Anda di halaman 1dari 7

Nama : Badai Ardyana Arimbi Putri

NIM : 2013730129
Pemeriksaan laboratorium hematologi
Darah rutin (Hb, L, Ht, T)
Hb
Darah Lengkap ( - LED )
Darah Lengkap ( + LED )
LED/BBS
Masa Pendarahan / BT
Masa pembekuan / CT
Hitung Jenis Leukosit / Diff. C
Golongan Darah
Retikulosit
Hitung Eosinofil
Malaria/DDR
Filaria
IT Ratio
Batas waktu penyimpanan darah pada suhu kamar
Jenis pemeriksaan Diperiksa sebelum
Kadar Hb Stabil
Jumlah Leukosit 2 jam
Jumlah Eritrosit 6 jam
Laju Endap Darah 2 jam
Jumlah Trombosit 1 jam
Retikulosit 6 jam
Sediaan apus 1 jam

METODE PEMERIKSAAN DARAH
1. Hemoglobin
-Cara asam hematin (cara Sahli)
-Cara cyanmethemoglobin

A. Cara SAHLI
Prinsip : 1. Darah + as. Klorida (HCl) 0,1 N
2. Hemoglobin diubah menjadi as. Hematin (min 10 menit)
3. Encerkan dengan aquadest seperti warna sama dengan warna standar
Keuntungan : Cepat, sederhana dan tidak mahal
Kerugian : Kurang teliti (kesalahan bisa sampai 10%)
Alat : 1. Hemoglobinometer Sahli Adam, t.d.:
2. Gelas warna coklat (warna standar)
3. Tabung haemometer dengan pembagian skala dalam g% atau g/dl
4. Pipet Sahli vol 20 cmm
5. Pengaduk gelas
6. Pipet Pasteur
Reagen : 1. Lart HCl 0,1 N
2. Aquadest
Cara : 1. Tabung haemometer diisi larutan HCl 0,1 N sampai 2 g%
2. Darah kapiler/vena + antikoagulan dihisap dengan pipet Sahli sp 20 cmm
3. Bagian luar pipet dibersihkan dengan kapas kering/tissue (darah jangan
terhisap)
4. Darah ditiup hati-hati ke dalam tab berisi larutan HCl, jangan sampai
timbul gelembung udara
5. Sebelum pipet ditarik, pipet dibilas dulu dengan cara hisap-tiup beberap
kali
6. Bagian luar pipet dibilas dengan aquadest/HCl 0,1 N
7. Tunggu 10 menit
8. Encerkan as. Hematin dengan aquadest setetes demi setetes sambil
diaduk, sampai warna = standard
9. Meniskus larutan dibaca (=Kadar Hb)
10. Bila warna standar berubah -> dikalibrasi terhadap cara cyanmetHb ->
diberi koreksi faktor
2. Bleeding Time (Masa Pendarahan) BT
Dipengaruhi oleh fungsi kapiler dan jumlah trombosit
Metode DUKE
Nilai Normal : 1-6 menit
Alat : 1. Lancet steril/disposable
2. Kertas filter sirkuler
3. Stopwatch
4. Alkohol 70%
Prosedur : 1. Bersihkan cuping telinga dengan alkohol 70% -> biarkan kering
2. Tusuk lobus telinga dengan lancet steril dan nyalakan stopwatch
3. Hisap darah dengan kertas saring tiap 30 detik; kertas jangan menyentuh
kulit
4. Jika pendarahan berhenti -> hentikan stopwatch -> hitung BT
3. Clotting Time (Masa Pembekuan) CT
CT memanjang pada hemofilia, afbrinogenemia, antikoagulan heparin
Metode Lee dan White
Nilai Normal : 5-15 menit
Alat : 1. Waterbath 37
0
C
2. Tabung 13x10mm
3. Stopwatch
4. Semprit 10ml & jarum 20g
Prosedur : 1. Beri label 3 tabung dengan 3 nomor : 1,2,3
2. Ambil darah 4 ml
3. Lepaskan jarum dan masukan 1ml darah berturut-turut pada tabung
3,2,1; 1ml darah terakhir dibuang -> Nyalakan stopwatch segera setelah
darah masuk tabung ke 3
4. Masukkan tabung dalam waterbath
5. Setelah 5 menit, angkat tabung 1 dengan sudut 45
0
, ulangi tiap 30 detik;
sampai darah beku -> catat waktu
6. 30 detik setelah tabung 1 beku, lakukan hal yang serupa dengan tabung
2&3
7. Catat waktu pembekuan dari isi tabung 3
4. Laju Endap Darah (LED)
-Metode Westergen (pilihan terbaik)
-Metode Wintrobe
Nilai Normal : P= 0-20 mm/jam
L= 0-15 mm/jam
LED + : Keadaan inflamasi, infeksi, RA, TBC dan Multiple Myeloma
Alat : 1. Pipet westergen dan rak penyangga
2. Darah EDTA atau darah sitras
3. Larutan NaCl 0,85%
Prosedur : 1. Campur darah EDTA dengan larutan NaCl -> 4:1. Hisap NaCl dengan pipet
westergren s/d angka 150, masukan dalam botol kecil; kemudian hisap
darah EDTA sampai angka 0, masukan dalam botol yang telah diisi larutan
NaCl, campur baik baik dengan pengaduk atau hisap-tiup beberapa kali
2. Hisap campuran darah EDTA-NaCl dengan tabung westergren sampai
angka 0
3. Letakan tabung westergren dengan posisi tegak lurus pada rak
penyangga
4. Biarkan 1 jam dan catatlah berapa mm menurunya eritrosit (=nilai LED
dalam mm/jam)
5. Hitung Sel Darah
Prinsip : Darah diencerkan dan di cat dengan larutan tertentu, sel-selnya dihitung
dalam kamar hitung di bawah mikroskop
Alat : 1. Mikroskop
2. Kamar Hitung
3. Pipet pengencer thoma
LEUKOSIT
Nilai Normal : 4000-10000/mmk
Prosedur : 1. Hisap darah kapiler/ EDTA dengan pipet Thoma (untuk leukosit) sampai
tanda 0,5
2. Encerkan sampai tanda 11 dengan larutan TURK -> pengenceran 20x ->
campur dengan gerakan sejajar sumbu panjang
3. Buang 4 tetes pertama, tetes ke-5 masukan kamar hitung -> tunggu 3
menit
4. Lihat dibawah mikroskop dengan obyektif 40x, hitung jumlah leukosit
pada 4 kotak lekosit (N)
5. Hitung lekosit = Nx50/mmk
ERITROSIT
Niai Normal : L= 4,3-5,9 jt/mmk
P= 3,9-4,8 jt/mmk
Prosedur : 1. Hisap darah kapiler/ EDTA dengan pipet Thoma (untuk eritrosit) sampai
tanda 0,5
2. Encerkan sampai tanda 101 dengan larutan HAYEM -> pengenceran 200x
-> campur dengan gerakan sejajar sumbu panjang
3. Buang 4 tetes pertama, tetes ke 5 masukan kamar hitung -> tunggu 3
menit
4. Lihat di bawah mikroskop dengan obyektif 40x, hitung jumlah eritrosit
pada 5 kotak eritrosit (N)
5. Hitung lekosit = NX10000/mmk
TROMBOSIT
Langsung : 1. Sama dengan cara hitung lekosit, tetapi pipet yang dipakai adalah pipet
eritrosit -> pengenceran 200x
2. Larutan yang digunakan Rees Ecker
3. Inkubasi 15 menit dalam petridisk yang diberi tissue basah -> mencegah
penguapan
4. Hitung trombosit dalam 4 kotak lekosit (obyektif 40x) =N
5. Hitung trombosit=Nx500
Tidak Lgsg : 1. Buat hapusan darah dengan cat giemsa/wright
2. Hitung jumlah trombosit sebanyak 40 lapangan pandang dengan
obyektif 100x
3. Hasil dikalikan 1000
6. Hitung Jenis Lekosit
Prinsip : -Menetapkan prosentase jenis lekosit yang ada dalam darah dar preparat
apus
-Dibuat hitung macam-macam lekosit per 100 lekosit dari sediaan apus ->
hasil dilaporkan dalam %

Cara pembuatan preparat apus
- Sediakan 2 kaca obyek
- Teteskan 1 tetes darah pada 1cm dari ujung kaca (sebelah kanan), ditengah-tengah dari
ke 2 sisi panjang
- Pegang sisi kaca dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri
- Ambil kaca ke 2 (sebagai pemulas), pegang dengan tangan kanan, letakan di depan
tetesan darah (pada kaca 1), dengan sudut 25
0
, membuka ke kanan
- Kaca pemulas di geser ke kanan sehingga menyinggung tetesan darah, darah akan segera
menyebar sepanjang sisi kaca pemulas
- Jaga agar sudut kedua kaca obyek tetap 25
0
, kemudian geser kaca pemulas ke kiri
dengan cepat sepanjang kaca obyek 1. Keringkan di udara

Cara pengecatan preparat apus dengan cat GIEMSA
- Letakan sediaan apus di rak pengecatan dengan sediaan menghadap ke atas
- Genangi sediaan dengan cat methanol selama 4 menit kemudian biarkan mengering
- Genangi sediaan dengan cat Giemsa selama 20 menit
- Bilas dengan air kran, kemudain keringkan di udara
7. Golongan Darah
Cara:
- Teteskan masing-masing 1 tetes reagen anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti D (Rh)
- Teteskan masing-masing 1 tetes darah di sebelah reagen
- Campur/aduk dengan pengaduk, kemudian goyangkan kaca obyek ke depan dan ke
belakang sambil diamati aglutinasi yang akan terjadi
- Baca hasil dalam waktu 2 menit setelah pencampuran darah dan reagen. Catat hasilnya
Gambaran radiologi anemia




Anemia sel sabit rangka. H vertebra. Tampilan lateral tulang belakang menunjukkan depresi sudut
bagian tengah masing-masing endplate atas dan bawah.


Anemia sel sabit rangka. Hand-foot syndrome. Pembengkakan jaringan lunak dengan formasi baru-
tulang periosteal dan proses litik dimakan ngengat pada aspek proksimal falang keempat


Referensi:
- http://www.scribd.com/doc/216650157 Pemeriksaan Darah Laboratorium Klinik (diakses pada tanggal 10
september 2014)
- Priyani, Adi. 2006. Penuntun Praktikum Patologi Klinik. Jakarta: Usakti Press