Anda di halaman 1dari 8

Pengantar Ilmu Hypnotherapy

(Pengenalan mengenai dunia Hypnotherapy)


Mikha Khannaniel Pranowo. CH, CHt, CI
(author of L.O.V.E)
Kata Pengantar...
Di era globaliasi ini pengobatan sudah semakin maju, dulu orang sakit TBC belum
di temukan obatnya sekarang sudah bisa mendapatkan obatnya dengan mudah di
apotek dan puskesmas, dulu orang sakit diare harus meminum air rebusan daun
jambu sekarang sudah bisa dengan ekstrak daun jambu yang sudah di kapsulkan.
Sungguh cepat dan luar biasa ilmu pengobatan di era modern ini.
Begitupun dengan pengobatan secara mental (psikologis) yang mana jaman dahulu
seseorang yang di anggap sakit itu semuanya di anggap kerasukan roh jahat dan
mengeluarkannya dengan cara di adakanya ritual khusus untuk mengeluarkan roh
jahat yang ada dari padanya. Di era sekarang penyembuhan sudah terbagi dalam
dua macam yaitu yang pertama yang saya jelaskan di atas (penyembuhan fisik) dan
juga secara psikologis.
Perihal penyembuhan secara psikologis pun yang dulunya di anggap sebagai hal
yang mistik dan hanya bisa di lakukan oleh orang dengan kesaktian tertentu dan
kemampuan tertentu ternyata mampu di ilmiahkan dan di terjemahkan secara ilmu
pengetahuan oleh para pakar psikologi modern, dan ilmu psikologipun mulai
bercabang dan menjadi berbagai disiplin ilmu terapan psikologi, salah satunya
adalah terapi menggunakan hypnosis (Hypnotherapy).
Meskipun masih banyak psikolog yang menentang dan memblokir akses ke
keilmuan yang sebenarnya berhubungan dekat dengan ilmu psikologi (di
karenakan alasan hypnosis itu ini dan itu) namun ternyata banyak juga psikolog
yang sudah mau membuka matanya lebar-lebar dan memberikan dirinya
tercerahkan dengan ilmu psikologi terapan ini.
Dan dengan hadirnya ebook singkat ini kiranya boleh menambah pengetahuan
dasar tentang adanya ilmu penyembuhan psikologi terapan ini, dan tanpa
menciptakan percikan api yang menghanguskan ilmu yang seharusnya bisa saling
membantu satu sama lain.
Semarang, 12 september 2014
Dasar Keilmuan Hypnotherapy
Bagi sebagian besar praktisi hypnosis pasti kenal dengan ilmu hypnotherapy,
namun tahukah anda kalau belajar hypnosis saja itu belum bisa menjadikan anda
seorang therapist, meskipun dasar dari keilmuan hypnotherapy sendiri ialah
hypnosis ?
Seperti anda ketahui, jika kembali mengenang sejarah hypnosis pada masa Mesmer,
apakah di katakan bahwa ada penemuan stage hypnosis (hypnosis pertunjukan ?)
tidak ! Justru mesmer menggunakan media besi magnet untuk di gosokan pada
bagian tubuh pasien yang sakit yang mana memberikan efek sentuhan khas yang
membekas di diri masing-masing pasien, sehingga mereka merasa ada kesembuhan
setelah berobat ke mesmer.
Atau ketika Eliotson dan Esdaile melakukan percobaan dengan mesmerism
(nama hypnosis jaman itu) untuk melakukan pembedahan dan operasi kecil pada
saat belum di temukannya ether atau bius lainnya ?
Dan setelah Braid menemukan bahwa fenomena mesmerism yang di anggap mistik
juga klenik sebagai fenomena yang alamiah dan bisa di jelaskan secara ilmiah serta
mampu di praktekan sebagai buktinya, maka hypnosis secara resmi di terima
sebagai alat bantu pengobatan kedokteran.
Dan kembali lagi pada pertanyaan tadi justru timbul pertanyaan ? jika seorang
stage hypnotist biasa belum bisa dikatakan layak untuk memberikan terapi, maka
bagaimana dengan seorang hypnotherapist yang boleh bermain stage hypnosis ?
dan bagaimana jadinya mana kala seorang hypnotherapist membenci stage
hypnosis karena dianggap mempermalukan diri orang lain ?
Mari kita kupas dan kita bahas semua itu bersama dengan apa saja yang harus di
lakukan seorang hypnotherapist sebenarnya dalam menemukan penyebab dan
membantu proses penyembuhan agar benar-benar terjadi ? mari kita kupas habis
lewat ebook kecil nan mini ini.
Monggo :D
Stage Hypnotist Hypnotherapist
Judul tersebut sepertinya cukup mewakili jawaban pertama yang anda bayangkan
mungkin di benak anda, bahwa beda dan sangat berbeda seorang stage hypnotist
dengan seseorang yang memang memiliki kemampuan di bidang hypnotherapy,
bukan saya mengatakan bahwa seorang hypnotherapist itu harus berlisensi seorang
psikolog atau psikiater untuk mengatakan bahwa dia adalah mampu menjadi
seorang hypnotherapist, NO.. NO..NO... :p
Maka seseorang di sebut sebagai hypnotherapist apabila :
1. Menguasai dasar-dasar ilmu hypnosis dan mampu menjelaskan mekanisme
yang terjadi pra dan pasca hypnosis berlangsung
2. Mampu menemukan penyebab pasti dari akar permasalahan yang di derita
dan akibat yang di timbulkan oleh seorang klien
3. Mampu memberikan dan menanamkan sugesti baru agar menjadi nilai yang
baru bagi klien yang datang kepadanya
4. Jika kesembuhan tidak di dapati dalam 6 kali pertemuan, maka ia harus
berbesar hati dan menyerahkan pada yang lebih professional
5. Berjiwa besar apa bila memang membutuhkan bantuan lain seperti konselor
rohani, konselor pernikahan, psikiater, psikolog jika memang di perlukan
Itulah yang bisa saya sampaikan di bab ini tentang perihal bagaimana seseorang
pantas di sebut sebagai hypnotherapist.
Kadang kala ada hypnotherpist nekat dalam arti :
1. Dia seorang praktisi hypnosis dasar yang mencoba mengobati klien dengan
cara seadanya (entah itu dengan hanya melihat dari naskah, entah hanya
memberikan motivasi, atau entah malah tanpa sengaja memberikan efek
sugesti yang baru namun ternyata menambah buruk keadaan).
2. Dia seorang praktisi hypnotherapy namun sok-sokan memberi saran yang
sebenarnya bukan dalam wilayah keilmuannya (tidak bersertifikasi untuk
itu), misal memberikan nasehat gizi untuk diet, atau memberikan saran
penggunaan obat ini dan itu (Hindari ya, berbahaya kalau memang anda
tidak berijazah untuk itu !)
Seorang stage hypnotist bisa menjadi seorang hypnoterapist asalkan belajar dan
memiliki pendamping dalam belajar yang tentunya bersertifikasi sebagai pengajar,
(tapi kadang kalau cuma sertifikasi doang sih banyak, jadi pintar-pintar cari yang
beneran berilmu yah). Di karenakan seorang stage hypnotist biasa saya akui bisa
belajar dari video show atau hanya dari buku-buku yang banyak di jual di pasar
(bahkan ebook sayapun yang gratis juga ada :p hahaha).
Namun seorang stage hypnotist yang melakukan terapi tanpa adanya ilmu
tambahan untuk melakukan terapi di takutkan jika memberikan dampak yang
nantinya buruk karena bukannya menghilangkan malah menambahi beban (akar
belum di cabut malah di beri pupuk lagi, makin subur dong :p)
Dan juga seorang hypnotherapist harus juga adalah seorang yang setidaknya
menguasai aplikasi hypnosis dasar yaitu stage hypnosis, karena apa ? Karena
dalam stage hypnosis juga di ajarkan teori tentang building rapport (membangun
ketertarikan satu sama lain) dan memperlancar diri supaya terhindar dari keseleo
lidah saat memberikan sugesti, meskipun tidak semua hypnotherapist jago bermain
stage hypnosis. Tapi setidaknya harus mengetahui dan agar menjadi aplikasi dasar
sebelum melangkah pasti menuju ke tingkat hypnotherapist dan professional
hypnotherapist.
4 hal yang harus di pahami dalam melakukan
hypnotherapy
Peringatan !
Bab ini menjelaskan tentang apa yang menjadi 4 tahap melakukan hypnotherapy
sebagai pengetahuan, lebih lanjutnya wajib mendapatkan bimbingan khusus untuk
benar-benar melakukan hal ini, buku panduan hypnotherapy saja belum cukup, dan
bimbingan wajib di dapatkan sebelum benar-benar melakukan apa yang di tuliskan
di sini yang hanya sebagai pengetahuan saja ! Melanggar tanggung sendiri
akibatnya !
1. Sugesti dan pembayangan pasca hypnosis
Dalam fase pertama ini sebenarnya secara sederhana di katakan sebagai
pemaknaan dan pemotivasi diri untuk menjalani hypnotherapy, semisal ada
seseorang datang kepada kita dan mengatakan ingin berhenti merokok, dan sesi ini
bisa di lakukan pertama kali sebelum kita menemukan dan bertanya perihal
penyebab masalah yang terjadi, yaitu dengan memberikan motivasi kuat supaya ia
benar-benar nantinya bisa berhenti merokok dan meskipun melihat rokok ia kan
tetep kukuh pendiriannya untuk berhenti merokok. Namun cara ini di angap kurang
berhasil jika hanya ini yang di lakukan dalam melakukan proses hypnotherapy.
Dan inilah yang disebut Charles Tebbets sebagai terapi plester (bandaid therapy),
karena sering kali penyempurnaanya hanya bersifat sementara. (Hunter, 2011 :
42).
2. Menemukan Penyebab
Dalam fase berikut inilah mulai akar permasalahan di temukan sebagai penyebab
terjadinya akibat-akibat yang terjadi, misal penyebab perihal saya merokok,
ternyata bukan di permasalahkan akibat yang di teorikan oleh Sigmund Freud yaitu
teori psikoseksual bagian oral (mulut) namun ternyata adalah karena
permasalahan cinta (hypnotherapist juga manusia bro n sis). Dan setelah saya
menemukannya saya mampu menyelesaikan dengan tehnik yang ada dan puji
Tuhan boleh normal kembali dan saya mampu menerima diri saya apa adanya.
Beberapa kesalahan tentang hal ini ialah terkadang prasangka hypnotherapist
sendiri terhadap akar masalah klien yang menyebabkan kinerja trans pada therapist
(therapist directed) yang seharusnya kita hanya menjadi operator yang
membimbing klien menuju ke akar permasalahannya sendiri (teori ini di sebut
client centered, lebih lengkap baca pencetus teori ini yaitu Carl Rogers).
3. Pelepasan
Dan jika akar permasalahan sudah di temukan apa penyebabnya dan apa akibat
dari akar permasalahan yang mengakar di bawah sadar itu, maka di lakukanlah
penggunaan tehnik-tehnik yang sebelumnya di gunakan misalnya Regresi dan
penggunaan affect brigde (sebagai jembatan yang menjembatani antara akar
masalah dan kejadian yang mengikuti (akibatnya) ). Dan bisa di gunakan parts
therapy atau ICT (informed Child Tehnique) jika memang hal itu berhubungan
dengan masa kecil klien, atau penggunaan tehnik lain seperti gesalt dialouge, chair
therapy, forgiveness therapy, theater method, dsb (bergantung permasalahannya).
4. Pembelajaran Ulang Bawah Sadar
Setelah 3 hal di atas sudah di lakukan, saatnya pembelajaran bawah sadar bisa di
lakukan, ketika semuanya sudah di lepaskan sudah di cabut dari bawah sadar,
pikiran di ibaratkan seakan luka dan ada bekas-bekas lubang yang terbuka yang
boleh jadi bisa di obati dengan pembelajaran ulang bawah sadar, dan pembelajaran
bawah sadar ini membuat seseorang benar-benar menanamkan apa yang tadi sudah
menjadi sugesti yang di setujui bersama dan menjadi penutup lubang-lubang yang
terbuka tadi serta menjadi sudut pandang baru agar klien melihat apa yang di
lihatnya menjadi sesuatu yang berbeda dan menjadi sesuatu yang lebih baik ketika
ia merasakan perbedaan sebelum dan sesudah menjalani proses hypnotherapy.
Dan sekiranya tulisan saya ini boleh menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi para
pembelajar baik muda tua, laki perempuan, senior junior semuanya boleh punya
boleh membaca dan sumber saya sertakan sebagai bahan referensi untuk
mempunyainya (jika anda berminat).
Sumber :
Hunter, C. Roy 2011 : Seni Hipnoterapi (terj), Indeks : Jakarta