Anda di halaman 1dari 33

KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, Di


Indonesia, Islam juga memiliki sejarah
yang cukup panjang. Banyak kerajaan-
kerajaan Islam yang berdiri di Indonesia.
Bahkan kerajaan-kerajaan Islam di
Indonesia sempat menguasai beberapa
wilayah di negara-negara tetangga
seperti Malaysia, Filipina, dan bahkan Thailand. Untuk mengetahui kerajaan apa saja
yang merupakan kerajaan Islam di Indonesia, ini dia Kerajaan-kerajaan Islam di
Indonesia,
1. Kerajaan Demak
Pada akhir abad XV, Raden Patah, murid Sunan Bonang memaklumatkan
berdirinya Kerajaan Islam Demak, lepas dari Kerajaan Majapahit. Kerajaan Demak
adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Raden Patah diakui sebagai raja pertama
Demak dan mendapat gelar Sultan. Raden Patah wafat pada tahun 1518, digantikan
oleh Muhammad Yunus yang juga dikenal dengan nama Pati Unus atau pangeran
Sabrang Lor. Ia mendapat gelar Sultan Demak II.
Pati Unus digantikan oleh pangeran Trenggono. Pada masa pemerintahannya,
datanglah Syekh Nurullah atau Fatahillah dari Pasai. Kemudian, Nurullah diangkat
menjadi panglima perang dan dinikahkan dengan adik perempuan Pangeran
Trenggono. Karena ancaman Portugis yang bersifat ekonomi dan agama, Demak
meluaskan wilayah kekuasaannya ke barat maupun ke timur di bawah pimpinan
Fatahillah. Fatahillah berhasil menghancurkan benteng pertahanan Portugis. Fatahillah
mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1927. Sultan
Trenggono wafat dalam pertempuran di Pasuruan. Demak mengalami masa kejayaan
pada masa kekuasaan Sultan Trenggono.

2. Kerajaan Cirebon
Fatahillah berhasil merebut Cirebon dari kekuasaan Kerajaan Hindu Pajajaran.
Sebagai penghargaan dari Sultan Trenggono, Cirebon diserahkan kepada Fatahillah
yang kemudian diserahkan kepada putranya, Pangeran Pasarean yang wafat pada
tahun 1552. Fatahillah kemudian menetap di Cirebon untuk mengendalikan
pemerintahan dan menyebarkan Islam.

3. Kerajaan Banten
Fatahillah memerintah Banten tahun 1552, ia pindah ke Cirebon karena
putranya, Pangeran Pasarean yang memimpin Cirebon wafat. Sedangkan Banten
diserahkan kepada putranya, Hasanudin. Sultan Hasanudin wafat tahun 1570,
digantikan dengan putranya, Yusuf. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Hindu
Pajajaran dapat ditaklukkan dan penyebaran agama Islam sampai ke pelosok
pedalaman. Pangeran Yusuf wafat pada tahun 1580 dan digantikan oleh putranya yang
masih muda yakni Maulana Muhammad.

4. Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh didirikan pada tahun 1204 di bawah pemerintahan Sultan Jihan
Syah. Pada waktu itu, Aceh belum berdaulat karena merupakan kerajaan kecil yang
berada di bawah pengaruh Pedir. Akhirnya, Aceh berhasil melepaskan diri dari
kekuasaan Pedir dan menjadi kerajaan yang berdaulat penuh. Pada waktu itu, Aceh
diperintah oleh Sultan Muhayat Syah (1514-1528). Pusat kerajaan dipindah ke Kutaraja.
Dalam kurun waktu 4 abad, Kerajaan Aceh dipimpin oleh raja-raja sebagai berikut:
1. Sultan Ali Muhayat Syah atau Sultan Ibrahim.
2. Sultan Salahudin.
3. Sultan Alaudin Riyad Syah.
4. Sultan Hasyim.
5. Sultan Zainal Abidin.
6. Sultan Alaudin Mansyur Syah.
7. Sultan Ali Ri'ayat Syah II
8. Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam.

Aceh mencapai zaman keemasan di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda
(1607-1936). Ia adalah orang yang cerdas dan pemeluk Islam yang taaat. Pada masa
pemerintahannya, wilayah Aceh semakin luas, yaitu membentangi di pesisir Barat
Sumatra sampai Bengkulu dan di pesisir Timur Sumatra sampai Siak. Bahkan,
beberapa daerah di Semenanjung Malaya seperti Johor, Kedah, Pahang, dan Patani
(Thailand) berhasil dikuasai. Iskandar Muda bersikap anti penjajah. Ia bercita-cita dapat
mengusir Portugis dari Malaka. Oleh sebab itu, Iskandar Muda beberapa kali
menyerang Portugis di Malaka. Contoh, tahun 1629, ia melakukan serangan besar-
besaran terhadap Portugis. Portugis pun ikut menyerang dan berusaha menguasai
Aceh, namun selalu dapat dipukul mundur oleh tentara Aceh.

5. Kerajaan Gowa-Tallo
Kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan sebenarnya terdiri atas dua kerajaan
yakni Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan ini kemudian bersatu. Raja Gowa, Daeng
Manrabia, menjadi raja bergelar Sultan Alauddin dan Raja Tallo, Karaeng Mantoaya,
menjadi perdana menteri bergelar Sultan Abdullah. Karena pusat pemerintahannya
terdapat di Makassar, Kerajaan Gowa dan Tallo sering disebut sebagai Kerajaan
Makassar. Karena posisinya yang strategis di antara wilayah barat dan timur
Nusantara, Kerajaan Gowa dan Tallo menjadi bandar utama untuk memasuki Indonesia
Timur yang kaya rempah-rempah.

6. Kerajaan Ternate dan Tidore
Ternate merupakan kerajaan Islam di timur yang berdiri pada abad ke-13 dengan
raja Zainal Abidin (1486-1500). Zainal Abidin adalah murid dari Sunan Giri di Kerajaan
Demak. Kerajaan Tidore berdiri di pulau lainnya dengan Sultan Mansur sebagai raja.
Kerajaan yang terletak di Indonesia Timur menjadi incaran para pedagang karena
Maluku kaya akan rempah-rempah. Kerajaan Ternate cepat berkembang berkat hasil
rempah-rempah, terutama cengkih. Ternate dan Tidore hidup berdampingan secara
damai. Namun, kedamaian itu tidak berlangsung selamanya. Setelah Portugis dan
Spanyol datang ke Maluku, kedua kerajaan berhasil diadu domba. Akibatnya, antara
kedua kerajaan tersebut terjadi persaingan. Portugis yang masuk Maluku pada tahun
1512 menjadikan Ternate sebagai sekutunya dengan membangun benteng Sao Paulo.
Spanyol yang masuk Maluku pada tahun 1521 menjadikan Tidore sebagai sekutunya.
Setelah sadar bahwa mereka diadu domba, hubungan kedua kerajaan membaik
kembali. Sultan Khairun kemudian digantikan oleh Sultan Babullah (1570-1583). Pada
masa pemerintahannya, Portugis berhasil diusir dari Ternate. Keberhasilan itu tidak
terlepas dari bantuan Sultan Tidore. Sultan Khairun juga berhasil memperluas daerah
kekuasaan Ternate sampai ke Filipina. Itulah beberapa kerajaan-kerajaan Islam yang
ada di Indonesia. Sebenarnya bukan itu saja kerajaan Islam di Indonesia, tapi karena
penulis yang penuh kekurangan, penulis hanya bisa menyajikan 6 kerajaan Islam di
Indonesia. Semoga wacana di atas bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.


KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA

Kerajaan Indonesia yang bercorak Hindu-Buddha beserta peninggalannya
cukup banyak ditemui di Nusantara ini, berikut beberapa kerajaan-kerajaan
Hindu-Buddha dan peninggalannya :
1. Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai disebut juga Kerajaan Kutai Martadipura (Martapura)
merupakan kerajaan Hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di daerah
Kutai Kalimantan Timur. Kerajaan ini dibangun oleh Kudungga. Dalam prasasti
Yupa disebutkan bahwa Kudunggalah pendiri kerajaan ini sehingga ia disebut
wamsakarta. Setelah Kudungga, Kerajaan Kutai dipimpin oleh Aswawarman dan
diteruskan oleh Mulawarman. Pada zaman Mulawarman inilah Kerjaan Kutai
mengalami puncak kejayaan. Ia termasyhur pernah menyedekahkan 20.000 ekor
lembu kepada para Brahmana. Untuk memperingati hal itu, para Brahmana
mencatatnya dalam prasasti Yupa. Pada abad ke-16, kerajaan Hindu tertua di
Nusantara ini takluk dari Kerajaan Kutai Kartanegara. Dalam peperangan
tersebut, Raja Kutai Martadipura terakhir yang bernama Maharaja Dharma Setia
tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji
Mendapa.
2. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan bercorak Hindu yang
terletak di Jawa Barat. Kerajaan ini diperkirakan berkembang antara 400-600
M. Salah seorang rajanya yang terkenalnya bernama Purnawarman. Pengaruh
India melalui penggunaan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa dalam kehidupan
kerajaan ini sangat kuat, khususnya dalam kehidupan keraton. Terdapat tujuh
prasasti yang dapat menjadi sumber informasi kehidupan pada zaman Kerajaan
Tarumanegara sebagai berikut.
a. Prasasti Ciaruteun di Bogor.
b. Prasasti Kebon Kopi di Bogor.
c. Prasasti Jambu di Bogor.
d. Prasasti Muara Cianten di Bogor.
e. Prasasti Tugu di Bekasi.
f. Prasasti pasir Awi di Leuwiliang.
g. Prasasti Munjul di Banten.

Pada masa kekuasaan Raja Purnawarman, kerajaan ini sering mendapat
kunjungan dari penjelajah asing. Salah seorang di antaranya adalah Fa Hsien
yang datang ke kerajaan ini pada abad ke-5 M. Berita dari Cina pada masa
pemerintahan Dinasti Tang dan Sung menyebutkan sebuah kerajaan bernama
To-lo-mo, sering mengirimkan utusannya ke Cina untuk menghadap kaisar.
Kemungkinan besar kerajaan tersebut adalah Kerajaan Taruma karena
berdasarkan ejaan Cina, To-lo-mo berarti Taruma.
3. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan yang besar dan makmur karena
letaknya yang strategis berada di jalur pelayaran dan perdagangan internasional
sehingga semua kapal dagang yang mengadakan pelayaran dari Cina ke India
atau sebaliknya singgah di bandar-bandar Sriwijaya. Melalui penguasaan jalur
perdagangan dan pelayaran internasional serta peran aktifnya dalam
perdagangan internasional, maka Kerajaan Sriwijaya memperoleh kejayaan di
kawasan Asia Tenggara Kerajaan Sriwijaya berdiri sekitar abad ke-7 M
menempati wilayah Sumatra dan semenanjung Malaysia. Kerajaan Sriwijaya
mencapai puncak kejayaan pada abad ke-8 M dan ke-9M, pada masa
pemerintahan Raja Balaputradewa dari Dinasti Syailendra. Kerajaan Sriwijaya
banyak dipengaruhi budaya India, pertama oleh budaya agama Hindu dan
kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Agama Buddha diperkenalkan di
Sriwijaya pada tahun 425 Masehi. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama
Buddha Mahayana. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu mengurus
perdagangan dan penaklukan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9. Pada masa
yang sama, agama Islam memasuki Sumatra termasuk Aceh yang telah
disebarkan melalui perhubungan dengan pedagang Arab dan India. Pada tahun
1414 pangeran terakhir Sriwijaya, Parameswara, memeluk agama Islam dan
berhijrah ke Semenanjung Malaya dan mendirikan Kesultanan Melaka. Agama
Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana disebarkan di pelosok
kepulauan Melayu, dan Palembang menjadi pusat pembelajaran agama Buddha.
Pada tahun 1017, 1025, dan 1068, Sriwijaya telah diserbu Raja Chola dari
kerajaan Colamandala (India) yang mengakibatkan hancurnya jalur
perdagangan. Pada serangan kedua tahun 1025, Raja Sri Sanggramawidjaja
Tungadewa ditawan. Pada masa itu juga, Sriwijaya telah kehilangan monopoli
atas lalu lintas perdagangan Tiongkok-India. Akibatnya, kemegahan Sriwijaya
menurun. Kerajaan Singosari yang berada di bawah naungan Sriwijaya
melepaskan diri. Pada tahun 1088, Kerajaan Melayu Jambi, yang dahulunya
berada di bawah naungan Sriwijaya menjadikan Sriwijaya taklukannya. Kekuatan
kerajaan Melayu Jambi berlangsung hingga dua abad sebelum akhirnya melemah
dan takluk di bawah Majapahit

4. Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang ada di
Jawa Tengah. Kerajaan ini berkembang kira-kira pada abad ke 8 sampai abad ke-
11M. Hal ini bersumber dari prasasti Canggal yang berangka tahun 732M.
Prasasti ini menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Prasasti ini
merupakan bagian dari bangunan lingga yang merupakan tempat pemujaan
umat Hindu. Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh dua dinasti, yaitu Dinasti
Syailendra dan Dinasti Sanjaya. Raja-raja dari Dinasti Syailendra adalah Bhanu,
Wisnu, Indra, Samaratungga, dan Balaputradewa. Raja terakhir Syailendra,
Balaputradewa akhirnya melarikan ke Sriwijaya akibat kalah dalam perang
melawan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya. Raja-Raja dari Dinasti Sanjaya
antara lain Sanjaya, Rakai Panangkaran, Panunggalan, Rakai Warak, Rakai
Garung, Rakai Pikatan, Kayuwangi, Watuhumalang, Dyah Balitung, Sri Maharaja
Daksa, Sri Maharaja Rakai Wawa, dan Empu Sindok. Akibat terjadinya bencana
alam, Empu Sindok memindahkan kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur
dan mengganti nama kerajaan menjadi Medang Kamulan (Wangsa Isyana)
dengan raja-raja yang pernah memerintah antara lain Empu Sindok,
Darmawangsa, dan Airlangga.

5. Kerajaan Singosari
Kerajaan Singasari merupakan Kerajaan Hindu yang berdiri pada tahun
1222 M. Raja pertamanya adalah Ken Arok yang bergelar Sri Ranggah Rajasa
Sang Amurwabhumi. Kerajaan ini bermula ketika Raja Airlangga, Raja terakhir
dari Kerajaan Medang Kamulan membagi dua kerajaan menjadi Kediri dan
Jenggala. Hal ini dilakukan untuk menghindari perang saudara. Tumapel
merupakan daerah di bawah wilayah kerajaan Kediri. Penguasa Tumapel saat itu
adalah Tunggul Ametung, yang memiliki istri bernama Ken Dedes. Ken Arok
seorang rakyat jelata yang kemudian menjadi prajurit Tunggul Ametung,
berkeinginan untuk menguasai Tumapel. Ken Arok kemudian membunuh
Tunggul Ametung dengan keris yang dipesan dari Mpu Gandring. Ken Arok
kemudian menjadi pengganti Tunggul Ametung dengan dukungan rakyat
Tumapel. Ken Dedes pun menjadi istri Ken Arok. Ia dimahkotai dengan gelar Sri
Rajasa Batara Sang Amurwabumi. Kemudian, Ken Dedes melahirkan putranya
hasil perkawinannya dengan Tunggul Ametung, yang diberi nama Anusapati.
Dari selir bernama Ken Umang, Ken Arok memiliki anak bernama Tohjaya. Ken
Arok memanfaatkan situasi politik Kediri yang sedang kacau waktu itu, dan
bergabung dengan para pendeta. Raja Kediri Kertajaya akhirnya dapat
dikalahkan pada tahun 1222.

Sejak itu Kadiri menjadi bagian dari wilayah Singosari. Dalam kitab
Pararaton dikisahkan pertempuran berdarah yang terjadi pada keturunan Ken
Arok. Anusapati yang kemudian mengetahui bahwa pembunuh ayahnya
(Tunggul Ametung) adalah Ken Arok, pada tahun 1227 ia membunuh Ken Arok,
dan kemudian menggantikannya menjadi Raja di Kerajaan Singasari. Anusapati
memerintah Singasari selama 20 tahun. Tohjaya, putra Ken Arok dari selir
bernama Ken Umang kemudian menuntut balas kematian ayahnya. Tohjaya
kemudian membunuh Anusapati pada tahun 1248, dan menjadi Raja Singhasari.
Selama memerintah, Tohjaya mendapat banyak tentangan karena ia hanyalah
anak seorang selir yang tidak berhak menduduki singgasana Singasari. Tohjaya
hanya memerintah kurang dari setahun karena tewas dalam sebuah
pemberontakan yang dipimpin oleh Ranggawuni anak Anusapati dan Mahesa
Cempaka anak Mahesa Wong Ateleng. Selanjutnya, Singosari dipimpin oleh
Wisnuwardhana (Ranggawuni) putra Anusapati.
Pada masa kekuasaannya, Ranggawuni bergelar Wisnuwardhana.
Perseteruan antar-keluarga dalam Dinasti Rajasa berakhir dengan rekonsiliasi.
Wisnuwardhana memerintah bersama sepupunya, Mahesa Cempaka. (Mahesa
Cempaka dan Ranggawuni adalah cucu Ken Dedes). Wisnuwardhana memiliki
menantu bernama Jayakatwang. Pada tahun 1254, Wisnuwardhana turun takhta
dan digantikan oleh putranya, Kertanagara. Wisnuwardhana meninggal pada
tahun 1268.
Kertanagara adalah raja terakhir Singosari (1268-1292). Pada tahun 1275,
Kertanagara mengirim utusan ke Melayu, dan patungnya sebagai Amoghapasha
didirikan di Jambi (1286). Pada tahun 1284 Kertanagara mengadakan ekspedisi
ke Bali, dan sejak itu Bali menjadi wilayah Kerajaan Singosari. Pada tahun 1289,
Kubilai Khan (Kekaisaran Mongol) mengirim utusan ke Singosari untuk meminta
upeti, tetapi ditolak dan dipermalukan oleh Kertanagara. Kekuatan Singosari
yang terfokus pada persiapan pasukan untuk mengantisipasi balasan Mongol,
membuat lengah pertahanan dalam negeri. Akibatnya, kesempatan ini digunakan
oleh Jayakatwang memberontak terhadap Singosari. Jayakatwang adalah
menantu Wisnuwardhana, yang kurang suka dengan peralihan kekuasaan
Singhasari ke tangan Kertanagara. Kertanagara akhirnya meninggal ketika
mempertahankan istananya (1292). Pertempuran ini digambarkan jelas dalam
Prasasti Kudadu yang ditemukan di lereng Gunung Butak Mojokerto.



6. Kerajaan Majapahit
Informasi tentang kerajaan ini diperoleh melalui beberapa kitab yang di
antaranya Pararaton, Kidung, Sundayana, Kakawin Negarakertagama, dan
beberapa prasasti. Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang terakhir dan
sekaligus yang terbesar di antara kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara.
Didahului oleh Kerajaan Sriwijaya, yang beribukotakan Palembang di Pulau
Sumatra. Penguasa Majapahit paling lama adalah Hayam Wuruk yang
memerintah dari tahun 1350-1389. Pendiri Majapahit yaitu Kertarajasa yang
merupakan anak menantu penguasa Singhasari. Sesudah Singosari mengusir
Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290, kekuasaan Singosari
yang naik menjadi perhatian Kubilai Khan di Cina dan dia mengirim duta yang
menuntut upeti. Kertanagara sebagai penguasa Kerajaan Singosari menolak
untuk membayar upeti dan Khan memberangkatkan ekspedisi menghukum yang
tiba di pantai Jawa tahun 1293. Ketika itu seorang pemberontak dari Kediri,
Jayakatwang, sudah membunuh Kertanagara. Pendiri Majapahit bersekutu
dengan orang Mongolia melawan Jayakatwang. Gajah Mada seorang patih dan
bupati Majapahit dari 1331 ke 1364, memperluas kekuasaan kerajaan ke pulau
sekitarnya. Beberapa tahun sesudah kematian Gajah Mada, angkatan laut
Majapahit menduduki Palembang dan menaklukkan daerah terakhir kerajaan
Sriwijaya.
Walaupun penguasa Majapahit melebarkan kekuasaan mereka di tanah
seberang di seluruh Nusantara dan membinasakan kerajaan-kerajaan tetangga,
fokus mereka kelihatannya hanya untuk menguasai dan memonopoli
perdagangan komersial antarpulau. Ketika Majapahit didirikan, pedagang
Muslim dan para penyebar agama mulai memasuki Nusantara. Sesudah
mencapai puncaknya pada abad ke-14, tenaga Majapahit berangsur-angsur
melemah dan perang suksesi yang mulai dari tahun 1401 dan berlangsung selama
empat tahun melemahkan Majapahit. Setelah ini, Majapahit ternyata tak dapat
menguasai Nusantara lagi. Sebuah kerajaan baru yang berdasarkan agama Islam,
yaitu Kesultanan Malaka mulai muncul dan menghancurkan hegemoni
Majapahit di Nusantara. Kehancuran Majapahit diperkirakan terjadi pada sekitar
tahun 1500-an meskipun di Jawa ada sebuah khronogram atau candrasengkala
yang berbunyi seperti ini: sirna hilang kretaning bumi. Sengkala ini konon adalah
tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041 = 1400 Saka =>
1478 Masehi. Arti sengkala ini adalah sirna hilanglah kemakmuran bumi
(Majapahit). Berikut merupakan raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan
Majapahit:

1) Raden Wijaya, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1294 1309);
2) Kalagamet, bergelar Sri Jayanagara (1309 1328);
3) Sri Gitarja, bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 1350);
4) Hayam Wuruk, bergelar Sri Rajasanagara (1350 1389);
5) Wikramawardhana (1389 1429);
6) Suhita (1429 1447);
7) Kertawijaya, bergelar Brawijaya I (1447 1451);
8) Rajasawardhana, bergelar Brawijaya II (1451 1453);
9) Purwawisesa atau Girishawardhana, bergelar Brawijaya III (1456 1466);
10) Pandanalas, atau Suraprabhawa, bergelar Brawijaya IV (1466 1968);
11) Kertabumi, bergelar Brawijaya V (1468 1478);
12) Girindrawardhana, bergelar Brawijaya VI (1478 1498).











Bab 1
Membaca dan Menggambar Peta
1. Peta atau map adalah gambar seluruh atau sebagian permukaan bumi dalam bidang datar dengan
perbandingan tertentu. Peta memberikan informasi tentang suatu wilayah.
2. Agar terampil membaca peta kita harus mengetahui unsur-unsur peta.Unsur peta terdiri dari:
a. judul peta; Judul peta menunjukkan nama peta. Judul peta ditulis di bagian atas dengan huruf
yang menonjol.
b. garis tepi peta; batas-batas pinggir gambar peta. Fungsi garis tepi untuk menulis angka-angka
derajat astronomis.
c. legenda; keterangan-keterangan yang menjelaskan simbol-simbol pada peta. Biasanya legenda
terletak di bagian bawah sebelah kiri ataupun kanan.
d. symbol; gambar yang digunakan untuk mewakili objek-objek dalam peta. Misalnya symbol
untuk danau, sungai, jalan, rel kereta, ibukota provinsi, batas kabupaten, dan sebagainya,
berbentuk warna, garis, dan gambar.
e. skala; perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sesungguhnya. Sebuah peta selalu dibuat
jauh lebih kecil dari keadaan yang sebenarnya. Akan tetapi, letak, jarak, dan arahnya seperti
keadaan yang sebenarnya. Ada dua macam jenis skala, yaitu:
- Skala angka (skala numerik) disebut juga skala perbandingan. Skala biasanya ditulis di bagian
bawah. Misalnya dalam sebuah peta kita menemukan Skala 1:10.000, artinya jarak 1 cm pada
peta sama dengan 10.000 cm di permukaan bumi.
- Skala garis, ditunjukkan oleh garis lurus yang dibagi dalam bagian-bagian yang sama. Panjang
masing-masing ruas = 1 cm.
f. Manfaat skala dalam menggambar sebuah peta adalah sebagai berikut;
- Dengan skala kita dapat memperbesar atau memperkecil sebuah peta / gambar tertentu.
- Dengan skala kita dapat menggambar suatu tempat yang sangat luas di atas kertas yang kecil.
- Dengan skala kita dapat mengetahui atau menentukan jarak suatu tempat yang satu dengan
tempat lainnya.
g. Penunjuk arah (mata angin); jarum pedoman atau garis yang menunjukkan arah suatu tempat.
Mata angin juga berarti arah, jurusan, atau kiblat suatu tempat. Penunjuk arah mata angin dalam
peta sangat penting. Penunjuk mata angin membantu kita bisa menjelaskan posisi suatu tempat.
h. Garis astronomis; berguna untuk menentukan letak suatu tempat atau wilayah.Garis-garis yang
tegak disebut garis bujur. Sementara yang garis-garis yang mendatar disebut garis lintang.
3. Arti warna-warna dalam peta sebagai berikut.
a. Warna hijau menunjukkan dataran rendah.
b. Warna kuning menunjukkan dataran tinggi.
c. Warna cokelat menunjukkan daerah pegunungan.
d. Warna putih menunjukkan puncak pegunungan yang tertutup salju.
e. Warna biru menunjukkan daerah perairan (laut, sungai, danau). Warna biru untuk laut,
dibedakan ketajamannya. Gunanya untuk menunjukkan kedalaman laut. Warna biru tua untuk
laut dalam dan biru muda untuk laut dangkal.
4. Membaca peta wilayah provinsi kita bisa menempuh langkah-langkah berikut ini.
a. Mencari gambar peta provinsi dalam buku atlas.
b. Menentukan letak wilayah provinsi.
c. Menyebutkan batas-batas wilayah provinsi.
d. Menyebutkan pembagian wilayah provinsi.
e. Menjelaskan kenampakan alam dan buatan yang ada.
5. Cara yang paling mudah untuk menggambar peta adalah menjiplak peta yang sudah ada. Dalam
menggambar kita harus tetap memerhatikan skala.
6. Berdasarkan skala itu itu kita bias menghitung jarak sesungguhnya.
7. Pada awal kemerdekaan, jumlah provinsi di Indonesia cuma ada delapan. Kedelapan provinsi itu
adalah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo, Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa
Tenggara) dan Maluku. Jumlah provinsi di Indonesia mengalami perubahan. Sekarang ini negara
Indonesia dibagi menjadi 33 provinsi.

Bab 2
Keragaman Sosial dan Budaya
1. Kenampakan alam adalah berbagai bentukan muka bumi yang terjadi secara alamiah, dapat juga
di artikan segala sesuatu di alam yang menampakkan diri atau menunjukkan diri kepada kita.
Kenampakan alam terdiri dari dua bagian pokok, yakni; kenampakan alam berupa daratan dan
perairan.
2. Kenampakan alam Daratan, Bentuk daratan bermacam-macam, antara lain;
a. Gunung; Ada dua macam gunung, yaitu;
Gunung berapi menghasilkan barang-barang tambang, seperti, batu, pasir, belerang, dan sumber
air panas. Sumber air panas dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi daerah.
Gunung yang tidak berapi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan, kehutanan, suaka
margasatwa, atau tempat rekreasi.
b. Pegunungan adalah bagian dari dataran yang bergunung-gunung. Tingginya lebih dari 700 meter
di atas permukaan laut, berhawa sejuk dan sering dimanfaatkan untuk tempat rekreasi,
peristirahatan, dan pertanian. Pertanian yang dikembangkan di daerah pegunungan adalah
pertanian hortikultura. Pertanian hortikultura adalah pertanian yang mengembangkan jenis
tanaman sayur-sayur dan buah-buahan.
c. Dataran tinggi, Permukaan dataran tinggi terletak di atas 200 meter dari permukaan laut.
Dataran tinggi dapat dimanfaatkan manusia, misalnya sebagai tempat peristirahatan, tempat
menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Dataran tinggi biasanya merupakan daerah
yang sejuk.
d. Dataran rendah adalah wilayah di daratan dengan ketinggian antara 0200 meter di atas
permukaan laut. Umumnya daerah dataran rendah terdapat di sekitar pantai. Daerah dataran
rendah dapat dimanfaatkan manusia untuk kegiatan pertanian, peternakan, perumahan,
membangun industri, perkebunan tebu, perkebunan kelapa, dan sebagainya.
e. Pantai adalah bagian dari daratan yang berbatasan langsung dengan laut.
3. Kenampakan alam perairan terdiri dari:
a. Sungai, tanah basah yang selalu digenangi air dan ditumbuhi tanaman. Sungai-sungai di
Indonesia sangat banyak. Umumnya sungai-sungai besar terdapat di pulau-pulau besar seperti
Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sungai-sungai besar dapat dimanfaatkan
sebagai sarana transportasi. Misalnya beberapa sungai yang ada di Indonesia seperti berikut ini :


Sungai Aceh di Aceh;
Sungai Kampar di Riau;
Sungai Asahan di Sumatera Utara;
Sungai Musi di Sumatera Selatan;
Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah;
Sungai Brantas di Jawa Timur;
Sungai Kapuas di Kalimantan Barat;
Sungai Mahakam di Kalimantan Timur;
Sungai Digul di Papua.


b. Danau, cekungan yang cukup luas di permukaan bumi yang digenangi oleh air, contohnya:


Danau Toba di Sumatera Utara;
Danau Laut Tawar di NAD;
Danau Maninjau di Sumatera Barat;
Danau Singkarak di Sumatera Barat;
Danau Rawa Pening di Jawa Tengah;
Danau Sembuluh di Kalimantan Barat;
Danau Segaraanak di Lombok;
Danau Kelimutu di Flores;
Danau Jempang di Kalimantan Timur;
Danau Matana di Sulawesi Selatan;
Danau Tempe di Sulawesi Selatan;
Danau Poso di Sulawesi Tengah;
Danau Tondano di Sulawesi Utara;
Danau Batur di Bali;
Danau Paniai di Papua;
Danau Sentani di Papua;
c. Selat ialah laut yang sempit di antara pulau. Selat menghubungkan satu pulau dengan pulau-
pulau lainnya.
4. Selain harus menyesuaikan diri dengan kenampakan alam, manusia juga menghadapi
gejala-gejala alam. Contoh gejala alam adalah:
a. Gempa bumi, bisa disebabkan oleh aktivitas gunung berapi (gempa vulkanik). Atau juga bisa
disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi ( gempa tektonik).
b. Gunung meletus, gunung api yang masih aktif bisa meletus sewaktu-waktu. Ketika meletus,
gunung api mengeluarkan: magma, batu-batuan, kerikil, abu, dan gas.
Magma adalah cairan sangat panas yang terdapat di perut bumi.
Lava adalah magma yang keluar dari perut bumi.
Lapili adalah Kerikil yang dimuntahkan ketika gunung api meletus.
Abu halus adalah muntahan gunung api yang paling kecil.
Awan panas terbentuk dari debu muntahan gunung api yang melayang-layang di udara.
c. Banjir, Hujan deras terus-menerus biasanya akan diikuti bencana banjir. Lahan hutan digunduli
juga dapat menyebabkan banjir. Banjir juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk manusia.
Misalnya, kebiasaan membuang sampah ke sungai dan ke selokan air.
d. Kekeringan, menyebakan terjadinya kekurangan air bersih.
5. Berikut ini merupakan beberapa akibat yang ditimbulkan banjir, antara lain;
a. Bangunan dan tempat tinggal, serta harta benda rusak karena terendam air.
b. Penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan mengungsi di tempat lain.
c. Pabrik dan kantor-kantor terpaksa berhenti bekerja.
d. Jalan dan jembatan rusak.
e. Timbul berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit dan penyakit menular lainnya.
6. Pengaruh Kekurangan air bersih bagi kehidupan masyarakat di antaranya;
a. Orang semakin sulit untuk mendapatkan air bersih.
b. Untuk mendapatkan air bersih orang harus membeli air dari pedagang air.
c. Banyak penduduk terserang penyakit karena mereka meminum, memasak, dan mandi memakai
air yang tercemar.
7. Ada bencana alam yang terjadi karena perilaku buruk manusia. Misalnya banjir dan
kekeringan. Hal itu bisa disebabkan oleh: perilaku menebang hutan secara sembarangan,
perladangan berpindah, dan membuang sampah sembarangan.
8. Perilaku atau tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan alam, antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar; Hutan-hutan ini kaya akan sumber daya alam. Hutan dapat
menghasilkan kayu. Hutan juga menjadi tempat tinggal berbagai jenis hewan. Hutan melindungi
tanah dan air yang ada di bawahnya. Hutan juga mencegah terjadinya banjir. Tanpa hutan sungai
akan mengering. Tanpa hutan banjir akan menerjang.
b. Ladang berpindah, masyarakat Indonesia membuka hutan untuk berladang. Setelah lading
tersebut tidak subur lagi, mereka membuka ladang di tempat yang lain. Membuka ladang baru
biasanya disertai dengan membakar hutan.
c. Membuang sampah sembarangan. membuangnya ke sungai atau ke selokan air. Ini bisa
berbahaya, karena dapat menyebabkan banjir. Selain itu, sampah dapat merusak dan membunuh
makhluk hidup yang hidup di sungai.
d. Sampah dari limbah industri ini sangat berbahaya karena mengandung racun. Limbah industri
bisa membahayakan hidup manusiadan makhluk hidup lainnya. Karena itu, limbah industri harus
diolah terlebih dahulu sebelum dibuang.
9. Keadaan alam sangat mempengaruhi keadaan sosial budaya. Keragaman sosial, misalnya
dari segi pendidikan, Kehidupan di bidang Teknologi. Keragaman sosial budaya di Indonesia
antara lain disebabkan karena adanya keragaman kenampakan alam. Misalnya, keragaman mata
pencarian.
10. Mata pencarian atau pekerjaan penduduk dataran tinggi berbeda dengan penduduk sekitar
pantai. Kebanyakan penduduk dataran tinggi mengusahakan pertanian holtikultura. Kebanyakan
penduduk yang tinggal di sekitar pantai bekerja sebagai nelayan.

Bab 3
Persebaran Sumber Daya Alam
1. Sumber daya alam adalah semua kekayaan alam berupa benda mati atau makhluk hidup
yang berada di bumi yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
2. Sumber daya alam di sekitar kita antara lain sebagai berikut:
a. Tanah dan segala yang dapat diusahakan di atasnya. Misalnya, pertanian, perkebunan,
peternakan, dan perikanan.
b. Bahan galian / tambang, yaitu bahan yang terdapat di dalam tanah. Misalnya: minyak bumi, batu
bara, besi, tembaga, nikel, timah, dan lain-lain.
c. Kekayaan alam yang ada di laut, sungai, dan danau. Misalnya, ikan, udang, mutiara, rumput
laut, garam, dan lain-lain.
d. Keindahan alam, misalnya pantai pasir putih, danau, lembah, gunung, air terjun, hutan, dan
sebagainya.
3. Berdasarkan sifatnya, kita dapat menggolongkan sumber daya alam menjadi dua, yaitu:
a. Sumber daya alam yang dapat diperbarui ialah kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan terus-
menerus karena dapat tersedia kembali, karena siklus alam maupun karena perkembangbiakan.
Contoh: tanah, hutan, hewan, air, dan udara.
1) Tanah adalah tempat kita semua berpijak. Ada banyak sekali jenis tanah antara lain:
a. Tanah vulkanik; Tanah berasal dari endapan abu letusan gunung berapi. Tanah vulkanik sangat
subur. Tanah ini sangat baik untuk bercocok tanam. Tanah vukanik dapat ditemukan di lereng-
lereng gunung berapi.
b. Tanah humus (tanah organic); Daun-daunan jatuh ke tanah kemudian membusuk. Setelah
membusuk dedaunan itu bercampur dengan tanah. Tanah humus sangat subur dan baik untuk
bercocok tanam. Kita dapat menemukan tanah humus di hutan-hutan yang masih lebat.
c. Tanah gambut; Terbentuk dari tumbuh-tumbuhan rawa yang membusuk dan tertimbun selama
bertahun-tahun. Ciri tanah gambut adalah lunak dan basah. Tanah gambut kurang baik untuk
pertanian karena tidak subur. Tanah gambut banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan
Papua.
2) Hutan; Salah satu ciri hutan adalah banyak pepohonan dan banyak binatang yang
berkeliaran.Kegunaan hutan antara lain untuk menahan erosi, menyimpan air, menyediakan
kayu untuk bahan-bahan bangunan, dan sebagai paru-paru lingkungan. Penyebab kerusakan
hutan antara lain:
a. penebangan hutan secara liar,
b. kebakaran hutan yang terjadi pada musim kemarau,
c. pembakaran hutan untuk membuat ladang.
3) Hewan; Hewan termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui, terbagi dalam;
a. Binatang liar bisa berkembang biak sendiri. Contohnya; lain gajah, harimau, buaya, rusa,
beruang dan kancil.
b. Hewan ternak sengaja dibudidayakan. Hewan ternak dipelihara untuk mendatangkan
penghasilan. Orang yang memelihara hewan ternak disebut peternak. . sapi, kambing, ayam, itik,
kelinci, dan kerbau.
c. Ada juga hewan-hewan langka yang sengaja ditangkarkan. Contohnya; Komodo
4) Air; Semua makhluk hidup memerlukan air. Manusia menggunakan air untuk diminum, mandi,
mencuci, dan memasak. Selain untuk keperluan sehari-hari, masih banyak kegunaan air. Antara
lain untuk mengairi sawah, memelihara ikan, sarana transportasi, dan pembangkit listrik. Kita
dapat memperoleh air bersih dari sumur, mata air, air hujan, dan air dari PAM.
b. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui; ialah sumber daya alam yang dapat habis.
Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui:
a. Bahan tambang mineral logam; adalah bahan tambang yang berwujud bijih. Contohnya bijih
besi, nikel, emas, tembaga, timah, dan bijih bauksit. Mineral logam dibagi menjadi dua, yaitu:
1) logam murni; Logam murni digunakan dalam kondisi murni tanpa campuran. Contoh logam
murni adalah emas, timah, seng, dan aluminium. Biasanya kaleng minuman menggunakan
aluminium murni. Sementara kabel listrik terbuat dari tembaga murni.
2) logam campuran; Bahan tambang logam tidak murni atau dipakai dalam keadaan dicampur.
Misalnya, campuran tembaga, timah, dan seng pada pembuatan kapal. Bahan campuran ini lebih
tahan menghadapi proses perubahan.
b. Bahan tambang mineral bukan logam; Contoh bahan tambang bukan logam adalah batu kapur,
belerang, pasir, kaolin, asbes, mika, tanah liat, intan.
c. Bahan tambang sumber tenaga (energi); Minyak bumi, gas alam,dan batu bara termasuk sumber
tenaga / energi yang paling banyak digunakan.
1) Minyak bumi harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan. Ada bermacam-macam produk
pengolahan minyak bumi. Misalnya minyak tanah, solar, pelumas, ter, bensin, bensol, dan aspal.
Masing-masing produk pengolahan ini mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Pertamina
adalah perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi nasional.
2) Gas alam biasanya terdapat bersama minyak bumi. Gas alam digunakan sebagai bahan pembuat
pupuk. Selain itu, gas alam juga digunakan untuk bahan bakar kompor gas.
3) Batu bara dimanfaatkan untuk bahan bakar. Kereta api, kapal laut, dan pembangkit listrik
menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Selain itu, batu bara digunakan untuk membuat
sutera tiruan, karet tiruan, bensin tiruan, sabun, dan ter.
4. Persebaran hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan:
a. Persebaran hasil pertanian; Hasil pertanian negara kita antara lain;
1) Padi (beras); Daerah penghasil padi (beras) antara lain Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan,
Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.
2) Jagung; Daerah penghasil jagung antara lain Jawa Tengah, Jawa dan Sulawesi
3) Ubi kayu (singkong); Daerah penghasil singkong adalah Sumatera Selatan, Lampung, Madura,
Jawa Tengah dan Yogyakarta
4) Kedelai; Daerah penghasil kedelai adalah Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur
5) Kacang tanah; Daerah penghasil kacang tanah ialah Sumatera Timur, Sumatera Barat, Jawa
Tengah, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
b. Persebaran hasil perkebunan: Hasil perkebunan negara kita antara lain:
1) Tebu; Daerah penghasil tebu, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan
(Nangroe Aceh Darussalam).
2) Tembakau; Daerah penghasil tembakau ialah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu,
Sumatera Selatan, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
3) Teh; Daerah penghasil teh, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sumatera
Barat.
4) Kopi; Daerah penghasil kopi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Bengkulu,
Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi, Flores.
5) Karet; Daerah penghasil karet, yaitu D.I. Aceh, Sumatera Utara (Kisaran, Deli, Serdang),
Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
6) Kelapa (kopra); Daerah penghasil kelapa, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta,
Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan.
7) Kelapa Sawit; Daerah penghasil kelapa sawit ialah D.I. Aceh, kalimantan dan Sumatera Utara.
8) Cokelat; Daerah penghasil cokelat ialah Jawa Tengah dan Sulawesi Tenggara.
9) Pala; Daerah penghasil pala ialah Jawa Barat dan Maluku.
10) Cengkeh; Daerah penghasil cengkeh ialah Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara dan Maluku.
11) Lada; Daerah penghasil lada ialah Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Kalimantan
Barat.
12) Vanili; Dihasilkan di daerah Flores, Papua, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia.
c. Persebaran hasil kehutanan; Hasil peternakan negara kita antara lain:
1) Kayu keruing, kayu meranti, dan kayu agathis terutama dihasilkan di daerah-daerah
Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
2) Kayu jati dihasilkan di daerah Jawa Tengah.
3) Kayu cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur.
4) Akasia dan rasamala dihasilkan di daerah Jawa Barat.
5) Rotan dihasilkan dari daerah Kalimantan, Sumatera Barat, Sumatera Utara.
d. Persebaran hasil peternakan; Hasil peternakan negara kita antara lain:
1) Sapi. Daerah penghasil ternak sapi adalah Sumatera (Aceh), Jawa, Madura, Bali, Nusa
Tenggara Barat (Lombok dan Sumbawa).
2) Kerbau. Daerah penghasil kerbau adalah Aceh, Sulawesi, dan Jawa.
3) Kuda. Daerah penghasil kuda adalah Nusa Tenggara Timur (Pulau Sumba) dan Sumatera Barat.
4) Babi. Daerah penghasil ternak babi adalah Bali, Maluku, Sulawesi Utara (Minahasa), Sumatera
Utara (Tapanuli), Jawa Barat (Karawang)
e. Persebaran hasil perikanan
1) Budi daya udang dan bandeng, terdapat di pantai utara Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
2) Daerah penangkapan ikan (nelayan tradisional dan modern) antara lain;
3) Sumatera Timur (Bagan Siapi-api)
4) Bengkalis untuk jenis ikan terubuk.
5) ikan tenggiri, cumi-cumi, udang, rumput Laut
6) ikan layang-layang ditangkap dari daerah Laut Jawa, Selat Sunda, Pantai Selatan (Cilacap),
Selat Bali, Selat Flores, dan Selat Makasar.
7) Kepulauan Maluku (Ambon) menghasilkan tiram, mutiara, dan tongkol.
8) Budidaya ikan di darat. Budidaya ikan di darat itu ada bermacam- macam, antara lain di tambak
/ empang, waduk / bendungan, sawah ( sistem minapadi), sungai (sistem keramba), dan di danau.
5. Peta persebaran pertambangan; Berikut ini daerah persebarannya:
a. Minyak bumi; Daerah-daerah penghasil tambang minyak sebagai berikut.
1) Tambang minyak di pulau Sumatera terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumatera
Utara (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); dan Sumatera Selatan (Plaju, Sungai
Gerong, Muara Enim).
2) Tambang minyak di pulau Jawa terdapat di Wonokromo, Delta (Jawa Timur); Cepu, Cilacap di
(Jawa Tengah); dan Majalengka, Jatibarang (Jawa Barat).
3) Tambang minyak di pulau Kalimantan terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan
Sungai Mahakam (Kalimantan Timur) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (Kalimantan Selatan)
4) Maluku (Pulau Seram dan Tenggara), serta
5) Irian Jaya (Klamono, Sorong, dan Babo).
b. Bauksit (bijih aluminium); Penambangan bauksit berada di daerah Riau (Pulau Bintan) dan
Kalimantan Barat (Singkawang).
c. Batu bara; Penambangan batu bara terdapat di Sumatera Barat (Ombilin, Sawahlunto),
Sumatera Selatan (Bukit Asam, Tanjungenim), Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau,
Samarinda), Kalimantan Selatan (Kotabaru/Pulau Laut), Kalimantan tengah (Purukcahu),
Sulawesi Selatan (Makassar), dan Papua (Klamono).
d. Besi; Penambangan besi terdapat di daerah Lampung (Gunung Tegak), Kalimantan Selatan
(Pulau Sebuku), Sulawesi Selatan (Pegunungan Verbeek), dan Jawa Tengah (Cilacap).
e. Timah; Penambangan timah terdapat di daerah Pulau Bangka (Sungai Liat), Pulau Belitung
(Manggara), dan Pulau Singkep (Dabo).
f. Emas; Penambangan emas terdapat di daerah Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Riau
(Logos), Bengkulu (Rejang Lebong), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa),
Kalimantan Barat (Sambas), Jawa Barat (Cikotok, Pongkor), dan Freeport (Timika, Papua).
g. Tembaga; Penambangan tembaga terdapat di daerah Irian Jaya (Tembagapura).
h. Nikel; Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Soroako).
i. Marmer; Ditambang dari daerah Jawa Timur (Tulungagung), Lampung, Makassar, Timor.
j. Mangan; Ditambang dari daerah Yogyakarta (Kliripan), Jawa Barat (Tasikmalaya), dan
Kalimantan Selatan (Martapura).
k. Aspal Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Pulau Buton).
l. Belerang; Ditambang dari daerah Jawa Barat (Gunung Patuha), Jawa Timur (Gunung
Welirang).
m. Yodium; Ditambang dari daerah Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Mojokerto).
6. Memanfaatkan Sumber Daya Alam; Negara kita memiliki sumber daya alam yang
berlimpah ruah. Seharusnya kekayaan alam dimanfaatkan untuk kemakmuran bersama seluruh
rakyat Indonesia. Hal ini telah diatur di dalam UUD 1945 Bab XIV, Pasal 33 ayat (3). Bunyi ayat
ini sebagai berikut. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai
oleh negara dan dipergunakan untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat.
7. Bagaimana memanfaatkan kekayaan sumber daya alam ;
a. Memanfaakan sumber daya alam tanah; Banyak kegiatan ekonomi yang sangat tergantung pada
tanah. Di antaranya kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, dan industri berbahan baku
tanah.
1) Usaha pertanian; Tanah kita yang subur sangat cocok untuk usaha pertanian.
2) Jagung dapat diolah menjadi pakan ternak dan bermacam-macam makanan kecil.
3) Kacang kedelai dapat diolah menjadi tahu, tempe, kecap, dan susu.
4) Ubi kayu dapat diolah menjadi makanan ringan seperti keripik, getuk, dan tepung tapioka.
5) Usaha perkebunan; Hasil perkebunan dapat diolah menjadi produk industri. Contohnya sebagai
berikut;
6) Kelapa sawit diolah menjadi minyak goreng dan margarin.
7) Kopi, cokelat, dan teh untuk bahan baku pembuatan minuman.
8) Cengkeh dan tembakau untuk bahan pembuatan rokok dan obatobatan.
9) Karet menjadi bahan baku untuk membuat ban.
10) Tebu mejadi bahan dasar pembuatan gula pasir.
11) Rosela menjadi bahan dasar membuat karung goni.
12) Kina digunakan sebagai bahan dasar pembuat obat malaria.
13) Usaha peternakan; Produk-produk usaha peternakan banyak sekali. Berikut ini di antaranya ;
14) Sapi, kerbau, sapi, kambing, dan domba menghasilkan dagingnya untuk dikonsumsi dan sumber
protein hewani.
15) Ayam menghasilkan daging dan telur.
16) Ulat sutera menghasilkan bahan baku pembuatan kain sutera.
17) Usaha industri berbahan baku tanah; Contoh industri dengan bahan baku tanah adalah industri
genting, batu bata, dan gerabah.
b. Memanfaakan sumber daya alam air, cara memanfaatkannya di antara ;
1) Menangkap ikan yang hidup di air secara alami. Usaha ini dilakukan oleh para nelayan.
2) Membudidayakan rumput laut. Rumput laut menjadi bahan baku makanan dan obat.
3) Memelihara ikan dan udang di kolam, empang, dan tambak.
4) Mengembangkan wisata air. Ada banyak jenis pariwisata air,
c. misalnya selancar, arum jeram, dan menyelam.
1) Menjadikan air sebagai sarana transportasi.
2) Membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
3) Membangun irigasi untuk usaha pertanian.
d. Memanfaatkan sumber daya alam hutan. Banyak sekali manfaat hutan, seperti:
1) Hutan menjadi penyaring udara.
2) Hutan menahan erosi dan membantu peresapan air.
3) Hutan menjadi tempat tinggal bermacam-macam hewan.
4) Hutan menghasilkan berbagai jenis kayu, bambu, dan rotan. Kayu bisa diolah menjadi bahan
bangunan, bahan mebel, dan kertas. Bambu dan rotan menjadi bahan baku mebel dan industri
kerajinan.
e. Memanfaatkan hasil tambang. Hasil tambang diambil dari perut bumi digunakan untuk berbagai
keperluan. Berikut ini di antaranya;
1) Minyak bumi diolah menjadi avtur, bensol, kerosin, bensin, solar, dan minyak tanah. Avtur
digunakan sebagaibahan baker pesawat terbang. Bensin dan solar untuk bahan bakar kendaraan
bermotor. Minyak tanah menjadi bahan bakar kompor.
2) Bijih besi digunakan untuk bahan baku pembuatan mesin pabrik, kendaraan bermotor,
jembatan, campuran pisau dan gunting, dan baja.
3) Batu bara menjadi bahan bakar kereta api, kapal laut, dan pembangkit listrik.
4) Bouksit untuk bahan baku aluminium. Alumunium dimanfaatkan untuk membuat pesawat dan
alat-alat rumah tangga.
5) Mangan untuk pembuatan besi baja.
6) Belerang untuk campuran obat.
7) Marmer untuk bahan bangunan rumah atau gedung.
8) Emas dan perak untuk perhiasan, misalnya cincin, gelang, kalung, anting, bros, dan sebagainya.
8. Menjaga Kelestarian Sumber Daya Alam
Kita wajib menjaga kekayaan sumber daya alam negara kita. Kita tidak bisa memakai SDA tanpa
perhitungan. Jika tidak hati-hati sumber daya alam akan cepat habis dan rusak. Karena itu, kita
harus menjaga kelestarian sumber daya alam.
a. Cara-cara menjaga kelestarian hutan
1) Mengganti tanaman tua dengan tanaman muda.
2) Mengadakan penghijauan atau reboisasi. Penghijauan adalah usaha menanami lahan-lahan
gundul.
3) Mencegah terjadinya kebakaran hutan.
4) Tidak menebang pohon sembarangan.
5) Mencegah perladangan berpindah.
b. Cara-cara menjaga kelestarian kekayaan air
1) Menjaga kelestarian hutan.
2) Menjaga kebersihan di lingkungan perairan.
3) Tidak membuang sampah ke sungai atau ke laut.
4) Menghemat pemakaian air.
5) Menghindari menangkap ikan menggunakan bom (dinamit) dan pukat harimau.
c. Cara-cara menjaga kelestarian tanah
d. Tanah harus dipelihara supaya tetap subur dan tidak tandus. Caranya sebagai berikut;
1) Melakukan pemupukan secara benar.
2) Tidak mencemari tanah dengan sampah-sampah plastik.
3) Menanam beberapa jenis tanaman secara bergiliran.
4) Tidak menebang semua pohon-pohon besar.

Bab 4
Keragaman Suku Bangsa dan Budaya
1. Masyarakat Indonesia beragam suku bangsa dan budayanya. Bentuk keragaman
masyarakat Indonesia bisa kita lihat dalam dua kelompok besar, yaitu keragaman suku bangsa
dan budaya.
a. Ada banyak sekali suku bangsa di Indonesia, antara lain Jawa, Sunda, Madura, Batak, Aceh,
Ambon, dan Dayak.
b. Bentuk keragaman budaya antara lain bermacam-macam bahasa daerah, adat istiadat, hasil
kesenian, bentuk rumah, senjata tradisional, dan makanan khas daerah.
2. Bentuk rumah suku-suku bangsa yang ada di Indonesia juga bermacam-macam.
Misalnya:
a. Rumah adat Sumatera Barat disebut rumah gadang.
b. Rumah adat Jawa Tengah dan Yogyakarta disebut rumah joglo.
c. Rumah adat Sulawesi Utara disebut rumah pewaris.
d. Rumah adat suku Toraja disebut rumah tongkanan.
e. Rumah betang di Kalimantan Tengah.
f. Rumah lobo di Sulawesi Tengah.
3. Ada bermacam-macam kesenian daerah, misalnya alat musik, tarian, lagu, dan seni
pertunjukan. Berikut ini beberapa contoh alat musik daerah.
a. Alat musik gamelan (Jawa).
b. Alat musik kolintang (Minahasa).
c. Alat musik calung dan angklung (Jawa Barat).
d. Alat musik sasando (Kupang).
e. Alat musik gambang kromong (Betawi).
4. Setiap daerah mempunyai senjata tradisionalnya sendiri-sendiri. Misalnya:
a. Badik, golok, trisula, keris, dan tombak sering dipakai orang Betawi
b. Rencong adalah senjata tradisional dari Aceh
c. Kujang adalah senjata tradisional dari Jawa Barat
d. Keris adalah senjata tradisional dari Jawa
5. Makanan khas daerah
a. Makanan khas orang Betawi antara lain gado-gado, ketoprak, nasi uduk, dan kerak telor.
b. Masyarakat Maluku memiliki makanan khas yang disebut dabudabu sesi.
c. Masyarakat Yogyakarta memiliki makanan khas yang disebut gudeg.
d. Masyarakat Palembang memiliki makanan khas yang disebut pempek.
e. Masyarakat Sumatera Barat memiliki makanan khas yang disebut rendang.
6. Setiap daerah di nusantara ini memiliki berbagai lagu tradisional. Misalnya:
a. Gambang Suling dan Ilir-ilir dari Jawa Tengah.
b. Bubuy Bulan adalah lagu tradisional dari Jawa Barat.
c. Injit-injit Semut adalah lagu tradisional dari Jambi.
d. Sapu Tangan Bapuncu adalah lagu tradisional dari Kalimantan Selatan.
e. Soleram adalah lagu tradisional dari Riau.
f. Ampar-ampar Pisang dari Kalimantan Selatan.
g. Kalayar dan Tumpi Wayu dari Kalimantan Tengah.
h. Angin Mamiri dari Sulawesi Selatan.
i. Apuse dan Yamko Rambe Yamko dari Papua
j. Bungeng Jeumpa dari Nangroe Aceh Darussalam.
k. Burung Tentiana dan O Ulate dari Maluku.
l. Sinanggar Tulo dari Sumatera Utara.
m. Kicir-kicir dan Keroncong Kemayoran dari Jakarta.
7. Faktor-faktor penyebab terjadinya keragaman budaya, antara lain:
a. keragaman agama yang dianut,
b. keragaman adat istiadat,
c. tingkat pendidikan, dan
d. jenis pekerjaan.
8. Keragaman suku bangsa dan budaya adalah kekayaan dan tantangan bagi bangsa
Indonesia. Agar bangsa dan negara kita bisa maju, kita harus bersatu. Ingatlah selalu pepatah
bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
9. Kita bisa bersatu kalau kita saling menghargai. Kita juga harus berani menerima
perbedaan, cara menghargai keragaman suku bangsa dan budaya, antara lain sebagai berikut:
a. Menerima dan menghargai suku, agama, budaya, dan adat istiadat orang lain.
b. Ikut memelihara, melestarikan, dan mengembangkan tradisi dan budaya yang ada dalam
masyarakat.
c. Melakukan dialog antarsuku, agama, dan golongan. Dialog ini dapat mengurangi rasa saling
curiga dan permusuhan.
d. Tidak menganggap suku sendiri yang paling baik dan suku yang lain jelek.
e. Tidak meremehkan dan menghina adat istiadat, kebiasaan, dan hasil kesenian suku bangsa lain.
f. Menghormati suku, agama, budaya, dan adat istiadat orang lain.
g. Kalau menjadi pemimpin masyarakat, kita harus melindungi semua golongan yang ada dalam
masyarakat.

Bab 5
Menghargai Peninggalan Sejarah
1. Peninggalan sejarah adalah adalah warisan masa lampau yang memiliki nilai sejarah.
Peninggalan sejarah ini bisa berbentuk fosil, peralatan hidup di masa lampau, prasasti, bangunan,
dan buku (kitab). Contoh bangunan peninggalan sejarah antara lain candi, tempat ibadah,
benteng, museum, monumen, dan makam. Tiap daerah memiliki peninggalan sejarah yang
berbeda.
2. Fosil adalah sisa-sisa tulangbelulang manusia dan hewan atau tumbuhan yang membatu.
Tulangbelulang dan sisa-sisa tumbuhan itu berasal dari masa purba. Mereka tertanam di lapisan
tanah. Umumnya, fosil-fosil ini sudah berumur jutaan tahun. Fosil tengkorak manusia purba dari
Sangiran (Jawa Tengah) ditemukan pertama kali oleh E. Dubois.
3. Kebanyakan prasasti yang ditemukan di Indonesia menggunakan bahasa Sanskerta dan
huruf Pallawa. Ada juga prasasti yang menggunakan bahasa Melayu Kuno.
4. Candi adalah bangunan kuno yang terbuat dari susunan batu. Candi didirikan sebagai
tempat untuk melaksanakan upacara keagamaan. Di Indonesia, ditemukan banyak candi. Candi
yang ada di Indonesia merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha. Contoh
peninggalan sejarah berupa candi antara lain Candi Borobudur, Prambanan, Muaratakus, dan
Mendut.
5. Gedung adalah suatu bangunan rumah. Banyak gedung yang mempunyai nilai sejarah.
Misalnya, Gedung Stovia, Gedung Sumpah Pemuda, Gedung Proklamasi (Jakarta).
6. Contoh tempat ibadah yang bernilai sejarah antara lain adalah Masjid Demak (Jawa
Tengah), Gereja Katedral Jakarta, dan Pura Besakih (Bali).
7. Benteng adalah bangunan yang dipergunakan untuk mempertahankan diri dari serangan
musuh. Benteng-benteng yang ada di Indonesia kebanyakan adalah peninggalan Belanda,
Portugis, dan Spanyol. Misalnya, Benteng Duurstede di Maluku, Benteng Malbourough di
Bengkulu, Benteng Vredeburg di Yogyakarta.
8. Istana adalah tempat tinggal raja atau pemimpin negara. Di Indonesia ada banyak istana
yang bernilai sejarah. Misalnya, Kraton Yogyakarta, Kraton Cirebon, Istana Negara, dan Istana
Bogor.
9. Tugu atau monumen adalah suatu bentuk bangunan yang didirikan untuk memperingati
suatu peristiwa. Peristiwa itu dianggap penting atau bersejarah. Misalnya, Tugu Pahlawan di
Surabaya, Tugu Proklamator di Jakarta, Monumen Yogja Kembali, Monas, dan Monumen
Pancasila Sakti di Lubang Buaya.
10 Makam yang mempunyai nilai sejarah adalah tempat dikuburkannya tokoh-tokoh penting
dalam sejarah. Misalnya, makam Diponegoro di Manado, makam Bung Karno di Blitar, makam
raja-raja Yogyakarta dan Surakarta di Imogiri.
11. Contoh buku-buku peninggalan sejarah antara lain Kitab Negara Kertagama, Kitab
Mahabarata, dan Kitab Sutasoma. Contoh dokumen penting adalah Naskah Proklamasi, Naskah
Supersemar, dan naskah-naskah perjanjian.
12. Selain berbentuk benda, ada juga peninggalan sejarah yang berupa cerita rakyat. Contoh
bentuk cerita rakyat adalah legenda, mitos, dongeng, fabel, dan sage. Dalam cerita rakyat
terdapat pesan-pesan moral yang harus dipatuhi.
13. Legenda adalah cerita terjadinya suatu tempat. Banyak masyarakat yang percaya cerita
itu benar-benar terjadi.
a. Cerita terjadinya gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat.
b. Cerita asal-usul nama Banyuwangi di Jawa Timur.
c. Cerita terjadinya Rawa Pening di Jawa Tengah.
d. Cerita terjadinya Danau Toba di Sumatera Utara.
14. Mitos adalah cerita yang dipercaya benar-benar terjadi, dianggap suci, dan memiliki
tokoh dewa. Contohnya, asal-usul candi Prambanan, asal-usul Selat Bali, dan Putri Buruti Siraso
(Sumatera Utara).
15. Dongeng adalah cerita yang tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Biasanya berupa
cerita tentang keajaiban atau kesaktian. Misalnya, dongeng Jaka Tarub, Timun Emas, Bawang
Putih dan Bawang Merah, dan sebagainya.
16. Fabel termasuk cerita rakyat. Fabel berisi pendidikan moral. Biasanya berceria tentang
kehidupan hewan atau binatang. Dalam fabel, hewan-hewan bisa bicara seperti manusia.
17. Sage adalah cerita tentang tokoh kepahlawanan.
18. Sejarah adalah cerita yang benar-benar terjadi, contoh:
a. Kisah terjadinya Jakarta
Pada zaman kerajaan Hindu Pajajaran, daerah Jakarta bernama Sunda Kelapa. Sunda Kelapa
adalah kota pelabuhan. Keramaian Sunda Kelapa menarik bangsa Portugis. Mereka mulai
menduduki Sunda Kelapa pada tanggal 21 Agustus 1522. Para pedagang Portugis mulai
membuat benteng.
Bangsa Portugis diserang pasukan Kerajaan Demak. Penyerangan dipimpin oleh Fatahillah.
Fatahillah berasal dari Kerajaan Samudra Pasai yang berdiri di Aceh. ia memimpin pasukan
Demak menyerbu Portugis. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 22 Juni 1527
Sejak itu, nama Sunda Kelapa diubah menjadi Jayakarta. Nama Jayakarta berarti kemenangan
yang sempurna. Nama itu dipakai untuk mengenang kemenangan tentara Demak atas bangsa
Portugis. Kemudian, tanggal 22 Juni 1527 ditetapkan sebagai hari lahir kota Jakarta. Nama
Fatahillah sendiri diabadikan menjadi nama museum di Jakarta.
Pada masa penjajahan Belanda Jayakarta berganti nama menjadi Batavia. Sejak awal abad ke-20,
Batavia menjadi pusat kekuasaan Belanda. Batavia dikuasai Jepang pada tanggal 9 Maret 1942.
Sejak itu, nama Batavia diganti menjadi Jakarta sampai sekarang ini.
b. Kisah terjadinya Yogyakarta
Pada zaman dulu kedua kesultanan ini menjadi satu dengan nama Mataram. Waktu itu Ibu Kota
Mataram adalah Kertasura. Kertasura terletak sekitar 10 kilometer sebelah barat Surakarta
(Solo). Tahun 1742 Kerajaan Mataram jatuh karena sebuah pemberontakan. Raja yang
memerintah waktu itu adalah Susuhunan Pakubuwono II. Raja dan seluruh anggota keluarga
kerajaan melarikan diri ke Sura-karta (Solo).
Raden Mas Said melancarkan pemberontakan. Sebenarnya Raden Mas Said adalah kemenakan
raja sendiri. Kerajaan Mataram menjadi kacau balau. Pangeran Mangkubumi mengajukan diri
membantu mengatasi kekacauan. Pangeran Mangkubumi adalah adik raja sendiri.
Pada tahun 1752 pemberontakan berkobar lagi. Pemberontakan berakhir dengan diadakannya
sebuah perjanjian pada tanggal 15 Februari 1755. Namanya Perjanjian Giyanti. Berdasarkan
perjanjian itu Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua, Mataram Surakarta Hadiningrat dan
Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat. Susuhunan Paku Buwono III menjadi raja Mataram
Surakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi menjadi raja Mataram Ngayogyakarta
Hadiningrat. Sebagai raja ia bergelar Sultan Hamengkubuwono I.
19. Benda-benda peninggalan sejarah adalah kekayaan negara. Kita harus menghargainya.
Caranya antara lain dengan:
a. Menjaga dan merawatnya
b. Mengunjungi tempat-tempat peninggalan serajah
c. Tidak menyalahgunakan benda-benda peninggalan sejarah.

Bab 6
Kepahlawanan dan Cinta Tanah Air
1. Pahlawan memiliki sifat-sifat berani, pantang menyerah, rela berkorban, dan
mendahulukan kepentingan orang lain. Mereka juga memiliki semangat cinta tanah air atau
patriotisme. Mereka pantas dihargai dan diteladani.
2. Rasa cinta kepada tanah air dan semangat patriotisme bisa diwujudkan dengan
bermacam- macam cara. Antara lain sebagai berikut.
a. Sebagai pelajar kita harus bertanggung jawab. Kesempatan yang ada kita gunakan untuk belajar
dengan tekun. Selain itu, kita juga harus berbudi pekerti yang baik. Kelak kita akan menjadi
orang yang pintar dan berprestasi. Murid berprestasi mengharumkan nama bangsa.
b. Bangga sebagai bangsa Indonesia. Kebanggaan itu antara lain diwujudkan dengan menggunakan
bahasa Indonesia. Kamu ingat kan, Bahasa Indonesia itu bahasa persatuan. Apakah kamu
menggunakan bahasa Indonesia ketika di sekolah?
c. Mencintai produk-produk dalam negeri. Sekarang ini banyak sekali produk asing. Warga yang
cinta tanah air tetap mencintai produk dalam negeri.
3. Bangsa Indonesia memiliki banyak sekali pahlawan bangsa. Ada macam-macam
pahlawan bangsa, antara lain:
a. Pahlawan Nasional adalah mereka yang berjuang membela bangsa dari kekejaman bangsa
penjajah. Bangsa-bangsa yang pernah menjajah bangsa Indonesia adalah Portugis, Belanda,
Inggris, dan Jepang. Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun. Jepang menjajah Indonesia
selama 3 tahun. Contoh Pahlawan Nasional antarai lain Pangeran Diponegoro (Yogyakarta),
Sultan Hasanuddin (Makassar), Sultan Agung (Kerajaan Mataram), Sultan Ageng Tirtayasa
(Banten), Sultan Baabullah (Ternate), Patimura (Ambon), Tuanku Imam Bonjol (Sumatera
Barat), Sisingamangaraja (Sumatera Utara), Teuku Umar, Cut Nya Dien, Teuku Cik Ditiro
(Aceh), Supriyadi (Jawa Tengah), dan sebagainya.
b. Pahlawan Kemerdekaan Nasional Contoh pahlawan kemerdekaan nasional adalah Jenderal
Soedirman, Ki Hadjar Dewantara, Dr. Setiabudi, Cipto Mangunkusumo, Ratulangi, Mohammad
Husni Thamrin, dan sebagainya.
c. Pahlawan Revolusi adalah mereka yang gugur pada peristiwa G 30 S/PKI. Yang termasuk
Pahlawan Revolusi adalah: Jenderal Ahmad Yani; Mayor Jenderal R. Suprapto; Mayor Jenderal
MT Haryono; Mayor Jenderal S. Parman; Brigadir Jenderal D.I. Panjaitan; Brigjen Sutoyo
Siswomiharjo; Brigadir jenderal (Anumerta) Katamso; Kolonel (Anumerta) Sugiyono; Letnan
Satu Piere A. Tendean
d. Pahlawan Proklamator adalah adalah tokoh yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Tokoh itu adalah Ir. Sukarno dan Drs. Mohamad Hatta. Mereka meproklamasikan kemerdekaan
Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Proklamasi dilakukan di Gedung Pegangsaan Timur
No. 56, Jakarta.
3. Kita harus menghargai para pahlawan. Penghargaan itu antara lain ditunjukkan dengan
cara:
a. Memakamkan mereka di tempat yang terhormat. Para pahlawan layak dihormati dengan
dikuburkan di taman makam pahlawan.
b. Mengabadikan nama-nama para pahlawan sebagai nama jalan, gedung, dan sebagainya. Coba
sebutkan nama-nama jalan di kotamu yang menggunakan nama pahlawan!
c. Membangun tugu peringatan, monumen, atau patung untuk mengenang dan menghormati jasa
mereka.
d. Berziarah ke taman makam pahlawan.
e. Memperingati peristiwa-peristiwa penting dalam perjuangan bangsa. Misalnya, memperingati
Hari Pahlawan, Hari Kemerdekaan, Hari Kartini, Hari Kebangkitan Nasional, dan lain-lain.
f. Mengisi kemerdekaan sesuai dengan bidang kita masing-masing. Sebagai pelajar, kita harus
belajar secara sungguh-sungguh.
g. Meneladani semangat kepahlawanan dan patriotisme yang ditunjukkan oleh para pahlawan.
4. Dalam hidup sehari-hari, kita dapat melatih diri supaya memiliki sifat-sifat kepahlawanan
dan semangat cinta bangsa. Kita bisa mulainya dengan menghargai para pahlawan bangsa
dengan mengingat jasa-jasa mereka. Setelah itu, kita mencotoh beberapa sikap mereka, seperti:
a. Sikap rela berkorban
Bentuk-bentuk perbuatah rela berkorban yang sederhana, antara lain sebagai berikut.
(1) Menyisihkan uang untuk membantu orang miskin dan yang terkena bencana alam.
(2) Ikut kegiatan membersihkan got dan jalan di lingkungan.
(3) Mengunjungi orang sakit.
(4) Memberi tumpangan atau penginapan bagi orang asing.
b. Bersedia meminta dan memberi maaf
Setiap orang pasti sudah pernah melakukan kesalahan. Kita melakukan kesalahan kepada teman,
kepada orang tua, atau kepada saudara- saudara kita. Dengan saling memaafkan akan tercipta
kehidupan yang damai di lingkungan masyarakat.
c. Berjiwa besar
Berjiwa besar artinya menerima kemenangan dan kekalahan dengan lapang dada. Kata lainnya
adalah sportif. Kita harus berani mengakui orang atau kelompok lain lebih kuat dan pantas
menang.

Bab 7
Memanfaatkan Sumber Daya Alam
1. Kegiatan ekonomi berkembang. Berikut ini penjelasan perkembangan kegiatan ekonomi,
antara lain:
a. Pada zaman dahulu, orang mencari makan dengan cara berburu dan mengumpulkan buah-
buahan hutan. Mereka membuat pakaian dari kulit hewan atau kulit pohon. Untuk memenuhi
kebutuhan hidup, mereka saling menukar barang. Cara ini disebut dengan barter. Awalnya orang
menggunakan barang berharga sebagai alat tukar. Misalnya, kulit hewan, emas, dan perak.
Kemudian orang menggunakan uang sebagai alat tukar.
b. Tahap berikutnya orang tidak hanya berburu dan mengumpulkan hasil hutan. Orang mulai
berternak dan bertani. Orang mulai memelihara hewan-hewan ternak. Orang juga mulai
mengolah lahan untuk ditanami.
c. Ketika zaman makin maju, kebutuhan hidup pun terus bertambah. Orang tidak hanya bekerja
sebagai petani dan peternak. Orang mencari cara-cara baru untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Sekarang ini ada bermacam-macam pekerjaan, misalnya, penjahit, pedagang, sopir,
guru, dan dokter.
2. Macam-macam pekerjaan yang dilakukan orang-orang di sekitar kita itu disebut kegiatan
ekonomi. Jadi, kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan orang untuk menghasilkan
pendapatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Ada tiga jenis kebutuhan.
a. Kebutuhan pokok atau kebutuhan primer. Ada tiga jenis kebutuhan pokok, yaitu:
(1) makanan (pangan),
(2) pakaian (sandang), dan
(3) tempat tinggal (papan).
b. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan tambahan setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Contoh
kebutuhan sekunder, antara lain; lemari, sepeda, kompor, buku, dan pena.
c. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan tambahan setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.
Kebutuhan tersier sering juga disebut kebutuhan akan barang-barang mewah. Misalnya, mobil,
televisi, komputer, dan pesawat telepon.
3. Ada tiga macam kegiatan ekonomi, yaitu :
a. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang dan jasa.
b. Distribusi adalah menyalurkan barang produksi dari produsen ke pengguna.
c. Konsumsi adalah kegiatan memakai barang-barang hasil produksi.
4. Faktor lingkungan ikut mempengaruhi kegiatan ekonomi. Contohnya sebagai
berikut:
a. Penduduk pantai banyak yang menjadi nelayan.
b. Penduduk di daerah dataran rendah banyak yang menjadi petani, berdagang hasil bumi,
membuat alat-alat rumah tangga, beternak, dan menjadi buruh musiman.
c. Penduduk di sekitar tempat pariwisata akan melakukan kegiatan ekonomi di bidang pariwisata.
d. Penduduk di daerah dataran tinggi dan pegunungan antara lain bertani sayur-sayuran dan
tanaman perkebunan seperti kopi dan cengkeh, berternak, dan berdagang hasil pertanian.
5. Kekayaan sumber daya alam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Memang
kekyaan sumber daya alam boleh dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun,
dalam pemanfaatan itu kita tidak boleh merusak lingkungan sekitar. Kondisi alam mempengaruhi
kegiatan ekonomi penduduk.
6. Jenis tanaman pertanian di dataran rendah dan dataran tinggi berbeda. Hasil pertanian
dataran rendah antara lain padi, jagung, dan palawija. Hasil pertanian dataran tinggi antara lain
sayuran, buah-buahan, kopi, teh, dan cengkeh.
7. Di daerah perkotaan tersedia bermacam-macam pekerjaan. Kota menjadi pusat
perekonomian dan pemerintahan. Jenis pekerjaan yang tersedia di kota antara lain pekerja jasa,
karyawan swasta, wiraswasta, pedagang, buruh, dan pekerja harian. Contoh pekerja jasa antara
lain dokter, konsultan, pengacara, penjahit, tukang salon, dan guru.
8. Pekerjaan sehari-hari seorang nelayan adalah menangkap ikan di laut. Para nelayan
menangkap ikan pada malam hari karena alas an-alasan sebagai berikut:
a. Pada malam hari bertiup angin darat yang membantu mendorong perahu ke tengah laut.
b. Ikan tertarik pada sinar lampu yang terang di tengah laut yang gelap gulita. Ini memudahkan
nelayan untuk menangkap ikan.
9. Pengusaha tambak ialah pemiliki modal dalam usaha tambak. Biasanya ia memiliki lahan
tambak. Biasanya tambak digunakan untuk memelihara udang dan ikan bandeng.
10. Petani tambak ialah orang yang bekerja pada pengusaha tambak. petani tambak
mendapatkan upah dari pengusaha tambak. Jumlah mereka lebih banyak daripada pengusaha
tambak.
11. Petani garam ialah para pekerja/buruh yang mengerjakan usaha pembuatan garam.
Pengusaha garam biasanya sekaligus sebagai pengusaha tambak. Jadi, petani garam juga
tergantung kepada pengusaha tambak/garam.
12. Laut juga menghasilkan kerang, bunga karang, dan batu-batu laut. Hasil laut itu dijadikan
bahan-bahan untuk membuat barang kerajinan. Penduduk pantai banyak yang bekerja sebagai
pembuat barang kerajinan.

Kegiatan pemanfaatan barang tambang yang dilakukan masyarakat antara lain seperti terdapat
dalam table di bawah ini :
PEMANFAATAN BARANG TAMBANG
No. Jenis Sumber Daya Alam Pemanfaatan Sumber Daya Alam
1. Tanah a. Sebagai lahan pertanian atau perkebunan.
b. Sebagai lahan peternakan.
c. Sebagai lahan perumahan.
d. Bahan baku pembuatan patung, genteng,
batu bata, barang gerabah, dan sebagainya.
2. Sungai a. Pengairan sawah.
b. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
c. Pemeliharaan ikan dan keramba.
d. Sarana olahraga air seperti arum jeram.
e. Sarana transportasi.
3. Laut a. Pengambilan ikan, kerang, rumput laut,
dan sebagainya.
b. Sarana transportasi.
c. Pemeliharaan ikan di tambak.
d. Pembuatan garam.
e. Sarana hiburan/rekreasi.
f. Sarana olahraga seperti selancar angin.
4. Danau a. Sarana pemeliharaan ikan.
b. Tempat rekreasi/hiburan.
c. Sumber air minum.
5. Matahari a. Sumber energi mobil.
b. Pembangkit listrik tenaga matahari.
c. Pengeringan ikan asin, padi, pakaian.
6. Barang tambang
a. Minyak bumi
b. Batu bara

a. Bahan bakar kendaraan
b. Bahan bakar pabrik
c. Emas
d. Pasir
e. Batu
c. Pembuatan perhiasan
d. Bahan bangunan
e. Bahan bangunan
7. Lingkungan alam yang indah
dan menarik
a. Sebagai objek wisata
8. a. hutan



b. tumbuhan
a. pemanfaatan kayu untuk bahan bangunan
b. kayu untuk perabot rumah tangga
c. pengambilan kayu kering untuk kayu
bakar
a. Sumber makanan.
b. Bahan dasar membuat obat-obatan.
c. Tanaman hias.
d. Bahan bangunan.
e. Bahan kerajinan tangan.
f. Bahan ukiran kayu.
9. Udara a. Menggerakkan kincir angin.
b. Menggerakkan perahu layar.
c. Sarana olahraga terjun payung, terbang
layang, dan sebagainya.
10. Hewan a. Daging, telur, dan susu sebagai sumber
mineral.
b. Dimanfaatkan tenaganya.
c. Dimanfaatkan keindahannya seperti
burung, ikan hias, dan lain-lain.


Bab 8
Koperasi dan Kesejahteraan Rakyat
1. Koperasi adalah bentuk usaha bersama. Koperasi didirikan atas dasar kekeluargaan dan
gotong-royong. Menurut para ahli ekonomi, koperasi menjadi lembaga perekonomian yang
paling cocok dengan maksud Pasal 33 ayat (1) UUD 1945.
2. Koperasi di Indonesia didirikan oleh Drs. Mohammad Hatta pada tanggal 12 Juli 1960.
Semangat dasar koperasi Indonesia, dapat diihat dalam lambang koperasi.
3. Dalam lambang koperasi terdapat :
a. Pohon beringin, melambangkan sifat kemasyarakatan dan persatuan yang kokoh.
b. Bintang dan perisai, melambangkan Pancasila sebagai landasan idiil.
c. Timbangan, melambangkan sifat adil.
d. Gerigi roda, melambangkan kerja atau usaha yang terus-menerus.
e. Padi dan kapas, melambangkan kemakmuran yang hendak dicapai.
f. Rantai, melambangkan persahabatan dan persatuan yang kuat.
g. Warna merah dan putih, melambangkan sifat nasional koperasi.
h. Tulisan Koperasi Indonesia, melambangkan kepribadian koperasi rakyat Indonesia.
4. Tujuan dan manfaat koperasi antara lain meningkatkan kesejahteraan anggota,
menyediakan kebutuhan anggota, mempermudah anggota mendapatkan modal, mengembangkan
usaha, dan menghindari praktik renternir.
5. koperasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Koperasi merupakan kumpulan orang-orang, dan bukan kumpulan modal. Ini berbeda dengan
badan usaha lain. Bentuk usaha lainnya yang lebih dipentingkan adalah modal. Dalam koperasi
yang lebih utama adalah orangnya. Maka, setiap anggota dianggap penting dalam koperasi.
b. Kedudukan anggota dalam koperasi sederajat atau setara (sama tinggi). Tidak ada anggota
koperasi yang lebih tinggi. Sebaliknya, tidak ada juga anggota koperasi yang lebih rendah.
Dengan kesetaraan keanggotaan seperti ini setiap anggota koperasi mendapatkan perlakukan
yang sama. Mereka bekerja bersama-sama dan melakukan tugas masing-masing dengan hak
yang sama.
c. Semua kegiatan koperasi Indonesia harus didasarkan atas kesadaran para anggota, bukan karena
terpaksa. Kesadaran ini akan muncul dari dalam hati setiap anggota karena mereka merasakan
sendiri keuntungan yang diperoleh dari koperasi.
d. Tujuan koperasi Indonesia benar-benar merupakan kepentingan bersama para anggotanya.
Tujuannya meningkatkan kemakmuran para anggotanya.
6. Berdasarkan jenis usahanya, koperasi dibedakan menjadi:
a. Koperasi konsumsi
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang menyediakan kebutuhan pokok para anggota. Contoh
kebutuhan pokok yang disediakan adalah beras, gula, kopi, tepung, dan sebagainya. Barang-
barang yang disediakan harganya lebih murah dibandingkan toko lainnya.
b. Koperasi kredit
Koperasi kredit disebut juga koperasi simpan pinjam. Anggota koperasi mengumpulkan modal
bersama. Modal yang terkumpul dipinjamkan kepada anggota. Koperasi simpan pinjam
membantu para anggota untuk memperoleh kredit atau pinjaman uang. Keuntungannya
meminjam modal ke koperasi antara lain sebagai berikut:
1) Bunga uang pinjaman sangat ringan.
2) Pengembalian pinjaman dilakukan dengan mengangsur.
3) Bunga pinjaman akan dinikmati bersama dalam bentuk pembagian hasil usaha.
c. Koperasi produksi
Koperasi produksi membantu usaha anggota koperasi. Bisa juga koperasilah yang melakukan
suatu jenis usaha bersama-sama. Ada bermacam-macam koperasi produksi. Misalnya koperasi
produksi para petani, koperasi produksi peternak sapi, koperasi produksi pengrajin, dan
sebagainya.
Koperasi produksi membantu anggota menghadapi kesulitan-kesulitan dalam berusaha. Misalnya
koperasi membantu menyediakan bahan baku untuk kerajinan, menyediakan bibit dan pupuk
untuk petani, dan lain-lain. Koperasi produksi juga menampung hasil usaha anggotanya. Dengan
demikian, anggota tidak mengalami kesulitan menjual hasil usahanya. Anggota koperasi
produksi dalam bidang pertanian dapat menjual hasil bumi padi, jagung, kacang, kedelai, dan
lain-lain ke koperasi. Demikian juga para peternak dan pengrajin.
7. Berdasarkan siapa yang menjadi anggotanya maka koperasi dapat dikelompokkan
menjadi:
a. Koperasi pertanian
Koperasi ini beranggotakan para petani, buruh tani, dan orangorang yang terlibat dalam usaha
pertanian. Koperasi pertanian melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pertanian, misalnya
penyuluhan pertanian, pengadaan bibit unggul, penyediaan pupuk, obat-obatan, dan lain-lain.
b. Koperasi pensiunan
Koperasi pensiunan beranggotakan para pensiunan pegawai negeri. Koperasi ini bertujuan
meningkatkan kesejahteraan para pensiunan dan menyediakan kebutuhan para pensiunan.
c. Koperasi pegawai negeri
Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Koperasi ini didirikan untuk meningkatkan
kesejahteraan para pegawai negeri.
d. Koperasi sekolah
Koperasi ini beranggotakan para warga suatu sekolah. Koperasi sekolah menyediakan kebutuhan
warga sekolah, misalnya buku tulis, pena, penggaris, pensil, dan lain-lain. Koperasi sekolah
diusahakan dan diurus oleh siswa. Di samping menyediakan kebutuhan sekolah, koperasi
sekolah juga merupakan tempat untuk latihan berorganisasi, latihan bekerja sama, latihan
bertanggung jawab, dan latihan mengenal lingkungan.
e. Koperasi unit desa
Koperasi unit desa beranggotakan masyarakat pedesaan. KUD melakukan kegiatan usaha di
bidang ekonomi. Beberapa usaha KUD, misalnya:
1) Menyalurkan sarana produksi pertanian seperti pupuk, obatobatan, alat-alat pertanian, dan
lain-lain.
2) Memberikan penyuluhan teknis bersama dengan petugas penyuluh lapangan kepada para
petani.
Di tingkat kabupaten dan provinsi terdapat Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) yang bertugas
memberikan bimbingan kepada KUDKUD. Di tingkat pusat terdapat Induk Koperasi Unit Desa
(INKUD) yang bertugas memberikan bimbingan kepada PUSKUD di seluruh Indonesia.
Dewasa ini sudah banyak Koperasi Unit Desa yang berstatus KUD mandiri. KUD mandiri adalah
KUD yang telah mampu mengembangkan organisasinya tanpa harus dibina terus-menerus oleh
pemerintah.
8. Dengan sarana koperasi kita bisa memajukan usaha bersama. Melalui koperasi kita juga
bisa mengembangkan semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Bab 9
Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi
1. Manusia menciptakan alat dan cara-cara untuk mempermudah hidupnya. Inilah yang
disebut teknologi. Kita ambil contoh usaha pertanian. Mula-mula manusia menggunakan alat
seadanya dan bertani dengan cara sederhana. Kemudian manusia menciptakan alat yang lebi
maju, seperti cangkul, bajak, dan traktor. Cara bertani pun semakin maju.
2. Teknologi produksi berkembang. Pada zaman dahulu orang menggunakan alat-alat
produksi sederhana. Sekarang ini digunakan mesin-mesin modern untuk usaha produksi. Namun
demikian, masih ada juga masyarakat yang menggunakan alat produksi sederhana, misalnya alat
tenun tradisional.
3. Teknologi komunikasi berkembang pesat. Pada zaman dahulu menggunakan alat-alat
komunikasi seperti kentongan, asap, telik sandi, kurir, dan tali pohon. Alat-alat komunikasi
zaman sekarang antara lain surat, telepon, HT, radio, televisi, dan internet.
4. Teknologi transportasi juga berkembang. Alat transportasi zaman dahulu antara lain
kuda, gerobak, kereta kuda, rakit, perahu, dan kapal layar. Alat transportasi zaman sekarang
antara lain mobil, kereta api, pesawat, kapal laut, dan helikopter.
5. Alat atau sarana transportasi yang digunakan dewasa ini terdiri dari:
a. Transportasi Darat
- Pada zaman dulu orang berjalan kaki untuk pergi ke suatu tempat. Seiring perjalanan waktu,
manusia akhirnya memanfaatkan beberapa jenis binatang seperti unta, keledai, kuda, gerobak
yang ditarik lembu, dan kereta kuda sebagai alat transportasi.
- Sekarang, ada bermacam-macam alat transportasi. Alat transportasi dewasa ini antara lain
sepeda, sepeda motor, bajaj, mobil, bus, truk, kereta api, dan sebagainya. Semua alat transportasi
ini berkembang dari bentuk yang sederhana.
b. Transportasi Air
- Urusan transportasi laut diatur oleh Dirjen Perhubungan Laut di bawah naungan Departemen
Perhubungan. Perusahaan pemerintah yang mengelola transportasi laut adalah PT Pelni dan
Perum ASDP. Pelni singkatan dari Pelayaran Nasional Indonesia. ASDP singkatan dari
Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan.
- Ada banyak pelabuhan di Indonesia. Misalnya, Pelabuhan Tanjungpriok (Jakarta),
Tanjungperak (Surabaya), Tanjungemas (Semarang), dan Belawan (Medan), dll
- Menurut fungsinya, ada bermacam-macam jenis kapal.,yaitu:
1) Kapal barang
Jenis kapal khusus untuk mengangkut barang-barang. Biasanya dipakai untuk mengangkut
mobil, beras, kontainer, dan sebagainya.
2) Kapal penumpang
Kapal yang khusus mengangkut orang. Yang termasuk kapal penumpang adalah kapal ferry.
3) Kapal tanker
Kapal tanker adalah kapal yang khusus digunakan untuk mengangkut minyak, gas, pelumas,
solar, bensin.
4) Kapal perang
Kapal perang adalah kapal yang khusus digunakan oleh angkatan laut untuk berperang. Kapal
jenis ini dilengkapi dengan senjatasenjata dan meriam. Bahkan ada kapal yang dapat dipakai
untuk mengangkut pesawat. Kapal ini namanya kapal induk.
5) Kapal tunda
Kapal tunda adalah kapal yang digunakan untuk memandu kapalkapal besar waktu masuk ke
pelabuhan atau keluar pelabuhan.
6) Kapal ikan
Kapal ikan adalah kapal yang digunakan para nelayan khusus untuk menangkap ikan.
7) Kapal riset
Kapal riset adalah kapal yang digunakan oleh para ahli atau peneliti untuk meneliti kehidupan
laut.
c. Transportasi Udara
- Ada macam-macam alat transportasi udara. Selain pesawat udara, ada balon udara, dan
helikopter. Balon udara pertama kali dibuat pada tahun 1783. Nama pembuatnya adalah
Montgolfier. Balon udara ini dapat terbang karena diberi udara panas. Udara panas itu berasal
dari hidrogen yang dibakar.
- Kapal udara sebenarnya adalah balon udara yang berbentuk mentimun. Kapal udara digerakkan
mesin. Supaya kapal udara ini dapat melayang, balon udaranya diisi gas helium. Di bagian
bawah balon udara ada ruangan untuk penumpang. Ruang untuk penumpang itu namanya
gondola. Gondola memuat kurang lebih 20 orang penumpang. Mesin untuk menggerakkan kapal
udara ini dipasang pada gondola. Mesin-mesin itu berfungsi untuk menggerakkan kapal udara ke
depan, naik, turun, atau berputar.
- Pesawat udara untuk mengangkut penumpang dikembangkan sesudah Perang Dunia I. Pesawat
yang pertama kali dibuat digerakkan dengan baling-baling. Sekarang, pesawat penumpang sudah
menggunakan mesin jet. Pesawat penumpang sekarang bisa mengangkut ratusan orang.
- Tranportasi udara memerlukan pelabuhan udara atau bandar udara. Bandar udara adalah
terminal untuk pesawat. Bandar udara sering disingkat bandara.
- Urusan transportasi udara ditangani oleh Dirjen Perhubungan Udara. Dirjen Perhubungan
Udara berada di bawah Departemen
- Perhubungan. Ada banyak perusahaan penerbangan yang melayani penerbangan di Indonesia.
Maskapai penerbangan yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah Garuda
Indonesia Airways (GIA) dan Merpati Nusantara Airlines.

Bab 10
Masalah-masalah Sosial
1. Tiap hari kita berhadapan dengan masalah-masalah. Ada masalah pribadi dan ada juga
masalah sosial. Contoh masalah pribadi adalah lupa mengerjakan PR, dimarahi orang tua,
mendapatkan nilai jelek, dan dijauhi teman-teman. Masalah pribadi dapat diselesaikan oleh
orang yang bersangkutan.
2. Masalah sosial menuntut suatu penyelesaian. Jika tidak dipecahkan atau diselesaikan,
masyarakat akan resah, takut dan merasa tidak aman. Akibat masalah dirasakan oleh semua
warga masyarakat. Masalah sosial tidak dapat diselesaikan atau dipecahkan seorang diri.
Masalah sosial hanya dapat diselesaikan secara bersama-sama.
3. Ada banyak sekali masalah sosial di lingkungan sekitar kita. Contohnya masalah sosial
adalah:
a. Masalah kependudukan, antara lain:
- Persebaran penduduk yang tidak merata
- Jumlah penduduk yang begitu besar
- Pertumbuhan penduduk yang tinggi
- Kualitas pendidikan penduduk yang rendah
- Rendahnya pendapatan per kapita
- Tingginya tingkat ketergantungan
- Kepadatan penduduk
Upaya yang sudah dijalankan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan
antara lain sebagai berikut.
1) Menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana.
2) Melaksanakan program transmigrasi.
3) Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
4) Membuka lapangan kerja sebanyak mungkin, dan sebagainya.
b. Masalah keamanan,
Tindak kejahatan pencurian dan perampokan sering disebakan oleh masalah kemiskinan dan
pengangguran. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus berusaha keras untuk:
1) Menciptakan lapangan kerja.
2) Kualitas dan pemerataan pendidikan harus ditingkatkan.
3) Aparat keamanan, terutama polisi harus mampu memberantas tindak kejahatan.
4) Masyarakat diharapkan membantu polisi.
c. Masalah sampah,
- Sampah yang menumpuk menimbulkan bau tidak sedap. Sampah yang ditumpuk dapat
menjadi sumber berbagai penyakit menular. Misalnya, muntah berak (muntaber), penyakit kulit,
paru-paru, dan pernapasan.
- Masalah lain berkaitan dengan sampah adalah kebiasaan buruk membuang sampah
sembarangan. Di banyak tempat banyak warga yang biasa membuang sampah ke sungai dan
saluran air. Sungai dan aliran air menjadi mampet. Akibatnya, sering terjadi banjir jika hujan
lebat.
- Semua warga masyarakat harus ikut serta mengelola sampah. Warga bisa mengurangi
masalah sampah dengan tertib mengelola sampah. Kita biasakan untuk memisahkan sampah
plastik dari sampah basah. Kemudian kita menaruh sampah di tempat semestinya.
d. Masalah kebakaran,
- Kebakaran hutan sering terjadi pada musim kemarau. Asap kebakaran hutan banyak
sekali. Asap kebakaran hutan mengganggu kesehatan dan lalu lintas. Selain itu, kawasan hutan
akan semakin berkurang.
- Kebakaran yang terjadi di masyarakat umumnya merupakan kebakaran pemukiman.
Sebuah rumah terbakar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Penyebabnya antara lain
kompor meledak dan sambungan arus pendek (korsleting) listrik.
- Kebakaran pemukiman sangat menyusahkan warga. Kita harus berusaha mencegah
terjadinya kebakaran di lingkungan kita. Caranya antara lain sebagai berikut.
1) Merawat kompor supaya layak pakai dan tidak bermasalah.
2) Merawat jaringan listrik. Kabel yang mulai mengelupas diganti.
3) Mematikan kompor setelah memasak.
4) Berhati-hati menggunakan lilin dan korek api.
e. Pencemaran lingkungan
Pencemaran udara disebabkan asap kendaraan bermotor dan asap pabrik-pabrik. Pencemaran
mengakibatkan matinya ikan dan makhluk lainnya yang hidup di air.
f. Rusak atau buruknya fasilitas umum
- Fasilitas umum digunakan secara bersama oleh masyarakat. Kalau fasilitas umum itu
rusak, maka masyarakat tidak bisa menggunakannya.
- Fasilitas umum memang dipelihara dan dijaga oleh pemerintah. Meskipun demikian,
masyarakat harus membantu merawat dan menjaga supaya tidak cepat rusak. Kalau ada fasilitas
umum yang rusak, hendaknya segera melapor ke pihak berwenang.
g. Perilaku tidak disiplin
Contoh beberapa perilaku tidak disiplin di jalan raya antara lain sebagai berikut.
1) Menjalankan kendaraan melawan arus. Hal ini umumnya dilakukan pengendara sepeda
motor.
2) Mengendarai sepeda motor di tempat yang bukan semestinya, misalnya di trotoar dan
jalur cepat.
3) Pengandara mobil yang parkir sembarangan.
4) Angkot dan bis sering berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan atau
menurunkan penumpang.
5) Pejalan kaki menyebrang jalan meskipun rambu untuk pejalan kaki menyala merah.
Banyak juga pejalan kaki yang menyeberang bukan pada tempat semestinya.
h. Penyalahgunaan narkoba
- Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Narkotika adalah obat
untuk menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan rangsangan, contohnya
morfin, heroin, dan kokain. Zat-zat yang tergolong narkoba umumnya dipakai dalam dunia
medis.
- Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah sosial yang sangat serius. Pemakai narkoba akan
kecanduan. Zat-zat itu perlahan-lahan merusak tubuh pemakainya. Banyaknya peredaran
narkoba dan penyalahgunaan narkoba sangat meresahkan.
i. Pemborosan energi
Sumber energi berupa bahan bakar (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) suatu ketika akan
habis. Sumber energi ini tidak dapat diperbarui karena itu, kita harus hemat memakainya. Contoh
cara menghemat energi antara lain sebagai berikut:
1) Mematikan lampu-lampu yang tidak diperlukan.
2) Bepergian naik kendaraan umum atau sepeda.
3) Memanfaatkan sumber energi alternatif misalnya dari tumbuh-tumbuhan, angin, air,
dan matahari.
j. Kelangkaan barang kebutuhan.
Kelangkaan barang-barang kebutuhan sehari-hari meresahkan masyarakat. Oleh karena itu,
kelangkaan barang-barang termasuk masalah sosial.
Pemerintah mempunyai tugas memastikan bahwa persediaan barang-barang kebutuhan sehari-
hari cukup.