Anda di halaman 1dari 18

BAB 1

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Tanjung Jati B dimulai sebagai bagian dari regulasi lanjutan dalam infrastruktur
tenaga listrik yang membuka peluang pihak swasta untuk berinvestasi pada sektor
pembangkitan tenaga listrik.
PT. PLN (Persero Pembangkitan Tanjung Jati B merupakan perusahan listrik
negara di !ndonesia yang bekerja sama dengan PT."entral Java Power# yang berlokasi di
$esa Tubanan %e&amatan %embang %abupaten Jepara# termasuk salah satu unit
pembangkitan yang menghasilkan listrik sekitar '())* +, dengan bahan bakar
batubara.
PLT- Tanjung Jati B memiliki sistem kontrol batu bara yang telah terintegrasi
dengan teknologi komputer# mulai dari proses unloading# conveying# stacking,
reclaiming, dan sampai dengan proses masukya batubara ke bunker .ilo.
$". (Distribute Control System merupakan sebuah sistem kontrol yang bekerja
menggunakan beberapa &ontroller dan mengkoordinasikan kerja semua &ontroller.
+asing/masing &ontroller tersebut menangani sebuah plant yang terpisah. "ontroller yang
dimaksud adalah PL" (Programable Logic Controler.
$engan adanya penggunaan sistem kontrol pada batubara dapat mempermudah
pengoperasian seluruh peralatan yang ada di Coal Handling System, memonitoring
jalannnya proses batubara# dan mendeteksi adanya gangguan pada peralatan sepanjang
proses aliran batubara.
Page | 1
1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan ( PKL )
%erja Praktek bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada +ahasiswa0
1. +emenuhi kewajiban beban kuliah ( Praktek %erja.
2. +embandingkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktek nyata di
lapangan
3. +emperoleh gambaran bagi mahasiswa tentang keadaan dunia kerja.
'. +emahami konsep/konsep non akademis dan non teknis di dunia kerja yang nyata
tetapi tidak terbatas pada0 4hubungan atasan/bawahan5# 4hubungan sesama kolega5#
4dead-line5# 4ketidakpastian dan ketidakkonsistenan spesifikasi5# 4penerapan
lapangan yang terkadang tidak sesuai dengan teori akademis5.
6. +enambah pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa dalam bidang teknologi
informasi# khususnya dalam bidang pengelolaan sistem informasi.
). -ntuk memperluas &akrawala berpikir bagi mahasiswa program studi sistem
informasi dalam rangka pelaksanaan Tri $harma Perguruan Tinggi.
7. +elatih diri untuk dapat bersosialisasi# dan bekerja sama dalam dunia kerja.
1.3 Sejarah perusahaan
Proyek Tanjung Jati B dimulai sebagai bagian dari regulasi lanjutan dalam
infrastruktur tenaga listrik sejak awal 8*an yang membuka peluang pihak swasta untuk
berinvestasi pada sektor pembangkitan tenaga listrik.
Proyek ini bermula pada 188' dengan penandatangan Persetujuan Pembelian Tenaga Listrik
antara PLN dan PT 9! Power Tubanan ! yang akan membangun dan mengoperasikan
pembangkit listrik tenaga uap sebesar 2 ( ))1 +, Tanjung Jati B. .aat itu# %ontrak Teknik#
Perolehan dan %onstruksi (Enggineering, Procurement, and Construction/:P" untuk
konstruksi pembangkit diberikan kepada .umitomo "orporation (." dan mulai bekerja pada
tahun 1886.
,alaupun dokumen ;mdal PLT- ini sudah disetujui oleh kementrian :.$+ tahun 188'#
namun serangan krisis finansial ;sia pada tahun 1887 menghan&urkan sektor industri dan
Page | 2
ekonomi termasuk di !ndonesia yang mengalami krisis terburuk. ;kibatnya# tahun 188<
pekerjaan konstruksi Tanjung Jati B harus ditunda.
.ejak tahun 2**2 seiring berakhirnya masa krisis# perekonomian !ndonesia kembali
menggeliat dan suplai listrik mulai jelas terasa kurang mendukung aktivitas perkembangan
ekonomi. Proyek Tanjung Jati B menjadi prioritas penyelamat ketersediaan energi listrik
terutama di Jawa Bali dan +adura. Berbagai pembi&araan dilakukan di untuk menemukan
&ara memulai kembali proyek pembangunan Pembangkit Tanjung Jati B.
." berinisiatif untuk melanjutkan proyek yang tahapan pembangunannya men&apai lebih dari
6*= ini. Berbagai pilihan dipertimbangkan sebelum Pemerintah !ndonesia menyetujui skema
kontrak finansial dan pembagian keuntungan. .kema tersebut melibatkan pendirian
perusahaan dengan fungsi khusus oleh ." yakni# PT "entral Java Power ("JP.
Pembangkitan Tanjung Jati B merupakan pembangkit yang dimiliki oleh swasta dan ada
perjanjian kontrak dengan PT. PLN (Persero. Pihak swasta dipegang oleh "JP ("entral Java
Power yang terdiri dari +ed&o >inlandia dan TJB/P. (Tanjung Jati B ? Power .ervi&e.
Perjanjian kontrak antara "JP dan PT. PLN (Persero disebut dengan >L; (>inan&e Leasing
;greement dan badan yang mengurusi perjanjian tersebut adalah :s&ow ;gent. PT. PLN
prinsip mengawasi bidang operasi pembangkit beserta pemeliharaannya# .upply Batu Bara
dan Perjanjian dengan pihak pertambangan# dan pihak perjanjian dengan pihak kapal laut.
.e&ara garis besar# Pihak "JP juga menerima sebagian keuntungan dari pendapatan
pengoperasian sesuai dengan proporsi dalam persetujuan. diperlihatkan pada gambar 1.1
@ambar 1.1
Perjanjian Aperasi pembangkit dan mekanik pada unit 1 dan 2# terdiri atas bidang operasi#
bidang pemeliharaan# bidang keuangan# dan bidang %3L (%esehatan# %eselamatan %erja dan
Page | 3
Lingkungan. Bidang operasional berfungsi mengawasi persoalan/persoalan yang terjadi
dengan masalah operasi di bidang pembangkit# dalam hal ini adalah ""B ("entral "ontrol
Boom. Bidang pemeliharaan berfungsi mengawasi pemeliharaan yang terjadi di unit.
Pemeliharaan men&akup pengadaan barang# perubahan design atau disebut dengan P+.
(Plant +odifi&ation .ystem dan Pemeliharaan yang terjadi di unit. Bidang keuangan
berfungsi mengatur keluar dan masuknya masalah uang yang terjadi di unit. Bidang %3L
berfungsi mengawasi keselamatan para pekerja dan mengawasi masalah lingkungan.
1.4. Visi dan isi Perusahaan
Cisi 0
+enjadi pengelola pembangkit kelas dunia yang kompetitif dengan bertumpu pada
potensi insani
+isi 0
+enjalankan Pengelolaan bisnis unit pembangkit sesuai kontak >L; PLT- TJB
se&ara dinamis untuk memberikan keuntungan bagi PLN dan stakeholder
+elaksanakan pengelolaan pembangkit yang best practice# sehingga didapatkan
kinerja yang handal dan efisien sampai masa leasing dan menjaga pasokan energi
yang berkesinambungan
+engoperasikan pembangkit dengan tata kelola yang e(ellent se&ara aman# ramah
dan peduli lingkungan
+engelola .$+ se&ara profesional dan berkelanjutan sehingga didapatkan .$+
yang kompeten dalam mengelola pembangkit
BAB 2
Page | 4
P!BA"ASA# P$K$K
2.1 Sekilas tentang Siste% &'al "andling Tanjung (ati B
""B (Central Control Room yang mengawasi dan mengambil alih semua proses
"oal 9andling.
@ambar 2.1
Peralatan utama yang terdapat di Sistem Coal Handling Tanjung jati B0
1. .hip -nloader
.hip -nloader ( .hilo merupakan peralatan yang di gunakan untuk memindahkan
batubara yang terdapat pada kapal angkutan menuju ke Conveyor. Peralatan ini terdiri
dari 2 buah grab yang memiliki ke&epatan pembongkaran ma( 16** tonDjam.
2. "onveyor
"enveyor merupakan peralatan untuk memindahkan batu bara dari Ship nloader
sampai dengan !ripper "alery# terdiri atas sepuluh bagian seperti pada gambar 2.1.
+asing/masing &onveyor terdiri atas 2 line# ke&uali pada &onveyor 1*'. Conveyor
memiliki kapasitas sekitar 1*** ? 16** tonDjam dengan ke&epatan 2#6 mDs.
3. Transfer Tower
Transfer Tower merupakan peralatan untuk memindah batubara dari Line Conveyor ;
ke Conveyor berikutnya# jika ada masalah dari salah satu Line Conveyor tersebut. ;da
8 !rans#er !o$er seperti gambar 2.1
'. .ta&ker E Be&laimer
Page | 5
!ni adalah satu alat yang memiliki 2 fungsi yaitu Stacking % Reclaiming# Stacker %
Reclaimer merupakan peralatan untuk menaruhDmenata batubara di &oal yard dan
mengambil batubara dari &oal yard# peralatan ini mempunyai 2 Stacker % Reclaimer
seperti gambar 2.1# Stacker memiliki kapasitas 16**/1)6* tonDjam sedangkan
Reclaimer memiliki kapasitas 1***/11** tonDjam.
6. "rusher Building
"rusher Building adalah suatu bangunan yang didalamnya terdapat beberapa alat
untuk menghan&urkan batubara yaitu &ibrating Screen dan Crusher. &ibrating Screen
berfungsi untuk mengayak batubara# batubara yang tidak lolos di &ibrating Screen
masuk ke Crusher. &ibrating Screen berkapasitas 1*** tonDjam sedangkan Crusher
dapat menghan&urkan <** tonDjam.
). Tripper @alery
Tripper @alery merupakan peralatan untuk mendistribusikan batubara ke tempat
penyimpanan (silo# setiap unit mempunyai ) silo# setiap silo mempunyai kapasitas
66* ton.
2.2 &'al "andling &'ntr'l S)ste%
.e&ara garis besar sistem kontrol coal unhandling di PLT- Tanjung Jati B terdiri dari
) komputer ( 2 server# 1 enginering# 3 operator# masing/masing komputer ini mempunyai
fungsi sebagai berikutF
+engendalikan seluruh proses pada &oal handling #( server
+elakukan modifikasi terhadap peralatan &oal handling# ( engineer
+onitoring seluruh proses &oal handling # (Aperator
.emua peralatan pada sistem &oal handling telah terintegrasi atau terhubung dengan
komputer# dan komputer tersebut mengunakan PL" (Progammable Logic Controller. PL"
+erupakan 0
Page | 6
1. Programmable# menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan
program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah/ubah fungsi atau kegunaannya.
2. Logi&# menunjukkan kemampuan dalam memproses input se&ara aritmatik dan logi&
(;L-# yakni melakukan operasi membandingkan# menjumlahkan# mengalikan#
membagi# mengurangi# negasi# ;N$# AB# dan lain sebagainya.
3. "ontroller# menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga
menghasilkan output yang diinginkan.
.e&ara umum fungsi dari PL" adalah sebagai berikut 0
1. %ontrol .ekuensial
PL" memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk
keperluan pemrosesan teknik se&ara berurutan (sekuensial# disini PL" menjaga agar
semua step D langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.
2. +onitoring Plant
PL" se&ara kontinu memonitor suatu sistem dan mengambil tindakan yang
diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi
batas atau menampilkan pesan tersebut ke operator.
PL" yang digunakan di area &oal handling adalah 'llan (radley dan Schneider. -ntuk
Conveyor,Stacker % Reclaimer, Crusher, !ripper menggunakan 'llan (radley, untuk Program
Logi( menggunakan software RSLogi) *+++# +i&roLogi( menggunakan software yaitu
RSLogi) *++# untuk komunikasinya menggunakan software RSLink# dan human me&hine
interfa&e (9+! menggunakan software Pro#icy ,#i) -.*. .edangkan /etty menggunakan
Schneider jenis 0odicon# dibagian Ship nloader nya mengunakan PL" Schneider jenis
0odicon untuk programnya menggunakan software Concept 1.2# dan untuk human me&hine
interfa&e (9+! menggunakan software &i3eo Designer.
Page | 7
@ambar 2.2
@ambar 2.3 PL" ;llen Bradley
Page | 8
@ambar 2.' PL" ;llen Bradley
.emua komputer P" di ruang &ontrol pada dasarnya saling berhubungan satu dengan
yang lain# untuk saling terhubung komputer/komputer di ""B memasang kabel -TP yang
dipasang pada Connector R3 -* dengan susunan kabel jenis Croos# karena saat mengirim atau
menerima data antara dua perangkat komputer atau lebih# satu pihak akan berperan sebagai
pengirim sementara yang lain sebagai penerima. .emua ini dilakukan melalui kabel jaringan
yang terdiri dari beberapa pasang kabel. Beberapa kabel ini digunakan untuk mengirim data#
sedangkan yang lain digunakan untuk menerima data. Pada dasarnya kita perlu
menghubungkan jalur TG (trasmit dari satu ujung ke BG (re&eive. Jika ada hub# proses
penghubungan jalur TG dengan BG ini telah diselesaikan oleh hardware hub. (lihat gambar
2.6
Page | 9
@ambar 2.6
+enan&apkan satu konektor BJ /'6 yang telah terpasang pada kabel -TP ke salah
satu port pada swit&hDhub dan pada P".
@ambar 2.) merupakan swit&h atau hub yang dipakai di ""B
!P adalah 4sebuah nomor yang digunakan untuk akses ke !nternet atau suatu jaringan
komputer. .etiap komputer yang terhubung dengan internet atau jaringan harus memiliki
nomor !P yang berbeda. !P yang dipakai di ""B Coal Handling
/ !P address0 182.1)<.*.1
/.ubnet mask 266.266.266.*
/default gateway 182.1)<.*.1
.
Page | 10
@ambar 2.7
!P diatas adalah !P default (!P yang diberikan pabrikan yg membuat dari 4s 5indo$s.
2.3 e%'nit'ring Pr'ses &'al "andling S)ste%
.emua proses Coal Handling System dapat dilihat dan di&ontrol oleh ""B Coal Handling.
$ari mulainya batubara diambil dari kapal angkut sampai ke tempat penyimpanannya. Proses
Coal Handling adalah proses penanganan atau pemeliharaan batubara untuk bahan bakar.
Pada proses Coal Handling System# ada beberapa peralatan yang digunakan yaitu Ship
nloader, Conveyor, !ran#er !o$er, Stacking % Reclaimer, Crusher (uilding, !ripper "alery.
$i /etty kapal yang mengangkut batubara diambil batubaranya# yang disebut dengan proses
Stacking. Proses ini menggunakan alat yang namanya Ship nloader# Ship nloader adalah
alat yang di gunakan untuk memindahkan batubara yang terdapat pada kapal angkutan ke
&oal yard# dan dikombinasikan dengan sistem bongkar batubara (Coal nloading System#
Coal Handling System mendistribusikan batubara dari dermaga ke &oal yard untuk
penyimpanan melalui Stacking % Reclaiming System.
Batu bara yang sudah diambil dari kapal dimasukkan ke shilo untuk diteruskan Conveyor
menuju ke &oal yard. Conveyor adalah peralatan untuk mendistribusikan batu bara dari Ship
nloader sampai dengan !ripper "alery# terdiri atas sepuluh bagian. +asing/masing
Conveyor terdiri atas 2 line (Line ; E B.
Page | 11
Stacker & Reclaimer conveyor
`
Si! "nloa#er
@ambar 2.<
Batubara yang dibawa conveyor dari ship unloader ke tripper galery akan melalui alat yang
namanya !rans#er to$er. Jika conveyor ; sistemnya mengalami eror akan dipindahkan oleh
trans#er to$er ke line conveyor B begitu sebaliknya. !rans#er to$er akan se&ara otomatis
memindahkan batubara ke line conveyor lain jika ada conveyor yang mengangkut batubara
mengalami eror pada sistemnya.
Page | 12
@ambar 2.8 "rusher Building
Batubara yang di bawa conveyor dari ship unloader akan masuk ke coal yard. Coal yard
menampung sekitar <**rb ton batubara. $i coal yard ada alat yang namanya
Stacker%Reclaimer# stacker yang akan menaruh batubara di coal yard. Stacker%Reclaimer
mempunyai 2 fungsi menaruhDmenata batubara di &oal yard dan mengambil batubara dari
coal yard. $ari coal yard batubara akan diambil reclaimer ke conveyor# dan conveyor akan
meneruskan ke crusher building . $i Crusher (uilding batubara akan dihan&urkan menjadi
ke&il/ke&il# "rusher Building dapat menghan&urkan <** tonDjam. .etelah keluar dari Crusher
building batu bara dibawa conveyor ke !ripper "alery# !ripper "alery merupakan peralatan
untuk memindahkan batubara ke tempat penyimpanan (silo# setiap unit mempunyai ) silo#
setiap silo mempunyai kapasitas 66* ton.
@ambar 2.1*
$ari proses tersebut ""B dapat meng&ontrol semua proses Coal handling system. Proses
Coal Handling system dapat dilakukan se&ara otomatis tapi harus memenuhi syarat# yaitu
semua peralatan harus pada diposisikan 6Remote7 dan peralatan yang akan dijalankan tidak
mengalami kerusakan.
Page | 13
@ambar 2.11 &ontoh ship unloader pada posisi remote
.eperti gambar 2.11 lampu indikator berwarna merah# pada layar yang digunakan
lampu berwarna merah menunjukkan diaktifkan sedangkan yang berwarna hijau
menunjukkan pasif atau tidak dijalankan.
@ambar 2.12 proses coal handling
2.4 Studi kasus di Coal Handling Tanjung Jati B
"enveyor merupakan peralatan untuk memindahkan batu bara dari Ship nloader
sampai dengan !ripper "alery. ;da 2 line Conveyor di Coal Handling !an3ung /ati ( # line
&onveyor ; dan line &onveyor B. .etiap Conveyor memiliki kapasitas sekitar 1*** ? 16**
tonDjam dengan ke&epatan 2#6 mDs. !rans#er !o$er merupakan peralatan untuk memindah
batubara dari line &onveyor ; ke line &onveyor B dan sebaliknya# jika ada masalah dari salah
Page | 14
satu line &onveyor tersebut. $engan memindahkan line &onveyor ini proses Coal Handling
dapat dijalankan kembali .
$i !rans#er !o$er terdapat Pro)imity sensor yang berfungsi untuk mengirimkan
sinyal ke layar monitor di ""B# sensor yang dipakai adalah sensor logam. $engan adanya
Pro(imity sensor tersebut perpindahan line dari &onveyor ; ke &onveyor B atau sebaliknya
dapat terba&a pada komputer ""B. "ara kerja Pro)imity sensor# sensor ini bekerja
berdasarkan jarak obje&t terhadap sensor# ketika ada obje&t logam yang mendekat kepadanya
dengan jarak yang sangat dekat 6 mm misalkan# maka sensor akan bekerja dan
menghubungkan kontaknya# kemudian melalui kabel yang tersedia bisa dihubungkan ke
perangkat lainnya seperti lampu indikator# relay# dan lain/lain. Pada saat sensor ini sedang
bekerja atau mendeteksi adanya logam (besi maka akan ditandai dengan lampu ke&il
berwarna merah atau hijau yang ada dibagian atas sensor# sehingga memudahkan kita dalam
memonitor kerja sensor atau ketika melakukan preventive maintena&e. seperti terlihat pada
gambar 2.13 berikut#
@ambar 2.13 tuas pada pro(imity line ;

Page | 15
@ambar 2.1'
Pada proses perpindahan line# terdapat kendala yang memungkinkan proses Coal
Handling berhenti. %emungkinan sinyal di PL" ada masalah# tidak terba&anya sinyal dari
Pro)imity sensor ke layar komputer di ""B# .aat ini logi& yang digunakan untuk Pemba&aan
sinyal yang dikirimkan dari lo&al adalah seperti berikut0
; B Not(Not ; or B Not ( Not B or ; Aut ; Aut B
* * * * * *
* 1 * 1 * 1
1 * 1 * 1 *
1 1 * * * *
Page | 16
@ambar 2.16 @erbang Logi& yang dipakai sekarang
$an Pro)imity sensor tersebut sesuai dan tidak ada masalah yang serius untuk
pemba&aan sensor nya. Ternyata masalah ketika sinyal yang dikirimkan dari lo&al tidak
diterima oleh komputer ""B# ini disebabkan Pro)imity sensor tersebut tertutup debu atau
batubara yang jatuh kebawah dan menghalangi Pro)imity sensor sehingga tidak ada sinyal
yang dikirim ke ""B# akibatnya Conveyor yang berada diatasnya tidak dapat mendukung
proses Coal Handling berhenti sampai sinyal ke ""B terba&a kembali. ;tau bisa di pasang
Cover (o) sehingga tidak tertutup debu dan terhalang batubara yang jatuh.
Ba* 3
Penutup
Kesi%pulan
Pada keseluruhan pembahasan dalam proses sistem coal handling menggunakan
peralatan seperti .hip -nloader# "onveyor# Transfer Tower# .ta&ker E Be&laimer# "rusher#
Tripper galery. dan dalam proses coal handling juga dapat dilakukan se&ara otomatis dengan
syarat2 tertentu# dan juga dapat melihat proses coal handling di layar komputer ""B karena
di PLT- tanjung Jati B menggunakan PL" ( Progammable Logi& "ontrol. PL" yang di
gunakan adalah 'llan (radley dan Scnaider# dengan menggunakan PL" dapat mengontrol
Page | 17
semua proses coal handling mulai dari .hip -nloader sampai ke Tripper @alery di ""B coal
handling yang ada di &oal yard.
Saran
Jika Pro)imity sensor dibiarkan terkena debu maka akan mempengaruhi proses Coal
Handling jadi untuk mengatasi kendala ini bisa di pasang Cover (o) sehingga tidak tertutup
debu dan terhalang batubara yang jatuh.
+a,tar Pustaka
http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd
http://www.pln.co.id/kittjb/
http0DDt*.gstati&.&omDimagesH
IJtbn0;Nd8@&TrP3"m&pspah7rnK%C7%9LuBthsN2v,@2Mh:K:PN,*:@d2T7%nEtJ1
http0DDwww.s&ribd.&omDdo&D<86)'77'
http0DDbengkelulik.blogspot.&omD2*11D*1Dsensor/pro(imity.html
Page | 18