Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MATAKULIAH PENGEMBANGAN

KEPRIBADIAN (MPK)
Pendidikan Agama Islam

Disusun Oleh :
- Angga Aditya Reza
- Candra Tito Junavoka
- Dwi Saftarini
Tentang : Konsep Ketuhanan dalam Islam




Universitas Sriwijaya
Tahun 2013/2014

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, ,Tuhan pencipta segala sesuatu
yang ada di ada di langit dan bumi yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada
kami sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul Konsep Ketuhanan Dalam
Islam yang alhamdulillah tepat pada waktunya. Sehingga para pelajar muslim bisa
memahami dengan benar bagaimana konsep KeTuhanan itu sendiri. Harapan penulis dalam
pembuatan makalah ini agar pembaca dapat memahami dalam hati tentang konsep
KeTuhanan yang di ajarkan dalam islam.
Kami menyadari bahwa makalah yang telah kami susun dan kami buat masih
memiliki banyak kelemahan serta kekurangan-kekurangan baik dari segi teknis maupun non-
teknis. Untuk itu penulis membuka pintu yang selebar-lebarnya kepada semua pihak agar
dapat memberikan saran dan kritik yang membangun demi penyempurnaan penulisan-
penulisan mendatang. Dan apabila di dalam makalah ini terdapat hal-hal yang dianggap tidak
berkenan di hati pembaca mohon dimaafkan.
Akhir kata, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.





Indralaya, 03 september 2013



Penyusun









Daftar isi
Kata Pengantar.............................................................................................................................
Daftar Isi.......................................................................................................................................
Pendahuluan.................................................................................................................................
A. Latar Belakang.................................................................................................................
B. Rumusan Masalah............................................................................................................
C. Tujuan...............................................................................................................................
Pembahasan..................................................................................................................................
A. Falsafah Ketuhanan dalam Islam.....................................................................................
B. Pengertian Tuhan..............................................................................................................
C. Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan....................................................................
D. Tuhan Menurut Agama wahyu.........................................................................................
E. Pembuktian Wujud Tuhan................................................................................................
F. Pembuktian Wujud Tauhid...............................................................................................
Penutup.........................................................................................................................................
a. Kesimpulan.......................................................................................................................
Daftar Pustaka..............................................................................................................................









Pendahuluan
A. LATAR BELAKANG
Seorang muslim yang paripurna adalah nalar dan hatinya bersinar, pandangan akal
dan hatinya tajam, akal pikir dan nuraninya berpadu dalam berinteraksi dengan Allah dan
manusia, sehingga sulit diterka mana lebih dulu berperan kejujuran jiwanya atau kebenaran
akalnya. Sifat kesempurnaan ini merupakan karakter Islam, yaitu agama yang membangun
kemurnian aqidah atas dasar kejernihan akal dan membentuk pola pikir teologis yang
menyerupai bidang-bidang ilmu eksakta, karena dalam segi aqidah, Islam hanya menerima
hal-hal yang menurut ukuran akal sehat dapat diterima sebagai ajaran aqidah yang benar dan
lurus.
Konsep ketuhanan dalam islam mulai muncul setelah wafat-Nya Rasulullah Muhammad
SAW. Karena muncul beberapa aliran yang sifatnya tradisional dan modern. Sering sekali
terjadi pendapat dan tafsiran terhadap Al-quran dan Hadits. Ada yang melihat secara tekstual
dan ada yang melihat secara kontekstual.
Dalam islam konsep ketuhanan merupakan hal utama dan paling awal yang harus
diperbaiki karena itu merupakan pondasi yang menopang kehidupan keislamannya nanti.
Pondasi itu harus benar-benar kuat dan kokoh karena kalau tidak itu akan mengurangi
hakekat keislaman seorang manusia.Pembuktian wujud Tuhan seorang muslim atau
pembuktian wujud Allah sangatlah susah karena tidak ada yang pernah dan bisa melihat
Allah tapi hal yang harus kita ketahui bahwa manusia tidak mungkin bisa ada tanpa pencipta,
dunia dan alam ini tidak mungkin bisa ada tanpa pencipta.Tidak mungkin semua hal itu bisa
ada tanpa adanya sang pencipta. Dan penciptanya itu adalah Allah. Manusia, hewan, dan
alam ini adalah akibat sedangkan akibatnya adalah Allah SWT.
Keimanan seseorang tumbuh dari lingkungan, seorang anak yang lahir dari keluarga
yang bagus ibadahnya kemungkinan besar ibadahnya juga bagus, keimanan akan tumbuh
dengan baik ketika kita pelihara, harus ada pembiasaan dalam melakukan ibadah. Beriman
kepada Allah tidak hanya sekedar mengucapkan tapi harus dikuatkan dalam hati dan
dibuktikan lewat perbuatan. Perbuatan yang kami maksud adalah perbuatan yang sesuai
dengan ajaran agama islam.


B. RUMUSAN MASALAH

1. Seperti apakah falsafah ketuhanan dalam islam ?
2. Apa itu Tuhan ?
3. Bagaimana sejarah pemikiran manusia tentang Tuhan menurut teori evalusionisme ?
4. Bagaimana sejarah pemikira n manusia tentang tuhan berdasarkan ilmu tauhid ?
5. Bagaimana pembuktian wujud tauhid ?


C. TUJUAN
1. Mengetahui falsafah ketuhanan dalam islam
2.Memahami pengertian Tuhan.
3. Mengetahui sejarah pemikiran manusia tentang Tuhan menurut evalusionisme.
4. Mengetahui sejarah pemikiran manusia tentang Tuhan berdasarkan ilmu tauhid.
5. Mengetahui pembuktian wujud tauhid.

Pembahasan
A. Falsafah Ketuhanan Dalam Islam
Falsafah adalah suatu pengetahuan tentang kebenaran. Sedangkan pengertian agama
adalah suatu ajaran yang benar, jadi antara falsafah dengan agama terlihat adanya persamaan.
Tujuan falsafah menerangkan apa yang benar dan apa yang baik, sedangkan tujuan agama itu
sendiri adalah menjelaskan kebenaran dan kebaikan. Menurut Al-Kindi falsafah yang paling
tinggi adalah falsafah ketuhanan, sebagaimana Al-Kindi mengatakan : Falsafah yang termulia
dan tertinggi adalah falsafah yang utama yaitu ilmu tentang kebenaran yang menjadi sebab
bagi segala yang benar.
Sesuai dengan faham yang ada dalam Konsep Islam, Tuhan menurut Al-Kindi bukan
kekal dizaman dahulu (qadim), akan tetapi mempunyai permulaan. Oleh karena itu, Al-Kindi
dalam konsepnya lebih dekat pada falsafah plutonus yang menyatakan bahwa yang maha satu
adalah sumber dari alam dan sumber dari segala yang ada.
B. Pengertian Tuhan
Tuhan adalah penyebab utama yang menciptakan alam beserta isinya, yang Maha Esa
dan menentukan perjalanan alam serta awal dari segalanya.
Di dalam Al-Quran kata Illah banyak sekali dijelaskan diantaranya adalah :
1. QS : Al-Jatsiyah ayat 23


Artinya :
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya,
dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati
pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang
akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu
tidak mengambil pelajaran?.
2. Tuhan adalah Dia sang Pencipta : QS Al-Anam ayat 102


Artinya :
Sesudah itu Allah swt. menerangkan kepada orang-orang musyrikin bahwa Allah memiliki
sifat-sifat seperti disebutkan dalam ayat yang lalu itulah sebenarnya Tuhan Yang wajib
mereka sembah, Yang menciptakan segala sesuatu, tidak ada tuhan yang lain kecuali Dia,
bukan tuhan-tuhan yang mereka ciptakan seperti berhala-berhala, atau malaikat-malaikat
yang dianggap sebagai anak Tuhan; karena semuanya itu adalah makhluk ciptaan Allah yang
tidak pantas diperserikatkan kepada Dia.
Di akhir ayat ini Allah swt. menegaskan bahwa Dialah pemelihara segala sesuatu
yaitu menguasai segala urusan, mengurusi jagat raya dan isinya dengan ilmu, hikmah dan
kekuasaan Nya.
3. Tuhan maha pemelihara :QS. Al-Anam ayat 66


Artinya :
Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah: Aku ini
bukan orang yang diserahi mengurus urusanmu.
Ayat diatas menunjukkan bahwa perkataan illah(Tuhan) biasanya mengadung arti
sebagai benda, baik abstrak atau nafsu, perkataan Illah dlm alquran juga dipakai dalam
bentuk tunggal atau mufrod, ganda (mutsannah) dan banyak (jammak), bentuk nol (0)
mustahil terjadi.
Untuk dapat memahami tentang definisi Tuhan yang tepat berdasarkan logika Al-Quran
adalah :
a. Tuhan sesuatu yang dipentingkan oleh manusia sehingga manusia merelakan dirinya
dikuasai oleh Nya.
b. Tuhan penyebab utama dari kejadian alam semesta, segalanya tunduk terhadap
perintahnya, bila perintah tuhan tidak dilaksanakan maka akan menimbulkan mala
petaka pada dirinya.
Berdasarkan definisi diatas dapat dipahami bahwa tujuan mempunyai Dzat dan sifat serta
berbentuk yang tidak sama. Dzat dan sifat serta bentuknya dengan makhluk ( yang
diciptakannya), mustahil tuhan itu tidak ada, karena ada yang diciptakan. Sebagaimana yang
diciptakan dalam satu kalimat Tahlil yang berbunyi Lailaa ha illallah tiada tuhan yang
layak dipuja, disembah melainkan allah.






C. Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan

1. Berdasarkan pemikiran orang barat atau manusia primitif.
Proses perkembangan pemikiran manusia tentang tuhan menurut teori evalusionisme
adalah sebagai berikut:
a. Dinamisme.
Paham ini mengaku adanya kekuatan (magic power) yang berpengaruh dalam
kehidupan manusia. Kekuatan ini ditunjjukkan pada benda-benda (dianggap keramat).
b. Animisme
Mempercayai adanya peranan roh dalam kehidupan manusia dianggap aktif walaupun
sudah mati. Paham ini membagi ruh atas dua yaitu roh baik dan roh jahat.
c. Politeisme
Paham ini mempercayai banyak dewa sebagai tuhan sehingga dewa tersebut dipuja
dan disembah oleh manusia.
d. Henoteisme
Dari banyak dewa, manusia (orang yang meyakini) menyeleksi satu dewa yang
dianggap mempunyai kekuatan lebih yang kemudian mereka anggap sebagai tuhan.
e. Monoteisme
Paham ini menyatakan satu tuhan untuk seluruh rakyat.

2. Berdasarkan pemikiran umat islam.
Islam mengawali pengenalan tentang tuhan bersumber pada tauhid, secara garis besar
dalam islam ada tiga yang bersifat liberal, tradisional dan yang bersifat diantara keduanya
yang masing-masing berlainan pandangan tentang tuhan yaitu :
a. Mutazilah
Kaum rasionalisme yang menekankan pemakaian akal pikiran dalam memahami
semua ajaran dan keimanan dalam islam, paham ini menghasilkan kemajuan dibidang
ilmu pengetahuan.
b. Qadariah
Paham ini berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan dalam berkehendak
dan berusaha.
c. Jabariyah
Paham ini berteori bahwa manusia tidak mempunyai kebebasan untuk berbuat dan
berkehendak, tuhan ikut didalamnya bila manusia berbuat.






D. Tuhan Menurut Agama Wahyu
Pengkajian manusia tentang tuhan yang hanya didasarkan atas pengamatan dan pengalaman
serta pemikiran manusia terhadap tuhan menurut islam dinyatakan dalam Quran sebagai
berikut:
1. QS al-anbiya ayat 92
Artinya Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua agama satu dan Aku
adalah tuhanmu maka sembahlah aku.
2. QS Al-maidah ayat 72
Artinya al-masih berkata : hai bani israil sembahlah Allah tuhan ku dan tuhan mu.
3. QS Al-ikhlas ayat 1-4
Artinya : katakanlah dia (allah) yang Maha Esa, allah adalah tuhan yang bergantung
padanya. Segala sesuatu, dia (allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak
seorangpun yang setara dengan dia (Allah).
Dari penjelasan ayat ayat tersebut, jelas bahwa tuhan adalah Allah dan kemahaesaan
Allah tidak melalui teori evaluasi dan evolusi melainkan melalui wahyu yang datang /
diturunkan oleh Allah SWT.

E. PEMBUKTIAN WUJUD TUHAN
Adanya alam organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik, tidak boleh
memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya, suatu akal
yang tidak ada batasnya. Setiap manusia normal percaya bahwa dirinya ada dan percay
pula bahwa alam ini ada. Dengan dasar itu dan dengan kepercayaan inilah dijalani setiap
bentuk kegiatan ilmiah dan kehidupan.
Jika percaya tentang eksistensi alam, maka secara logika harus percaya tentang
adanya Pencipta Alam. Pernyataan yang mengatakan: percaya adanya makhluk, tetapi
menolak adanya Khaliq adalah suatu pernyataan yang tidak benar. Belum pernah diketahui
adanya sesuatu yang berasal dari tidak ada tanpa diciptakan. Segala sesuatu bagaimanapun
ukurannya, pasti ada penyebabnya. Oleh karena itu bagaimana akan percaya bahwa alam
semesta yang demikian luasnya, ada dengan sendirinya tanpa pencipta ?
Dalam al-Quran, penggambaran tentang pengakuan akan eksistensi Tuhan dapat
ditemukan dalam Q.S al-Ankabut, 29: 61-63. Dalam ayat 61-63 dijelaskan bahwa: bangsa
arab yang penyembah berhala tidak menolak eksistensi pencipta langit dan bumi.
Berdasarkan kandungan ayat ini, dapat dipahami bahwa bangsa arab sesungguhnya
telah memahami dan meyakini akan eksistensi tuhan sebagai pencipta langit dan bumi serta
pengaturnya. Namun menurut al-Quran, ada segelintir anak manusia yang menolak
eksistensi tuhan, seperti penggambaran al-Quran dalam Q.S. al-Jasyiah (45): 24. Ayat ini
menegaskan bahwa: mereka berkata: kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan didunia
saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. Penolakan
akan eksistensi tuhan oleh sebagian kecil manusia itu, hanya didasarkan pada dugaan semata
dan tidak didasarkan pada pengetahuan yang meyakinkan seperti ditegaskan dalam klausa
penutup ayat 24 tersebut, yaitu:mereka sekali kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu,
mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.
Banyak sekali ayat yang terkandung dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang
keberadaan Allah sebagai tuhan semesta alam seperti yang terkandung dalam surah Ali-Imran
ayat 62 yang artinya sesungguhnya ini adalah kisah yang benar.Tidak ada tihan selain
Allah,dan sungguh Allah MahaPerkasa , Mahabijaksana.
Keesaan Allah adalah mutlak. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan
yang lain. Sebagai umat Islam, yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah
harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap tindakan dan ucapannya.

F. Pembuktian Wujud Tauhid

a. Metode pembuktian ilmiah.

Metode ini mengenal hakikat memalui percobaan dan pengamatan, sedangkan aqidah
agam berhubungan dengan alam smesta diluar indra manusia yang tidak mungkin dilakukan
percobaan menurut metode ini agama batal, sebab agama tidak memiliki landasan ilmiah.
Suatu percobaan dianggap sebagai suatu percobaan ilmiah, tidak hanya karena percobaan itu
dapat diamati secara langsung, demikian pula suatu analogi tidak dapat dianggap salah
satunya karena dia analog.
Dengan demikian tidak berarti bahwa agama iman kepada yang ghaib dan ilmu
pengetahuan adalah percaya kepada pengamatan ilmiah. Sebab baik agama maupun ilmu
pengetahuan dilandaskan keimanan pada yang baik. Hal ini tidak berarti satu kepercayaan itu
buta tetapi justru merupakan suatu interpretasi yang baik terhadap kenyataan yang tidak dapat
diamati oleh para ilmuan (sarjana).

b. Keberadaaan alam membuktikan adanya tuhan.
Adanya alam semesta serta organisasi yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik,
harus memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya suatu
akal yang tidak ada batasnya, setiap manusia normal percaya bahwa dirinya ada dan percaya
pula bahwa alam ini ada. Oleh karena itu bagaimana akan percaya bahwa alam semesta yang
sedemikian luasnya ada sengan sendirinya tanpa adanya pencipta seperti yang tertuang dalam
Al-Quran surat An-najm ayat 31 :


Artinya :
Dan hanya kepunyaan Allah lah apa yang ada dilangit dan pa yang ada dibumi. Supaya dia (
Allah) memberi balasan kepada orang orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah
mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang orang yang berbuat baik dengan pahala
yang baik (syurga).
c. Melalui pendekatan fisika adanya tuhan.
Bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika dialam semesta ini terus
berlangsung serta kehidupan tetap berjalan, hal ini membuktikan bahwa alam bukan bersifat
azali, bila alam bersifat azali maka sejak dulu kehilangan energinya, sesuai dengan hukum
tersebut dan tentu tidak akan ada lagi kehidupan dialam modern ini, oleh karena itu pasti ada
yang menciptakan alam yaitu Tuhan.














Penutup

Kesimpulan.
Tuhan adalah penyebab utama (choice prima), yaitu menciptakan alam beserta isinya,
yang maha Esa dan menentukan perjalanan alam serta awal dari segalanya. Hakikat Tuhan
didalam banyak terdapat didalam Al-Quran. Sejarah pemikiran tentang tuhan menurut
pandangan teori evalusionisme adalah animisme, dinamisme, politheisme, henotheisme, dan
mono theisme. Menurut pandangan pemikiran umat islam adalah Mutazilah, jabariyah dan
Qadariyah.Pembuktian wujud tuhan dapat melalui metode ilmiah keberadaan alam dan
pendekatan fisika.
Semoga makalah ini dapat menjadi referensi bagi semua pihak untuk dapat lebih
mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat pula mengerti dan paham mengenai konsep
ketuhanan dalam islam. Dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk
selalu beribadah kepada Allah SWT. Amin.














Daftar Pustaka

A.Toto suriyana, dkk. Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi. Penerbit Tiga
Mutiara Bandung, 1997.
Abdurrahman Malik, Materi Pokok Kuliah Agama Islam Perguruan Tinggi Umum,
Palembang, 1997.
Arif wibowo, Studi Islam. Lembaga studi Islam Universitas Muhammadiyah, surakarta. Jilid
2 tahun 1997.
Arifin Mazayyu, Filsafat Pendidikan Islam. PT.Bulan Bintang. Jakarta,2003
Azyunardi Azra, Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum. Tintamas-
Jakarta,2002
Hamdano Mansoer. Pendidikan Agama Islam. Direktorat Pendidikan Agama Islam
departemen Agama RI-Jakarta. 2004.
http://bunglong11.blogspot.com/2011/10/konsep-ketuhanan-dalam-islam.html
http://rezkyfausi.blogspot.com/2012/12/konsep-ketuhanan-dalam-islam.html
http://suhartina-fkp11.web.unair.ac.id/artikel_detail-70955-Umum-
ketuhanan%20dalam%20islam.html