Anda di halaman 1dari 5

I.

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bioreaktor atau dikenal juga dengan nama fermentor adalah sebuah peralatan atau sistem
yang mampu menyediakan sebuah lingkungan biologis yang dapat menunjang terjadinya
reaksi biokimia dari bahan mentah menjadi bahan yang dikehendaki. Reaksi biokimia
yang terjadi di dalam bioreaktor melibatkan organisme atau komponen biokimia aktif
(enzim) yang berasal dari organisme tertentu, baik secara aerobik maupun anaerobik.
Sementara itu, agensia biologis yang digunakan dapat berada dalam keadaan tersuspensi
atau terimobilisasi. Contoh reaktor yang menggunakan agensia terimobilisasi adalah
bioreaktor dengan unggun atau bioreaktor membran.
omponen utama bioreaktor terdiri atas tangki, sparger, impeller, saringan halus atau
baffle dan sensor untuk mengontrol parameter. !angki berfungsi untuk menampung
campuran substrat, sel mikroorganisme, serta produk. "olume tangki skala laboratorium
berkisar antara #$%& ', sedangkan untuk skala industri dapat mencapai lebih dari #&&& '.
Sparger terletak di bagian ba(ah bioreaktor dan berperan untuk memompa udara, dan
mencegah pembentukan gelembung oksigen. )mpeller berperan dalam agitasi dengan
mengaduk campuran substrat dan sel. )mpeller digerakkan oleh rotor. Baffle juga
berperan untuk mencegah terjadinya efek pusaran air akibat agitasi yang dapat
mengganggu agitasi yang seharusnya. Sensor berperan untuk mengontrol lingkungan
dalam bioreaktor. ontrol fisika meliputi sensor suhu, tekanan, agitasi, foam, dan
kecepatan aliran. Sedangkan, kontrol kimia meliputi sensor p*, kadar oksigen, dan
perubahan komposisi medium.
Bioreaktor biasanya terbuat dari bahan stainless steel karena bahan tersebut tidak
bereaksi dengan bahan+bahan yang berada dalam bioreaktor sehingga tidak menggangu
proses biokimia yang terjadi. Selain itu, bahan tersebut juga anti karat dan tahan panas.
Bioreaktor harus dapat menciptakan lingkungan yang optimum bagi mikroorganisme
ataupun reaksi yang diinginkan maka diperlukan pengontrolan. ,arameter yang biasa
dikontrol pada bioreaktor adalah suhu, p*, substrat (sumber karbon dan nitrogen), aerasi,
dan agitasi.
,erancangan bioreaktor adalah suatu pekerjaan teknik yang cukup kompleks. ,ada
keadaan optimum, mikroorganisme atau enzim dapat melakukan akti-itasnya dengan
sangat baik. eadaan yang memengaruhi kinerja agensia biologis terutama temperatur
dan p*. .ntuk bioreaktor dengan menggunakan mikroorganisme, kebutuhan untuk hidup
seperti oksigen, nitrogen, fosfat, dan mineral lainnya perlu diperhatikan. ,ada bioreaktor
yang agensia biologisnya berada dalam keadaan tersuspensi, sistem pengadukan perlu
diperhatikan agar cairan di dalam bioreaktor tercampur merata (homogen). Seluruh
parameter ini harus dimonitor dan dijaga agar kinerja agensia biologis tetap optimum.
.ntuk bioreaktor skala laboratorium yang berukuran #,/ + 0,/ ' umumnya terbuat dari
bahan kaca atau borosilikat, namun untuk skala industri, umunya digunakan bahan baja
tahan karat (stainless steel) yang tahan karat. *al ini dimaksudkan untuk mengurangi
kontaminasi senya(a metal pada saat fermentasi terjadi di dalamnya. Bahan baja yang
mengandung 1 23 kromium disebut juga baja ringan, sedangkan bila kadar kromium di
dalamnya 423 maka disebut stainless steel. Bioreaktor yang umum digunakan terbuat
dari bahan baja %#5 yang mengandung #63 kromium, 0+0,/3 molibdenum, dan #&3
nikel. Bahan yang dipilih harus bersifat non+toksik dan tahan terhadap sterilisasi
berulang+ulang menggunakan uap tekanan tinggi. .ntuk mencegah kontaminasi, bagian
atas biorektor dapat ditambahkan dengan segel aseptis (aseptic seal) yang terbuat dari
campuran metal+kaca atau metal+metal, seperti O-ring dan gasket. .ntuk meratakan
media di dalam bioreaktor digunakan alat pengaduk yang disebut agitator atau impeler.
Sementara itu, untuk asupan udara dari luar ke dalam sistem biorektor digunakan sistem
aerasi yang berupa sparger. .ntuk bioreaktor aerob, biasanya digunakan kombinasi
sparger+agitator sehingga pertumbuhan mikrooganisme dapat berlangsung dengan baik.
,ada bagian dalam bioreaktor, dipasang suatu sekat yang disebut baffle untuk mecegah
-orteks dan meningkatkan efisiensi aerasi. Baffle ini merupakan metal dengan ukuran
#7#& diameter bioreaktor dan menempel secara radial di dindingnya. Bagian lain yang
harus dimiliki oleh suatu bioreaktor adalah kondensor untuk mengeluarkan hasil
kondensasi saat terjadi sterilisasi dan filter (&,0 8m) untuk menyaring udara yang masuk
dan keluar tangki. .ntuk proses inokulasi kultur, pengambilan sampel, dan pemanenan,
diperlukan adanya saluran khusus dan pengambilannya harus dilakukan dengan hati+hati
dan aseptis agar tidak terjadi kontaminasi. .ntuk menjaga kondisi dalam bioreaktor agar
tetap terkontrol, digunakan sensor p*, suhu, anti+buih, dan oksigen terlarut (9:). ;pabila
kondisi di dalam sel mengalami perubahan, sensor akan memperingatkan dan harus
dilakukan perlakuan tertentu untuk mempertahankan kondisi di dalam
bioreaktor.<isalkan terjadi perubahan p* maka harus ditambahkan larutan asam atau
basa untuk menjaga kestabilan p*.,enambahan zat ini dapat dilakukan secara manual
namun juga dapat dilakukan secara otomatis menggunakan bantuan pompa
peristaltik.Selain asam dan basa, pompa peristaltik juga membantu penambahan anti+buih
dan substrat ke dalam bioreaktor.
Jenis-jenis Bioreaktor
Berdasarkan tingkat aseptis maka sistem bioreaktor terbagi menjadi 0, yaitu
bioreaktor sistem non aseptis (untuk pengolahan limbah) dan bioreaktor sistem aseptis
(untuk produksi sel dan produksi metabolit). .ntuk bioreaktor sistem aseptis diperlukan
sterilisasi bioreaktor pada suhu dan tekanan yang tinggi. Sedangkan, berdasarkan
pemberian substrat maka sistem fermentasi dalam bioreaktor terbagi menjadi tiga, yaitu
batch fermentation, continuous batch fermentation, dan fed batch fermentation. ,ada
batch fermentation, makanan hanya diberikan satu kali saja kemudian produk dipanen.
,ada continous batch fermentation, makanan diberikan terus menerus. ,ada fed batch
fermentation, makanan diberikan kemudian produk dipanen, makanan yang baru
diberikan sebelum makanan pertama yang diberikan habis.'alu, bila kita melihat sistem
aerasinya, bioreaktor dibagi menjadi bioreaktor stirred tank, bubble column, dan loop
airlift. ,rinsip stirred tank bioreactor adalah menghasilkan aerasi dengan menggunakan
agitasi mekanis, yaitu dengan impeller. ,ada bubble column bioreactor, udara dalam
bentuk gelembung dimasukkan ke media melalui sparger untuk aerasi. Sedangkan, pada
loop airlift bioreactor, udara dan media disirkulasi bersamaan melalui kolom yang
dimasukkan ke dalam kolom lain.
Berdasarkan pemasukan nutrisinya kedalam bioreaktor, ada tiga jenis
bioreaktor, yaitu bioreaktor kontinu, semikontinu, dan diskontinu.
#. Bioreaktor ontinu
,ada bioreaktor kontinu, pemberian nutrisi dan pengeluaran sejumlah fraksi
dari -olume kultur total terjadi secara terus menerus. 9engan metode kontinu
memungkinan organisme tumbuh pada kondisi setimbang (steady state), dimana
pertumbuhan terjadi pada laju konstan dan lingkungan stabil. =aktor seperti p* dan
konsentrasi nutrisi dan produk metabolit yang tidak terelakkan berubah selama siklus
pertumbuhan pada suatu diskontinu dapat dijaga konstan dalam kultur kontinu.
9alam suatu bioreaktor kontinu, medium steril dimasukkan kedalam biorekator
dengan laju aliran yang konstan, dan kultur yang keluar dari bioreaktor terjadi dengan
laju yang sama, sehingga -olume kultur di dalam reaktor konstan. 9engan pencampuran
yang efisien, medium yang masuk tersebut menyebar secara cepat dan merata pada
seluruh bagian rekator. Contoh dari biorektor kontinu yaitu Reaktor !angki diaduk
ontinu (R!9).
.dara steril dimasukkan pada dasar reaktor melalui pipa terbuka atau
penyemprot udara. Suattu batang -ertical dilengkapi dengan pengarah dengan satu atau
lebih impeler. )mpeler biasanya dipasang di sepanjang batang pada inter-al jarak sama
dengan diameter reaktor untuk menghindari tipe pergerakan melingkar. ,eranan impeler
adalah untuk menimbulkan agitasi dalam bioreaktor untuk mempermudah aerasi. =ungsi
utama agitasi adalah untuk mensuspensikan dan meratakan nutrisi dalam medium, untuk
memberikan hara termasuk oksigen+ bagi sel, dan untuk memindahkan panas.
0. Bioreaktor 9iskontinu
,ada bioreaktor diskontinu, inokulen dan nutrisi yang akan diperlukan bagi
pertumbuhan dicampur dalam suatu bejana tertutup pada kondisi suhu, p*, dan
pencampuran optimum. Sistem ini adalah tertutup, kecuali untuk organisme aerobik
dimana suplai udara kontinu dialirkan kedalam bioreaktor. ,ada bioreaktor diskontinu,
laju pertumbuhan dan laju pertumbuhan spesifik jarang konstan. *al ini menunjukkan
adanya perubahan karakteristik nutrisi dari sistem.
Salah satu contoh dari bioreaktor diskontinu adalah Bioreaktor 'umpur
Buangan !erakti-asi. Bioreaktor ini digunakan secara luas untuk pengolahan secara
oksidasi air buangan dan sampah industri lain. ,rosesnya difungsikan untuk
meningkatkan pemasukan udara, sehingga bahan organic massa dapat didegradasi secara
optimum. Bioreaktor ini sangat besar, sehingga untuk mempermudah pencampuran dan
penyebaran oksigen diperlukan sejumlah besar agitator pada kebanyakan pabrik
pengolahan air buangan skala kota.
%. Bioreaktor semikontinu
Bioreaktor semikontinu adalah suatu bentuk kulti-asi dimana medium atau
substratnya ditambahkan secara kontinu atau berurutan ke dalam tumpukan diskontinu
a(al tanpa mengeluarkan sesuatu dari sistem. ,roduk yang dihasilkan dari sistem seperti
ini dapat melebihi produk yang dihasilkan dari kultur diskontinu. ,endekatan ini secara
luas diterapkan dalam industry misalanya dalam produksi ragi yang dibutuhkan untuk
pembuatan roti.
Contoh bioreaktor semikontinu yaitu digestor atau bioreaktor anaerobik, tetapi
bioreaktor ini dapat pula dioperasikan secara kontinu. ,engunaan sistem ini pada
pengolahan air buangan padat, misalnya lumpur buangan (sludge) yang diperoleh dari
pengolahan buangan perkotaan, akan memberikan stabilisasi air buangan yang efisien dan
produksi metan yang tinggi. 9alam sistem ini 'umpur buangan dicampur dengan
mikroorganisme anaerobic pada suhu %&> C dan (aktu retensi hidrolik. .ntuk air
buangan berkekuatan sedang dari industri makanan dan fermentasi, teknik operasi yang
dapat menahan biomassa mikroba lebih lama dalam sistem operasi kontinu sudah
ditemukan. <aka (aktu retensi zat padat tidak dapat digabung dengan (aktu retensi
cairan sehingga konsentrasi mikroba yang tinggi dapat terjadi pada digester (atau pada
bioreaktor tersebut), yang memberikan laju degradasi yang tinggi. Bagi air buangan yang
sangat encer, misalnya buangan kota, (aktu retensi zat padat yang sangat panjang
diperlukan.
!eknik diskontinu merupakan teknik yang paling dominan digunakan dalam
industri, dominasi sistem bioreaktor semikontinu dan diskontinu dalam industri
disebabkan oleh beberapa alasan berikut.
#. ,ada (aktu tertentu, produk bioteknologi mungkin dibutuhkan dalam jumlah yang relatif
sedikit.
0. ebutuhan pasar mungkin bersifat musiman.
%. <asa berlaku produk tertentu pendek (tidak tahan lama).
2. onsentrasi produk yang tinggi.
/. Beberapa produk tertentu hanya dihasilkan pada fase setimbang dari siklus pertumbuhan.
5. etidakstabilan beberapa galur produksi memerlukan pembaharuan secara teratur.
?. ,roses kontinu, secara teknis masih menunjukkan berbagai kesulitan.
1.2. Tujuan
!ujuan dari pembuatan makalah ini sebagai acuan untuk mempelajari pemodelan
peningkatan skala bioreaktor. 9engan merincikan pemodelan matematis,kepekaan
parameter,serta peningkatan skala bioreaktor .