Anda di halaman 1dari 4

PERSYARATAN PEMBUATAN SIM INTENASIONAL BARU, HARAP DIBAWA:

1. KTP asli & Foto copy (1 LEMBAR). Utk WNA, bawa KITAP (Kartu Izin Tinggal
Tetap) asli & Foto copy, 1 LEMBAR (KITAS tidak dilayani)
2. SIM Nasional asli yang masih berlaku & Foto copy (1 LEMBAR).
3. Passport asli yang masih berlaku & Foto copy (1 LEMBAR)
4. Pas Foto berwarna terbaru ukuran 46 warna latar belakang Foto biru (untuk Pria
berdasi & Wanita menggunakan Blazer) (4 LEMBAR)
5. Materai Rp 6.000,- terbaru (1 LEMBAR)
6. Berdasarkan PP 50 Tahun 2010, Pembuatan SIM Internasional Baru : Rp.
250.000,-. Perpanjangan SIM Internasional : Rp. 225.000,-
7. Bagi WNA Staff kedutaan wajib disertakan KITAP atau KTP atau ID Korps
Diplomatik setamelampirkan surat rekomendasi dari kedutaan.

Informasi:
1. WNA yang ingin mengendarai kendaraan di Indonesia cukup membuat SIM
nasional Indonesia di Satpas Polda setempat.
2. Pemohon wajib hadir untuk mengisi formulir pendaftaran, tanda tangan, foto, dan
sidik jari untuk database Polri. TIDAK DAPAT DIWAKILKAN.
3. Persyaratan pemohon SIM internasional WAJIB LENGKAP demi kelancaran
proses pembuatan SIM internasional (+/- 15 menit atau langsung jadi).
4. Persyaratan PERPANJANGAN SIM internasional SAMA DENGAN BUAT
BARU, dengan membawa SIM internasional yang lama.
5. Masa berlaku SIM internasional selama 3 (tiga) tahun terhitung dari tanggal
pembuatannya.
6. Lokasi pembuatan: Korlantas Polri Jl. MT Haryono Kav 37-38, Jakarta 12770
7. Pelayanan SIM Internasional buka dari Senin-Jumat dari jam 08.30-15.00 WIB.
Libur untuk hari Sabtu-Minggu dan hari-hari besar lainnya.
8. Untuk Informasi lebih jelas silahkan menghubungi Telp: 021-500669 atau SMS :
9119

Ya udah, terus apa aja yang mesti dibawa? Jadi, sebelum dateng ke kantor
Korlantas kamu perlu ngumpulin dokumen yang disyaratkan. Yaitu fotokopi KTP,
fotokopi SIM, fotokopi paspor, tiga lembar foto terbaru ukuran 4 cm x 6 cm dengan
latar belakang biru, dan materai Rp 6.000.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA Proses pembuatan Surat Izin
Mengemudi (SIM) internasional buat Warga Negara Indonesia (WNI)
ternyata sangat mudah. Seluruh tahapan hanya berlangsung 15
menit, dengan syarat semua berkas dan keperluan sudah disiapkan.
Pemohon hanya perlu membawa paspor, SIM Indonesia yang masih
berlaku, Kartu Tanda Penduduk (KTP), tiga lembar foto ukuran 4X6
dengan latar belakang berwarna biru, dan materai Rp 6.000. Selain
itu siapkan juga foto copy paspor, SIM, dan KTP.
Semua berkas yang disebutkan sesuai dengan UU No. 2 Tahun
2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan, pasal 85 ayat (50)
Pemegang Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat
(4) dapat memeroleh Surat Izin Mengemudi Internasional yang
diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Jika semua berkas sudah siap, pemohon tidak bisa diwakilkan-
mendatangi satu-satunya lokasi pembuatan, yakni di Korps Lalu
Lintas Polri Bid Redigent Subbid Pengemudi bagian pelayanan SIM
Internasional. Lokasi itu beralamat di Jl Letjen MT Haryono Kav 37-
38, Jakarta.
Sebelumnya, SIM Internasional diterbitkan oleh Ikatan Motor
Indonesia (IMI). Namun berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50
Tahun 2010, penerbit diambil alih oleh Kepolisian Negara Republik
Indonesia sejak tanggal 3 Desember 2010.
Setelah sampai di lokasi, pemohon mengambil tiket antrean
kemudian menunggu giliran. Setelah dipanggil, menuju loket lalu
menyerahkan semua berkas. Jika petugas menyatakan valid,
pemohon diizinkan mengisi formulir Permohonan SIM Internasional
yang isinya wajib ditulis identitas pribadi dan permintaan golongan
SIM Internasional.
Setelah semua keterangan diisi, pemohon harus membubuhkan
tanda tangan di atas materai.
Proses selanjutnya administrasi pembayaran. Untuk pembuatan
baru dikenakan biaya Rp 250.000, jika perpanjangan Rp 225.000.
Setelah itu pemohon menyerahkan bukti pembayaran ke operator di
loket untuk pendataan dan produksi. Sebelum dicetak, pastikan
semua data yang tertera di SIM Internasional sama dengan
indentitas resmi.
Setelah rampung, petugas akan melakukan legalisasi berupa
stempel dan emboss. Seluruh proses pembuatan SIM Internasional
selesai.
Dasar penerbitan SIM Internasional adalah kesepakatan
Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Vienna Convention on Road
Traffic tahun 1968, hasil penyempurnaan dari Geneva Convention
on Road Traffic tahun 1949 dan sebelumnya Paris Convention on
Motor Traffic tahun 1926.
SIM Internasional dari Indonesia berlaku selama tiga tahun. Bisa
digunakan untuk mengemudikan kendaraan bermotor di negara
yang juga menerbitkan SIM Internasional.
Golongan SIM Internasional
A. Sepeda motor dengan atau tanpa gandengan, kendaraan khusus
untuk orang cacat dan kendaraan bermotor roda tiga dengan berat
kosong tidak lebih dari 400 kg (900 lbs).
B. Kendaraan bermotor selain kategori A, dengan massa maksimum
yang diperbolehkan 3.500 kg. Memiliki tidak lebih dari delapan kursi
penumpang selain kursi pengemudi.
C. Kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut barang
dengan massa maksimum yang diizinkan lebih dari 3.500 kg (7.700
lbs). Kendaraan jenis ini boleh menarik trailer ringan.
D. Kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut
penumpang dengan memiliki tidak lebih dari delapan kursi selain
kursi pengemudi.
E. Kombinasi dari kendaraan yang kendaraan utamanya ada di
dalam kategori-kategori yang pengemudi diberikan izin mengemudi
(B dan / atau C dan / atau D), tetapi tidak termasuk dalam kategori
yang telah ditentukan.