Anda di halaman 1dari 1

6 Jawaban Soal Terkait Etika Profesi Akuntansi

1. Apa sesungguhnya Etika itu? Mengapa Etika diperlukan?


Jawab: Etika adalah keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh
masyarakat untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya menjalankan
kehidupan. Etika diperlukan sebagai panduan, prinsip-prinsip moral dan sebagai
kriteria untuk menilai benar salahnya suatu perbuatan.

2. Secara Umum Apa perbedaan antara seorang profesional dan non
profesional?
Jawab: Seorang Profesional adalah orang yang menjalani profesi dan karenanya
mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk berkarya dengan standar kualitas tinggi
yang dilandasi dengan komitmen moral yang tinggi pula. Non profesional adalah
pegawai atau pekerja biasa dan dianggap kurang memiliki otonomi dan kekuasaan
atau kemampuan profesional.

3. Apa yang dimaksud dengan etika profesi? Apa fungsinya?
Jawab: Etika profesi merupakan suatu bidang etika terapan yang berkaitan dengan
kewajiban etis mereka yang menduduki suatu posisi tertentu. Fungsi Etika
Profesi adalah sebagai panduan bagi para profesional dalam menjalani kewajiban
mereka memberikan dan mempertahankan jasa kepada masyarakat yang berstandar
tinggi.

4. Apa perbedaan etika profesi dan etika kerja ?
Jawab: Perbedaan etika profesi dengan etika kerja, etika profesi lazimnya dilakukan
mengingat aktivitas para profesional berbeda dengan pekerjaan lain pada umumnya.
Para Profesional memiliki karakteristik khusus dari segi pendidikan atau pelatihan,
pengalaman, dsb.

5. Bagaimana perkembangan lingkungan mempengaruhi kemampuan etis
akuntan profesional ?
Jawab: Lingkungan etika yang membatasi ruang gerak dalam menekuni profesinya
dalam menjalankan tugas-tugasnya . Lingkungan ini meliputi organisasi bisnis dan non
bisnis yng merupakan sasaran jasa profesional

6. Apa yang dimaksud celah kredibilitas dan celah harapan? Contohkan
beberapa kasus yang dapat mempengaruhi kredibilitas profesi akuntan?
Jawab: Celah harapan adalah celah antara harapan pengguna jasa profesional akuntan
dan kinerja akuntan yang bersangkutan , sedangkan celah kredibilitasadalah celah
antara kredibilitas pengguna jasa profesional akuntan dan kinerja akuntan yang
bersangkutan

Contohnya : Sejumlah akuntan publik Indonesia, misalnya dituduh bekerja sama
dengan bank-bank yang ternyata kemudian harus dilikuidasi, dan dengan para emiten
baik ketika akan maupun setelah go publik dalam hal merekayasa laporan keuangan.