Anda di halaman 1dari 1

PENYIAPAN SAMPEL

Sampel seringkali tidak langsung dianalisis, sehingga harus disimpan terlebih dahulu. Wadah
penyimpanan dan tempat penyimpanan harus diperhatikan, sehingga tidak menimbulkan perubahan-
perubahan yang signifikan pada sampel yang akan dianalisis.
Yang harus diperhatikan:
1. Suhu : suhu yang meningkat menyebabkan zat yang bersifat volatile menguap
Suhu rendah menyebabkan terendapkannya analit yang mempunyai kelarutan
rendah dalam pelarut tertentu.
2. Kelembaban: perubahan kelembaban berpengaruh pada kandungan air pada zat yang
bersifat higroskopis
3. Radiasi UV : menginduksi reaksi-reaksi fotokimia
4. Udara : mengoksidasi sampel yang mudah teroksidasi
Dalampenyimpanan:
1. Zat anorganik : wadah plastic. Karena zat seperti K, Na, Br, silikat dapat dilepaskan oleh wadah
gelas
2. zat organic : wadah gelas

PRA PERLAKUAN SAMPEL (SAMPEL PRETREATMENT)
Dilakukan untuk mengkondisikan sampel sehingga siap untuk dianalisis.
Contoh:
1. Memanaskan sampel yang mengandung analit tahan panas, untuk menghilangkan pengaruh
kandungan air.
2. Menimbang sampel sebelum dan sesudah pemanasan, sehingga kandungan air dapat diketahui
3. Memisahkan analit dengan teknik pemisahan tertentu: destilasi, sentrifugasi, filtrasi, ekstraksi
Teknik pra perlakuan yang sering digunakan:
1. Analisis langsung
Sediaan cair dapat dianalisis langsung atau diencerkan/ dipekatkan lebih dulu. Contoh
langsung: zat volatile, tidak langsung/pengenceran: kromatografi (diencerkan dengan fasa
gerak)
2. Ekstraksi padat-cair
Ekstraksi sediaan padat (tablet) dengan pelarut yang dapat melarutkan sempurna
3. Ekstraksi cair-cair
Untuk memekatkan analit dalam sampel