Anda di halaman 1dari 14

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Letak daratan Indonesia yang berbatasan langsung dengan 3 lempeng aktif
dunia menyebabkan banyaknya jebakan aktivitas magmatis salah satunya berupa
gunung berapi. Kira-kira 179 gunung api yang terdapat di negeri ini dan 129
diantaranya masih aktif sampai sekarang. Di kala meletus, gunung berapi
mengeluarkan lava, bom gunung berapi, terak, abu gunung berapi, gas panas, dan
uap. Bahan yang disemburkan oleh letusan gunung berapi mempunyai sifat-sifat
yang tidak dimiliki batuan lain.
Tektonik global mempengaruhi setiap peristiwa geologi yang terjadi di setiap
tempat di berbagai belahan dunia salah satu contohnya yaitu lempeng tektonik. Peran
tektonik lempeng sendiri sangat berpengaruh pada perkembangan gunung api di
Indonesia.

1.2 Pembatasan Masalah
Gunung berapi adalah suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud
cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan
bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang
dikeluarkan pada saat dia meletus. Pergerakan tektonik gunungapi dipengaruhi oleh
tenaga endogen yang mengakibatkan proses pergerakan lempeng.
2


Tektonik global adalah suatu proses tektonik yang terjadi secara globalisasi
atau menyeluruh. Tektonik Global merupakan teori mengenai pergerakan lempeng
secara umum. Berawal dari seluruh benua yang ada di dunia itu adalah satu bagian
yang tak terpisahkan, kemudian bergerak menjauh maupun mendekat sehingga
menjadi benua-benua yang terpisah seperti sekarang.

1.3 Identifikasi Masalah
Bagaimana proses terjadinya gunung api di wilayah Indonesia?
Bagaimana persebaran gunung api di Indonesia?
Apa yang dimaksud dengan tektonika global ?
Apa saja peran gunung api dan gempa bumi dalam tektonika global ?

1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan.
Metode kepustakaan sendiri dibagi menjadi dua macam, yaitu metode deskriptif dan
metode komparatif. Disini saya menggunakan metode komparatif, yaitu metode yang
membandingkan dua atau lebih sumber data yang akan diteliti.
1.5 Sumber Data
Sumber data yang digunakan berasal dari literatur untuk menunjang
penelitian yang diperoleh dari beberapa skripsi, buku dan artikel terkait yang
diperoleh dari internet, diantaranya literatur mengenai Penyebaran tektonik lempeng
di Indonesia, Pengaruh tektonika global, Gunung Api dan Gempa Bumi.

3


BAB II
ANALISIS DATA

2.1 Proses terbentuknya Gunung Api di Wilayah Indonesia
Gunung berapi merupakan gejala alam yang berupa keluarnya lava panas ke
permu-kaan bumi. Aktivitas gunung berapi tidak hanya menimbulkan kerugian bagi
manusia yang tinggal di sekitarnya, tetapi juga menyebabkan lahan menjadi subur.
Hal ini di-sebabkan bahan gunung api tersebut mengandung bahan-bahan yang
diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan. Tingkat kesuburan lahan sangat menentukan
kesanggupan masya-rakat untuk bertahan di suatu wilayah. Dengan memanfaatkan
lahan yang subur, peta-ni akan menghasilkan hasil panen yang banyak.
Ketika pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan
Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh ke dalam bumi, di bawah Indonesia. Suhu
yang sangat tinggi telah melelehkan pinggiran lempengan sehingga menghasilkan
magma. Di banyak tempat, magma ini kemudian muncul melalui retakan di
permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api. Tabrakan kedua lempengan
tersebut, memben-tuk Pegunungan Himalaya, yakni busur gunung api di Indonesia,
parit Jawa dan tanah tinggi Nugini.
Busur gunung-gunung api di Indonesia terbentuk dengan cara seperti ini.
Gempa bu-mi umumnya terjadi di kawasan ini karena lempengan benua
mengeluarkan tekanan pada saat lempengan itu menurun melalui parit samudera.
Gunung-gunung api yang terbentuk dengan cara ini disebut gunung api andesit
4


karena lava yang dikeluarkan-nya membentuk batuan yang disebut andesit. Gunung-
gunung api andesit sifatnya sangat mudah meletus dan tak terduga.

2.2 Persebaran Gunung Api di Indonesia
Persebaran gunung api di Indonesia Pinggiran lempengan India-Australia
bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh kedalam
bumi. Suhu yang sangat tinggi telah melelehkan pinggiran lempeng sehingga
menghasilkan magma. Kemudian magma ini muncul melalui retakan di permukaan
bumi dan membentuk gunung-gunung api.
Gunungapi terbentuk pada empat busur, yaitu busur tengah benua (terbentuk
akibat pemekaran kerak benua, busur tepi benua (terbentuk akibat penunjaman kerak
samudara ke kerak benua), busur tengah samudera (terbentuk akibat pemekaran
kerak samudera), dan busur dasar samudera (terbentuk akibat terobosan magma basa
pada penipisan kerak samudera). Pengetahuan tentang lempeng tektonik merupakan
pemecahan awal dari teka-teki fenomena alam, termasuk deretan pegunungan, benua,
gempa bumi, dan gunung api. Planet bumi mepunyai banyak cairan dan air di
permukaan. Kedua faktor tersebut sangat mempengaruhi pembentukan dan
komposisi magma serta lokasi terbentuknya gunung api.

2.3 Tektonika Global
Tektonik global adalah suatu proses tektonik yang terjadi secara globalisasi
atau menyeluruh. Tektonik Global merupakan teori mengenai pergerakan lempeng
secara umum. Berawal dari seluruh benua yang ada di dunia itu adalah satu bagian
5


yang tak terpisahkan, kemudian bergerak menjauh maupun mendekat sehingga
menjadi benua-benua yang terpisah seperti sekarang. Tektonik global ini
mempengaruhi setiap peristiwa geologi yang terjadi di setiap tempat di berbagai
belahan dunia.
Seperti yang kita ketahui, bahwa bumi ini dulunya hanya terdiri dari 1 benua
yaitu Pangea. Akibat terjadinya proses tektonik, benua ini terpecah menjadi Benua
Gondwana dan Benua Laurasia. Seriring berjalannya waktu dengan proses tektonik
yang terus terjadi, benua ini kemudian sekarang menjadi 5 benua yaitu Benua
Amerika, Benua Afrika, Benua Asia, Benua Australia dan Benua Eropa. Bumi ini
terdiri dari berbagai lempengan bumi yang bergerak dinamis. Hal ini disebut dengan
tektonik lempeng.
Batas-batas lempeng merupakan wilayah yang paling aktif di muka bumi,
dicirikan dengan adanya intensitas kegempaan yang tinggi serta merupakan daerah
bergunungapi aktif. Kerak bumi terdiri dari kerak samudera dengan tebal berkisar
antara 5-15 km dan kerak benua dengan tebal antara 30-80 km. Kerak bumi ini relatif
sangat tipis bila dibandingkan dengan jari-jari bumi yang panjangnya 6.370 km
ataupun mantel bumi yang tebalnya lebih dari 2900 km. Oleh karena itu kerak bumi
yang mengapung di atas mantel bumi dengan bagian atas yang cair liat, akan
cenderung bergerak dinamis seiring dengan proses alam yang terus menerus
berlangsung di perut (interior) bumi.
Ada beberapa elemen tektonik yang penting dan utama yang berkaitan erat
dengan kegiatan tektonik lempeng, diantaranya pemekaran dasar samudera (sea floor
6


spreading) yang terjadi di punggungan tengah samudera (mid-ocean ridges), palung
laut dalam (deep sea trenches) dan lajur tunjaman (subduction zones), dan berbagai
jenis cekungan (basins) lainnya, busur kepulauan gunungapi (volcanic island arcs)
serta mekanisme pembentukannya.

7


Teori apungan benua, menurut Wegener, 1912, yaitu perpindahan lempeng
yang besar dari kerak daratan, bergerak secara bebas di atas perlapisan kerak
samudera. Teori ini mendukung perpecahan dari 1 benua yaitu Pangea menjadi 5
benua seperti yang kita ketahui saat ini. (Permian 225 juta, Trias 200 juta, Jura 135
juta, Kapur 65 juta, sekarang). Lempeng bumi lebih ringan dibandingkan dengan isi
(inti dan mantel) bumi dan sangat tipis dibandingkan dengan jari-jari bumi maupun
keliling bumi. Oleh karena itu, lempeng-lempeng bumi akan memberai dan
mengapung (rift-drifts) di atas astenosfer, bak sekeping tempurung kelapa di atas
permukaan laut. Benua-benuar purba (tua) pernah bersatu dan membentuk satu
super-benua Pangea dan kemudian memberai, pecah dan terpisah menjadi berbagai
benua. Proses tektonik ini menunjukkan bahwa pemberaian, pemisahan,
pengapungan dan pengalihtempatan benua-benua (drift-drift) benar-benar terjadi.
Pergerakan dinamis bumi diawali oleh pemberaian dan pemekaran dasar
samudera di Punggungan Tengah Samudera (PTS) atau pemberaian-pengapungan
(rift-drifts) kerak benua. Kedua jenis pemberaian dan pemekaran kerak bumi ini
dipicu oleh rift zones yang kemudian membeku dan membentuk kerak samudera
baru. Kerak baru ini mendorong kerak bumi yang lebih tua baik itu kerak samudera
ataupun kerak benua ke arah dua sisi yang berlawanan. Dengan pergerakan yang
memberai ini terbentuklah samudera baru yang semakin membesar (meluas). Untuk
menjaga keseimbangan di muka bumi dengan pertumbuhan dan penambahan kerak
bumi di Punggungan Tengah Samudera, maka di ujung lempeng lain akan
dikompensasi dengan penunjaman lempeng samudera di bawah lempeng bumi yang
8


lain. Lajur tunjaman ini dicirikan oleh aliran konveksi panas mantel bumi yang
bergerak menukik (menurun).
Proses pergerakan lempeng ini diakibatkan oleh adanya arus konveksi di
dalam perut bumi. Arus konveksi ini menghasilkan panas sehingga lempeng bumi
bergerak.
Medan magnetik bumi sangat mirip dengan magnet dipol. Sebenarnya medan
megnetik bumi sangat kompleks. Suhu di perut bumi juga terlalu tinggi bagi
terbentuknya medan magnetik yang sangat sederhana. Hess mengajukan tentang teori
pemekaran dasar samudera dan didapat bukti-bukti yang menunjukkan bahwa
medan magnetik bumi telah berulangkali mengalami pembalikan kutub, kutub utara
menjadi kutub selatan dan sebaliknya. Bukti-bukti ini didapat dari hasil studi
kemagnetan lava basal, yang dilakukan secara luas di hampir seluruh permukaan
bumi. Hasil survey magnetik tahun-tahun ini belakangan memperlihatkan pola
pasangan lajur magnetik yang sama di berbagai punggungan tengah samudera di
bumi ini. Di kawasan Icelan masing-masing sisi punggungan tengah samudera
bertambah sebesar 1 cm/tahun.
Sesuai dengan hipotesis pemekaran dasar samudera, gaya jenis tarikan akan
terjadi di punggungan tengah samudera. Hasil studi seismik memperlihatkan bahwa
astenosfer akan naik lebih mendekati permukaan di punggungan tengah samudera
daripada di tempat lainnya. Manakala dua lempeng bumi yang saling berhadapan
saling bergerak ke arah lainnya, maka keadaan yang terjadi akan sangat berbeda.
9


Kedua lempeng akan bertumbukan dan pinggiran lempeng bumi yang satu akan
menunggangi pinggiran lempeng yang lain.
Geometri dari gerakan lempeng bumi merupakan pergerakan dinamis di sekitar
permukaan bumi. Dua lempeng bumi akan bergerak saling menjauh pada saat kedua
lempeng bergerak terputar ke arah yang berlawanan pada sumbu putaran yang sama.

2.4 Peran Gunung Api dalam Tektonika Global
Letak daratan Indonesia yang berbatasan langsung dengan 3 lempeng aktif
dunia menyebabkan banyaknya jebakan aktivitas magmatis salah satunya berupa
gunung berapi. Kira-kira 179 gunung api yang terdapat di negeri ini dan 129
diantaranya masih aktif sampai sekarang. Karena hal inilah maka hampir setiap tahun
paling sedikit satu gunung api melakukan erupsinya. Aktivitas gunung merupakan
pencerminan dari aktivitas magma yang terdapat di dalam bumi.
Aktivitas tektonik memegang peran penting dalam pembentukan,
peningkatan aktivitas dan letusan gunung api. Proses tektonik tidak akan berubah,
atau tidak ada aktivitas tektonik yang ekstrim. Namun, bila ada aktivitas tektonik
yang ekstrim, misalnya, sering terjadi gempa bumi besar dan menyebabkan
deformasi secara meluas, dan dibarengi dengan peningkatan muka air laut, kemudian
diikuti banyak letusan gunung api, dipicu oleh aktivitas tektonik ekstrim.
Erupsi gunung api yang berkelanjutan, akan menghasilkan material-material
yang terkumpul di sekitar pusat erupsinya dan membentuk gunung api (volkano).
10


Pusat erupsi gunung api yang biasanya terletak pada puncaknya disebut crater
(kawah), berhubungan dengan dapur magma melalui semacam pipa. Beberapa
gunung api mempunyai kawah yang sangat besar sampai beberapa kilometer
diameternya yang disebut kaldera. Tidak semua gunung api mengeluarkan hasil
erupsinya melalui lubang yang terpusat, tetapi kadang-kadang melalui suatu celah
yang memanjang pada lerang gunung api tersebut. Aktivitas magma pada lereng
gunung api membentik parasitik cone.
Setiap gunung api mempunyai sifat dan tipe erupsi yang berbeda-beda,
sehingga masing-masing mempunyai bentuk yang berbeda pula. Berdasarkan sifat
dan tipenya, maka gunung api dapat dibedakan menjadi tiga yaitu gunung api shield,
cinder cone dan composit cone. Kaldera diperkirakan terbentuk pada waktu terjadi
erupsi yang sangat besar, sehingga dapur magma kosong. Kemudian karena
kosongnya dapur magma, puncak gunung api tersebut runtuh ke dalam dapur magma
sehingga membentuk lubang kawah yang sangat besar.
Penyebaran aktivitas magma sebagian besar dari lebih 600 gunung api aktif
yang telah diketahui terletak disepanjang busur pertemuan lempeng konvergen.
Beberapa gunung api aktif terletak disepanjang pemekaran samudera. Ada tiga jalur
gunung api aktif yang berhubungan dengan aktivitas tektonik global, yaitu
disepanjang pematang oceanic, palung oceanic dan pada kerak oceanicnya sendiri.
Jalur pemantang oceanic berada di tengah dasar samudra biasanya lempeng
tektonik saling berpisah, atau divergen. Ketika kedua lempeng ini menjauh, magma
cair panas keluar dari dalam Bumi melalui Rekahan dan membeku menutup rekahan
tersebut. Peristiwa ini menyebabkan dasar Samudra semakin melebar.
11


Palung Oceanik adalah tempat terdalam bawah air, kedalaman maksimum
bisa mencapai lebih dari sepuluh ribu meter (Palung Mariana 11034m). Palung ini
terletak di lautan dinding curam, sempit, kedalaman lebih dari 5000m (misalnya
Mauritius Palung 5564m) parit.
Kerak samudra (oceanic crust) memiliki lapisan tipis dengan tebal hanya
beberapa km dengan komposisi vulkanik/basalt. Kerak samudra yang terbentuk pada
dasar samudra memiliki lapisan sedimen yang tipis di atasnya. Bentuk lahan ini
dicirikan oleh adanya kompleks transform fault.













12


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Gunung berapi adalah suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud
cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan
bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang
dikeluarkan pada saat dia meletus.
Terjadinya gunung api di wilayah Indonesia disebabkan oleh pinggiran lem-
pengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia sehingga lem-pengan
tersebut longsor jauh ke dalam bumi di bawah Indonesia. Lalu suhu yang tinggi
melelehkan pinggiran lempengan tersebut dan menghasilkan mag-ma yang muncul
melalui retakan di permukaan bumi dan akhirnya memben-tuk gunung-gunung api.
Persebaran gunung-gunung api di Indonesia dibagi menjadi tiga barisan. Ada
tiga pokok persebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia, yaitu sistem Sunda,
sistem busur tepi Asia dan sistem Sirkum Australia.
Tektonik global adalah suatu proses tektonik yang terjadi secara globalisasi
atau menyeluruh. Tektonik Global merupakan teori mengenai pergerakan lempeng
secara umum. Setiap gunung api mempunyai sifat dan tipe erupsi yang berbeda-beda,
sehingga masing-masing mempunyai bentuk yang berbeda pula. Berdasarkan sifat
dan tipenya, maka gunung api dapat dibedakan menjadi tiga yaitu gunung api shield,
cinder cone dan composit cone
13


Ada tiga jalur gunung api aktif yang berhubungan dengan aktivitas tektonik
global, yaitu disepanjang pematang oceanic, palung oceanic dan pada kerak
oceanicnya sendiri.
3.2 Saran
Perlu dikaji lebih dalam lagi tentang teori tektonika globab, persebaran
gunung api dan apa saja peran globalnya agar mendapat informasi yang lebih akurat.
Diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini memberikan manfaat dan
informasi akan peran gunung api dalam tektonika global












14


DAFTAR PUSTAKA
Hartono.2007. Geografi Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Bandung: Citra Praya.
Katili. 1964. Geologi. Jakarta: Departemen Urusan Research Nasional
Compton, R, R. 1985. Geology In The Field. John Wiley Sons. New York.
Asikin, Sukendar. 1979. Dasar-Dasar Geologi Struktur. Departemen Teknik
Geologi. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Bates L. Robert & Jackson A. Julia. 1987. Glossary Of Geology Third Edition.
American Geological Institute, Alexandria, Virginia.
Ikatan Ahli Geologi Indonesia. 1996. Sandi Stratigrafi Indonesia. Bidang Geologi
dan Sumber Daya Mineral. Jakarta. Indonesia.