Anda di halaman 1dari 87

LINGKARAN

Disusun
(Text ,Gambar dan Animation)
Oleh : R.SITIO
I. UNSUR-UNSUR LINGKARAN.
(i). Unsur lingkaran yang berbentuk titik dan garis
Titik pusat : setiap lingkaran memiliki 1 titik pusat (titik P)
Keliling Lingkaran (lingkarannya)
Garis Tengah (Diameter) = d (misalnya Garis AB , Grs CD , dsb)
Jari-jari (Radius) = r (misalnya Garis AP , Garis EP , dsb)
Busur (misalnya Garis lengkung AD , dll)
Tali busur (misalnya Garis lurus AD , garis Lurus AC , dll)
A
B
C
D
E
r
P
r
Catatan :
1. Diameter selalu dua kali
panjang Jari-jari :
d = 2r
2. PF saling tegak lurus dengan
tali busur AD, maka AG = GD
F
G
(ii). Unsur Lingkaran yang berbentuk Daerah dan Sudut.
Juring Lingkaran (misalnya : daerah yang diarsir BPC , dll)
Tembereng (misalnya daerah yang dibatasi Busur AC dan Tali
Busur AB , dll)
Sudut Pusat : misalnya Sudut BPE , dll
Sudut Keliling : misalnya Sudut ACP , dll
A
B
D
C
Juring Lingkaran
Tembereng
P
E
Pendekatan nilai (pi)
Pi () adalah bilangan yang nilainya tertentu.
Berapa nilainya? Kita akan bahas seperti berikut ini!
Lingkaran dengan jari-jari 2 cm atau diameter = 4 cm ,
digelindingkan satu kali berputar. Jarak yang ditempuh
kurang lebih 12,57 cm , sebagai berikut ini :
12,57 cm
r = 2
Maka keliling lingkaran itu adalah sekitar 12,57 cm
Dengan demikian : Keliling lingkaran
diameternya
12,57 cm
4 cm
=
= 3,1425
Keliling lingkaran dibagi diameternya = 3,1425
Nilai tersebut mendekati nilai sebenarnya , yaitu :
= 3,1415926535897932384626433832795 .
Pada kehidupan sehari-hari nilai yang dipakai adalah
pembulatan sampai 2 desimal.
Jadi : =
Pada perhitungan yang kita akan gunakan
nilai = 3,14 atau =
22
7
Keliling Lingkaran
Diameternya
II. KELILING DAN LUAS LINGKARAN
A. KELILING LINGKARAN
Kita telah mengetahui bahwa : =
Maka Keliling Lingkaran = x diameternya.
Dengan demikian rumus untuk menghitung Keliling
lingkaran adalah :
K = d atau K = 2 r
Keterangan : K = Keliling Lingkaran
d = diameter lingkaran tersebut
r = Jari-jari lingkaran
= 3,14 atau =
22
7
Keliling Lingkaran
Diameternya
Contoh 1 :
Hitunglah keliling lingkaran
dengan jari-jari :
a. 15 cm b. 28 cm
Jawab :
a. K = 2 r
K = 2 x 3,14 x 15 cm
K = 94,2 cm
Jadi Keliling = 94,2 cm
b. K = 2 r
K = 2 x
22
/
7
x 28 cm
K = 176 cm
Jadi Keliling = 176 cm
Contoh 2 :
Diketahui taman berbentuk
lingkaran dengan keliling = 282,6 m.
Tentukanlah panjang diameternya!
( = 3,14)
Penyelesaian :
Dik. : K = 282,6 m , = 3,14
Dit. : d = ?
Jawab :
K = d
282,6 m = 3,14d
d = 282,6 m : 3,14 = 90 m
Maka Diameternya = 90 m
Contoh 3 :
Sebuah roda dengan diameter 65 cm digelindingkan
dilantai. Jika roda itu berputar sebanyak 8 kali ,
tentukan panjang lintasannya.
Penyelesaian :
Dik. : Roda dengan d = 65 cm
banyak putaran = 8 kali
Dit. : Panjang lintasan = ?
Jawab :
Panjang lintasan = 8 x K
= 8 x d
= 8 x 3,14 x 65 cm
= 1632,8 cm
Maka Lintasan Roda itu = 1632,8 cm = 16,328 m
Contoh 4 :
Perhatikan gambar di kanan ini!
Panjang Radius = r = 63 cm ,
AOB = 120
0
.
Tentukan Panjang Busur pandek AB!
Penyelesaian :
Dik. : r = 63 cm
Sudut Pusat = 120
0

Dit. : Panjang busur pendek AB = cm?
Jawab :
Panjang busur pendek AB =
=
1
/
3
x 2 r
=
1
/
3
x 2 x
22
/
7
x 63
= 132 cm
O
A
B
63 cm
120
0

360
0

x
K
Jadi Panjang
Busur Pendek
AB = 132 cm
Contoh 5 :
Pada gambar di kanan ini ,diketahui
diameter roda kecil (i) = 30 cm
dan diameter roda besar (ii) = 50 cm.
Jika Roda kecil berputar 20 kali ,
berapa kali putaran roda besar?
Penyelesaian :
Dik. : r
(i)
= 30 cm , r
(ii)
= 50 cm dan Roda (i) berputar = 20 kali
Dit. : Roda (ii) berputar = kali ?
Jawab :
Misalkan roda (ii) berputar = n kali , maka :
nK
(ii)
= 20K
(i)
n x 157

= 20 x 94,2
n x 157 = 1884
n = 1884 : 157 = 12
K
(i)
= d = 3,14 x 30 = 94,2

K
(ii)
= 3,14 x 50 = 157

(i) (ii)
Jadi roda besar (roda (ii)
berputar 12 kali
B. LUAS LINGKARAN
Luas Lingkaran dan Luas Persegi panjang.
Luas Lingkaran = Luas Persegi Panjang ABCD
= Panjang x Lebar
=
1
/
2
K x r
= r x r
= r
2

Panjang = K
L
e
b
a
r

=

r

r
A B
C D
Untuk setiap lingkaran luasnya dapat dihitung
dengan rumus :
L = r
2

L = Luas Lingkaran
r = Jari-jari (radius) lingkaran =
1
/
2
diameter
= 3,14 atau =
22
/
7

Contoh 1 :
Hitunglah Luas lingkaran jika diameternya :
a. 20 cm
b. 42 dm
Penyelesaian Contoh 1 :
a. Dik. : d = 20 cm
r = 10 cm
Dit. : L = ?
Jawab :
L = r
2

L = 3,14 x (10 cm)
2

= 3,14 x 100 cm
2

= 314 cm
2

b. Dik. : d = 42 dm
r = 21 dm
Dit. : L = ?
Jawab :
L = r
2

L =
22
/
7
x (21 dm)
2

=
22
/
7
x 441 dm
2

= 1386 cm
2

Contoh 2 :
Keliling suatu lingkaran = 62,8 cm. Hitunglah luas lingkaran tersebut!
Penyelesaian :
Dik. : K = 62,8 cm
Dit. : L = ?
Jawab :
L = r
2
L = 3,14 x (10cm)
2
L = 3,14 x 100 cm
2

L = 314 cm
2

Contoh 3 :
Gambar dikanan ini adalah suatu daun pintu yang
terbentuk dari setengah lingkaran dan persegi.
Tentukan : a. Keliling daun pintu itu!
b. Luas daun pintu tersebut!
98 cm
K L
N M
K = 2 r

62,8 = 2 x 3,14 x r

62,8 = 6,28 x r

r = 62,8 : 6,28 = 10

Penyelesaian :
Dik. : Daun Pintu = setengah lingkaran + persegi
KL = KN = NM = diameter = 98 cm
Dit. : a. K. daun pintu = ?
b. L. daun pintu = ?
Jawab :
a. K. Daun pintu = NK + KL + LM + busur MN
= 3 KL + K.lingkaran
= 3 x 98 + x
22
/
7
x 98
= 294 + 154
= 448
b. L. Daun pintu = Luas KLMN + L. lingkaran
= 98 x 98 + x
22
/
7
x 49
2

= 9604 + 3773
= 13377

98 cm
K L
N M
Jadi Luas daun pintu = 13377 cm
2

Jadi :
Keliling daun
pintu = 448 cm
r =
98
/
2
= 49
Contoh 4 :
Perhatikan gambar di kiri ini. Garis lengkung
AC adalah busur lingkaran yang berpusat di D
Hitunglah luas daerah yang diarsir!
Penyelesaian :
Dik. : AD = AB = r = 20 cm
Dit. : Luas yang diarsir = ?
Jawab :
(dihalaman berikut)
2
0

c
m

A B
C D
Jawab 4 :
L
Yang diarsir
= L
ABCD
L
lingkaran
L
Yg diarsir
=

s
2



= (20 cm)
2
.3,14. (20 cm)
2

= 400 cm
2
.3,14. 400 cm
2

= 400 cm
2
314 cm
2

= 86 cm
2
Jadi Luas yang diarsir
adalah 86 cm
2

2
0

c
m

A B
C D
4
1
4
1
s
s
1
4
r
2

1
4
r
2

1
4
III. GARIS SINGGUNG
A. PENGERTIAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN
Pada setiap lingkaran ada banyak Garis Singgung, sbb. :
Garis singgung ialah garis
lurus yang memotong
lingkaran pada satu titik.
Titik potong garis singgung
dengan lingkaran disebut
titik singgung.
Setiap garis singgung
saling tegak lurus dengan
Jari-jari di titik singgung.
P
L
K
Titik Singgung
Garis Singgung
Contoh 1 :
Pada gambar diatas , garis LM
adalah garis singgung
lingkaran yang berpusat di P.
Bila PKM adalah sama sisi ,
tentukanlah besarKLM.
Jawab :
Pada PKM :
PK = PM = KM , maka
KPM = PKM = PMK = 60
0
KLM = 180
0
(KPM + PML)
= 180
0
(60
0
+ 90
0
)
= 30
0

Catatan :
PML = sudut yang dibentuk
jari-jari dan garis
singgung = 90
0
.
K
L
M
P
Contoh 2 :
Pada gambar dikanan ini
PA = 9 cm dan AB = 6 cm.
Tentukanlah panjang BC !
Jawab :
Pada segitiga BCP , siku-siku di C , maka :
BC
2
= BP
2
PC
2

= (15 cm)
2
(9 cm)
2

= 225 cm
2
81 cm
2

= 144 cm
2
BC = 144 cm
2

= 12 cm
A
B
C
P
PC = PA = r = 9 cm
PB = PA + AB
= 9 cm + 6 cm
= 15 cm
9cm
6cm
Contoh 3 :
Segi-4 PQRS adalah Layang-
layang garis singgung.
Jika PS = 15 cm dan
PR = 25 cm , hitunglah Luas
layang-layang tersebut!

Jawab :
Pada PRS :
SR
2
= PR
2
PS
2

= 25
2
15
2

= 625 225
= 400
SR = 400 = 20 cm
Maka :
L
PQRS
= 2 x L
PRS

= 2 x

PS x SR
= PS X SR
= 15 cm x 20 cm
= 300 cm
2
Jadi Luas Layang-layang PQRS
adalah 300 cm
2

P
S
R
Q
B. GARIS SINGGUNG PERSEKUTUAN DUA LINGKARAN
(i). Pengertian Garis Singgung Persekutuan
Sebuah garis disebut Garis Singgung Persekutuan
dua lingkaran , jika garis tersebut merupakan garis
singgung untuk kedua lingkaran tesebut.
Garis singgung persekutuan dua
lingkaran terdiri dari dua jenis, yaitu :
1). Garis singgung persekutuan luar.
Pada gbr : Garis AB dan Garis CB
2). Garis singgung persekutuan dalam.
Pada gbr : garis KL dan garis MN
O
P
A
B
C
D
K
L
M
N
Pada Kertas Buram :
GAMBAR DUA LINGKARAN SEPERTI DIBAWAH INI!
LALU GAMBARKAN SEMUA GARIS SINGGUNG
PERSEKUTUAN KEDUA LINGKARAN TESEBUT !
Kerja Kelompok
1. Gambar dua buah lingkaran sedemikian
rupa sehingga garis singgung
persekutuannya hanya 3 buah.
2. Gambar dua lingkaran sehingga garis
singgung persekutuannya hanya 2 buah
3. Gambar dua buah lingkaran dengan
syarat garis singgung persekutuannya
hanya 1 buah.
O
P
B
(ii). Menentukan Panjang Garis Singgung
Persekutuan Luar (GSPL)
Jika OP = 17 cm ,
OA = 11 cm dan
PB = 3 cm ,
a. Tentukanlah
panjang AB!.
b. Bagaimanakah
rumusnya?
Garis AB = Garis Singgung
Persekutuan Luar (GSPL) pada
lingkaran O dan lingkaran P.
Garis OP = jarak titik pusat kedua
lingkaran itu.
Garis OA = r
1

= jari-jari lingkaran pertama.
Garis PB = r
2
= jari-jari lingkaran kedua.
Pada OPC , C = 90
0
, OC = r
1
r
2

dan CP = AB.
Maka Panjang Garis Singgung Persekutuan
Luar dapat ditentukan dengan rumus :
C
GSPL. AB = OP
2
(r
1
r
2
)
2
A
Jawaban :
a. CP
2
= 17
2
- 8
2
= 289 -64
= 225
Maka CP = 225 = 15
Jadi AB = CP = 15 cm
a. Rumusnya , sbb :
Contoh 1 :
Diketahui lingkaran I berpusat di O dan jari-jari = r
1
= 15 cm ,
lingkaran II berpusat di P dan jari-jarinya = r
2
= 5 cm.
Jika jarak titik pusat = OP = 26 cm , tentukanlah panjang garis
singgung persekutuan luarnya (GSPL).
Pernyelesaian :
Dik. : r
1
= 15 cm , r
2
= 5 cm dan OP = 26 cm
Dit. : GSPL = ?
Jawab :
GSPL =
OP
2
(r
1
r
2
)
2

26
2
(15

5)
2
=
676

100 =
576 =
=
24
Jadi Panjang Garis
Singgung Persekutuan
Luar = 24 cm
Contoh 2 :
Diketahui dua lingkaran dengan r
1
= 2 cm dan r
2
= 11 cm.
Jika panjang garis singgung persekutuan luar = 12 cm ,
tentukanlah jarak titik pusat kedua lingkaran itu!
Penyelesaian :
Misalkan Pusat lingkaran O dan P
Dik. : r
1
= 2 cm , r
2
= 11 cm
Gspl = 12 cm
Dit. : OP = ?
Jawab :
Gspl =
OP
2
(r
1
r
2
)
2
(Gspl)
2
= OP
2
(r
1
r
2
)
2
(12)
2
= OP
2
(2 11)
2
144 = OP
2
(9)
2
OP
2
= 144 + 81 = 225

OP
2
81 144 =
OP =
225 = 15
Jadi Jarak Titik
Pusat OP = 15 cm
Contoh 3 :
Pada sebuah mesin dijumpai
dua roda yang dihubungkan dengan
tali seperti gambar dikiri ini.
Sehingga Bila satu roda diputar yang
satu lagi ikut berputar.
Jika panjang jari-jari kedua roda itu
sama paanjang 5 cm dan jarak titik
pusatnya = 13 cm tentukanlah
panjang tali tersebut!
Penyelesaian :
Dik. : r
1
= r
2
= 5 cm
Jarak titik pusat = 13 cm
Dit. : Panjang Tali penghubung = PTp = ?
Jawab :
PTp = 2 x Panjang Gspl + 2 x K
= 2 x Panjang Gspl + K
= 2 x 13 cm + 31,4 cm
= 26 cm + 31,4 cm
= 57,4 cm
Jadi Panjang tali itu = 57,4 cm
Gspl =
OP
2
(r
1
r
2
)
2
Gspl =
13
2
(5 5)
2
Gspl =
169

0
2
Gspl =
169

= 13

K = 2 r
K = 2 x 3,14 x 5
= 31,4
(iii). Menentukan Panjang Garis Singgung
Persekutuan Dalam (GSPD).
Dengan memperhatikan proses gambar berikut ini , tentukanlah
rumus untuk menentukan panjang Garis Singgung Persekutuan
Dalam (GSPD). Dengan catatan Jari-jari lingkaran besar = r
1
dan
jari-jari lingkaran kecil = r
2
dan GSPD-nya = KL
Pada OPM , M = 90
0
,
KL = MP dan OM = r
1
+ r
2

Maka rumus untuk
menentukan panjang GSPD
adalah :
M
P O
Gspd. KL = OP
2
- (r
1
+ r
2
)
2

Contoh 1 :
Diketahui dua lingkaran dengan r
1
= 3 cm , r
2
= 5 cm dan jarak titik
pusatnya = OP = 17 cm. Tentukanlah panjang salah satu garis
singgung persekutuan dalam (Gspd)!
Penyelesaian :
Dik. : r
1
= 3 cm , r
2
= 5 cm dan
KL = 17 cm
Dit. : Gspd = ?
Contoh 2 :
Pada gambar dikanan ini KL adalah
garis singgung persekutuan dalam.
Jika OK = PL = 4 cm dan AB = 18 cm,
tentukanlah panjang KL
OP
2
- (r
1
+ r
2
)
2

=
17
2
- (3 + 5)
2

=
289

- 64
=
Jawab :
Gspd =
225
=
15 cm
Jadi Panjang Garis singgung kedua lingkaran itu = 15 cm
O P
A B
L
K
4
4
Penyelesaian :
Dik. : OK = r
1
= 4 cm ,
PL = r
2
= 4 cm ,
AB = 18 cm
Dit. : Panjang Gspd = KL = ?
Jawab :
O P
A B
L
K
4
4
Gspd. KL = OP
2
(r
1
+ r
2
)
2
OP = AB AO PB
OP = AB OK PL
OP = 18 4 4
OP = 10
Gspd. KL = 10
2
(4 + 4)
2
Gspd. KL = 100

64
Gspd. KL = 36 = 6
Jadi panjang KL (garis singgung persekutuan dalam)
adalah = 6 cm
Contoh 3 :
Pada Gbr. dikanan ini OP = 39 cm ,
OK = 9,5 cm dan PM = 5,5 cm.
Jika pada OPQ , Q = 90
0
,
tentukanlah :
a. Panjang MQ !
b. Luas OPQ !
Penyelesaian :
Dik. : OP = 39 cm
OK = r
1
= 9,5 cm
PM = r
2
= 5,5 cm
Dit. : a. MQ = ?
b. L OPQ = ...?
Jawab :
a. MQ = PQ PM
MQ = KL r
2

O
P
Q
M
L
K
KL = OP
2
(r
1
+ r
2
)
2
39
2
(9,5 + 5,5)
2
KL =
1521

225
KL =
1296 = 36 KL =
MQ = KL r
2
MQ = 36 5,5

MQ = 30,5

Jadi Panjang
MQ = 30,5 cm

b. L OPQ =
OQ x PQ
2
L OPQ =
15 x 36
2
L OPQ = 270
Jadi Luas OPQ = 270 cm
2

OQ = OK + KQ
= 9,5 + 5,5
= 15
IV. SUDUT PUSAT DAN SUDUT KELILING
A. BUSUR SEBAGAI SUDUT
Busur sebagai sudut adalah
sama dengan sudut pusat
yang menghadap busur
tersebut.
Sudut APB = 50
0
Maka :
besar busur AB = Besar AB = 50
0
50
0

50
0
P
A
B
Catatan :
Besar Busur : Dinyatakan dalam Sudut (derajat)
Panjang Busur : Dinyatakan dalam Satuan Panjang.
Besar Busur satu lingkaran = 360
0

Contoh 1 :
Jika Sudut POQ = 75
0
, tentukanlah besar :
a. Busur PQ
b. Busur RS
c. Busur PS
Jawab :
a. Busur PQ = POQ
= 75
0
b. Busur RS = ROS
= 75
0

c. Busur PS = POS
= 180
0
75
0

= 105
0

P
Q
R
S
O
P
Q
R
S
O
75
0

105
0

Satu Putaran
Penuh = 360
0





Jadi APB = 360
0

P
B
A
Satu Putaran Penuh = Perputaran dari awal
sampai kembali keposisi semula , sbb. :
B. SUDUT SEBAGAI JARAK PUTAR
Setengah Putaran Penuh (Sudut Lurus)
PutaranPenuh = x 360
0
= 180
0
= Sudut Lurus
Jadi APB = 180
0
(Garis AB = Garis lurus)
Jawab :
36
0
=
36
/
360
putaran penuh =
1
/
10
putaran penuh
36
0

P
B A
P
B
A
Contoh 1 :
Berapa putaran penuh sudut 36
0
?
180
0

Contoh 2 :
Hitunglah besar sudut :
a. putaran
b. putaran
c. putaran
d. putaran
e. 0,4 putaran

Jawab :
a. putaran = x 360
0
= 270
0

b. putaran = x 360
0
= 45
0

c. putaran = x 360
0
= 240
0

d. putaran = x 360
0
= 225
0

e. 0,4 putaran = 0,4 x 360
0
= 144
0

Contoh 3 :
Berapa putarankah sudut berikut ini ?
a. 80
0
b. 60
0
c. 15
0
d. 96
0

Jawab :
a. 80
0
=
80
0
360
0

putaran =
2
9
putaran
b. 60
0
=
60
0
360
0

putaran =
1
6
putaran
c. 15
0
=
15
0
360
0

putaran =
1
24
putaran
d. 96
0
=
96
0
360
0

putaran =
4
15
putaran
KESIMPULAN :
Satu putaran penuh adalah perputaran dari awal sampai
kembali keposisi semula.
Satu putaran penuh = 360
0
Setengah putaran penuh = x 360
0
= 180
0
= Sudut Lurus.


Sudut n
0
=
P
B
A
a
b
putaran penuh =
360
0
x a
b
n
0
360
0

putaran penuh
P
B A
.
C. SUDUT PUSAT DAN SUDUT KELILING
(i). Pengertian Sudut Pusat dan Sudut Keliling.
Pada setiap Lingkaran :
Sudut Pusat ialah Sudut yang
dibentuk oleh dua buah jari-jari.
Titik sudutnya = Titik pusat lingkaran
Sudut Keliling ialah Sudut yang
dibentuk oleh dua tali busur.
Titik sudut setiap sudut keliling
terletak pada keliling lingkaran
p
0
= pusat
O
p
0

A
B
k
0

M
O
K
L
k
0
= keliling
(ii). Hubungan Sudut Pusat Dan Sudut Keliling
Soal pengantar.
Pada masing-masing gambar berikut ini tentukanlah x
0
!
Jawab :
1. x
0
= 60
0
+ 55
0
= 115
0

2. x
0
= 63
0
+ 63
0
= 126
0

3. x
0
= 41
0
+ 41
0
= 82
0

60
0

55
0

x
0

1.
2.
63
0

x
0

x
0

3.
41
0

x
0
= a
0
+ b
0

a
0

b
0

x
0

Kesimpulan :
P
Pada gbr dibawah ini :
APC = Pusat
ABC = Keliling
Ditarik garis bantu BD.
1) Pada PAB , AP = BP = Jari-jari= r ,
maka : PAB = PBA = m
0

Sehingga APD = m
0
+ m
0
= 2m
0
(1)
2) Pada PBC , BP = CP = Jari-jari= r ,
maka : PBC = PCB = n
0

Sehingga CPD = n
0
+ n
0
= 2n
0
.. (2)

APC = APD + CPD (1) dan (2)
= 2m + 2n
= 2(m
0
+ n
0
)
APC = 2 ABC
A
B
C
r
r
m
0

n
0

n
0

2m
0

2n
0

D
ABC = m
0
+ n
0
Jadi : Pusat = 2Keliling
Kesimpulan :
Pada setiap lingkaran apabila Sudut Pusat
dan Sudut Keliling menghadap busur yang
Sama panjang maka :
Sudut Pusat = 2 x Sudut Keliling.
Pada Gambar disamping ini :
Sudut Pusat = Sudut APC = p
0
dan
Sudut Keliling = Sudut ABC = k
0

Kedua sudut itu sama-sama
menghadap Busur AC.
Maka p
0
= 2 x k
0

C
P
A
B
p
0

k
0

Contoh 1 :
Pada masing-masing gambar berikut ini tentukanlah x
0
dan y
0
!
Jawab :
a. x
0
= 2 . 67
0
= 134
0

b. y
0
= .sudut siku-siku
= .90
0

= 45
0
c. x
0
= EDF = . 48
0
= 24
0
y
0
= 2 . 24
0

= 48
0

A
B
C
O
x
0

67
0

a.
K
L
M
O
y
0

b.
P
48
0

x
0

y
0

D
E
F
G
H
I
24
0

c.
O
Contoh 2 :
Pada gambar di kanan ini , titik O adalah
pusat lingkaran dan AB = diameter.
Tentukanlah k
0
!
Jawab :
AOB = Sudut Pusat = 180
0
Maka : k
0
= 180
0
: 2 = 90
0
Sudut keliling yang menghadap
busur setengah lingkaran atau
yang menghadap diameter
besarnya selalu 90
0
(Siku-siku)
Pada Gbr di kiri ini sudut C = 90
0

A
C
C
C
C
C
B
O
k
0

A B
C
Contoh 3 :
Pada Gambar dikanan ini titik O adalah
pusat lingkaran. Jika ACB = 46
0
,
tentukanlah besar busur AB!
Jawab :
Besar Busur AB = 2 x 46
0

= 92
0

Contoh 4 :
Lihat gambar di kiri ini!
Titik pusat Lingkaran adalah titik P.
Jika besar busur DF = 37
0
,
tentukanlah DEF !
Jawab :
Besar busur DEF = 37
0
: 2 = 18,5
0

46
0

A
B
C
92
0
92
0
37
0

D
F
E
P
Contoh 4 :
Tentukanlah gambar disamping ini titik O
pusat lingkaran dan BD garis tengah.
a. Jika besar Busur AD = 62
0
,
tentukanlah x
0
!
b. Bila PBC adalah sama sisi ,
hitunglah y
0
!
Jawab :
a. x
0
= busur AB = (180
0
62
0
) = x 118
0
= 59
0
b. y
0

= 90
0
60
0
= 30
0

B
x
0

y
0

O
A
C
D
62
0

(i). BCD = 90
0
, sebab DEF = sudut
keliling yang menghadap diameter.
60
0

(ii). DCO = DOC = CDO = 60
0
,
sebab PBC sama sisi
Contoh 5 :
Pada gambar dibawah ini O titik pusat lingkaran KM = diameter ,
sudut KJL = 117
0
, dan sudut KML = 48
0
.
Tentukanlah : a. Besar busur LM b. Besar a
o

c. Besar b
0
d. Besar busur KN
Jawab :
a. Besar busur LM = 180
0
bs. KL
= 180
0
(2x48)
= 180
0
96
0

= 84
0

b. Besar a
o
= sudut KML = 48
0

c. Besar b
0
= 117
0
48
0
= 69
0

d. Besar busur KN = 180
0
(2x69
0
)
= 180
0
138
0

= 42
0

O
K
N
L
M
J
b
o

a
o

VI. SUDUT ANTARA DUA TALI BUSUR
A. PENGERTIAN.
Pada sebuah lingkaran , jika kita menggambar dua tali busur
yang tidak sejajar , maka ada dua kemungkinan , yaitu :
1). Mungkin berpotongan didalam lingkaran.
2). Mungkin berpotongan diluar lingkaran.
Misalnya :
(i). Gbr. kanan : Dua tali busur yang
berpotongan didalam lingkaran.
(ii).
O
A
B
C
D
P
O
A
B
C
D
P
Gbr. Kiri : Dua tali busur yang
Berpotongan diluar lingkaran
B. MENENTUKAN BESAR SUDUT
ANTARA DUA TALI BUSUR
(i). Besar Sudut antara dua tali busur yang
berpotongan di dalam lingkaran.
Pada gbr. dikanan ini AC dan BD adalah
tali busur yang berpotongan di P.
Maka ada 4 buah sudut yang terbentuk ,
yaitu : APD , BPC , APB dan DPC.
APD =BPC , dan APB = DPC.
Pertanyaan :
Jika Bs. AB = 118
0
, Bs. CD = 126 , maka :
1). ADP =
0
dan BPC =
0
2). n
0
=
0

O
A
B
C
D
P
126
0

114
0

n
0

n
0

Pada gambar dikanan ini salah satu Sudut
antara tali busur adalah : DPC = n
0
Besar DPC = ADP + DAP
Besar DPC = bs.AB + bs.CD
Besar DPC = (bs.AB + bs.CD)
Jadi n
0
= (114 + 126)
= 120
0
Untuk dua tali busur yang berpotongan didalam lingkaran
berlaku rumus sbb :
O
A
B
C
D
P
126
0

114
0

n
0

O
D
B
C
A
n
0

x
0

P
APB =
Jlh 2 busur dihadapan APB
2
Misalnya pada Gbr dikanan ini :
n
0
=
bs. AB + bs. DC
2
dan x
0
=
bs. AD + bs. BC
2
Contoh 1 :
Lihat gambar dikanan ini!
Tentukanlah :
a. m
0
b. n
0

Jawab :
a. m
0
= (71 + 87)
0
= 79
0
b. n
0
= 180
0
79
0
= 101
0
Contoh 2 :
Pada gambar di kiri ini , SQ tali busur
yang melalui pusat lingkaran (jadi SQ
adalah diameter).
Jika besar bs. PQ = a
0
, QTR = 70
0
dan
besar bs. QR = 79
0
, tentukanlah a
0
!
87
0

A
B
C
D
m
0

n
0

71
0

P
Q
R
S
70
0

T
79
0

a
0

Jawab :
a
0
= 180
0
bs. SP
a
0
= 180
0
69
0
a
0
= 111
0
Jadi a
0
= 111
0
Pada gambar dikiri ini AC = diameter.
Jika bs.AD = x
0
, bs.AB = 3x
0
, bs.BC = y
0
dan bs. CD = 2y , tentukanlah :
a. Nilai x
b. Nilai y
c. n
0

T
n
0

3x
0

y
0

2y
0

x
0

A
B
C
D
P
Q
R
S
70
0

T
79
0

a
0

bs.RQ + bs.SP= 140
0

79
0
+ bs. SP= 140
0

bs. SP = 140
0
79
0

= 69
0

(bs.RQ + bs.SP) = 70
0

Contoh 3 :
69
0

Bs. SP + bs. PQ = 180
0
(busur lingkaran)

Jawab :
a. Pada Gambar , didapat :
3x + y = 180
x + 2y = 180
b. x = 36
3x + y = 180
3.36 + y = 180
108 + y = 180
y = 180 108 = 72
Jadi y
0
= 72
0
T
n
0

3x
0

y
0

2y
0

x
0

A
B
C
D
x 1
x 2 6x + 2y = 360
1x + 2y = 180
5x + 0 = 180
5x = 180
x = 180 : 5 = 36
Jadi x
0
= 36
0

c. n

=
bs. AB + bs. DC
2
n

=
108 + 144
2
Bs. AB = 3x
= 3. 36
= 108
Bs. DC = 2y
= 2. 72
= 144
n

= 126
Maka : n
0
= 126
0

(ii). Besar Sudut antara dua tali busur yang
berpotongan di luar lingkaran
Soal pengantar :
1). Pada gbr. (1) dikanan ini , jika m
0
= 63
0

dan n
0
= 25
0
, tentukanlah p
0
!
2). Pada gbr. (2) nilai m
0
dan n
0
seperti
gbr. (1) , tentukanlah :
a. bs. AD b. bs. BC
Jawab :
1). m
0
= n
0
+ p
0

63
0
= 25
0
+ p
0

p
0
= 63
0
25
0

p
0
= 38
0

A
B
C
D
L
O
p
o

m
o

n
o

n
o

p
o

m
o

Gbr. (1)
Gbr. (2)
2). a. bs. AD = 2 x m
0

= 2 x 63
0

= 126
0

b. bs. AD = 2 x n
0

= 2 x 25
0

= 50
0

Dari pengalaman pada penyelesaian diatas :
(i). AB dan CD adalah Tali busur , setelah
diperpanjang berpotongan di L , diluar
lingkaran dengan sudut p
0
= BLC.
(ii). Sudut p
0
adalah sudut antara dua tali busur.
(iii). Busur dihadapan p
0
adalah Busur AD dan busur BC
Jadi : BLC = p
0
= m
0
n
0

A
B
C
D
L
O
m
o

n
o

p
o

n
o

p
o

m
o

Rumus untuk besar sudut antara 2 tali busur yang
berpotongan diluar lingkaran adalah sbb.:
BLC =
Selisih dua busur dihadapan BLC
2
BLC = p
0
=
Bs. AD bs. BC
2
atau
p
0
= bs. AD bs. BC
Contoh 1 :
Diketahui busur KM = 47
0
, busur
JN = 135
0
(lihat gambar dikiri ini!)
Tentukanlah besar KLM !
Jawab :
KLM =
135
0

J
L
M
K
O
47
0

N
bs. JN bs. KM
2
153 47
2
=
106
2
=
= 53
0

Jadi besar KLM = 53
0

Contoh 2 :
Lihat gambar dibawah ini! Titik O pusat lingkaran , OMN adalah
sama sisi dan sudut JON = 36
0
.
Tentukanlah a
0
!
Penyelesaian :
Dik. : OMN = sama sisi (sudut besar)
JON = 36
0
Dit. : a
0
= ?
J
L
M
K
O
36
0

N
a
o

Jawab :
a
0
=
bs. KM bs. JN
2
84
0
36
2
a
0
=
a
0
=
48
2
= 24
0

bs. JN = JON = 36
0

bs. KM = KOM
= 180
0
(MON + 36
0
)
= 180
0
(60
0
+ 36
0
)
= 84
0

Contoh 3 :
Pada gambar dibawah ini , EH = diameter , bs. DH = 85
0
.
Jika P = 30
0
, tentukanlah besar bs. FG!
Penyelesaian :
Dik. : EH = diameter , bs. DH = 85
0
,P = 30
0

Dit. : bs. FG = ?
Jawab :
P = (bs. DE bs.FG)
30
0
= (180
0
85
0
bs. FG)
60
0
= 95
0
bs.FG
bs. FG = 95
0
60
0

bs. FG = 35
0
Jadi besar bs. FG = 35
0

D
E
G
F
O
H
85
0

P
VII. SEGI-n TALI BUSUR
A. SEGI EMPAT TALIBUSUR
Soal Pengantar :
Pada gambar di sebelah ini , KM
dan LN adalah diameter!
1). Hitunglah besar KLM + KNM!
2). Hitunglah besar LKN + LMN!
Jawab :
1). KLM + KNM = 90
0
+ 90
0
= 180
0

2). LKN + LMN = 90
0
+ 90
0
= 180
0

Sebab : KLM , KNM , LKN dan
LMN adalah Keliling yang
menghadap diameter
O
K
L
M
N
Pada Soal pengantar :
Garis KL , LM , MN dan KN adalah
talibusur , sehingga segi-empat KLMN
disebut segi-4 tali busur.
Pada segi-4 KLMN :
1). KLM berhadapan dengan KNM
dan jumlah kedua sudut itu = 180
0

2). LKN berhadapan dengan LMN
dan jumlah kedua sudut itu = 180
0


Apakah pada setiap segi-4 tali busur , dua sudut
berhadapan selalu berjumlah 180
0
?
Pada halaman berikut kita akan membahasnya!
O
K
L
M
N
Sifat-sifat segi-4 talibusur
Pada gambar dikanan ini :
ABCD adalah segi-4 talibusur.
Sudut ABC = Sudut Keliling = k
0
, dan p
0
sudut pusatnya , maka : k
0
= p
0
Sudut ADC = Sudut keliling = n
0
, dan m
0
sudut pusatnya , maka : n
0
= m
0

Sehingga : k
0
+ n
0
= p
0
+ m
0

= (p
0
+ m
0
)
= x 360
0

= 180
0
Jadi : k
0
+ n
0
= 180
0
atau

ABC + ADC = 180
0

Dengan cara yang sama
dapat ditunjukkan bahwa :
BAD + BCD = 180
0

O
A
B
C
D
k
0

p
0

n
0

m
0

Kesimpulan.
Pada setiap Segi-4 talibusur lingkaran , dua
sudut berhadapan selalu berjumlah 180
0
Contoh 1 :
Perhatikan gambar di kanan ini!
ABCD adalah segi-4 tali busur.
Jika ADC = 82
0
dan BCD = 76
0
,
tentukanlah : a. k
0
b. t
0
Jawab :
a. k
0
+ 82
0
= 180
0

k
0
= 180
0
82
0
k
0
= 98
0

O
A
B
C
D
k
0

t
0

82
0

76
0

b. t
0
+ 76
0
= 180
0
t
0
= 180
0
76
0
t
0
= 104
0
Contoh 2 :
Pada gambar dikanan ini , E = 54
0
.
Jika AE = BE , tentukanlah :
a. s
0
b. t
0
Penyelesaian :
Dik. : E = 54
0
dan AE = BE
Dit. : a. s
0
= ?
b. t
0
= ?
Jawab :
a. Pada ABE , AE = BE , maka s
0
= ABE
s
0
+ABE = s
0
+ s
0
= 2s
0
= 180
0
54
0
= 126
0


s
0
= 126
0
: 2 = 63
0

b. s
0
+ t
0
= 180
0
63
0
+ t
0
= 180
0
t
0
= 180
0
63
0
= 117
0
A
B
E
C
O
t
0

D
54
0

s
0

Contoh 3 :
Lihat gambar di kanan ini! Tentukanlah :
a. x
0

b. y
0

c. Besar masing-masing sudut segi-4 tali
busur itu! Buat gambarnya
Jawab :
a. x
0
+ x
0
= 180
0

2x
0
= 180
0
x
0
= 180
0
: 2
x
0
= 90
0

b. 5y
0
+ 3y
0
= 180
0

8y
0
= 180
0
y
0
= 180
0
: 8
y
0
= 22,5
0


c. Sudut-sudutnya :
x
0
= 90
0

3y
0
= 3 . 22,5
0

= 67,5
0

5y
0
= 5 . 22,5
0

= 112,5
0

O
3y
0

x
0

5y
0

x
0

O
67,5
0

90
0

112,5
0

90
0

Gambarnya :
B. SEGI-n BERATURAN
Ingat bahwa :
1. Sudut satu putaran penuh = sudut pusat
satu lingkaran = 360
0
, seperti gambar di
sebelah kiri ini.
Pusat lingkaran = titik O

2. Sitiap segitiga jumlah besar ketiga
sudutnya selalu 180
0
3. Pada segitiga sama kaki selalu ada dua
sudut sama besar.
Perhatikan gbr ABC di kanan ini , sisinya
adalah AB , AC dan BC.
Panjang AC = Panjang BC , maka :
BAC = ABC atau A = B dan
360
0

O
A B
C
71
0

71
0

38
0

A + B + C = 180
0
Contoh 1 :
Pada gambar di atas titik O
adalah pusat lingkaran dan
ABCDE = segi-5 beraturan.
Tentukanlah :
a. Besar sudut AOB
b. Besar sudut OAB
c. Besar sudut ABC
Jawab :
a. Besar AOB =
A B
C
D
E
O
360
0

5

=
72
0

b. Pada ABC :
AOB + OAB + OBA =
180
0

c.
OAB = OBA ,
sebab AO = BO = Jari-jari lingkaran.
72
0
+ OAB + OAB = 180
0
OAB + OAB = 180
0
72
0
108
0
2OAB =

OAB = 108
0
: 2 = 54
0
Jadi OAB = 54
0
ABC =OBA + OAB
AOB = OAB = OBA = 54
0

Jadi OAB = 108
0
= 54
0
+ 54
0
= 108
0

Pada Segi-5 berturan ABCDE :
(i). AOB = salah satu pusat
(ii). BCD = salah satu keliling
Pada setiap segi-n beraturan berlaku rumus :
360
0

n
360
0

n
1). Besar sudut pusat =
2). Besar sudut keliling = 180
0

A B
C
D
E
O
Contoh 2 :
Gambar dikanan ini adalah segi-8 beraturan
dengan pusat titik P.
Tentukanlah : a. x
0
b. y
0
Jawab :
a. pusat = x
0
= 360
0
: 8 = 45
0
b. keliling = y
0
= 180
0
45
0
= 135
0
Contoh 3 :
Pada segi-24 beraturan , tentukanlah :
a. Besar masing-masing sudut pusatnya!
b. Besar masing-masing sudut kelilingnya!
Jawab :
a. Besar masing-masing sudut pusat = 360
0
: 24 = 15
0
b. Besar masing-masing sudut keliling = 180
0
15
0
= 145
0

P
y
0

x
0

VII. LINGKARAN DALAM DAN
LINGKARAN LUAR SEGITIGA
A. PENGERTIAN
1). Lingkaran Dalam adalah Lingkaran yang dibuat
didalam segitiga sedemikian sehingga sisi-sisi
segitiga merupakan garis singgung pada
lingkaran (segitiga itu merupakan segitiga
garis singgung)
2). Lingkaran Luar adalah Lingkaran yang dibuat
di luar segitiga sedemikian sehingga
sisi-sisi seditiga itu merupakan tali busur
pada lingkaran( segitiga itu merupakan
segitiga tali busur)
(i). Cara melukis Lingkaran Dalam
A
B
C
Kita akan melukis Lingkaran dalam ABC , dengan cara
menentukan titik pusat lingkaran terlebih dahulu , sbb. :
(langsung diikuti siswa dengan alat Penggaris dan jangka)
K
L
M
N
P:A
P:B
P: L
P:K
P:M
P:N
Langkah-langkahnya :
(1). Gambar segitiga ABC
(2). Gbr. Lingkaran Pusat A (P:A)
(3). Tandai titik K dan L
T
U
(4). Gbr. Lingkaran P: K
(5). Gbr. Lingkaran P: L
(6). Tandai titik T
(7). Tarik garis AT
x
x
Lakukan langkah (2) sd (7) ,
dari sudut B
Pusat lingkaran = titik potong garis bagi AT dan BU
(ii). Cara Melukis Lingkaran Luar
Langkah-langkahnya :
(1). Gambar segitiga DEF
(2). Gambar Lingkaran P:D
D E
F
P:D
(3). Gambar Lingkaran P:E
P:E
(4). Tandai Titik Potong P:D dan P:E ,
lalu hubungkan dengan garis lurus
(garis itu merupakan sumbu sisi DE)
Dengan melakukan langkah 2 sd 4
Gambarkan sumbu sisi DF
Titik perpotongan sumbu sisi DE dan sumbu sisi DF adalah
pusat lingkaran luar tersebut
P:D
P:F
B. JARI-JARI LINGKARAN DALAM SEGITIGA
1). 2L.
OAB
= AB x r
2). 2L.
OAC
= AC x r
3). 2L.
OBC
= BC x r
2L.
ABC
= (ABxr) + (ACxr) + (BCxr)
= r (AB + AC + BC)
D
E
F
o
A B
C
t=r
t=r
t=r
r =
2L.
ABC
AB + AC + BC
Untuk setiap segitiga dengan sisi I = S
1
, Sisi II = S
2
, Sisi III = S
3

dan Luas = L , maka Jari-jari (r) Lingkaran Dalam dapat
ditentukan dengan rumus :
r =
2L

S
1
+ S
2
+ S
3

Contoh :
Diketahui sebuah segitiga dengan panjang sisi : s
1
= 13 cm ,
s
2
= 14 cm dan s
3
= 15 cm.
Tentukanlah panjang jari-jari lingkaran dalamnya!
Penyelesaian :
Dik. : Segitiga : s
1
= 13 cm , s
2
= 14 cm dan s
3
= 15 cm.
Dit. : Lingkaran dalam : r = ?
Jawab :
r =
2L
s
1
+ s
2
+ s
3

K = s
1
+ s
2
+ s
3
K = 13 + 14 + 15 = 42
K = 21
L = 21 ( 21 13 )( 2114)( 21 15 )
L = 21 . 8 . 7 . 6
L = 84
r =
2 . 84
13 + 14

+ 15
r =
168
42
= 4
Jadi Jari-jari lingkaran
dalam = 4 cm
C. JARI-JARI LINGKARAN LUAR SEGITIGA
Pada gambar dikanan ini , Lingkaran luar ABC
adalah berpusat di P.
Dibuat diameter CD ,garis bantu DB dan tinggi CE.
CAB = CDB , sebab sama-sama menghadap
busur BC dan AEC = DBC = 90
0
, maka AEC
sebangun dengan DBC , maka :
AC : CD = CE : BC
D
E
A B
C
P
CE =
AC x BC
CD
(1)
2 x Luas ABC = AB x CE
2 x Luas ABC
AB
CE =
(2)
2 x Luas ABC
AB
AC x BC
CD
(1) (2)
=
CD =
AB x AC x BC
2 x Luas ABC

2r =
AB x AC x BC
2 x Luas ABC
r =
AB x AC x BC
4 x Luas ABC

Jadi pada setiap segitiga dengan Sisi I = S
1
, sisi II = S
2
,
sisi III = S
3
dan Luasnya = L , maka Panjang jari-jari
lingkaran luar segitiga itu dapat ditentukan dengan
Rumus :
Contoh 1 :
Sebuah segitiga panjang sisinya adalah 6 cm , 8 cm dan 10 cm.
Tentukanlah panjang jari-jari lingkaran luarnya!
Jawab :

r =
S
1
x S
2
x S
3
4 x L
r =
S
1
x S
2
x S
3
4 x L
r =
L = 24 cm
2

6 cm x 8 cm x 10 cm

4 x 24 cm
2

=
480 cm
3

96 cm
2

= 5 cm
Jadi Jari-jari
lingkaran luar
segitiga itu
adalah = 5 cm


I. Unsur-unsur lingkaran
II. Keliling dan Luas
Nilai pi
III. Garis singgung : Persekutuan Luar/Dalam
IV. Sudut Pusat dan Sudut Keliling
Sudut sebagai jarak putar : Busur sebagai Sudut
V. Sudut antara talibusur
VI. Segi-4 Talibusur
Segi-n beraturan
VII. Lingkaran Luar dan dalam segitiga



A B
C
D

A B
D
C
E
P
12,57 cm
r = 2

120
0

30
0
30
0
30
0
P
K
L
M
N
Berikut beberapa Konstanta yang dibulatkan sampai 4 desimal dan
Rumus Luas Segi-n Beraturan dengan panjang sisi = S
Segi-
n
Konstanta
Rumus Luas
Segi-n beraturan
3 0,4330 L = 0,4330 S
2

4 1,0000 L = 1,0000 S
2

5 1,7205 L = 1,7205 S
2

6 2,5981 L = 2,5981 S
2

7 3,6339 L = 3,6339 S
2

8 4,8284 L = 4,8284 S
2

9 6,1818 L = 6,1818 S
2

10 7,6942 L = 7,6942 S
2

11 9,3656 L = 9,3656 S
2

12 11,1962 L = 11,1962 S
2

13 13,1858 L = 13,1858 S
2

Segi-
n
Konstanta
Rumus Luas
Segi-n beraturan
14 15,3345 L = 15,3345 S
2

15 17,6424 L = 17,6424 S
2

16 20,1094 L = 20,1094 S
2

17 22,7355 L = 22,7355 S
2

18 25,5208 L = 25,5208 S
2

19 28,4652 L = 28,4652 S
2

20 31,5688 L = 31,5688 S
2

21 34,8315 L = 34,8315 S
2

22 38,2533 L = 38,2533 S
2

23 41,8344 L = 41,8344 S
2

24 45,5745 L = 45,5745 S
2

V. SUDUT ANTARA DUA TALI BUSUR

A
B
C
D
E
O
96
0

85
0

m
0

n
0

x
0

y
0

z
0

s
0