Anda di halaman 1dari 10

Definisi

Hipertensi
TD di atas normal
yang sifatnya
permanen
TD sistoliknya
140 mmHg dan
diastoliknya 90
mmHg
Patofisiologi
3. Defisiensi zat-zat vasodilator yang disintesis oleh endotelium vaskuler
seperti prostasiklin, brandikinin, nitrogen oksid (NO) dan peningkatan
produksi zat-zat vasokonstriktor seperti angiotensin II dan endotelin I
2. Hipertensi sekunder atau hipertensi renal (5% kasus)
penggunaan estrogen, penyakit ginjal, hiperaldosteronisme primer, feokromatositomea, dan
kehamilan atau terinduksi karena penggunaan obat-obat
1. Hipertensi esensial atau primer (90% kasus)
Genetik, lingkungan, hiperaktivitas sistem saraf simpatis, sistem renin angiotensin,
gangguan ekskresi Na
+
, peningkatan Na
+
, dan Ca
++
intraseluler, dan faktor-faktor resiko lain
Manifestasi
Klinik
1. Pasien dengan hipertensi
primer yang tidak disertai
komplikasi kadang tanpa
menimbulkan gejala.
2. Sakit kepala, epitaksis, marah,
telinga berdengung, rasa berat
ditengkuk, sukar tidur, mata
berkunang-kunang, dan pusing.
Klasifikasi Hipertensi menurut WHO
Klasifikasi Sistolik
(mmHg)
Diastolik
(mmHg)
Normotensi <140 <90
Hipertensi ringan 140-180 90-105
Hipertensi perbatasan 140-160 90-95
Hipertensi sedang-barut >180 >105
Hipertensi sistolik terisolasi >140 <90
Hipertensi sistolik perbatasan 140-160 <90
Tujuan Terapi
Menurunkan morbiditas dan moralitas
Menurunkan tekanan darah
Menghindari hipotensi dan ESO yang
lain serta mencegah kerusakan organ
Terapi Hipertensi
Non Farmakologi
Mengidentifikasi dang
mengurangi faktor resiko
Modifikasi gaya hidup
Terapi Farmakolofi
Pemilihan obat harus
berdasarkan pada
efektivitasnya
Pilihan awal tergantung
pada tingginya TD
Kondisi khusus yang akan
mempengaruhi pemilihan
obat
Alogaritma Pemilihan Obat Untuk Hipertensi
Terapi Hipertensi
Tidak Ada
Penyakit Lain
Hipertensi dengan
TD (140-159/90-
99)
Pilihan pertama
diuretik thiazid,
alternatif (ACE, Ca,
dan blok), ARB
atau kombinasi
Hipertensi dengan
TD (>160/>100)
Kombinasi 2 obat,
diuretik thiazid dengan
(ACE, Ca, dan blok),
dan ARB
Ada Penyakit Lain
Obat-obat tertentu yang
sesuai dengan penyakit yang
menyertai. Obat selain
diuretik thiazid, (ACE, Ca,
dan blok), dan ARB
mungkin diperlukan
Alogaritma Pemilihan Obat Hipertensi pada Kondisi Tertentu
Pilihan Antihipertensi pada Kondisi Tertentu
No. Kondisi Menguntungkan Hindari
1 Gagal jantung ACE-inhibitor,
Diuretik, Carvediol,
Metoprolol, dan
Spironolakton
-bloker kecuali Carvediol
dan metoprolol, Ca-
bloker kecuali Amlodipin
dan -bloker
2 Diabetes
militus
ACE-inhibitor -bloker dan dosis tinggi
diuretik, Ca-bloker untuk
terapi tunggal
3 Lansia Diuretik
1
-bloker dan
2
-agonis
4 Infark jantung Non ISA -bloker Hidralasin dan minoksidil,
Ca-bloker dihidropiridin,
kecuali amlodipin atau
felodipin
5 Angina Non ISA -bloker Hidralasin dan minoksidil
6 Bronkospasme Ca-bloker -bloker dan ACE-
inhibitor
7 Hamil Metildopa,
labetalol, dan
hidralasin
ACE-inhibitor,
Angiostensin II reseptor
bloker dan Diuretik
8 Gout -bloker dan ACE-
inhibitor
Diuretik
9 Insufisiensi
ginjal
ACE-inhibitor, loop
diuretik, diltiazem,
hidralasin, dan
minoksidil
Diuretik thiazid, dan
hemat kalium
No. Kondisi Menguntungkan Hindari
1 Gagal jantung ACE-inhibitor, Diuretik, Carvediol,
Metoprolol, dan Spironolakton
-bloker kecuali Carvediol dan metoprolol,
Ca-bloker kecuali Amlodipin dan -bloker
2 Diabetes militus ACE-inhibitor -bloker dan dosis tinggi diuretik, Ca-bloker
untuk terapi tunggal
3 Lansia Diuretik
1
-bloker dan
2
-agonis
4 Infark jantung Non ISA -bloker Hidralasin dan minoksidil, Ca-bloker
dihidropiridin, kecuali amlodipin atau
felodipin
5 Angina Non ISA -bloker Hidralasin dan minoksidil
6 Bronkospasme Ca-bloker -bloker dan ACE-inhibitor
7 Hamil Metildopa, labetalol, dan hidralasin ACE-inhibitor, Angiostensin II reseptor
bloker dan Diuretik
8 Gout -bloker dan ACE-inhibitor Diuretik
9 Insufisiensi ginjal ACE-inhibitor, loop diuretik,
diltiazem, hidralasin, dan minoksidil
Diuretik thiazid, dan hemat kalium