Anda di halaman 1dari 55
• Besaran Fisis A • Gerak 1D & 2D • Hukum Gerak Newton B •
• Besaran Fisis
A
• Gerak 1D & 2D
• Hukum Gerak
Newton
B
• Aplikasi Hukum
Newton
• Kerja & Energi
C
• Kekekalan
Energi
• Momentum
D
• Gerak Rotasi
• Gravitasi
E
• Gerak Periodik
• Mekanika
Fluida
F
• Gelombang &
Bunyi
Subtopik
Subtopik

Kecepatan dan Percepatan Sudut

Rotasi dengan Percepatan Sudut Konstan

Hubungan antara Kinematika Linier dan Kinematika

Sudut

Energi dalam Gerak Rotasi

Teorema Sumbu Sejajar

 Hubungan antara Kinematika Linier dan Kinematika Sudut  Energi dalam Gerak Rotasi  Teorema Sumbu
Tujuan Instruksional Khusus
Tujuan Instruksional Khusus
• Besaran Fisis A • Gerak 1D & 2D • Hukum Gerak Newton B •
• Besaran Fisis
A
• Gerak 1D & 2D
• Hukum Gerak
Newton
B
• Aplikasi Hukum
Newton
• Kerja & Energi
C
• Kekekalan
Energi
• Momentum
D
• Gerak Rotasi
• Gravitasi
E
• Gerak Periodik
• Mekanika
Fluida
F
• Gelombang &
Bunyi

Mendefinisikan gerak rotasi benda tegar dengan

koordinat sudut, kecepatan sudut dan percepatan

sudut

Menganalisa rotasi benda tegar saat percepatan sudut konstan.

Menganalisa hubungan antara rotasi benda tegar dengan kecepatan dan percepatan linier suatu titik

pada benda.

Menjelaskan arti momen inersia benda terhadap suatu sumbu rotasi dan menghubungkannya dengan

energi kinetik rotasi.

Menghitung momen inersia berbagai benda.

• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Ontang Anting
Ontang Anting

Penumpang mengalami “gerak

melingkar beraturan” (lintasan melingkar dengan laju konstan)

Oleh karena itu, ada:beraturan ” (lintasan melingkar dengan laju konstan) Percepatan sentripetal , a c Jadi, ada gaya sentripetal

Percepatan sentripetal, a c

Jadi, ada gaya sentripetal , F c . gaya sentripetal, F c .

Menuju pusat lingkaran

Tergantung dengan laju dan ukuran lingkaran:

a c = v 2 /r

F c = m a c = m v 2 /r

lingkaran  Tergantung dengan laju dan ukuran lingkaran: a c = v 2 /r F c
Ontang Anting
Ontang Anting
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut

Ketika Ontang Anting berputar:

Percepatan menuju pusat lingkaran (ke dalam)

maka gaya maya (fictitious force) menuju keluar.

Gaya maya disebut “gaya sentrifugal” maka gaya maya ( fictitious force) menuju keluar.  Gaya Sentrifugal merupakan rasa dari inersia:

Gaya Sentrifugal merupakan rasa dari inersia: bukan gaya real.

• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Variabel Rotasi
Variabel Rotasi

Berotasi pada sumbu tetap:

Perhatikanlah sebuah piringan yang berotasi terhadap pusatnya:

 Ingat kembali tentang GMB: dθ ω= θ dt ω dx (Analog dengan v =
 Ingat kembali tentang GMB:
ω=
θ
dt
ω
dx
(Analog dengan
v =
)
dt
• Kecepatan • Percepatan Sudut
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi Percepatan Konstan
• Rotasi
Percepatan
Konstan

Sudut

A Sudut

B

• Hubungan C Linier dan Sudut
Hubungan
C
Linier dan
Sudut

D

• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi
• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Variabel Rotasi…
Variabel Rotasi…

Misalkan ω dapat berubah dengan waktu:

Maka percepatan angular:

α=

dω

dt

=

d

2

θ

dt

2

Untuk kasus α konstan

Dengan proses integrasi memberikan ω dan θ sebagai fungsi waktu:

α

ω ω α

= constant =

0

+ t

θ θ ω

=

0

+

0

t

+

1

2

t

α

2

memberikan ω dan θ sebagai fungsi waktu: α ω ω α = constant = 0 +
memberikan ω dan θ sebagai fungsi waktu: α ω ω α = constant = 0 +
memberikan ω dan θ sebagai fungsi waktu: α ω ω α = constant = 0 +
• Kecepatan • Percepatan Sudut
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi Percepatan Konstan
• Rotasi
Percepatan
Konstan

A Sudut

B Sudut

• Hubungan C Linier dan Sudut
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Variabel Rotasi…
Variabel Rotasi…

Perhatikan suatu titik di posisi R dari sumbu rotasi :

x = θR

v = ωR

panjang lintasan

kecepatan linear/tangensial

Dan turunanya diperoleh:

a = αR percepatan linear/tangensial α ω ω α = constant + = t 0
a = αR
percepatan linear/tangensial
α
ω ω α
= constant
+
=
t
0
1
2
θ θ ω
=
+
t
+
α
t
0
0
2
• Kecepatan Sudut • Percepatan Sudut
• Kecepatan
Sudut
• Percepatan
Sudut

A

• Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D
Gerak Rotasi
• Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Lama Katrol Berputar

Sebuah katrol yang berputar berlawanan arah perputaran jarum jam terhubung dengan

sebuah massa yang tergantung melalui seutas

tali. Massa tersebut menyebabkan kecepatan angular katrol berkurang dengan percepatan angular konstan α = -2,10 rad/s 2 . (a) Jika

kecepatan angular katrol mula-mula ω 0 = 5,40

rad/s, berapa lamakah waktu berlalu hingga katrol diam? Berapakah besar sudut yang ditempuh katrol selama waktu tersebut?

rad/s, berapa lamakah waktu berlalu hingga katrol diam? Berapakah besar sudut yang ditempuh katrol selama waktu
• Kecepatan Sudut • Percepatan Sudut
• Kecepatan
Sudut
• Percepatan
Sudut

A

• Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D
Gerak Rotasi
• Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Solusi (Uji pemahaman anda dengan mengerjakan perhitungan seperti

( Uji pemahaman anda dengan mengerjakan perhitungan seperti yang diindikasikan pada setiap langkah. ) Bagian (a)

yang diindikasikan pada setiap langkah.)

Bagian (a)

1. (a) Hubungkan kecepatan angular

dengan waktu:

ω=ω+αt 0

2. Selesaikan untuk memperoleh , t:

3. Substitusikan nilai numerik:

4. (b) Gunakan

θ=θ+ω t +

0

0

untuk memperoleh

θθ

0

1

2

:

αt

2

5. Sebagai alternatif, gunakan

ω

2

=ω + 2αθθ

0

0

2

(

)

t =

(ω ω)α 0

t = 2,57s

θθ

0

=ω t +

0

1

2

αt

2 = 6.94rad

(

2

)
)

θθ =ω ω α=

0

0

2

2

6,94rad

• Kecepatan Sudut • Percepatan Sudut
• Kecepatan
Sudut
• Percepatan
Sudut

A

• Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D
Gerak Rotasi
• Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Insight

Setelah katrol berhenti berputar, katrol segera mulai berputar dalam arah perputaran jarum jam, ketika itu massa mulai bergerak turun. Percepatan angular katrol konstan, percepatan ini mempunyai harga

yang sama sebelum katrol berhenti, saat katrol berhenti, dan setelah katrol mulai berputar dalam arah sebaliknya. Hal ini analog dengan peristiwa sebuah objek yang dilemparkan ke atas, di mana kecepatan linier mula-mula berharga positif, menjadi nol, kemudian berubah tanda,

selama itu percepatan linier tetap konstan dengan arah negatif.

• Kecepatan Sudut • Percepatan Sudut
• Kecepatan
Sudut
• Percepatan
Sudut

A

• Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D
Gerak Rotasi
• Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Giliran Anda

• Teorema E Sumbu Sejajar Contoh Aktif Giliran Anda Hitunglah pergeseran angular katrol saat kecepatan

Hitunglah pergeseran angular katrol saat kecepatan angularnya separuh

nilai awal.

Sumbu Sejajar Contoh Aktif Giliran Anda Hitunglah pergeseran angular katrol saat kecepatan angularnya separuh nilai awal.
Ringkasan (Perbandingan Kinematika 1-D)
Ringkasan (Perbandingan Kinematika 1-D)
• Kecepatan • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan Konstan
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
Konstan

A Sudut

B Sudut

• Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D Gerak Rotasi
• Teorema
E Sumbu
Sejajar
Angular Linier α = konstan a = konstan ω=ω+αt 0 v = v + at
Angular
Linier
α = konstan
a = konstan
ω=ω+αt 0
v = v + at
0
1
1
2
2
θ=θ +ω
t + αt
x = x + v t + at
0
0
0
0
2
2
Untuk titik pada jarak R dari sumbu rotasi :
• Kecepatan • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan Konstan
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
Konstan

A Sudut

B Sudut

• Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D Gerak Rotasi
• Teorema
E Sumbu
Sejajar
Rotasi
Rotasi

Dufan duduk di bangku paling luar pada permainan

ontang anting, and Dufi duduk di tengah-tengah antara dufan dan titik tengah. Ontang anting

bergerak membuat satu putaran penuh setiap dua detik.

Kecepatan linear Dufi sama dengan

(a)

Dufan

(b)

Dua kali Dufan

(c)

Setengah Dufan

• Kecepatan • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan Konstan
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
Konstan

A Sudut

B Sudut

• Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D Gerak Rotasi
• Teorema
E Sumbu
Sejajar

Rotasi
Rotasi
D Gerak Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar  Rotasi Kecepatan angular di sembarang titik pada

Kecepatan angular

di sembarang titik pada benda

pejal yang berputar pada pusat yang tetap adalah

sama.

Dufan & Dufi berputar sekali (2π radians) selama dua detik

yang tetap adalah sama.  Dufan & Dufi berputar sekali (2 π radians) selama dua detik
yang tetap adalah sama.  Dufan & Dufi berputar sekali (2 π radians) selama dua detik

V

Dufi

=

1

2

V

Dufan

Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint
• Kecepatan • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan Konstan
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
Konstan

A Sudut

B Sudut

• Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D Gerak Rotasi
• Teorema
E Sumbu
Sejajar

Membandingkan Laju

Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar Membandingkan Laju Dua orang anak menaiki sebuah merry-go-round (komedi

Dua orang anak menaiki sebuah merry-go-round (komedi putar). Anak 1

berada di posisi dengan jarak ke sumbu rotasi lebih besar dari jarak anak 2. Apakah laju angular anak 1 (a) lebih besar dari, (b) lebih kecil dari,

atau (c) sama dengan laju angular anak 2?

anak 2. Apakah laju angular anak 1 (a) lebih besar dari, (b) lebih kecil dari, atau
anak 2. Apakah laju angular anak 1 (a) lebih besar dari, (b) lebih kecil dari, atau
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint
• Kecepatan • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan Konstan
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
Konstan

A Sudut

B Sudut

• Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D Gerak Rotasi
• Teorema
E Sumbu
Sejajar
Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar Alasan dan Pembahasan Di setiap waktu,

Alasan dan Pembahasan

Di setiap waktu, sudut θ yang ditempuh anak 1 sama dengan yang

ditempuh anak 2, seperti terlihat pada gambar. Karena itu, ketika anak 1 telah menempuh sudut 2π, sebagai contoh, anak 2 telah menempuh sudut yang sama besar. Oleh sebab itu, kedua anak ini mempunyai laju angular yang sama. Sesungguhnya, setiap titik di merry-go-round mempunyai laju angular yang sama.

Tetapi laju tangensial kedua anak tersebut berbeda. Anak 1 mempunyai laju tangensial yang lebih besar karena dia mengelilingi lingkaran yang lebih besar dari lingkaran yang dikelilingi oleh anak 2 pada waktu yang bersamaan. Hal ini sesuai dengan relasi v=rω, karena radius anak 1 lebih

besar dari anak 2. Jadi v 1 =r 1 ω>v 2 =r 2 ω.

dengan relasi v=r ω , karena radius anak 1 lebih besar dari anak 2. Jadi v
• Kecepatan • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan Konstan
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
Konstan

A Sudut

B Sudut

• Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D Gerak Rotasi
• Teorema
E Sumbu
Sejajar
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint

Jawaban

(c) Laju angular kedua anak sama besar.

dalam D Gerak Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar Conceptual Checkpoint Jawaban (c) Laju angular kedua
• Kecepatan • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan Konstan
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
Konstan

A Sudut

B Sudut

• Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D Gerak Rotasi
• Teorema
E Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Tentukanlah Percepatan

Dalam sebuah microhematocrit centrifuge, sedikit sampel darah

diletakkan dalam heparinized

capillary (heparin adalah anticoagulant). Centrifuge mulai berputar dengan percepatan angular

konstan 95,0 rad/s 2 ? (a) Berapakah

besar percepatan sentripetal, tangensial, dan total dasar tabung saat laju angular 8,00 rad/s? (b) Berapa besar sudut yang terbentuk

antara percepatan total dengan arah gerak?

tabung saat laju angular 8,00 rad/s? (b) Berapa besar sudut yang terbentuk antara percepatan total dengan
tabung saat laju angular 8,00 rad/s? (b) Berapa besar sudut yang terbentuk antara percepatan total dengan
• Kecepatan • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan Konstan
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
Konstan

Sudut

A Sudut

B

• Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D Gerak Rotasi
• Teorema
E Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Solusi (Uji pemahaman anda dengan mengerjakan perhitungan seperti

( Uji pemahaman anda dengan mengerjakan perhitungan seperti yang diindikasikan pada setiap langkah. ) Bagian (a)

yang diindikasikan pada setiap langkah.)

Bagian (a)

1. Hitunglah percepatan sentripetal:

2. Hitunglah percepatan tangensial:

3. Carilah besar percepatan total:

Bagian (b)

4. Hitunglah sudut φ percepatan total:

a

cp

= rω

2

= 5,80m/s

2

a

t

= rα = 8,62m/s

2

2 2 a = a + a = 10,4m/s cp t − 1 ( )=
2
2
a
=
a
+
a
= 10,4m/s
cp
t
− 1
(
)=
φ =
tan
a
a
33,9 °
cp
t

2

5,80m/s 2 a t = r α = 8,62m/s 2 2 2 a = a +
• Kecepatan • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan Konstan
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
Konstan

A Sudut

B Sudut

• Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D Gerak Rotasi
• Teorema
E Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Insight Ingatlah bahwa semua titik pada tabung mempunyai laju angular yang sama. Tambahan pula, semua titik mempunyai percepatan angular yang sama. Pada sisi lain, titik yang berbeda mempunyai percepatan tangensial dan sentripetal yang berbeda, karena percepatan tangensial

tergantung pada jarak r dari sumbu putar.

• Kecepatan • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan Konstan
• Kecepatan
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
Konstan

A Sudut

B Sudut

• Hubungan C Linier dan Sudut • Energi dalam D Gerak Rotasi • Teorema E
Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D Gerak Rotasi
• Teorema
E Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Giliran Anda

• Teorema E Sumbu Sejajar Contoh Aktif Giliran Anda Carilah besar dan arah percepatan total sebuah

Carilah besar dan arah percepatan total sebuah titik di tengah-tengah

tabung?

E Sumbu Sejajar Contoh Aktif Giliran Anda Carilah besar dan arah percepatan total sebuah titik di
Energi Rotasi & Kinetik
Energi Rotasi & Kinetik
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Perhatikan sistem sederhana berikut. (Asumsikan

massa diikat pada sumbu rotasi dengan batang pejal tak bermassa).

Energi kinetik sistem merupakan jumlah energi kinetik setiap bagian:

rotasi dengan batang pejal tak bermassa).  Energi kinetik sistem merupakan jumlah energi kinetik setiap bagian:
Energi Rotasi & Kinetik…
Energi Rotasi & Kinetik…
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Maka:

K =

i

1

2

m v

i

2 tetapi v i = ωr i

i

Maka: K = ∑ i 1 2 m v i 2 tetapi v i = ω

1

2

r

i

)

2 1

=

2

i

(

2

ω

i

m r

i

i

2

K

=

m

i

ω

v 1
v
1
1 v 4 2
1
v 4
2

K = ω

I

2

v
v
2 2 I = ∑ m r i i i v 3
2
2
I =
m r
i
i
i
v 3
Energi Rotasi & Kinetik…
Energi Rotasi & Kinetik…
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Energi kinetik sistem rotasi mirip dengan benda titik:

1 1 2 2 K = mv K = ω I 2 2 2 I
1
1
2
2
K =
mv
K = ω
I
2
2
2
I =
m r
i
i
i
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Momen Inersia
Momen Inersia

1

I =

i

m r

i

i

2

K = ω

I

2

2

Perhatikan bahwa momen inersia I tergantung

dengan distribusi massa di sistem.

Semakin jauh massa dari sumbu putar, momen inersia semakin besar.

Momen inersia tergantung dimana pemilihan sumbu putar (bukan pusat massa).

Terlihat bahwa pada dinamika rotasi, momen inersia

I serupa dengan massa m pada dinamika linear!

• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Carilah Laju Yo-yo

Seorang anak melepaskan yo-yo dari keadaan diam dan membiarkan yo-yo

tersebut jatuh, sementara itu anak

tersebut menjaga ujung benang bagian atas pada posisi yang sama. Massa yo- yo 0,056 kg, momen inersianya 2,9 x

10 -5 kg.m 2 , dan jejari, r, sumbu

gulungan benang 0,0064 m. Berapakah laju linier, v, yo-yo setelah ia jatuh sejauh h = 0,50 m?

, dan jejari, r , sumbu gulungan benang 0,0064 m. Berapakah laju linier, v , yo-yo
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Solusi (Uji pemahaman anda dengan mengerjakan perhitungan seperti

( Uji pemahaman anda dengan mengerjakan perhitungan seperti yang diindikasikan pada setiap langkah. ) 1. Tulislah

yang diindikasikan pada setiap langkah.)

1. Tulislah energi awal sistem:

2. Tulislah energi akhir sistem:

3.

Atur

mendapatkan

E

i

= E

f

dan selesaikan untuk

v :

4. Substitusikan nilai numerik:

E mgh i = 2 ( 2 ) E f = 1 2 mv 1
E
mgh
i =
2
(
2
)
E f =
1 2 mv
1
+
I mr
(
2
)
v =
2gh
1+ I mr

v = 0,85m/s

Substitusikan nilai numerik: E mgh i = 2 ( 2 ) E f = 1 2
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Insight

Laju linier yo-yo , di mana r adalah jari-jari sumbu tempat benang

terurai (unwrap) tanpa tergelincir. Karena itu, r dalam suku adalah

jari-jari sumbu. Jari-jari bagian luar yo-yo mempengaruhi momen inersi,

tetapi karena I tersedia pada pernyataan soal, jari-jari bagian luar ini jadi tak penting.

v = rω

I mr

2

inersi, tetapi karena I tersedia pada pernyataan soal, jari-jari bagian luar ini jadi tak penting. v
inersi, tetapi karena I tersedia pada pernyataan soal, jari-jari bagian luar ini jadi tak penting. v
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Contoh Aktif
Contoh Aktif

Giliran Anda

D • Teorema E Sumbu Sejajar Contoh Aktif Giliran Anda Jika momen inersia yo-yo bertambah, apakah

Jika momen inersia yo-yo bertambah, apakah laju akhir bertambah,

berkurang, atau tetap sama? Hitunglah laju akhir untuk kasus I = 3,9 x 10 -5 kg.m 2 .

laju akhir bertambah, berkurang, atau tetap sama? Hitunglah laju akhir untuk kasus I = 3,9 x
Menghitung Momen Inersia
Menghitung Momen Inersia
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

massa titik terdistribusi

N

di

sekitar sumbu: Momen

inersianya adalah:

I

=

i

m r

i

i

2

.

r i jarak massa m i ke sumbu

putar

Misalkan: Hitung momen inersia empat massa titik

(m) yang terletak di ujung suatu bujur sangkar dengan sisi L yang diputar

pada sumbu yang melalui pusat massa dan tegak lurus bujur sangkar:

suatu bujur sangkar dengan sisi L yang diputar pada sumbu yang melalui pusat massa dan tegak
suatu bujur sangkar dengan sisi L yang diputar pada sumbu yang melalui pusat massa dan tegak
suatu bujur sangkar dengan sisi L yang diputar pada sumbu yang melalui pusat massa dan tegak
suatu bujur sangkar dengan sisi L yang diputar pada sumbu yang melalui pusat massa dan tegak
suatu bujur sangkar dengan sisi L yang diputar pada sumbu yang melalui pusat massa dan tegak
suatu bujur sangkar dengan sisi L yang diputar pada sumbu yang melalui pusat massa dan tegak
suatu bujur sangkar dengan sisi L yang diputar pada sumbu yang melalui pusat massa dan tegak
suatu bujur sangkar dengan sisi L yang diputar pada sumbu yang melalui pusat massa dan tegak
Menghitung Momen Inersia…
Menghitung Momen Inersia…
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Kuadrat jarak dari setiap titik massa ke sumbu putar:

r

2

maka

= 2

I =

L  

2

2

=

N

i = 1

m r

i

i

2

L

2

2

=

I = 2mL 2
I = 2mL 2

Dengan teorema Pythagoras

m

2

L

2

+

m

2

L

2

+

m

L 2

2

+

m

2

L

2

= 4 m

L

L 2 2 = I = 2mL 2 Dengan teorema Pythagoras m 2 L 2 +
L 2 2 = I = 2mL 2 Dengan teorema Pythagoras m 2 L 2 +
L/2 m r m
L/2
m
r
m
m
m

m

2

L

2

Menghitung Momen Inersia…
Menghitung Momen Inersia…
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut

• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Energi dalam Gerak Rotasi D • Teorema E Sumbu Sejajar Hitung untuk benda yang sama diputar

Hitung

untuk benda yang sama diputar pada

sumbu yang sejajar salah satu sisi dan membelah

dua bujur sangkar (lihat gambar):

I =

N

i = 1

m r

i

i

2

I = mL 2
I = mL 2

=

m

2

L

4

+

m

2

L

4

+

m

2

L

4

+

m

L 2

4

= 4 m

2

L

4

(lihat gambar): I = N ∑ i = 1 m r i i 2 I =
(lihat gambar): I = N ∑ i = 1 m r i i 2 I =
(lihat gambar): I = N ∑ i = 1 m r i i 2 I =
(lihat gambar): I = N ∑ i = 1 m r i i 2 I =

33

Menghitung Momen Inersia…
Menghitung Momen Inersia…
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

dalam Gerak Rotasi D • Teorema E Sumbu Sejajar  Hitung untuk benda yang sama yang

Hitung

untuk benda yang sama yang diputar pada

sumbu di salah satu sisi (lihat gambar):

I

=

N

i = 1

m r

i

i

2

=

I = 2mL 2
I = 2mL 2

2

mL

+

2

mL

+

m0

2

+

m0

2

pada sumbu di salah satu sisi (lihat gambar): I = N ∑ i = 1 m
Menghitung Momen Inersia…
Menghitung Momen Inersia…
• Kecepatan  Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan •
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam
D
Gerak Rotasi
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
dalam D Gerak Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar tergantung pada letak sumbu putar ! I

tergantung pada letak sumbu putar !

D Gerak Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar tergantung pada letak sumbu putar ! I =
D Gerak Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar tergantung pada letak sumbu putar ! I =
D Gerak Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar tergantung pada letak sumbu putar ! I =
I = mL 2
I = mL 2
I = 2mL 2
I = 2mL 2
D Gerak Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar tergantung pada letak sumbu putar ! I =
D Gerak Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar tergantung pada letak sumbu putar ! I =
D Gerak Rotasi • Teorema E Sumbu Sejajar tergantung pada letak sumbu putar ! I =
I = 2mL 2
I = 2mL 2
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Membandingkan Moment Inersia

• Teorema E Sumbu Sejajar Membandingkan Moment Inersia Jika sebuah objek berbentuk dumbbell pada gambar diputar

Jika sebuah objek berbentuk dumbbell pada gambar diputar terhadap

satu ujungnya, apakah moment inersia objek ini (a) lebih dari, (b) kurang dari, atau (c) sama dengan moment inersia terhadap pusatnya? Seperti

biasa, asumsikan bahwa massa-massa ini dapat diperlakukan sebagai massa titik.

moment inersia terhadap pusatnya? Seperti biasa, asumsikan bahwa massa-massa ini dapat diperlakukan sebagai massa titik.
moment inersia terhadap pusatnya? Seperti biasa, asumsikan bahwa massa-massa ini dapat diperlakukan sebagai massa titik.
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Alasan dan Pembahasan

D • Teorema E Sumbu Sejajar Alasan dan Pembahasan Moment inersia tehadap pusat dumbbell adalah I=2mR

Moment inersia tehadap pusat dumbbell adalah I=2mR 2 . Saat sumbu putar berada di satu ujung, massa di sumbu putar berada di r = 0, dan massa yang lain berada di r = 2R Karena itu moment inersia adalah

I

=

m r

i

i

2

=

m

0

+

m(2R)

2

=

4mR

2

Jadi, moment inersia menjadi dua kali lipat ketika sumbu rotasi di geser

dari pusat ke ujung. Alasan mengapa I bertambah adalah momen inersia tergantung pada kuadrat jari-jari. Sebab itu, penambahan yang kecil sekalipun pada r akan menyebabkan perningkatan yang besar pada I. Dengan memindahkan sumbu putar ke ujung, jari-jari ke massa yang lain

bertambah hingga harga terbesar yang mungkin. Hal ini berakibat I meningkat.

ke ujung, jari-jari ke massa yang lain bertambah hingga harga terbesar yang mungkin. Hal ini berakibat
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint

Jawaban

(a) Moment inersial terhadap ujung lebih besar dari terhadap pusat.

Menghitung Momen Inersia…
Menghitung Momen Inersia…
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Beberapa massa titik maka:

Teorema E Sumbu Sejajar  Beberapa massa titik maka: ∑ i m r i i 2
Teorema E Sumbu Sejajar  Beberapa massa titik maka: ∑ i m r i i 2
Teorema E Sumbu Sejajar  Beberapa massa titik maka: ∑ i m r i i 2

i

m r

i

i

2

I =

Sejajar  Beberapa massa titik maka: ∑ i m r i i 2 I = 
Sejajar  Beberapa massa titik maka: ∑ i m r i i 2 I = 

Benda pejal, kontribusi setiap elemen massa dm

harus diikutsertakan.

Diperlukan pengintegralan untuk memperoleh I :

I = r dm

2

setiap elemen massa dm harus diikutsertakan.  Diperlukan pengintegralan untuk memperoleh I : ∫ I =
setiap elemen massa dm harus diikutsertakan.  Diperlukan pengintegralan untuk memperoleh I : ∫ I =
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Momen Inersia
Momen Inersia

I untuk benda pejal:

E Sumbu Sejajar Momen Inersia  I untuk benda pejal: Simpal tipis bermassa M dan berjejari

Simpal tipis bermassa M dan berjejari R, diputar melalui titik pusat dan tegak lurus dengan bidang simpal.

I = MR

2

titik pusat dan tegak lurus dengan bidang simpal. I = MR 2 Simpal tipis bermassa M

Simpal tipis bermassa M dan berjejari R, diputar pada sumbu sejajar diameter.

1

I = MR

2

2

Momen Inersia
Momen Inersia
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut

I untuk benda pejal :

Hubungan C Linier dan Sudut  I untuk benda pejal : Bola pejal bermassa M dan
Hubungan C Linier dan Sudut  I untuk benda pejal : Bola pejal bermassa M dan

Bola pejal bermassa M dan berjejari R, diputar pada pusatnya.

2

I = MR

5

2

• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

Keping atau slinder pejal bermassa M dan berjejari R, diputar pada sumbu tegak lurus pusatnya.

1

I = MR

2

2

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Momen Inersia
Momen Inersia

I untuk benda pejal :

E Sumbu Sejajar Momen Inersia  I untuk benda pejal : Batang tipis bermassa M dan

Batang tipis bermassa M dan panjang L, diputar pada sumbu di pusatnya.

I =

1

12

MR

2

panjang L , diputar pada sumbu di pusatnya. I = 1 12 MR 2 Batang tipis
panjang L , diputar pada sumbu di pusatnya. I = 1 12 MR 2 Batang tipis

Batang tipis bermassa M dan panjang L, diputar pada sumbu yang terletak di ujungnya

I

1

= MR

3

2

• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Momen Inersia
Momen Inersia

Dua benda berbentuk bulat mempunyai jejari dan

massa sama. Kedua benda tersebut adalah bola pejal terbuat dari alumunium dan kulit bola terbuat

dari emas.

Manakah yang mempunyai momen inersia terbesar ketika diputar pada sumbu yang melalui pusat massanya?

(a) aluminum pejal, (b) kulit bola

pejal

melalui pusat massanya? (a) aluminum pejal , (b) kulit bola pejal emas, (c) sama Kulit bola

emas, (c) sama

melalui pusat massanya? (a) aluminum pejal , (b) kulit bola pejal emas, (c) sama Kulit bola

Kulit bola

Massa dan jejari sama

• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Momen Inersia…
Momen Inersia…

Momen inersia tergantung pada massa (keduanya

sama) dan jarak dari sumbu putar. Momen inersia terbesar dimilili oleh kulit karena distribusi massa

terletak jauh dari pusatnya.

Kulit bola memiliki momen inersia lebih besar

pejal

jauh dari pusatnya.  Kulit bola memiliki momen inersia lebih besar pejal kulit bola Massa dan
jauh dari pusatnya.  Kulit bola memiliki momen inersia lebih besar pejal kulit bola Massa dan
jauh dari pusatnya.  Kulit bola memiliki momen inersia lebih besar pejal kulit bola Massa dan

kulit bola

Massa dan jari-jari sama

Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Membandingkan Energi Kinetik

• Teorema E Sumbu Sejajar Membandingkan Energi Kinetik Sebuah bola pejal dan sebuah bola kosong yang

Sebuah bola pejal dan sebuah bola kosong yang mempunyai massa dan

jejari yang sama menggelinding tanpa tergelincir dengan laju yang sama. Apakah energi kinetik bola pejal (a) lebih dari, (b) kurang dari, atau (c)

sama dengan energi kinetik bola kosong?

sama. Apakah energi kinetik bola pejal (a) lebih dari, (b) kurang dari, atau (c) sama dengan
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Alasan dan Pembahasan

D • Teorema E Sumbu Sejajar Alasan dan Pembahasan Kedua bola mempunyai energi kinetik translasi yang

Kedua

bola

mempunyai

energi

kinetik

translasi

yang Pada sisi lain, energi

karena

sama

mereka mempunyai massa dan laju yang sama

kinetik rotasi berbanding lurus dengan moment inersia. Karena bola

kosong mempunyai moment inersia lebih besar, bola ini mempunyai energi kinetik lebih besar

moment inersia. Karena bola kosong mempunyai moment inersia lebih besar, bola ini mempunyai energi kinetik lebih
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint

Jawaban

(b) Bola pejal mempunyai energi kinetik kurang dari bola kosong.

Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Objek Manakah Yang Memenangkan Lomba?

E Sumbu Sejajar Objek Manakah Yang Memenangkan Lomba? Sebuah piringan dan sebuah gelang dengan massa dan

Sebuah piringan dan sebuah gelang dengan massa dan jejari yang sama

dilepas di saat yang sama di puncak bidang miring. Apakah piringan mencapai dasar bidang miring (a) sebelum, (b) setelah, atau (c) pada

waktu yang sama dengan gelang?

Apakah piringan mencapai dasar bidang miring (a) sebelum, (b) setelah, atau (c) pada waktu yang sama
Apakah piringan mencapai dasar bidang miring (a) sebelum, (b) setelah, atau (c) pada waktu yang sama
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Alasan dan Pembahasan

D • Teorema E Sumbu Sejajar Alasan dan Pembahasan Seperti yang baru saja kita lihat, semakin

Seperti yang

baru saja kita lihat, semakin besar moment inersi, I,

semakin kecil laju, v. Jadi, objek dengan moment inersia yang lebih besar (dalam kasus ini gelang) kalah dalam perlombaan mencapai dasar,

karena lajunya kurang dari laju piringan di tiap ketinggian. Cara lain untuk membahas hal ini adalah dengan mengingat bahwa kedua objek ini mempunyai energi mekanik awal yang sama, mgh. Bagi gelang, energi potensial awal sebagian besar berubah menjadi energi

kinetik rotasi; karena itu, sedikit energi yang tersisa untuk gerak translasi. Hal tersebut berakibat, gelang berpindah secara lebih perlahan dan kalah dalam lomba ini.

tersisa untuk gerak translasi. Hal tersebut berakibat, gelang berpindah secara lebih perlahan dan kalah dalam lomba
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint

Jawaban

(a) Piringan memenangkan perlombaan karena mencapai dasar sebelum

gelang.

Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Membandingkan Ketinggian

D • Teorema E Sumbu Sejajar Membandingkan Ketinggian Sebuah bola dilepas dari keadaan diam di permukaan

Sebuah bola dilepas dari keadaan diam di permukaan kasar. Setelah tiba

di titik terendahnya, bola mulai mendaki permukaan tanpa gesekan. Ketika bola mencapai titik tertingginya di permukaan tanpa gesekan,

apakah bola berada di ketinggian (a) lebih dari, (b) kurang dari, atau (c) sama dengan saat bola tersebut dilepas?

apakah bola berada di ketinggian (a) lebih dari, (b) kurang dari, atau (c) sama dengan saat
apakah bola berada di ketinggian (a) lebih dari, (b) kurang dari, atau (c) sama dengan saat
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Alasan dan Pembahasan

D • Teorema E Sumbu Sejajar Alasan dan Pembahasan Saat bola menuruni permukaan kasar, bola ini

Saat bola menuruni permukaan kasar, bola ini mulai berputar dan

meningkatkan laju angularnya hingga bola mencapai titik terendah permukaan. Ketika bola mulai mendaki, tidak ada gesekan untuk

memperlambat gerak rotasi bola, sehingga bola terus berputar dengan laju angular yang sama dengan saat di titik terendah. Karena itu, sebagian energi potensial gravitasi awal bola tetap dalam bentuk energi kinetik rotasi. Hal ini berakibat, sedikit energi yang tersisa untuk diubah

kembali menjadi energi potensial gravitasi, jadi bola mencapai posisi yang lebih rendah.

energi yang tersisa untuk diubah kembali menjadi energi potensial gravitasi, jadi bola mencapai posisi yang lebih
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar
Conceptual Checkpoint
Conceptual Checkpoint

Jawaban

(b) Ketinggian di permukaan tanpa gesekan kurang dari ketinggian awal.

Teorema Sumbu Sejajar
Teorema Sumbu Sejajar
• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Andaikan diketahui momen inersia benda pejal

bermassa M terhadap sumbu yang melalui pusat massanya, I CM .

Momen inersia pada sumbu yang terletak sejauh D dari dan sejajar dengan sumbu di pusat massa adalah:

I PARALLEL = I CM + MD 2
I PARALLEL = I CM + MD 2

Sehingga ketika diketahui I CM , momen inersia terhadap sumbu yang sejajar dengan sumbu di pusat massa dapat dihitung dengan mudah.

Teorema Sumbu Sejajar : Contoh • Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan

Teorema Sumbu Sejajar : Contoh

• Kecepatan Sudut A • Percepatan Sudut • Rotasi Percepatan B Sudut Konstan • Hubungan
• Kecepatan
Sudut
A
• Percepatan
Sudut
• Rotasi
Percepatan
B
Sudut
Konstan
• Hubungan
C
Linier dan
Sudut
• Energi dalam Gerak Rotasi
Energi dalam
Gerak Rotasi

D

• Teorema E Sumbu Sejajar
Teorema
E
Sumbu
Sejajar

Suatu batang tipis seragam mempunyai massa M

dan panjang D. Carilah momen inersia terhadap sumbu di ujung batang.

1 2 Diketahui I = ML CM 12
1
2
Diketahui
I
=
ML
CM
12

Maka

I

END

=

1

12

2

ML

+

M    L 2   

2

=

1

3

2

ML

Sama dengan hasil yang diperoleh sebelumnya