Anda di halaman 1dari 13

NAMA : KOKILA A/P SHUNGARAN

NIM : 102010364
TUGAS BLOK PENDEK 26 (OBAT TRADISIONAL)

1) ASSALAM HERBAL
Assalam Herbal terbuat dari ramuan rempah-rempah tradisional yang terbukti manjur dan
cocok untuk pengobatan berbagai macam penyakit yang berkaitan dengan otot dan urat
syaraf seperti antara lain sebagai obat asam urat, stroke, rematik, pegal linu, kejang otot,
nyeri persendian, diabetes, kesemutan, hipertensi, flu tulang, sakit kepala (migren),
demam, meriang, kolesterol dan lainnya.
Komposisi : Pegagan, Mamang Besar, Putri Malu, Meniran, Tempuyung, Temu Hitam.
Centella Asiatica (Pegagan)

Tanaman ini sering juga dinamakan antanan, panegowang, rendeng, caling rambut, antenan gede,
kos tekosan, pegaga, kori-kori. Pegagan bisa tumbuh hingga ketinggian 2.500 m diatas
permukaan laut. Jenisnya tumbuhan tanpa batang, dengan rimpang pendek dan stolon-stolon
yang merayap dengan panjang 10-80 cm. Akarnya keluar dari setiap bonggol, dengan cabang
yang akan membentuk tumbuhan baru. Helai daun bersifat tunggal (satu), panjang tangkai sekitar
5-15 cm dengan bentuk ginjal manusia.
Sebagai tanaman berkhasiat obat, pegagan telah dimanfaatkan terutama oleh masyarakat India,
Pakistan, Malaysia, dan Indonesia. Manfaat pegagan antara lain :
1. Meningkatkan ketahanan tubuh (panjang umur).
2. Membersihkan darah.
3. Memperlancar air seni.
4. Menyembuhkan lepra (penyakit menular kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae)
dan tuberkulosis (TBC).
5. Memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf otak.

6. Memperlancar transportasi darah pada pembuluh-pembuluh otak. Bahkan saat ini sudah
dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf.
7. Tanaman ini juga digunakan secara oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah
pada lengan dan kaki, mencegah varises, serta salah urat.
8. Selain dapat membantu meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh, pegagan juga
dapat membantu menyeimbangkan energy level serta menurunkan gejala stres dan depresi.
Penelitian mengenai khasiat pegagan telah banyak dilakukan. Manfaat yang berhubungan dengan
fungsi saraf dan otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Sebanyak 30 orang pasien anakanak yang menderita lemah mental menunjukkan kemajuan yang cukup berarti setelah diberi
perlakuan dengan ramuan pegagan selama 12 minggu.
Pada orang dewasa dan tua penggunaan Centella sangat baik untuk membantu memperkuat daya
kerja otak, meningkatkan memori, dan menanggulangi kelelahan. Centella juga bermanfaat bagi
anak-anak penderita Attention Deficit Disorder (ADD). Hal ini karena adanya efek stimulasi
pada bagian otak sehingga meningkatkan kemampuan seseorang untuk lebih konsentrasi dan
fokus. Disamping itu juga mempunyai efek relaksasi pada sistem saraf yang overaktif.
Penelitian lain menunjukkan, berbagai penyakit seperti skleroderma, gangguan pembuluh vena,
maupun gangguan pencernaan rata-rata dapat disembuhkan dengan ramuan itu hingga 80%
setelah 2 - 18 bulan.
Kandungan Kimia Pegagan Menurut buku :
Tanaman berkhasiat obat di Indonesia Jilid I (Prof. H. M. Hembing Wijaya, 1992), sifat kimiawi
pegagan rasa manis dan sejuk dan efek farmakologis anti infeksi, antitoxic, penurun panas dan
peluruh air seni.
Kandungan secara kimiawi : asiaticoside, isonthankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic
acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose,carotenoids, garam-garam mineral (kalium,
natrium, magnesium, kalsium, besi, vellarine, zat samak). Senyawa glikosida
triterpenoida (asiaticoside) mempunyai khasiat anti lepra (morbus hansen).

Gloriosa Superbal (Mamang Besar)

Nama lokal : Kumis kucing, Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba
(Jawa); Mao Xu Cao (China). Ciri-cirinya tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar di bagian
buku-bukunya, tinggi 1-2 m, batang segi empat agak beralur, berbulu pendek atau gundul. Daun
tunggal, bundar telur lonjong, lanset atau belah ketupat, berbulu halus, pinggir bergerigi kasar tak
teratur, kedua permukaan berbintik-bintik karena ada kelenjar minyak atsiri. Bunga berupa
tandan yang keluar di ujung cabang, warna ungu pucat atau putih (ada yang warna biru dan
putih), benang sari lebih panjang dari tabung bunga. Buah geluk wama coklat gelap. Tumbuh di
dataran rendah dan daerah ketinggian sedang dengan ketinggian tempat : 500 m - 900 m di atas
permukaan laut. Curah hujan tahunan : 3000 mm/tahun dengan intentsitas penyinaran matahari
yang tinggi.
Tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang. Pilih batang atau
cabang yang tidak terlalu tua, lalu dipotong menjadi stek-stek berukuran panjang 15 cm - 25 cm
atau beruas sekitar 2 buku - 3 buku.
Kandungan Kimia : Orthosiphonin glikosida, zat samak, minyak asiri, minyak lemak, saponin,
sapofonin, garam kalium, mioinositol dan sinensetin. Kalium berkhasiat diuretik dan pelarut batu
saluran kencing, sinensetin berkhasiat antibakteri.
Sifat dan Khasiat Herba : kumis kucing rasanya manis sedikit pahit, sifatnya sejuk. Berkhasiat
anti radang (anti-inflammatory), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan panas dan lembab,
serta menghancurkan batu saluran kencing. Bagian yang digunakan adalah seluruh tumbuhan,
baik yang segar maupun yang telah dikeringkan.
Indikasi Herba kumis kucing digunakan untuk pengobatan :
Infeksi ginjal (acute dan chronic nephritis)
infeksi kandung kemih (cystitis)
Sakit kencing batu
Encok (gout arthritis)
Peluruh air seni (diuretic)
Menghilangkan panas dan lembab

Mimosa Pudical (Putri Malu)

Tanaman ini dikenal dengan nama tumbuhan putri malu, si kejut, rebah bangun dan Han Xiu
Cao (China). Biasanya tumbuh di pinggir jalan, tanah lapang, tanaman ini cepat berkembang
biak di tanah. Batang bulat, berbulu dan berduri. Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk
lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada yang warna kemerah-merahan). Bila daun
disentuh akan menutup (sensitif plant). Bunga bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai.
Pemanfaatan dari tanaman putri malu beragam. Bagian yang dipakai adalah daun, akar, seluruh
tanaman, segar atau yang dikeringkan. Aturan pemakaiannya adalah 15 hingga 60 gram, direbus.
Sedangkan untuk pemakaian luar: Luka, radang kulit bemanah (piodermi) atau herpes dengan
cara dilumatkan, ditempelkan di tempat yang sakit. Akar dan bijinya memiliki khasiat lain untuk
merangsang muntah (dalam pemakaian dosis tinggi). Sifat kimiawi dan efek farmakologis adalah
manis, astringen, agak dingin, penenang (tranquiliser), sedative, peluruh dahak (expectorant),
anti batuk (antitusive), penurun panas (antipiretic), anti radang (anti-inflammatory), peluruh air
seni (diuretic). Kandungan kimia tanaman ini adalah Mimosine.
Ada beberapa penyakit yang dapat diobati dari tanaman ini, yaitu :
Susah tidur (insomnia)
Bronkhitis (chronic bronchitis)
Ascariasis
Radang mata akut
Batuk dengan dahak banyak
Panas tinggi
Radang kulit bernanah (piodermi)
Herpes
Reumatik
Cacingan dan
Pengobatan malaria
Kontra indikasi bagi wanita hamil, dilarang minum ramuan tersebut karena dapat membahayakan
janin.

Phylannus Urinalialin (Meniran)

Meniran merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di hutan-hutan,
ladang-ladang, kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah. Pada umumnya tidak
dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Tumbuhan ini dapat subur ditempat yang
lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Mempunyai
daun yang bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai
ukuran kecil dan berbentuk lonjong. Pada bagian bunga terdapat pada ketiak daun menghadap
kearah bawah.
Khasiat tanaman ini untuk pengobatan :
Sakit kuning
Ayan
Malaria
Demam
Batuk
Disentrie (mencret)
Haid berlebihan
Luka bakar dan koreng
Jerawat

Sonchus Arvensis (Tempuyung)

Tempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung,
seperti di tebing-tebing, tepi saluran air atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan
obat.
Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan
pada ketinggian 50 - 1.650 m diatas permukaan laut. mengandung getah putih, dengan akar
tunggang yang kuat. Batang berongga dan berrusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh dan
berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung
runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bungan bentuknya lebih kecil
dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol
yang tergabug dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama
kelamaan menjadi merah kecoklatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4
mm, pipih, berambut, coklat kekuningan.
Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut Lempung dan yang berdaun
besar dengan tinggi mencapai 2 meter disebut Rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya
pahit bisa dimakan sebagai lalap. Pengembang-biakan dengan biji.
Sifat dan Khasiat : Tempuyung rasanya pahit dan dingin. Berkhasiat menghilangkan panas dan
racun, peluruh kencing (diuretik), penghancur batu (lipotriptik), antiurolitiasis dan
menghilangkan bengkak.
Kandungan Kimia : Tempuyung mengandung a-laktuserol, b-laktuserol, manitol, inositol, silika,
kalium, flavonoid dan taraksasterol. Bagian yang digunakan adalah daun atau seluruh tumbuhan.
Tempuyung dapat mengatasi :
Batu sakuran kencing dan batu empedu
Radang usus buntu (apendistis)
Radang payudara (mastitis)
Disentri

Wasir
Beser mani (spermatorea)
Darah tinggi (hipertensi)
Pendengaran berkurang (tuli)
Rematik
Asam urat (Gout),
Memar, bisul, dan luka bakar
Efek Farmakologis : Hasil Penelitian menunjukkan pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol
daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro,
menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
1. Daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya
melarutkan batu ginjal: 2. Daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik dari pada
ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM 1991) Praperlakuan flavonoid fraksi asetat
daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetraklorida (CCI4) yang
diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM 1991)
Kapsul Prolipid yang diindikasikan untuk pengobatan kolesterol tinggi dan menjaga
kelangsingan tubuh juga mengandung tumbuhan obat ini
Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia (Dr. Setiawan Dalimartha Hadi)

Temu hitam (Curcuma Aeruginosa)

Temu hitam merupakan tumbuhan semak, batang berwarna hijau dan agak lunak karena
merupakan batang semu yang tersusun atas kumpulan pelepah daun, panjang batang kurang lebih
50 cm, dan tinggi tumbuhan dapat mencapai 2 meter.
Temu hitam merupakan tumbuhan yang dapat hidup secara liar di hutan-hutan jati, terutama di
Pulau Jawa dari ketinggian 400-1.750 meter di atas permukaan laut dan tumbuhan ini menyukai
tanah subur.

Daunnya berbentuk lanset lebar dengan helaian daun yang tipis, warna daun hijau sampai coklat
keunguan agak gelap. Bunga keluar dari ketiak daun atau samping batang. Bunga tertutup oleh 23 pelepah, panjang batang bunga 20-50 cm dan mahkota bunga berwarna krem sampai merah
jambu. Tumbuhan ini menghasilkan rimpang berukuran besar, bercabang merata dan merupakan
umbi batang. Temu hitam memiliki nama yang berbeda pada tiap daerah asalnya: Temu
Ireng(Jawa/Bali), Koneng Hideung (Sunda), Temo Erang (Madura); Temu Item, Temu
Erang (Melayu), Temu Hitam (Minangkabau); Temu Lotong (Bugis), Temu Leteng (Makassar).
Khasiat Temu Hitam (Temu Ireng) :
Menyuburkan kandungan
Cacingan
Ambeien
Nyeri haid
Peranakan turun (Peh)
Membersihkan darah setelah melahirkan
Batuk
Meningkatkan stamina (membantu memulihkan kesegaran)
Menambah nafsu makan dan mengobati gangguan pencernaan
Air kemih mengandung darah
Menetralkan racun dalam tubuh
Penyakit kulit misalnya koreng, kudis dan borok
Asma dan
Sariawan
Sumber Literatur :
Prof. HM. Hembing Wijayakusuma, ahli pengobatan trasidional dan akupunktur, Ketua
Umum Perhimpunan Pengobat Tradisional & Akupunktur se-Indonesia (Hiptri)

2) BAWANG DAYAK STAPROS


Berkhasiat: Secara Tradisional mengatasi kanker, termasuk kanker kista, payudara dan
rahim, gangguan haid, gondok, gangguan prostat dan ginjal, nyeri pinggang, gangguan
kemih (tidak lancar, berdarah, nyeri dan anyang-anyangan) dan pengapuran, serta
mengatasi sinusitis.
Komposisi: Terdiri dari Bawang Dayak, Temu Putih dan Cakar Ayam.
Bawang Dayak (Eleutherina Americana)

Bawang Dayak mempunyai nama latin Eleutherina americana. Dikenal juga dengan sebutan
bawang mekah, bawang seberang atau bawang arab. Bawang Dayak merupakan obat alami untuk
mengatasi berbagai penyakit degeneratif. Bawang Dayak adalah salah satu spesies tumbuhan
berbunga dan berumbi di hutan Kalimantan yang biasa digunakan oleh masyarakat pedalaman
menjadi obat/ramuan tradisional.
Bawang Dayak secara empiris banyak digunakan dalam pengobatan herbal dan terbukti berhasil
dengan baik dalam proses penyembuhan. Pengalaman menunjukkan tanaman ini dapat
meningkatkan efek farmakologi khasiat tanaman herbal lain.
Bawang Dayak ini tumbuh di pegunungan pada ketinggian 600 2.000 m dpl. Di Kalimantan
Barat bawang dayak ditanam pada ketinggian 1 200 m dpl, dengan pH tanah 6 7.
Tanah Subur dan struktur remah, kandungan bahan organiktinggi, pertanaman terluas dilakukan
di lahan gambut dengan produksi yang cukup baik dapat mencapai 5 ton/ha. Bagian yang
ditanamadalah umbinya dan yang bermanfaat sebagai obat kanker payudara. Selain itu daunnya
juga bermanfaat sebagai pelancar air susu ibu (ASI). Bentuk dan warna bawang ini mirip dengan
bawang merah.

Bagian bawang membentuk rumpun, termasuk tanaman perdu. Dalam waktu 6 bulan umbi sudah
bisa diambil dengan tinggi sekitar 20 cm. Tanaman ini menghendaki tanah yang gembur subur
dengan campuran bahan organik dengan jarak tanam 15 x 20 cm. Bawang dayak ini dapat
dipanen dengan tanda tanaman sudah mengeluarkan bunga.
Bawang dayak mempunyai kandungan kimia yang terdiri dari senyawa-senyawa Alkaloidd,
Saponon Triterfenoid, Steroid, Glikosida, Tanin, Fenolik dan Flavonoid.
Manfaat
Dari pengalaman beberapa penderita kanker payudara, benjolan sebesar kelereng dapat
disembunyikan dengan mengkonsumsi bawang dayak.
Bawang dayak dikombinasi dengan tanaman herbal lain (kunyit putih atau mahkota dewa)
terbukti mampu mengatasi berbagai penyakit antara lain keluhan prostat, kanker kista,
payudara/rahim, gangguan haid, asam urat, nyeri otot dan sendi (arthritis), nyeri pinggang,
dispepsia (nyeri, mual, kembung), radang usus, maag, gastritis, gangguan lever, dan hepatitis,
gangguan kemih (tidak lancar, nyeri/anyang-anyang, berdarah), diabetes, hipertensi, obesitas
(kegemukan), gangguan seksual (lemah syahwat, ejakulasi dini, kurang gairah),
ashma/bronkhitis, sinusitis, tonsilitis, gondok, pengapuran, menghambat proses penuaan dan
peremajaan sel-sel dan metabolisme dalam tubuh, meningkatkan stamina dan vitalitas (olah
raga/bekerja), daya tahan tubuh, serta berkhasiat sebagai anti infeksi, anti bakteri, anti radang
serta membersihkan darah.
Cara pemakaian untuk kanker :
1. Cuci 5 7 siung bawang dayak diiris tipis, direbus dengan 5 gelas air tinggal 3 gelas.
2. Air diminum 3 x sehari
3. Untuk hari ke 2, rebusan dapat ditambah air dan direbus kembali.
4. Untuk penyembuhan kanker payudara dilakukan dengan mengkonsumsi selama 40 hari
berturut-turut dan jika belum sembuh dapat dilanjutkan seminggu kemudian, selama 40
hari lagi.
5. Selama pengobatan dihindari memakan makan berupa vetsin, lemak, daging dagingan,
dan yang mengandung fermentasi seperti tape, tempe, dan soft drink mengandung
alkohol, dan gas.

Temu Putih (Curcuma Zedoria)

Umumnya, temu putih ditanam sebagai tanaman obat, dapat ditemukan tumbuh liar pada tempattempat terbuka yang tanahnya lembab pada ketinggian 0-1.000 m dpl. Sosok tanaman ini mirip
dengan temulawak dan dapat dibedakan dari rimpangnya. Temu putih banyak ditemukan di
Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Ambon, Hingga Irian. Selain itu, Juga di
budidayakan di India, Banglades, Cina, Madagaskar, Filipina, dan Malaysia.
Terna tahunan ini tingginya dapat mencapai 2 m. Batangnya merupakan batang semu yang
dibentuk dari pelepah-pelepah daun yang tumbuh dari rimpangnya. Daun tunggal, bertangkai
panjang. Helaian daun berbentuk runcing, tetapi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau
dengan sisik kiri-kanan ibu tulang daun terdapat semacam pita memanjang berwarna merah
gelap atau lembayaung, panjang 25-70 cm, lebar 8-15 cm.
Bunga majemuk berbentuk bulir yang tandannya keluar langsung dari rimpang, panjang tandan
20-25 cm, bunga mekar secara bergiliran dari kantong-kantong daun pelindung yang besar.
Mahkota bunga berwarna putih dengan garis tepi merah tipis. Rimpang induk bentuknya jorong
membulat dan mengluarkan rimpang cabang yang cukup banyak dan tumbuh kearah samping,
ukurannya lebih kecil, bentuknya memanjang dan mudah dipatahkan. Dari rimpangnya keluar
akar-akar yang kaku dan pada ujungnya terdapat kantong air. Warna rimpangnya putih dengan
hati yang berwarna kuning muda. Bentuk buah bundar, berserat, segitiga, kulitnya lunak dan
tipis. Biji bentuknya lonjong, berselaput, ujungnya bewarna putih.
Daun rasanya seperti serai sehingga bisa digunakan untuk memasak ikan. Rimpang muda dapat
ditambahkan kedalam salad. Perbanyakan dengan rimpang dan pemisahan anak.

Sifat dan Kasiat : Rimpang temu putih rasanya sangat pahit, pedas dan sifatnya hangat, berbau
aroamtik, dengan afinitas ke meridian hati dan limpa. Temu putih termasuk tanaman obat yang
menyehatkan darah dan menghilangkan sumbatan, melancarkan sirkulasi vital energi (qi) dan
menghilangkan nyeri. Rimpang temu putih berkasiat antikanker, anti radang (antiflogistik),
melancarkan aliran darah, fibrinolitik, tonik pada saluran cerna, peluru haid (emenagong), dan
peluru kentut.
Kandungan Kimia : Rimpangan temu putih mengandung 1-2,5% minyak menguap dengan
komposisi utama sesquiterpene. Minyak menguap tersebut mengandung lebih dari 20 komponen
seperti curzerenone (zedoarin) yang merupakan komponen terbesar, curzerene,
pyrocurcuzerenone, curcumin, curcumemone, epicurcumenol, curcumol (curcumenol),
isocurcumenol, procurcumenol, dehydrocurdone, furanodienone, isofuranodienone, furanodiene,
zederone, dan curdione. Selain itu mengandung flavonoid, sulfur, gum, resin, tepung, dan sedikit
lemak. Curcumol dan curdione berkasiat antikanker.
Menurut hasil penelitian american institute cancer report ( new york time ) 1 juni 1999 dan juga
oleh pakar fakultas farmasi ataupun pau bioteknologi serta ppot ugm yogyakarta dalam temu
putih ini selain mengandung rip, juga mengandung :
- zat anti lipid peroksida untuk mengobati darah tinggi, asam urat, jantung koroner, dan diabetes
- zat curcumin (anti inflamasi) untuk mengobati radang hidung /polip, radang
tenggorokan/amandel, asam lambung (maag), nyeri haid, keputihan dan ambeien.

Cakar Ayam (Selaginella doederleinii Hieron)

Cakar ayam memiliki nama latin Selaginella doederleinii Hieron, termasuk ke dalam famili
tumbuhan Selaginellaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah rumput solo atau cemara
kipas gunung. Dalam farmakologi cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa manis dan
bersifat hangat.Tumbuhan ini termasuk divisi Pteridophyta yaitu paku-pakuan. Banyak tumbuh
pada tebing-tebing, jurang dan tempat-tempat teduh berhawa dingin, di ketinggian < 750m dpl.

Batang tegak, tinggi 15 - 35cm, akar keluar pada percabangan. Daunnya kecil-kecil, panjang 4 5 mm lebar 2 mm, bentuk jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna daun bagian atas hijau
tua, bagian bawah hijau muda. Daun tersusun di kiri kanan batang induk sampai ke
percabangannya yang menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.
Khasiat tanaman obat cakar ayam bersifat anti piretik (penurun panas), anti toxic, anti kanker
(anti neoplastik), hemostatik (menghentikan pendarahan), anti bengkak (anti oedem), pembersih
darah dan stomakikum.
Kandungan kimia tumbuhan cakar ayam yang sudah diketahui antara lain: Saponin, Phytosterol
dan Alkaloid. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah seluruh tanaman , baik dalam
keadaan segar atau kering.