Yaitu Modal kerja yang tetap harus ada dalam perusahaan
untuk menjalankan kegiatan usaha. Modal kerja permanen
dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
a. Modal kerja primer (primer working capital) adalah sejumlah modal
kerja minimum yang harus selalu ada pada perusahaan untuk
menjamin kontinuitas kegiatan usaha.
b. Modal kerja normal (normal working capital) adalah Modal kerja
yang dibutuhkan untuk melakukan luas produksi yang normal.
2. Modal Kerja Variabel (Variable working capital)
Yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan
perubahan keadaan.
Modal Kerja variabel dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
a. Modal kerja musiman (seasonal working capital) yaitu Modal kerja
yang jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi musim.
b. Modal kerja siklis (syclical working capital) yaitu modal kerja yang
jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi konjungtur.
c. Modal kerja darurat {emergency working capital) yaitu modal kerja
yang jumlahnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat
yang tidak diketahui sebelumnya.
Besar kecilnya modal kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor:
d. Volume penjualan : faktor ini adalah faktor yang paling utama
karena perusahaan memerlukan modal kerja untuk menjalankan
aktivitasnya yang mana puncak dari aktivitasnya itu adalah
aktivitas penjual. Dengan demikian pada tingkat penjualan tinggi
diperlukan modal kerja yang relatif besar dan sebaiknya bila
penjualan rendah dibutuhkan modal kerja yang relative kecil.
e. Beberapa kebijaksanaan yang ditetapkan oleh perusahaan antara
lain:
- Politik penjualan kredit
Panjang pendeknya piutang akan mempengaruhi besar
kecilnya modal kerja dalam suatu periode.
- Politik penentuan persediaan
Bila diinginkan persediaan tinggi baik persediaan kas,
persediaan bahan baku, persediaan barang jadi, maka
diperlukan modal kerja yang relatif besar dan sebaliknya bila
ditetapkan persediaan rendah maka diperlukan modal kerja
yang relatif rendah.
f. Pengaruh musim : Dengan adanya pergantian musim, akan dapat
mempengaruhi besar kecilnya barang/jasa kemudian
mempengaruhi besarnya tingkat penjualan. Fluktuasi tingkat
penjualan akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja yang
dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan produksi.
Kemajuan teknologi: perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi atau merubah proses produksi menjadi lebih cepat
dan ekonomis, dengan demikian akan dapat mengurangi besarnya
kebutuhan modal kerja.
D. Pengertian Sumber dan penggunaan Modal Kerja
Analisis Sumber-sumber dan penggunaan dana atau sering juga
disebut Analisis aliran dana, merupakan alat finansial yang sangat penting
bagi manajer keuangan disamping alat-alat finansial lainnya. Maksud utama
dari Analisis tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana dana
dipergunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut dipenuhi atau
dibelanjakan.
Menurut Syafruddin Alwi (1993:13), bahwa sumber dan penggunaan
merupakan alat yang sangat penting bagi financial manajer, yaitu untuk
mengetahui aliran dana dari mana dana tersebut dan kemana dana itu
digunakan.
Usaha untuk memperoleh dana berkaitan dengan aliran kas yang
masuk (cash flow) sebagai sumber dana, sedangkan aliran kas keluar (cash
outflow) berkaitan dengan kegiatan penggunaan dana. Aliran atau arus dana
yang ada dalam perusahaan harus dikelola secara profesional karena untuk
menjaga likuiditas perusahaan. Perencanaan aliran dana yang baik akan
membawa perusahaan dalam kondisi yang sehat. Aliran dana diperusahaan
juga harus dikelola mengenai keseimbangannya antara dana yang masuk
dan dana yang keluar. Keseimbangan ini juga berdampak pada stabilitas
operasi perusahaan. Aliran dana yang terjadi diperusahaan bersifat kontinyu
dan aliran dana yang bersifat kontinyu biasanya terjadi untuk kegiatan atau
operasi perusahaan sehari-hari, misalnya produk utama perusahaan,
pembayaran upah, pembelian bahan baku dan sebagainya. Sedangkan aliran
dana yang tidak kontinyu biasanya untuk kegiatan usaha yang terjadi secara
insidentil seperti memperoleh pendapatan bunga, pembayaran hutang,
penerimaan hutang, penjualan aktiva tetap dan sebagainya.
Analisis sumber dan penggunaan modal kerja merupakan salah satu
alat analisis financial yang bertujuan untuk mempengaruhi modal kerja yang
digunakan dan bagaimana modal kerja dibelanjakan.
E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja
Modal kerja merupakan kekayaan perusahan, berarti modal kerja
harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup, sehingga dapat digunakan
untuk membiayai aktivitas sehari-hari. Berapa modal kerja yang diperlukan
oleh suatu perusahaan ? untuk menentukan jumlah modal kerja yang
diperlukan oleh suatu perusahaan terdapat sejumlah faktor yang perlu
diperhatikan.
Menurut Djarwanto (1996:89) Faktor-faktor yang mempengaruhi Modal
Kerja adalah:
1. Sifat umum atau tipe perusahaan
2. Waktu yang diperlukan untuk memproduksi dan mendapatkan
barang tersebut
3. Syarat pembelian dan penj ualan
4. Tingkat perputaran persediaan
5. Tingkat perputaran piutang
6. Pengaruh konjungtur
7. Derajat resiko kemungkinan menurunnya harga jual aktiva jangka
pendek
8. Pengaruh musim
9. Credit rating dari perusahaan
Dari Sembilan Faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja tersebut
akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Sifat umum atau tipe perusahaan
Modal kerja yang dibutuhkan perusahaan jasa {public Utility) relatif
rendah karena investasi dalam persediaan dan piutang pencairan menjadi
kas relatif cepat.
Perusahaan industri memerlukan modal kerja yang cukup besar untuk
melakukan investasi dalam bahan baku, barang dalam proses, dan barang
jadi. Fluktuasi dalam pendapatan bersih pada perusahaan jasa juga relatif
kecil bila dibandingkan dengan perusahaan industri dan perusahaan
keuangan. Investasi dan aktiva lancar cukup besar dengan tingkat perputaran
persediaan dan piutang yang relatif rendah. Berbeda dengan perusahaan
jasa tertentu malahan langganan membayar dimuka sebelum jasa dinikmati
misalnya jasa transpor bus, kereta api, kapal laut, dan lain-lainnya. Proporsi
modal kerja dari total aktiva dari perusahaan jasa relatif kecil.
2. Waktu yang diperlukan untuk memproduksi dan mendapatkan
barang tersebut
Jumlah modal kerja berkaitan langsung dengan waktu yang
dibutuhkan mulai dari bahan baku atau barang jadi sampai barang-barang
dijual kepada pelanggan. Disamping membutuhkan waktu lama dalam proses
produksinya juga membutuhkan modal kerja yang besar bila dibandingkan
dengan perusahaan yang memproduksi meubel rumah tangga. Juga
perusahaan yang membutuhkan sistem pendinginan seperti perusahaan ikan
laut dan perusahaan yang membutuhkan proses pengeringan seperti
perusahaan kayu akan memerlukan modal kerja yang cukup besar.
3. Syarat pembelian dan penjualan
Syarat kredit pembelian barang dagangan atau bahan baku akan
mempengaruhi besar kecilnya modal kerja. Syarat kredit pembelian yang
menguntungkan akan memperkecil kebutuhan uang kas yang harus
ditanamkan dalam persediaan, sebaliknya jika pembayaran harus dilakukan
segera setelah barang diterima maka kebutuhan uang kas untuk
membelanjai volume perdagangan menjadi lebih besar.
4. Tingkat perputaran persediaan
Semakin sering persediaan diganti (dibeli dan dijual kembali) maka
kebutuhan modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan (barang)
akan rendah. Untuk mencapai tingkat perputaran persediaan yang tinggi
diperlukan perencanaan dan pengawasan persediaan yang efisien. Semakin
tinggi perputaran persediaan akan mengurangi resiko kerugian karena
penurunan harga, perubahan permintaan, juga menghemat ongkos
penyimpanan dan pemeliharaan (carrying cost) dari persediaan.
5. Tingkat perputaran piutang
Kebutuhan modal kerja juga tergantung pada periode waktu yang
diperlukan untuk mengubah piutang menjadi uang kas. Bila piutang
terkumpul dalam waktu pendek berarti kebutuhan akan modal kerja menjadi
semakin rendah/kecil. Untuk mencapai tingkat perputaran piutang yang tinggi
diperlukan pengawasan yang efektif.
6. Pengaruh konjungtur (Business Cycle)
Pada periode makmur (prosperity) aktivitas perusahaan meningkat dan
perusahaan cenderung membeli barang-barang lebih banyak untuk
memanfaatkan harga yang masih rendah. Ini berarti perusahaan
memperbesar tingkat persediaan. Peningkatan jumlah persediaan
membutuhkan modal kerja yang lebih banyak.
7. Derajat resiko kemungkinan menurunnya harga jual aktiva jangka
pendek
Menurunnya nilai rill yaitu harga buku dari surat-surat berharga,
persediaan barang, dan piutang akan menurunkan modal kerja. Bila resiko
kerugian ini semakin besar berarti diperlukan tambahan modal kerja untuk
membayar bunga atau melunasi hutang jangka pendek yang sudah jatuh
tempo.
8. Pengaruh musim
Banyak perusahaan dimana penjualannya hanya berpusat pada
beberapa bulan saja. Perusahaan yang dipengaruhi oleh musim
membutuhkan jumlah maksimum modal kerja untuk periode yang relatif
pendek. Modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan barang
berangsur-angsur meningkat dalam bulan-bulan menjelang puncak
penjualan.
9. Credit rating dari perusahaan
Jumlah modal kerja, dalam bentuk kas termasuk surat-surat berharga,
yang dibutuhkan perusahaan untuk membiayai operasinya tergantung pada
kebijaksanaan penyediaan uang kas. Penyediaan uang kas ini tergantung
pada:
a. Credit rating dari perusahaan (kemampuan meminjam uang dalam
jangka pendek)
b. Perputaran persediaan dan piutang
c. Kesempatan mendapatkan potongan harga dalam pembelian
F. Modal Kerja dan Kemampuan Memperoleh Laba
Konsep yang mendasari manajemen modal kerja yang sehat adalah
dua keputusan yang menyangkut persoalan dasar perusahaan, yaitu:
a. Tingkat investasi optimal dalam aktiva lancar
b. Perpaduan yang sesuai antara pendanaan jangka pendek dan
pendanaan jangka panjang yang digunakan untuk mendukung
investasi dalam aktiva lancar.
Keputusan-keputusan tersebut mempengaruhi hasil yang diharapkan yaitu
profitabilitas dan resiko yang dihadapi. Mengurangi tingkat investasi aktiva
lancar, asalkan masih mampu memenuhi penjualan akan mengarah pada
peningkatan return on assets perusahaan. Apabila tingkat bunga jangka
pendek lebih tinggi dari tingkat bunga jangka panjang, situasi tersebut hanya
bersifat sementara. Penggunaan hutang jangka pendek mungkin untuk
menghasilkan laba yang lebih diperlukan. Keadaan ini dimaksudkan agar
laba yang diperoleh tersebut digunakan untuk menjaga tingkat aktiva lancar
yang relatife rendah dan proporsi hutang lancar lebih tinggi dari total hutang.
Strategi ini akan menghasilkan tingkat modal kerja yang rendah atau bahkan
negatif. Keadaan ini sebagai konsekuensi logis karena perusahaan tidak
mempertahankan aktiva lancar yang cukup untuk:
a. Memenuhi Kewajiban kas jika jatuh tempo
b. Mendukung tingkat penjualan yang sesuai (misalnya jika kehabisan
persediaan).
G. Kebijakan-Kebijakan Modal Kerja
Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam mencapai
tujuannya. untuk mencapai tujuan perusahaan, kebijakan dalam pengelolaan
modal kerja juga berbeda. Ada 3 tipe kebijakan modal kerja yang
kemungkinan digunakan oleh perusahaan, yaitu: ^
1. Kebijakan Konservatif
Kebijakan modal kerja konservatif merupakan manajemen modal
kerja yang dilakukan secara hati-hati. Pada kebijakan konservatif ini
modal kerja permanen dan sebagian modal kerja variabel dibelanjai
dengan sumber dana jangka panjang sedangkan sebagian modal kerja
variabel lainnya dibelanjai dengan sumber dana jangka pendek.
2. Kebijakan Agresif
Pada kebijakan ini sebagian modal kerja permanen dibelanjai dengan
sumber dana jangka panjang, sedangkan sebagian modal kerja
permanen dan modal kerja variabel dibelanjai dengan sumber dana
jangka pendek.

3. Kebijakan Moderat
Pada kebijakan ini yang bersifat tetap yaitu aktiva tetap dan modal
kerja permanen dibelanjai dengan sumber dana jangka panjang.,
sedangkan modal kerja variabel dibelanjai dengan sumber dana jangka
pendek.
H. Menentukan Kebutuhan Modal Kerja
Besarnya modal kerja baik yang bersifat permanen maupun variabel
perlu ditentukan dengan baik agar efektif dan efisien. Penggunaan modal
kerja yang tidak direncanakan dengan baik mengakibatkan modal kerja yang
ada tidak digunakan sesuai dengan kebijakan yang ada. Untuk menentukan
kebutuhan modal kerja dapat digunakan 2 metode, yaitu:
1. Metode keterikatan dana
Untuk menentukan kebutuhan modal kerja dengan metode ini, maka
perlu diketahui dua faktor yang mempengaruhinya, yaitu:
Periode terikatnya modal kerja
Pengeluaran kas setiap hari
Periode terikatnya modal kerja merupakan waktu yang diperlukan
mulai dari kas yang ditanamkan pada komponen-komponen atau elemen-
elemen modal kerja sampai menjadi kas kembali.
2. Metode perputaran modal kerja
Berdasarkan metode ini maka besarnya kebutuhan modal kerja
ditentukan oleh perputaran dari komponen-komponen (elemen-elemen)
modal kerja yaitu perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran
persediaan. Perputaran kas merupakan berputarnya kas menjadi kas
kembali.
I. Unsur-unsur yang Mempengaruhi Sumber dan Penggunaan Modal
Kerja
Modal Kerja hanya berubah kalau ada perubahan unsur-unsur diluar
"current accounts" yaitu yang disebut " Non current accounts" (aktiva tetap,
hutang jangka panjang dan modal sendiri) yang mempunyai efek netto
terhadap modal kerja. Hal-hal yang perlu dipahami dalam pembahasan ini
adalah transaksi-transaksi yang berakibat sebagai sumber maupun modal
kerja. Apabila sumber lebih besar dari pada penggunaan, berarti ada
kenaikan modal kerja. Sebaliknya apabila penggunaan lebih besar dari pada
sumber, berarti terjadi penurunan modal kerja.
Adapun sumber-sumber dan penggunaan modal kerja adalah sebagai
berikut:
Sumber Modal Kerja Penggunaan Modal Kerja
1. Berkurangnya aktiva tetap
2. Bertambahnya utang jangka
panjang
3. Bertambahnya modal
4. Adanya keuntungan dari
operasi perusahaan
1. Bertambahnya aktiva tetap
2. Berkurangnya hutang jangka
panjang
3. Berkurangnya modal
4. Adanya pembayaran dividen kas
5. Adanya kerugian dari operasi
perusahaan
Modal kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan dapat dipenuhi dari dua
sumber yaitu:
1. Sumber intern (internal sources) adalah modal kerja yang dihasilkan oleh
perusahaan sendiri dari aktivitas operasional.
Sumber modal kerja intern terdiri dari:
a) pemenuhan modal kerja.
b) Penjualan aktiva tetap yang dilaksanakan oleh perusahaan.
c) Keuntungan penjualan surat-surat berharga/efek diatas harga normal.
d) Cadangan penyusutan. Penyusutan merupakan biaya operasional
perusahaan, tetapi penyusutan bukan merupakan pengeluaran kas.
Oleh karena itu apabila dalam satu periode, dalam perusahaan tidak
terjadi transaksi penjualan maka penyusutan bukan merupakan
sumber modal kerja, tetapi jika terjadi transaksi penjualan maka
penyusutan merupakan sumber modal kerja.
2. Sumber ekstern (external sources) adalah modal kerja yang berasal dari
luar aktivitas perusahaan. Pemenuhan modal kerja dapat diambil dari
sumber-sumber dari luar perusahaan yang merupakan utang atau modal
sendiri bagi perusahaan.
Pihak-pihak luar sebagai sumber pemenuhan modal kerja adalah:
a) Suplier (leveransir penjual bahan baku, bahan penolong atau alat-alat
investasi perusahaan). Supplier memberikan dana sebagai
pemenuhan kebutuhan modal kerja kepada perusahaan dengan
memberikan penjualan bahan baku, bahan penolong atau alat-alat
investasi secara kredit baik jangka pendek maupun jangka menengah
yang besarnya merupakan utang bagi perusahaan.
b) Bank-bank, Bank adalah lembaga pemberian kredit, baik kredit jangka
pendek, jangka menengah, jangka panjang dan pemberian jasa-jasa
lain dibidang keuangan. Pemberian kredit oleh bank biasanya
didasarkan pada hasil penilaian dari bank terhadap perusahaan
sebagai pemohon kredit.
c) Pasar modal. Pasar modal yang dalam bentuk kongkretnya adalah
pasar perdana berfungsi mengalokasikan dana dari perorangan atau
lembaga yang mempunyai surplus tabungan kepada perusahaan yang
mempunyai kekurangan modal. Pada pasar perdana perusahaan
dapat menjual saham dan efek-efek yang lain kepada perorangan atau
lembaga yang mempunyai surplus pada tabungan.

III. METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Dalam melakukan penelitian sesuai dengan kebutuhan yang
dikemukakan pada awal penelitian, maka peneliti memilih pelaksanaan
penelitian pada industri minuman yang tercatat di bursa efek Indonesia
melalui kantor perwakilan di Makassar yaitu pada Pusat Informasi Pasar
Modal ( PIPM ) yang bertempat di gedung LKBN ANTARA JL.A.P. Pettarani
Blok A-30 Makassar. Hal ini didasarkan bahwa perusahaan ini merupakan
salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri. Sedangkan waktu
yang diperlukan hingga penelitian dan pembahasan dalam bentuk penulisan
skripsi membutuhkan interval waktu kurang lebih 2 bulan, yakni mulai dari
bulan Desember 2009 s/d Januari 2010.
B. Metode pengumpulan data
Metode Analisis yang digunakan adalah:
1. Dokumentasi yaitu, penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan
data berdasarkan dokumen-dokumen dan laporan tertulis lainnya yang
ada kaitannya dengan pembahasan ini.
C. Jenis dan Sumber Data
Adapun jenis dan sumber data yang digunakan dalam penulisan ini
adalah sebagai berikut:
1. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
kuantitatif berupa informasi yang diperoleh dan disajikan melalui laporan
keuangan perusahaan.
2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dengan jalan mengumpulkan
dokumen-dokumen serta sumber-sumber lainnya berupa informasi
terutama laporan keuangan.
A. Metode Analisis
Metode Analisis yang digunakan adalah :
1. Untuk menentukan kebutuhan modal kerja perusahaan digunakan ramus:
a. Metode Keterikatan Dana
Periode terikatnya modal kerja x pengeluaran kas setiap hari + kas
minimal
b. Kebutuhan Modal Kerja =



Perputaran Modal Kerja =



2. Untuk mengukur efektivitas modal sebagai berikut:
a. Receivable Turnover
b. Working Capital Turnover
c. Total Asset Turnover
ja, maka digunakan rasio aktivitas
Penjualan Kredit
Rata-rata Piutang
Penjualan Netto
Aktiva Lancar - Hutang Lancar
Penjualan
Total Aktiva

IV. PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Rencana Jadwal Penelitian
Rencana jadual yang akan dilakukan penulis dalam menyelesaikan penelitian
ini adalah sebagai berikut:
No
3. T.
T.
~6.
T.
Keterangan
Persiapan
Seminar proposal
Rencana penelitian
Pengumpulan data
Pengolahan data
Seminar hasil
Penyusunan skripsi
B. Perkiraan Biaya
Adapun perkiraan biaya yang akan dikeluarkan selama mengadakan
penelitian adalah sebagai berikut:
1. Persiapan
2. Seminar Proposal
Rp. 100.000 Rp. 200.000
3. Rencana Penelitian
Rp. 250.000

4. Pengumpulan Data
Rp. 300.000
5. Pengolahan Data
Rp. 450.000
6. Seminar Hasil
Rp. 200.000
7. Penyusunan Skripsi
Rp. 400.000
Total
Rp. 1.900.000
A. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan ini, penulis merencanakan sistematika pembahasan
kedalam 6 bab yang dapat diuraikan sebagai berikut:
masalah pokok, tujuan dan kegunaan penelitian dan terakhir pada bab ini
adalah hipotesis.
Bab II Tinjauan pustaka yang didalamnya terdapat berbagai pengertian
yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu pengertian manajemen keuangan,
pengertian modal kerja, unsur-unsur Modal kerja, pengertian sumber dan
modal kerja, faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja dan unsur-unsur
yang mempengaruhi sumber dan modal kerja.
Bab III Metode penelitian yang mencakup tentang daerah dan waktu
penelitian, metode pengumpulan data, jenis dan sumber data, dan metode
analisis.
Bab I
Pendahuluan yang didalamnya berisi latar belakang masalah,

BablV Gambaran umum perusahaan, yaitu didalamnya terdapatsejarah
singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan, fungi dan wewenang
perusahaan dan kegiatan perusahaan.
Bab V Hasil penelitian dan pembahasan, yang isinya disesuaikan dengan
data yang diambil dari perusahaan yaitu laporan keuangan perusahaan,
analisis sumber dan penggunaan modal kerja dan mengukur efektivitas
modal kerja.
Bab VI Merupakan penutup yang terdiri dari simpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA
Agus, Sartono. 2000 Manajemen Keuangan Teori dan Alikasi, Edisi Ketiga,
Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Ahmad, Kamaruddin. 2007. Dasar-dasar Manajemen Modal Kerja. Jilid
satu. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Gitosudarmo, Indriyo dan Basry. 2001. Manajemen Keuangan.
Edisi Kedua,Cetakan Pertama. BPFE, Yogyakarta.
Harjito, Agus. 2005. Manajemen Keuangan. Cetakan Kelima, Penerbit
Ekonesia, Yogyakarta.
Husnan, Suad. 2004. Dasar-dasar Manajemen keuangan. Edisi ketiga,
cetakan pertama, penerbit BPFE, Yogyakarta.
Martono, Su. Dan Agus Harjito. 2002. Manajemen keuangan. Edisi pertama,
cetakan kedua. Penerbit Ekonisa, Yogyakarta.
Riyanto, Bambang. 2007. Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan. Edisi
kedua. Penerbit Gadjah Mada, Yogyakarta.
Sundjaja, dan inge Barlian. 2002. Manajemen Keuangan I. Edisi Keempat,
Penerbit P.T. Prenhallindo Ridwan, Jakarta.
Suwartoyo, E. 2002. Modal Kerja. Lembaga Pendidikan dan Pembinaan
Manajemen, Balai Aksara, Jakarta.
Weston, J. Fred dan Eugene F Brigham. 2005. Managerial Finance.
Penerjemah Sumarso Sr. ESG. Jakarta.