Anda di halaman 1dari 4

[Type the document title]

Analisis Besi (Fe) Dalam Air Secara Spectrophotometric Dengan Metoda ASTM
D 1068 - 96 1

A. Judul Praktikum :
Analisis Besi (Fe) Dalam Air Secara Spectrophotometric Dengan Metoda ASTM D
1068 - 96
B. Tanggal Praktikum :
6 Januari 2011
C. Tujuan Praktikum :
1. Siswa dapat melakukan analisis besi (Fe) dalam air secara spectrophotometric
dengan metoda ASTM D 1068 96 dengan baik dan benar sesuai dengan
prosedur yang tersedia.
2. Siswa dapat menentukan dan menghitung kadar besi (Fe) dalam air secara
spectrophotometric dengan metoda ASTM D 1068 - 96 dengan baik dan
benar.

D. Prinsip Dasar :
Ion Besi (III) dalam suasana asam dan panas direduksi oleh larutan
hidroksilamin menjadi besi (II). Ion besi (II) dengan larutan ortho phenantrolin skan
membentuk kompleks Fe(Phen)
3
2+
yang berwarna merah dalam suasana pH 6. Warna
yang terbentuk di ukur absorbansinya pada panjang gelombang 510 nm.

E. Dasar Teori :

F. Alat dan Bahan :
Alat yang digunakan :
a. Beaker Glass
b. Labu Ukur
c. Pipet Gondok
d. Spektrophotometer
e. Tabung Contoh
f. Water Batch
Bahan yang digunakan :
a. Hydroxyl Ammin Chlorida (HONH
3
Cl) 10 %.
[Type the document title]

Analisis Besi (Fe) Dalam Air Secara Spectrophotometric Dengan Metoda ASTM
D 1068 - 96 2

b. Asam Sulfat (H
2
SO
4
) 2 %
c. O-Phenantroline 0.25 %

G. Prosedur kerja :
1. Pipet 10 ml contoh air, masukkan ke dalam Beaker Glass 100 ml.
2. Buat standarisasi Fe pada 0, 0.5, 1.5, 2.0 dan 2.5 ppm.
3. Tambahkan masing-masing standar dan contoh air dengan 5 ml H
2
SO
4
2%.
4. Tambahkan 5 ml O-Phenantroline 0.25 %.
5. Tambahkan 5 ml Hydroxyl Ammin Chlorida (HONH
3
Cl) 10 %.
6. Panaskan diatas air mendidih (Water Batch) 5 menit, kemudian
dinginkan.
7. Setelah dingin masukkan kedalam labu ukur 50 ml dan tepatkan
volumenya dengan H
2
O sampai tanda batas, kemudian kocok dan biarkan
60 menit.
8. Contoh dimasukkan kedalam tabung contoh untuk diukur absorbansnya
dengan alat spektrofotometer pada 510 m.
9. Buat kurva kalibrasi dari absorbansi terhadap jumlah besi (ppm).

H. Data Pengamatan :
Standar Besi (Fe) :
Nama No Standar Absorbance


Standar Besi (Fe)
0.0 ppm
0.5 ppm
1.0 ppm
1.5 ppm
2.0 ppm
2.5 ppm
0.000
0.094
0.189
0.284
0.379
0.412

5.3191
5.2910
5.2817
5.2770
6.0680
Faktor

5.4474

Sampel :
No Nama Sampel ml sampel Absorbance kadar
1 03 10 ml 0.005 0.1362 ppm
[Type the document title]

Analisis Besi (Fe) Dalam Air Secara Spectrophotometric Dengan Metoda ASTM
D 1068 - 96 3

2
3
4
5
6
04
05
06
07
08
10 ml
10 ml
10 ml
10 ml
10 ml
0.007
0.005
0.003
0.004
0.011
0.1907 ppm
0.1362 ppm
0.0817 ppm
0.1089 ppm
0.2996 ppm

1. Sampel 03
Fe =

ppm
2. Sampel 04
Fe =

ppm
3. Sampel 05
Fe =

ppm
4. Sampel 06
Fe =

ppm
5. Sampel 07
Fe =

ppm
6. Sampel 08
Fe =

6 ppm





I. Pembahasan :
1. Fungsi penambahan larutan pereaksi Hydroxyl Ammin Chlorida (HONH
3
Cl) 10
% adalah untuk mereduksi Fe
3+
menjadi Fe
2+
.
2. Warna merah yang ditunjukkan saat penambahan O-Phenantroline 0.25 % pada
sampel menujukkan bahwa ion Fe
2+
membentuk ion kompleks Fe(Phen)
3
2+
.
3. Dalam analisis Besi (Fe) dalam air secara spectrophotometric dengan metoda
ASTM D 1068 96 digunakan panjang gelombang 510 nm , karena panjang
[Type the document title]

Analisis Besi (Fe) Dalam Air Secara Spectrophotometric Dengan Metoda ASTM
D 1068 - 96 4

gelombang tersebut dapat membaca absorbansinya, atau dengan kata lain panjang
gelombang maksimum.
J. Kesimpulan :
Berdasarkan hasil analisis Besi (Fe) dalam air secara spectrophotometricd Metoda
ASTM D 1068 96 terhadap sampel dengan nomor 03, 04, 05, 06, 07, dan 08 di
dapatkan kadar Besi (Fe) yaitu :
No Nama Sampel ml sampel Absorbance kadar
1
2
3
4
5
6
03
04
05
06
07
08
10 ml
10 ml
10 ml
10 ml
10 ml
10 ml
0.005
0.007
0.005
0.003
0.004
0.011
0.1362 ppm
0.1907 ppm
0.1362 ppm
0.0817 ppm
0.1089 ppm
0.2996 ppm

K. Daftar Pustaka :