Anda di halaman 1dari 5

Definisi log

Log adalah rekaman suatu parameter versus jarak ataupun waktu,


misal catatan perjalanan seseorang dari suatu tempat ke tempat lain, Ia
merekam tempat - tempat yang disinggahi. Dalam sumur minyak log
diartikan sebagai rekaman dari properti fisika atau kimia dari batuan dan
fluida versus kedalaman yang ditembus pemboran. Atau Proses perekaman
data bawah permukaan dengan energi listrik yang diturunkan ke dalam
sumur kemudian mengangkatnya dengan kecepatan konstan kemudian
mencatat hasil pengukuran yang berupa defleksi-defleksi pada suatu chart.
Untuk mendapatkan data yang akurat maka logging dilakukan beberapa kali
perekaman dengan kombinasi alat yang berbeda.Ada beberapa macam jenis
Log, yaitu :
1. Gamma Ray Log
2. Neutron Log
3. Density Log
4. Resistivity Log
1. Gamma Ray Log
Gamma Ray Log adalah metoda untuk mengukur radiasi sinar gamma yang
dihasilkan oleh unsur-unsur radioaktif yang terdapat dalam lapisan batuan di
sepanjang lubang bor.Unsur radioaktif yang terdapat dalam lapisan batuan tersebut
diantaranya Uranium, Thorium,Potassium, Radium,dll.
Unsur radioaktif umumnya banyak terdapat dalam shale dan sedikit sekali terdapat
dalam sandstone, limestone, dolomite, coal, gypsum, dll. Oleh karena itu shale
akan memberikan response gamma ray yang sangat signifikan dibandingkan
dengan batuan yang lainnya. Jika kita bekerja di sebuah cekungan dengan
lingkungan pengendapan fluvio-deltaic atau channel system dimana biasanya
sistem perlapisannya terdiri dari sandstone atau shale (sand-shale interbeds), maka
log gamma ray ini akan sangat membantu didalam evaluasi formasi (Formation
Evaluation-FE).
Seperti halnya logging yang lainnya, pengukuran gamma ray log dilakukan dengan
menurunkan instrument gamma ray log kedalam lubang bor dan merekam radiasi
sinar gamma untuk setiap interval tertentu. Biasanya interval perekaman gamma
ray (baca: resolusi vertikal) sebesar 0.5 feet. Dikarenakan sinar gamma dapat
menembus logam dan semen, maka logging gamma ray dapat dilakukan pada
lubang bor yang telah dipasang casing ataupun telah dilakukan cementing.
Walaupun terjadi atenuasi sinar gamma karena casing dan semen, akan tetapi
energinya masih cukup kuat untuk mengukur sifat radiasi gamma pada formasi
batuan disampingnya. Seperti yang disebutkan diatas bahwa gammar ray log
mengukur radiasi gamma yang dihasilkan oleh unsur-unsur radio aktif seperti
Uranium, Thorium, Potassium dan Radium. Dengan demikian besaran gamma ray
log yang terdapat didalam rekaman merupakan jumlah total dari radiasi yang
dihasilkan oleh semua unsur radioaktif yang ada di dalam batuan. Untuk
memisahkan jenis-jenis bahan radioaktif yang berpengaruh pada bacaan gamma
ray dilakukan gamma ray spectroscopy.Karena pada hakikatnya besarnya energy
dan intensitas setiap material radioaktif tersebut berbeda-beda.


Spectroscopy ini penting dilakukan ketika kita berhadapan dengan batuan non-
shale yang memungkinkan untuk memiliki unsur radioaktif, seperti mineralisasi
uranium pada sandstone, potassium feldsfar atau uranium yang mungkin terdapat
pada coal dan dolomite.

2 Neutron Log
Pada Netron Log, bila konsentrasi hidrogen didalam formasi besar maka
semua partikel neutron akan mengalami penurunan energi serta tertangkap tidak
jauh dari sumber radioaktifnya. Hal yang perlu digarisbawahi bahwa netron
hidrogen tidak mewakili porositas batuan karena penentuannya didasarkan pada
konsentrasi hidrogen.Netron tidak dapat membedakan antara atom hidrogen bebas
dengan atom hidrogen yang secara kimia terikat dengan mineral batuan, akibatnya
pada formasi lempung yang banyak mengandung atom-atom hidrogen didalam
susunan molekulnya seolah-olah mempunyai porositas tinggi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk kurva Netron Log adalah shale atau clay
dimana semakin besar konsentrasinya dalm lapisan permeable akan memperbesar
harga porositas batuan. Kekompakan batuan juga akan mempengaruhi defleksi
kurva Netron Log dimana semakin kompak batuan tersebut maka harga porositas
batuan akan menurun dan kandungan fluida yang ada dalam batuan apabila
mengandung minyak dan gas maka akan mempunyai harga porositas yang relatif
kecil, sedangkan air asin atau air tawar akan memberikan harga porositas neutron
yang mendekati harga porositas sebenarnya.Prinsip kerja dari alat ini yaitu
menembakkan partikel neutron berenergi tinggi kedalam formasi secara terus
menerus dan konstan dari suatu sumber radioaktif. Netron log ini dapat digunakan
sebagai porositas tool pada batuan dengan porositas rendah sampai sedang, dan
dapat juga digunakan untuk korelasi batuan.

Semakin berpori batuan maka semakin banyak kandungan hidrogen dan semakin
tinggi indeks hidrogen.Sehingga, batuan yang banyak mengandung hidrogen dapat
ditafsirkan memiliki porositas yang tinggi pula.




3 Density Log
Density Log menunjukkan besarnya densitas lapisan yang ditembus oleh
lubang bor sehingga berhubungan dengan porositas batuan. Besar kecilnya density
juga dipengaruhi oleh kekompakan batuan dengan derajat kekompakan yang
variatif, dimana semakin kompak batuan maka porositas batuan tersebut akan
semakin kecil. Pada batuan yang sangat kompak, harga porositasnya mendekati
harga nol sehingga densitasnya mendekati densitas matrik.
kombinasi Log digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan untuk
mengevaluasi formasi serta menentukan potential productivity yang dikandungnya.
Pada kombinasi log antara Neutron Log dan Density Log maka akan terdapat
tampilan Log Density yang dari kiri ke kanan satuannya semakin besar sedangkan
Neutron Log dari kiri ke kanan satuan porositasnya semakin kecil sehingga dapat
diinterpretasikan sebagai berikut :

1) Lapisan shale akan memberikan separasi negatif berdasar harga densitas yang
besar pada Density Log dan harga porositas neutron yang besar pada Neutron Log.

2) Lapisan hidrokarbon akan memberikan separasi positif dimana kurva Density Log
akan cenderung mempunyai defleksi ke kiri dan Neutron Log cenderung
mempunyai defleksi ke kanan.

3) Lapisan air asin atau air tawar akan memberikan separasi positif sehingga untuk
dapat membedakan antara separasi positif pada lapisan air dengan lapisan
hidrokarbon maka jalan terbaik adalah dengan melihat kurva Resistivity Log dan
SP Log.



4 Resistivity Log
Log Resistivity adalah Suatu log yang digunakan untuk merekam sifat
kelistrikanfluida. Keberadaan hidrokarbon akan menunjukkan resistivitas yang
besar, sedangkan untuk kandungan air akan menunjukkan resistivitas yang kecil.
Kandungan fluida yang ada jugamenunjukkan besaran porositas yang dimiliki
batuan tersebut.
Besaran pada log resistivitas batuan menggunakan satuan Ohm. Jika batuan
mengandung fluida seperti air formasi yang sifatnya salin, maka kurva
resistivitasnya akan menunjukkan angka yang sangat rendah karena sifat air yang
salin cenderung bersifat konduktif (kebalikan dari resistif). Dan pada minyak atau
gas, kurva resistivitas akan menunjukkan angka yang sangat tinggi karena minyak
atau gas cenderung memiliki hambatan yang sangat tinggi.
Didalam pengukuran resistivity log, biasanya terdapat tiga jenis penetrasi
resistivity, yakni shallow (borehole), medium (invaded zone) dan deep (virgin)
penetration. Perbedaan kedalaman penetrasi ini dimaksudkan untuk menghindari
salah tafsir pada pembacaan log resistivity karena mud invasion (efek lumpur
pengeboran) dan bahkan dapat mempelajari sifat mobilitas minyak. Sebagaimana
yang kita ketahui untuk mengantisipasi pressure (e.g. pore pressure), saat
pengeboran biasanya dipompa oil based mud atau water based mud. Sebagai
contoh, jika kita menggunakan water based mud (resistivity rendah) sebagai
lumpur pemboran, kemudian lumpur tersebut meng-invasi reservoir yang
mengandung minyak, maka kita akan mendapatkan profil deep penetration
resistivity lebih tinggi daripada shallow-medium penetration resistivity. Jika
medium penetration dan deep penetration mirip (tidak ada efek invasi), maka
situasi ini mengindikasikan minyak didalam reservoir tersebut sangat susah untuk
mobile (hal ini kurang bagus dalam production).