Anda di halaman 1dari 16

Pembimbing:

dr.Susanto SP.S
Oleh :
R Fuad Mustaqim

Pendahuluan
O Dementia menurut WHO: Sindrom neuro degeneratif yang timbul karena
adanya kelainan yang bersifat kronis dan progresif disertai dengan
gangguan fungsi luhur multipel seperti kalkulasi, kapasitas belajar,
bahasa, dan mengambil keputusan.

O Demensia adalah suatu sindroma penurunan kemampuan intelektual
progresif yang menyebabkan deteriorasi kognisi dan fungsional,
sehingga mengakibatkan gangguan fungsi sosial, pekerjaan dan
aktivitas sehari-hari. (Asosiasi Alzheimer Indonesia,2003)

O Whitbourne: Suatu penyakit penurunan fungsi kognitif, gangguan
intelektual, daya ingat yang semakin lama semakin memburuk
(progresif) dan tidak dapat diubah (irreversible).



Background
O Angka obesitas meningkat seiring dengan peningkatan angka
diabetes
O Hubungan antara obesitas dengan diabetes yang merupakan faktor
resiko campuran terhadap demensia
O Efek obesitas yang merupakan resiko terjadinya demensia meliputi
gangguan pada metabolisme tubuh
O Rendahnya pemahaman akan konsekunsi obesitas dan diabetes
yang secara epidemi sangat berpotensi dalam insidensi demensia

O Penelitian ini mencari hubungan antara kadar glukosa dengan
resiko terjadinya demensia dengan metode kohort prospektif dan
kualitaatif
METODE
PESERT
A
2067
peserta
839 pria
1228
wanita
232 diabetes.
1835 tidak
dieabetes

65 tahun
atau
lebih tua
Peserta diundang untuk kembali pada
interval 2 tahun untuk tujuan
mengidentifikasi kasus insiden demensia
Telah terdaftar selama minimal 5
tahun sebelum awal penelitian
Minimal 5 pengukuran glukosa atau hemoglobin
terglikosilasi (diukur sebagai HbA1c atau sebagai
jumlah hemoglobin terglikasi) selama 2 tahun
atau lebih sebelum masuk penelitian
Dipilih secara acak oleh Group Health
Cooperative di Washington State.
Indentifikasi Dementia
Indentifikasi
Dementia
Peserta penelitian
dinilai untuk
demensia setiap 2
tahun dengan
Cognitive Abilities
Screening
Instrument
Skor yang tinggi :
kognitif functional
baik`
Skor 85 atau kurang :
evaluasi psikometri
Diagnosa dementia dan
kemungkinan
Alzheimer disease
ditegakkan atas dasar
kriteria penelitian

Skor berkisar 0 sampai 100
FAKTOR RESIKO
O Kadar glukosa
O GDP, GDS, HbA1c
O Rumus : HbA1c = ( 0,6 jumlah terglikasi
hemoglobin ) + 1.7
O Rumus rata-rata harian glukosa = ( 28,7
HbA1c ) - 46.7 (hierarichal bayesian
framework)

Faktor resiko
Faktor
resiko
Diabetes melitus
Yang mendapatkan
resep pengobatan dalam
setahun min 2x
Apolipoprotein E
genotipe
1818 peserta
Status apoE ditentukan
dengan menggunakan
metode yg sudah
terstandarisasi dan
dikategorikanberdasarkan
ada tidaknya alel4
Faktor resiko lain
Dengan menanyakan
aktivitas fisik, berapa
kali/minggu (3x/lebih ).riw
merokok, penyakit arteri
koroner, penyakit
serebrovaskular, HT


Analisis statik
Menggunakan
model regresi
Cox dengan
standar eror
yang ditentukan
dari hubungan
antara kadar
glukosa dan
insiden
demensia

Analisis
statik
Usia, studi kohort
, jenis kelamin,
tingkat
pendidikan,
tingkat latihan,
tekanan darah
dan peny arteri
koroner, atrial
fibrilasi, merokok,
dan pengobatan
HT

Kontrol
Hasil
O Dari 2067 subyek penelitian selama 5 tahun Nilai
tengah kadar glukosa pada kelompok tanpa diabetes
adalah 101mg/dl,pada klompok dengan diabetes
adalah 175 mg/dl

O Selama follow up 6,8 tahun, terdapat perkembangan
demensia (74 diabetes dan 450 non diabetes)

O 403 subyek penelitian memiliki kemungkinan
alzheimer pada akhir follow up
O 55 subjek memilik demensia karena
penyakitpembuluh darah
O 66 subjek mengalami demensia karena penyebab
lain




O subyek tanpa diabetes
O hubungan antara rata-rata kadar glukosa selama 5
tahun yang terkait dengan peningkatan kadar
glukosa risiko demensia (P = 0,01), dengan rata rata
glukosa 115 mg/dl memiliki resiko demensia 1,18
kali lebih besar dibandingkan dengan glukosa 100
mg per/dl (rasio hazard demensia 1,18 (95%
confidence interval [CI], 1,04-1,33).


O Pasien dengan diabetes
O Kadar glukosa tertinggi akan
meningkatakan resiko dementia (P =
0,002),
O Rata rata kadar glukosa 190 mg/dl
memiliki resiko dementia 1,4 kali lebih
besar dibandingkan dengan glukosa
160 mg/dl (rasio hazard adalah 1,4 (95%
CI, 1,12-1,76).




diskusi
O Berdasarkan hasil penelitian dengan metode kohort dengan
subyek komunitas peneliti menemukan bahwa kadar glukosa yang
tinggi berhubungan dengan peningkatan resiko dalam populasi

O Banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara peningkatan
kadar hemoglobin terglikosilasi atau kadar glukosa postprandial
dgn hasil demensia terkait, seperti perubahan volume hipokampus
pada neuroimaging/tingkat penurunan kognitif

O Dalam penelitian ini Peningkatan Kadar glukosa dapat
berkontribusi terhadap peningkatan risiko demensia melalui
beberapa potensi mekanisme,
O hiperglikemia akut dan kronis,
O insulin resistance dan
O peningkatan Penyakit mikrovaskuler dari sistem pusat

Kesimpulan
O Terdapat bukti kadar glukosa yang tinggi
berhubungan dengan peningkatan resiko
demensia melalui beberapa potensi
mekanisme:
O hiperglikemia akut dan kronis,
O insulin resistance
O peningkatan Penyakit mikrovaskuler dari
sistem pusat