Anda di halaman 1dari 16

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Percepatan gravitasi merupakan suatu tetapan ukuran suatu objek yang ekivalen dengan
1 g, dengan nilai sebesar nilai sebesar 9,80665 m/s . Nilai tersebut merupakan ketetapan yang
diukur dari atas permukaan laut, sedangkan untuk tempat-tempat lainnya percepatan gravitasi
memiliki nilai 9,81 m/s . Di dalam eksperimen fisika, penentuan nila g (Percepatan Gravitasi)
dapat diukur dengan berbagai metoda. Bentuk-bentuk paling sederhana misalnya dengan
menggunakan pegas atau bandul yang diketahui konstanta-konstantanya. Dengan melakukan
pengukuran dapat ditentukan nilai percepatan gravitasi di suatu tempat, yang umumnya
berbeda dengan tempat lain.
Pada penelitian terdahulu, penentuan percepatan gravitasi bumi pernah dilakukan dengan
metoda sistem bandul fisis dengan nilai g (Percepatan Gravitasi) yang diperoleh dari
penggunaan metode tersebut adalah sebesar 9,4 m/s selain itu pernah juga dilakukan
penentuan nilai percepatan gravitasi bumi (g) pada percobaan ayunan matematis
menggunakan bahasa pemrograman borland delphi 7.0 dengan nilai g (percepatan gravitasi)
yang diperoleh dari penggunaan metode tersebut adalah sebesar 9.892 m/s Tujuan dari
percobaan dengan menggunakan ayunan matematis berbasis logger pro ini yaitu agar dapat
mengetahui dan membandingkan besar dari percepatan gravitasi yang diperoleh secara
eksperimen dengan nilai percepatan gravitasi yang telah ditetapkan dan digunakan di seluruh
dunia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu gaya gravitasi ?
2. Apa itu Gravitasi Bumi ?
3. Bagaimana Hukum Gravitasi Newton?
4. Bagaimana Hukum Gravitasi Universal ?
5. Bagaimana Percepatan Gravitasi ?
6. Bagaimana Gerak dari Planet ?
7. Bagaimana Penerapan Hukum Gravitasi Newton ?
8. Bagaimana Energi Potensial Gravitasi ?

2

1.3 Tujuan
1. Mengetahui apa itu Gaya Gravitasi
2. Mengetahui apa itu Gravitasi Bumi
3. Mengetahui Hukum Gravitasi Newton
4. Mengetahui Bagaimana Hukum Gravitasi Universal
5. Mengetahui Percepatan Gravitasi
6. Mengetahui Gerak dari Planet
7. Mengetahui Penerapan Hukum Gravitasi Newton
8. Mengetahui Bagaimana Energi Potensial Gravitasi
















3

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN GAYA GRAVITASI
Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang
mempunyai massa di alam semesta.
Contoh : Sebuah apel jatuh ke tanah diakibatkan oleh gaya gravitasi bumi yang menarik apel
tersebut ke pusat gravitasi bumi.
Kenapa kalau kita jatuh, pasti jatuhnya ke bawah? atau mengapa jika kita melempar
suatu benda ke atas benda tersebut selalu jatuh lagi ke bawah? Kalau kita berjalan, duduk,
berdiri, tidur, mengapa semua benda di bumi ini seakan-akan menempel di permukaan
bumi/lantai atau tanah? Jawabannya adalah karena adanya suatu gaya yang menarik kita
selalu menuju ke bawah.
Gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah itu disebut gaya gravitasi. Gaya gravitasi
terdapat pada semua benda. Semakin besar massa/berat benda tersebut, semakin besar pula
gaya gravitasi yang ditimbulkannya.
Bumi kita merupakan bola yang sangat besar, sehingga bumi memiliki gaya gravitasi yang
besar pula yang dapat menarik segala benda yang berada di dekatnya (rumah, manusia, batu,
binatang, bahkan juga bulan dan satelit yang mengelilingi bumi kita). Oleh karena itulah,
walaupun kita berada di bagian bawah bola bumi, kita tidak akan jatuh karena ada gaya
gravitasi bumi yang arahnya menuju pusat bola bumi.
Diri kita juga adalah sebuah benda yang memiliki gaya gravitasi. Tapi mengapa pulpen,
buku, atau benda-benda kecil di sekeliling kita tidak menempel pada tubuh kita? Ya tentu
saja, karena gaya gravitasi tubuh kita kalah oleh gaya gravitasi bumi yang kita diami ini. Lalu
mengapa burung, balon udara, pesawat terbang, roket, tidak tertarik oleh gaya gravitasi bumi?
Hal itu dikarenakan benda-benda tersebut memiliki gaya lain yang dapat melawan gaya
gravitasi, sehingga mereka bisa melayang/lepas tidak tetap lengket/menempel pada
permukaan bumi.
Sumber :
Satriawan,Mirza.2012
Prof . Dr.H.Bayong Tjasyono HK.,DEA.2009
4

2.2 PENGERTIAN GAYA GRAVITASI BUMI
Sering kita melihat buah yang jatuh dari pohonnya. Misalkan saja mangga di musim
berbuahnya. Di pagi hari kita banyak mendapatkannya sudah berada di tanah tepat di bawah
pohonnya. Seringkali juga kita melihat berita di televisi, adanya pesawat yang jatuh ketika
terjadi cuaca yang buruk di atmosfer. Mungkin yang lebih sering terjadi pada kita adalah
sesuatu yang kita pegang ternyata lepas dan jatuh ke tanah. Kesemua contoh di atas
menunjukkan bahwa semua yang jatuh pasti akan menuju ke tanah, ke permukaan bumi.
Bukan malah melayang ke langit.
Jatuhnya benda-benda ke permukaan bumi dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi.
Gaya ini sering disebut sebagai gaya tarik bumi. Hal ini dikarenakan gaya ini selalu menarik
semua benda menuju permukaan bumi.
Gaya gravitasi bumi mempengaruhi semua benda di permukaan bumi atau di
dekatnya. Bahkan bulan pun terpengaruh oleh gaya ini. Gaya gravitasi bumi menyebabkan
benda-benda memiliki berat sehingga tidak melayang di udara dan tidak terlempar ke
angkasa.
Kekuatan gaya gravitasi bumi terhadap benda dipengaruhi oleh jarak benda dari pusat
bumi. Semakin jauh letak benda dari pusat bumi, maka gaya gravitasinya semakin kecil.
Misalkan saja astronot. Ketika astronot telah berada di luar angkasa, maka astronot akan
terasa lebih ringan dan melayang-layang. Hal ini dikarenakan tidak ada gaya gravitasi bumi
yang berpengaruh padanya, karena jarak astronot terhadap pusat bumi sudah sangat jauh,
sehingga mereka tidak memiliki berat dan dapat melayang-layang.
Berbeda dengan benda yang berada dekat dengan permukaan bumi. Benda yang dekat
dengan permukaan bumi akan memiliki berat dan apabila jatuh, maka gerak jatuh benda
tersebut semakin cepat apabila benda telah mendekati tanah. Dan setelah benda berada di
tanah, maka benda tersebut akan tetap berada di tempatnya karena gaya gravitasi tetap
bekerja.
Pernahkah kalian menjatuhkan kapas dan batu bersama-sama? Pernahkah kalian
menjatuhkan dua kertas bersama-sama, yang satu berbentuk lembaran dan satunya diremas
berbentuk gumpalan dengan berat yang sama? Jika kalian pernah melakukan pasti kalian
mendapati bahwa batu lebih dulu mencapai tanah dibandingkan kapas. Dan juga gumpalan
kertas lebih dulu dibandingkan selembar kertas. Mengapa bisa demikian? Ada yang bilang
5

bahwa berat lah yang menyebabkan kedua benda tersebut berselang ketika mencapai tanah.
Berat lah yang menyebabkan kecepatan jatuh kedua benda tersebut berbeda. Mungkin untuk
batu dan kapas terlihat beralasan dan masuk akal karena selisih berat kedua benda tersebut
jauh. Sehingga seakan-akan beratlah yang menentukan perbedaan kecepatan jatuh kedua
benda tersebut. Tetapi untuk kertas yang berbentuk lembaran dan gumpalan, perbedaan berat
tersebut tidak dapat diterima dan tidak bisa menjadi alasan yang menyebabkan kecepatan
jatuh kedua kertas tersebut berbeda. Karena kedua kertas tersebut memiliki berat yang sama.
Yang berbeda hanyalah bentuknya, yang satu berbentuk lembaran dan satunya berbentuk
gumpalan. Nah, dapat disimpulkan bahwa berat suatu benda tidak mempengaruhi kecepatan
jatuh suatu benda, tidak mempengaruhi gaya gravitasi bumi sebagai pemicu benda jatuh dan
memiliki kecepatan jatuh. Akan tetapi bentuklah yang berpengaruh pada kecepatan jatuh
benda. Mengapa bentuk? Bukannya berat benda?
Jika kita melihat dua kertas yang sama beratnya, yang satu berbentuk lembaran dan
satunya berbentuk gumpalan jatuh bersama-sama. Maka didapatkan gumpalan kertas lah
yang jatuh duluan ke tanah. Hal ini dikarenakan luas permukaan gumpalan kertas lebih kecil
dibandingkan kertas lembaran. Sehingga, gesekan udara terhadap gumpalan kertas lebih kecil
dibandingkan terhadap kertas lembaran. Kertas yang berbentuk lembaran akan mendapatkan
gaya gesek udara yang lebih besar, karena luasan yang lebih besar dan lebar, gaya gesek ini
bersifat menahan dan berlawanan dengan arah gaya gravitasi, sehingga gerak jatuh kertas
lembaran akan lebih lambat dibandingkan kertas gumpalan.
Bagaimana jika bumi tidak memiliki gaya gravitasi? Sudah tentu kita akan melayang-
layang dan terlempar ke ruang angkasa, karena kita tidak memiliki berat. Tidak hanya kita
manusia, benda hidup maupun benda mati lainnya juga akan seperti itu. Sungai, danau, dan
lautan akan mengering karena air dengan mudah menghilang ke angkasa. Lapisan atmosfer
bumi yang terdiri dari berbagai macam gas akan habis terbang ke angkasa. Batu-batu akan
beterbangan seperti halnya balon gas yang terus menuju angkasa.
Sumber :
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2175860-pengertian-gravitasi-bumi-gravitasi-
bulan/#ixzz1bOWkndAL
http://gudangmakalah.blogdetik.com/?s=gravitasi+bumi&searchbutton=go%21

6

2.3 HUKUM GRAVITASI NEWTON
Menurut Newton jika ada dua benda bermassa didekatkan maka antara keduanya itu akan
timbul gaya gravitasi atau gaya tarik menarik antar massa. Besarnya gaya gravitasi ini sesuai
dengan hokum Newton yang bunyinya sebagai berikut; Semua benda di alam akan menarik
benda lain dengan gaya yang besarnya sebanding dengan hasil kali massa partikel tersebut
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak nya.
Permasalahan di atas telah dikaji oleh Sir Isaac Newton pada abad 16 masehi. Newton
mengemukakan, bahwa ternyata ada suatu gaya pada suatu jarak yang memungkinkan dua
benda atau lebih untuk berinteraksi. Istilah tersebut oleh Michael Faraday, pada abad 18
diubah menjadi istilah medan. Adapun pengertian medan adalah tempat di sekitar suatu
besaran fisis yang masih dipengaruhi oleh besaran tersebut dalam suatu entitas Ter-
tentu. Sebagai contoh, gaya gravitasi akan bekerja pada massa suatu benda yang masih
berada dalam medan gravitasi suatu benda atau planet. Jika medan gravitasi sudah dapat
diabaikan, maka sebuah massa yang berada di sekitar besaran benda tersebut tidak dapat
dipengaruhi. Dengan demikian, dapatlah kamu pahami, mengapa daun yang massanya lebih
kecil dibanding bulan yang massanya jauh lebih besar dapat ditarik bumi. Dalam
penelitiannya, Newton menyimpulkan, bahwa gaya gravitasi atau gaya tarik-menarik dapat
berlaku secara universal dan sebanding oleh massa masing- masing benda dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda.

Secara matematis Hukum Newton tentang gravitasi dapat dituliskan sebagai berikut:





2
r
Mm
G F =

M
m
F F
r
7


Keterangan: F= gaya gravitasi (N)
M = massa benda 1 (kg)
m = massa benda 2 (kg)
r = Jarak kedua benda (m)
G = konstanta gravitasi (6,67 x 10
-11
) N.m
2
/kg
2

Sumber :
Prof . Dr.H.Bayong Tjasyono HK.,DEA.2009
Tanudidjaja,M.M . 1996
http://www.slideshare.net/search/slideshow?searchfrom=header&q=gravitasi+bumi

2.4 HUKUM GRAVITASI UNIVERSAL
Kita dapat menjabarkan, dengan cara yang sederhana, hukum gravitasi universal dengan
memulainya dari fakta-fakta empiris yang telah ditemuka Kepler. Untuk memudahkan analisa
kita anggap bahwa planet - planet bergerak dalam lintasan yang berbentuk lingkaran dengan
jejari r, dengan kelajuan konstan v.
Karena planet bergerak dalam lintasan lingkaran maka planet mengalami percepatan
sentripetal yang besarnya diberikan oleh :

........................................ Pers 1
dengan T adalah periode planet mengelilingi matahari. Percepatan ini tentunya disebabkan
oleh suatu gaya yang mengarah ke pusat lingkaran (ke matahari). Besar gaya ini tentunya
sama dengan massa planet m dikali percepatan sentripetalnya, sehingga besar gaya tadi dapat
dirumuskan sebagai :

................................................ Pers. 2
Hukum Kepler ketiga dapat kita tuliskan sebagai :
8

.................................................... Pers. 3
dengan k adalah suatu konstanta kesebandinga. Dengan persamaan hukum Kepler ketiga ini,
besar gaya pada persamaan 2 dapat ditulis sebagai :

..................................... Pers. 4
dengan k
0
adalah suatu konstanta. Karena gaya ini mengarah ke pusat lingkaran, yaitu ke
matahari, tentunya logis bila dianggap bahwa gaya tersebut disebabkan oleh matahari.
Berdasarkan hukum ketiga Newton, tentunya akan ada gaya juga yang bekerja pada
matahari oleh planet, yang besarnya sama dengan gaya di pers. (4). Tetapi karena sekarang
bekerja pada matahari, tentunya konstanta k
0
di pers. (4) mengandung massa matahari M
sehingga logis bila diasumsikan bahwa terdapat gaya yang saling tarik menarik antara planet
dan matahari yang besarnya diberikan oleh :

.................................................... Pers. 5
Newton, setelah mengamati hal yang sama pada bulan dan pada benda-benda yang jatuh
bebas di permukaan bumi, menyimpulkan bahwa gaya tarik menarik tadi berlaku secara
universal untuk sembarang benda. Gaya tadi kemudian dinamai sebagai gaya gravitasi. Jadi
antara dua benda bermassa m1 dan m2 yang terpisah sejauh r terdapat gaya gravitasi yang
perumusannya diberikan oleh :


dengan ^r12 adalah vektor satuan yang berarah dari benda pertama ke benda kedua.
(Notasi 12, berarti pada benda pertama oleh benda kedua).

Konstanta G dalam persamaan gravitasi universal, dapat ditentukan melalui eksperimen.
Pengukuran yang teliti untuk nilai G dilakukan oleh Cavendish. Sekarang nilai konstanta
gravitasi universal diberikan oleh :


Dalam penjabaran di atas, diasumsikan bahwa benda pertama dan kedua adalah suatu
titik massa. Untuk benda yang besar, yang tidak dapat dianggap sebagai titik massa maka
9

sumbangan dari masing-masing elemen massa harus diperhitungkan. Untuk itu diperlukan
perhitungan-perhitungan kalkulus integral. Salah satu hasil capaian Newton, dia berhasil
menunjukkan, dengan bantuan kalkulus integral, bahwa sebuah benda berbentuk bola (juga
kulit bola) dengan distribusi massa yang homogen, akan memberikan gaya gravitasi ada
sebuah titik massa di luar bola tadi dengan massa bola seolah-olah terkonsentrasi pada titik
pusat bola. Dengan ini kita dapat misalnya menganggap gaya gravitasi bumi seolah-olah
disebabkan oleh sebuah titik massa yang berada pada pusat bumi.
Hukum Kepler kedua, untuk kasus lintasan planet yang berbentuk lingkaran, hanya
menunjukkan bahwa kelajuan planet mengelilingi matahari konstan. Tetapi untuk kasus
lintasan yang sesungguhnya, yaitu yang berbentuk elips, hukum kedua Kepler menunjukkan
tentang kekekalan momentum sudut. Lihat gambar

Daerah yang disapu oleh garis yang menghubungkan planet dengan matahari dalam
suatu selang waktu t diberikan oleh :


................................... Pers. 8

sehingga pernyataan bahwa untuk selang waktu yang sama daerah yang disapu sama,
sama dengan menyatakan bahwa besaran berikut ini konstan

................................................................... Pers. 9


10

Tetapi bila ini kita kalikan dengan massa planet, akan kita dapatkan bahwa besaran m!r2
yang tidak lain sama dengan besar total momentum sudut sistem (dengan matahari sebagai
titik referensi). Jadi dalam sistem planet matahari, gaya gravitasi tidak menimbulkan
perubahan momentum sudut.
Sumber :
Rosidi, I. 1983
Sunardi.1988

2.5 PERCEPATAN GRAVITASI
Percepatan gravitasi disebut juga kuat medan gravitasi. Percepatan gravitasi adalah
percepatan suatu benda akibat gaya gravitasi. Gaya gravitasi bumi tidak lain merupakan berat
benda, yaitu besarnya gaya tarik bumi yang bekerja pada benda. Jika massa bumi M dengan
jari-jari R, maka besarnya gaya gravitasi bumi pada benda yang bermassa m dirumuskan:

2
R
Mm
G F = , karena F w= dan mg w= , maka:
2
R
Mm
G mg =

2
R
M
G g =
Keterangan: g = percepatan gravitasi (m/s
2
)
M = massa benda 1 (kg)
R = jri-jri bumi (m)
G = konstanta gravitasi (6,67 x 10
-11
) N.m
2
/kg
2

a) Percepatan gravitasi pada ketinggian tertentu
Apabila suatu benda berada pada ketinggian tertentu dari permukaan bumi maka
percepatan gravitasinya dapat kita tentukan sebagai berikut:
11



2
r
M
G g =

( )
2
h R
M
G
B
+
=



Keterangan: G= percepatan gravitasi (m/s
2
)
M
B
= massa bumi
R= jari-jari bumi (m)
h = ketinggian benda dari permukaan bumi (m)
b) Percepatan gravitasi pada kedalaman tertentu
Apabila suatu benda berada pada kedalaman tertentu (d) dari permukaan bumi
maka percepatan gravitasinya dapat kita tentukan sebagai berikut:




Misalkan massa jenis rata-rata bumi adalah , maka massa bumi yang bagian dalam dapat
dicari sebagai berikut:
. V M =
( ) t .
3
4
3
d R =

M
B
P
h
R
r
R
d
(R-d)
12

Maka percepatan gravitasi pada kedalam d adalah:
( )
( )
2
3
.
4
3
d R
d R
G g

=
t

( )
4
3 d R
G

=

Sumber :
Seminar IPBA. 2002
Sunardi.1988


2.6 GERAK DARI PLANET
1. Hukum I Kepler
Bunyi hukum I Kepler: Lintasan setiap planet mengelilingi matahari merupakan
sebuah elips dengan matahari terletak pada salah satu titik fokusnya


2. Hukum II Kepler
Bunyi hukum II Kepler: Setiap planet bergerak sedemikian sehingga suatu garis
khayal yang ditarik dari matahari ke planet tersebut mencakup daerah dengan luas
yang sama dalam waktu yang sama
3. Hukum III Kepler
Bunyi hokum III Kepler: Kuadrat periode planet mengitari matahari sebanding
dengan pangkat tiga rata-rata planet dari matahari.

Hubungan diatas dapat dituliskan:

3
2
1
2
2
1
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
R
R
T
T

13

2.7 PENERAPAN HUKUM GRAVITASI NEWTON
1. Menentukan massa bumi
Jika massa bumi m
B
dan jari-jari bumi R= 6,38 x 10
6
m, maka massa bumi dapat dicari dari
persamaan :
2
R
m
G g
B
= ,
G
gR
m
B
2
=
2. Menentukan massa matahari
Sudah diketahui bahwa jari-jari rata-rata orbit bumi adalah 1,5x10
11
m, dan periode bimi
mengelilingi matahari adalah 1 tahun (3x10
7
s). Dengan menyamakan gaya gravitasi
matahari dan gaya sentripetal maka didapatkan:
s g
F F =
r
v
m
r
m M
G
B
B M
2
2
=
G
r v m
M
B B
m
2
=
G
r
T
r
m
M
B
m
2
2
|
.
|

\
|
=
t

2
3 2
4
GT
r m
M
B
m
t
=
Sumber :
Tanudidjaja,M.M . 1996
Prof . Dr.H.Bayong Tjasyono HK.,DEA.2009




14

2.8 ENERGI POTENSIAL GRAVITASI
Usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi sebuah benda bermassa M (yang
diasumsikan berada di titik pusat koordinat) pada benda lain yang bermassa m, yang
menyebabkan perpindahan benda kedua dari jarak r
a
ke r
b
diberikan oleh:


Tanda minus dalam gaya di atas karena arah gayanya adalah ke pusat koordinat. Jelas
dari hasil di atas bahwa gaya gravitasi adalah gaya konservatif. Karena itu kita dapat
mendefinisikan konsep energi potensial gravitasi melalui
(

)
Bila kita asumsikan ra berada pada jauh tak hingga, dan rb = r, dan diasumsikan pada
titik jauh tak hingga potensial gravitasinya lenyap (=nol), maka kita dapatkan


Untuk suatu ketiggian dekat permukaan bumi, maka kita pilih pada pers. (7.13) ra =
R, jejari bumi (=jarak permukaan bumi dari pusatnya), dan rb = R+h. Kemudian diasumsikan
bahwa U(R) = 0, maka kita peroleh energi potensial gravitasinya:
(

) (


)


Tetapi besaran

tidak lain dari percepatan gravitasi bumi g, sehingga untuk


ketingggian dekat permukaan bumi



Sumber :
Raharto,M.2002
Satriawan,Mirza.2012


15

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang
mempunyai massa di alam semesta.
Menurut Newton jika ada dua benda bermassa didekatkan maka antara keduanya itu akan
timbul gaya gravitasi atau gaya tarik menarik antar massa. Besarnya gaya gravitasi ini sesuai
dengan hokum Newton yang bunyinya sebagai berikut; Semua benda di alam akan menarik
benda lain dengan gaya yang besarnya sebanding dengan hasil kali massa partikel tersebut
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak nya.
Jatuhnya benda-benda ke permukaan bumi dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Gaya
ini sering disebut sebagai gaya tarik bumi. Hal ini dikarenakan gaya ini selalu menarik semua
benda menuju permukaan bumi.
3.2 SARAN
Makalah saya ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kritik dan saran yang
membangun sangat saya harapkan dari para pembaca sekalian demi tercapainya
kesempurnaan dari makalah kami ini kedepannya.













16

DAFTAR PUSTAKA

Prof . Dr.H.Bayong Tjasyono HK.,DEA.2009. Ilmu kebumian dan Antariksa. Bandung :
Pasca sarjana UPI.
Raharto,M.2002.Alam Semesta Sebagai Laboratorium Pendidikan : MIPA.
Rosidi, I. 1983.Jagat Raya.Jakarta : Ghalia Indonesia.
Satriawan,Mirza.2012. Fisika dasar . Fmipa : UPI.
Sunardi.1988.Penelitian Anomali Bouger Percepatan Gravitasi Gunung. FMIPA : UGM.
Seminar IPBA. 2002. Pendidikan Sepanjang Hayat. : Fisika FPMIPA : UPI.
Tanudidjaja,M.M . 1996. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Jakarta : Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2175860-pengertian-gravitasi-bumi-gravitasi-
bulan/#ixzz1bOWkndAL
http://gudangmakalah.blogdetik.com/?s=gravitasi+bumi&searchbutton=go%21
http://www.slideshare.net/search/slideshow?searchfrom=header&q=gravitasi+bumi