Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Al-Quran adalah kitab suci yang mengandung keistimewaan yang tidak akan
pernah ada habisnya, betapa banyak orang yang secara terus-menerus dan
berkelanjutan mencoba untuk mengkaji, menyingkap, dan menafsirkan al-Quran,
akan tetapi ada saja hal-hal dan ilmu baru yang didapat dari al-Quran sebagai
pembuktian bahwa kitab suci al-Quran adalah suatu mukjizat yang memiliki
keistimewaan yang sangat luar biasa.
Al-Qur'an merupakan satu-satunya kitab samawi yang dengan jelas dan tegas
menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu mendatangkan kitab yang
serupa dengan al-Quran, meskipun seluruh manusia dan jin berkumpul untuk
melakukan hal itu, pernyataan tersebut dapat kita lihat dalam surah al-Isra ayat 88.
Sangatlah banyak al-Quran menjelaskan tentang keistimewaannya di dalam ayat-
ayat yang lainnya, yaitu dalam surah Huud ayat 13 dan juga surah Yunus ayat 38,
dua ayat tersebut menerangkan bahwa tidak akan ada yang mampu menyusun yang
semisal dengannya, meskipun satu surah saja atau satu surah yang hanya mencakup
satu baris saja. Demikianlah kemukjizatan yang dimiliki oleh al-Quran.
Namun, dalam konteks kitab samawi, al-Quran bukanlah satu-satunya kitab
samawi yang diturunkan oleh Allah, ada beberapa kitab samawi yang lainnya yaitu
Taurat, Zabur, dan Injil. Dalam makalah ini, penulis akan mencoba memaparkannya
dengan mengungkapkan beberapa komparasi dari kitab-kitab samawi tersebut
sebagai suatu mukjizat dengan makalah yang berjudul Kemukjizatan Al-Quran
Dibandingkan Dengan Kitab Samawi yang Lainnya. Semoga dapat memberikan
kontribusi keilmuan yang bermanfaat untuk kita bersama. Amin.






2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Mukjizat
Menurut bahasa, mukjizat berasal dari kata :

.
1
Ajaza yujizu- ijaazan (wazan fiil). Ajazahu adalah menjadikannya atau
mendapatinya lemah. Sedangkan pengertian dari kata mukjizat adalah :

.
2
Mukjizat adalah sebuah perkara yang di luar kebiasaan yang dapat
melemahkan manusia untuk mendatangkan yang serupa dengannya.
Adapun menurut istilah, seperti yang dikemukakan oleh Imam Jalaluddin as-
Suyuthi (849 H 911 H) dalam kitab Al-Itqan fi Ulum Al-Quran jilid 2 hal. 118,
Mukjizat dalam pemahaman syara adalah kejadian yang melampaui batas
kebiasaan, didahului oleh tantangan, tanpa ada tandingan.
3

Kemudian, mengutip pernyataan Ibnu Khaldun dalam buku Mukjizat Ilmiah
Dalam Al-quran karya Muhammad Kamil Abdushshamad, Abdurrahman Abu Zaid
Waliuddin bin Khaldun atau yang lebih dikenal dengan nama populernya Ibnu
Khaldun (732 H 808 H), bahwa menurut beliau dalam kitab Muqaddimah hal. 90
berpendapat, Mukijizat adalah perbuatan-perbuatan yang tidak mampu ditiru oleh
manusia. Maka, ia dinamakan mujizat, tidak masuk ke dalam kategori yang mampu
dilakukan oleh hamba, dan berada di luar standar kemampuan mereka.
4

Jadi, dapatlah kita ambil sebuah pemahaman bahwa pengertian mukjizat itu
adalah suatu kejadian yang menyalahi adat atau kebiasaan manusia sehari-hari, dan
hal tersebut tidak akan mampu dilakukan oleh seorang hamba (makhluk), dapat
dikatakan secara singkat adalah hal mustahil yang tidak dapat diperbuat oleh
makhluk-makhluk Allah.



1
Louis Maluf al- Yassui dan Bernand Toffel al- Yassui, al- Munjid al- Wasith fi al-
Arabiyyah al- Muashirah, (Beirut: Dar al- Masyriq, 2003) h. 488

2
Louis Maluf al- Yassui dan Bernand Toffel al- Yassui, al- Munjid al- Wasith...,h. 488

3
Jalaluddin as- Suyuthi, Al-Itqan fi Ulum Al-Quran II, (Kairo: Dar al- Hijaz, t.th), h. 118

4
Muhammad Kamil Abdushshamad, Mukjizat Ilmiah Dalam Al-Quran, Terj. Alimin
Ghaneim Ihsan, (Jakarta: AKBAR Media Eka Sarana, Cet. II, 2003), h. 1
3

B. Kemukjizatan Al-Quran Dibandingkan Dengan Kitab Samawi yang Lainnya
1. Al-Quran al-Karim adalah Kitab Samawi Terakhir
Firman Allah SWT dalam surah al-Imran ayat 2-4 :
+.- 4O) ) 4O- OOEC^-
NOGO^- ^g 4EO4^ C^OU4N
=U4-^- --E^)
+~g-=N` Eg 4u-4 gOuCE4C
44O^4 O.4OO+--
O_e"-4 ^@ }g` Nl~ O1-
+EE4Ug 44O^4
4p~O^- Ep) 4g~-.-
W-NOEE ge4C4*) *.-
_ _-EO4N /CgE- +.-4
EOCjG4N O `g^- ^j
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang
hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
5
Dia menurunkan Al-Kitab
(Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah
diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. Sebelum (Al Quran),
menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan.
6
Sesungguhnya
orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang
berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai Balasan (siksa).
Adapun al-Quran itu membenarkan kitab yang telah diturunkan
sebelumnya, yakni kitab-kitab sebelum al-Quran yang diturunkan dari langit untuk
hamba-hamba Allah dan para Nabi. Kitab-kitab tersebut membenarkan al-Quran
melalui apa yang diberitakannya dan apa yang disiarkannya sejak zaman dahulu
kala. Begitu pula sebaliknya, al-Quran membenarkan kitab-kitab tersebut, karena al-
Quran sesuai dengan apa yang diberitakan oleh kitab-kitab tersebut yang isinya
antara lain membawa berita gembira yang sangat besar, yaitu janji Allah yang akan
mengutus Nabi Muhammad Saw, dan menurunkan al-Quran yang agung


5
Maksudnya: Allah mengatur langit dan bumi serta seisinya.

6
Al Furqaan ialah kitab yang membedakan antara yang benar dan yang salah.
4

kepadanya.
7
Jadi, kedudukan al-Quran sebagai kitab samawi yang terakhir
diturunkan, memiliki fungsionalitas untuk membenarkan dan sekaligus menjadi
pelengkap serta penyempurna kitab-kitab samawi yang diturunkan sebelumnya.

2. Keistimewaan-keistimewaan Al-Quran Al-Karim
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwasanya al-Quran itu memiliki
keistimewaan-keistimewaan yang dapat dibedakan dari kitab-kitab suci yang
diturunkan sebelumnya, dan di antaranya adalah:
a. Al-Quran adalah akhir kitab samawi yang diturunkan oleh Allah
kepada rasul-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad Saw, dan al-
Quran juga tetap terjaga hingga datangnya hari kiamat, dijaga secara
langsung oleh Allah SWT dari segala kemungkinan perubahan,
penggantian, penambahan, ataupun pengurangan.
8

b. Al-Quran itu memuat ringkasan dari ajaran-ajaran Ketuhanan yang
pernah dimuat oleh kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Zabur,
Injil, dan lain-lain lagi.
9
Seperti yang telah kita ketahui bahwa al-Quran
dengan terus terang dan tanpa ragu-ragu telah menetapkan hal-hal yang
benar, tetapi juga menjelaskan mana-mana hal yang merupakan
pengubahan, dan pergantian mengenai suatu hukum dan hal lainnya.
c. Nilai keotentikan yang sangat tinggi yang dimiliki oleh al-Quran,
terdapat suatu aspek kekekalan di dalamnya, artinya bahwa tidak
mungkin pada suatu hari nanti kemajuan ilmu pengetahuan akan
mencapai suatu titik hakikat yang akan bertentangan dengan al-Quran.
Dalam beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan Allah baik yang
namanya kita kenal ataupun tidak, dan baik yang kita ketahui rasul penerimanya
ataupun tidakhendaklah kita beriman kepada kitab-kitab samawi tersebut. Inilah
makna beriman kepada kitab-kitab samawi secara keseluruhan.
10



7
Abul Fida Ismail Ibnu Katsir ad- Dimasyqi, Tafsir Ibnu Katsir Juz III, Terj. M. Abdul
Ghoffar E. M, (Jakarta: Pustaka Imam asy-Syafii, 2006), h. 250

8
Abdurrahman Hasan Habanakah al-Maidani, Al-Aqidah al-Islamiyah wa Ususuha, Terj.
A.M. Basalamah, (Jakarta: Gema Insani Press, 1998), h. 439

9
Sayyid Sabiq, Aqidah Islam (Ilmu Tauhid), (Bandung: Diponegoro, 2006), h. 263

10
Abdurrahman Hasan Habanakah al-Maidani, Al-Aqidah al-Islamiyah wa Ususuha..,h. 440
5

Jadi, kita sepatutnyalah beriman kepada kitab-kitab samawi yang lainnya
tersebut dikarenakan kita juga beriman dan membenarkan apa yang diberitakan
Allah SWT dalam al-Quran yang secara akurat dinisbatkan kepada Allah.
Al-Quran dengan berbagai keistimewaan sebagaimana yang telah penulis
uraikan di atas, maka jelaslah bahwa al-Quran itu tidak ada tara dan bandingannya
dalam banyak hal, terutama dalam memberikan hidayah (petunjuk) kepada ummat.
Oleh karena itu dapatlah diyakinkan bahwa al-Quran memang benar-benar sebaik
kitab secara mutlak.
C. Pengubahan Kitab Taurat
Beriman kepada kitab suci Taurat yang diturunkan kepada Nabiullah Musa
a.s adalah merupakan salah satu rukun dari Rukun-rukun Iman. Allah Taala juga
telah memberitahukan bahwa di dalam Kitab Taurat tersebut terdapat cahaya
penerang serta petunjuk, dan Allah memuji Kitab Taurat dalam firman-Nya:
;4 E4uO>-47 _/E<ON`
4pNOE-4 4p~O^-
w7.4O4 -wO^gO4
--+NUg ^jg
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab
Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa
11
. (QS.
al- Anbiyaa : 48).
Adapun Kitab Taurat yang pernah diturunkan kepada Nabi Musa a.s ini,
sekarang sudah tidak otentik lagi. Banyak terdapat perubahan di dalamnya, maka
yang beredar sekarang ini adalah karangan yang ditulis oleh lebih dari seorang
penyusun dan ditulis pula dalam waktu yang berlainan.
Ustadz al-Kabir Farid Wajdi (1878 M 1954 M ), beliau berkata,Salah
satu bukti bahwa Kitab Taurat itu sudah berubah dari kemurniannya ialah bahwa
Taurat yang beredar di tangan kaum Nasrani adalah berbeda jauh dengan Taurat
yang beredar di tangan kaum Yahudi.
12

Sebagaimana yang telah kita ketahui juga bahwa al-Quran sendiri telah
menetapkan adanya perubahan ini dan sangat mencela kaum Yahudi yang


11
Disebutkan secara khusus orang-orang yang bertakwa, karena merekalah yang dapat
mengambil manfaat daripadanya, baik sebagai ilmu maupun amal. Pada ayat selanjutnya diterangkan
tentang siapakah orang-orang yang bertakwa.

12
Sayyid Sabiq, Aqidah Islam (Ilmu Tauhid)..., h. 269
6

memasukkan perubahan dan pengubahan pada kitab suci tersebut. Allah SWT
menjelaskan telah menjelaskan hal tersebut dalam firman-Nya:
4pONE;C4- p W-ONLg`uNC
7 ;~4 4p~E -C@O _u4g)`
4pONEOEC =U *.- O
+O4^O@OO47 }g` gu4 4`
+OU4N -4 ]OU;4C ^_)
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu,
Padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka
mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?.
13

Jadi telah jelaslah bahwa kaum Yahudi tersebut telah durhaka karena berani
mengubah kitab suci yang diturunkan oleh Allah Taala. Adapun tujuan pengubahan
itu ialah untuk menutupi perkara yang haq dan benar, dan mereka melalaikan
perkara penting lainnya yang disebutkan oleh Allah Taala dalam Kitab Taurat itu.
Maka dari itu, Taurat yang kini ada di tangan mereka tidaklah seluruhnya benar,
tetapi hanya sebahagian saja. Allah Taala berfirman :
=}g)` 4g~-.- W-1E-
7 4 O O @ O p 4 - ^ U ) = N 4 }
gOg-4OE` ^jg....
Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah Perkataan dari tempat-
tempatnya....
14

Dalam Kitab Taurat yang telah diubah sekarang ini, terdapat sifat-sifat
Allah yang sama sekali tidak sesuai dengan kemuliaan serta keagungan-Nya. Masih
banyak lagi kekeliruan-kekeliruan yang terdapat dalam Kitab Taurat itu karena
memang sudah diubah-ubah oleh tangan manusia yang sengaja ingin
menyelewengkannya dan sama sekali tidak bertanggung jawab.
Kini bukan lagi ummat Islam saja yang mengoreksi isi Kitab Taurat itu,
bahkan di kalangan ummat Yahudi sendiri sudah muncul beberapa pengeritik yang
memberikan kecaman pedas mengenai pengubahan Kitab Taurat yang tidak
sewajarnya.
15



13
Nenek-moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu mereka ubah, di antaranya
sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat itu.

14
Maksudnya: mengubah arti kata-kata, tempat atau menambah dan mengurangi.

15
Abdurrahman Hasan Habanakah al-Maidani, Al-Aqidah al-Islamiyah wa Ususuha..,h. 447
7

Demikianlah sekelumit hal yang terkandung di dalam Kitab Taurat, dan
masih banyak lagi yang lainnya. Sehubungan dengan itu, kita sepatutnya benar-benar
beriman bahwa Kitab Taurat yang asli adalah kitab samawi yang Allah SWT
turunkan kepada Nabi Musa a.s. Sedangkan Taurat yang sekarang tidak dibenarkan
mengimani dan mempercayainya, dikarenakan telah banyak terjadi pengubahan akan
kandungan dan isinya, sehingga kitab tersebut tidak lagi murni dan tidak bisa lagi
dikatakan sebagai kitab suci.





D. Pengubahan Kitab Zabur
Kitab Zabur merupakan kitab samawi (Rabbani) yang diturunkan Allah
SWT kepada Nabi Daud a.s., az-Zabur menurut bahasa bermakna kitab yang
tertulis. Bentuk jamaknya adalah az-Zaburu, dengan demikian setiapkitab
dinamakan Zabur.
16
Firman Allah SWT :
O74 7/E* +OUE O)
@O+O- ^)g
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku
catatan.
17
(QS. al-Qamar: 52).
Kemudian, secara umum kata itu digunakan sebagai nama kitab yang Allah
turunkan kepada Daud a.s. Firman Allah dalam surah an-Nisa ayat 163:
E4uO>-474.... E1N-E1
-4OO+Ee ^g@
....dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (QS. an-Nisa: 163)
Ayat tersebut dengan tegas menamakan Zabur sebagai kitab yang Allah
turunkan kepada Nabi Daud a.s. Kemudian dalam firman-Nya yang lain dalam al-
Quran surah al-Anbyaa ayat 105, disebutkan:
;4 E44 O) jOO+EO-
}g` gu4 @O^g]~.- ]


16
Sayyid Sabiq, Aqidah Islam (Ilmu Tauhid)..., h. 272

17
Maksudnya buku-buku catatan yang terdapat di tangan Malaikat yang mencatat amal
perbuatan manusia.
8

4O- E_@O4C EOg14:gN
]O)UO-
Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur
18
sesudah (kami tulis dalam)
Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.
Jadi, al-Quran membenarkan apa yang telah diturunkan Allah kepada Nabi
Daud a.s..Namun kitab ini dirusak dan diubah oleh tangan-tangan jahil kaum Yahudi
dengan jalan mengubah isinya.Tujuan pengubahannya itu juga tidak jauh berbeda
dengan tujuan pengubahan Kitab Taurat. Sehubungan dengan itu, kita mengimani
dengan sebenarnya bahwa Allah menurunkan kitab-Nya kepada Nabi Daud a.s. yang
bernama Zabur, yang di dalamnyadisebutkan bahwa Allah SWT mewariskan bumi-
Nya dengan hamba-hamba-Nya yang saleh.
E. Pengubahan Kitab Injil
Injil adalah Kitab Rabbani yang Allah turunkan kepada Nabi Isa a.. Lafail
Injil berasal dari bahasa Yunani yang berarti kabar gembira.
19
Dalam firman-Nya,
Allah membenarkan akan Injil, yaitu dalam surah al-Imran ayat 1-4 :
.- ^ +.- 4O) ) 4O-
OOEC^- NOGO^- ^g 4EO4^
C^OU4N =U4-^- --E^)
+~g-=N` Eg 4u-4 gOuCE4C
44O^4 O.4OO+--
O_e"-4 ^@ }g` Nl~ O1-
+EE4Ug 44O^4
4p~O^- Ep) 4g~-.-
W-NOEE ge4C4*) *.-
_ _-EO4N /CgE- +.-4
EOCjG4N O `g^- ^j
Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan
Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia menurunkan
Al kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah


18
Zabur di sini ialah seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya, sebahagian
ahli tafsir mengartikan dengan kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s. dengan demikian Adz
Dzikr artinya adalah kitab Taurat.

19
Abdurrahman Hasan Habanakah al-Maidani, Al-Aqidah al-Islamiyah wa Ususuha..,h. 448
9

diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (Al Quran),
menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya
orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang
berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai Balasan (siksa).
Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabiullah Isa a.s. adalah sama halnya
dengan Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. Keduanya adalah
firman Allah SWT yang juga merupakan petunjuk dan cahaya penerangan bagi
manusia. Senada dengan pernyatan yang disebutkan oleh Sayyid Sabiq dalam
bukunya Aqidah Islam, bahwa Injil itupun senasib dengan Taurat yakni sudah
dihinggapi oleh berbagai perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan-
tangan jahil manusia yang merusaknya dengan tujuan melegalkan kemaksiatan.
20

Adapun Kitab Injil yang dibenarkan oleh al-Quran adalah Injil yang
diturunkan Allah SWT kepada Nabi Isa a.s. dengan kandungan dan pokok-
pokoknya yang sahih. Dan Injil yang beredar di kalangan ahli kitab pada masa
sekarang tidak dapat dikenal sanad/ sumbernya yang sahih yang bernisbat kepada
Isa a.s. yang sebahagian besar tidak sahih penisbatannya atau dapat dikatakan penuh
dengan kepalsuan dan rekayasa belaka.
Allah SWT berfirman :
;g`4 -g~-.- W-EO7~ ^^)
-O4O=4^ 4^'OE= _11g`
W-OOOE4 EEO Og)` W-NO]O
gO) E4uC4O^N N_E4uO4
E4-EE^- 47._^4l^-4
_O) gO4C gOE41^- _
=O;OEc4 O_NO)O:4[NC +.-
E) W-O+^ ]ONE44C ^j
u-^4C U4-:^- ;~
47.E_ E47Oc4O -))-4lNC
7 -LOOg1 Og)` +4
]O^Cq` =}g` U4-:^-
W-Ou4C4 ;4N OOgV _ ;~
47.~E} ;g)` *.- EOO+^
_U4-4 g--)lG` ^)
Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Kami ini
orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil Perjanjian mereka, tetapi mereka
(sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan


20
Sayyid Sabiq, Aqidah Islam (Ilmu Tauhid)..., h. 274
10

dengannya; Maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian
sampai hari kiamat. dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang
mereka kerjakan. Hai ahli Kitab, Sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami,
menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al kitab yang kamu sembunyikan, dan
banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya
dari Allah, dan kitab yang menerangkan.(QS. al-Maidah: 14-15).
Dari esensi yang terdapat dalam ayat di atas, sudah cukup jelas untuk
membuktikan kebenaran tuduhan tentang diubahnya Kitab Injil itu ialah kenyataan
yang menunjukkan asal mulanya Kitab Injil yang beredar di kalangan kaum Nasrani
sekarang ini. Asal mulanya jumlah kitab-kitab Injil itu sangat banyak yakni ada tujuh
puluh buah naskah yang dibuat oleh ummat Kristen
21
, namun kemudian tanpa ada
alasan apapun dipilih empat buah saja yang sekarang beredar di kalangan mereka,
yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yahya (Yohanna).
Dari dua buah sumber bacaan yang penulis dapatkan yang mebahas tentang
kitab-kitab samawi ini, yaitu Aqidah Islam karya Sayyid Sabiq dan Al-Aqidah Al-
Islamiyah wa Ususuha karya Abdurrahman Hasan Habanakah al-Maidani, keduanya
mengupas kajian kitab samawi dengan perspektif yang berbeda. Sayyid Sabiq lebih
banyak mengkritisi perihal tentang pengubaha-pengubahan yang terdapat dalam
kitab samawi sekarang ini, sedangkan al-Maidani memfokuskan penjelasannya pada
dukungan al-Quran terhadap kitab samawi yang turun sebelumnya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat kita ambil sebagai suatu pemahaman dari
makalah ini adalah bahwasanya al-Quran itu datang untuk mengokohkan haq dan
kebenaran serat hukum-hukum yang telah Allah sebutkan juga dalam kitab-kitab
samawi terdahulu. Namun, di samping mengokohkan hal-hal tersebut, al-Quran juga
menunjukkan, menjelaskan, serta menyingkap semua kesalahan dan kekeliruan yang
terdapat di dalam kitab-kitab samawi yang dahulu diturunkan yang tentunya
disebabkan karena pengotoran tangan manusia yang membuat perubahan,
penggantian, dan penyelewengan serta meletakkan tambahan yang tidak semestinya.


21
Sayyid Sabiq, Aqidah Islam (Ilmu Tauhid)..., h. 276
11

Kita tentu beriman kepada semua kitab-kitab samawi yang murni, namun
dalam menjalankannya di waktu sekarang ini, tentu tidak dapat dilaksanakan dengan
sempurna sesuai dengan hakikatnya, kecuali lebih dulu harus dibersihkan dan
dimurnikan lagi dari pemalsuan dan pengotoran kitab suci tersebut.
Jadi, dalam kaitannya mukjizat al-Quran dibandingkan dengan kitab-kitab
samawi yang lainnya adalah merupakan hal sangat jelas keistimewaannya al-Quran.
Dari dahulu samapai masa sekarang, al-Quran adalah satu-satunya kitab suci yang
masih murni, terjaga keotentikannya, dan memilki originalitas yang terjamin sampai
akhir masa. Al-Quran jua lah satu-satunya ajaran yang pasti dapat menjamin untuk
dapat membentuk pribadi manusia yang luhur, masyarakat yang harmonis dan baik,
alat kekuatan yang kokoh yang dapat menegakkan haq, keadilan, dan sebagainya.
Bahkan lebih dari itu pula, yakni al-Quran cukup mampu untuk
merealisasikan dan mewujudkan terciptanya kekhilafatan di atas permukaan bumi
ini, sesuai dengan pernyataan Allah dalam firman-Nya bahwasanya bumi ini
diwariskan kepada hamba-hamba-Nya yang shalih. Wa Allahu alamu.







DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman Hasan Habanakah al-Maidani. 1998. Al-Aqidah al-Islamiyah wa
Ususuha. Terj. A.M. Basalamah. Jakarta: Gema Insani Press
Abul Fida Ismail Ibnu Katsir ad- Dimasyqi. 2006. Tafsir Ibnu Katsir Juz III. Terj.
M. Abdul Ghoffar E. M. Jakarta: Pustaka Imam asy-Syafii
Louis Maluf al- Yassui dan Bernand Toffel al- Yassui. 2003. Al- Munjid al-
Wasith fi al- Arabiyyah al- Muashirah. Beirut: Dar al- Masyriq
Jalaluddin as- Suyuthi. t.th. Al-Itqan fi Ulum Al-Quran I. Kairo: Dar al- Hijaz
12

Muhammad Kamil Abdushshamad. 2003. Mukjizat Ilmiah Dalam Al-Quran, Terj.
Alimin Ghaneim Ihsan. Jakarta: AKBAR Media Eka Sarana
Sayyid Sabiq. 2006. Aqidah Islam (Ilmu Tauhid). Bandung: Diponegoro