Anda di halaman 1dari 16

Scene setting adalah aktivitas yang paling dekat

dengan strategi pembelajaran. Salah satu model


scene setting, seperti yang diapaparkan oleh Bobbi
DePorter dalam bukunya Quantum Teaching, adalah
AMBAK, berarti apa manfaatnya bagiku. Scene
setting adalah aktivitas yang dilakukan guru atau
sisa untuk membangun konsep aal pembelajaran
Fungsi scene setting
Fungsi scene setting adalah sebagai berikut.
- -Membangun konsep pembelajaran yang berkesan sehingga dapat membangun kembali
bekal pengetahuan awal dalam sebuah pengalaman belajar menuju ke materi inti
pembelajaran.
- -Memberi pengalaman belajar sebelum masuk pada materi inti sehingga bisa
memberikan makna belajar yang mendalam ketika siswa mulai masuk ke materi inti.
- -Sebagai pereduksi instruksi. Artinya, jika kita menggunakan scene setting, instruksi-
instruksi dari guru akan dikerjakan oleh siswa dengan rela dan berasal dari keinginan
siswa itu sendiri secara internal.
- -Sebagai pembangkit minat siswa dan rasa penasaran.
Sumber ide scene setting
Membuat scene setting adalah hal yang paling menantang banyak guru. Terkadang,
berpikir dan berimajinasi untuk membuat scene setting perlu waktu berminggu-minggu.
Saya mencoba membantu agar guru dapat dengan mudah membuat scene setting dengan
memaparkan beberapa sumber ide dalam membuat scene setting, yaitu:
. Keselamatan hidup
a. !erkaitan dengan keselamatan hidup seseorang atau makhluk lain.
b. Akan lebih berkesan, apabila yang terancam berada pada lingkaran terdekat diri siswa
dan keluarganya.
c. "ontoh yang banyak digunakan adalah bencana alam, penyakit, kecelakaan, dan lain-
lain.
#. Kegunaan atau manfaat
a. Akti$itas yang akan diajarkan berkaitan dengan adanya man%aat yang akan didapat
siswa pada saat akti$itas itu dilakukan.
b. Man%aat tersebut akan lebih baik dapat dirasakan lansung oleh siswa pada saat selesai
melakukan akti$itas.
c. "ontoh yang banyak dilakukan adalah kegunaan suatu alat atau man%aat akti$ita untuk
tubuh atau pengetahuan.
&. Sebab akibat
a. Akti$itas yang akan diajarkan berkaitan dengan adanya akibat yang akan terjadi apabila
akti$itas tersebut diajarkan.
b. Akibat yang terjadi lebih baik bersi%at 'ekstrem(-sangat menyentuh dan berpengaruh
kepada siswa.
c. "ontoh yang banyak digunakan adalah menceritan akibat atau dampak yang terkait
dengan materi belajar.
). Penyampaian informasi atau berita
a. Akti$itas yang akan diajarkan berkaitan dengan berita atau in%ormasi yang up to date.
b. !erita tersebut dapat dibacakan atau diceritakan oleh guru.
c. "ontohnya dengan membawa kliping koran atau majalah tentang berita yang terkait
dengan materi balajar.
*. Cerita imajinatif
a. Akti$itas pembelajaran diawali dengan cerita khayalan yang menarik minat siswa
untuk masuk kemateri belajar.
b. "erita tersebut dapat berupa cerita dari %ilm-%ilm %iksi atau guru mengarang sendiri.
c. !iasanya, cerita imajinati% ini sangat disukai oleh siswa-siswa usia golden age +usia
emas: ,-- tahun..
/. Pertanyaan
a. Akti$itas pembelajaran diawali dengan beberapa pertanyaan yang memancing siswa
untuk membawa mereka ke materi pembelajaran.
b. Model dan cara guru bertanya pada awal belajar ini dapat ber$ariasi, dapat berupa
pertanyaan berantai.
c. !iasanya, akan berhasil apabila ada penghargaan yang diberikan kepada siswa jika
pertanyaan tersebut dapat dijawab.
0. Film
a. Akti$itas belajar diawali dengan %ilm, tetapi siswa tidak diberi tahu judul dan maksud
%ilm tersebut.
b. !iasanya, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk memberikan
komentar setelah %ilm diputar.
c. 1enis %ilm dapat beragam sesuai dengan materi belajar.
Pola scene setting
2ola scene setting adalah bagaimana scene setting itu dilakukan oleh guru. !erikut ini
adalah beberapa pola scene setting.
. - ercerita
Scene setting dilakukan oleh guru dengan cara bercerita. !iasanya, pola ini banyak
digunakan oleh guru sebab paling mudah.
#. - !isualisasi
$isualisasi biasanya menggunakan teaching aids yang terkait dengan materi belajar.
3isualisasi dapat ber%ungsi untuk pemahaman materi yang akan masuk dalam memori
jangkan panjang. 2elaksanaan $isualisasi dapat melibatkan siswa.
&. - Simulasi
Simulasi adalah akti$itas awal dengan melibatkan siswa dalam sebuah simulasi kondisi
yang terjadi sehari-hari. 2ada simulasi, diharapkan para siswa dapat merasakan kaitan
antara sebuah kondisi yang disimulasikan dengan materi belajar yang akan diajarkan.
). - Pantomim
2antomim yang dilakukan guru akan membangkitkan semangat siswa untuk mencari tahu
maksud pelajaran tersebut. 2antomim juga dapat dilakukan oleh siswa atas arahan guru
dan siswa yang lain mengamati.
*. - Mendatangkan tokoh
Awal pembelajaran dengan mendatangkan tokoh akan sangat menarik siswa untuk
mengikuti kelanjutan pelajaran tersebut. 4ehadiran tokoh tersebut di dalam kelas jangan
terlalu lama, usahakan sebentar saja.
2osted in: Apersepsi,Scene Setting
"#"$%S%S &'#&"#( M'M"#()#
P'#('&"*)"# "+"$ "&") "P',S'PS%
S%S+" -"$"M K'(%"&"# P'M'$".","#


Abstrak
!elajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang relati% tetep, proses perubahan ini
tidak terjadi sekaligus terapi terjadi secara bertahap tergantung pada %aktor-%aktor
pendukung belajar yang mempengaruhi siswa. Faktor ini dapat dibagi menjadi dua yaitu
%aktor intern dan %aktor ekstern. Faktor intern berhubungan dengan segala sesuatu yang
ada pada diri siswa yang menunjang pembelajaran seperti inteligensi, bakat, kemampuan
motorik pancaindra,dan skema berpikir. Faktor ekstern merupakan segala sesuatu yang
berasal dari luar diri siswa yang menkondisikannya dalam pembelajaran seperti
pengalaman, lingkunagn sosial, metode balajar-mengajar, strategi belajar-menajar,
%asilitas belajar dan dedikasi guru. 4eberhasilannya mencapai suatu tahap hasil belajar
memungkinkannya untuk belajar lebih lancar dalam mencapai tahap selanjutnya.
Apersepsi yang dilakukan pada tahap awal pembelajaran pada umumnya dianggap hal
yang kecil, terkadang terlupakan. 5amun demikian berdasarkan %akta dilapangan banyak
dijumpai menjadi sangat %atal akibatnya tatkala siswa dihadapkan pada permasalahan inti
dalam kegiatan belajar mengajar. 4etidakbisaan siswa dalam menyelesaikan masalah atau
dalam proses menemukan konsep ternyata sangat dipengaruhi oleh ketidakmatangan
sewaktu apersepsi, yang akhirnya tujuan akhir dari pembelajaran itu tidak tercapai atau
tidak sesuai dengan harapan.
". P'#-"*)$)"#
/. $atar elakang
Secara umum prestasi belajar siswa di indonesia ditentukan oleh kemampuan kogniti%nya
dalam memahami sebaran materi pelajaran yang telah ditentukan didalam kurikulum.
Soemanto +6-):#,-#. menyatakan bahwa tingkah laku kogniti% merupakan tindakan
mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku terjadi.
!erdasarkan penelitian dari beberapa ahli, 2intrinch menyimpulkan pengetahuan awal
yang tidak akurat dapat mengahalangi perkembangan siswa dan kekurangan pengetahuan
awal tidak memungkinkannya untuk maju. 7asil eksperimen !iemans dan Simons
menunjukkan bahwa mengarahkan miskonsepsi melalui instruksi dan memberikan saran
kepada siswa bahwa pengetahuan baru bisa tidak konsisten dengan apa yang telah
diketahui, dapat membantunya belajar. "han et al membuktikan pengetahuan awal
memainkan peran mediasi didalam menggerakkan akti$itas yang konstrukti%. 2enelitian
!arclay menunjukkan bahwa pemahaman terhadap suatu teks tergantung pada penerapan
pengetahuan awal yang rele$an yang tidak ada didalam teks.
!agi guru, disaat akan mengajar sebuah konsep apa saja pada siswa, guru sebaiknya
memahami bahwa setiap siswa memiliki pengalaman, sikap dan kebiasaan yang berbeda,
agar dapat menggali dan menghubungkan pengalaman, sikap dan kebiasaan siswa
terhadap konsep yang akan guru ajarkan perlu kiranya guru mengkaitkan dengan
apersepsi.
8i dalam kegiatan belajar mengajar, kebanyakan guru belum bisa atau kurang dalam
membangun pengetahuan awal pada siswa. Sehingga banyak yang beranggapan bahawa
kegiatan belajar mengajar adalah untuk mendapatkan ketercapaian oleh guru yaitu
membelajarkan materi kepada siswa. Sebenarnya ketercapaian yang diinginkan adalah
pemahaman konsep tau materi olea siswa dari yang disampaikan guru. 9ntuk itu guru
harus memperbanyak apersepsi mengenai materi yang akan diajarkan kepada siswa.
Apersepsi berarti penghayatan tentang segala sesuatu yang menjadi dasar untuk
menerima ide-ide baru. Secara umum %ungsi apersepsi dalam kegiatan pembelajaran
adalah untuk membawa dunia siswa ke dunia guru. Artinya, mengaitkan apa yang telah
diketahui atau di alami dengan apa yang akan dipelajari, sehingga siswa lebih termoti$asi
untuk mengikuti pembelajaran.
0. ,umusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
a. Mengapa pengetahuan awal berpengaruh terhadap kepahaman siswa dalam
mempelajari pengetahuan baru:
b. Mengapa pengetahuan awal sangat penting dalam setiap pembelajaran:
1. &ujuan Penelitian
2enelitian ini berusaha menjawab rumusan masalah penelitian di atas. 9ntuk itu, tujuan
penelitian ini adalah:
a. 9ntuk mengetahui pengaruh pengetahuan awal terhadap kepahaman siswa dalam
mempelajari pengetahuan baru.
b. 9ntuk mengetahui pentingnya pengetahuan awal dalam setiap program
pembelajaran.
. K".%"# P)S&"K"
/. Pandangan &eori elajar Konstrukti2isme
Salah satu prinsip psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak begitu saja memberikan
pengetahuan kepada siswa, tetapi siswa yang harus akti% membangun pengetahuan dalam
pikiran mereka. Tokoh yang berperan pada teori ini adalah 1ean 2iaget dan 3ygotsky.
Teori 4onstrukti$isme dide%inisikan sebagai pembelajaran yang bersi%at generati%, yaitu
tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. !eda dengan aliran
beha$ioristik yang memahami hakikat belajar sebagai kegiatan yang bersi%at mekanistik
antara stimulus respon, kontrukti$isme lebih memahami belajar sebagai kegiatan manusia
membangun atau menciptakan pengetahuan dengan memberi makna pada
pengetahuannya sesuai dengan pengalamanya. 4onstrukti$isme sebenarnya bukan
merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini
merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. ;ni menyebabkan
seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. 2endekatan
konstrukti$isme mempunyai beberapa konsep umum seperti:
. 2elajar akti% membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
#. 8alam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan
mereka.
&. 2entingnya membina pengetahuan secara akti% oleh pelajar sendiri melalui proses
saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran
terbaru.
). 9nsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya
secara akti% dengan cara membandingkan in%ormasi baru dengan pemahamannya
yang sudah ada.
*. 4etidakseimbangan merupakan %aktor moti$asi pembelajaran yang utama. Faktor
ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten
atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
/. !ahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai perkaitan dengan
pengalaman pelajar untuk menarik minat pelajar.
Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar
konstrukti$isme adalah teori perkembangan mental 2iaget yang merupakan bagian dari
teori kogniti% juga. Teori ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori
perkembangan kogniti%. Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk
belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa.
Setiap tahap perkembangan intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri-ciri
tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Misalnya, pada tahap sensori motor
anak berpikir melalui gerakan atau perbuatan +<use%%endi, 6--: &#..
Selanjutnya, 2iaget yang dikenal sebagai konstrukti$is pertama +8ahar, 6-6: *6.
menegaskan bahwa penekanan teori kontrukti$isme pada proses untuk menemukan teori
atau pengetahuan yang dibangun dari realitas lapangan. 2eran guru dalam pembelajaran
menurut teori kontrukti$isme adalah sebagai %asilitator atau moderator. 2andangan
tentang anak dari kalangan konstrukti$istik yang lebih mutakhir yang dikembangkan dari
teori belajar kogniti% 2iaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam
pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata
yang dimilikinya. Asimilasi adalah penyerapan in%ormasi baru dalam pikiran. Sedangkan,
akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya in%ormasi baru,
sehingga in%ormasi tersebut mempunyai tempat +<use%%endi 6--: &&.. 2engertian
tentang akomodasi yang lain adalah proses mental yang meliputi pembentukan skema
baru yang cocok dengan ransangan baru atau memodi%ikasi skema yang sudah ada
sehingga cocok dengan rangsangan itu +Suparno, 66/: 0..
=ebih jauh 2iaget mengemukakan bahwa pengetahuan tidak diperoleh secara pasi% oleh
seseorang, melainkan melalui tindakan. !elajar merupakan proses untuk membangun
penghayatan terhadap suatu materi yang disampaikan. !ahkan, perkembangan kogniti%
anak bergantung pada seberapa jauh mereka akti% memanipulasi dan berinteraksi dengan
lingkungannya. Sedangkan, perkembangan kogniti% itu sendiri merupakan proses
berkesinambungan tentang keadaan ketidak-seimbangan dan keadaan keseimbangan
+2oedjiadi, 666: /..
0. Pengertian "persepsi
Apersepsi berasal dari kata >Apperception> berarti menyatupadukan dan
mengasimilasikan suatu pengamatan dengan pengalaman yang telah dimiliki. Atau
kesadaran seseorang untuk berasosiasi dengan kesan-kesan lama yang sudah dimiliki
dibarengi dengan pengolahan sehingga menjadi kesan yang luas. 4esan yang lama itu
disebut bahan apersepsi.
Apersepsi adalah getaran-getaran tanda yang diterima oleh seorang indi$idu atas suatu
obyek tertentu. ?byek tersebut bisa berupa suatu benda, gejala alam atau sosial, dan
tindakan-tindakan yang dilakukan oleh seseorang. Apersepsi atau getaran-getaran
tersebut diterima melalui panca indra yang kita miliki. 2roses penerimaan apersepsi inilah
yang kita sebut sebagai persepsi.
Apersepsi berarti penghayatan tentang segala sesuatu yang menjadi dasar untuk
menerima ide-ide baru. Secara umum %ungsi apersepsi dalam kegiatan pembelajaran
adalah untuk membawa dunia mereka ke dunia kita. Artinya, mengaitkan apa yang telah
diketahui atau di alami dengan apa yang akan dipelajari.
Apersepsi dalam pengajaran adalah menghubungan pelajaran lama dengan pelajaran
baru, sebagai batu loncatan sejauh mana anak didik mengusai pelajaran lama sehingga
dengan mudah menyerap pelajaran baru. 8isaat kita akan mengajar sebuah konsep apa
saja pada siswa, guru sebaiknya memahami bahwa setiap siswa memiliki pengalaman,
sikap dan kebiasaan yang berbeda, agar dapat menggali dan menghubungkan
pengalaman, sikap dan kebiasaan siswa terhadap konsep yang akan kita ajarkan perlu
kiranya kita kaitkan dengan apersepsi.
Apersepsi bisa berupa cerita, lagu, $ideo ataupun gambar dll, kali ini saya akan
memakai gambar sebagai apersepsi.
0. Pentingnya "persepsi
Apersepsi ini sangat penting. Mengapa:
a. 4ita mencoba menarik mereka ke dunia yang kita ciptakan
b. 4ita mencoba menyatukan dua dunia yang berbeda
c. 2entingnya menciptakan atmos%ir, karena mereka berangkat dari latar belakang yang
berbeda-beda.
d. 2erluya membangun moti$asi
2roses belajar tidak dapat dipisahkan peristiwa-peristiwanya antara indi$idu dengan
lingkungan pengalaman murid, maka sebelum memulai pelajaran yang baru sebagai batu
loncatan, guru hendaknya berusaha menghubungkan terlebih dahulu dengan bahan
pelajarannya yang telah dikuasai oleh murid-murid berupa pengetahuan yang telah
diketahui dari pelajaran yang lalu atau dari pengalaman. ;nilah yang dimaksud dengan
apersepsi. 1adi dengan kata lain apersepsi adalah suatu gejala jiwa yang dialami apabila
kesan baru masuk ke dalam kesadaran seseorang dan berjalin dengan kesan-kesan lama
yang sudah dimiliki disertai proses pengolahan sehingga menjadi kesan yang lebih luas.
A@as ini penting pula artinya dalam usaha menghubungkan bahan pelajaran yang akan
diberikan dengan apa yang telah dikenal anak.
1. Pembentukan "persepsi
Apersepsi dapat dibentuk melalui ) pilar. Pertama adalah alfa 3one. Setelah bertatap
muka dengan siswa, mulailah menuju kondisi awal yang menyenangkan. 4esiapan paling
untuk memasukkan %akta dan in%ormasi. 8alam keadaan ini, pergerakan dendrite otak
sudah harmonis.
1ika di$isualkan, gerakannya akan bersama-sama saat mengambil in%o. !erbeda dengan
kondisi teta, di mana anak tampak melamun membayangkan sesuatu, dan bahkan bisa
masuk ke kondisi delta, tertidur lelap saat guru menerangkan, kondisi al%a mudah
dikenali. 1ika sudah tampak senyum mengembang di bibir siswa, dan mata berbinar, saat
itulah kondisi alfa sudah on.
Menciptakan alfa zone didapat melalui kegiatan games, cerita lucu, tebak-tebakan, musik,
brain gym, dan serangkaian ice breaking lainnya yang tak harus ada hubungannya dengan
materi yang akan diajarkan. Tak perlu semua ada. Salah satu saja. Mengingat pentingnya
pengkondisian al%a yang diibaratkan seperti peluru, buatlah katalog ice breaking.
Targetnya adalah siswa bisa tertarik.
Pilar ke-dua adalah warmer. Menghangatkan ingatan yang sudah lalu. 1ika pertemuan
itu bukan yang pertama, warmer dimaksukan sebagai pembentuk pengetahuan
konstrukti$isme, yakni membangun makna baru berdasar pengetahuan yang sudah
dimiliki siswa. "ontoh guru me-recall dengan pertanyaan terbuka. '!agaimana
pendapatmu tentang pohon bambu dan pohon kelapa, yang keduanya adalah tanaman
yang banyak ditemui di ;ndonesia. Apa saja kegunaannya:>
Pilar ke-tiga adalah pre teach. ;ni yang sering dilupakan oleh Auru. Tidak heran kalau
kondisi kelas kusut masai dan siswa tak terkondisi. Pre teach ini memberi in%ormasi
secara manual, bagaimana aturan diberlakukan. Terlebih pada mata pelajaran sains atau
percobaan yang menggunakan alat, pre teach mutlak dilakukan, agar tak terjadi cedera
atau kesalahan prosedur.
Pilar ke-empat adalah scene setting. 4ondisi inilah yang paling dekat dengan strategi.
Sering pula disebut sebagai hook atau pengait menuju mata pelajaran inti. "ontoh:
meminta siswa membandingkan benda pilihan dari tas nya, dan berjajar sesuai berat
benda, adalah scene setting menuju pelajaran matematika Bberat ringan(.
Seberapa penting pembentukan apersepsi ini: Menurut Muni% "hotib, jika tak dilakukan,
proses belajar jelas tak maksimal, dan akan terjadi down shifting pada otak anak, karena
tak di refresh.

4. Moti2asi elajar
8alam kegiatan belajar mengajar, dikenal adanya moti$asi belajar yaitu: moti$asi yang
diterapkan dalam kegiatan belajar. 1adi moti$asi belajar adalah keseluruhan daya
penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin
kelangsungan belajar itu demi mencapai satu tujuan dengan menciptakan kondisi
sedemikian rupa sehingga anak itu mau melakukan apa yang dilakukan. ;ni merupakan
usaha yang disadari oleh pihak guru untuk menimbulkan moti%-moti% pada diri murid
yang menunjang kegiatan ke arah tujuanCtujuan belajar.
a. .enis-jenis moti2asi
Moti$asi dapat dibedakan atas moti$asi intrinsik dan moti$asi ekstrinsik. Dang dimaksud
dengan moti$asi intrinsik adalah moti$asi yang berasal dari dalam diri indi$idu,
sedangkan moti$asi ekstrinsik adalah moti$asi yang berasal dari luar indi$idu.
Moti$asi belajar secara instrinsik sebenarnya telah ada di dalam diri manusia, yang
memandang bahwa segala tindakan manusia, termasuk belajar, adalah karena terdapatnya
tanggung jawab internal pada diri manusia itu. Manusia dalam sudut pandang teori ini,
mamang termasuk mahluk yang baik, tinggi tanggung jawabnya, suka bekerja termasuk
belajar, tinggi militansi kerja atau belajarnya, dan selalu inggin berprestasi.
Sungguhpun demikian, rekayasa lingkungan perlu diberikan agar seseorang tetap belajar.
<ekayasa lingkungan antara lain dapat berupa moti$asi ekstrinsik. 7al ini perlu
diberikan karena seseorang tidak senantiasa berada dalam keadaan menetap. Melemahnya
moti$asi intrinsik perlu dikatrol dengan mengunakan moti$asi ekstrinsik .
b. Ciri moti2asi dalam pembelajaran
Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai moti$asi belajar yang sangat tinggi. ;ni dapat
melalui proses belajar mengajar di kelas, seperti:
a. Tertarik kepada guru.
b. Tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan
c. Mempunyai antosias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya terutama
kepada guru.
d. ;ngin selalu bergabung dalam kelompok kelas
e. ;ngin identitas dirinya diakui oleh orang lain
%. Tindakan, kebiasaan, dan moralnya selalu dalam kontrol diri
g. Selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali
h. Selalu terkontrol oleh lingkungan
Terlepas dari ciri-ciri moti$asi di atas, ada beberapa ciri moti$asi yang ada pada diri
seseorang adalah sebagai berikut:
'Tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara terus menerus dalam waktu
lama, ulet menghadapi kesulitan dan tidak muda putus asa, tak cepat puas atas prestasi
yang diperoleh, menunjukan minat yang besar terhadap masalah-masalah belajar, lebih
suka belajar sendiri, tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan
pendapatnya, dan senang mencari dan memecahkan masalah.>
c. Fungsi moti2asi dalam belajar
8alam kegiatan belajar mengajar sengat diperlukan adanya moti$asi. 7asil belajar akan
menjadi optimal kalau ada moti$asi. Makin tepat moti$asi yang diberikan, akan makin
berhasil pula pelajaran itu. 1adi moti$asi akan senantiasa menentukan intensitas usaha
belajar bagi para sisiwa.
Sehubungan dengan hal tersebut, ada tiga %ungsi moti$asi sebagai berikut:
. Mendorong manusia untuk berbuat
#. Menentukan arah perbuatannya, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai
&. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus
dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan.
8i samping itu, ada juga %ungsi-%ungsi lain seperti mendorong usaha dan pencapaian
prestasi. ;ntensitas moti$asi seseorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian
prestasi belajarnya.
d. Prinsip moti2asi belajar
Moti$asi merupakan %aktor yang berarti dalam pencapaian prestasi belajar. 8ua
pembangkit moti$asi belajar yang e%ekti% adalah keingintahuan dan keyakinan akan
kemampuan diri. Setiap siswa memiliki rasa ingin tahu dan guru perlu menyalurkannya
dengan berbagai macam cara. !egitu pula 4eyakinan akan kemampuan diri perlu
mendapat penguatan dari guru sehingga akan menumbuhkan rasa kepercayaan yang pada
gilirannya menciptakan situasi perasaan yang lebih yakin akan kemampuan dirinya. Ada
# 2rinsip moti$asi belajar yang perlu diperhatikan:
. 4ebermaknaan dalam belajar
Siswa akan termoti$asi giat belajar jika hal yang dipelajari dirasakan bermakna bagi
dirinya. 4ebermaknaan la@imnya terkait dengan bakat, minat, pengetahuan dan
pengalaman hidupnya.
#. 2engetahuan dan keterampilan siap
Siswa akan dapat belajar dengan baik jika telah siap baik berupa pengetahuan,
keterampilan, maupun sikap. ?leh karena itu siswa akan menggunakan pengetahuan
awalnya untuk menapsirkan dan mengin%ormasikan pengalamannya. 2ena%siran ini akan
membangun pemahaman yang dipengaruhi oleh pengetahuan awal itu. 8engan demikian
guru perlu memahami pengetahuan awal siswa untuk dikaitkan dengan bahan yang akan
dipelajarinya sehingga membuat belajar menjadi lebih mudah dan bermakna.
&. Model panutan
Siswa akan menguasai keterampilan baru dengan baik, jika guru memberi contoh dan
model yang patut ditiru.
). 4omunikasi terbuka
Siswa akan termoti$asi untuk belajar jika penyampaiannya dilakukan secara terstruktur
sesuai dengan tingkat perkembangan kogniti%nya, sehingga kesan pembelajaran dapat
die$aluasi dengan tepat.
*. 4ewajaran dan tugas yang menantang
Siswa akan termoti$asi untuk belajar jika mereka diberi materi kegiatan baru atau
gagasan yang wajar, asli dan berbeda. Aagasan baru dan asli akan menambah konsentrasi
siswa pada pelajaran. 7al ini berpengaruh pada pencapaian hasil belajar. 4onsentrasi juga
dapat bertambah bila siswa menghadapi tugas yang menantang dan sedikit melebihi
kemampuannya. Sebaliknya bila tugas terlalu jauh dari kemampuannya akan terjadi
kecemasan. 8an bila tugas kurang dari kemampuannya akan terjadi kebosanan.
/. =atihan yang tepat dan akti%
Siswa akan dapat menguasai materi pembelajaran dengan e%ekti% jika kegiatan belajar
mengajar memberikan kegiatan latihan sesuai kemampuan siswa dan siswa dapat
berperan akti% untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
0. 2enilaian yang berkesinambungan
Siswa akan memperoleh pencapaian belajar yang e%ekti% jika penilaian dilakukan dalam
rentang waktu yang tidak terlalu lama dengan %rekuensi pengulangan yang tinggi.
-. 4ondisi dan hasil yang menyenangkan
Siswa akan belajar dan terus belajar jika kondisi pembelajaran dibuat menyenangkan,
nyaman, dan jauh dari perilaku yang menyakitkan perasannya, serta sering merasakan
keberhasilannya.
6. 4eragaman pendekatan belajar
Siswa akan belajar jika diberi kesempatan untuk memilih dan menggunakan berbagai
pendekatan belajar. 2engalaman belajar tidak hanya berorientasi pada buku teks, tetapi
juga dapat dikemas dalam berbagai kegiatan praktis seperti proyek, simulasi, drama,
danEatau penelitianEpengujian.
,. Mengembangkan beragam kemampuan
Siswa akan belajar secara optimal jika pengalaman belajar yang disajikan dapat
mengembangkan berbagai kemampuan, seperti kemampuan logis, matematis, bahasa,
musik, kinestetik, dan kemampuan inter maupun antar personal.
. Melibatkan sebanyak mungkin indra
Siswa akan menguasai hasil belajar dengan optimal, jika menggunakan semua alat indra
dalam belajar.
#. 4eseimbangan pengaturan pengalaman belajar
Siswa akan lebih menguasai materi pelajaran jika pengalaman belajar diatur sedemikian
rupa sehingga siswa mempunyai kesempatan untuk menghayati, mengungkapkan dan
menge$aluasi apa yang terjadi. Memikirkan kembali apa yang telah dialami dan yang
sedang dikerjakan merupakan kegiatan penting dalam memantapkan pemahaman.
e. Faktor-faktor yang mempengaruhi moti2asi belajar
Sebagaimana yang disebutkan pada bagian depan, bahwa moti$asi sangat krusial dalam
belajar dan pembelajaran. Akan tetapi moti$asi belajar tersebut juga dipengaruhi oleh
banyak %aktor. Adapun %aktor-%aktor tersebut adalah sebagai berikut:
. "iri-ciri 2embelajaran
Setiap manusia senantiasa mempunyai ciri-ciri tertentu dalam hidupnya, termasuk
pembelajaran, yang senantiasa ia kejar dan ia perjuangkan. !ahkan tidak jarang meskipun
rintangan yang ditemui sangat banyak tetapi tetap berusaha semaksimal mungkin untuk
dapat mencapai apa yang ia cita-citakan.
#. 4emampuan 2embelajaran
4emampuan manusia satu dan lainnya tidaklah sama. Menuntun seseorang sebagai mana
orang lain dari bingkai penglihatan tidaklah dibenarkan. Sebab, orang yang mempunyai
kemampuan yang rendah sangatlah sulit untuk menyerupai orang yang berkemampuan
tinggi, begitu pula sebaliknya.
&. 4ondisi 2embelajaran
4ondisi pembelajaran, baik yang bersi%at %isik maupun psikis, sangat berpengaruh
terhadap moti$asi belajar seseorang sebab apabila kondisi %isik seseorang dalam keadaan
lelah, maka moti$asi belajarnya akan menurun, sedangkan apabila kondisi psikologis
seseorang terganggung +stres., maka seseorang tidak bisa mengkonsentrasikan diri
terhadap hal-hal yang dipelajari.
). 4ondisi =ingkungan 2embelajaran.
Sudah diketahui umum bahwa yang menentukan moti$asi belajar seseorang, selain %aktor
indi$idu juga %aktor lingkungan, lebih-lebih lingkungan belajar. Sebab, indi$idu secara
sadar atau tidak, senantiasa tersosialisasi oleh lingkungannya.
*. 9nsur-9nsur 8inamis !elajar 2embelajaran
9nsur-unsur dinamis belajar pembelajaran seperti: moti$asi dan upaya memoti$asi siswa
untuk belajar, bahan belajar, alat bantu belajar, dan kondisi subjek belajar sangat
berpengaruh terhadap moti$asi belajar seseorang.
/. 9paya Auru 8alam Membelajarkan 2embelajaran
9paya guru dalam membelajarkan pembelajaran juga sangat berpengaruh terhadap
moti$asi belajar siswa. Auru yang sungguh-sungguh dan tinggi gairahnya dalam
membelajarkan pembelajaran, akan menjadikan pembelajaran juga bergairah belajar.
1elaslah bahwa, dalam setiap usaha atau kegiatan manusia dimana dan kapan saja, tak
selamanya menempuh jalan mulus seperti yang diharapkan. 8i satu sisi, manusia
menginginkan suatu kesuksesan gemilang, namun di sisi lain harapan manusia selalu saja
menemukan hambatan-hambatan. 8emikian pula dalam kegiatan belajar mengajar, sangat
banyak kendala-kendala atau hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam
membelajarkan siswa.
C. P"P","# -"# *"S%$
/. &emuan pada 5bser2asi awal
!erdasarkan obser$asi pada tanggal & 5o$ember #,, ada beberapa hal yang ditemukan
oleh peneliti antara lain sebagai berikut:
. 4urangnya kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas.
#. 4urangnya interaksi antara siswa dengan guru sehingga pembelajaran cenderung
berpusat pada guru.
&. 2ada saat pembelajaran siswa masih banyak yang berbicara dengan temannya,
karena siswa kurang bersemangat dan terlihat bosan dalam belajar.
). 2ola pembelajarannya yang diterapkan cenderung berpusat pada guru dimana siswa
kurang berkesempatan umtuk mengembangkan kreati$itas dan belum terlibat secara
langsung dalam pembelajaran.
Melalui kegiatan obse$asi awal ini ditemukan %akta bahwa pembelajaran yang dilakukan
guru sering menggunakan metode ceramah dengan %okus guru yang akti% dalam
pembelajaran. Strategi dan metode pembelajaran inilah yang sangat berpengaruh terhadap
partisipasi siswa. Siswa kurang senang dengan metode ceramah yang digunakan guru
karena membuat mereka mengantuk dan bosan apabila berlama-lama mendengarkan
penjelasan guru. 7al ini pula yang menyebabkan siswa kurang mengerti keterkaitan
antara materi pelajaran yang diajarkan sekarang dengan materi yang lalu. 7al ini
berdampak negati% bagi pencapaian prestasi belajar siswa.
0. "nalisis dan ,efleksi &erhadap 5bser2asi "wal
!erdasarkan temuan yang dipeeroleh dari obser$asi awal, maka dapat dilakukan analisis
dan re%leksi terhadap temuan tersebut untuk memperbaiki kegiatan belajar dan mengajar.
Analisi dan re%leksi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman siswa di luar lingkungan
b. Menunjukan, menjelaskan kepada siswa, mengapa suatu bidang studi dimasukkan
antosiasme dalam mengajarkan bidang studi yang dipegang dan mengunakan prosedur
mengajar yang sehat.
c. Mendorong siswa untuk memandang belajar di sekolah sebagai suatu tugas yang
harus tidak serba merekam, sehingga siswa mempunyai intensi untuk belajar dan
menyelasaikan tugasnya dengan sebaik mungkin.
d. Menciptakan iklim dan suasana dalam kelas yang sesuai dengan kebutuhan siswa
untuk menghindari kegagalan.
e. Memberitahukan hasil ulangan .
%. !erpartisipasi dalam kegiatan ekstra kurikuler guna meningkatkan hubungan
kemanusiaan dengan siswa .
g. Mengunakan bentuk-bentuk kompetensi yang sehat.
h. Mengunakan intensi%, baik berupa materi maupun nonmateri secara wajar. 8emikian
pula menggunakan hukuman dan teguran secara wajar.

-. P'#)&)P
8ari teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar
konstrukti$isme adalah teori perkembangan mental 2iaget yang merupakan bagian dari
teori kogniti% juga. Teori ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori
perkembangan kogniti%. Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk
belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa.
Setiap tahap perkembangan intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri-ciri
tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Misalnya, pada tahap sensori motor
anak berpikir melalui gerakan atau perbuatan +<use%%endi, 6--: &#..
4arena itu apersepsi sangat penting dalam pembelajaran karena:
a. 4ita mencoba menarik mereka ke dunia yang kita ciptakan
b. 4ita mencoba menyatukan dua dunia yang berbeda
c. 2entingnya menciptakan atmos%ir, karena mereka berangkat dari latar belakang yang
berbeda-beda.
d. 2erluya membangun moti$asi
2roses belajar tidak dapat dipisahkan peristiwa-peristiwanya antara indi$idu dengan
lingkungan pengalaman murid, maka sebelum memulai pelajaran yang baru sebagai batu
loncatan, guru hendaknya berusaha menghubungkan terlebih dahulu dengan bahan
pelajarannya yang telah dikuasai oleh murid-murid berupa pengetahuan yang telah
diketahui dari pelajaran yang lalu atau dari pengalaman. ;nilah yang dimaksud dengan
apersepsi. 1adi dengan kata lain apersepsi adalah suatu gejala jiwa yang dialami apabila
kesan baru masuk ke dalam kesadaran seseorang dan berjalin dengan kesan-kesan lama
yang sudah dimiliki disertai proses pengolahan sehingga menjadi kesan yang lebih luas.
A@as ini penting pula artinya dalam usaha menghubungkan bahan pelajaran yang akan
diberikan dengan apa yang telah dikenal anak.
-"F&", P)S&"K"
http:EEpembentukan-apersepsi-melalui-)-pilar.html
http:EEteori-belajar-program-dan-prinsip.html
http:EEapersepsi.html
Fndang 8edy dan Fncum Sumiaty . Begitu Pentingkah Apersepsi pada Proses
Pembelajaran Siswa ? . 1urusan 2endidikan Matematika 92; !andung.
!uletin 2FM<; sdisi *. ?ktober #,,*