Anda di halaman 1dari 7

2014

MODUL SISWA

PROSES
PEMBUATAN
ULIR SEGITIGA
DISUSUN OLEH:

A. PENGANTAR
Modul pratikum bengkel kerja mesin dengan mesin bubut yang menjelaskan kerja
bubut lanjut. Modul ini menjelaskan cara pembuatan ulir, dalam perosesnya pembuatan
ulir terdiri dari tiga kegiatan belajar yaitu persiapan pekerjaan, pemilihan alat potong dan
kerja bubut.
Diharapkan setelah mempelajari modul ini siswa mampu membuat ulir pada
benda kerja. Untuk memepelajari modul ini siswa diharapkan telah mempunyai
kemampuan awal kerja bubut dasar.

B. MATERI
1. MESIN BUBUT
Mesin bubut adalah salah satu jenis mesin perkakas yang menggunakan prinsip
dasar pemotongan logam. Bekerja dengan mesin bubut memerlukan persyaratan kerja,
persiapan kerja, dan peralatan kerja.
Persyaratan kerja, yaitu kondisi yang disesuaiakn dengan mesin, benda kerja
dan operatornya. Beberapa persyaratan tersebut antara lain;
a. Kondisi mesin, mesin bubut harus siap digunakan artinya spindle dapat
berputar. Putaran spindel atau sumbu utama mesin bubut akan memutarkan
kepala tetap sehingga benda kerja pada kepala tetap memungkinkan untuk
dipotong atau disayat. Eretan atas sebagai tempat pahat, harus mudah
digerakan agar kedalaman pemotongan dapat diatur. Eretan bawah dengan
gerakan translasi sejajar sumbu utama harus mudah digerakkan agar gerakan
pemakanan benda kerja dapat dilaksanakan dengan baik. Pompa pendingin
(coolant) harus dapat bekerja dengan baik.
b. Benda kerja, hasil bubutan berbentuk silinder baik silinder luar maupun
silinder dalam. Ukuran panjang benda kerja harus sesuai dengan panjang
meja mesin bubut, sedangkan diameter benda kerja harus sesuai dengan
ketinggian sumbu utama terhadap permukaan meja mesin bubut.
Persiapan kerja, yaitu kegiatan menyiapkan, penyetelan, pemasangan, dan
pemeriksaan.
a. Kegiatan menyiapkan yaitu menyiapkan alat bantu bubut (kunci pas,
kunci L, palu plastik, kikir).
b. Kegiatan penyetelan yaitu penyetelan putaran spindel yang disesuaikan
dengan jenis bahan benda kerja.
c. Kegiatan pemasangan antara lain, pemasangan kepala tetap maupun collet
termasuk face plate disesuaikan dengan tujuan pembubutan dan bentuk
benda kerjanya. Pemasangan kepala lepas termasuk penyangga tetap dan
jalan disesuaikan dengan panjang benda kerjanya. Pemasangan pahat
bubut termasuk penyetelan ketinggian mata pahat disesuaiakn dengan
tujuan pembubutannya. Pamasangan benda kerja pada kepala tetap
maupun pada alat penjepit (klemping) yang lain, harus meredam getaran
sesuai derajat kebebasan yang diinginkan.
d. Kegiatan pemeriksaan yaitu pemeriksaan kesatu sumbuan antara kepala
tetap dan kepala lepas.
Peralatan kerja, yaitu memilih alat kerja bubut sesuai dengan kondisi benda
kerja yang akan dibubut. Beberapa peralatan yang harus disediakan untuk
bubut komplek dibedakan menjadi dua kelompok yaitu,
a. Kelompok alat potong, antara lain; pahat bubut, pahat ulir, senter bor,
mata bor, reamer, pisau kartel.
b. Kelompok alat ukur, antara lain; jangka sorong, dial indikator,
jangka luar dan dalam, mikrometer luar dan dalam, plug dan snap gauge.

C. ULIR
1. Pengertian
Ulir adalah garis atau alur/profil melingkar (melilit pada silinder yang
mempunyai sudut kisar atau uliran tetap).
2. Macam-macam uilir
a. Ulir segitiga
b. Ulir segi empat
c. Ulir trapesium
d. Ulir butterss
e. Ulir bulat
3. Dilihat dari banyaknya jalan ulir
a. Ulir tunggal : dalam satu silinder hanya terdapat satu ulir yang
melingkar.
b. Ulir ganda/majemuk : dalam satu silinder terdapat dua atau lebih ulir yang
melingkar secara bersama-sama.
4. Dilihat dari arah grak ulir
a. Ulir kanan : arah dari putaran ulir searah jarum jam.
b. Ulir kiri : arah putaran ulir berlawanan dengan jarum jam.
5. Dilihat dari cara pengerjaan
a. Ulir yang dikerjakan dengan mesin.
b. Ulir yang dikerjakan dengan tangan (senai dan tap)
D. Ulir segitiga
Ulir segitiga memiliki 3 standar, yaitu :
1. Standar withworth (ISO INCHI)

2. Standar metris (ISO METRIS)

3. Standar Amerika
Ulir standar memiliki sudut puncak 60

Langkah langkah proses bubut ulir dengan menggunakan mesin konvensiaonal :
a. Majukan pahat pada diameter luar ulir.
b. Setting ukuran pada hendle ukuran eretan atas menjadi 0 mm.
c. Tarik pahat ke luar benda kerja (ke kanan), sehingga pahat di luar benda kerja
dengan jarak bebas sekitar 10 mm disebelah kanan benda kerja.
d. Atur pengatur kisar menurut table kisar yang ada di mesin bubut, geser hendle
gerakan otomatis ke posisi pembuatan ulir.
e. Gerakkan eretan melintang hingga pahat masuk dengan kedalaman potong 0,1
mm.
f. Putar spindel mesin (kecepatan potong yang paling rendah) sampai panjang ulir
yang dibuat terdapat goresan pahat, kemudian hentikan mesin dan Tarik pahat
keluar.
g. Periksa kaisar ulir yang dibuat dengan menggunakan caliber ulir (screw pitch
gage). Apabila sudah sesuai maka proses pembuatan ulir dapat dilanjutkan.
Kalau belum sesuai periksa posisi hendle pengatur kisar pada mesin bubut.

h. Gerakkan pahat mundur dengan cara memutar spindel arah kebalikan ( tetapi
dalam posisi otomatis), hentikan setelah posisi pahat di depan benda kerja.
i. Majukan pahat untuk kedalaman potong berikutnya dengan memajukan eretan
atas.
j. Lanjutkan langkah-langkah diatas sampai kedalaman ulir maksimal tercapai.
k. Pada kedalaman ulir maksimal proses penyayatan perlu dilakukan berulang-
ulang agar gram yang tersisa terpotong semuanya.