Anda di halaman 1dari 64

SISTEM RESPIRASI

VERTEBRATA
SISTEM RESPIRASI
proses pengambilan udara dari lingkungan dan
pengeluaran udara dari tubuh makhluk hidup.
O2 yang diambil dari lingkungan dan CO2 yang
dikeluarkan
Inspirasi pemasukan udara luar ke dalam tubuh
melalui alat-alat pernapasan
Ekspirasi pengeluaran udara pernapasan dari
alat pernapasan.

SECARA MAKRO ANATOMI, SISTEM RESPIRASI TDD

1. Pars Konductaria, meliputi
saluran yang
menghubungkan antara
bagian luar tubuh dengan
paru-paru untuk
menyalurkan udara. Saluran
ini terdiri dari :
- Hidung
- Pharynx
- Larynx
- Trachea
- Bronchus
- Bronchiolus
2. Pars Respiratoria,
merupakan bagian dari
paru-paru yang berfungsi
untuk pertukaran gas
antara darah dan udara.
Bagian ini terdiri dari :
- Alveolus

ORGAN-ORGAN PERNAPASAN
1. Hidung
Pada dindingnya tersusun oleh
jaringan tulang kartilago, otot &
jaringan pengikat.
Rongga hidung terdiri dari: bagian
luar (vestibulum) yang dilapisi sel
submukosa sebagai proteksi &
bagian sebelah dalam (fossa
nasalis) terdapat penonjolan
tulang yang dilapisi mukosa disebut
concha. Concha terbagi lagi
menjadi superior, medial, & inferior
Pada concha superior terdapat
reseptor pembau (olfaktorius).
Olfaktorius terletak pada ephitelium
olfaktoruis yang epitelnya
merupakan epitel silindris semu
berlapis dengan 3 macam sel:
a) Sel penyokong, sel ini berbentuk
langsing, pada permukaanya tampak
banyak mikrovili yang panjang yang
terpendam dalam lapisan lender,
serta terapat pigmen coklat yang
memberi warna.
b) Sel Basal, sel ini
berbentuk kerucut
rendah dengan tonjolan
tersusun selapis &
berinti gelap.
c) Sel Olfactoori,
terdapat diantara sel-sel
penyokong sebgai sel
syaraf
Terdapat pula sel silia
yang berperan
melemparkan benda
asing ke luar untuk
membersihkan jalan
napas.
Sel goblet penghasil
lendir
2. PHARYNX (FARING)
Pharynx merupakan sekumpulan
tulang rawan.
Pharynx memiliki lubang yang
disebut glotis sedangkan
penutupnya disebut epiglottis (anak
tekak) yang berfungsi menutup
apabila sedang menelan makanan.
Udara setelah melewati pharynx
selanjutnya menuju ke trakhea
FARING TERDIRI ATAS :
a) Nasopharinx
Saluran penghubung antara
nasopharinx dengan telinga
bagian dalam
b) Oropharinx
Bagian tengah dari faring,
terjadi gerak reflex (mendorong
makanan masuk esophagus &
menutup katup pada laring
untk mencegah makanan
masuk kesaluran pernapasan)


C) Laringopharynx
Merupakan posisi terendah dari
faring, di bagian ini makanan
akan masuk ke belakang
(esophagus), dan udara masuk
ke arah depan (laring).
3. LARYNX
Larynx merupakan tabung
ireguler, yang
menghubungkan pharynx
dengan trachea & terdapat
pita suara. Dindingnya terdiri
atas kartilago hyaline,
kartilago elastis, jar. Pengikat
dan otot bercorak.
Otot bercorak dibagi menjadi :
a) Otot ekstrinsik, yang
berfungsi untuk menopang &
menghubungkan sekitarnya,
berkontraksi saat menelan

b) Otot instrinsik,berfungsi
menghubungkan masing-masing
kartilago pada laring,
berkontraksinya saat proses
bersuara.
Fungsi : menyokong,
mencegah makanan untuk
masuk ke dalam trakea.

4. TRAKEA
Trachea (batang tenggorok)
merupakan tabung dari cincin tulang
rawan, terletak di daerah leher, yang
menghubungkan phaynx dengan
bronkus. Posisinyabersebelahan
dengan kerongkongan, tepatnya di
depan kerongkongan.
Pada dinding trakea terdiri atas
jaringan ikat, otot polos & dilapisi
lender yang sel-selnya berambut
getar. Pada bagian tengah terdapat
bulu-bulu halus berfungsi untuk
mengeluarkan debu serta kotoran
1. Tunica mucosa tersusun atas sel thoraks
(epithelium pseudocomplex columnair) bersilia
dengan sel piala (sel goblet). Lamina propria
tersusun atas jaringan ikat longgar dengan
serabut elastis.
2. Tunica sub-mucosa tersusun atas jaringan ikat
longgar dengan membrane elastica sebagai
batas dengan lamina propria glandula sero-
mucosa.
3. Tunica cartilaginea tersusun atas kartilago
hyalin berbetuk seperti tapal kuda (huruf C),
jaringan ikat antara kedua ujung kartilago
mengandung sel-sel otot polos juga glandula
sero-mucosa.
4. Tunica adventitia tersusun atas jaringan
pengikat longgar dengan pembuluh darah lymfe
dan saraf.

5. BRONKUS
Bronkus merupakan cabang
batang tenggorokan yang
jumlahnya sepasang, yang satu
menuju ke paru-paru kanan
dan yang satu lagi menuju ke
paru-paru kiri. Tempat
percabangan ini disebut
bifurkase. Bronkus mempunyai
struktur serupa dengan trakea
dan dilapisi oleh jenis sel yang
sama.
Bronkus yang ke kiri lebih
panjang dan sempit serta
kedudukannya lebih mendatar
daripada yang ke kanan. Hal ini
merupakan salah satu sebab
mengapa paru-paru kanan
lebih mudah terserang penyakit

6. BRONCHIOLUS
Bronkiolus merupakan
cabang dari bronkus,
dindingnya lebih tipis dan
salurannya lebih kecil.
Semakin kecil salurannya,
semakin berkurang tulang
rawannya dan akhirnya
tinggal dinding fibrosa
dengan lapisan silia.
Setiap bronkiolus terminal
(terakhir) bermuara ke
dalam seberkas kantung-
kantung kecil mirip anggur
yang disebut alveolus.
7. ALVEOLUS
Alveolus merupakan saluran akhir
dari alat pernapasan yang berupa
gelembung-gelembung udara.
Dindingnya tipis,lembap, dan
berlekatan erat dengan kapiler-
kapiler darah. Alveolus terdiri atas
satu lapis sel epitelium pipih dan di
sinilah darah hampir langsung
bersentuhan dengan udara.
Alveolus memungkinkan terjadinya
perluasan daerah permukaan yang
berperan penting dalam pertukaran
gas O2dari udara bebas ke sel-sel
darah dan CO2 dari sel-sel darah ke
udara.
Antara kantung alveoli satu
dengan lainnya membentuk
sekat. Interalveoler yang
tersusun atas 2 lapisan yaitu:
epitel gepeng selapis dan
jaringan pengikat.
Interalveoler tersusun atas 3
jenis sel yaitu: sel endotel
kapiler, sel epitel gepeng
alveoli, dan membrana
basalis.
Sel septal merupakan sel
penghasil cairan yang disebut
surfaktan. Surfaktan berfungsi
untuk menjaga tegangan
permukaan alveoli sehingga
dinding alveoli tetap tipis.
Dengan demikian, fungsi
utama surfaktan adalah
mempertipis membran
respirasi sehingga difusi gas
pernafasan dapat menjadi
lebih efisien.

MACAM PERNAPASAN
1. Pernapasan Dada
Otot yang berperan aktif dalam
pernapasan dada adalahotot
antartulang rusuk (interkostal).
Otot ini dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu otot antartulang rusuk
luar (intercostal eksternal) yang
berperan mengangkat tulang-
tulang rusuk, dan otot antartulang
rusuk dalam (interkostal internal)
yang berperan menurunkan tulang
rusuk ke posisi semula
2. Pernapasan Perut
Pada pernapasan perut, otot
yang berperan aktif yaitu otot
diafragma dan otot dinding
rongga perut.


I
N
S
P
I
R
A
S
I


E
k
S
P
I
R
A
S
I



E
k
S
P
I
R
A
S
I

RESPIRASI VERTEBRATA
ORGAN PERNAFASAN PADA VERTEBRATA
POSTEMBRIONIK
insang (gill)
1. eksternal
2. internal
paru (lung)
1. paru kantong internal berisi udara, fungsi reespirasi
2. kantong gas kantong internal berisi gas, non respirasi
Organ-organ asesoris & kebutuhan adaptasi mis. kantong udara, kulit
dan sekitar anus

1. RESPIRASI PISCES (IKAN)
umumnya ikan
bernapas
menggunakan insang
1. Ada yg insangnya
dilengkapi tutup insang
(operkulum) misal: ikan
bertulang sejati
(Osteichthyes)
2. ada yg insangnya tidak
tertutup insang, misal: pada
ikan bertulang rawan
(chondrichthyes)
3. Insang ikan terdiri atas
bagian lengkung insang, rigi-
rigi dan lembar insang.
A. PERNAPASAN PADA IKAN BERTULANG SEJATI
Insangnya terdiri dari atas
lengkung insang, rigi-rigi &
lembar insang.
Lengkung insang tersusun atas
tulang rawan berwarna putih,
serta tumbuh rigi-rigi yang
berguna untuk menyaring air
Lembaran insang tersusun atas
lembaran lunak, berbentuk sisir,
da berwarna merah karena
banyak pembuluh darah. Pada
lembaran ini terjadi pertukaran
antara O2 & CO2
Contoh ikan mas
1. Fase Inspirasi
Celah mulut tertutup, bila
tutup insang bergerak ke
samping & selaput tutup insang
tetap menempel pada tubuh
maka rongga mulut
membesar, tekanan udara
berkurang, celah mulut
membuka dan air atau O2
masuk
2. Fase Ekspirasi
Celah mulut menutup, tutup
insang bergerak mendekati
sumbu tubuh , selaput insang
membuka, sehingga air keluar
melalui celah tersebut. Pada saat
air keluar bersentuhan dengan
lembaran insang, saat itulah O2
berdifusi kekapiler darah dan
CO2 berdifusi dari darah ke
dalam air. Jadi pertukaran
gasnya terjadi pada fase
ekspirasi.
B. PERNAPASAN PADA IKAN BERTULANG RAWAN
Pada ikan ini insangnya tidak
mempunyai tutup insang.
Masuk & keluarnya udara dari
rongga mulut, yang
ditimbulkan oleh perubahan
volume rongga mulut.
Perubahan volume ini terjaadi
karena gerakan naik turun
dari otot dasar mulut.
Contoh pada ikan hiu
1. Fase Inspirasi
Bila dasar mulut bergerak ke
bawah, volume gerak mulut
bertambah, tekanannya lebih
kecil dari tekanan air
disekitarnya maka air mengalir
ke rongga mulut melalui celah
mulut, sehingga terjadilah
inspirasi udara dari lingkungan
ke rongga mulut.
2. Fase Ekspirasi
Bila dasar mulut bergerak ke atas
volume rongga mulut mengecil,
tekanannya naik, celah mulut
tertutup, sehingga air mengalir ke
luar melalui celah insang. Pada
saat ini lah terjadi pertukaran O2 &
CO2
C. PERNAPASAN PADA IKAN PARU-PARU (DIPNOI)
Pernapasannya menyerupai amphibi, selain insang juga
memiliki 1 atau sepasang gelembung udara (pulmosis), yg
digunakan untuk membantu pernapasan. Pulmosis banyak
mengandung pembuluh darah.
Ikan ini hidup di rawa/sungai. Bila airnya kering, ia mampu
bertahan hidup karena bernapas dengan gelembung
udara.
LABIRIN
Labirin terdapat pada ikan
yang hidup di dalam
lumpur.
Labirin merupakan
perluasan insang
berbentuk lipatan
berongga tidak teratur.
Berfungsi menyimpan
cadanga oksigen
2.RESPIRASI PADA AVES
SUSUNAN ALAT PERNAPASAN BURUNG
1. 2 pasang lubang hidung,
lubang hidung luar terdapat
pada pangkal paruh sebelah
atas, dan lubang hidung
bagian dalam di langit-langit
rongga mulut.
2. Celah tekak terdapat pada
faring dan menghubungkan
trakea
3. Trakea, tersusun dari tulang
rawan yang berbentuk
lingkaran. Trakea akan
bercabang menjadi bronkus
kanan & kiri
percabangannya disebut
bifurkasi trakea. Bronkus ini
akan menghubungkan siring
dengan paru-paru

4) Siring, alat suara yang terdapat
pada bifurkasi trakea. Siring
tersusun dari otot sterno trakealis,
yang berfungsi menghubungkan
tulang dada dengan trakea & otot
siringalis yang berfungsi
menghubungkan siring dengan
trakea dalam.
5) Paru-paru, berjumlah sepasang
& menempel di dinding dada
bagian dalam. Paru-paru burung
tersusun dari bronkus primer dan
mesobronkus ( bronkiolus yang
paling besar)

MEKANISME ALAT RESPIRASI PADA AVES :
HIDUNG-FARING-TRAKEA-BRONKUS-MESOBRONKUS-VENTROBRONKUS-
DORSOBRONKUS
Dari lubang hidung, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yg terdapat pada dasar
faring yg menghubungkan trakea
Pada trakea bercabang menjadi 2 bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri.
Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirin.
Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yg merupakan bronkus sekunder dan dapat
dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus (dibagian dorsal).
Ventrobronkus dihubungkan dgn dorsobronkus, oleh banyak parabronkus.
Di parabronkus bermuara banyak kapiler,sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain paru-paru, burung
memiliki 8-9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus).
PERNAPASAN BURUNG WAKTU TERBANG
Saat terbang pergerakan aktif dari ronggadada tidak dapat
dilakukan karena tulang dada dan tulang rusuk merupakan pangkal
perlekatan otot yg berfungsi untuk terbang. Saat mengepakkan
sayap (sayap diangkat ke atas), kantong udara di antara tulang
karakoid terjepit sehingga udara kaya oksigen pada bagian itu
masuk ke paru-paru.
PERNAPASAN BURUNG WAKTU HINGGAP
Burung menghisap udara, kemudian udara mengalir lewat bronkus ke
pundi-pundi hawa bagian belakang bersamaan dengan itu udara yg
sudah ada di paru-paru mengalir ke pundi-pundi hawa, udara di
pundi-pundi belakang mengalir ke paru-paru lalu udara menuju ke
kantung udara depan (pundi-pundi hawa depan).
3. RESPIRASI PADA AMPHIBI
Terdiri atas rima glotidis, larynx, bronchus dan pulmo

Tidak memiliki trachea

Auditus laryngeus langsung berhubungan dengan paru

Pernafasan efektif melalui kulit, oksigen diangkut oleh vena cutanea
magna menuju atrium sinister pada cor (jantung)

ALAT RESPIRASI AMPHIBI
Insang
Kulit
Selaput
rongga
Paru-paru
I NS ANG ME RUPAKAN
PE RNAPAS AN YANG DI L AKUKAN
PADA S AAT MAS A
BE RUDU. I NS ANG T E RDI RI ATAS
L E MBARAN- L E MBARAN KUL I T
T I PI S YANG ME NGANDUNG
PE MBUL UH DARAH KAPI L E R.
I NS ANG L UAR S E L AL U BE RGE RAK
S E HI NGGA AI R DI S E KI TARNYA
S E L AL U BE RGANT I DAN OKS I GE N
YANG T E RL ARUT DI DAL AM AI R
MAS UK KE DAL AM
PE MBUL UH DARAH KAPI L E R.

1. INSANG
2. SELAPUT RONGGA
MULUT
Pada selaput rongga mulut,
pembuluh darah kapiler membentuk
tonjolan ke permukaan yang
menyebabkan aliran udara menjadi
lamban, sehingga pertukaran gas
lebih efisien.

PE RNAPAS AN DE NGAN KUL I T DI L AKUKAN S E CARA DI F US I . HAL I NI KARE NA
KUL I T KATAK T I PI S , S E L AL U L E MBAP, DAN ME NGANDUNG BANYAK KAPI L E R
DARAH. PE RNAPAS AN DE NGAN KUL I T BE RL ANGS UNG S E CARA E F E KT I F BAI K
DI AI R MAUPUN DI DARAT.
OKS I GE N ( O2) YANG MAS UK L E WAT KUL I T AKAN DI ANGKUT ME L AL UI VE NA
KUL I T PARU- PARU ( VE NA PUL MO KUTANE A) ME NUJ U KE J ANT UNG UNT UK
DI E DARKAN KE S E L URUH T UBUH. S E BAL I KNYA KARBON DI OKS I DA ( CO2) DARI
J ARI NGAN AKAN DI BAWA KE J ANT UNG, DARI J ANT UNG DI POMPA KE KUL I T
DAN PARU- PARU ME L AL UI ART E RI KUL I T PARU- PARU ( ART E RI PUL MO
KUTANE A) . DE NGAN DE MI KI AN, PE RT UKARAN OKS I GE N DAN KARBON
DI OKS I DA T E R J ADI DI KUL I T.

3.KULIT
KATAK MEMPUNYAI SEPASANG
PARU- PARU, TETAPI BELUM
SEBAI K PARU- PARU MAMALI A.
YANG BERBENTU K
GELEMBUNG TEMPAT
BERMUARANYA KAPI LER
DARAH.
PERMUKAAN PARU- PARU
DI PERBESAR OLEH ADANYA
BENTUK- BENTUK SEPERTI
KANTUNG SEHI NGGA GAS
PERNAPASAN DAPAT
BERDI FUSI . PARU- PARU
DENGAN RONGGA MULUT
DI HUBUNGKAN OLEH
BRONKUS YANG PENDEK.

3. PARU PARU
INSPIRASI ( di t opa ng ol e h ot ot
r a ha ng ba wa h da n ot ot ge ni ohi ode us )

DI AWALI DENGAN TERTUTUPNYA CELAH
TEKAK DAN MULUT. SELANJUTNYA OTOT
RAHANG BAWAH MENGENDUR DAN
MEMBUAT UDARA DARI LUAR MASUK KE
DALAM RONGGA MULUT DAN HULU
TENGGOROKAN MELALUI KOANE.
KEMUDI AN, SEKAT AKAN MENUTUP
KOANE. OLEH KONTRAKSI OTOT RAHANG
BAWAH DAN OTOT GENI OHI OI DEUS,
RONGGA MULUT MENJADI KECI L.
AKI BATNYA, TEKANAN DI DALAM RONGGA
MUKUT MENJADI BESAR. ADANYA
PERBEDAAN TEKANAN UDARA, MEMBUAT
UDARA MASUK MENUJU CELAH- CELAH
YANG TERBUKA ( FARI NG) DAN
DI LANJUTKAN MENUJUB PARU- PARU. .
DALAM PARU- PARU TERJADI PERTUKARAN
GAS, OKSI GEN DI I KAT OLEH DARAH YANG
BERADA DALAM KAPI LER DI NDI NG PARU-
PARU DAN SEBALI KNYA, KARBON
DI OKSI DA DI LEPASKAN KE LI NGKUNGAN.

MEKANISME PERNAPASAN
EKSPIRASI


Terjadi setelah pertukaran gas di dalam paru-paru, otot rahang bawah
mengendur atau berelaksasi, sementara otot perut dan sternohioideus
berkontraksi. Hal ini mengakibatkan paru-paru mengecil, sehingga udara
tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Selanjutnya koane
membuka, sedangkan celah tekak menutup, sehingga terjadi kontraksi
otot rahang bawah yang diikuti berkontraksinya otot geniohioideus.
Akibatnya, rongga mulut mengecil dan udara yang kaya karbon dioksida
terdorong keluar melalui koane.

Pernapasan dengan kulit berlangsung pada amphibia sewaktu di darat
dan di air. Kulit katak selalu basah agar dapat berfungsi sebagai alat
pernapasan. Kulit katak sangat tipis, mengandung kapiler darah dan
dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar penghasil lendir di bagian dermis
dan di bawah kulit.


MEKANISME PERNAPASAN
PADA AMPHIBI
4. RESPIRASI REPTIL
Reptilia memiliki alat
pernapasan berupa paru-
paru. Tetapi pada
beberapa reptilia,
pengambilan oksigen
dibantu oleh lapisan kulit
disekitar kloaka.
Terdiri atas rima glotidis,
larynx, trachea yang
panjang, bifurcasio trache,
bronchus dan pulmo

Letak glotis pada ujung lidah,
sehingga ular dapat menelan
mangsa sambil bernafas


PARU- PARU REPTI LI A
BERADA DALAM RONGGA
DADA DAN DI LI NDUNGI
OLEH TULANG RUSUK.
PARU- PARU REPTI LI A
HANYA TERDI RI DARI
BEBERAPA LI PATAN
DI NDI NG
YANG BERFUNGSI
MEMPERBESAR
PERMUKAAN PERTUKARAN
GAS.
ALAT PERNAPASAN PADA REPTIL
MEKANISME RESPIRASI REPTIL
Fase inspirasi: otot tulang
rusuk berkontraksi sehingga
rongga dada membesar
yang diikuti paru-paru
mengembang, akibatnya
udara dari luar masuk
melalui lubang hidung,
trakea, bronkus, dan paru-
paru.
Fase ekspirasi: otot tulang
rusuk relaksasi sehingga
rongga dada dan paruparu
mengecil, akibatnya udara
dari paru-paru keluar melalui
paru-paru, bronkus, trakea,
dan lubang hidung
Gas O2 dalam
udara masuk
melalui hidung
rongga
mulut
trakea
yang
panjang
bronkiolus
dalam
paru-paru
dari paru-paru O2
diangkut darah menuju
ke seluruh jaringan
tubuh.
LARING
Dari
jaringan
tubuh gas
CO2
di angkut
darah
menuju
jantung
kemudian
menuju ke
paru-paru untuk
dikeluarkan
bronkiolus
trakea
yang
panjang
Anak
tekak
rongga
mulut
dan terakhir melalui
lubang hidung.
5. RESPIRASI MAMALIA
1. Nares anteriores
- Lubang hidung luar yang berlanjut dengan
vestibulum
nasalis (rongga hidung dalam)
- Terdapat : rambut rambut, kel. keringat, kel.
Minyak,epithel mukosa

2. Cavum nasi / fosa nasalis (rongga hidung dalam)
- Ada 2 rongga, dipisahkan oleh septum nasalis
Tiap rongga tdd : 3 conchae ( superior, medial &
inferior)
- Terdapat berkas neuron (nervus olfactorius)
- Flexus venosus menghangatkan udara &
kelembaban

3. Naso pharinx
- Terletak dibelakang rongga hidung
- Berbatasan langsung dengan rongga
mulut oro pharinx
- Banyak epithel mukosa

4. Nares posteriores / choane
- Lubang hidung yang terdapat didalam
cavum oris

5. Pharinx
- Merupakan tempat
persilangan antara oesophagus
& trachea, ujung trachea disebut
Larynx. Hubungan antara
pharinx dengan larynx melalui
rima glotidis.
- Disebelah dorsal pharinx
terdapat 2 lubang muara tubulus
eustachius (rongga telinga
tengah)
- Rongga hidung berhubungan
dengan rongga mulut pada
amphibia s/d mammalia,
sedangkan pada ikan tidak
berhubungan

6. Larinx
- Pada pangkal atas trachea
tersusun oleh :
^ Tulang rawan besar :
thyroid, krikoid & aritenoid
(tulang rawan hialin)
^ Tulang rawan kecil
:epiglotis, cuneiformis &
kornikulatum (tulang rawan
elastin)
- Epiglotis : katup tulang rawan
yang menutup larinx saat
menelan
- Pita suara : 2 buah, didalam
larinx merupakan selaput
elastin, membentang dari tulang
rawan tyroid ke aritenoid

7. Trachea

- Dilapisi oleh mukosa respirasi
(epithel silindris bersilia)
- Tersusun oleh rangkaian cincin
tulang rawan hialin berbentuk C
(annulus trachealis). Ujungnya
dihubungkan oleh ligamentum
fibroelastin & berkas otot polos
- Ujung trachea membentuk
pencabangan bifurcatio trachea



8. Bronchus
- Terdapat dua bronchus utama yang
merupakan cabang dari trachea menuju
pulmo (paru)
- Tulang rawan elastin berbentuk
lempengan
- Dexter (kanan) : cabang 3
Sinister (kiri) : cabang 2

9. Broncheolus
- Cabang cabang dari bronchus
- Tidak mengandung lempengan tulang
rawan
- Bercabang 5-7 broncheolus terminal
- Epithel silindris bersilia
-Terdapat limfosit bebas dalam lamina
propria / antara sel epithel









10. Alveolus
- cabang broncheolus
terminal
- tempat
berlangsungnya proses
respirasi
- terdiri atas selapis
epithel squamosa (pipih)

11. Pulmo / paru
- Merupakan organ pernafasan
utama
- Berasal dari vertikulum
(pelebaran) caudal pharinx
- Didalam pulmo terdapat :
bronchus, broncheolus &
alveolus
- Pembuluh darah : arteria
pulmonalis & vena pulmonalis
- Kedudukan : cavum thoraxalis
kanan : 3 lobus
kiri : 2 lobus
SISTEM PERNAFASAN MAMMALIA

BERDASARKAN FUNGSI ORGAN, DIBEDAKAN
MENJADI :
Pernapasan dada
Proses inspirasi
otot dada dan otot tulang rusuk berkontraksitulang
dada terdorong ke depantulang rusuk terangkatvolume
rongga dada membesartekanan udara di paru-paru menurun
dari tekanan udara atmosferudara luar masuk ke dalam paru-
paru.

Proses ekspirasi
otot dada dan antar tulang relaksasitulang dada
mundurtulang rusuk tertekan kebawahrongga dada
mengeciltekanan udara di paru-paru membesarudara keluar.



PERNAPASAN
PERUT

Proses inspirasi
otot perut dan otot diafragma berkontraksidiafragma
mencekung keatasrongga dada dan paru-paru menjadi
sempittekanan menjadi besarudara masuk dari atmosfer ke
paru-paru.

Proses ekspirasi
otot perut dan otot diafragma relaksasidiafragma akan
kembali rata dan rongga dadaparu-paru menjadi lebih
luastekanan di paru-paru turunudara keluar.


PERNAPASAN MAMALIA AIR
Contoh : Lumba-lumba dan ikan
paus, keduanya bernapas
dengan paru- paru, hal ini terlihat
karena keduanya sering muncul
ke permukaan untuk mengambil
O2 dan disimpannya di dalam
paru-paru. Hidung pada lumba-
lumba & ikan paus terletak di atas
kepalanya dan memiliki katup
yang akan menutup saat berada
di dalam air sehingga tidak dapat
kemasukan air.