Anda di halaman 1dari 74

PT PLN PERSERO

Jasa Pendidikan dan Pelatihan


Turbocharger
TUJUAN MATA PELAJARAN
Setelah menyelesaikan pelajaran ini peserta mampu melaksanakan pemeliharaan dan
Overhaul Turbocharger PLTD.
TUJUAN POKOK BAHASAN
Setelah menyelesaikan Pokok bahasan diharapkan mampu :
1. enjelaskan !ungsi"!ungsi #omponen $tama Turbocharger.
%. enjelaskan Prosedur Pemeliharaan Torbocharger.
&. enjelaskan Prosedur Overhaul Tubocharger.
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
1
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
TURBOCHARGER PADA MOTOR DIESEL
INTRODUKSI
otor Diesel adalah motor dengan Piston. Saat langkah kompressi udara menjadi panas0
disemprotkan (( terbakar.
1umlah (( yang dapat terbakar tergantung dari jumlah udara pada cylinder.
Turbocharger memungkinkan (( dapat dibakar lebih banyak dalam cylinder sehingga
menghasilkan tenaga lebih besar dengan volume cylinder yang sama. otor Diesel terdiri
dari motor empat langkah 2Four Stroke3 dan dua langkah 2Two Stroke3
Motor Empat La!ka"
otor 4 langkah adalah siklus yang dikontrol dengan katup masuk terbuka maka udara
bertekan masuk cyl0 saat kedua katup tertutup piston naik kita sebut langkah kompressi0
sebelum mencapai T+0 (( di injeksi kedalam cyl0 dan terjadi pembakaran yang
menaikkan tekanan dalam cyl0 langkah selanjutnya adalah e5pansi gas panas dan langkah
pembuangan saat piston bergerak ke atas dan katup buang terbuka.
FIG #
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Motor $ua %a!ka"
Pada moror dua langkah terdapat beberapa system yang dilihat dari system pembuangan
gas bekas.
,as bekas dari motor diesel baik 4 langkah maupun % langkah di man!aatkan untuk
memutar turbin yang kita kenal dengan Turbocharger.
FIG& '
Tur(o)"ar!er
#ita sebut dengan e5haust gas turbocharger karena tenaga yang menggerakkan turbine
adalah e5haust gas 2,as bekas pembakaran3. -5haust gas yang panas mengandung
engergi yang apabila di e5pansikan atau yang di kenal dengan penurunan dari tekanan
dan panas tertentu ke tekanan dan panas yang lebih rendah akan berubah menjadi energi.
*al ini yang apabila di e5pansikan atau yang dikenal dengan penurunan dari tekanan dan
panas tertentu ke tekanan dan panas yang lebih rendah akan berubah menjadi energi. *al
ini diman!aatkan untuk menggerakkan turbin. Seporos dengan turbin dipasang
compressoe 6heel yang dikenal dengan impeller. Sekarang dengan tingginya e!!isiensi
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
turbin dan kompressor dapat di hasil tekanan udara yang tinggi kompresi ratio 23 pada
generasi turbocharger terakhir mencapai 23 7 8.
+lasan dari mana ini adalah beberapa cara menggunakan tenaga mekanik untuk
menggerakkan compressor.
Se%ek*+ Tur(o)"ar!er
Pada design dalam menentukan besar turbocharger adalah kebutuahan udara dari motor
diesel0 mengacu pada kebutuhan udara spesi!ik 2Speci!ic +ir )onsumtion3 pada beban
tertentu 2 9:; " <:; beban3. Dimana S+) tersebut 8 = > mm
&
?k@h. Ditentukan type
turbonya dan kemudian dihitung daya yang diperlukan untuk menggerakkan compressor0
baru turbin diperhitungkan.
Tur(o)"ar!er
Turbocharger ditemukan oleh .nsinyur S6iss bernama +l!red (uecchi pada a6al abad ke
%:. *ampir bersamaan dengan ditemukannya motor Diesel oleh +dol! Diesel
Turbocharger yang kita kenal adalah suatu alat yang meman!aatkan gas bekas
pembakaran untuk menggerakan turbin dan karena compressor yang dipasang seporos0
berputar dengan kecepatan yang sama. Sehingga menghasilakan udara dengan tekanan
lebih untuk diman!aatkan pada motor diesel.
Cara ker,a Tur(o)"ar!er
#omponen $tama
,as bekas dari motor diesel dalirkan masuk ke Turbin *ousing diekspansikan pada
noAAle ring diarahkan ke sudut turbin0 pada saat ekspansi di noAAle energi panas dan
tekanan berubah menjadi kecepatan. Dalam teori turbin perubahan luas penampang
masuk dan kelaur adalah kovergen didesign sedemikian rupa hingga kecepatan gas
kelauar noAAle menjadi kecepatan suara0 diarahkan ke turbin sehingga 2rotor3
berputar. #ompresor 6heel yang seporos dengan turbin adalah kompressorsentri!ugal
menghisap udara bersih melalui saringan udara masuk kompressor pada arah aksial
dirubah kecepatannya pada impeller di lempar keluar karena gaya sentri!ugal pada
kecepatan tinggi0 masuk di!usor. #ecepatan aliran udara yang tinggi diturunkan
kecepatanya di!usor sehingga tekanan statis naik sesuai dengan kebutuhan volume
dan tekanan yang diinginkan.
#omponen pelengkap
+gar rotor dapat berputar dengan rendamen mekanik yang tinggi maka rotor ditumpu
oleh dua buah bearing pada sisi turbine dan sisi compressor. Pada turbocharger +((
dengan pelumasan terpisah dimana diperlukan perlengkapan tambahan untuk
melumasi bearing.
+da beberap cara pelumasan.
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
4
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Pada turbocharger ukuran kecil 2BT' 1>:?1 = BT' &%:?13 atau BT' 194 = &84
menggunakan oil slinger. Pada turbocharger type BT': 4:10484 untuk pelumasan
menggunakan gear pump.
Turbocharger lama seperti terpasang di S@D D'O %1>0 %19 atau Daihatsu disini
digunakan sistim pelumasan yang dikenal cibak?spoon
eningkatnya tekanan pada turbocharger membutuhkan pelumasan lebih banyak
maka system spray.
)ara kerja
,ambar terlampir.
Oil slinger berputar0 udara pada oil slinger terlempar keluar sehingga terjadi vakum0 oil
mengalir melalui oil suction pipe melalui div noAAle dan nipple masuk oil slinger0
dipisahkan kotoran dengan minyak0 minyak pelumas bersih disemprotkan ke bearing.
#apasitas system ini lebih dari system di atas.
System pelumasan dengan pompa gigi.
Terdapat pada turbo yang besar0 dipasang minyak pelumas pada ujung"ujung poros.
Pada system ini dipasang juga separator yang ber!ungsi memisahkan kotoran pada
pelumas secara sentrigugal dan menyemprotkan minyak ke bearing.
Bear+!
(earing yang digunakan disini (all dan 'oll (earing.
(earing disusun pada Turbocharger untuk memenuhi ketentuan Statis Tertentu.
Dimana bearing pada sisi turbin
dapat bergeser aksial dan bearing
pada sisi turbin tetap untuk menahan
gaya aksisal dan radial.
Fu!*+ Damp+! Spr+! pa$a Bear+!
Saat 'otor berputar akan terjadi getaran yang disebabkan dari 'esidual $nbalance.
$nbalance yang diiAinkan adalah besaran yang aman terhadap bearing dan getaran
ditampung oleh Damping Spring. #arena Damping Spring terdapat Cilm Oil maka oil itu
kan ber!ungsi seperti shock +bsorber.
Catatan.
1ika saat overhaul ditemukan Damping Spring pada ujung pengait bengkok atau patah
maka dapat diambil kesimpulan terjadi unbalance pada 'otor.
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
8
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Fu!*+ N+pp%e- P+*to R+! $a Sa.et/ R+!&
#omponen ini ber!ungsi sebagai sambungan yang dapat bergerak0 sehingga dapat
mengalir minyak pelumas dari suction pipe oil slinger. Pengukuran pada di!leksi /ipple
diperlukan untuk mencegah tidak terjadi keausan pada /ipple.
1ika dijabarkan gaya yang timbul akibat perbedaan tekanan secara gra!is saat Turbo
beroperasi
(agian arsir adalah kerja ? gaya
aksial yang timbul karena perbedaan
tekanan. (esaran gaya yang timbul
adalah :
D?4 2D
%
" d
%
3 5 P?%
D 7 Diameter )ompresor 2)m3
d 7 Diameter Poros 2cm3
Utuk 0TR '12
1ika D 7 &8 )m
d 7 1: )m
Saat operasi 9:; P adalah & kg ? )m
%
.
aka :09E8 2&8
%
= 1:
%
3 &?% 7 1&%4 kg atau gaya aksial yang ditumpu pada bearing
sebesar 1&%4 kg
1ka ditinjau gaya aksial dari sisi turbin karena turbin aksial maka gaya yang timbul bisa
mencapai %::: kg 2% ton3 jauh lebih berarti dari turbo sendiri.
Pa$a Tur(o)"ar!er RR'#'&
Turbocharger ini dilengkapi dengan 'adial Turbine radail kompressor0 susuanan bearing
adalah ditengah antara turbine 6heel dan compressor 6heel disebut inboard.
Tujuan design turbo seperti ini adalah agar biaya produksinya bearing akan melayan pada
posisinya dan berputar.
Sehingga terjadi kecepatan relative antara bearing dengan poros dan bearing dengan
housing.
Pr+*+p Ker,a RR'#'&
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
>
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Pada dasarnya kerja turbocharger sama yaitu gas bekas pembakaran dialirkan msuk
kturbine housing 2 3 memasuki noAAle ring 2 3 diekspansikan kemudian diarahkan
keturbine 6heel pada arah radial0 gas meninggalkan turbine dengan arah aksial keluar
melalui knalpot.
$dara bersih melalui air !ilter dihisap oleh compressor 6heel 2 3 yang terpasang pada
poros turbine0 udara kecepatannya menjadi tinggi setelah keluar compressor 6heel0 pada
di!!user 2 3 diperlambat sehingga terjadi perubahan dari dynamic pressure menjadi static
pressure. aka didapat tekanan yang dibutuhkan untuk motor diesel. Dikedua sisi
dipasang piston ring untuk mencegah tidak terjadi kebocoran.
#omponen pelengkap lebih sedikit karena pelumasan langsung dari oil motor. (earing
li!e time diharapkan %:::: jam0 dengan pemeliharaan pembersihan saat engine overhaul.
Pa$a Tur(o)"ar!er KBB R2 3 '&
Sama dengan '' turbocharger #(( '4 " % adalah radial turbine.
Disini digunakan bearing metal dimana li!e time dari bearing tergantung pada kualitas
minyak pelumas mesin0 sebab pelumasan sama dengan pelumas mesin.
Pada Turbocharger type ini turbinya adalah radial Turbine0 dan kompressor. $ntuk
mencegah terjadinya kebocoran dipasang piston ring satu pada sisi turbin dan pada dua
sisi kompressor. Trust bearing pada sisi kompressor.
Dari gambar terdahulu dimana gaya aksial yang timbul itu dipasang pada sisi blo6er.
*al ini disebabkan sebagai berikut F
Peme%+"araa Tur(o)"ar!er
Pemeliharaan dikategorikan menjadi & yaitu :
+. elakukan inspeksi dan penggantian rutin.
)ontoh : embersihkan sisi compressor dan atau sisi turbine saat operasi0 minyak
pelumas diganti setiap 1::: jam operasi disertai pemeriksaan dan
pembersihan pada ruang bearing. 'uang air pendingin0 perlu diperiksa
bersamaan dengan saat penggantian minyak pelumas0 bersihkan jika perlu.
(. Pemeliharaan (erkala
)ontoh : Penggantian bearing dan komponen lainnya sambil melakukan claaning
casing0 noAAle ring dan complete rotor.
). Overhaul perbaikan.
)ontoh : Turbine blade rusak atau aus kerena erosi dan korosi temperatur tinggi maka
dilakukan perbaikan dengan merekondisi turbine blade.
Membersihkan komponen turbocharger dan bahan yang digunakan
Air Filter
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
E
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
)ooper esh dapat dibersihkan dengan air dicampur soda dengan konsentrasi 1;0 atau
untuk mudahnya dapat digunakan ditergen0 atau minyak tanah. Setelah dikeringkan beri
sedikit minyak untuk menambah daya tangkap kotoran.
Ruang air pendingin pada Turbine Casing
#erak air harus dibersihkan dibilas dengan menggunakan +sam *)L dengan #onsentrasi
8;. 1ika digunakan (+ &: 2produk vecom3 maka dicampur dengan air 1; sebab (+ &:
mengandung &:; *)L.
Setelah dibersihkan dibilas dengan bersih gunakan soda ash untuk menetralisir. Lakukan
cleaning ini setiap overhaul. $ntuk daerah yang airnya mempunyai kandungan air tinggi
disarankan untuk diinspeksi berkala %"& bulan sekali.
Oil Space ? Ruang earing
'uang (earing biasanya dibersihkan saat overhaul tetapi kadangkala terjadi oil pelumas
yang cepat hitam. .ni disebabkan beberapa hal :
1. 'uang pendingin tertutup kapur.
%. Saluran udara bilas pada gas inlet buntu.
&. Saling strip 'usak
aka ruang oli pelumas harus dibersihkan dengan #erosin ditambah Oli %:;. *al
tersebut sering terjadi pada sisi turbin. Pada sisi turbin untuk mencegah ,as panas tidak
masuk ruang oil maka pada area Labyrinth 2Sealing Strip3 dihembus udara yang dapat
dari sisi blo6er.
!e"bersihkan sisi Co"pressor saat operasi.
Sisi )ompressor dapat dilakukan pembersihan saat operasi dengan mengisi air pada 6ater
Bessel dengan menekan atau membuka valve pada Bessel pada saat mesin bekerja pada
beban tinggi sehingga udara bertekanan masuk ke 6ater vessel dan air mengalir dengan
cepat masuk ke sisi inlet compressor0 air yang berbentuk bola"bola kecil mengalir melalui
sudut"sudut compressor menabrak kotoran yang menempel pada sudut compresso.
)ara ini e!ekti! dilakukan sejak a6al sesudah overhaul 2kondisi mesin bersih3.
Proses ini dilalukan setiap % = & hari tergantung dari lingkuangan PLTD0 dan deposit
masih tipis.
!e"bersihkan sisi turbin saat operasi.
+pabila motor menggunakan (( 'esidu 2*eavy Cuel3 Proses ini harus dilakukan 1 "%
hari sekali.
Proses ini dilakukan saat beban rendah atau :; dimana Temp. ,as sekitar 18: = 1>:;
:
).
O#erhaul Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
9
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Turbocharger di overhaul sesuai umur (earing yang diharapkan 2normalnya pada 9::: =
1%.::: 1am3 'unning *our 9.::: = 1%.::: ini digunakan sebagai acuan dari pabrik0
ditinjau dari beberapa Parameter seperti :
O0ERHAUL RR '#'
+lat"alat yang diperlukan :
1. Traker 2-5trator3 /o. 9E:1
$ntuk melepaskan impeller
%. #unci L 1E0 90 > mm
&. )omb. 'ing ? pass %%
4. #unci pass 1& ? 1E
8. #unci pass 9
>. #unci sok 1& mm
elepaskan Turbocharger
Sisi )ompressor
Lepaskan !ilter atau silinder0 lepaskan !lange udara keluar turbo.
Sisi Turbin
Lepaskan e5haust branch0 lepaskan sambungan dari e5haust mani!old0 lepaskan
pipa air pendingin0 pipa minyak pelumas dari pipa"pipa dari vesel air untuk
membersihkan compressor0 buka noAAle ring0 buka compressor housing buat tanda antara
poros ? sha!t dengan compressor 6heel sesaat baut pengikat compressor 6heel dibuka
tahan rotor dengan kunci L 1E mm0 setelah baut dibuka isi dengan grease atau oli bersih.
Pasang e5tractor pada compressor 6heel jangan terlalu keras0 putar tutup searah jarum
jam maka grease akan tertekan ke dalam sha!t karena pada sha!t ada lubang yang terbuka
dan bentuk poros adalah taper0 maka compressor 6heel akan lepas.
Langkah compressor 6heel yang menggunakan alat khusus untuk membukanya.
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
<
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Serie >
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
1:
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
11
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
1%
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
1&
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
14
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
18
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
OB-'*+$L T$'(O)*+',-' TGP- BT' S-'.-S
'ange BT' adalah 1>:?1 8::?1
BT' 194 E14
Pada BT' 1>:?1 s.d &%:?1 dan BT' 194 = &84 mempunyai system pelumas sama.
+lat"alat yang diperlukan :
Spesial Tools :
-5tractor bearing
(o5 spanner untuk sha!t nut
Standar Tools terdiri dari kunci ring0 pas kunci L
Saat membuka selalu berikan tanda
(uang oil pada sisi turbin dan compressor
(uka saringan udara atau suction branch
(uka bearing cover (S?TS
(uka oil suction pipe pada BT' %::?1 = &%:?1 ukur de!leksi pada noAAle
(uka noAAle ukur de!leksi pada oil slinger
Lepaskan sha!t nut
Pasang e5tractor untuk melepas oil slinger
Pasang e5tractor untuk melepaskan bearing
Lepaskan compressor housing
Pasang penahan pada sisi turbin
Lepaskan compressor housing
Pasang eye nut pada sha!t dan gantung dengan tali
Pasang guide tube0 releasi scre6 pada partition 6all
#eraskan release scre6 maka rotor akan bergerak ke arah compressor
Pindahkan tali penggantung
Tarik rotor keluar
1ika overhaul untuk membersihkan0 impeller H inductor tidak perlu dibuka.
)ara membuka impeller dengan memanaskan
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
1>
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Clg. :"1
Schnittdarstellung Turbolader
Section o! the Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
1E
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Clg. &"8
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
19
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
)leaning 6ork
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
1<
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Clg. 8"1
,e6ichte der (ugruppen
@eight o! assemblies
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%:
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Berdichterdeitiges Lager ausbauen
'emoving the compressor end bearing
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%1
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Cig. 8"4
Berdichterdeitiges Lager ausbauen
'emoving the compressor end bearing
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%%
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%&
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%4
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%8
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%>
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%E
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
PEMELIHARAAN TURBOCHARGER ABB
Latar Be%aka!
Saat ini cukup sulit menemukan mesin diesel diatas 8:: *P tanpa memakai turbocharger0
engapa I JasesoriK ini menjadi demikian penting untuk sebuah mesin diesel I *al
tersebut lebih dikarenakan pengembangan dari mesin diesel besar dengan volume dan
berat yang lebih ringan. Sebagai sebuah mesin Jinternal combustion engineK yang sangat
berhubungan dengan sejumlah bahan bakar denan tekanan udara tertentu0 hal tersebut
tentu sangat bergantung pada jumlah udara yang masuk kedalam ruang bakar dimana
berlaku perbandingan umum 14.9 kg per 1 kg. +dapun dalam kaitan tersebut dapat
dipertegas sesuai :
(-P .+p. Bp.ncyl
Pe!! 7
4L3
L3 % untuk motor % langakah
sebuah alternati! yang pernah dipikirkan meningkatkan Jair !lo6K kedalam mesin diesel
adalah dengan cara meningkatkan kecepatan mesin. /amun hal tersebut sangat riskan
mengingat timbulnya menchanical stress dalam elemen mesin yang berputar dan
meningkatkan keausan dikarenakan kecepatan yang meningkat.
Salah satu alternati! lain yang dapat dipergunakan adalah dengan meningkatkan tekanan
udara yang akan masuk kedalam silinder. Teknologi inilah yang selanjutnya berkembang
menjadi sebuah tuntunan untuk lebih mengingkatkan e!isiensi dan daya mesin.
Tur(o)"a!er Mo$er
Sesuai perkembangan tehnologi mesin diesel0 perkembangan tehnologi turbocharger
sendiri saat ini mengarah pada :
Ka5imum pressure ratioK lebih dari 4 : 1.
-!!isiensi puncak hampir mencapai E8;.
Tenaga mesin diesel akan meningkat oleh !aktor 40 dibandingkan dengan tanpa
turbocharger.
4: ; tenaga mesin diesel yang terbuang melalui e5haust mani!old dipindahkan dari
turbine ke arah compressor.
-!!iensi thermal dari mesin diesel akan meningkat 1:;.
Dari uraian tersebut diatas dapat dilihat bah6a turbocharger bukan hanya sebuah asesori0
namun lebih sebagai sebuah KpartK yang vital. #erusakan yang parah?break"do6n pada
turbocharger dapat disimpukan bah6a mesin sudah tidak layak lagi dioperasikan0 kecuali
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%9
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
untuk keadaan darurat F misalnya pada kapal untuk ukuran keseluruhan dari mesin diesel0
kita harus ingat bah6a 4:; !ree"energy pada !ly6heel juga beroperasi dalam
turbocharger. Oleh karena itu dapat dipahami mengapa turbocharger menajdi begitu
penting untuk dilakukan pera6atan dan perbaikan secara pro!esional.
Peme%+"araa Tu(o)"ar!er
+dapun untuk pera6atan turbocharger sendiri dapat dibagi dalam tiga kategori:
a. Pemeliharaan untuk Perawatan Rutin
Pera6atan rutin ini dilakukan berdasarkan jumlah jam kerja turbocharger0 dimana
beberapa pert tertentu harus diganti dalam kurun 6aktu yang telah ditentukan oleh
manu!akturer. +dapun umumnya yang harus diganti adalah minyak pelumas0 bearing
dan gear oil pump.
Pada umumnya hanya sejumlah kecil pelumas yang harus diganti setiap 1::: jam
kerja. Dalam pengoperasian dengan beban penuh biasanya minyak pelumas akan
bekerja pada suhu 1:: = 11: )0 namun untuk pengoperasian normal umumnya suhu
minyak pelumas justru diba6ah 1::).
$ntuk bearing umumnya disarankan untuk dilakukan pergantian setiap 9.:::0 1%:::
atau 1>.::: jam kerja0 namun untuk jam kerja bearing sangat tergantung dari
beberapa !aktor sebagai berikut :
" +5ial thrust
" #ecepatan putaran rotor.
" 'adial load.
" 1enis pengoperasian turbocharger.
b. Pemeliharaan untuk Pemeriksaan dan Pembersihan
engingat turbocharger bekerja dengan meman!aatkan gas buang mesin dengan suhu
tinggi 2ma5. >8: )3 dan bekerja pula putaran yang tinggi0 untuk itu diperlukan
pemeriksaan dan pembersihan berkala yang kontinyu terhadap terjdinya0 korosi0 erosi0
Penumpukan deposit yang berlebihan pada e5haust gas0 getaran yang cukup tinggi
dan lain"lain.
Pada umumnya bagian turbocharger perlu dilakukan pemeriksaan untuk tujuan ini
2sebagaimana pada gambar di ba6ah ini3 antara lain :
1. Penurunan diameter dari compressor 6heel yang dikarenakan menyentuh dinding
partition 6all sehingga mengakibatkan penurunan udara bilas yang dihasilkan
turbocharger.
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
%<
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
%. Turbine blade menyentuh noAAle ring dan shroud ring yang dikarenakan
terjadinya unbalance yang berlebihan pada rotor shart. Terjadinya unbalance
karena penumpukan deposit yang berlebihan dari gas buang pada part tersebut.
&. Penurunan kedalam intake meni!old mesin disebabkan oleh clearence antara
casing dengan 6all telah melebihi batas yang direkomendasi oleh pabrikan.
Pembersihan Commpressor Wheel
Pada gambar diba6ah ini0 dapat dilihat terjadinya penurunan tekanan udara bilas
dikarenakan terjadinya kontaminasi pada compressor 6heel. -!!isiensi dan pressure
ration adalah parameter yang dipertimbangkan pada kasus ini. Sedangkan dampak yang
akan timbul antaral lain dapat dilihat dari kenaikan suhu mesin. /amun tersebut dapat
dilihat jalan pembersihan rutin selama operasi.
Pembersihan dapat dilakukan dengan jalan menyemprotkan air melalui saluran khusus
yang dilengkapi dengan noAAle pada ujungnya. Sistem pembersihan semacam ini
umumnya telah terpasang pada setiap turbocharger. Semburan dalam jumlah tertentu
selanjutnya membilas kompressor yang sedang berputar.
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&:
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Pembersihan Sisi Turbine
Selama pengoperasian turbine blade dan noAAle vanes menjadi kotor karena kontaminasi
bahan bakar dan minyak pelumas 2dalam jumlah lebih kecil3. *al semacam ini akan lebih
sering dijumpai pada mesin dengan beban yang tidak konstan0 dimana putaran mesin
naik"turun sesuai beban. Pada kecenderungan terjadinya kontaminasi lebih besar.
Pada mesin empat langkah indikasi terjadinya kontaminasi dapat dilihat pada kenaikan
kecepatan dan tekanan udara bilas. *al ini tersebut dapat terlihat pada kondisi diatas0
dimana penurunan pada kecepatan dan tekanan udara bilas. *al tersebut dikarenakan
terjadinya penurunan e!isiensi yang cukup besar dibandingkan penurunan pada noAAle
area. #etika turbine blade sangat kotor0 dapat menimbulkan pada kompresor.
Dengan demikian pembersihan pada sisi turbine senantiasa dilaksanakan pada interval
6aktu tertentu dimana akan sangat ditentukan dari Type bahan bakar yang dipergunakan
dan e!isiensi dari pembakaran. etoda pelaksanaan pembersihan dapat dilakukan dengan
air yang disemprotkan melalui noAAle yang terpasang0 pada e5haust mani!old. $ntuk
pembersihan cara ini harus dilakukan pada temperatur dan putaran mesin yang serendah
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&1
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
mungkin. /amun untuk beberapa kasus tertentu dimana output dan temperatur mesin
tidak mungkin untuk diturunkan dan untuk mendapatkan hasil pembersihan yang lebih
sempurna dapat dilakukan dengan menyemprotkan bubuk pembersih.
Pembersihan dengan air dapat dilaksanakan setiap 1%: s?d %8: jam kerja sedangkan
pembersihan dengan bubuk pembersih dapat dilaksanakan tiap hari.
c. Perawatan dengan penggantian kompenen
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya0 bah6a penumpukan deposit yang
berlebihan cenderung meningkatkan !akttor unbalance pada sistem kerja rotor sha!t.
*al tersebut dapat berakibat.
)ompresor @heel dapat menyentuh dinding 6all insert0 sehingga
clearance diantara keduanya menjadi makin besar.
$jung turbine keduanya menjadi makin besar.
Pengaruh dari dua hal tersebut adalah penurunan e!isiensi dari turbocharger.
Pengaruh meningkatnya clearance LM terhadap e!!isiensi compressor.
Turbine blade clearance relative to blade
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&%
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
Length 'M 7 '
*
Pengaruh meningkatnya clearance 'M terhadap e!!isiensi turbine.
(eberapa hal lain yang mendorong dilaksanakannya pera6atan semacam ini antara
lain dikarenakan beberapa hal antara lain :
Terjadinya erosi yang berlebihan pada noAAle ring0 ,as .nlet ? Outlet )asing0
turbine blade dan lain"lain.
asuknya material asing kedalam turbocharger.
Turbocharger break"do6n.
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&&
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&4
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&8
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&>
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&E
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&9
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
&<
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
D+CT+' /OO' P+'T D+/ /++"/++ #OPO/-/ T$'(O)*+',-'.
Part o Nama
'4444 Rotor )omp%&
%1::: Sha!t bladed
%1::1 Sealing broached
%1::% Sealing strip
%1::& )aulking 6ire
%1::4 Locking plate
%1::8 Damping 6ire
%1::E Damping 6ire
'5444 Part+t+o wa%% )omp%&
%&::1 )over plate
%&::% Shoulder scre6
%&::& Locking plate
%&::4 *e5. "*eaded scre6
%&::8 Locking plate
%&:&: Clange o! partition 6all compl.
%&:&1 Clange o! partition 6all mach.
%&:&% )aulking 6ire
%&:&& ,asket ring
%&:8: Sha!t protection sleeve
'1444 Compre**or w"ee%
%8:1: Shrink ring
2*anya untuk series "%1?"4%3
'6444 I$u)er w"ee%
'7444 8ater 9e**e%
':444 Tur(+e (%a$e
5'#44 Bear+! CE )omp%&
&%1:1 4"points rollin"contact bearing
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
4:
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
&%1:% .nner bearing bush
&%1:& Outer bearing bush
&%1:4 Damping springs radial
&%1:8 Damping spring a5ial
&%1:> (earing !lange
&%1:E Locking !lange
&%1:9 Spacer
&%1:< Socket scre6
&%11: Locking 6asher
&%111 Oil ba!!le plate
&%11% )ounter"sunk scre6
&%114 Locking plate
&%184 ,asket
&%18E )ap nut
&%19: Oil slinger
&%191 Socket scre6
&%19% Locking 6asher
&%198 /ipple
&%1<: /oAAle
&%1<1 Piston ring
&%1<% Sa!ety ring
52#44 Bear+! TE )omp%&
&41:1 'oller bearing
&41:% .nner bearing bush
&41:& Outer bearing bush
&41:4 Spacer
&41:8 Damping springs radial
&41:> (earing !lange
&41:E Locking !lange
&41:9 )ounter"sunk scre6
&411& Locking plate
&4184 ,asket
&418E )ap nut
&419: Oil slinger
&4191 Socket scre6
&419% Locking 6asher
&4198 /ipple
&41<: /oAAle
&41<1 Piston ring
&41<% Sa!ety ring
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
41
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
26444 Bear+! *pa)e )o9er CE
)omp&
4>::1 (earing space cover )- mach.
4>::% Scre6 plug
4>::& ,asket
4>::4 arked gauge glass
4>::> Screen
4>::E ,asket
4>::9 Special nut
4>::< Scre6 plug
4>:1: ,asket
4>:11 Plate control measure J#K
4>:1% 'ound"headed helicoidal rivet
4>:1& Scre6 plug
4>:14 ,asket
4>:18 Plate !or control measure J#K
4>:1> 'ound"headed helicoidal rivet
4>:1E *e5."headed scre6
4>:19 Locking 6asher
2;444 Bear+! *pa)e )o9er TE
)omp&
49::1 (earing space cover T- mach.
49::% Scre6 plug
49::& ,asket
49::4 arked gauge glass
49::> Screen
49::E ,asket
49::9 Special nut
49::< Scre6 plug
49:1: ,asket
49:11 Scre6 plug
49:1% ,asket
49:1& Plate !or oil level
49:14 'ound"headed helicoidal rivet
49:18 *e5."headed helicoidal rivet
49:1> Locking 6asher
14444 Ga* +%et )a*+! a**& 8+t"
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
4%
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
)ore "o%e )o9er*
81::1 ,as inlet casing mach.
81::% (lind !lange
81::& ,asket
81::4 *e5."headed scre6
81::8 Locking 6asher
81::> Clange?Diaphragm
81::E (onnet o! air duct
81::9 *e5."headed scre6
81::< Spring 6asher
81:1: *e5."headed scre6
81:11 *e5."headed scre6
81:1% @asher
81:1& Tension 6asher
81:14 Sealing bush
81:18 *e5."headed scre6
81:1> Locking plate
81:19 Locking plate
81:1< *e5."headed scre6
81:%: Locking plate
81:%1 'oll pin
81:%% ,uide bolt
81:%& #ey
81:%4 Socket scre6
81:%8 Socket scre6
81:&& Tension 6asher
81:&4 *e5."headed scre6
1'444 Set o. )ore "o%e )o9er* )omp%&
8+t" !a*ket*
8%1:: )ore hole cover !or cooling 6ater
inlet 6ithout gasket
8%1:1 )ore hoe cover mach.
8%1:% ,asket
8%1:& Clange
8%1:4 *e5."headed scre6
8%1:8 (a!!le plate
8%1:> *e5."headed scre6
8%1:E Locking plate
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
4&
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
1'244 Core "o%e )o9er .or )oo%+! water
out%et w+t"out !a*ket
8%4:1 )ore hole cover mach.
8%4:% ,asket
8%4:& Clange
8%4:4 *e5."headed scre6
8%>:: )ore hole cover mach.
,asket
1'744 Core "o%e )o9er ma)"&
!a*ket
8%9:1 ,asket
8%9:% ,asket
8>::1 /oAAle ring
17444 Co9er r+!
64444 Ga* out%et )a*+! a**& 8+t"out
)ore "o%e )o9er*
6#444 Ga* out%et )a*+! a**& 8+t"out
)ore "o%e )o9er*
>1::1 ,as outlet casing mach.
>1::% )over
>1::& ,asket
>1::4 *e5."headed scre6
>1::8 Locking 6asher
>1::> *e5."headed scre6
>1::E Locking 6asher
>1::9 *e5."headed scre6
>1::< *e5."headed scre6
>1:1: Locking 6ater
>1:11 (lind !lange
>1:1% ,asket
>1:1& *e5."headed scre6
>1:14 Locking 6asher
>1:18 'oll pin
HAN<A UNTUK 0TR = 542>512 35'>32'
>1:%1 -rosion shield
>1:%% .nsuation
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
44
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
>1:%& Socket scre6
>1:%4 Tension 6asher
>1:%8 )over ring )-
>1:%> Sholder scre6
>1:%E Locking plate
>1:%9 )over ring T-
>1:%< Shoulder scre6
>1:&: Locking plate
6'444 Set o. )ore "o%e )o9er* )omp%&
8+t" !a*ket*
6'#44 Core "o%e )o9er .or )oo%+! water
+%et w+t"out !a*ket
>%1:1 )ore hole cover mach.
>%1:% ,asket
>%1:& Clange
>%1:4 *e5."headed scre6
>%1:8 (a!!le plate
>%1:> *e5."headed scre6
>%1:E Locking plate
>%4:: )ore hole cover !or cooling 6ater
inlet 6ithout gasket
>%4:1 )ore hole cover mach.
>%4:% ,asket
>%4:& Clange
>%4:4 *e5."headed scre6
>%>:: )ore hole cover !or blind 6ithout
inlet 6ithout gasket
>%>:1 )ore hole cover mach.
2!or BT'%14?%84 anly3
>%>:% gasket 2!or BT'%14?%84 anly3
>%>:& (lind !lange 2!or BT'%14?%84 anly3
>%9:1 ,asket
6;444 Foot
72444 A+r out%et )a*+! a**
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
48
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
E4::1 +ir outlet casing mach.
E4::% *e5."headed scre6
E4::& Locking 6asher
E4::4 *e5."headed scre6
E4::8 Locking 6asher
E4::> *e5."headed scre6
E4::E Locking 6aher
E4::9 scre6 plug
E4::< 1oint
76444 A+r +%et )a*+! a**&
E>::1 +ir inlet casing math.
E>::% Sealing bush
E>::< *e5."headed scre6
E>:1: Locking 6asher
E>:1% Clange
E>:1& ,asket
E>:14 *e5."headed scre6
E>:18 Locking 6asher
E>:1> (lind !lange
E>:1E ,asket
E>:19 *e5."headed scre6
E>:1< Locking 6asher
E>:%: ,uide bolt
E>:%1 Socket scre6
E>:%% Locking 6asher?locking edge
6asher
E>:%> ,asket
E>:%E (lind !lange
E>:%9 Locking 6asher
E>:%< *e5."headed scre6
E>:&: ,asket
E>:&1 (lind !lange
E>:&% Locking 6asher
E>:&& *e5."headed scre6
E>:&> scre6 plug
77444 8a%% +*ert )omp%&
EE::1 @all insert mach.
EE::% Socket scre6
EE::& Locking 6asher
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
4>
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
7:444 D+..u*er )omp%&
E<::1 Di!!user mach.
E<::% *e5."headed scre6
E<::& Locking plate
;'444?@ A+r Su)t+o (ra)" )omp%&
9%::1L3 +ir suction brach mach.
9%::% *e5."headed scre6
9%::& Tension 6asher
9%:E:L3 Clange
9%:E1L3 ,asket
9%:E%L3 *e5."headed scre6
9%:E&L3 Locking 6asher
# DAFTAR NOMOR PART DAN NAMA3NAMA TOOLS
Part o& De*+!at+o
:4444 # Set o. too%* )omp%& I too%
(a! w+t" %o)k+! $e9+)e
APart w+t"- B 2&1@
<:::1 Tool bag
<::&: Ci5ing tool
<::&1 Spec. scre6
<::8: (o5 spanner
<::E: -5tractor
<:14: )entering tube
<::>: ,uide piece
<::E: ,uide plate
<:1E: +5ial lock
<:1E% *e5."headed scre6
<:19: +5ial lock
<:1<: Li!ting device
:4'44 Gu+$e tu(e
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
4E
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
<:%%: Pin
<:%&: -ye nut
<:%>: Tommy bar
<:%E: Socket 6rench
<:<:: Puller scre6
N -recting panel 2Cig.:<.:3
2&2 B%ak+! $e9+)e A.+!&4:&#@
T"e $raw+! w+%% (e *upp%+e$ o reCue*t a$ .ree o. )"ar!e&
Part o& De*+!at+o
<1::: (lanking device compl.
<1::1 (lanking cover )-
<1::% (lanking cover T-
<1::& Tie"bolt
<1::4 Tie"bolt
<1::8 Tie"bolt
<1::> Distance sleeve
<1::E Disc spring
<1::9 Disc spring
<1::< )irclip
<1:1: *e5."nut
<1:11 *e5."headed scre6
<1:1% Distance sleeve
<1:1& )irclip
<1:14 *e5."nut

2&1 LOCKING $e9+9e
ASupp%+e$ o%/ o *pe)+a% *eCue*t3
:5444 Lo)k+! $e9+)e )omp%&
<&::% Locking !lange
<&::& Pull ring
<&::4 Drill bushing
<&::8 Socket scre6
2&6
Mot"(a%%+!
ASupp%+e$ o%/ o *pe)+a% reCue*t@
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
49
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
:1444 Mot"(a%%+!
<8:1: *olding !lange )-
<8:1& *e5."headed scre6
<8:14 /ame plate )-
<8:8: *olding !lange T-
<8:81 *e5."headed scre6
<8:8% /ame plate T-
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
4<
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
8:
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
81
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
8%
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
8&
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
84
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
2;444
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
88
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
8>
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
8E
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
89
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
8<
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
>:
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
>1
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
>%
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
>&
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
>4
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
>8
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
42
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
>>
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
>E
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
>9
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
><
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
E:
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
E1
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
E%
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
E&
PT PLN PERSERO
Jasa Pendidikan dan Pelatihan
Turbocharger
T$'(O)*+',-' T'+././, DOC.Djoko / 06/ 2006
E4