Anda di halaman 1dari 4

Dampak Sosial Ketergantungan Terhadap Ganja

Kecanduan ganja dapat menyebabkan berbagai efek samping pada setiap pengguna baik yang menggunakannya
secara kasual ataupun pengguna jangka panjang. Beberapa gejala dari gangguan" ini meliputi hal-hal seperti gangguan
tidur, gangguan mengingat, gangguan koordinasi motorik, kesulitan dalam memahami pembicaraan atau memahami
situasi dan peristiwa, halusinasi, pikiran atau perasaan yang cenderung paranoid, serta serangan panik. Sementara
beberapa dari masalah ini mungkin tidak terlihat serius (serta tidak menimbulkan kematian), namun smua hal itu dapat
menyebabkan masalah jangka panjang dan akan membuat gangguan pada kondisi dan situasi sosial.

Dampak Sosial 1: Gangguan Belajar

Menurut sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan terhadap sekelompok mahasiswa, Penggunaan ganja dapat
mengganggu proses belajar, berpikir kritis dan fungsi kognitif terkait lainnya selama 24 jam setelah dosis terakhir
diambil. Studi tersebut dilakukan dengan cara mengamati siswa sebelum, selama dan setelah mereka menggunakan
ganja. Hasil yang ditemukan bhwa stelah mengkonsumsi ganja siswa jauh lebih mungkin menderita masalah memori,
kesulitan berkonsentrasi dan penurunan dalam pemahaman dan keterampilan kognitif. Efek ini mungkin jauh lebih
parah pada pengguna jangka panjang dikarenakan adanya perubahan yang terjadi pada otak ketika mengkonsumsi
ganja dalam jangka waktu yang lama.

Dampak Sosial 2: Gangguan Motivasi

Salah satu efek utama yang disebabkan karena ganja adalah kurangnya motivasi. Ganja dapat menyebabkan
penggunanya untuk menjadi mudah terganggu/distracted, dan meskipun mereka dapat membuat rencana yang sangat
kreatif, mereka bisa dengan mudah melupakannya atau tidak cukup termotivasi untuk melakukannya. Secara fisik
memang tidak ada yang salah, tetapi secara mental adanya gangguan motivasi pada pengguna. Pecandu kemudian
dapat mengalami apa yang dikenal sebagai Sindrom Motivasi, di mana mereka kehilangan motivasi tentang semua
aspek dalam kehidupan mereka, seperti sekolah, kerja, keluarga dan berkurangnya tanggung jawab.

Dampak Sosial 3: Gangguan Perilaku Sosial

Secara sosial, dampak sosial nomor 2 yaitu kurangnya motivasi dapat menyebabkan beberapa masalah yang cukup
serius. Bagi yang sudah bekerja, gangguan motivasi akan dapat menyebabkan penurunan performa dalam kinerja,
masalah disiplin atau mungkin dapat berakhir dengan terminasi. Bagi yang bersekolah/pelajar, kurangnya motivasi
dapat menyebabkan masalah dalam proses belajar dan performa secara umum. Persahabatan juga dapat terancam,
karena kurangnya motivasi untuk bersahabat dengan orang lain selain orang-orang yang menghisap ganja. Dampak
sosial lainnya, sebagai seorang pengguna ganja akan menyebabkan orang lain cenderung mmiliki konotasi negatif
yang terkait dengan Anda sehingga akan menyebabkan lost of opportunity.










Adiksi/kecanduan terhadap ganja adalah sama saja seperti adiksi terhadap kokain, alkohol maupun heroin
serta zat lain yang dapat mengakibatkan ketergantungan. Penggunaannya biasanya dimulai dengan
eksperimen atau coba-coba saja. Dengan bertambahnya frekuensi penggunaan, lama kelamaan akan
semakin banyak zat yang diperlukan untuk menciptakan efek euforia terhadap zat aktif yang terdapat di
dalam ganja. Hal ini akan mengakibatkan berkembangnya toleransi fisik. Sebagai efek dari penggunaan
terus menerus ganja juga dapat menimbulkan ketergantungan psikologis dan emosional. Ketergantungan
fisik, emosional dan psikologis secara bersama-sama kemudian didefinisikan sebagai kecanduan ganja.


Penyebab Adiksi Ganja
Selama berabad-abad, para ahli serta profesional medis dan banyak peneliti di seluruh dunia telah
mempelajari tentang hal-hal apa saja yang bisa mengakibatkan kecanduan terhadap ganja/cannabis.
Namun belum ada yang bisa secara pasti menentukan apa penyebab seseorang menjadi kecanduan
terhadap ganja. Namun demikian, ada faktor-faktor tertentu yang kemudian dikenal dapat memberikan
kontribusi atau dapat mempercepat terjadinya kecanduan pada seseorang. Misalnya, bagi yang sudah
memiliki kecenderungan genetik atau sudah memiliki bakat adiksi akan lebih mungkin untuk menjadi
kecanduan ganja walaupun dalam waktu konsumsi yang relatif singkat. Hal ini juga terjadi pada mereka
yang mempunyai masalah psikologis seperti depresi atau kecemasan, akan lebih rentan dan lebih mudah
untuk menjadi adiksi.

Gejala Adiksi Ganja

Bagaimana cara mengetahui bahwa orang yang Anda sayangi sedang berjuang mengatasi masalah
kecanduan terhadap ganja. Ada beberapa perilaku pecandu (addictive behaviour) yang sebaiknya Anda
ketahui. Terkadang kita harus mengandalkan perasaan bahwa ada sesuatu yang nggak beres nih.
Perasaan ini kadang bsa menyelamatkan orang yang Anda sayangi. Namun juga jangan trlalu paranoid
terhadap perasaan ini. Sangat perlu bagi setiap orang tua untk mengetahui pola-pola addictive behaviour.
Perubahan adalah kata kunci untk addictive behaviour. Perubahan selalu diawali dalam skala yang kecil.
Namun akan semakin terlihat ketika masalah kecanduan yang ada semakin membesar. Anda mungkin
akan mendapati bahwa psangan atau anak Anda telah kehilangan minat pada hobi lama serta teman"
lamanya. Mereka mungkin mulai menunjukkan penurunan performa di tempat kerja atau ketinggalan
pelajaran di sekolah. Secara fisik mungkin akan dengan mudah didapati penampilan mereka tampak lebih
jorok dari sebelumnya. Ketika tingkat kecanduan telah semakin besar dan menjadi-jadi, Anda mungkin
akan sering mendapati bahwa mereka berbohong tentang keberadaan mereka, atau mungkin akan selalu
mengaku lelah ketika Anda mencurigai bahwa mereka sedang dalam pengaruh zat. Atau seringnya uang
serta barang-barang rumah tangga yang menghilang. Secara umum, sebuah penyalahgunaan ganja dapat
berubah menjadi kecanduan ganja. Itu semua adalah addictive behaviour.
Apakah Ganja Akan Menyebabkan Kecanduan?
Bagi sebagian orang, ganja adalah sama seperti zat adiktif lainnya. Tapi tidak setiap orang yang
menggunakan ganja akan menjadi kecanduan. Para peneliti belum mengerti betul mengapa ada beberapa
orang menjadi kecanduan namun orang lain dapat melanjutkan penggunaan ganja secara kasual sebagai
rekreasi tanpa mengalami kecanduan. Mungkin ada hubungannya dengan seberapa banyak atau
seberapa sering ganja digunakan. Atau mungkin ada faktor genetika yang kemudian akan menentukan
bagaimana tubuh Anda memberikan respon terhadap ganja.Jadi ada variasi individual dan genetik yang
tidak dapat dirubah.
Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa terdapat perubahan di otak pada penggunaan jangka panjang
ganja yang sangat mirip dengan perubahan yang disebabkan oleh zat-zat adiktif lainnya (seperti heroin,
coccain atau ATS). Sementara dampak dari menghisap ganja sangatlah ringan dan hampir tidak pernah
mengancam jiwa, namun yang menarik untuk dicatat adalah bahwa setelah tubuh Anda menyesuaikan diri
terhadap penggunaan ganja, akan sangat sulit untuk berhenti karena reseptor di otak kita sudah berikat
dengan baik pada zat aktif yang terdapat di dalam ganja (THC).

Meskipun tidak semua pengguna ganja mengalami kecanduan secara fisik, bisa dipastikan bahwa
kecanduan psikologis hampir selalu ada. Pada kecanduan psikologis, pengguna akan merasa
mendapatkan efek yang cukup baik dari menghisap ganja. Menghisap ganja akan membuat pengguna
merasa lebih baik. Dengan menghisap ganja pengguna akan dapat berkreasi dengan baik, dapat
menciptakan sesuatu juga sangat baik, mempunyai kemampuan kreatif yang luar biasa, dan masih banyak
hal-hal kreatif yang dapat ditimbulkan dari penggunaanya. Namun jangan lupa bahwa kondisi ini disebut
dengan kecanduan psikologis. Tanpa menghisap ganja, pengguna akan merasa tidak mendapatkan
kreatifitasnya kembali, merasa tegang, merasa jengkel atau kesal dan berbagai perasaan yang akhirnya
mengganggu proses kreatif. Harap diingat kembali bahwa ini adalah bentuk adiktif secara psikologis
(bukan adiktif secara fisik).

Ada lagi bentuk ketergantungan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri. Ketergantungan
sosial adalah jenis lain dari perilaku kompulsif yang mutlak harus diperhatikan. Jika Anda merasa bahwa
Anda harus menggunakan ganja karena teman" Anda melakukannya maka Anda sudah masuk ke dalam
golongan adiksi sosial. Kemudian Anda merasa perlu untuk mendukung sebuah gerakan legalisasi ganja
hanya karena teman-teman Anda mendukungnya, berarti Anda memiliki masalah ketergantungan yang
cukup serius. Ketergantungan sosial biasanya merupakan tanda-tanda awal dari ketergantungan psiklogis
dan akhirnya bsa menjdi ketrgantungan fisik. Ingatlah kembali bahwa penggunaan ganja biasanya untuk
keperluan sosial pengguna yang naif tidak akan pernah berpikir untuk berakhir dengan kecanduan fisik dan
psikologis.

Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap psikis
Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri


Read more: Dampak Penyalahgunaan Narkoba