Anda di halaman 1dari 6

BABI

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam persaingan dunia manufaktur dewasa ini, order
winner sudah bukan terdiri atas faktor barga dan kualitas saja, ada
faktor-faktor lain yang menjadi faktor utama dalam memenangkan
kompetisi di pasar, yaitu service. safety. delivery. environment, dan
responsiveness (Sritomo,2004). Salah satu elemen yang dapat
meminimukan delivery time dan cost adalah tata letak produksi yang
optimal. Desain tata letak berusaha menentukan bagaimana aktivitas-
aktivitas dari fasiIitas-fasiIitas industri akan diatuT sedemikian rupa
sehingga mampu menunjang upaya peningkatan efektivitas,
fleksibilitas, produktivitas dan efisiensi. Dengan pengatuTan tata
letak yang baik akan membantu pemsahaan dalam mencapai Supply
Chain Excellent-nya (Tompkins,2003).
Perancangan fasilitas adalah dasar dari keseluruhan
proses produksi, penataan Plant layout dalam pabrik memiliki peran
yang sangat penting sebeIum pabrik tersebUt mulai berproduksL
karena dalam menata sebuab layout dibutuhkan biaya yang sangat
besar yaitu sekitar 30-75% dari ongkos produksi (SuIe,1991) atau
sekitar 20-500/0 dari anggaran operasi manufaktur (Tompkins, 1994),
dan dampak dari penataan layout yang buruk dapat mengakibatkan
kualitas produk yang rendah, rendabnya moral peketja, dan ketidak
puasan konsumen (Heragu, 1997).
Banyak pendekatan yang dipakai dalam menyelesaikan
problem layout, namun secara konseptual terdapat tiga pendekatan
yang dijadikan dasar metodologi perancangan saat ini. yaitu: Apple's
Plant Layout Procedure, Reed's Plant Layout Procedure, Dan
Muther's Plant Layout Procedure atau yang biasa dikenal dengan
Systematic Layout Planning (SLP). Dibandingkan dengan kedua
metode yang lainnya, kelebihan SLP memungkinkan pemunculan
solusi yang lebih dari satu alternatif; selain itu SLP mempunyai
prosedur yang terperinci dalam mengatur layout berdasarkan urutan
prosesnya, kemudian membangun block diagram, dan pada akhirnya
membuat detail layout tiap plant.
PT. Sinar Angkasa Rungkut adalah sebuah industri
manufaktur sebagai produsen dari lampu dan stater yang bermerk
Chiyoda. PT. Sinar Angkasa Rungkut tergabung dalam Chiyoda
Group, memiliki 21 unit 10 unit line packing, dan 2 unit
penunjang. Sebagai garis besar produk yang dihasilkan dapat dibagi
menjadi tiga bagian, yaitu Stater, Minilamp, dan Autolamp.
Selama ini penentuan layout pada PT. Sinar Angkasa
Rungkut hanya didasarkan pada faktor-faktor subyekti( tidak adanya
perhitungan yang sistematis dan analisa tala letak pabrik, membuat
manajemen PT. Sinar Angkasa Rungkut tidak mengetahui secara
pasti peoingkatan produktivitas dengan adanya perubahan layout.
Selain itu banyaknya mesin yang broke (rusak), namun masih
ditempatkan dalam Plant membuat pergerakan material handling
tidak efisien dan efektif.
2
1.2 Perumusan Masalah
Permasa.lahan yang akan dipecahkan dalam penelitian ini
adalah :
Bagaimana mengatur kembali tata letak mesin dan fasilitas
produksi dengan menerapkan Systematic Layout Planning
Procedure pada SL. PLANT PT. Sinar Angkasa Rungkut agar
dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dengan cara
meminimalisasi material handling?
1.3 Tnjuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini
adalah :
1. Mengidentifikasi dan mengevaluasi aktivitas ketja yang ada
pada sistem produksi (floor plant)
2. Mengusulkan suatu perubahan rancangan tata letak mesin
atau fasilitas produksi pada PT. Sinar Angkasa Rungkut.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah
memberi masukan pada SL PLANT PT. Sinar Angkasa Rungkut
suatu rancangan tata letak mesin atau fasilitas baru yang dapat
meminimumkan aktivitas keIja, jumlah petjalanan antar aktivitas,
jarak antar fasilitas, dan waktu proses produksi.
3
1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Dalam penelitian ini batasan yang digunakan adalah :
1. Perancangan layout dilalrukan untuk lantai produksi PT.
Sinar Angkasa Rungkut
2. Produk yang dianalisa adalah produk yang memiliki rata-
rata produksi yang mempunyai siklus konsisten
3. Kriteria yang digunakan untuk: mengevaluasi rancangan
layout adalah jumlah perjalanan antar aktivitas dan jarak
antar fasilitas.
Sedangkan asumsi yang digunakan adalah :
1. Permasalahan layuut yang ada adalah problem design
2. Tidak ada permasalahan dengan aspek finansial sebagai
akibat dari perbaikan yang diusulkan.
3. Tidak ada perubahan tipe produk selama penelitian.
1.6 Sistematika Penulisan
Dalam togas akhir ini, sistematika penulisan laporan
dibagi menjadi beberapa bab sebagai berikut :
4
BABI PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang penelitian, flImllsan masaJab,
tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup yang digunakan
dalam penelitian, serta sistematika penulisan laporan penelitian .
BAB U TINJAUAN PUST AKA
Bab ini berisi landasan teori yang diperlukan dan
digunakan dalam penyelesaian permasalahan yang dibahas
dalam penelitian. Adapun landasan teori yang digunakan dalam
peneIitian ini, antara lain berkaitan dengan Perencanaan filsilitas,
dan Systematic Layout Plarming.
BAB ill METODE PENELITIAN
Bab ini berisi langkah-Iangkah yang periu dilakukan
selama pelak:.u
naan
penelitian togas akhir, guna penyelesaian
permasaIahan yang dibahas dalam penelitian. Metodologi ini
digunakan agar peJaksanaan penelitian tidak akan menyimpang
dari tujuan penelitian yang sudah ditetapkan.
BAB IV PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLABAN DATA
Bab ini berisi ringkasan data-data yang telah berbasil
dikumpulkan selama peJaksanaan penelitian, beserta ringkasan
basil pengolahan data-data yang telah dikumpu1kan. Data-data
yang dikumpulk:an meliputi spesifikasi produk dan material,
spesifikasi mesin dan departemen, aktivitas keIja, layout keIja,
serta data-data lain yang diperlukan. Sedangkan pengolahan data
yang dilakukan, sesuai dengan landasan teori yang digunakan
bertujuan untuk men-generate aIternatif layout dan menghitung
totaql peIjaIananya dalam rangka mengusulkan perbaikan tata
letak fasilitas pada Iantai produksi.
BAB V ANALISIS DAN DISKUSI BASIL PENGOLAHAN
DATA
Bab ini berisi analisa dan interpretasi basil pengolahan
data yang telah dilakukan pada bah sebelumnya. Analisa yang
dilakukan akan berkaitan dengan basil pengamatan dan
5
6
pengukuran initial layuut dan alternatif layuut pada lantai
produksi.
DAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bah ini berisi kesimpulan dan saran-saran dari basil
penelitian yang telah dilakllkan, sesuai dengan permasalaban
yang dibahas dalam penelitian.
DAFI'AR PUSTAKA
Bagian ini berisi literatur dan daftar pustaka yang
merupakan sumber dasar-dasar teori yang digunakan untuk
penyelesaian permasalahan dalam penelitian.
LAMPIRAN
Bagian ini berisi lampiran data-data yang telah
dikumpulkan selama penelitian berlangsung.