Anda di halaman 1dari 4

Nama: Fachry Ali Firdaus

NPM: 120210130082
Dosen: Dr. Wagiati
Uang NKRI 2014
Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan bahwa uang
rupiah kertas pecahan Rp 100.000,00 tahun emisi 2014 mulai diberlakukan, dikeluarkan, dan diedarkan
di Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2014
Secara umum, desain uang rupiah kertas pecahan Rp 100.000,00 tahun emisi 2014 tidak
mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan uang rupiah kertas pecahan Rp 100.000,00
tahun emisi 2004 yang beredar saat ini.
Perbedaan utama antara lain dikenali dengan adanya penambahan frasa Negara Kesatuan
Republik Indonesia pada bagian muka dan belakang uang dari yang sebelumnya dilakukan oleh anggota
Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan, kata
direktur eksekutif departemen komunikasi BI tirta segara dalam pernyataan resminya, kamis(14/8/2014).
Tirta menjelaskan, penggunaan frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia serta tanda tangan
Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan mewakili pemerintah dalam uang NKRI menegaskan
makna filosofis rupiah sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan semua
Warga Negara Indonesia
(Sumber:Kompas, 2014, dengan perubahan)

Kesastraan Komik dan Wacana Indonesia
Komik adalah media komunikasi yang populer, tetapi yang paling sedikit diperbincangkan sebgai
suatu gejala kebudayaan. Sejauh ini, jumlah kajian tentang komik di Indonesia sangat tidak seimbang
dibandingkan popularitas atau pun usia keberadaan komik itu.
Sejarah komik di Indonesia, melalui strip komik bersambung di media mencatat Put On karya
Kho Wang Gie di surat kabar Sin Po sebagai komik indonesia terawal pada 1931, sedangkan strip komik
Mentjari Poetri Hijaoe, karya Nasroen A.S., mengisi lembaran-lembaran mingguan Ratoe Timur sejak
1939.
Dengan kata lain, sejarah komik di Indonesia sudah terentang selama 70 tahun lebih. Namun,
dalam kurun waktu itu, terlalu sedikit karya ilmiah yang mengkaji komik indonesia. Diantara yang sedikit
itu sangat menonjol lesbandes desssines indonesiennes, disertasi marcel bonnef yang selesai ditulis
pada tahun 1972 untuk diuji di Perancis, dan terbit dalam bahasa perancis pada tahun 1976.
Disertasi tersebut baru diterjemahkan dan terbit sebagai buku pada 1998. Meski sejak tahun
80an terdapat sejumlah kajian ilmiah, tetap belum sebanding dengan keberadaa komik indonesia itu
sebagai gejala kebudayaan.
(Sumber: Seno Gumira Ajidarma, dengan perubahan)
Bahaya Minuman Energi
Efek segar dan nikmat dari minuman energi memang menggoda. Namun, dibalik itu tersembunyi
bahaya besar bagi anak-anak, remaja, dan kalangan muda. Mengapa mereka? Sejauh ini manfaat
minuman energi belum terbukti. Dalam penelitian terakhir yang tertuang dalam junal kesehatan
pediatric (14.2.2011) disebutkan bahwa anak remaja dan dewasa muda yang mengonsumsi minuman
energi secara berlebihan berpotensi menyimpan bahaya karena memicu jantung berdebar, kejang,
stroke, dan kejadian meninggal mendadak.
Apa sebenarnya minuman energi? Ia adalah jenis minuman ringan diharapkan dapat menambah
energi dan kekuatan seseorang yang meminumnya. Bagi beberapa kalangan, minuman energi diminum
dengan tujuan mencegah kelelahan dan kantuk. Umumnya minuman energi dipasarkan dalam kemasan
botol kecil siap minum. Namun, dalam perkembangannya di Indonesia dilakukan ide kreatif untuk
mengganti kemasan botol itu dengan sachet. Ide cemerlang ini bertujuan untuk menekan harga jual.
Terbukti, minuman energi yang lebih laku di pasaran memang dalam bentuk sachet yang harus dicampur
dengan air biasanya air mineral sebelum dikonsumsi.
Ancaman minuman energi berasal dari kandungan kafeina yang berlebihan. Dari penelitian
terungkap bahwa kandungan kafeinanya 14 kali lebih banyak dibandingkan minuman jenis cola. Ini
setara dengan meminum tujuh cangkir kopi. Bagi orang dewasa mungkin tak masalah. Namun bagi anak
atau remaja bisa menimbulkan dampak kesehatan serius. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam
mengonsumsi minuman energi.
(Sumber: Intisari, 2014, dengan perubahan)

Menelusuri Sejarah Pers di Museum Penerangan
Pers di Indonesia telah melewti beberapa fase yang cukup Menegangkan hingga dapat
merasakan kebebasannya sekarang. Memori dan kenangan tentang perjuangan pers untuk mencari
kebenaran berita seakan tersimpan apik di museum penerangan. Museum yang berada di taman mini
indonesia indah, jakarta timur ini didirikan pada tahun 1993, tepatnya 20 April 1993, dan diresmikan
oleh bapak soeharto, Presiden II RI.
Sebelum kemedekaan, cikal bakal kegiatan penerangan dimulai pada tanggal 20 Mei 1908 yang
kini disebut sebagai hari kebangkitan nasional. Bentuk-bentuk kegiatan penerangannya berupa
munculnya surat kabar seperti Java Post dan De Banier di awal abad XIX. Setelah itu, berbagai macam
propaganda menentang pemerintah kolonial terus bermunculan.
Koleksi yang ada di dalam museum ini dibagi menjadi lima bidang, sesuai dengan histori
kelembagaannya. Lima bidang tersebut meliputi pers, dan grafika, (termasuk media massa cetak),
penerangan umum, film, televisi, serta radio. Total koleksi museum ini berjumlah 452 buah meliputi lima
bidang tersebut.
Mesin cetak seberat 3-5 ton, mesin tik perintis kemerdekaan dan surat kabar harian andalas di
tahun 1917, merupakan beberapa peninggalan di bidang pers cetak dan grafika. Selain peninggalan dari
pers dan grafika, ada juga beberapa peninggalan lain dari berbagai bidang. Kentongan berukir, terompet
tois dan wayang suluh merupakan beberapa contoh koleksi dari bidang penerangan umum. Sedangkan
untuk bidang film peninggalannya berupa megafon dan proyektor film dari tahun 1940.
Bidang radio dan televisi juga memiliki koleksi yang tidak kalah menarik. Di bidang radio, ada
peninggalan berupa gramaphone, alat pemutar piringan hitam, sedangkan di bidang televisi, ada kamera
film yang digunakan untuk meliput Asian Games di tahun 1962.
Koleksi serta peninggalan museum ini membuat mata pengunjung terbuka. Ternyata cukup lama
waktu yang dilalui oleh pers indonesia untuk meraih kebebasannya.
(Sumber: Kompas.com, 2014 dengan perubahan)