Anda di halaman 1dari 6

Indikasi dan kontraindikasi pencabutan gigi yaitu :

Indikasi :
Karies berat yang menyebabkan gigi menjadi suatu gigi yang tidak dapat
direstorasi lagi.
Nekrose pulpa yang tidak dapat dirawat dengan terapi endodontik.
Penyakit periodontal tingkat lanjut yang menyebabkan mobilitas gigi yang parah
dan tidak dapat dirawat lagi.
Gigi yang malposisi dan tidak berfungsi atau tidak fungsional.
Gigi yang retak atau fraktur yang tidak dapat diperbaiki lagi dengan terapi
konservasi.
Untuk pertimbangan prostetik.
Gigi yang impaksi ketika diindikasikan tidak semua gigi yang impaksi
memerlukan pen!abutan"
Gigi supernumerari
Gigi yang berhubungan dengan lesi patologis# seperti tumor# yang tidak dapat
dihilangkan se!ara keseluruhan tanpa mengorbankan gigi.
$ebelum terapi kanker myelosuppressive yang parah atau terapi radiasi# maka gigi%
gigi dengan prognosis yang dipertanyakan atau yang mungkin menjadi sumber
infeksi yang potensial# harus di!abut.
Gigi yang terlibat dalam fraktur rahang.
Kontraindikasi dari pencabutan gigi# yaitu :
Kontraindikasi dapat berupa faktor lokal atau sistemik. Kontraindikasi sistemik
berkaitan dengan kesehatan pasien se!ara keseluruhan# yang dapat berkaitan dengan
ada atau tidaknya !oagulopathy& diabetes mellitus yang tidak terkontrol& gangguan
atau kelainan hematologik# seperti leukimia& penyakit jantung yang tidak terkontrol&
dan beberapa terapi obat%obatan. Pilihan men!abut pada pasien yang hamil trimester
pertama merupakan kontraindikasi. 'aktor lokal termasuk terapi radiasi pada area#
infeksi aktif# dan infeksi nonlokalisasi. Keberadaan abses dentoalveolar# lokalisasi#
bukan sewenang%wenang kontraindikasi untuk pen!abutan.
Diabetes Mellitus
(iabetes mellitus adalah sindrom yang ditandai dengan perubahan dari
metabolisme karbohidrat# protein# dan lipid yang disebabkan oleh kelainan
mekanisme sekresi dan efek dari insulin. (okter gigi harus berhati%hati melakukan
operasi pen!abutan pada pasien diabetes. )eberapa tes yang harus dilalui oleh pasien
yang memiliki riwayat diabetes :
Tes Darah
*es glukosa darah sangat diperlukan pada pasien ini. *es ini dapat dilakukan oleh
dokter gigi menggunakan glu!ometer. +aranya dengan mengambil setetes darah dari
ujung jari kemudian diletakkan pada uji strip dan ditunggu selama , menit untuk
melihat angka pada layar glu!ometer.
Pengaturan Jadwal Waktu Bedah.
Untuk menghindari risiko reaksi hipoglikemik syok insulin"# maka terbaik jika
operasi dilakukan pada pagi# ,%,#- jam setelah sarapan tindakan pun!ak kenaikan
insulin yang ter!atat pada sore hari".
Diet
(iet bagi penderita diabetes tidak harus diubah sebelum atau setelah prosedur bedah.
Pasien harus mengontrol makanan yang dikonsumsi agar terhindar dari hipoglikemia.
eko!endasi pascaoperasi
Pasien dengan diabetes yang terkontrol ini tidak memerlukan premedikasi atau
antibiotik profilaksis pas!a operasi. Pasien ini harus diperlakukan dengan !ara yang
sama seperti pasien yang tidak mengalami diabetes.
"nestesi #okal
Pada pasien diabetes# bahan anastesi harus diberikan dengan hati%hati dengan
konsentrasi vasokonstriktor minimal. .drenalin# merupakan salah satu yang paling
umum digunakan sebagai vasokonstriktors. Pada adrenalin dapat menyebabkan
glikogenolotik dan berinteraksi dengan insulin. Noradrenalin memiliki efek
gly!ogenolyti! yang kurang dibandingkan dengan adrenalin# sehingga lebih disukai
pada penderita diabetes. Pada umumnya jumlah vasokonstriktor dalam ampul sangat
ke!il Konsentrasi terbesar yang ,:-/#///" dan sehingga risiko sangat minimal.
$bat lain yang digunakan
.nalgesik ringan dan obat penenang yang digunakan yaitu yang mengandung
a!etaminophen *ylenol". Golongan kortikosteroid harus dihindari karena berefek
gly!ogenolyti!# sama halnya dengan golongan salisilat aspirin" karena berpotensi
terjadi hipoglikemik dari tablet antidiabetes.
Tingkat %lukosa Darah Pada Waktu Bedah.
$e!ara umum# tidak ada kadar glukosa darah khusus yang terjangkau untuk prosedur
darurat gigi. 0ika operasi tidak penting# maka lebih baik ditunda dan kadar glukosa
darah pasien dikontrol.
Perawatan Darurat
Untuk pengobatan darurat situasi seperti hiperglikemia dan hipoglikemia# insulin#
gula atau larutan gula# larutan garam# glukosa# dll harus tersedia di tempat praktik.
1ipoglikemia diabetes yang paling penting# presentasi ketika kadar glukosa darah di
bawah -- mg2,// ml. 1ipoglikemia ditandai oleh kelaparan# ke!emasan# kelelahan#
berkeringat# vertigo# gemetar# pu!at# sakit kepala# paresthesia# kejang%kejang dan
gangguan saraf. (alam lebih parah kasus# keringat berlebihan# otot hipertensi# lokal
atau umum kejang%kejang# dan akhirnya# kehilangan kesadaran# koma# dan kematian.
(iabeti! hiperglikemia berkembang perlahan%lahan# kurang berbahaya daripada
hipoglikemia. 1al ini ditandai dengan kelemahan# sakit kepala# mual# muntah# diare#
3erostomia# dehidrasi# dyspnea# dan# akhirnya# malaise dan mengakibatkan koma.
Pentingnya pe!eriksaan penun&ang
Pemeriksaan menunjang sangat penting karena memlaui pemeriksaan penunjang kita
dapat mengetahui kesehatan umum pasien sehingga kita dapat menentukan apakah
dapat di ekstraksi atau tidak.
Pemeriksaan penunjang dalam hal ini yang sesuai dengan skenario# meliputi :
Pemeriksaan gula darah 1aematologi!al test"
Untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah. $ekarang ini tes gula darah sangat
penting. *es ini dapat dilakukan di ruang praktek dokter sebelum pen!abutan dengan
menggunakan glu!ometer# suatu peralatan portabel yang dioperasikan dengan baterai.
$etetes darah dari pembuluh kapiler pada ujung jaring yang diletakkan pada test strip
setelah ditusuk oleh alat khusus dan dalam satu menit suatu anga numerik akan
mun!ul pada layar yang menunjukkan kadar gula darah orang tersebut. Kriteria
diagnostik diabetes mellitus menurut .meri!an (ental .sso!iation .(." yaitu bila
terdapat salah satu atau lebih hasil pemeriksaan gula darah berikut :
Kadar gula darah a!ak +asual Plasma Glu!ose" lebih atau sama dengan 4//
mg2d5
Kadar gula darah puasa 'asting Plasma Glu!ose" lebih atau sama dengan ,46
mg2d5
Kadar glukosa plasma lebih atau sama dengan 4// mg2d5 pada 4 jam setelah
beban glukosa 7- gram pada tes toleransi glukosa oral 4%hour Postload
Glu!ose"
Kadar Gula (alam (arah Normal (iabetes IG* I'G
Gula (arah Puasa 'asting Plasma
Glu!ose"
8 ,// mg2d5
8 -#6 mmol25
9 ,46 mg2d5
9 7#/ mmol25
,// : 3 8 ,46 mg2d5
6#, : 3 8 7#/ mmol25
Gula (arah 4 jam $etelah ;akan
4%hour Postload Glu!ose"
8 ,</ mg2d5
87#= mmol25
9 4// mg2d5
9 ,,#, mmol25
,</ : 3 8 4// mg2d5
7#= : 3 8 ,,#, mmol25
Gula (arah .!ak +asual Plasma
Glu!ose"
9 4// mg2d5
Pemeriksaan tekanan darah
Pada pasien dewasa tekanan darah systole yang normal berkisar antara ,</%
,6/2>/%>- mm1g dapat menjalani pen!abutan dengan aman# dimana pasien
dengan tekanan darah ,6/%,>/2>-%,,/ mm1g biasanya diberikan premedikasi
setengah jam sampai satu jam sebelum prosedur bedah ataupun pen!abutan#
terutama pasien yang dalam keadaan stress. Pasien dengan tekanan darah
diatas ,>/2,,/ mm1g tidak diperbolehkan menjalani perawatan dental yang
reguler.
?adiografi
*eknik radiografi utam yang digunakan dalam bidang bedah mulut adalah
sebagai berikut:
a. Proyeksi periapikal
b. ?adiografi panoramik
!. Proyeksi oklusal
d. Proyeksi lateral obli@ue mandibula
*eknik deteksi radiografik# pada dasarnya digunakan untuk menentukan
lokasi:
a. )enda asing
b. $isa akar dan fragmen gigi lain yang mengalami pergeseran ke jaringan
sekitarnya
!. Gigi impaksi dan supernumerary
d. Kalsifikasi jaringan lunak
e. 'raktur tulang
f. Akspansi dinding bukal atau lingual rahang
g. ?elasi gigi impaksi# akar# dsb. (engan struktur anatomi di sekitarnya
rongga hidung# sinus# maksillaris# dan saraf alveolaris inferior"
*est alergi pada kulit $kin test"
(ilakukan pemeriksaan test kulit untuk mengetahui apakah pasien tersebut
alergi dengan bahan anastesi atau tidak. Pasien kemudian di konsul ke lab
untuk menjalani tes alergi# bila ada ke!urigaan atau anamnesa menunjukkan
pasien memiliki riwayat alergi. Pasien dengan test kulit negative dan
mempunyai riwayat alergi positif memiliki kemungkinan reaksi sebesar ,%BC
dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 6/C#bila test positif.
$elain lokal anastesi ada beberapa obat dan subtansi lainnya yang dapat
menimbulkan alergi# yaitu : antibiotik# analgesik# obat%obatan an3iolyti!# dan
juga berbagai dental material atau produk dental lainnya. ;aka dokter gigi
dianjurkan untuk mempersiapkan diri untuk megatasi reaksi alergi dengan
obat%obatan adrenalin# hydro!ortisone# antihistamine# dan oksigen".