Anda di halaman 1dari 39

RERANGKA KONSEPTUAL

PEMBENTUKAN MINDSET
Mindset adalah sikap mental mapan
( fixed mental attitude ) yang dibentuk melalui
pendidikan, pengalaman, dan prasangka.
Mindset terdiri dari 3 komponen pokok :
Paradigma
Keyakinan
dasar
Nilai
dasar
Apa yang terjadi jika mindset personel tidak sesuai
dengan mindset yang digunakan untuk mendesain
sistem manajemen ?

Ada tiga kemungkinan yang timbul:


Personel melaksanakan tindakan
setengah hati, atau bahkan tanpa
hati.
Personel memerlukan pengawasan
dari orang lain untuk memastikan
bahwa tindakannya dilaksanakan
berdasarkan mindset yang
semestinya.
Personel dapat melakukan sabotase
karena ketidaksesuaian antara
mindset-nya dengan mindset yang
semestinya yang diperlukan untuk
melaksanakan tindakan.
RERANGKA KONSEPTUAL
PERUMUSAN MINDSET
Ada dua langkah pembentukan mindset :

Perumusan mindset
Pengkomunikasian mindset.
Perumusan Mindset
Trendwatching Envisioning
Perumusan
paradigma
Perumusan
mindset
Pengkomunikasian Mindset
Melalui perilaku pribadi
(personal behavior) dengan
membentuk paradigm,
keyakinan dasar, dan nilai
dasar organisasi yang
dikomunikasikan kepada
seluruh karyawan melalui
penataran sistematik .
Melalui perilaku
organisasional ( operasional
behavior) dengan
menerapkan bahwa seluruh
karyawan terlibat dalam
pengoperasian sistem dan
prosedur, peraturan dan
keputusan dan berjangka
waktu panjang selama
system, proseur, peraturan
dan keputusan yang berlaku.
BAB 4
COSTUMER VALUE MINDSET
Customer adalah siapa saja yang menggunakan
hasil pekerjaan seseorang atau suatu tim. Customer
dapat bersifat eksternal maupun internal dipandang
dari sudut organisasi.
Siapa
customer
itu?
Macam Macam Customer
Customer
Internal

Customer
Eksternal
Pemasok
sebagai
Mitra Bisnis
Konsep Customer Value
Customer Value adalah selisih antara
manfaat yang diperoleh customer dari produk
dan jasa yang dikonsumsinya dengan
pengorbanan yang dilakukan oleh customer
untuk memperoleh manfaat tersebut.


Customer Value = Manfaat Pengorbanan *Hubungan
Paradigma Customer Value Strategy
Manajemen Tradisional Manajemen Kontemporer
Produsen berpandangan bahwa
kelangsungan hidup dan perkembangan
organisasi ditentukan oleh kemampuan
organisasi dalam memproduksi dan
menyediakan produk dan jasa.
Suatu organisasi akan dapat
mempertahankan kelangsungan hidup dan
memiliki kesempatan untuk berkembang ,
jika oraganisasi tersebut mampu
memproduksi dan menyediakan produk dan
jasa yang menghasilkan value bagi customer.
Produsen berpandangan bahwa Kami
menjual apa yang dapat kami buat.
Produsen beranggapan bahwa Kami
membuat apa yang dibutuhkan oleh
customer
Produsen memfokuskan bagaiman
menhasilkan Produk dan Jasa
Produsen memfokuskan semua sumber
daya yang dikuasai oleh organisasi untuk
menghasilkan value untuk memenuhi
kebutuhan customer.
Customer Value dalam Lingkungan Bisnis
Kompetitif
Dalam lingkungan bisnis kompetitif, customer
diperebutkan pilihannya oleh banyak produsen.
Dalam lingkungan bisnis kompetitif, untuk
memenangkan pilihan customer, perusahaan
harus mampu menyediakan more value added
bagi customer di setiap tahap proses
pemanfaatan secara menyeluruh produk dan
jasa.
Keyakinan Dasar untuk Mewujudkan
Paradigma Customer Value
Bisnis merupakan
mata rantai yang
menghubungkan
pemasok dengan
customer
Customers
merupakan tujuan
pekerjaan
Sukses merupakan
hasil penilaian
terhadap suara
customers.
Nilai Dasar untuk Mewujudkan
Paradigma Customer Value
Integritas
Kesediaan untuk melayani
Kerendahan hati
Perwujudan Customer Value Mindset
ke Dalam SPPM
Customer value mindset berdampak besar terhadap SPPM.
Struktur SPPM difokuskan ke customer. Proses SPPM juga
difokuskan untuk memuaskan kebutuhan customers.
BAB 5
CONTINUOUS
IMPROVEMENT MINDSET
Paradigma Improvement Berkelanjutan
Improvement dapat dibagi menjadi dua : incremental
improvement dan radical improvement. Incremental
improvement berupa improvement berskala kecil dengan
tetap mengandung unsur lama. Radical improvement berupa
improvement berskala besar, bersifat mendasar, dan secara
total meninggalkan unsur lama. Paradigma improvement
berkelanjutan mencakup kedua macam improvement ini.

Continuous Improvement Mindset
Continuous improvement mindset terdiri
dari paradigma improvement berkelanjutan,
keyakinan dasar terhadap improvement
berkelanjutan, dan nilai-nilai dasar yang
melandasi improvement berkelanjutan.

Keyakinan Dasar untuk Mewujudkan
Paradigma
Improvement
Berkelanjutan
Harus
Mengetahui
Fakta
Alasan dan
Belajar
Selalu Ada Cara
Yang Lebih
Harus Selalu
Berusaha Untuk
Sempurna ;
Orang Tidak
Akan Pernah
Mencapai
Kesempurnaan
Tersebut.
Value Untuk Mewujudkan Pradigma
Improvement Berkelanjutan
Kejujuran
Kerendahan Hati
Kerja Keras
Kesabaran
Keterbukaan terhadap Hal
yang baru
Keberanian
Peran Manajer
Continuous improvement mindset mengubah peran manajer
yang semula sebagai boss yang bertanggung jawab untuk
mempertahankan status quo dan mengendalikan
bawahannya, menjadi bertanggung jawab untuk menantang
status quo dan menjadi coach bagi personel lainuntuk
menjadikan knowledge yang dikuasai oleh personel produktif.
BAB 6
OPPORTUNITY MINDSET
Pengertian Opportunity Mindset
kondisi yang terbuka di masa depan yang belum
pernah dialami seseorang atau organisasi yang
berbeda dengan yang pernah dialami sebelumnya
dan yang mengandung ketidakpastian.

Bagaimana Membangun Opportunity Mindset Dalam
Diri Tim Penyusun Rencana Starategik
Untuk membangun opportunity mindset dalam diri tim penyusun rencana
strategic, langkah-langkah berikut ini dapat ditempuh:
Memahami building blocks untuk membangun opportunity mindset
Mengubah mindset anggota tim ke opportunity mindset
Menanamkan courage dan risk taking melalui pelatihan
Melatih kemampuan tim untuk trendwatching
Melatih kemampuan anggota tim untuk envisioning

BAB 7
CROSS-FUNCTIONAL
MINDSETS
MENGAPA DIBUTUHKAN CROSS-
FUNCTI ONAL TEAM ?
1. Perlunya Organisasi Berorientasi ke Sistem
2. Pandangan Bahwa Organisasi Sebagai Suatu Tim

TIM
Definisi tim.
Tim adalah kumpulan orang yang, berdasarkan keahlian masing-masing yang bersifat saling
melengkapi, bekerja sama untuk mewujudkan tujuan tertentu bersama.
Tujuan tim.
untuk pengembangan produk, pengembangan sistem, improvement terhadap kualitas,
penyelesaian masalah, attau perekayasaan kembali sistem yang digunakan untuk melayani
customer.
Masa kerja tim.
Masa kerja tim sementara
Masa Kerja tim permanen.
Keanggotaan tim.
Fungsional
orang-orang dengan keahlian sama, baik yang diperoleh dari pendidikan maupun
dari pengalaman.
Lintas fungsional.
Beranggotakan orang-orang dari berbagai fungsi dengan berbagai keahhlian.

TIM LINTAS FUNGSIONAL
(CROSS-FUNCTI ONAL TEAM)
Definisi.
Tim lintas fungsional adalah sekelompok perssonel yang berasal dari berbagai fungsi atau disiplin
dalam organisasi, berusaha bersama-sama mewujudkan tujuan tim.
Keanggotaan tim lintas fungsional.
Tim lintas fungsional beranggotakan berbagai personel yang memiliki keahlian tertentu di
bidangnya. Dengan demikian tim lintas fungsional seringkali disebut dengan tim multi disiplin.
Dalam bidang pendidikan dikenal dengan nama tim interdisiplin.
Pemimpin tim lintas fungsional.
Tim lintas fungsional dipimpin oleh seorang manajer yang seringkali disebut dengan case manager,
yang memegang kepemilikan sistem dan bertanggungjawab untuk: (1) mencapai tujuan sistem,
pemuasan kebutuhan customer, (2) melakukan improvement berkelanjutan terhadap sistem
tersebut.
Pendekatan Lintas Fungsional (Cross-functional approach) dalam Membangun Struktur Organisasi
Pendekatan lintas fungsional menggunakan prinsip-prinsip berikut ini dalam pembangunan struktur
organisasi:
Organisasi diorientasikan ke sistem yang digunakan untuk melayani kebutuhan customer.
Sumber daya manusia diorganisasikan menurut tim lintas fungsional dan setiap tim diberi
tanggungjawab untuk mewujudkan tujuan sistem dan melakukan improvement secara
berkelanjutan terhadap sistem tersebut.

CROSS FUNCTIONAL MINDSET
Tim lintas fungsional hanya akan efektif di dalam menjalankan
organisasi lintas fungsional jika mereka memiliki mindset yang
cocok dengan organissai tersebut. Proses untuk menghasilkan
produk dan jasa menembus batas-batas antar fungsi. Dengan
demikian manajemen atas aktivitas pembuatan produk dan jasa
penyediaan jasa hanya akan berhasil jika batas-batas
antarfungsi ditiadakan, baik secra fisik maupun secara mental.
Cont.
CROSS FUNCTIONAL MINDSET
Paradigma Lintas Fungsional
Paradigma lintas fungsional memandang organisasi sebagai:
Suatu rangkaian system yang digunkan untuk melayani kebutuhan customer
Suatu kumpulan shared competencies and resources yang disediakan untuk dimobilisasi guna
memenuhi kebutuhan customer.
Keyakinan Dasar Untuk Mewujudkan Paradigma Lintas Fungsional
Terdapat empat keyakinan dasar yang perlu ditanamkan dalam diri setiap personel
tentang cross functional approach :
Produk berkualitas hanya dapat dihasilkan secara konsisten melalui kerja sama lintas
fungsional
Kerjasama lintas fungsional menghasilkan sinergi
Cross functional approach membentuk learning organization
Kerjasama lintas fungsional memfokuskan sumber daya organissai ke kepuasan customer.
Nilai Dasar Untuk Mewujudkan Paradigma Lintas Paradigma
Nilai dasar yang melandasi cross functional approach :
Kerjasama
Mental berlimpahan
Kerendahan Hati

PERWUJUDAN CROSS FUNTIONAL MINDSET KE
DALAM SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
Perwujudan cross functional mindset ke dalam struktur system
pengendalian manajemen
Cross functional organization
Sistem Penghargaan Tim Lintas Fungsional
Perwujudan Cross-Functional Mindset Ke Dalam Proses Sistem
Pengendalian Manajemen
Penyusunan anggaran berbasis aktivitas (activity based budgeting)
Implementasi rencana dengan activity based management
Pengendalian pelaksanaan rencana dengan activity based cost
system



BAB 8
EMPLOYEE EMPOWERMENT
MINDSET
Faktor-faktor yang Mendasari
Pemberdayaan Karyawan
Pergeseran teknologi yang digunakan oleh
masyarakat di dalam memenuhi kebutuhan produk
dan jasa (smart technology)
pekerja yang pas dengan teknologi yang digunakan
oleh masyarakat (knowledge workers)

Knowledge Worker
Knowledge worker adalah pekerja yang memiliki ketrampilan
tinggi, di samping itu mereka mempunyai pengetahuan tinggi
yang diperoleh dari pendidikan formal, dan kemapuan untuk
belajar serta untuk memperoleh tambahan pengetahuan.
Pengetahuan terdiri dari ilmu, teknologi, pengetahuan social,
ekonomi, manajemen, bisnis, keuangan, pemasaran akuntasi,
sumber daya manusia dll.

Mindset Pemberdayaan Karyawan Sudut Pandang Manager
Ditinjau dari susut pandang manajer, pemberdayaan karyawan merupakan proses
pemberian kesempatan kepada karyawan untuk memampukan diri karyawan di
dalam merencanakan dan mengendalikan implementasi rencana pekerjaan yang
menjadi tanggung jawab karyawan.
Keyakinan Dasar Dalam Diri Manager Untuk Mewujudkan Paradigma Pemberdayaan
Karyawan
Karyawan adalah manusia
Orang pada dasrnya adalah baik
Birokrasi membunuh inisiatif
Tugas manager adalah menyediakan pelatihan, teknologi, dan dukungan bagi
karyawan.
Nilai Dasar Dalam Diri Manajer Untuk Mewujudkan Paradigma Pemberdayaan
Karyawan
Untuk mewujudkan paradigma pemberdayaan karyawan, perlu
ditanamkan personal values, dalam diri para manajer yang pas dengan paradigma
tersebut, yaitu :
1) Kejujuran
2) Kerendahan hati.

Mindset Pemberdayaan Karyawan Sudut Pandang Karyawan
Dari sudut pandang karyawan, pemberdayaan karyawan berkaitan
dengan bagaimana karyawan dipercaya oleh manajer untuk
mengambil keputusan tentang pekerjaan yang menjadi tanggung
jawab karyawan, sehingga perlu dibangun keyakinan dasar dan nilai
dasar dalam diri karyawan.
Keyakinan Dasar Dalam Diri Karyawan Untuk Memperoleh
Kepercyaan Dari Manager
Dua keyakinan dasar yang perlu dibangun dalam diri karyawan untuk
memperoleh kepercayaan dari manager adalah :
Pemberdayaan karyawan hanya akan terwujud berdasarkan
kepercayaan yang tumbuh dalam diri manager terhadap karyawan
Kepercayaan manger terhadap karyawan tumbuh karena kompetensi
dan karakter yang dibangun dalam diri karyawan.
Dasar Dalam Diri Karyawan
Kejujuran, keberanian, integritas, mental berlimpah dan kesabaran
dalam mewujudkan visi.

PERWUJUDAN MINDSET PEMBERDAYAAN KARYAWAN KE
DALAM SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMRN
Perwujudan Mindset Pemberdayaan
Karyawan Ke Dalam Struktur Sistem
Pengendalian Manajemen
Organisasi Masa Depan
Pengelolaan Knowledge Workers
subsidicrity dan peran manajer, tugas
manajer dalam
kondisisubsidicrity adalah
memastikan bahwa individu atau
kelompok:
memiliki kompetensi dan karakter
dalam melaksanakan tanggung jawab
yang dibebankan kepada mereka
memahami visi yang akan dituju
organisasi
memiliki komitmen terhadap visi
organisasi
wewenang
leadership from everybody
Perwujudan Mindset Pemberdayaan
Karyawan Ke Dalam Proses Sistem
Pengendalian Manajemen
Pergeseran Pengelolaan Dari Financial
Assets Leverage Ke Human Assets
Leverage
Titik berat penekanan proses sistem
pengendalain manajemen perlu
diarahkan ke human assets leverage
untuk menjadikan perusahaan
mampu sebagai institusi pencipta
kekayaan di lingkungan bisnis global.
Human assets leverage menekankan
pada pentingnya perspektif
pembelajaran dan pertumbuhan ini
dalam strategic objectives.