Anda di halaman 1dari 10

THYRISTOR

Thyristor adalah komponen semikonduktor untuk pensaklaran yang berdasarkan pada


strukturPNPN. Komponen ini memiliki kestabilan dalam dua keadaan yaitu on dan off serta
memiliki umpan-balik regenerasi internal. Thyristor memiliki kemampuan untuk mensaklar arus
searah (DC) yaitu jenis C!" maupun arus bolak-balik (#C)" jenis T!$#C.
Struktur Thyristor
Ciri-%iri utama dari sebuah thyristor adalah komponen yang terbuat dari bahan semi%ondu%tor
sili%on. &alaupun bahannya sama" tetapi struktur P-N jun%tion yang dimilikinya lebih kompleks
dibanding transistor bipolar atau '(. Komponen thyristor lebih digunakan sebagai saklar
(switch) ketimbang sebagai penguat arus atau tegangan seperti halnya transistor.

Gambar-1 : Struktur Thyristor

truktur dasar thyristor adalah struktur ) layer PNPN seperti yang ditunjukkan pada gambar-*a.
+ika dipilah" struktur ini dapat dilihat sebagai dua buah struktur jun%tion PNP dan NPN yang
tersambung di tengah seperti pada gambar-*b. $ni tidak lain adalah dua buah transistor PNP dan
NPN yang tersambung pada masing-masing kolektor dan base. +ika di,isualisasikan sebagai
transistor -* dan -." maka struktur thyristor ini dapat diperlihatkan seperti pada gambar-. yang
berikut ini.
Gambar-2 : visualisasi dengan transistor
Terlihat di sini kolektor transistor -* tersambung pada base transistor -. dan sebaliknya
kolektor transistor -. tersambung pada base transistor -*. !angkaian transistor yang demikian
menunjukkan adanya loop penguatan arus di bagian tengah. Dimana diketahui bah/a Ic = I b"
yaitu arus kolektor adalah penguatan dari arus base.
+ika misalnya ada arus sebesar $b yang mengalir pada base transistor -." maka akan ada arus $%
yang mengalir pada kolektor -.. #rus kolektor ini merupakan arus base $b pada transistor -*"
sehingga akan mun%ul penguatan pada pada arus kolektor transistor -*. #rus kolektor transistor
-* tdak lain adalah arus base bagi transistor -.. Demikian seterusnya sehingga makin lama
sambungan PN dari thyristor ini di bagian tengah akan menge%il dan hilang. Tertinggal hanyalah
lapisan P dan N dibagian luar.
+ika keadaan ini ter%apai" maka struktur yang demikian todak lain adalah struktur dioda PN
(anoda-katoda) yang sudah dikenal. Pada saat yang demikian" disebut bah/a thyristor dalam
keadaan (N dan dapat mengalirkan arus dari anoda menuju katoda seperti layaknya sebuah
dioda.
Gambar-3 : Thyristor diberi tegangan
0agaimana kalau pada thyristor ini kita beri beban lampu d% dan diberi suplai tegangan dari nol
sampai tegangan tertentu seperti pada gambar 1. #pa yang terjadi pada lampu ketika tegangan
dinaikkan dari nol. 2a betul" tentu saja lampu akan tetap padam karena lapisan N-P yang ada
ditengah akan mendapatkan reverse-bias (teori dioda). Pada saat ini disebut thyristor dalam
keadaan OFF karena tidak ada arus yang bisa mengalir atau sangat ke%il sekali. #rus tidak dapat
mengalir sampai pada suatu tegangan reverse-bias tertentu yang menyebabkan sambungan NP
ini jenuh dan hilang. Tegangan ini disebut tegangan breakdown dan pada saat itu arus mulai
dapat mengalir mele/ati thyristor sebagaimana dioda umumnya. Pada thyristor tegangan ini
disebut tegangan breakover Vbo.
1. Silicon Controlled Rectifier (SCR
C! merupakan jenis thyristor yang terkenal dan paling tua" komponen ini tersedia dalam
rating arus antara 3".4 hingga ratusan amper" serta rating tegangan hingga 4333 ,olt.
truktur dan simbol dari C! dapat digambarkan seperti pada gambar diba/ah 5.
Gambar struktur dan simbol dari SCR
edangkan jika didekati dengan struktur transistor" maka struktur C! dapat digambarkan
seperti pada gambar diba/ah 5

6ambar truktur C! jika didekati dengan struktur transistor.
Kondisi a/al dari C! adalah dalam kondisi (77 (# dan K tidak tersambung). alah satu
%ara untuk meng-(N kan (menyambungkan antara # dan K) adalah dengan memberikan
tegangan pi%u terhadap 6 (gate). ekali C! tersambung maka C! akan terjaga dalam
kondisi (N (dapat dilihat pada struktur transistor 6ambar .). 8ntuk mematikan
sambungan #-K" maka yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan tegangan balik
pada #-K-nya" atau dengan menghubungkan 6 ke K. 6ambar 1 berikut adalah
karakteristik ,olt-amper C! dan skema aplikasi dasar dari C!.

6ambar Karakteristik dan skema aplikasi C!.
!. Tri"c
Triac dapat dianggap sebagai dua buah SCR dalam struktur kristal tunggal, dengan demikian
maka Tria% dapat digunakan untuk melakukan pensaklaran dalam dua arah (arus bolak
balik" #C). imbol dan struktur Tria% adalah seperti ditunjukan dalam gamabr diba/ah 5
6ambar simbol dan struktur Tria%.
Karena se%ara prinsip adalah eki,alen dengan dua buah C! yang disusun se%ara paralel
dengan salah C! dibalik maka Tria% memiliki sifat-sifat yang mirip dengan C!.
6ambar diba/ah adalah gambar karakteristik ,olt-amper dan skema aplikasi dari Tria%.


6ambar Karakteristik dan skema aplikasi Tria%.
+ika T!$#C sedang OFF" arus tidak dapat mengalir diantara terminal-terminal utamanya
(saklar terbuka). +ika T!$#C sedang ON" maka dengan tahanan yang rendah arus mengalir
dari satu terminal ke terminal lainnya dengan arah aliran tergantung dari polaritas tegangan
yang digunakan (saklar tetutup).
#rus rata-rata yang dialirkan pada beban dapat ber,ariasi oleh adanya perubahan harga
/aktu setiap perioda ketika T!$#C tersebut ON. +ika porsi /aktu yang ke%il saat kondisi
ON" maka arus rata-ratanya akan tinggi.
Kondisi suatu T!$#C pada setiap perioda tidak dibatasi hingga *93
o"
dengan pengaturan
pi%u dia dapat menghantarkan hingga 1:3
o
penuh. Tegangan gate untuk pemi%u buasanya
diberi notasi VGT , dan arus gate pemi%u dinotasikan dengan IGT.
6ambar !angkaian pi%u T!$#C
elama setengah perioda negati,e" muatan negati,e akan berada pada plat bagian atas
kapasitor dan jika tegangan yang berada pada kapasitor telah men%ukupi" maka T!$#C akan
ON.
Ke%epatan pengisian kapasitor diatur oleh hambatan !." dimana jika !. bernilai besar" maka
pengisisannya akan lambat sehingga terjadi penundaan penyalaan yang panjang dan arus
rata-ratanya ke%il. +ika !. bernilai ke%il" maka pengisian kapasitor akan %epat dan arus
bebannya tinggi.
6ambar D$#C sebagai pengendali T!$#C
!angkaian tersebut menggunakan D$#C sebagai pengen dali pi%u. Prinsip kerjanya" jika
tegangan input berada pada setengah periode positif" maka kapasitor akan terisi muatan
melebihi beban dan hambatan !. jika tegangan kapasitor men%apai tegangan breako,er
D$#C" maka kapasitor mulai mengosongkan muatan melalui D$#C ke gerbang (gate)
T!$#C.
Pulsa trigger T!$#C akan menghantarkan T!$#C pada setengah perioda tadi dan untuk
setengah perioda berikutnya (negati,e) prinsipnya sama.
ekali T!$#C dihidupkan" maka dia akan menghantarkan sepanjang arus yang mengalir
melaluinya tetap dipertahankan. T!$#C tidak dapat dimatikan oleh arus balik layaknya
suatu C!. T!$#C dapat dimatikan dan kembali pada kondisi menghambat" ketika arus
beban #C yang mele/atinya berharga nol (3)" sebelum setengah perioda lainnya digunakan.
7aktor ini akan membatasi frekuensi respon yang dimiliki oleh T!$#C tersebut.
0agi beban-beban resitif" /aktu yang tersedia guna mematikan suatu T!$#C akan lebih
panjang dari titik ketika arus bebannya jatuh hingga /aktu dimana tegangan balik men%apai
nilai yang dapat menghasilkan arus lat%hing yang dibutuhkan.
edangkan bagi beban-beban induktif komutasinya akan lebih rumit lagi" dimana jika arus
beban jatuh dan T!$#C berhenti menghantar" maka tegangan masih ada pada piranti
tersebut. +ika tegangannya mun%ul terlalu %epat" maka akibat yang dihasilkan oleh
persambungan kapasitansi adalah tetap menghantarnya T!$#C tersebut. 8ntuk itu maka
sering digunakan rangkaian pengaman yang dapat mengubah nilai perubahan (!ange of
Change) tegangan T!$#C.
#dapun pengaturan tegangan bolak-balik dengan menggunakan T!$#C ditunjukkan pada
gambar diba/ah ini.
Contoh penggunaan T!$#C5
Pemakaian motor arus bolak-balik * fasa banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari
dibandingkan dengan motor arus searah. Pengontrolan pun sekarang sudah banyak
ragamnya dari mulai pengaturan putaran sampai pada proteksinya.
#. $I%C
Kalau dilihat strukturnya seperti gambar-9a" D$#C bukanlah termasuk keluarga thyristor"
namun prisip kerjanya membuat ia digolongkan sebagai thyristor. D$#C dibuat dengan
struktur PNP mirip seperti transistor. ;apisan N pada transistor dibuat sangat tipis sehingga
elektron dengan mudah dapat menyeberang menembus lapisan ini. edangkan pada D$#C"
lapisan N di buat %ukup tebal sehingga elektron %ukup sukar untuk menembusnya. truktur
D$#C yang demikian dapat juga dipandang sebagai dua buah dioda PN dan NP" sehingga
dalam beberapa literatur D$#C digolongkan sebagai dioda.
Gambar-8 : Struktur dan simbol !"#
ukar dile/ati oleh arus dua arah" D$#C memang dimaksudkan untuk tujuan ini. <anya
dengan tegangan breakdown tertentu barulah D$#C dapat menghantarkan arus. #rus yang
dihantarkan tentu saja bisa bolak-balik dari anoda menuju katoda dan sebaliknya. Kur,a
karakteristik D$#C sama seperti T!$#C" tetapi yang hanya perlu diketahui adalah berapa
tegangan breakdown-nya.
imbol dari D$#C adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar-9b. D$#C umumnya
dipakai sebagai pemi%u T!$#C agar (N pada tegangan input tertentu yang relatif tinggi.
Contohnya adalah aplikasi dimmer lampu yang berikut pada gambar-=.
Gambar $ : %angkaian immer
+ika diketahui $6T dari T!$#C pada rangkaian di atas *3 m# dan >6T ? 3.@ ,olt. ;alu
diketahui juga yang digunakan adalah sebuah D$#C dengan >bo ? .3 >" maka dapat dihitung
T!$#C akan (N pada tegangan 5
& = I'T(R(&bo(&'T = 1!).* &
Gambar-1& : Sinyal keluaran T%!"#
Pada rangkaian dimmer" resistor ! biasanya diganti dengan rangkaian seri resistor dan
potensiometer. Di sini kapasitor C bersama rangkaian ! digunakan untuk menggeser phasa
tegangan >#C. ;ampu dapat diatur menyala redup dan terang" tergantung pada saat kapan
T!$#C di pi%u.