Anda di halaman 1dari 11

0

MAKALAH FARMASETIKA
GARGARISMA













Kelompok 6 :
Desi Aryani
Effendy Sigalingging
Eninta Kartagena Ginting
Freddyhan Pratama Suhargo
Gerardo Laudus
Juwita ENS
Sekar Alinda N




Universitas Indonesia
Depok
2013
1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia Nya, tim
penulis dapat menyelesaikan makalah yang membahas tentang sediaan obat
gargarisma.
Dengan selesainya makalah ini, tim penulis mengucapkan terimakasih kepada
berbagai pihak yang telah membantu dalam proses penulisan makalah ini.
Tim penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih memiliki berbagai
kekurangan. Oleh karena itu tim penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun terhadap makalah ini.
Akhir kata tim penulis mengucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila
selama penyusunan tugas ini penulis melakukan kesalahan.

Depok, 8 Desember 2013


Tim Penulis













2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang 3
1.2 Rumusan masalah 3
1.3 Tujuan 3
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Definisi 4
2.2 Sejarah Obat kumur 4
2.3 Jenis-jenis Gargarisma 5
2.4 Tujuan Penggunaan Gargarisma 6
2.5 Formula dan Bahan Gargarisma 6
2.6 Syarat-syarat Bahan Gargarisma 7
2.7 Resep dan Cara Pembuatan 7
2.8 Penandaan dan Penyimpanan 8
2.9 Cara Pemakaian 8

BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan 9
3.2 Saran 9
DAFTAR PUSTAKA 10









3


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Larutan ialah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut, kecuali
dinyatakan lain sebagai pelarut digunakan air suling. Pernyataan kelarutan berarti
bahwa 1 g zat padat atau 1 ml zat cair tersebut larut dalam sejumlah ml pelarut
Kelarutan suatu zat harus selalu diketahui sebelum zat tersebut dilarutkan dengan
sejumlah pelarut, untuk menjamin jumlah pelarut yang diberikan itu cukup untuk
melarutkan.
Misalnya bila zat A mudah larutdalam air, maka dibutuhkan minimal 1 10
ml air untuk melarutkan setiap 1 g zat tersebut sehingga bila zat yang akan
dilarutkan sejumlah 2 gram maka sekurang- kurangnya 2-20 ml air yang
diperlukan untuk melarutkan zat tersebut.
Melarutkan zat sebaiknya dilakukan di dalam erlemyer (terlebih lagi bila zat
nya mudah menguap harus dengan Erlenmeyer bertutup) kecuali bila dibutuhkan
pengadukan dan atau untuk mereaksikan suatu zat maka dapat dilakukan di
beaker gelas atau lumpang.
Untuk larutan sebelum dimasukkan kedalam wadah maka perlu disaring
dengan penyaring kertas , namun bila zatnya oksidator maka dapat digunakan
glass woll sebagai penyaring. Salah satu sediaan bentuk larutan adalah
Gargarisma atau obat kumur yang digunakan untuk pencegahan atau pengobatan
infeksi tenggorokan.

1.2 Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud gargarisma dan apa saja jenis-jenisnya
b. Apa tujuan pemakaian gargarisma
c. Bahan dan kandungan apa yang terdapat di dalam gargarisma
d. Bagaimana cara membuat gargarisma
e. Bagaimana cara menggunakan gargarisma

1.3 Tujuan
a. Memberikan informasi tentang definisi, tujuan pemakaian dan jenis-jenis
gargarisma
b. Memberikan informasi tentang kandungan dan isi gargarisma
c. Memberi tahu cara pembuatan dan penggunaan gargarisma
4

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Gargarisma
Definisi obat kumur (gargarisma/gargle) menurut FI III adalah sediaan berupa
larutan, umumnya pekat yang harus diencerkan terlebih dahulu sebelum
digunakan, dimaksudkan untuk digunakan dalam pencegahan atau pengobatan
infeksi tenggorokan. Menurut Backer (1990), obat kumur adalah larutan yang
biasanya mengandung bahan penyegar nafas, astrigen, demulsen, atau surfaktan
atau antibakteri untuk menyegarkan dan pembersihan saluran pernapasan yang
pemakainnya dengan berkumur.
2.2 Sejarah Gargarisma
Bukti antroplogi mengenai resep untuk membersihkan gigi dan menyegarkan
napas pada budaya Mesir kuno, Cina, Yunani, dan Romawi. Orang Mesir kuno
menggunakan air, madu, dan berbagai rempah-rempah. Urin dipopulerkan orang
Yunani kuno sebagai obat kumur, halini dikuatkan oleh Pedanius Dioscorides
(sekitar 40-90 AD) dalam pharmacopeia-nya. Orang romawi kuno juga memakai
urin, sampaiditemukan bahwa urin orang romawi tidakcukup fit bagi mereka,
sehingga harus mengimpor urin Portugis dengan harga selangit.
ObatKumurAlkohol
Alkohol digunakan dalam obat kumur sebagai pelarut dari beberapa senyawa
kimia, seperti eucalyptol, mentol, metilsalisilat dan timol. Sebenarnya, alcohol
dalam obat kumur tersebut tidak membunuh bakteri tetapi hanya digunakan
sebagai pembawa minyak esensial, yang merupakan bahan aktif dalam formula.
Alkohol justru dapat menyebabkan halitosis (bau mulut) karena, alcohol
menyebabkan mulut menjadi lebih kering, produksi saliva dalam rongga mulut
menurun. Hal ini menyebabkan bakteri gram negative yang terdapat pada rongga
mulut lebih mudah berkembang biak. Bakteri ini akan bereaksi dengan sisa-sisa
makanan secara anaerobic. Hasil dari reaksi ini, salah satu nya adalah gas
hydrogen sulfide yang memiliki bau tidak sedap.
Sebuah penelitian dilakukan kepada orang-orang yang berjumlah lebih dari
3200 orang olehtimUniversitas Melbourne dan telah menemukan bahwa obat
kumur meningkatkan risiko kanker mulut hingga 9 kali lipat pada perokok dan 5
5

kali lipat pada peminum. Peningkatan ini terjadi pada produk yang menggunakan
etanol.
2.3 Jenis-jenis Gargarisma
Berdasarkan komposisinya, Saragin dan Gershon (1972) menggolongkan obat
kumur dalam berbagai jenis, yaitu;
1. Obat kumur untuk kosmetik; terdiri atas air (dan biasanya alcohol), flavor,
dan zat pewarna. Biasanya mengandung surfaktan dengan tujuan
meningkatkan kelarutan minyak atsiri.
2. Obat kumur yang mempunyai tujuan utama untuk menghilangkan bakteri
yang biasanya terdapat dalam jumlah besar dalam saluran nafas. Komponen
antiseptic dari obat kumur ini memegang peranan utama untuk mencapai
tujuan tersebut.
3. Obat kumur yang bersifatsebagai astringent, dengan maksud memberi efek
langsung pada mukosa mulut, juga mengurangi flokulasi dan presipitasi
protein ludah sehingga dapat dihilangkan secara mekanis.
4. Obat kumur yang pekat yang penggunaannya perlu diencerkan terlebih
dahulu.
5. Obat kumur yang didapar, aktifitasnya tergantung pada pH larutan. Pada
suasana alkali dapat mengurangi mucinous deposit dengan dispersidari
protein.
6. Obat kumur untuk deodorant, tergantung dari aktifitas antibakteri, atau
mekanisme lain untuk mendapatkan efek tersebut.
7. Obat kumur untuk terapeutik, diformulasikan untuk meringankan infeksi,
mencegah kariesgigi dan untuk meringankan kondisi patologis pada mulut,
gigi atau tenggorokan.
Salah satu bahan yang sering digunakan sebagai obat kumur adalah zinc
klorida. Zink klorida adalah zat hygroskopik mudah larut dalam air dan spiritus.
Larutan yang encer biasanya keruh, karena terbentuk HCl dan zinkoksiklorida,
tetapi dengan penambahan sedikit HCl atau zat yang bereaksi asam akan jernih
kembali. Asam salisilat dapat juga melarutkan kembali zink oksiklorida, asal saja
kadar ZnCl tidak melebihi 4%. Umumnya garam-garam Zn jangan dicampur
dengan tannin, zat sama lainnya. Alkali karbonat, borax, sapones alkali fosfat.
6

Melarutkan zink klorida sebaiknya dengan air banyak. Bila tidak akan timbul
endapan setelah disaring.
2.4 Tujuan Penggunaan Gargarisma
Obat kumur atau gargarisma digunakan untuk tujuan yang nonsistemik.
Gargarisma digunakan sebagai pencegah infeksi pada tenggorokan dengan tujuan
agar obat yang terkandung di dalamnya dapat langsung mengenai selaput lendir
yang terdapat di sepanjang tenggorokan. Obat ini tidak ditujukan sebagai
pelindung selaput lendir itu sendiri, maka bentuk suspensi dan obat yang bersifat
lendir tidak cocok digunakan sebagai obat kumur.
Menurut Saragin dan Gershon (1972), secara garis besar, obat kumur dalam
penggunaanya dibedakan menjadi 3 yaitu:
1. Sebagai kosmetik, hanya membersihkan, menyegarkan, dan/atau
menghilangkan bau mulut.
2. Sebagai terapeutik, untuk perawatan penyakit pada mukosa atau ginggiva,
pencegahan karies gigi atau pengobatan infeksi saluran pernafasan.
3. Sebagai kosmetik dan terapeutik
2.5 Formula dan Bahan Gargarisma
Formula suatu gargarisma pada umumnya terdiri dari :
zat berkhasiat
zat penyedap rasa dan bau
zat pembawa
Untuk memberikan warna menarik kedalalm suatu formula gargarisma
biasanya ditambahkan suatu pewarna. Warna yang umum digunakan adalah warna
kuning, merah, hijau. Sebagai pewarna biasanya disesuaikan dengan aroma yang
digunakan.
Zat berkhasiat yang digunakan antaralain; fenol, kalium permanganat, povidon
iodida, timol, eucalyptol, hexatidine, metilsalisilat, menthol,
chlorhexidinegloconat, benzalcolonium clorida, cetyltyridiniumclorida, hidrogen
peroksida, domiphen bromide, dan kadang kadang fluoride, enzimdan kalsium.
Zat-zat yang berkhasiat adsrtingen misalnya (kalium klorat, seng
klorida,tawas) atau zat-zat yang bersifat anti jamur (misalnya asam salisilat,
7

gentian violet). Bahan-bahan pada obat kumur antara lain; air, pemanis, seperti
sorbitol dannatrium sakarin, dan alkohol (sekitar 20 %).
Obat-obat kumur bermerek biasanya mengandung pengawet seperti natrium
benzoat untuk mempertahankan kesegaransetelah sekali dibuka.
2.6 Syarat-syarat Bahan Gargarisma
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh obat kumur antara lain:
a. Membasmi kuman yang menyebabkan gangguan kesehatan gigi dan
mulut
b. Tidak menyebabkan iritasi
c. Tidak mengubah indera perasa
d. Tidak mengganggu keseimbangan flora mulute.
e. Tidak meningkatkan resistensi mikrobaf.
f. Tidak menimbulkan noda pada gigi
2.7 Resep dan Cara Pembuatan
Berikut ini adalah salah satu contoh resep dan cara pembuatan gargarisma.
R/ Etanol 15%
Gliserin 10%
Polyoksietilen-hydrogenated 2%
Na-Sakarin 0.15%
Na-Benzoat 0.05%
Perasa q.s.
Na-Fosfat 0.1%
Pewarna q.s.
Air Murni 72.7 %
Cara Pembuatan :
Siapkan alat dan bahan
Larutkan Gliserin dan polyoksietilen-hydrogenated castor oil dalam air
Larutkan perasa dalam etanol, masukkan dalam capmuran (2) hingga
larut sempurna
Larutkan Na-sakarin, Na-benzoat dan Na-fosfat, kemudian larutkan
dengan campuran (3)
Saring semua campuran


8

2.8 Penandaan dan Penyimpanan
Sediaan gargarisma disimpan dalam sebuah wadah berupa botol warna susu
atau wadah lain yang cocok.
Untuk penandaan, pada obat harus tertera beberapa hal meliputi:
1. Petunjuk pengenceran sebelum digunakan
2. Hanya untuk kumur, tidak ditelan
2.9 Cara Pemakaian
Penggunaan Gargarisma secara efektif dianjurkan karena hampir selalu terjadi
kondisi di mana kebersihan mulut jelek karena penyikatan gigi masih sakit.Cara
pemakaian sediaan gargarisma yang tepat contohnya pada Betadine Gargle
:Kumurkan secukupnya pada rongga mulut atau tenggorokan selama paling
sedikit menit. Dapat diulangi selang 1-4 jam. Berkumurlah teratur 2 kali sehari,
pagi dan malam hari sebelum tidur, akan membebaskan anda dari sakit
tenggorokan dan bau mulut.Penakaian obat kumur harus sesuai dengan takaran
yang di anjurkan dan janganterlalu sering. Pemakaian terlalu banyak akan
membuat dinding mulut terinfeksi. Selain itu mulut sebetulnya membutuhkan
jenis flora normal tertentu untuk menyeimbangkanasam di dalam mulut, jika obat
kumur terlalu banyak dipakai flora normal yang pentingini akan ikut terbilas habis
dan akan menimbulkan bau mulut.Alcohol yang terdapat didalam obat kumur juga
bisa menimbulkan efek samping,efek sampingnnya bisa mengurangi produksi air
liur, akibatnya bau mulut dan ganguan pengecapan.










9

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Gargarisma adalah sediaan berupa larutan, umumnya pekat yang harus
diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan, dimaksudkan untuk digunakan
dalam pencegahan atau pengobatan infeksi tenggorokan. Berdasarkan
komposisinya, obat kumur digolongkan dalam berbagai jenis, yaitu; Obat kumur
untuk kosmetik, Obat kumur untuk menghilangkan bakteri, Obat kumur sebagai
astringent, Obat kumur pekat, Obat kumur yang didapar, Obat kumur untuk
deodorant, Obat kumur untuk terapeutik. Formula suatu gargarisma pada
umumnya terdiri dari zat berkhasiat, zat penyedap rasa dan bau, dan zat pembawa.
Wadah gargarisma dapat berupa botol warna susu atau wadah lain yang cocok.
Gargarisma digunakan dengan cara dikumurkan secukupnya pada rongga mulut
atau tenggorokan selama paling sedikit menit. Dapat diulangi dalam selang 1-4
jam.
3.2 Saran
Gargarisma merupakan obat luar yang tidak bisa dipergunakan sebagai obat dalam
karena dapat memberikan efek buruk yang cukup besar terhadap kesehatan, seperti iritasi
lambung. Oleh karena itu, gunakan gargarisma sesuai dengan cara pemakaiannya dan
jauhkan dari jangkauan anak kecil. Untuk hasil kesembuhan yang baik, gunakan
gargarisma sesuai aturan dan simpan pada wadah, tempat, dan suhu yang sesuai.











10

DAFTAR PUSTAKA
Farmakope Indonesia Edisi III
http://farmasibidangkumerryst.blogspot.com/2013/01/sediaan-liquid-
farmasi.html
http://mylifemyjoymytears.blogspot.com/2011/02/mothwash-sebuah-
pendekatan-dari.html
http://www.wikihow.com/Use-Mouthwash-Properly

Anda mungkin juga menyukai