Anda di halaman 1dari 5

ALANIN TRANSAMINASE/ALANIN AMINOTRANSFERASE/SERUM GLUTAMAT PIRUVAT

TRANSAMINASE (ALT/ALaAT/SGPT)
Ilhamuddin*
*KK Bioimia P!odi Kimia
Faul"a# Ma"$ma"ia dan Ilmu P$n%$"ahuan Alam
In#"i"u" T$nolo%i Bandun%
PEN&A'ULUAN
Enzim merupakan protein katalis yang berperan
penting dalam metabolisme dengan mempercepat
terjadinya reaksi. Tanpa keberadaan enzim, reaksi
biokimia berjalan sangat lambat, bahkan dapat
dikatakan tidak terjadi reaksi.
Sampai saat ini, telah banyak enzim yang diisolasi
sehingga dibutuhkan penamaan yang berlaku
internasional untuk mempermudah para saintis.
Enzim diklasifikasikan oleh Nomenclature
Committee of the International Union of
Biochemistry and Molecular Biology (NC
!"#$#% berdasarkan tipe reaksinya ke dalam
enam kelas, yaitu&
'. (ksidoreduktase
). Transferase
*. +idrolase
,. -iase
.. !somerase
/. -igase
0enamaan suatu enzim ditetapkan dengan , digit
sesuai dengan kelas enzim, subkelas, subsubkelas,
dan urutan dalam subsubkelas. 1alam makalah ini
akan dibahas salah satu enzim pada kelas )
(transferase%, yaitu EC. )./.'.) (2lanin
Transaminase atau 2lanin 2minotransferase atau
3lutamat 0iru4at Transaminase%. 0enamaan ini
berdasarkan&
)& 5elas transferase (transfer gugus tertentu%
/& subkelas (transfer gugus nitrogen%
'& subsubkelas (transfer gugus amin%
)& urutan
Selain klasifikasi di atas, dalam aplikasi medis
(enzimologi klinik%, enzim dibagi dua berdasarkan
tempat kerjanya, yaitu&
- Enzim plasma fungsional
Enzim ini bekerja di plasma, normal ditemukan
dalam plasma, seperti enzimenzim yang
berperan dalam penjendalan darah yang
disintesis di hati.
- Enzim plasma nonfungsional
Enzim ini tidak bekerja di plasma, kalaupun
ditemukan dalam plasma, kadarnya kecil.
3olongan enzim ini dibagi menjadi&
Enzim plasma
nonfungsional sekretori.
Enzim ini dihasilkan oleh selsel kelenjar pada
saluran pencernaan, tetapi bekerja di saluran
pencernaan sebagai enzimenzim
pencernaan,seperti amilase dan lipase.
Enzim plasma
nonfungsional intraseluler sejati
Enzim ini dihasilkan oleh selsel organ tertentu
dan bekerja di sel tersebut dalam proses
metabolisme, seperti alanin transaminase,
aspartat transaminase, atau laktat
dehidrogenase.
MEKANISME REAKSI EN(IM ALT
2-T mentransfer gugus amin dari alanin ke 6
ketoglutarat menjadi glutamate, alanin sendiri
berubah menjadi piru4at. 1emikian sebaliknya.
0roses ini diperantarai oleh adanya koenzim
piridoksal fosfat (4itamin #/% yang berubah
menjadi piridoksamin. #erikut adalah gambaran
umum reaksi transaminasi&
Nama sistematik& -2lanin&)o7oglutarat
aminotransferase.
5oEnzim& 0iridoksal posfat (8itamin #/%
Substrat& -alanin dan )o7oglutarat
0roduk& 0iru4at dan -glutamat
$ekanisme kinetik& ping-pong bi bi
mechanism
9eaksi umum transaminasi dengan bentuk carbanion dan
:uinonoid intermediate sebagai senya;a antara.
9eaksi lengkap dari proses transaminasi secara umum
Reaksi yang dikatalisis oleh ALT, yaitu
perubahan piruvat alanin.
3lutamate 0iru4at 6ketoglutarat alanin
PENGEN&ALIAN REAKSI EN(IM ALT
Enzim 2-T diaktifasi dan diinhibisi oleh senya;a
senya;a tertentu. !nhibitor enzim sangat beragam
tergantung pada jenis organismenya, baik berupa
ion logam maupun senya;a metabolit. 0ada
manusia, 4igabatrin berperan sebagai inhibitor.
Strukturnya yang analog dengan 32#2 dan obat
antiepilepsi mampu menginhibisi sekitar <=>
akti4itas enzim dengan konsentrasi ' m$ secara
in4itro dan mengurangi akti4itas enzim ini *=?
,=> setelah pemberian '?) jam. -ain3uelbenzu
et al. ('@@'% menunjukkan substrat tidak berperan
sebagai inhibitor untuk enzim ini pada
Chlamydomonas reinhardtii. Substrat tidak
berperan sebagai inhibitor pada semua organisme,
kecuali pada Sus scrofa (1alanin kompetitif 4s -
alanin% dan (ryctolagus cuniculus ()o7oglutarat
inhibisi pada p+ netral, tidak pada p+ <,<%
5eadaan hipoksia dapat menginduksi 2-T pada
akar barley. 2nalisis 9N2 blot pada jaringan akar
barley menunjukkan peningkatan ,fold band
single 2la 2T) m9N2 setelah ')?), jam stress
hipoksik. 5onsentrasi protein 2la2T) meningkat
sepola dengan akti4itas 2la2T. 2la 2T juga
meningkat akti4itasnya seiring dengan kondisi
hipoksia. ($uench dan 3ood, '@@,%. 0ada
organisme +ordeum 4ulgare, peningkatan ',. fold
akti4itas enzim didapatkan pada kondisi hipoksia.
ISOLASI) PURIFIKASI) &AN
KARAKTERISASI EN(IM ALT
!solasi, purifikasi dan karakterisasi 2-T telah
dilakukan pada berbagai organisme. Tipe reaksi,
kode sekuens, kofaktorAkoenzim, nilai 5m dan
5i, inhibitor dan akti4ator, turno4er number,
p+Atemperatur pada keadaan optimumAstabil,
sumber jaringan, lokasi dalam sel, berat molekul,
jumlah asam amino, jumlah subunit, dan informasi
lainnya pada berbagai organisme dapat dilihat pada
The Comprehensive Enzyme Information ystem,
#9EN12. Sebagian akan dijelaskan berikut ini.
1ari ekstraksi sel !rchaeon pyrococcus furiosus
hipertermofilik dengan kromatografi multistep
tampak 2-T memiliki massa molekul @*,. k1a
(berdasarkan gel filtration% dan terdiri atas dua
subunit (kebanyakan 2-T dalam bentuk dimer%
yang identik, ,/ k1a (sodium dodecyl sulfate
polyacrylamide gel elektroforesis dan sekuensi
gen%. 2-T dari "# furiosus ini memiliki spesifisitas
terhadap substrat yang luas dibandingkan dengan
sel eukariot, yaitu alanin, glutamate, aspartat yang
akti4itasnya signifikan dengan )o7oglutarat atau
piru4at sebagai akseptor amin. 2kti4itasnya
optimal pada p+ /,.?B,< dan suhu @.
=
C. Sekuens
asam amino Nterminal yang dipurifikasi telah
ditentukan dan digunakan untuk identifikasi gen
encoding enzim ini (aat% dalam genome database "#
furiosus. 3en ini juga diekspresikan pada E# coli
dan enzim rekombinannya telah dipurifikasi. p+,
temperatur, berat molekul, dan parameter kinetik
dari rekombinannya tak dapat dibedakan dengan
enzim nati4e. Nilai kcatA5m untuk bentuk alanin
dan piru4at adalah ,' dan ** s
'
m$
'
. 2nalisis
Northern mengidentifikasi satu transkrip ',)kb
untuk gen aat. Ekspresi gen ini, juga gen gdh
(encoding glutamate dehidrogenase%, diinduksi
oleh piru4at. (Card et al., )===%
0enelitian yang menggunakan hati tikus selama
masa puasa menggambarkan bah;a enzim 2-T
merupakan suatu glikoprotein yang memiliki massa
molekul lebih rendah, yaitu 'B,B k1 dengan titik
isoelektrik ,,) dan glutamine sebagai residu N
terminalnya. Enzim ini menunjukkan spesifisitas
substrat yang lebih kecil dengan nilai 5m untuk
alanin =,.' m$ dan untuk )o7oglutarat =,') m$.
1ari studi spektroskopi dan inhibisi menunjukkan
keterlibatan piridoksal fosfat dan gugus DS+ bebas
dalam proses katalisis. 0iridoksal fosfat
mengaktifasi enzim dengan nilai 5m =,=.B. ($.
8eda4athi et al., )==/%
0ada manusia, telah ditemukan dua bentuk
isoenzim dari 2-T, tetapi hanya satu gen yang telah
dikloning (gpt%. Eang 9F et al. ()==)%
mengkloning homolog gpt (dinamai gpt)% dan
berhubungan dengan 2-T). 3en gpt) mengkode
*,@ kb m9N2, terdiri dari ') e7on, menjangkau
sekitar .= kb genom, dan terletak di kromosom
'/:').'. 2-2T' memiliki ,@/ residu asam amino
dengan berat molekul .,./*B 1a dan 2-2T) .)*
residu asam amino, .B@=, 1a. Nilai 5m pada
substrat )o7oglutarat dan alanin masingmasing
=,'@ dan .,' di mitokondria, dan nilai 5m pada
substrat alanin di sitosol adalah )'. Enzim ini
optimum pada p+ B,< dan suhu *=
=
C.
*ARA PENENTUAN EN(IM ALT
0enentuan 2-T di laboratorium kimia klinik
menggunakan serum sebagai sampel. 9eaksi
penentuan enzim 2-T sebagai berikut&
-alanin G 6ketoglutarat H piru4at G -glutamat
0iru4at G N21+ G +
G
H -laktat G N21
G

0enurunan N21+ berbanding lurus dengan
akti4itas enzim 2-T yang diukur dengan
spektrofotometer. 0engukuran akti4itas 2-T dalam
unit per liter ("A-%.
MAKNA BIOME&IS EN(IM ALT
Enzim 2-T berperan dalam glukoneogenesis pada
siklus cori (alaninpiru4at% yang melibatkan otot
dan hepar. 0ada saat puasa, kadar glukosa darah
yang rendah dikompensasi (salah satunya% dengan
proses glukoneogenesis, yaitu perubahan alanin
menjadi piru4at yang terjadi di hati untuk
kemudian diubah menjadi glukosa. Iika terjadi
kerja otot secara anaerobik pada olahraga yang
berlebihan, akan banyak terbentuk alanin yang juga
dikon4ersi menjadi glukosa.
Siklus Cori menunjukkan hubungan heparotot pada reaksi
transaminasi
Enzim 2-T termasuk enzim plasma nonfungsional
intraseluler sejati yang disintesis dan bekerja di
dalam sel pada jaringanAorgan tertentu. 2pabila
terjadi kerusakan sel pada organ tersebut atau
terjadi peningkatan permeabilitas membran sel
akibat inflamasiAperadangan, enzim akan banyak
keluar ke ruang ekstraseluler sehingga dapat
digunakan sebagai sarana untuk menegakkan
diagnosis. 5erusakan sel dapat menyebabkan
enzim tersebut terdeteksi dalam darah.
5eberadaan 2-T dalam darah berhubungan dengan
kerusakan jaringan hepar seperti hepatitis,
alkoholAnonalkoholik steatohepatitis, fatty li4er,
sirosis hepatis, hepatotoksik obat, kolelithiasis, dan
hepatoma ataupun karsinoma hepatoseluler. Selain
itu, keberadaan 2-T juga berhubungan dengan
kelainan pada otot, jantung, otak, ginjal, dan
jaringan adiposa karena keberadaan enzim ini pada
jaringan tersebut.
0emeriksaan 2-T termasuk salah satu tes fungsi
hati yang berhubungan dengan integritas hepatosit.
0eningkatan kadar 2-T dapat dijadikan screening
pada penderita berbagai penyakit hati. Enzim
enzim yang termasuk tes fungsi hati adalah
2-TAS30T, 2STAS3(T, 3-1+, -1+ (kerusakan
hepatosit%, gamma 3T, alkali fosfatase (kolestasis%,
dan C+E (gangguan fungsi sintesis%. 0emeriksaan
enzimenzim ini digunakan untuk mendeteksi
kelainan hati, menentukan diagnosis, mengetahui
berat ringannya penyakit, mengikuti perjalanan
penyakit dan penilaian hasil pengobatan.
0ada infeksi hepatitis akut, yaitu permulaan fase
ikterik, serum transaminase (2-T dan 2ST% dapat
meningkat hingga '= kali, bahkan dapat '== kali
pada keadaan lebih berat. 0eningkatan 2-T lebih
besar daripada 2ST (rasio 1e9itis, 2STA2-T J
=,B%. 0ada minggu kedua dari fase ikterik, mulai
terjadi penurunan sekitar .=>, tetapi pada fase
penyembuhan, nilainya belum mencapai normal
hingga )?* bulan setelah timbulnya penyakit.
(leh karena itu, serum transaminase ini digunakan
untuk memantau perkembangan penyakit
penderita, dan sebaiknya diperiksa '?) bulan
sekali selama berobat jalan. #ila hasilnya setelah /
bulan tetap meninggi, perlu dipikirkan telah terjadi
kerusakan mitokondria dan terjadinya hepatitis
kronis. 0ada keadaan ini, kadar 2ST lebih tinggi
dibandingkan dengan 2-T (2STA2-T K '%.
2-T 2ST
Normal J *. !"A- J *' !"A-
+epatitis
2kut
)<'
(*=G)=B=%
'/,
('BG'/.=%
Sirosis hati ,/ G )* ,.G )),.
5olesistitis ,< G < )/ G .
Tabel akti4itas 2-T dan 2ST pada beberapa kondisi
0ada gangguan hati yang disebabkan oleh halotan,
tejadi peningkatan 3-1+ dan 2ST dan gamma
3Tnya normal. 5erusakan hati akibat obat
kontarasepsi akan terlihat sedikit peningkatan 2-T
dan 2ST serta alkali fosfatase. 0ada perlemakan
hati, peningkatan enzim transaminase )?* kali
dari normal. 0ada tumor hati, kelainan yang sering
ditemukan adalah peningkatan alkali fosfatase dan
gamma 3T. 5onsentrasi 2-T dan 2ST pada
permulaan karsinoma hepatoseluler tidak
memperlihatkan kenaikan. 2pabila tumor makin
besar dan kerusakan hati makin hebat,
perbandingan 2STA2-T dapat mencapai lebih dari
,. Sebelum ditemukannya pemeriksaan antibodi
dengan metode E-!S2, !merican $ed Cross
menggunakan pemeriksaan 2-T sebagai tes
screening (belum ada tes spesifik% untuk menerima
donor darah yang dikaitkan dengan kemungkinan
infeksi hepatitis 4irus C.
0eningkatan 2-T karena masalah pada duktus
biliaris dapat dibedakan dari kerusakan hati dengan
pemeriksaan alkali fosfatase. 0enyakit myopathy
dibedakan dengan pemeriksaan kreatin kinase.
0ada infark miokard, transaminase 2ST secara
signifikan lebih bermakna daripada 2-T, dan juga
terjadi peningkatan -1+ sebagai biomarkernya.
Selain itu, fluktuasi kadar 2-T dalam darah juga
terjadi akibat akti4itas yang berlebihan.
&AFTAR PUSTAKA
2kbar, Nurul. ()==B%. 5elainan Enzim pada
0enyakit +ati dalam +epatobilier #uku 2jar !lmu
0enyakit 1alam. 0usat 0enerbitan 1epartemen
!lmu 0enyakit 1alam Lakultas 5edokteran
"ni4ersitas !ndonesia.
2miruddin, 9ifai. ()==B%. Lisiologi dan
#iokimia;i +ati dalam +epatobilier #uku 2jar
!lmu 0enyakit 1alam. 0usat 0enerbitan
1epartemen !lmu 0enyakit 1alam Lakultas
5edokteran "ni4ersitas !ndonesia.
3iboney, 0aul T. $ildly Ele4ated -i4er
Transaminase -e4els in the 2symptomatic 0atient,
2merican Lamily 0hysician. 2lanine
Transaminase, Cikipedia.
+adi, Sujono. ()==)%. +ati dalam 3astroenterologi.
0T 2lumni #andung.
-ain3uelbenzu #., et al. ('@@'%. 0urification and
0roperties of -alanine 2minotransferase from
Chlamydomonas reinhardtii. Eur I. #iochem.
)=)(*%& <<'B
Card, 1E., et al. ()===%. 0urification and
Characterization of the 2lanine 2minotransferase
from the +yperthermofilic 2rchaeon pyrococcus
furiosus and !ts 9ole in 2lanine 0roduction. I.
#acteriol. '<)(@%& )..@//.
8eda4athi, $., et al. ()==/%. 2 No4el -o;
$olecular Ceight 2lanine 2minotransferase from
Lasted 9at -i4er. #iochem ($osc%. B' Suppl '&
S'=.').
Eang 9F, et. al. ()==)%. c1N2 Cloning, 3enomic
Structure, Chromosomal $apping, and Lunctional
E7pression of a No4el +uman 2lanine
2minotransferase. 3enomic B@(*%&,,..=.
!"#$# )==.
The The Comprehensive Enzyme Information
ystem, #9EN12