Anda di halaman 1dari 7

TUGAS BRIEFING

PRAKTIKUM RANTAI PASOK


ENTERPRISE RESOURCE PLANNING














Disusun Oleh:
Destiana Ayu Prasetyani 12/336468/TK/40243







PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014
A. Pengertian
ERP merupakan singkatan yang terdiri dari tiga elemen kata, yaitu
Enterprise (Perusahaan/organisasi), Resource (Sumber daya), dan Planning
(Perencanaan). Ketiga uraian kata tersebut mencerminkan sebuah konsep yang
berujung kepada kata kerja yaitu planning yang menekankan kepada aspek
perencanaan.
Berikut ini merupakan beberapa definisi dari konsep ERP :
1. Sistem ERP adalah computer berbasis sistem yang didesain untuk proses
transaksi organisasi dan memudahkan integrasi serta perencanaan real time,
produksi, dan reaksi terhadap pelanggan. [Daniel OLeary, 2004].
2. ERP terdiri atas paket software komersial yang menjamin integrasi yang
mulus atas semua aliran informasi di perusahaan, meliputi keuangan,
akuntansi, sumber daya manusia, rantai pasok dan informasi konsumen.
[Davenport, 1998].
3. ERP dideskripsikan sebagai sebuah konsep merencanakan dan mengelola
sumber daya organisasi/perusahaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal
untuk menghasilkan nilai tambah bagi seluruh pihak yang berkepentingan atas
organisasi/perusahaan tersebut. (Wawan dan Falahah, 2007:5).





Gambar Konsep Dasar ERP

A. Manfaat
Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari
penggunaan sistem ERP adalah :
1. ERP menawarkan sistem terintegrasi di dalam perusahaan, sehingga
pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
2. ERP memungkinkan melakukan integrasi secara umum sehingga data dapat
diintegrasikan.
3. ERP tidak hanya memadukan data dan orang tapi juga menghilangkan koreksi
data pada banyak sistem komputer terpisah.
4. ERP memungkinkan manajemen mengelola operasi, tidak hanya sekedar
memonitor saja.
5. ERP membantu melancarkan pelaksanaan manajemen supply chain dengan
kemampuan memadukannya.
Tabel Manfaat ERP dan Cara Mendapatkannya















B. Klasifikasi
Terdapat empat klasifikasi pengguna ERP yaitu klasifikasi A, B, C, dan D.
Klasifikasi A yaitu perusahaan yang menggunakan seluruh sistem ERP secara
efektif pada seluruh perusahaan, klasifikasi B merupakan perusahaan
menggunakan secara efektif sebagian sistem ERP untuk seluruh perusahaan.
Klasifikasi C adalah perusahaan yang menggunakan ERP secara formal untuk
sebagian perusahaan seperti pencatatan informasi penjualan, penerimaan order
pembelian dan aplikasi sistem akuntansi, dan klasifikasi D adalah perusahaan
yang mengimplementasikan ERP hanya untuk Sistem Informasi Manajemen
(Hamilton, 2004).

C. Perkembangan
Gambar Tahapan evolusi sistem ERP
Tahap I : Material Requirement Planning
Merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan kebutuhan material.
Konsep ini dimunculkan dari proses pengolahan bill of material (BOM) atau
daftar kebutuhan material yang harus disediakan untuk membuat suatu produk
tertentu. Maka dibutuhkanlah sebuah metode untuk mengelola order material dan
komponen.
Tahap II : Close-Loop MRP
Merupakan sederetan fungsi dan tidak hanya terbatas pada MRP, terdiri atas alat
bantu penyelesaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau
diganti jika diperlukan.
Tahap III : Manufacturing Resource Planning (MRP II)
Merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan tiga elemen,
yaitu perencanaan penjualan dan operasi, antarmuka keuangan dan simulasi
analisis dari kebutuhan yang diperlukan.
Tahap IV : Enterprise Resource Planning
Merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis
diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan meliputi lintas batas fungsi
organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah.
Tahap V : Extended ERP (ERP II)
Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan tahun 2000, serta lebih
konflek dari ERP sebelumnya.

D. Implementasi
Apabila perusahaan sudah berniat untuk mengimplementasikan sistem ERP,
maka dibutuhkan beberapa tahapan berikut ini :
1. Membangun organisasi tim proyek
2. Menentukan pendekatan implementasi
3. Membangun rencana implementasi
4. Menentukan kriteria keberhasilan dan metode pengukurannya
Tabel Kendala dalam Implementasi ERP dan Cara Mengatasinya







Contoh Impelentasi :
ERP (Enterprise Resource Planninng) mulai diaplikasikan di industri semen
PT.Semen Gresik pada bulan juni tahun 2001. PT. Semen Gresik yang didirikan
pada tahun 1957 menyadari bahwa walaupun bergerak hanya di industri semen
perusahaan membutuhkan sebuah sistem informasi yang kompleks untuk
meningkatkan kinerja perusahaannya.
Beberapa kendala yang dihadapi oleh pihak Semen Gresik dalam
implementasi dikategorikan menjadi 3 aspek :
1. Teknis, diantaranya masalah bahasa dan perubahan dari model hard copy
menjadi model display. Penggunaan ERP menuntut terminologi istilah
yang sama sehingga istilah-istilah dalam produksi, penjualan, dan lain-lain
yang digunakan di PT. Semen Gresik harus diubah sesuai istilah-istilah
dalam ERP yang berbahasa Inggris.
2. Budaya, implementasi ERP menuntut perubahan-perubahan yang harus
dilakukan karyawan diantaranya harus aware terhadap penggunaan
software tersebut (sebagai contoh selalu update data).
3. Karyawan IT merasa pekerjaannya akan hilang karena digantikan oleh
sistem tersebut. Hal ini dikarenakan sebelum penerapan sistem ERP,
bagian IT yang bertanggung jawab untuk membuat aplikasi-aplikasi
sesuai dengan kebutuhan user disemua departemen.
Dan selama penerapan ERP, ada beberapa perbaikan yang diperoleh, diantaranya :
1. Mempercepat proses order dari distributor sehingga membantu
meningkatkan penjualan semen.
2. Mempercepat waktu pembuatan laporan keuangan, dari sebelumnya per
tanggal lima belas menjadi tanggal lima sudah tercetak semua laporan.
3. Meningkatkan keakuratan informasi.
4. Proses bisnis yang berlangsung di perusahaannya jauh lebih efisien. Semua
proses bisnis di berbagai departemen sudah bisa dilakukan secara cepat
dan tepat.
5. Dari sisi produktivitas karyawan, terjadi peningkatan yang mengacu pada
survei internal perusahaan, setelah 6 bulan sistem baru itu go live,
umumnya user mengaku puas. (Thamrin, 2010).
REFERENSI

Mudiantono. 2013. Upaya Meningkatkan Keberhasilan Implementasi ERP untuk
Membangun Keunggulan Bersaing pada UKM di Jawa Tengah. 15(2). 153-
164
Widiyanti, Shandira. 2013. Kesuksesan dan Kegagalan Implementasi Enterprise
Resource Planning (ERP) pada Perusahaan dan Contoh Studi Kasus.
Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis : IPB.
Defrizal, Yudi. 2010. Penerapan Konsep Enterprise Resource Planning (ERP)
pada Aplikasi Keluhan User Bagian Helpdesk (Studi Kasus: PT Sarijaya
Permana Sekuritas). Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan
Teknologi : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.