Anda di halaman 1dari 1

Model Pertumbuhan Neo-Klasik

Robert Solow dan Trevor Swan secara sendiri-sendiri mengembangkan model


pertumbuhan ekonomi yang sekarang sering disebut dengan nama Model Pertumbuhan
Neo-Klasik (Boediono,1992). Model Solow-Swan memusatkan perhatiannya pada
bagaimana pertumbuhan penduduk, akumulasi kapital, kemajuan teknologi dan output
saling berinteraksi dalam proses pertumbuhan ekonomi. Dalam model neo-klasik
Solow-Swan dipergunakan suatu bentuk fungsi produksi yang lebih umum, yang bisa
menampung berbagai kemungkinan substitusi antar kapital (K) dan tenaga kerja (L).
Dalam Sjafrizal (2008), model Neo-Klasik dipelopori oleh George H.Bort (1960)
dengan mendasarkan analisanya pada Teori Ekonomi Neo-Klasik. Menurut model ini,
pertumbuhan ekonomi suatu daerah akan sangat ditentukan oleh kemampuan daerah
tersebut untuk meningkatkan kegiatan produksinya. Sedangkan kegiatan produksi
suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh potensi daerah yang bersangkutan, tetapi
juga ditentukan pula oleh mobilitas tenaga kerja dan mobilitas modal antar daerah.
Karena kunci utama pertumbuhan ekonomi daerah adalah peningkatan kegiatan
produksi, maka mengikuti Richardson (1978) dalam Sjafrizal (2008), model Neo-Klasik
ini dapat diformulasikan mulai dari fungsi produksi.