Anda di halaman 1dari 4

y_harimurti@yahoo.

com halaman 1

ASPEK KEUANGAN DALAM PERENCANAAN USAHA
2014



Aspek keuangan seringkali menjadi penentu kelayakan rencana bisnis yang Anda
buat. Namun demikian, sebaiknya sebelum aspek keuangan dikerjakan, aspek
pemasaran dan operasi sudah harus layak dahulu. Aspek keuangan yang akan
disiapkan meliputi: biaya investasi, modal kerja, sumber modal, dan proyeksi profit.



Biaya investasi adalah biaya yang diperlukan untuk pengadaan aset-aset
tetap pada saat bisnis didirikan. Nilai biaya investasi tergantung (terkait) dari aspek
operasi yang telah ditetapkan. Beberapa jenis biaya investasi pada saat pendirian
usaha seperti:
Tanah : luas tanah dan lokasi ditetapkan dalam aspek operasi (teknis).
Gedung : luas bangunan, jumlah lantai, desain ditentukan aspek operasi.
Alat/mesin : Bentuk, kapasitas, dan jumlah mesin ditentukan aspek operasi.
Jadi, kalau Anda perhatikan, biaya investasi terkait dengan aset yang jangka waktu
pakainya lama (lebih dari 1 tahun). Aset jenis ini, selain menyedot biaya besar juga
tidak dapat habis, namun menyusut kemampuan operasinya.
Modal kerja adalah biaya yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan
operasional sehari-hari dalam rangka menjalankan bisnis Anda. Jadi setelah
investasi (aset tetap) Anda siapkan, maka lakukan pendataan pengeluaran yang
diperlukan agar usaha berjalan dalam satu siklus operasi normal. Misalnya dalam
kasus usaha pedagang bakso keliling, modal kerja yang diperlukan agar dapat
berjualan adalah daging dan tepung (bahan bakso), mie, sayur, kuah, elpiji, dan
bumbu. Kalau pedagang bakso tidak mempunyai dana untuk belanja bahan-bahan
tersebut, maka pedagang ini tidak dapat berjualan meskipun dia telah memiliki
gerobak dorong, kompor, panci, dan mangkok.
Biaya modal kerja dalam suatu usaha terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak
tetap (variabel). Biaya tetap adalah biaya yang tidak dipengaruhi oleh naik-turunnya
produksi/penjualan yang dihasilkan. Sedangkan biaya tidak tetap jumlahnya
tergantung kapasitas produksi atau kemauan menjual yang telah ditetapkan setiap
periode. Berikut adalah jenis-jenis biaya tetap dan tidak tetap yang sering terjadi:
Biaya Tetap Biaya Variabel
Tenaga kerja tidak langsung (mandor)
Bunga bank
Biaya asuransi
Penyusutan aset tetap
Bahan mentah
Upah tenaga kerja langsung
Biaya penjualan/pemasaran


Biaya Investasi dan Modal Kerja
PEMBUATAN RENCANA USAHA ASPEK KEUANGAN

y_harimurti@yahoo.com halaman 2

ASPEK KEUANGAN DALAM PERENCANAAN USAHA
2014


Kebutuhan biaya investasi dan modal kerja dapat dipenuhi dari dua sumber,
yaitu sumber internal (sendiri/pemilik) dan sumber eksternal (luar). Sumber dari
internal adalah berasal dari pemilik, misalnya dari harta pribadi yang diserahkan ke
perusahaan dan uang tabungan yang disisihkan. Sumber eksternal berasal dari
bank, produsen mesin/alat, dan lembaga keuangan lain (koperasi).
Tidak ada ketentuan untuk menentukan sehat tidaknya suatu usaha
sehubungan dengan komposisi antara modal internal dan modal eksternal. Namun,
semakin besar modal dari pihak luar, akan semakin besar biaya bunga yang
ditanggung. Sebaliknya, tanpa pinjaman dari pihak luar, perusahaan bolehjadi tidak
memiliki dana lagi untuk membiayai investasi dan modal kerja. Beberapa tip yang
dapat Anda gunakan dalam menentukan keputusan sumber pembiayaan adalah:
Aktiva lancar (terkait modal kerja) hendaknya dibiayai dengan kredit jangka
pendek yang umurnya tidak lebih pendek dari pada terikatnya dana dalam
aktiva lancar
Aktiva tetap yang tidak berputar (investasi), pada prinsipnya dibiayai dengan
modal sendiri
Aktiva tetap yang berputar secara berangsur dapat dibiayai dengan kredit
jangka panjang atau modal sendiri.
Kebutuhan dana yang permanen pada prinsipnya dibiayai dengan modal
sendiri atau kredit jangka panjang
Kebutuhan dana yang berubah-ubah/modal variabel dibiayai dengan kredit
jangka pendek yang jangka waktunya tidak lebih pendek daripada
kebutuhannya.
Aspek keuangan utama yang ditampilkan dalam rencana bisnis adalah kebutuhan
investasi, modal kerja dan sumber modal. Proyeksi ini akan memberikan gambaran
sumberdaya yang diperlukan oleh bisnis ini dan sumber sumberdaya tersebut.
A. KEBUTUHAN INVESTASI DAN MODAL KERJA
Investasi XXX
Modal Kerja XXX
Jumlah XXX*
B. SUMBER MODAL
Modal Sendiri XXX
Pinjaman ke Koperasi XXX
Pinjaman dari Bank XXX
Jumlah XXX*
*) jumlahnya harus sama




Sumber Pembiayaan Modal

y_harimurti@yahoo.com halaman 3

ASPEK KEUANGAN DALAM PERENCANAAN USAHA
2014


Proyeksi Laba
Proyeksikan pendapatan yang akan diterima per bulan/periode. Harga pokok
penjualan adalah nilai produksi/nilai kulakan barang yang Anda jual. Beban
operasi adalah pengeluaran rutin per bulan (bukan pengeluaran investasi)
misalnya: beban gaji, beban listrik/air, beban bunga (non operasi). Tetapkan pula
rata-rata perkembangan profit pada periode selanjutnya.
PROYEKSI LABA


PENDAPATAN

3.000.000

HARGA POKOK PENJUALAN (1.000.000)

LABA KOTOR

2.000.000

BEBAN OPERASI

(750.000)

LABA OPERASI

1.250.000

Penilaian Kelayakan Investasi
Anda sudah memahami bahwa setiap usaha membutuhkan investasi
untuk membeli aset tetap, dan modal kerja untuk pengadaan bahan baku,
biaya tenaga kerja, sewa, dan sebagainya. Jadi, Anda harus memisahkan
komponen investasi dengan modal kerja, sebab dana yang diinvestasikan
untuk membeli aset tetap akan disusutkan dan mengurangi profit setiap
periode. Kelayakan usaha dari aspek keuangan yang akan dipaparkan adalah
Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR).
NPV
NPV adalah selisih uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan dengan
memperhatikan nilai waktu uang. Oleh karena uang tersebut akan diterima di
masa depan, kita harus mengetahui berapa nilainya jika kita terima
sekarang. Bisnis layak diteruskan bila nilai NPV positif (> 0). Selisih kas
masuk dan keluar disebut proceed. Proceed dapat pula dihitung dari laba
bersih ditambah penyusutan.
Suatu usaha diprediksi mempunyai profit dan penyusutan seperti di bawah.
Jika ditetapkan tingkat bunga pinjaman 15%, maka NPV dapat diperhitungkan:
Profit Penyusutan Proceed PV
Awal - - (425.000.000) (Rp425.000.000,00)
Akhir tahun 1 75.000.000 60.000.000 135.000.000 Rp102.079.395,09
Akhir tahun 2 100.000.000 60.000.000 160.000.000 Rp120.982.986,77
Akhir tahun 3 125.000.000 60.000.000 185.000.000 Rp121.640.503,00
Akhir tahun 4 100.000.000 60.000.000 160.000.000 Rp91.480.519,29
Akhir tahun 5 75.000.000 60.000.000 185.000.000 Rp91.977.696,03
400.000.000 Rp103.161.100,18

Proyeksi Profit dan Keyakan Investasi

y_harimurti@yahoo.com halaman 4

ASPEK KEUANGAN DALAM PERENCANAAN USAHA
2014
Adalah penjumlahan dari nilai sekarang proceed per periode sebesar
103.161.100. Rumus nilai sekarang per periode adalah:


r = tingkat bunga n = jumlah periode
IRR
Metode IRR ini digunakan untuk mencari tingkat bunga yang menyamakan
nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan di masa datang, atau
penerimaan kas, dengan mengeluarkan investasi awal. Tingkat bunga IRR
dibandingkan dengan tingkat bunga pinjaman di bank. Simpulan yang Dapat
digunakan sebagai pedoman:
IRR > tingkat bunga pinjaman bisnis layak
IRR< tingkat bunga pinjaman bisnis tidak layak
IRR=tingkat bunga pinjaman bisnis impas
Metode ini cukup repot dihitung secara manual, akan lebih mudah dengan
menggunakan fasilitas komputer pada program MS.Excel.

Nilai Uang yang akan datang x 1____
( 1 + r )
n