Anda di halaman 1dari 28

0

Formatted: Left






POLA PEMBINAAN
PROGRAM PENYELENGGARAAN
PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C













DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2014



Draf 2
DRAF AWALNASKAH HASIL
PERMATA BDG
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font: 20 pt
Formatted: Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt
Formatted: Font: 10 pt
Pola Pembinaan Program Paket C 1 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
KATA PENGANTAR

Program Paket C adalah bentuk program layanan pendidikan yang disediakan
negara dalam rangka menjamin hak masyarakat warga negara terhadap untuk
mendapatkan layanan pendidikan tingkat menengah umum. Khususnya hak
masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan menengah atas. Hal ini
merupakan perwujudan dari amanat Undang-undang Dasar tahun 1945 bahwa setiap
warga negara berhak mendapat pendidikan, serta Undang-undang Sistem Pendidikan
Nasional bahwa Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh
pendidikan yang bermutu.
Demi terselenggara pengelolaan dan penyelenggaraan Program Paket C, perlu
dilakukan pembinaan. Kegiatan pembinaan dilakukan secara berjenjang dari Pusat
hingga Daerah sesuai dengan kewenangannya. Di tingkat Pusat pembinaan Pprogram
Paket C dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA yang sejak tahun 2011 memiliki
tupoksi melakukan pembinaan SMA dan kesetaraan SMA, . sedangkan Sedangkan
pembinaan di tingkat daerah menjadi tugas instansi instansi terkait di daerah yang
memiliki kewenangan di bidang pendidikan.
Naskah Naskah Pola Pembinaan Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan
Program Paket C ini disusun dalam rangka memberi arah terhadap pola pembinaan
Program Paket C secara utuh dan lengkap, baik dalam pengelolaan maupun
penyelenggaraan. , sehingga Dengan demikian, diharapkan ke depan pengelolaan dan
penyelenggaraan Program Paket C dapat terlaksana dilakukan sesuai dengan landasan
aspek filosofis, landasan yuridis, landasan konseptual, serta dan aspek landasan
empirik pendidikan non formal. Melalui pengelolaan Program Paket C yang baik,
layanan pendidikan bagi warga negara yang membutuhkan layanan pendidikan di
jalur pendidikan non formal dapat terpenuhi dengan mutu yang baikdipenuhi.

Jakarta,................ Maret 2014
Direktur Pembinaan SMA

Pola Pembinaan Program Paket C 2 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1


Haris Iskandar, Ph.D



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................ ii

BAB I: PENDAHULUAN ................................................................................
A. Latar Belakang .............................................................................................
B. Landasan .......................................................................................................
C. Tujuan ...........................................................................................................
D. Sasaran .........................................................................................................

DE. Hasil yang Diharapkan ................................................................................
F. Pengertian ......................................................................................................

BAB II: POLA PEMBINAAN ........................................................................
A. Mekanisme Pembinaan .................................................................................
1. Direktorat Pembinaan SMA .......................................................................
2. Dinas Pendidikan Provinsi .........................................................................
3. Dinas Pendidikan Kab/Kota .......................................................................
4. Lembaga Pendukung ..................................................................................

B. Strategi Pelaksanaan ......................................................................................
1. Perencanaan Pembinaan .............................................................................
2. Pengorganisasian .......................................................................................
3. Pelaksanaan ...............................................................................................
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Space After: 0 pt
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 3 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
4. Pengendalian dan Pengawasan ...................................................................
5. Tindak lanjut ..............................................................................................


BAB III: PENUTUP .......................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 4 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam rangka memenuhi hak warga negara untuk mendapatkan terhadap
pendidikan, negara telah menyediakan tiga jalur pendidikan, yakni jalur formal,
non formal, dan informal. Jalur pendidiIkan non formal berfungsi sebagai
pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal. Salah satu jenis
pendidikan nonformal yang dapat dilakukan secara berjenjang adalah
Ppendidikan Kesetaraankesetaraan. Jenis pendidikan ini berfungsi sebagai
pengganti pendidikan formal. Pendidikan kesetaraan pada jenjang pendidikan
menengah adalah Program Paket C yang merupakan program setara SMA.
Program Paket C disiapkan untuk menjamin tersedianya layanan pendidikan bagi
mereka yang memerlukan layanan pendidikan menengah akan tetapi terkendala
akses ke pendidikan formal. Kendala terutama disebabkan antara lain oleh faktor
usia, geografi, ekonomi, sosial budaya, atau hukum. Program Paket C juga untuk
menjamin tersedianya layanan pendidikan bagi mereka yang dengan kesadaran
sendiri memilih layanan pendidikan nonformal dalam memperoleh hak
pendidikannya.
adalah program Pendidikan Kesetaraan pada jenjang pendidikan menengah
setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Program Paket C disiapkan
untuk menjamin tersedianya layanan pendidikan bagi mereka yang memerlukan
layanan pendidikan berjenjang akan tetapi terkenda akses ke pendidikan formal
(SMA) yang disebabkan karena faktor usia, geografi, ekonomi, sosial budaya,
maupun faktor lain yang menghambat, atau karena dengan kesadarannya sendiri
memilih layanan pendidikan non formal. Layanan ini disiapkan untuk memenuhi
hak seluruh warga negara.
Sesuai fungsinya tersebut, maka program pada jalur pPendidikan nonformal
memiliki karateristik yang berbeda dengan jalur pendidikan formal. Perbedaan
dapat dilihat dari berbagai segi. Mulai dari pola rekrutmen warga belajar, proses
pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajarpenilaian terhadap ketercapaian
Pola Pembinaan Program Paket C 5 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
kompetensi. , hingga proses uji penyetaraan. Hasil pendidikan nonformal dapat
dihargai setara dengan hasil pendidikan formal setelah melalui uji kesetaraan.
Pendidikan nonformal diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh, dan untuk
masyarakat.
Untuk menjamin terselenggaranya layanan pendidikan nonformal yang bermutu
maka perlu dilakukan pembinaan yang terpadu. Oleh karena itu, pPembinaan
Pprogram Paket C meliputi pembinaan dalam pengelolaan dan pembinaan dalam
penyelenggaraan.
Tugas pembinaan Program Paket C berada di Direktorat Kesetaraan di bawah
Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal. Dengan berlakunya SOTK baru di
lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka pada 2012 tugas
pembinaan Program Paket C menjadi bagian dari tugas Direktorat Pembinaan
SMA.
harus dilakukan dengan pemahaman yang mendalam mengenai aspek filosofis,
yuridis, prinsip-prinsip, hingga teknis operasional dalam menyediakan layanan
pendidikan bagi masyarakat tersebut.
Dalam pembinaannya, semula pendidikan kesetaraan ditangani oleh Direktorat
Pendidikan Kesetaraan di bawah Ditjen Pendidikan Non formal. Ketika itu
pengelolaan pendidikan di Kementerian Pendidikan ditangani per jalur. Namun,
dengan adanya rsterukturisasi, pananganan pembinaan pendidikan dilakukan per
jenjang, maka pendidikan kesetaraan menengah atas (Paket C) dikelola oleh
Direktorat Pembinaan SMA dan Dinas terkait di daerah.
S
elama ini, pPembinaan Program Paket C merupakan aktivitas strategis mengingat
program ini sangat membantu warga negara dalam mendapatkan hak
pendidikannya. Banyak orang yang usianya melampaui usia sekolah, sementara
ia membutuhkan layanan pendidikan menengah, dapat terpenuhi haknya dengan
jenis pendidikan ini. Demikian pula mereka yang waktunya tidak cukup untuk
bersekolah, misalnya pekerja, artis, atau olahragawan dapat memenuhi haknya
melalui program ini. Bahkan mereka yang bekerja di luar negeri dapat
meningkatkan pendidikannya melalui Program Paket C.
Formatted: Indent: Left: 0.3", No bullets or
numbering
Pola Pembinaan Program Paket C 6 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
Akan tetapi, dalam penyelenggaraan masih ditemukan banyak persoalan. Di
antaranya, masih harus terus ditingkatkan mengingat berbagai persoalan yang
dihadapi dalam pemberian layanan pendidikan ini. Beberapa persoalan yang
dihadapi antara lain:
Bbelum adanya pemahaman yang utuh dari pengelola dan penyelenggara tentang
Program Paket C. Akibatnya, pelaksanaan program ini terkesan dilakukan secara
tidak terpola dengan baik. Terlebih sebagian besar Belum pahamnya
penyelenggara belum memiliki pemahaman yang baik tentang mengenai prinsip
proses rekrutmen pesertawarga belajar, proses pembelajaran yang berbeda
dengan pendidikan nonformal. dan penilaian pembelajaran sesuai prinsip
pendidikan non formal;
P
ersoalan lain yang cukup menyolok adalah Masih banyak yang melihat program
pendidikan non formal dari kacamata pendidikan formal, sehingga pola
penyelenggaraan pendidikan kesetaraan diukur dengan pola penyelenggaraan
pendidikan formal. Dalam hal ini, pembina Program harus memahami secara
utuh mengenai filosofis, prinsip hingga teknis penyelenggaraan program.
B
sulitnya elum mendapatkan ada data yang valid tentang penyelenggara Program
Paket C, pesertawarga belajar, pendidiktutor, narasumber teknis, dan data lain
terkait dengan penyelenggaraanProgram Paket C. Hal ini berakibat sulitnya
dalam membuat program pembinaan dalam rangka peningkatan mutu Paket C.

Y
ang juga cukup menonjol adalah belum terpadunya pembinaan Belum terpadu
dalam pembinaan antara Pusat dan Daerah. Hal ini, antara lain terjadi karena
tugas pengelolaan Program Paket C di daerah yang berbeda-ada. Pengelola
program ini ada yang dibawah bidang Pendidikan Menengah dan ada pula yang
di bidang PNFI/PAUDNI. Karena jalur pembinaan yang tidak menyatu dari atas
ke bawah mengakibatkan Perubahan struktur organisasi di Pusat dan derah
menjadi penyebab, tidak kurang singkronnya pembinaan di Pusat dan Daerah.

Formatted: Indent: Left: 0.3", No bullets or
numbering
Pola Pembinaan Program Paket C 7 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
B
elum pahamnya penyelenggara mengenai prinsip rekrutmen peserta, proses
pembelajaran dan penilaian pembelajaran sesuai prinsip pendidikan non formal;
A
kibat dari semua persoala itu, semua itu, dapat dimengerti kalau masih ada
stigma negatif terhadap Program Paket C masih dianggap sebagai program
pendidikan yang dilakukan alakadarnya.
Melihat kondisi demikian, maka pola pembinaan terhadap pengelolaan dan
penyelenggaraan Pprogram Paket C sangatlah diperlukan.

Adapun Pembinaan Program Paket C merupakan usaha, tindakan, dan kegiatan
yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota, Provinsi, dan Direktorat
Pembinaan SMA serta lembaga pendukung, kepada Penyelenggara Program
Paket C. Sedangkan yang bertindak sebagai Pembina Program Paket C adalah
Pejabat yang memiliki tugas melaksanakan pembinaan kepada penyelenggara
Program Paket C dalam proses memenuhi Standar Penyelenggaraan Program
Paket C sesuai dengan tugas, fungsi serta kewenangan masing-masing.
Adapun Pembinaan Program Paket C merupakan usaha, tindakan, dan kegiatan
yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota, Provinsi, dan Direktorat
Pembinaan SMA serta lembaga pendukung, kepada Penyelenggara Program
Paket C. Sedangkan yang bertindak sebagai Pembina Program Paket C adalah
Pejabat yang memiliki tugas melaksanakan pembinaan kepada penyelenggara
Program Paket C dalam proses memenuhi Standar Penyelenggaraan Program
Paket C sesuai dengan tugas, fungsi serta kewenangan masing-masing.



B. Landasan
Landasan yuridis Pembinaan Pengelolaan dan penyelenggaraan Program Paket C
merupakan amanat rakyat yang tertuang dalam Undang-undang dan aturan
Formatted: Indent: Left: 0.3"
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 8 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
hukum turunannya. Yang menjadi landasan yuridis Program ini adalah sebagai
berikut:
1. Undang-Undang Dasar 1945.
Pada Pasal 31 Ayat (1): setiap warga negara berhak mendapat pendidikan;
Pasal 3 Ayat (3): Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu
sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan
serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur
dengan undang-undang.
2. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pada Pasal 1 Ayat (12): disebutan bahwa pendidikan nonformal adalah jalur
pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara
terstruktur dan berjenjang; Pasal 5 Ayat (1): setiap warga negara mempunyai
hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu; dan dan Ayat
(5) menyatakan bahwa, setiap warga negara berhak mendapatkan kesempatan
meningkatkan pendidikan sepanjang hayat; Pasal 13 Ayat (1) jalur pendidikan
terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling
melengkapi dan memperkaya.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan Bidang Pendidikan.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
3.5.Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dalam PP No. 66
Tahun 2010;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32
Tahun 2013;
7. Permendiknas No. 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi untuk Program Paket A,
Paket B, dan Paket C;
8. Permendiknas No. 03 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan
Kesetaraan Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C;
4.9.
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1.3 li
Formatted: Font color: Text 1, Not Highlight
Pola Pembinaan Program Paket C 9 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
5.10. P
ermendikbud No. 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Pendidikan Dasar dan Menengah;
6.11. P
ermendikbud No. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan
Menengah;
7.12. P
ermendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar
dan Menengah;
8.13. P
ermendikbud No. 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
9.14. P
ermendiknas No. 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi untuk Program Paket A,
Paket B, dan Paket C;
15. Permendiknas No. 03 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan
Kesetaraan Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket
C;Permendiknas Nomor 43 Tahun 2009 tentang Standar Tenaga Administrasi
Program Paket A, Paket B, dan Paket C.
16. Permendiknas Nomor 44 Tahun 2009 tentang Standar Pengelola Pendidikan
pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C.
17. Permendiknas Nomor 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Pendidikan Nasional.
18. Permendikbud No. 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Pendidikan Dasar dan Menengah;
19. Permendikbud No. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan
Menengah;
20. Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar
dan Menengah;
21. Permendikbud No. 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
22. Permendikbud No. 81 Tahun 2013 tentang Pendirian Satuan Pendidikan
Nonformal
23. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
Formatted: Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1.3 li
Formatted: Not Highlight
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1.3 li
Pola Pembinaan Program Paket C 10 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
86/U/2003 tentang Penghapusan UPERS.
24. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
0132/U/2004 tentang Program Paket C.
25. Surat Edaran Mendiknas nomor 107/MPN/MS/2006 tentang Eligibilitas
Program Kesetaraan
26. Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014.
10.
11. Permendikbud No. 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Pendidikan Dasar dan Menengah;
12. Permendikbud No. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan
Menengah;
13. Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar
dan Menengah;
14. Permendikbud No. 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
15. Permendiknas No. 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi untuk Program Paket A,
Paket B, dan Paket C;
16. Permendiknas No. 03 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan
Kesetaraan Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C;
17.

C. Tujuan
Pola Pembinaan Program Paket C bertujuan untuk memberikan pemahaman
mengenai:
1. Konsep dasar dan teknis operasional penyelenggaraan pembinaan Program
Paket C dalam rangka memenuhi standar nasional pendidikan sejalan dengan
landasan filosofis, yuridis, konseptual dan empiris pendidikan nonformal;
2. Peran dan fungsi Pembina Program Paket C;
3. Strategi pembinaan dan pengawasan terhadap Program Paket C yang
dilakukan Direktorat Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas
Pendidikan Kab/Kota, stakeholder, lembaga pendukung, dan Penyelenggara
Program Paket C.
Formatted: Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1.3 li
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt
Formatted: Indent: Left: 0.5", No bullets or
numbering
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt,
Font color: Text 1
Formatted: Indent: Left: 0.5", No bullets or
numbering
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 11 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1

D. Sasaran
Adapun sSasaran pembinaan Program Paket C yang diharapkan mengenai tujuan
tersebut adalah:
Seluruh pPenyelenggara program Program Paket C, termasuk di dalamnya
pengelola, tutor, narasumber teknis, tenaga administrasi, pengurus
institusi/lembaga/yayasan dari lembaga penyelenggara;
Pengelola Program Paket C tingkat kabupaten/kota dan Provinsi.

ED.
H
asil yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan dari Kegiatan Pembinaan Program Paket C adalah sebagai
berikut:
1. DiDipahaminya milikinya pemahaman tentang konsep dasar dan teknis
operasional penyelenggaraan Program Paket C dalam rangka memenuhi
standar nasional pendidikan pembinaan Program Paket C oleh seluruh pihak
terkaitstakeholder;
2. Dimilikinya pemahaman tentangDipahaminya peran dan fungsi Pembina
Program Paket C;
3. Dipahaminya Dimilikinya pemahaman tentang strategi pembinaan dan
pengawasan terhadap Program Paket C yang dilakukan Direktorat Pembinaan
SMA, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kab/Kota, stakeholder,
lembaga pendukung, dan Penyelenggara Program Paket C.
4. Terselenggaranya Program Paket C yang sesuai dengan standar nasional
pendidikanlandasan filosofis, yuridis, konseptual, dan empiris pendidikan
nonformal.

F. Pengertian
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Tab stops: Not at 0.5"
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font: Bold
Formatted: Font: Bold, Font color: Text 1
Formatted: Indent: Left: 0.5", No bullets or
numbering
Pola Pembinaan Program Paket C 12 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang
dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
Pendidikan kesetaraan adalah jenis pendidikan nonformal yang berfungsi
sebagai pengganti pendidikan formal.
Program Paket C adalah program pada jenis pendidikan kesetaraan jenjang
pendidikan menengah sebagai pengganti pendidikan pada Sekolah Menengah
Atas.
Pengelolaan Program Paket C adalah pengaturan kewenangan antara
Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan
penyelenggara program agar proses pendidikan dapat berlangsung sesuai
dengan tujuan pendidikan nasional.
Penyelenggaraan Program Paket C kegiatan pelaksanaan pendidikan
kesetaraan jenjeng pendidikan menengah setara SMA yang sesai dengan
tujuan pendidikan nasional;


Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt,
Font color: Text 1
Formatted: List Paragraph, Line spacing:
Multiple 1.3 li, Bulleted + Level: 1 + Aligned at:
0.25" + Indent at: 0.5"
Formatted: List Paragraph, Justified, Space
After: 6 pt, Line spacing: Multiple 1.3 li,
Bulleted + Level: 1 + Aligned at: 0.25" +
Indent at: 0.5"
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt,
Font color: Text 1
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt
Formatted: Font: (Default) Times New
Roman, 12 pt, Font color: Text 1
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt,
Font color: Text 1
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt,
Font color: Text 1
Formatted: Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1.3 li
Pola Pembinaan Program Paket C 13 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font: Bold, Font color: Text 1
Formatted: Normal, Line spacing: single, No
bullets or numbering
Pola Pembinaan Program Paket C 14 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
BAB II
POLA PEMBINAAN PROGRAM PAKET C

Pembinaan Program Paket C merupakan usaha, tindakan, dan kegiatan yang
dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas
Pendidikan Kabupaten/kota, Provinsi, serta dan Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Atas serta lembaga pendukung lainnya kepada Penyelenggara Program
Paket C dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nonformalProgram Paket C.
sesuai landasan filosofis, yuridis, konseptual, dan empirik serta
panduan/pedoman yang dikeluarkan oleh Pusat.
Bertindak sebagai Pembina Program Paket C adalah Pejabat pejabat yang
memiliki tugas melaksanakan pembinaan kepada penyelenggara Program Paket C
dalam proses memenuhi Standar Nasional Pendidikan Penyelenggaraan Program
Paket C sesuai dengan tugas, fungsi serta kewenangan masing-masing. Untuk
mengoptimalkan pelaksanaan program, Dalam proses pembinaanPembina dapat
dapat dibentuk membentuk Tim tim sesuai dengan kebutuhan dan relevansinya.
Secara lebih rinci mengenai mekanisme pembinaan dan strategi pelaksanaan
dapat disajikan sebagai berikut:

A. Mekanisme PembinaanMEKANISME PEMBINAAN
Pembinaan Program Paket C dilakukan secara berjenjang oleh Pemerintah Pusat
dan daerah. Pemerintah Pusat dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Pembinaan
SMA. , sSedangkan Pemerintah Daerah, dilakukan oleh Dinas yang menangani
pendidikan dan secara teknis dilakukan oleh bidang yang menangani pendidikan
kesetaraan /Program Paket C. sesuai kewenangan masing-masing.
Sasaran Kegiatan pembinaan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing. Pola
pembinaan dilakukan oleh Pusat dan daerah serta lembaga pendukung dengan
sasaran utama pembinaan adalah Penyelenggara Program Paket C serta
stakeholder pihak terkait yang terlibat di dalamnya. Secara skematis dapat dilihat
pada skema pada Gambar 1.
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 15 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1




Gambar 1. Pola Pembinaan Program Paket C
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 16 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1


Adapun mekanisme pembinaan secara terinci dilakukan sebagai berikut:

1. Direktorat Pembinaan SMA Pemerintah
Mekanisme pembinaan yang dilakukan pembina di tingkat Pusat, dalam hal
ini Direktorat Pembinaan SMA adalah sebagai berikut:
1. Membuat aturan tentang syarat-syarat pendirian dan tata cara pemberian
izin satuan pendidikan nonformal, dalam hal ini izin penyelenggara
Program Paket C. Hal penting dalam penyelenggaraan Program Paket C
adalah mengenai lembaga mana yang dapat menyelenggarakan Program.
Dalam PP 17 tahun 2010 disebutkan bahwa lembaga yang dapat
menyelenggarakan program Paket C adalah lembaga kursus dan
pelatihan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, kelompok belajar, dan
majlis talim. Sementara dalam Permendiknas No. 81 satuan pendidikan
nonformal yang dapat menyelenggarakan Program Paket C adalah
PKBM, lembaga bimbel, rumah pintar, majlis talim dan SKB. Akan
tetapi tidak semua lembaga tersebut memiliki kapasitas untuk
menyelenggarakan Program Paket C, maka dari itu perlu dibuat aturan
mengenai syarat dan tatacara pemberian izin bagi satuan pendidikan
nonformal yang akan menyelenggarakan Program Paket C. Kendati
demikian, untuk dapat menyelenggarakan Program Paket C, lembaga-
lembaga tersebut wajib memperoleh iIzin penyelenggaraan diberikan oleh
dari pemerintah kabupaten/kota. Sementara itu, menurut aturan yang
sama, ketentuan mengenai syarat-syarat pendirian dan tata cara
pemberian izin satuan pendidikan nonformal diatur oleh Peraturan
Menteri.
Oleh karena itu, dalam kaitan pembinaan terhadap pengelolaan dan
penyelenggaraan Paket C, keberadaan Kementerian harus mengeluarkan
aturan mengenai syarat-syarat pendirian dan tata cara pemberian izin
penyelenggara Program Paket C merupakan hal yang strategis. Ketentuan
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Tab stops: Not at 0.8"
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 17 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
inilah yang akan menjadi pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam
memberi izin Penyelenggara Program Paket C.
2. Pemerintah Pusat juga perlu mMenyusun pedoman /panduan terkait
dengan penyelenggaraan Program Paket C. , Juga disusun
pedoman/panduan dalam proses rekrutmen warga belajar, kegiatan proses
pembelajaran, implementasi kurikulum, evaluasi hasil belajar, dan
penilaian, hingga uji kesetaraan. Pedoman /panduan ini akan menjadi
acuan bagi kegiatan pengelolaan dan penyelenggaraan Program Paket C
di seluruh Indonesia.
3. Dalam menyelenggarakan dan mengelola sistem pendidikan nasional,
Kementerian mMengembangkan dan melaksanakan sistem informasi dan
basis data Program Paket C. pendidikan nasional berbasis teknologi
informasi dan komunikasi. Berdasarkan kebijakan tersebut, dan sesuai
dengan prinsip fleksibilitas sebagai ciri utama pendidikan non formal,
maka pengelolaan Program Paket C harus didukung oleh pengembangan
sistem terintegrasi berbasis TIK. Sistem terkomputerisasi itu meliputi
informasi program, administrasi penyelenggaraan, administrasi
pembelajaran, sistem penilaian, serta pendataan lainnya yang mendukung
pengembangan program. Penyediaan Pengembangan sistem yang terpusat
dan terintegrasi dengan basis TIK akan membantu penyelenggara dalam
menyelenggarakan program serta mempermudah
pengawasanmemudahkan pengelolaan dan penyelenggaraan.
4. Pusat mMelakukan pemetaan secara nasional mengenai pengelolaan dan
Peyelenggaraan Program Paket C di seluruh provinsi serta menentukan
target pencapaian Program tingkat nasional.
5. Melakukan sosialisasi mengenai terhadap kebijakan, panduan/pedoman,
dalam penyelenggaraan serta sistem layanan Pprogram Paket C
terintegrasi.
6. Memberikan Dukungan dukungan Sumberdaya sumberdaya kepada
Penyelenggara Program Paket C, pemerintah daerah atau stakeholder
pihak terkait lainnya dalam pengembangan Program Paket C.
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 18 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
7. Melakukan Asistensi asistensi dan Singkronisasi singkronisasi program
dengan pengelola Program baik di tingkat Provinsi, Kabupaten /Kota,
instansi pendukung, serta stakeholder pihak terkait lainnya.
8. Melakukan Monitoring monitoring dan Evaluasi evaluasi terhadap
pengelolaan Program program oleh Provinsi/Kabupaten/Kota serta pihak
penyelenggara.

2. Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi
Mekanisme pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, dalam hal ini
Dinas yang memiliki tugas pembinaan Program Paket C, secara rinci adalah
sebagai berikut:
1. Melakukan pemetaan mengenai seluruh potensi dalam penyelenggaraan
Program Paket C di seluruh kabupaten/kota serta menentukan target
pencapaian Program tingkat provinsi secara berkala.
1. Membentuk tim pengembang/pembina Program Paket C di tingkat
Provinsi dalam rangka optimalisasi Penyelenggaraan Program di
wilayahnya. Tim dapat dibentuk dari pejabat yang memiliki kewenangan
terhadap pengelolaan program, atau gabungan dari stakeholder Program
Paket C;
2. Melakukan inventarisasi terhadap lembaga-lembaga penyelenggara
Program Paket C di tiap Kabupaten/Kota serta melakukan verifikasi
terhadap hasil inventarisasi tersebut;
3. Melakukan validasi data penyelenggaraan Program Paket C berbasis TIK
serta melakukan validasi terhadap usulan program dari Kab/Kota;
4. Memberikan dukungan sumberdaya demi terlaksananya Program Paket C
di Provinsiwilayahnya, serta menentukan target pencapaian Program di
Provinsi bersangkutan;
4.
5. Melakukan koordinasi, asistensi dan singkronisasi Program program
dengan pengelola tingkat Kabupaten/Kota;
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Font: Not Bold, Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 19 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
6. Melakukan sosialisasi program ke pengelola di tingkat Kabupaten/Kota
dan atau langsung ke Penyelenggara Program Paket C;
7. Secara rutin memberikan laporan ke Pusat (Direktorat PSMA) mengenai
keterlaksanaan Program di Provinsi bersangkutan.
7. Melakukan Monitoring monitoring dan Evaluasi evaluasi terhadap
pengelolaan Program oleh Kabupaten/Kota serta pihak penyelenggaraan
program.
8. Secara rutin memberikan laporan ke pembina tingkat Pusat mengenai
keterlaksanaan program di wilayahnya.
9. Dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan program dapat membentuk
tim pengembang/pembina program di tingkat Provinsi yang dikoordinasi
oleh pejabat yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan program.
Tim ini melakukan tugas pembinaan secara teknis.

8.

3. Pemerintah Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Mekanisme pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dalam
hal ini Dinas yang memiliki tugas pembinaan Program Paket C, secara rinci
adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pemetaan mengenai potensi dalam penyelenggaraan Program
Paket C di wilayahnya serta menentukan target pencapaian Program tingkat
kabupaten/Kota.
1. Membentuk tim pengembang/pembina Program Paket C di tingkat
Kabupaten/Kota dalam rangka optimalisasi Penyelenggaraan Program di
wilayahnya. Tim dapat dibentuk dari pejabat yang memiliki kewenangan
terhadap pengelolaan program, atau gabungan dari stakeholder Program Paket
C;
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Indent: Left: 0.55", No bullets or
numbering
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Indent: Left: 0.3", No bullets or
numbering
Formatted: Line spacing: Multiple 1.3 li
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: List Paragraph, Indent: Left:
0.49", Hanging: 0.2", Line spacing: Multiple
1.3 li, Numbered + Level: 1 + Numbering Style:
1, 2, 3, + Start at: 1 + Alignment: Left +
Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5", Adjust
space between Latin and Asian text, Adjust
space between Asian text and numbers, Tab
stops: 0.69", Left + 0.79", Left
Pola Pembinaan Program Paket C 20 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
2. Memberikan perizinan terhadap lembaga yang memenuhi syarat sebagai sebagai
Penyelenggara Program Paket C (PPPC);;
2.
3. Melakukan verifikasi secara berkala terhadap kondisi Penyelenggara PPPC yang
telah mendapat izin operasional;
3.
4. Melakukan Pembinaan teknis terhadap penyelenggaraan dan pembelajaran
Program Paket C kepada seluruh Penyelenggara PPPC di wilayahnya dengan
pengacu pada prinsip pendidikan nonformal aspek filosofis, yuridis,
konseptual, dan empirik serta pedoman/panduan/pedoman yang dikeluarkan
oleh pembina tingkat Pusat;
4.
5. Menentukan target Pencapaian Program di Kabupaten/Kota setempat yang
bersumber dari usulan program dari PPPC;
6. Melakukan validasi terhadap data dan usulan kegiatan yang berasal dari
program Penyelenggara PPPC dan data database berbasis TIK;
5.
6. Melakukan supervisi program dalam rangka pencapaian standar nasional
pendidikan Program Paket C;
7. Dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan program dapat membentuk tim
pengembang/pembina program di tingkat Kabupaten/Kota yang dikoordinasi
oleh pejabat yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan program. Tim
ini melakukan tugas pembinaan secara teknis.

7.

4. Instansi Lembaga Pendukung
Lembaga pendukung memiliki peran strategis dalam optimalisasi
penyelenggaraan program. Pembinaan yang dilakukan oleh lembaga pendukung
antara lain:
Formatted: Font color: Auto
Formatted: Font color: Auto
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Auto
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Auto
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Auto
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt,
Font color: Text 1
Formatted: Font: Times New Roman, 12 pt,
Font color: Text 1
Formatted: Indent: Left: 0.5", No bullets or
numbering
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: List Paragraph, Indent: Left:
0.49", Hanging: 0.2", Line spacing: Multiple
1.3 li, Numbered + Level: 1 + Numbering Style:
1, 2, 3, + Start at: 1 + Alignment: Left +
Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5"
Formatted: Indent: Left: 0.49", Hanging:
0.2"
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 21 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN PNF) melakukan
akreditasi terhadap Penyelenggara Program Paket C
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN PNF)
melakukan akreditasi secara independen terhadap PPPC yang difasilitasi
oleh pemerintahn Daerahdaerah;
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menjadi penyelenggara Uji
KesetaraanBadan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
menyelenggarakan Uji Kesetaraan;
Atase Pendidikan Kedubes Indonesia melakukan pengelolaan bagi
penyelenggaraan Program Paket C di negara yang menjadi
kewenangannya;
Lembaga, asosiasi, atau organisasi terkait Program Paket C mendukung
kegiatan sosialisasi dan asistensiLembaga, Asosiasi, atau organisasi
terkait Program Paket C dapat mendukung kegiatan sosialisasi serta
asistensi dalam hal penyelenggaraan dan pembelajaran sesuai dengan
aspek filosofis, yuridis, konseptual, dan empirik serta panduan/pedoman
yang dikeluarkan oleh Pusat;
Institusi lain yang memiliki peran dalam
Ppengembangan dan pengelolaan sistem data dan informasi database
pengelolaan PPCProgram Paket C berbasis TIK.

B. Strategi Pelaksanaan STRATEGI PEMBINAAN

Pembinaan Program Paket C meliputi pola pembinaan dalam pengelolaan dan
pembinaan dalam penyelenggaraan Program Paket C.
Dalam pengelolaan Program, pembinaan dilakukan oleh Pusat kepada Daerah
(Provinsi/Kabupaten/Kota), terutama menyangkut singkronisasi program sesuai
dengan aturan pengelolaan yang berlaku.
Sedangkan dalam hal Penyelenggaraan Program oleh satuan pendidikan,
pembinaan dilakukan semua pihak baik Pusat, Daerah
Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Font: Not Bold, Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 22 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
(Provinsi/Kabupaten/Kota), maupun instansi lembaga pendukung sesuai dengan
kewenangannya masing-masing. Dalam hal ini pembinaan meliputi proses
adminsitrasi penyelenggaraan, proses rekruitmen, pembelajaran,
penilaianevaluasi hasil belajar, dan uji kesetaraan.
Adapun strategi pembinaan dilakukan melalui lima tahapan yakni perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, dan tindak lanjut. Secara lebih
rinci sebagai berikut:
Secara teknis pembinaan dilakukan secara berjenjang oleh Pemerintah Pusat dan
daerah. Pemerintah Pusat dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Pembinaan
SMA. Sedangkan Pemerintah Daerah, pembinaan dilakukan oleh Dinas yang
menangani pendidikan dan secara teknis dilakukan oleh bidang yang menangani
Program Paket C.


Gambar 12 Skema Strategi Pembinaan Program Paket C

1. Perencanaan Pembinaan
a. Penyiapan uraian rencana kegiatan, yang meliputi latar belakang, tujuan,
sasaran, unsur yang terlibat, strategi dan jadwal pelaksanaan pembinaan.
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Tab stops: Not at 0.5"
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Pola Pembinaan Program Paket C 23 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
Semua hal tersebut disusun sesuai hasil pemetaan yang dilakukan.
Rencana Pembinaan disusun secara sistematis dan berkesinambungan;
a.
b. R
encana Pembinaan disusun secara sistematis, komprehensif dan berkesinambungan.
c.b. Substansi program pembinaan untuk setiap Penyelenggara Program
disesuaikan dengan kondisi, dan kebutuhan masing-masing yang disusun
untuk jangka menengah (3-5 tahunan) dan tahunan.
d.c. Ketersediaan dan kemampuan daya dukung masing-masing institusi di
tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
e.d. Mengacu pada kebijakan dan rencana strategis masing-masing institusi
dan institusi lain yang terkait ditingkat pusat, provinsi dan
kabupaten/kota.

2. Pengorganisasian
a. Dapat membentuk dan menugaskan tim kerja sesuai dengan kebutuhan
dan dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan Program sesuai dengan
lingkup kewenangannya;
b. Perlu melakukan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak terkait
seperti: Direktorat PSMA, Direktorat P2TK Dikmen, Ditjen PAUDNI,
Kemenag, Kemenaker, Kemenpora, Balitbangdikbud, Pustekom, BSNP,
Perguruan Tinggi, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota,
P4TK, P2PNFI, BPPNFI, SKB, organisasi profesi, organisasi masyarakat,
serta satuan pendidikan formal baik negeri maupun swasta.

3. Pelaksanaan Pembinaan
a. Pelaksanaan pembinaan Program Paket C adalah berbagai aktivitas yang
dilakukan oleh pembina secara sistematis, terarah, akuntabel dan
berkesinambungan dalam pelaksanaan pembinaan, sesuai dengan kondisi
dan tingkat kemampuan/ kesiapan masing-masing penyelenggara.
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: No bullets or numbering
Formatted: Tab stops: Not at 0.5"
Formatted: Tab stops: Not at 0.5"
Formatted: Tab stops: Not at 0.5"
Pola Pembinaan Program Paket C 24 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
b. Perlu adanya keterpaduan dan sinkronisasi antara program yang disusun
oleh penyelenggara dan program pembinaan yang disusun oleh Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota, Provinsi dan Direktorat PSMA.

4. Pengendalian/pengawasan
a. Pengendalian/pengawasan adalah proses penetapan ukuran kinerja dan
pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang
diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan.
b. Pengawasan dilakukan untuk memastikan bahwa segala aktivitas yang
terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

c. Tindak lanjut

a. Tinda lanjut dari kegiatan pembinaan merupakan program program
peningkatkan mutu penyelenggaraan Pembinaan Paket C di lingkup kerja
masing-masing;
b. Hasil pembinaan dilaporkan secara berjenjang sesuai dengan mekanisme
yang disusun oleh Pemerintah Pusat;



.





Formatted: Tab stops: Not at 0.5"
Pola Pembinaan Program Paket C 25 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
BAB V
PENUTUP

Buku Pola Pembinaan Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Program Paket C ini
merupakan acuan/pedoman dalam hal pembinaan program Paket C secara berjenjang
dari tingkat Pusat ke hingga Daerah. Melalui buku ini diharapkan terdapat kesamaan
persepsi dari pembina di tingkat Pusat dan daerah dalam melakukan pembinaan
Program Paket Cmenyelenggarakan Progran Paket C, sehingga penyelenggaraan
Program program dapat makin baik dari hari ke hari.
Pola Pola Pembinaan pembinaan Program Paket C harus dilengkapi dengan
Panduan/Acuan yang terkait prinsip-prinsip penyelenggaraan penddikan nonformal,
serta teknis penyelenggaraan program seperti proses recruitmen, pembelajaran,
evaluasi hasil belajar, dan uji kesetaraan.

Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1.3 li
Pola Pembinaan Program Paket C 26 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
menyangkut penyelenggaraan agar pihak Penyelenggara Program Paket C dapat
melaksanakannya sesuai dengan landasan filosofis, yuridis, konseptual, dan empirik.





Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Space After: 6 pt, Line spacing:
Multiple 1.3 li
Pola Pembinaan Program Paket C 27 dari 28
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font: Trebuchet MS, 9 pt, Font
color: Text 1, Indonesian, Do not check spelling
or grammar
Formatted: Font color: Text 1
DAFTAR PUSTAKA

Nasution, S. 2000. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta.
Penerbit Bumi Aksara.
Amstrong, M. (2000). Handbook of Human Resource Management Practice. London:
Kogan Page
Djudju Sudjana (2007). Pendidikan Luar Sekolah. Dalam Rujukan Filsafat, Teori,
dan Praksis Ilmu Pendidikan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Kementerian Pendidikan Nasional (2010). Naskah Akademik Penataan Ulang
Kurikulum. Jakarta: Balitbang Puskur.
Rogers, Alan (2005). Non-Formal Education. Flexible schooling or participatory
education?. Hongkong: Kluwer Academic Publisher
Lesch, L. 2009. Learning Not Schooling Reimagining the Purpose of Education.
Marylan: Rowman & Littlefield Education

Email ke :
skb_jepara@yahoo.co.id
mr34din@yahoo.co.id
Formatted: Line spacing: Multiple 1.3 li
Formatted: Left, Indent: Left: 0", First line:
0", Adjust space between Latin and Asian text,
Adjust space between Asian text and numbers
Formatted: Font color: Text 1
Formatted: Indonesian