Anda di halaman 1dari 10

9/14/2012

RUANG LINGKUP

KURIKULUM

PERTEMUAN KE-3

Mahasiswa memahami aspek-aspek dan prinsip penyusunan

kurikulum berdiferensiasi.

Mary Philia Elisabeth - 2012

PENGERTIAN KURIKULUM

KURIKULUM

berasal

dari

bahasa

Yunani,

curerre yang berarti jarak tempuh lari.

Di Indonesia, istilah kurikulum baru populer sekitar tahun lima puluhan, dibawa oleh mereka yang mendapatkan pendidikan di Amerika

9/14/2012

BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM

Ralp Tyler (1949) semua pelajaran-pelajaran murid yang

direncanakan dan dilakukan oleh pihak sekolah untuk

mencapai tujuan-tujuan pendidikannya.

J. Galen Saylor dan William M Alexander (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai segala usaha sekolah

untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruangan

kelas, di halaman sekolah atau di luar sekolah. Jadi, kurikulum juga meliputi kegiatan ekstra kurikuler.

Harold B. Albertycs (1965) memandang kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran, tetapi juga meliputi kegiatan- kegiatan lain di dalam dan di luar kelas, yang berada di bawah tanggung jawab sekolah.

BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM

E. Eisner (1979) kurikulum sebagai pengalaman-

pengalaman yang ditawarkan kepada murid di bawah petunjuk dan bimbingan sekolah.

J.G Saylor, William M. Alexander dan A.J Leweis (1981)

kurikulum adalah suatu rencana untuk memberikan sejumlah kesempatan-kesempatan belajar kepada orang lain untuk dididik.

M. Skilbeck (1984) menyatakan pengalaman-pengalaman murid yang diekspresikan dan diantisipasikan dalam cita- cita dan tujuan-tujuan, rencana-rencana dan desain-desain tersebut di lingkungan sekolah.

9/14/2012

BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM

A. Glatthorn (1987) kurikulum adalah rencana-rencana

yang dibuat untuk membimbing dalam belajar di sekolah,

yang biasanya meliputi dokumen, level secara umum dan aktualisasi dari rencana-rencana itu di kelas, sebagai pengalaman murid, yang telah dicatat dan ditulis oleh seorang ahli; pengalaman-pengalaman tersebut

ditempatkan dalam lingkungan belajar yang juga

mempengaruhi apa yang dipelajari.

J. Wiles dan J. Bondi (1989) mendefinisikan kurikulum sebagai suatu cita-cita atau seperangkat nilai-nilai, yang

digerakkan melalui suatu pengembangan proses kulminasi

dalam pengalaman-pengalaman di kelas untuk murid- murid.

BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM

Hilda Taba, berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas dapat mengaburkan pengertian

kurikulum sehingga justru dapat menghalangi

pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum.

Smith dkk, memandang kurikulum sebagai rangkaian

pengalaman yang secara potensial dapat diberikan

kepada anak-anak, yang disebut sebagai potential curriculum. Sedangkan apa yang benar-benar diwujudkan pada anak-anak secara individual, misal:

bahan yang benar-benar diperoleh di sebut dengan actual curriculum.

9/14/2012

DARI BERBAGAI DEFINISI, KURIKULUM

DIBAGI MENJADI 4 TAFSIR, YAITU :

1. Kurikulum dapat dilihat sebagai produk, yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum, biasanya dalam suatu panitia. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum.

2. Kurikulum dapat dipandang sebagai program, yaitu alat yang

dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya.

3. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan dapat dipelajari oleh siswa, yaitu : pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu.

4. Kurikulum juga dipandang sebagai pengalaman siswa,

maksudnya hal apa yang secara aktual dialami oleh siswa.

Ada kemungkinan apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana.

JENIS-JENIS KURIKULUM

1. Kurikulum FORMAL

adalah aktivitas-aktivitas yang direncanakan dan

berkaitan langsung dengan pelajaran akademis di sekolah. Misal: kurikulum pendidikan nasional untuk sekolah menengah, kurikulum SD.

2. Kurikulum TIDAK FORMAL adalah aktivitas-aktivitas yang direncanakan namun tidak berhubungan langsung dengan pelajaran akademis di sekolah. Kurikulum ini biasanya disebut dengan ekstra kurikuler atau ko-kurikuler. Misal:

ekstra kurikuler Basket, Musik, dsb.

9/14/2012

LANJUTAN JENIS-JENIS KURIKULUM ….

3. Kurikulum TERSEMBUNYI (hidden curriculum)

adalah aturan-aturan tidak tertulis di kalangan siswa yang dapat mempengaruhi proses belajar-mengajar, yang mungkin dapat meningkatkan atau justru melemahkan usaha pencapaian tujuan pendidikan.

Tidak diuraikan dalam kurikulum namun biasanya dirumuskan dalam bentuk motto, kebijaksanaan sekolah, dll. Dalam prakteknya meliputi :

Interaksi antara guru dengan peserta didik.

Aturan di kelas/sekolah

Pertumbuhan moral peserta didik.

PRINSIP-PRINSIP KURIKULUM

1. Prinsip Relevansi (kesesuaian)

Dengan lingkungan hidup peserta didik

Dengan kehidupan sekarang dan akan datang

Dengan tuntutan dunia kerja

Dengan perkembangan ilmu dan tekhnologi

2. Prinsip Kesinambungan

Ada komitmen tapi tidak overlaping.

Antara berbagai tingkat sekolah

3. Prinsip Efektivitas & efisiensi

Ada tujuan yang harus dicapai dengan optimal.

9/14/2012

LANJUTAN PRINSSIP-PRINSIP KURIKULUM ……….

4.

Prinsip Fleksibilitas

Tidak kaku, ada ruang untuk bebas dalam bertindak

(memilih) bagi peserta didik & guru

Kurikulum bersifat antisipatif

Biasanya dimasukkan dalam muatan lokal, strategi/metode

belajar.

5.

Prinsip Pendidikan Seumur Hidup

Bagaimana kurikulum dapat membuat seseorang mau belajar seumur hidupnya.

Kurikulum mampu menumbuhkan semangat dan kualitas hidup seseorang untuk mau terus belajar.

Biasanya lebih terasa di perguruan tinggi.

KURIKULUM BERDIFERENSIASI

PENANJAKAN MENTAL

KECEPATAN BELAJAR TINGGI KOMPLEKSITAS TINGGI

SESUAI KECEPATAN BELAJAR SISWA

PENANJAKAN MENTAL KECEPATAN BELAJAR TINGGI KOMPLEKSITAS TINGGI SESUAI KECEPATAN BELAJAR SISWA
PENANJAKAN MENTAL KECEPATAN BELAJAR TINGGI KOMPLEKSITAS TINGGI SESUAI KECEPATAN BELAJAR SISWA

9/14/2012

DIFERENSIASI

Memberi tugas dan aktivitas belajar yang berbeda dari siswa rata-rata sebayanya

tugas yang sesuai kebutuhan belajarnya

rata-rata sebayanya tugas yang sesuai kebutuhan belajarnya FOKUS PENGEMBANGAN KURDIF 1. Kecepatan belajar

FOKUS PENGEMBANGAN KURDIF

1.

Kecepatan belajar dipercepat, repetisi minimal

2.

Penguasaan kurnas dalam waktu lebih singkat

3.

Materi lebih abstrak, lebih kompleks, lebih mendalam

4.

Belajar & menerapkan strategi pemecahan masalah

5.

Berorientasi pada siswa

6.

Belajar berkelanjutan + menerapkan keterampilan Riset

7.

Bekerja secara mandiri

7. Bekerja secara mandiri

8.

Interaksi dengan pakar

9/14/2012

ELEMEN KURDIF 1. MATERI Sayang aku kurang teliti… lain kali aku harus lebih teliti 2.
ELEMEN KURDIF
1.
MATERI
Sayang aku kurang
teliti… lain kali aku
harus lebih teliti
2.
PROSES
3.
PRODUK
4.
LINGKUNGAN
BELAJAR
MODIFIKASI MATERI 1. Tingkat abstraksi 2. Tingkat kompleksitas 3. Tingkat variasi 4. Pengorganisasian nilai belajar
MODIFIKASI MATERI
1. Tingkat abstraksi
2. Tingkat kompleksitas
3. Tingkat variasi
4. Pengorganisasian nilai belajar
5. Studi tentang manusia
6. Studi tentang metode

9/14/2012

MODIFIKASI PROSES

9/14/2012 MODIFIKASI PROSES 1. Berpikir tingkat tinggi 2. Keterbukaan 3. Penemuan 4. Bukti penalaran 5. Kebebasan

1. Berpikir tingkat tinggi

2.

Keterbukaan

3.

Penemuan

4. Bukti penalaran

5. Kebebasan memilih

6. Interaksi kelompok

7. Variasi kecepatan belajar

MODIFIKASI PRODUK

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Masalah riil

Disajikan utk real audience

Transformasi

Variasi

Format dipilih sendiri

Evaluasi yg tepat

2. 3. 4. 5. 6. Masalah riil Disajikan utk real audience Transformasi Variasi Format dipilih sendiri

9/14/2012

MODIFIKASI LINGKUNGAN BELAJAR

Aktual

Harapan guru

Batasan waktu luwes

Memungkinkan penelitian mendalam

Bekerja bersama mentor

LINGKUNGAN BELAJAR Aktual Harapan guru Batasan waktu luwes Memungkinkan penelitian mendalam Bekerja bersama mentor 10