Anda di halaman 1dari 20

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN



2.1. Sejarah Perusahaan
PT. Invilon Sagita merupakan perusahaan tempat dilaksanakannya kerja
praktek. Perusahaan ini bergerak dalam bidang usaha produksi pipa PVC (Poly
Vinyl Chlorida). Perusahaan ini didirikan pada tahun 1974 dengan nama awal UD.
Pada perkembangan selanjutnya, tepatnya pada tahun 1990, perusahaan ini
ditingkatkan dan oleh Presiden Republik Indonesia pada saat ini resmi diganti
menjadi PT. Invilon Sagita, nama yang masih dipakai hingga kini. Total investasi
yang ditanam mencapai 20 juta dollar dengan kapasitas produksi mencapai 18.000
ton pertahun.
Perusahaan ini menghasilkan produk pipa PVC untuk kebutuhan air
minum dengan standar Indonesia dan Jepang, pipa PVC untuk kebutuhan
drainase dengan standar Indonesia dan Jepang, pipa untuk kabel telepon
(telephone duct), talang air dan pintu PVC. Secara garis besar, produk yang
dihasilkan dipasarkan dalam dua kategori yaitu produk yang dibutuhkan untuk
kebutuhan lokal dan produk yang dibuat sesuai dengan pesanan.
Adapun konsumen PT. Invilon Sagita antara lain PDAM Tirtanadi Medan,
proyek gas elpiji PERTAMINA di Lhoksemawe, PERUMTEL yang merupakan
proyek dari ADB (Asian Development Bank) merupakan tahap pertama dan
kedua, dan beberapa hotel seperti Hotel Tiara Medan, Hotel Garuda Plaza, dan
Kings hotel Palembang. PT.Invilon Sagita juga turut menyukseskan program ini
Universitas Sumatera Utara
dengan membantu pembuatan jaringan air minum di Tanah Karo. Sebagai
penghargaan atas peran serta dalam membantu program pemerintahan tersebut,
gubernur Sumatera Utara memberikan penghargaan kehormatan berupa Upakarti
dari Presiden Republik Indonesia.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
PT. Invilon Sagita merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi
pipa. Jenis pipa yang diproduksi sangat beragam dengan spesifikasi yang
diinginkan konsumen selama itu belum diluar standar yang ditetapkan. Pemasok
utamanya adalah PT. TELKOM dan PDAM
PT. Invilon Sagita saat ini memproduksi 5 macam jenis pipa yaitu :
1. Pipa PVC.
2. Sambungan Pipa PVC.
3. Selang air, selang spiral dan selang corrugate.
4. Telephone Duct.
5. Talang PVC dan accessories.

2.3. Lokasi dan Letak Geografis
PT. Invilon Sagita beralamat di Jalan Mesjid/Jl. Binjai Km. 10.5, Desa
Payageli, Kecamatan Medan Sunggal, Kotamadya Medan, Sumatera Utara. Sejak
awal berdirinya PT.Invilon Sagita mulai tahun 1974 sampai sekarang luas tanah
PT. Invilon Sagita adalah 21520 m
2
.

Universitas Sumatera Utara
2.4. Daerah Pemasaran
Saat ini daerah pemasaran yang dijangkau oleh PT. Invilon Sagita meliputi
Medan, Palembang, Padang, Banjarmasin, Batam dan Pekan Baru. Masing-
masing daerah pemasaran ini berusaha untuk dapat memasarkan produk sebaik-
baiknya untuk meningkatkan jumlah penjualan.
Cara mendistribusikan produk dilakukan dengan dua cara pertama yaitu
secara langsung tanpa menggunakan distributor, dan memasok beberapa produk
ke beberapa agen yang berada di beberapa daerah. Seluruh pengaturan transaksi
penjualan dan pengiriman dilakukan oleh bagian pemasaran. Bagian ini yang
menjual dan menyampaikan produk langsung kepada konsumen dan agen-agen
yang ada. Saluran distribusi PT. Invilon Sagita dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Saluran Distribusi PT.Invilon Sagita

2.5. Proses Produksi
2.5.1. Standar Mutu Produk
PT. Invilon Sagita merupakan perusahaan yang menghasilkan produk pipa
dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, maka pihak
perusahaan menetapkan bahwa setiap produk yang dihasilkan harus melalui
proses pengawasan yang ketat mulai masuknya bahan ke mixer sampai ke proses
PT.Invilon Sagita
Agen
Konsumen
Konsumen
Universitas Sumatera Utara
pengujian sehingga memiliki standar mutu yang sesuai dengan standar mutu yang
diinginkan. Standar mutu produk sangat perlu ditingkatkan dan dipertahankan
guna menjaga standar kualitas produk jadi. Adapun standar mutu produk pipa
pada PT. Invilon Sagita dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1. Standar PT. Invilon Sagita
Ukuran
Nominal
Nominal Size
(inch)
Diameter Luar
Outside Diameter
(mm)
Tebal Dinding Wall
Thickness
AW-INVILON
(10kg/cm)
22 2.4
26 2.5
1 32 2.6
1-1/4 38 2.7
1-1/2 48 3.1
2 60 3.7
2-1/2 76 3.7
3 89 4.5
4 114 5.2
5 140 6.7
6 165 7.5
8 216 9.0
10 267 10
12 318 12
14 370 13.5
Universitas Sumatera Utara
16 420 15
Sumber :PT.Invilon Sagita

2.5.2. Bahan yang Digunakan
Jenis produk yang dihasilkan oleh PT. Invilon Sagita adalah pipa PVC,
pintu PVC, dan selang PVC. Untuk menghasilkan produk ini dibutuhkan bahan
baku, bahan tambahan, dan bahan penolong.

2.5.2.1.Bahan Baku
Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan produk
dan memiliki persentase yang relatif besar dalam produk dibandingkan dengan
bahan-bahan lain.Bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi
prosuk produk pada PT. Invilon Sagita adalah sebagai berikut :
1. Resin
Resin mempunyai sifat keras dan kaku, bentuknya serbuk putih sehingga
mudah diolah serta tidak mudah terbakar. Resin merupakan sumber bahan
baku utama yang digunakan dalam proses produksi produk produk PVC,
karena dalam resin inilah terkandung bahan bahan untuk membuat Poly
Vinil Chlorida (PVC). Dalam setiap produksi penggunaan bahan ini mencapai
60% - 80%.
2. Tepung CaCO3
Tepung CaCO3 merupakan senyawa zat kalsium dan karbonat, atau sering
juga disebut tepung kapur. Adapun kegunaan bahan ini adalah untuk
Universitas Sumatera Utara
menentukan kelenturan dan kekerasan produk serta mengontrol kehalusan
permukaan. Dalam setiap produksi bahan ini digunakan antara 20% - 28%.

2.5.2.2.Bahan Tambahan
Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan untuk mempermudah
proses dan meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan.Bahan baku
tambahan yang digunakan dalam proses produksi produk produk di PT. Invilon
Sagita adalah:
1. Zat Pewarna.
Yang dimaksud zat pewarna dalam hal ini adalah zat yang digunakan untuk
menentukan warna pipa dan selang. Ada beberapa jenis warna pipa dan selang
hasil produksi PT. Invilon Sagita sesuai dengan pesanan konsumen, seperti
biru, merah orange, abu abu, kuning, dll.
2. Titanium (Ti)
Zat kimia ini digunakan dalam proses produksi adalah untuk menjaga tingkat
kadar kehitaman pipa. Tanpa penggunaan bahan ini, pipa yang dihasilkan akan
berwarna kehitaman. Bahan ini berkisar 0.6%.
3. Stearic Acid (SA) dan Kalium Nitrat.
Merupakan zat kimia ini digunakan dalam proses produksi yang digunakan
sebagai stabilisator untuk menjaga suhu bahan baku pada saat dipanaskan, dan
dilebur sebelum dicetak. Penggunaan bahan ini berkisar 0.4%.
4. Tinta.
Universitas Sumatera Utara
Tinta digunakan dalam proses penyablonan merk dan tipe produk di setiap
produk produk di PT. Invilon Sagita.

2.5.2.3.Bahan Penolong
Bahan penolong merupakan bahan yang membantu dalam proses produksi
agar diperoleh hasil yang lebih baik.
1. Air.
Dalam proses produksi air digunakan sebagai pendingin setelah produk
produk di cetak dengan mesin extruder.
2. Karton.
Dalam proses produksi karton digunakan untuk membungkus aksesoris
aksesoris dari pipa.
3. Tali.
Dalam proses produksi tali digunakan sebagai pengikat pipa pipa yang telah
siap untuk dibawa ke gudang.
4. Plastik.
Dalam proses produksi plastik digunakan untuk membungkus pipa yang telah
siap untuk dikirim.
Untuk pengadaan bahan bahan penolong, pihak perusahaan berusaha
untuk mendapatkan dari bahan lokal daerah Sumatera Utara. Meskipun begitu,
ada beberapa bahan yang harus di datangkan dari Pulau Jawa ataupun harus di
impor. Hal ini dapat terjadi bila kualitas bahan di Sumatera Utara tidak mencukupi
Universitas Sumatera Utara
atau kualitas yang kurang baik sehingga tidak memenuhi standar mutu yang di
inginkan.

2.5.3. Uraian Proses Produksi
Untuk memproduksi pipa proses yang ada dapat dikelompokkan atas tahap
tahap berikut.
1. Penimbangan
Proses awal dari pembuatan pipa PVC adalah proses penimbangan. Semua
bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan pipa PVC ditimbang sesuai
dengan komposisi yang telah ditentukan dengan menggunakan timbangan
analog.
2. Pencampuran
Pencampuran dilakukan berdasarkan tipe produk yang akan diproduksi. Tiap
tipe produk terdiri dari komposisi bahan yang berbeda. Sebelum bahan
dicampur, semua bahan yang diperlukan untuk memproduksi produk tertentu
ditimbang dengan timabangan manual. Setelah ditimbang, bahan resin dan
tepung CaCO3 dibawa dengan kereta sorong dan secara langsung dijatuhkan
dalam mesin pencampur (mesin mixer) untuk dicampur. Pencampuran
dilakukan dengan cara mengaduk bahan bahan tersebut hingga merata,
pencampuran ini menggunakan arus listrik. Pada saat pencampuran juga
ditambahkan zat zat kimia (Titanium (Ti), Stearic Acid (SA) dan Kalium
Nitrat dan zat pewarna sesuai tipe dan warna produk yang akan di produksi.
Setelah bahan homogen, bahan tersebut didinginkan hingga mencapai suhu
Universitas Sumatera Utara
40
o
C selama 10 menit. Hasil pencampuran dalam bentuk tepung dan
ditampung dalam bin (chamber).
3. Extruder
Bahan bahan baik yang dalam bentuk tepung maupun butiran, kemudian
dialirkan ke mesin pemanas dengan menggunakan pipa dan kereta sorong
untuk produk selang. Bahan bahan ini dicampur dan dipanaskan dengan
mesin extruder pada suhu 180 C 200 C. Hingga bahan berubah menjadi
bentuk cair (pasta).
4. Pencetakan.
Bahan bahan yang telah cair dialirkan ke alat cetak yang berada di ujung
mesin extruder dengan memanfaatkan daya tekan dari bahan yang masuk ke
mesin pemanas. Proses pencetakan menggunakan cetakan dengan ukuran
diameter pipa selang atau ukuran pintu yang diinginkan. Pada proses
pencetakan ini, cetakan dipanaskan dengan arus listrik melalui elemen
elemen dengan suhu berkisar antara 180 C 220 C. Apabila terjadi
kerusakan pada pencetakan maka pipa yang rusak akan dibawa ke tempat
penyimpanan sementara untuk di daur ulang.
5. Pendinginan.
Proses pendinginan dilakukan dengan air. Hal ini bertujuan agar pipa menjadi
dingin dan keras sehingga bentuk dan ukurannya tidak berubah. Suhu air yang
digunakan untuk proses pendinginan ini berkisar 20
o
C dan tekanan vacum 0,5
bar. Pada proses pendinginan ini air dialirkan langsung air kolam air yang
berada pada bagian belakang pabrik secara otomatis dengan menggunakan
Universitas Sumatera Utara
mesin pemompa air untuk mengalirkan air tersebut sehingga proses
pendinginan dapat berjalan dengan baik. Pada proses pendinginan ini air
dialirkan langsung dari tangki penampung yang berada pada bagian belakang
pabrik secara otomatis dengan menggunakan mesin pemompa air untuk
mengalirkan air tersebut sehingga proses pendinginan dapat berjalan dengan
baik.
6. Penyablonan
Proses penyablonan dilakukan secara otomatis setelah selesai dilakukan
pendinginan. Mesin melakukan penyablonan dengan cara menyablon pipa
yang keluar dari mesin pendingin dengan jarak yang telah ditentukan. Bahan
yang digunakan untuk menyablon adalah tinta.
7. Pemotongan.
Pipa yang telah melalui penyablonan dan telah berbentuk pipa secara utuh,
dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Proses pemotongan
dilakukan menggunakan gergaji secara otomatis. Apabila terjadi kerusakan
pada pemotongan maka pipa yang rusak akan dibawa ke tempat penyimpanan
sementara untuk didaur ulang.
8. Pemeriksaan/Inspeksi.
Setelah pipa sudah ada yang dipotong, maka akan diambIl sebuah sampel
untuk diinspeksi/diperiksa. Kegiatan ini meliputi tes fisik dan tes
laboratorium, hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pipa yang dihasilkan
sudah sesuai dengan standar yang telah ditentukan atau belum.
9. Proses Socketing/Finishing.
Universitas Sumatera Utara
Setelah proses pemotongan dan penyablonan, pipa dibawa ke bagian
pencetakan kepala. Proses pencetakan kepala ini dilakukan pada mesin
pemanas. Ujung pipa di masukkan ke dalam mesin dengan cetakan yang telah
disesuaikan. Pencetakan kepala pipa ini hanya untuk beberapa tipe produk
pipa, sesuai dengan permintaan konsumen.

2.5.4. Mesin dan Peralatan
Mesin dan peralatan yang digunakan dalam melaksanakan proses produksi
pipa pada PT. Invilon Sagita dapat dilihat pada Lampiran 1.

2.5.5. Utilitas
Untuk membantu kelencaran proses produksi dan kerja perusahaan,
digunakan fasilitas pendukung antara lain :
1. Air
Pada pabrik pipa penggunaan air sangatlah penting. Sumber air diperoleh dari
sumur bor (air dari tanah) yang selanjutnya akan dipompakan ke bak
penampung. Air digunakan sebagai bahan penolong dalam pembuatan pipa
dan juga dipakai untuk keperluan karyawan.
2. Bengkel
Fungsi bengkel untuk memelihara kelancaran proses di dalam pabrik,
memperbaiki mesin atau peralatan yang mengalami kerusakan serta mengganti
dan membuat peralatan sesuai dengan kemampuan teknisi.
3. Pembangkit Tenaga Listrik
Universitas Sumatera Utara
Sumber energi listrik diperoleh dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan
beberapa generator yang dimiliki oleh perusahaan jika aliran listrik PLN
terputus. Ada tiga buah generator yang digunakan yaitu Generator dengan
dayya 1000 KVA (1 unit) dan Generator dengan daya 350 KVA(2 unit).
4. Crane
Crane digunakan untuk memindahkan mesin baik untuk relokasi mesin
maupun untuk proses perbaikan mesin.
5. Telekomunikasi
Digunakan untuk mendukung arus informasi dari dalam dan luar perusahaan.
Ada beberapa saluran telekomunikasi baik di setiap departemen ataupun
kantor, sehingga arus informasi dapat berjalan dengan lancar.

2.5.6. Safety dan Fire Protection
Keselamatan kerja merupakan salah satu bagian yang penting untuk
diperhatikan setiap perusahaan. Untuk melaksanakan keselamatan karyawan
selama bekerja, PT. Invilon Sagita telah menyediakan beberapa fasilitas antara
lain :
1. Regu pemadam kebakaran
Regu pemadam kebaran pada PT. Invilon Sagita direkrut dari karyawan.
2. Tabung pemadam kebakaran
Tabung pemadaman kebaran diletakkan pada setian ruangan kerja, termasuk
juga di gudang.
Universitas Sumatera Utara
3. Untuk menjaga kesehatan pekerja PT. Invilon Sagita juga menyiapkan
keperluan pada saat bekerja misalnya masker. Pihak perusahaan
mengharuskan para pekerja menggunakannya selama berada di dalam pabrik.
Untuk perlindungan dari bahaya kebakaran, langkah-langkah yang
diharapkan pihak perusahaan adalah :
1. Memeriksa mesin setiap minggu untuk mencegah terjadinya bahaya arus
listrik.
2. Melakukan pelatihan bagi satpam selama 2 bulan.
3. Menyediakan tabung racun api di temapat-tempat yang dianggap penting.
Tabung racun api yang ada di PT. Invilon Sagita sebanyak 10 buah.
4. Menerapkan peraturan bebas rokok dalam lingkungan pabrik, baik kepada
karyawan maupun tamu.

2.5.7. Waste Treatment
Pembangunan suatu proyek industri pada suatu tempat akan memberi
pengaruh terhadap lingkungannya, baik pengaruh yang langsung ataupun tidak
langsung, dan pada umumnya berdampak buruk. Pengaruh langsung yang perlu
diperhatikan adalah pengaruh limbah terhadap lingkungan di sekitar pabrik.
Limbah yang dihasilkan PT. Invilon Sagita dan cara penanggulangannya adalah :
1. Limbah debu
Pengolahan terhadap cemaran partikel debu adalah dengan meningkatkan
pemeliharaan dust collector pada proses suplai bahan baku dan proses
Universitas Sumatera Utara
pencampuran. Selain itu pihak pabrik mengusahakan kedisiplinan para
pekerja yang bekerja di ruangan produksi untuk memakai masker.
2. Kebisingan
Adapun upaya mengurangi dampak kebisingan yang ditimbulkan adalah :
- Memperketat kedisiplinan pemakaian alat pelindung telinga yang
berada di ruang sumber bising.
- Selalu mengontrol efisiensi alat peredam suara dari sumber dampak,
yaitu generator, mesin extruder, bengkel.

2.6. Organisasi dan Manajemen
2.6.1. Struktur Organisasi Perusahaan
Dalam melaksanakan aktivitas perusahaannya, PT. Invilon Sagita
menggunakan struktur organisasi bentuk fungsional. Alasan menggunakan
struktur organisasi bentuk fungsional, karena organisasi yang diatur berdasarkan
pengelompokan aktivitas dan tugas yang sama untuk membentuk unit-unit kerja
seperti produksi/operasi, pemasaran, keuangan, personalia, dan lain-lain yang
memiliki fungsi yang khusus.
Adapun struktur organisasi yang digunakan pada PT. Invilon Sagita adalah
struktur organisasi fungsional yaitu sebagai berikut :




Universitas Sumatera Utara
2.6.2. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab
Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab pada masing-masing
jabatan pada PT. Invilon Sagita dapat dilihat pada Lampiran 2.

2.6.3. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja
Dalam menjalankan tugasnya, PT. Invilon Sagita mempekerjakan tenaga
kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung. Tenaga kerja langsung adalah
tenaga kerja yang bekerja di lantai produksi. Tenaga kerja tidak langsung adalah
pekerja yang bekerja di luar pabrik. Jumlah tenaga kerja pada PT.Invilon Sagita
adalah 279 orang. Adapun alokasi tenaga kerja di PT. Invilon Sagita ditunjukkan
pada Tabel 2.2.
Tabel 2.2. Alokasi Tenaga Kerja di PT. Invilon Sagita
No Jabatan Jumlah (Orang)
1 Komisaris 1
2 Direktur 1
3 General Manager 1
4 Pegawai Tata Usaha 10
5 Laboratorium 2
6 Quality Control 3
7 Bagian Produksi 155
8 Bagian Administrasi 5
9 Bagian Pemasaran 21
10 Bagian Personalia dan Umum 2
Universitas Sumatera Utara
11 Keamanan / Satpam 8
12 Petugas Kebersihan 3
13 Karyawan 77
TOTAL 279
Sumber :PT. Invilon Sagita
Jam kerja di PT. Invilon Sagita untuk karyawan kantor, karyawan lantai
produksi dan petugas keamanan. Karyawan kantor bekerja satu shift, sedangkan
karyawan lantai produksi dan petugas keamanan tiga shift. Jam kerja perhari
adalah delapan jam. Jam kerja lembur terhitung apabila seorang pekerja bekerja
lebih dari 8 jam. Adapun pembagian waktu kerja tersebut adalah sebagai berikut:
1. Karyawan kantor
a. Hari Senin sampai Kamis
- Pukul 08.00 12.00 WIB : Kerja aktif
- Pukul 12.00 - 13.00 WIB : Istirahat
- Pukul 13.00 16.00 WIB : Kerja aktif
b. Hari Jumat
- Pukul 08.00 12.00 WIB : Kerja aktif
- Pukul 12.00 14.00 WIB : Istirahat
- Pukul 14.00 17.00 WIB : Kerja aktif
c. Hari Sabtu
- Pukul 08.00 12.00 WIB : Kerja aktif
- Pukul 12.00 13.00 WIB : Istirahat
- Pukul 13.00 14.00 WIB : Kerja aktif
Universitas Sumatera Utara
2. Karyawan lantai produksi dan Petugas keamanan
a. Shift I
- Pukul 08.00 12.00 WIB : Kerja aktif
- Pukul 12.00 - 13.00 WIB : Istirahat
- Pukul 13.00 16.00 WIB : Kerja aktif
b. Shift II
- Pukul 16.00 19.00 WIB : Kerja aktif
- Pukul 19.00 20.00 WIB : Istirahat
- Pukul 20.00 00.00 WIB : Kerja aktif
d. Shift III
- Pukul 00.00 05.00 WIB : Kerja aktif
- Pukul 05.00 06.00 WIB : Istirahat
- Pukul 06.00 08.00 WIB : Kerja aktif

2.6.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas Lainnya
Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan, maka harus
diperhatikan tingkat kesejahteraan karyawan. Salah satu indikator kesejahteraan
karyawan adalah menyediakan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup karyawan,
dimana biaya ini diberikan dalam bentuk upah yang layak sesuai dengan
kemampuan perusahaan.
Sistem pengupahan pada PT.Invilon Sagita dibedakan atas dua jenis, yaitu:
1. Upah Bulanan
Universitas Sumatera Utara
Upah bulanan ini untuk tenaga kerja tetap, yaitu pada bagian kantor dan
pada bagian keamanan dan satpam. Upah ini dibayar setiap akhir bulan.
2. Upah Harian
Upah harian untuk tenaga kerja di bagian produksi. Namun, walaupun
disebut upah harian, waktu pembayaran upah tetap dilakukan pada setiap
awal bulan dengan perhitungan akumulasi waktu kerja harian.
Adapun fasilitas-fasilitas lain yang diberikan oleh perusahaan adalah :
1. Upah lembur, yaitu upah yang diberikan apabila karyawan bekerja
melebihi jam kerja perusahaan yang telah ditentukan.
2. Tunjangan jabatan, merupakan sebagai pelengkap gaji pokok, mengingat
ada pekerjaan yang memegang peranan dan tanggung jawab serta tuntutan
khusus. Besarnya jumlah gaji pokok adalah Rp. 1.000.000/bulan
sedangkan besarnya jumlah tunjangan adalah Rp. 100.000.
3. Uang makan, diberikan setiap pengambilan gaji. Besarnya uang makan
adalah Rp. 5.000.
4. Tunjangan Hari Raya (THR), yang memberikan bonus kepada karyawan
yang merayakan hari raya dan tahun baru. THR ini diberikan kepada
karyawan yang telah bekerja selama 1 tahun dan dibayar sebesar satu
bulan gaji.
5. Uang Transportasi, yang memberikan pada karyawan saat menerima gaji
di akhir bulan. Besarnya uang transportasi ini tergantung pada kedudukan
karyawan di perusahaan.
6. Cuti
Universitas Sumatera Utara
Untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan selama bekerja, perusahaan
memberikan cuti bagi karyawan. Tenaga kerja diwajibkan mengambil cuti
dan apabila tidak dipakai, maka cutinya dianggap habis.
7. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)
Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah suatu bentuk asuransi yang dibuat
oleh pemerintah untuk melindungi tenaga kerja. Asuransi tersebut lebih
dikenal dengan nama Asuransi Tenaga Kerja (ASTEK).
ASTEK ini meliputi empat pokok yaitu :
a. Jaminan Kecelakaan Kerja
Dilakukan dengan cara pemberian sumbangan oleh perusahaan.
Besarnya sumbangan tersebut adalah 0.89 % dari gaji pokok tenaga
kerja setiap bulan. Jaminan kecelakaan kerja diberikan apabila tenaga
kerja tersebut mengalami kecelakaan dalam menjalankan tugasnya.
b. Jaminan Hari Tua
Besarnya iuran dan sumbangan yang diberikan kepada ASTEK adalah
5.7 %. Iuran yang diberikan tenaga kerja adalah 2 % dari gaji pokok
setiap bulan dari tenaga kerja yang bersangkutan. Jaminan hari tua
diberikan apabila tenaga kerja sudah pensiun pada umur 55 tahun.
Besarnya dana pensiun yang diberikan ASTEK adalah tergantung
kepada masa kerja tenaga kerja yang bersangkutan.
c. Jaminan Kematian
Diberikan apabila tenaga kerja meninggal dunia, sewaktu melakukan
pekerjaan atau tidak melakukan pekerjaan.
Universitas Sumatera Utara
d. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Pemeliharaan kesehatan diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja
beserta keluarganya. Dalam hal ini sumbangan yang diberikan
perusahaan berbeda. Apabila tenaga kerja tersebut belum menikah,
perusahaan memberikan sebesar 3 % dari gaji pokok setiap bulannya
dan bagi yang sudah berkeluarga memperoleh 6 % dari gaji pokok
setiap bulannya dengan batasan maksimal memiliki tiga orang anak.
8. SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia)
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) adalah satu wadah tenaga kerja
yang dapat menampung keluhan-keluhan yang dialami tenaga kerja
seperti, tuntutan kenaikan gaji, masalah jam kerja yang tidak sesuai dan
lain-lain. Keluhan-keluhan tenaga kerja tersebut diterima oleh SPSI, dan
akan mengusahakan untuk mencari pemecahan masalahnya dengan
bekerja sama dengan pimpinan perusahaan atau instansi terkait seperti
Departemen Tenaga Kerja. Akan tetapi dari hasil pengamatan yang di
lakukan, untuk saat ini lembaga SPSI yang terdapat di perusahaan ini tidak
berjalan.
Untuk pelayanan kesehatan perusahaan memiliki unit P3K. Apabila penyakit yang
diderita tidak dapat ditanggulangi oleh P3K maka karyawan dapat berobat ke
rumah sakit yang ditunjuk oleh perusahaan.




Universitas Sumatera Utara