Anda di halaman 1dari 56

LAPORAN INSTALASI

SISTEM OPERASI DEBIAN 6


pada VIRTUAL BOX







Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cimahi
Teknik Komputer dan Jaringan
Jl. Mahar Martanegara No. 48 Leuwigajah
Tahun Ajaran 2014/2015

Mata Pelajaran : OS Jaringan
Tutorial Meng-instal
Sistem Operasi
Debian versi 6
Nama : Annisa Alifiani
Nama Guru :
1. Adi Setiadi
2. Trimans Yogiana
NIS / No : 131010592 / 02
Hari / Tanggal :
Minggu, 07 September 2014

Pendahuluan

Debian adalah Proyek Debian adalah asosiasi dari individu-individu yang telah
membuat penyebab umum untuk menciptakan sebuah sistem operasi bebas . Sistem operasi ini
yang telah kita buat disebut Debian .
Sistem Debian saat ini menggunakan kernel Linux atau kernel FreeBSD . Linux adalah
bagian dari perangkat lunak dimulai oleh Linus Torvalds dan didukung oleh ribuan programmer
di seluruh dunia . FreeBSD adalah sistem operasi termasuk kernel dan perangkat lunak lain .
Namun, pekerjaan yang sedang berlangsung untuk memberikan Debian untuk kernel lainnya ,
terutama untuk Hurd . The Hurd adalah kumpulan server yang berjalan di atas microkernel (
seperti Mach ) untuk mengimplementasikan fitur yang berbeda . The Hurd adalah perangkat
lunak bebas yang dihasilkan oleh proyek GNU .
Sebagian besar alat dasar yang mengisi sistem operasi berasal dari proyek GNU ; maka
nama : GNU / Linux , GNU / kFreeBSD , dan GNU / Hurd . Alat-alat ini juga bebas .


Tujuan
Mengetahui apa itu Sistem Operasi Debian
Mampu meng-instal Sistem Operasi Debian
Bisa menggunakan Sistem Operasi Debian

Langkah Kerja
1. Langkah pertama, kita membuat mesin virtual baru. Buka aplikasi Virtual Box.


2. Klik New.


3. Jika sudah akan muncul jendela seperti di bawah ini. Klik Next.


4. Selanjutnya, penamaan mesin virtual baru. Isi kolom nama sesuai keinginan. Lalu, ubah
tipe Sistem Operasi dan Versi sesuai kebutuhan.


5. Contoh, saya memngisi kolom nama dengan debian-annisa, tipe Sistem Operasi LINUX
dan versi Debian. Klik Next.

6. Pengaturan memori untuk mesin virtual. Contoh, saya sesuaikan besar memori dengan
yang direkomendasikan. Klik Next.



7. Pembuatan Harddisk virtual. Disini terdapat dua pilihan, yang pertama membuat harrdisk
baru yang kedua menggunakan harrdisk yang sudah tersedia. Saya lebih memilih pilihan
pertama agar besar harrdisk bisa disesuaikan dengan keinginan. Klik Next.


8. Lalu ada proses pembuatan harrdisk virtual baru karena tadi saya memilih pilhan
pertama. Klik Next.

9. Tipe penyimpanan. Yang pertama dynamically agar bisa mengatur harrdisk sesuai
kebutuhan. Sedangkan yang kedua, fixed-size digunakan jika kita ingin menggunakan
peraturan default. Saya memilih pilihan pertama. Klik Next.


10. Sekarang masukan besar ruang harrdisk yang akan digunakan. Klik Next.

11. Klik Finish.


12. Pembuatan mesin virtual selesai. Klik Finish.


13. Sekarang sudah bertambah 1 mesin virtual.


14. Selanjutnya, klik 1 kali pada mesin baru. Lalu, klik Setting.


15. Pilih menu storage.


16. Klik pada icon CD/DVD pada IDE Controller yang bertuliskan empty.


17. Klik icon CD/DVD di ujung untuk memasukan CD Drive.


18. Untuk memilih CD Drive yang akan dimasukan, pilih Choose a virtual CD/DVD disk
file.


19. Masukan CD Drive yangakan digunakan. Karena saya akan meng-install Debian, saya
pilih Debian -6.0.2.1 i386. Klik Open.

20. Sekarang IDE Controller-nya sudah terisi. Klik OK.


21. Klik 1 kali pada mesin baru. Lalu, klik start.

22. Sekarang, muncul 4 pilihan. Yang pertama Install, jika kita memilih pilihan ini kita
akan meng-instal Debian dengan menggunakan text-mode. Kedua ada Graphical Instal,
dengan pilihan ini para pemula atau orang awam bisa ikut meng-instal Debian juga
karena proses instalasinya menggunakan graphic atau mode gambar. Pilihan ketiga ada
Advanced mode, pilihan ini berguna untuk memilih metode lain. Dan yang terakhir
adalah Help, pilihan ini bisa kita gunakan jika kita membutuhkan bantuan. Sekarang
pilih sesuai yang kita inginkan, contoh saya memilih Install menggunakan text-mode atau
pilihan pertama. Tekan Enter.



23. Proses pertama instalasi adalah memilih bahasa. Agar lebih mudah dimengerti kita pilih
English. Tekan Enter.



24. Sekarang lanjut ke pemilihan lokasi keberadaan kita. Untuk mencari Indonesia, kita pilih
Other. Tekan Enter.


25. Pilih Asia. Tekan Enter.


26. Lalu pilih Indonesia. Tekan Enter.


27. Selanjutnya, kita disuruh memilih tempat yang bahasanya akan kita gunakan untuk
install. Karena tadi kita memilih English, kita pilih lokasi United States. Tekan Enter


28. Pemilihan standar keyboard. Kita pilih American English karena itu standar internasional
yang digunakan.


29. Selanjutnya proses scanning CD-ROM.


30. Tunggu proses scanning hardware komputer.

31. Proses mendeteksi jaringan.


32. Lalu, akan muncul jendela seperti di bawah ini. Pengisian alamat server. Kita bisa
mengisinya bisa juga tidak. Perbedaannya, jika alamat tersebut diisi Debian yang kita
install akan langsung di-update. Tapi, jika tidak diisi Debian tidak akan di-update. Pilih
continue, lalu Enter.


33. Masukan hostname pada kolom yang tersedia.


34. Masukan domain pada kolom jika kita ingin terhubung pada internet. Tapi karena disini
tidak memrlukan internet jadi dikosongkan saja. Pilih Continue. Tekan Enter.

35. Pengisian root password. Root password ini akan berguna jika kita ingin menjadi super
user atau ingin bisa mengakses seluruh data yang ada pada sistem. Isi dengan kata yang
mudah diingat. Pilih continue, lalu Enter.



36. Masukan lagi root password untuk memastikan kebenaran password.



37. Pembuatan user. Masukan nama untuk user baru pada kolom yang tersedia. Pilih
continue, lalu Enter.


38. Selanjutnya masukan nama untuk akun baru. Pilih continue, lalu Enter.


39. Sekarang pembuatan password untuk user. Masukan password pada kolom yang tersedia.
Pilih continue, lalu Enter.


40. Masukan lagi password untuk user untuk memastikan kebenaran password.


41. Kemudian pemilihan zona waktu. Sesuaikan dengan keberadaan kita. Karena saya ada di
daerah Jawa Barat, kita bisa pilih Jakarta karena sama-sama berzona Waktu Indonesia
Barat. Tekan Enter.


42. Lanjut ke pembuatan partisi. Di gambar terdapat 4 pilihan. Pilihan pertama Guided use
entire disk. Pilihan kedua ada Guided use entire disk and set up LVM. Pilihan ketiga
Guided use entire dis and set up encrypte LVM. Dan yang terakhir Manual, dengan
pilihan ini kita bisa mengatur pembagian partisi sendiri. Saya pilih, Manual. Tekan
Enter.


43. Pilih SCSI untuk mulai membuat partisi. Tekan Enter.

44. Selanjutnya akan muncul jendela yang menanyakan, apakah kita benar-benar yakin akan
membuat partisi baru?. Pilih Yes. Tekan Enter.


45. Setelah itu, akan ada menu tambahan yakni, pri/log Itu tandanya kita bisa langsung
membuat partisi baru di ruang Harddisk yang tersedia. Tekan Enter.


46. Lalu akan muncul pilihan lain, akan kita gunakan sebagai apa ruang kosong ini : 1) Akan
membuat partisi baru, 2) Partisi otomatis dari ruang kosong yang tersedia, dan 3) Lihat
Silinder/Head/Sektor informasi. Pilih salah satu, karena kita ingin membuat sebuah
partisi pilih pilihan 1) Akan membuat partisi baru. Tekan Enter.



47. Pada pembuatan partisi baru, kita harus menentukan sebesar apa ruang Harddisk yang
kita butuhkan untuk partisi tersebut. Di proses instalasi Debian ini, kita hanya
membutuhkan 2 partisi utama, yang pertama untuk root atau sistem dan yang kedua untuk
swap (RAM Virtual). Pertama kita buat partisi untuk root atau sistem. Besar ruang untuk
system bisa kita sesuaikan, contoh kita buat partisi root sebesar 2 GB. Isi kolom yang ad
dengan 2 GB. Pilih Continue. Tekan Enter.



48. Pemilihan tipe partisi. Dalam proses instalasi ada 2 pilihan yang pertama primary dan
yang kedua logical. Tipe primary bisa kita gunakan , sedangkan tipe logical bisa
kita gunakan . Kita pilih, primary. Tekan Enter.



49. Selanjutnya, kita akan ditanya apakh kita akan menyudahi proses pembuatan partisi root
ini atau lanjut. Pilih lanjut karena masih ada default yang harus diubah agar proses
instalasi-nya sesuai. Pilih Beginning. Tekan Enter.



50. Sekarang perhatikan pengaturan-pengaturannya. Yang pertama ada Use as (Gunakan
dengan tipe sistem file apa), karena kita sedang melakukan proses instalasi Debian
(LINUX) kita harus mengisi pengaturan Use as dengan ext 3 atau 4 yang merupakan
salah satu sistem file yang tersedia pada LINUX. Pengaturan kedua ada Mount point,
pengaturan ini bisa dimaksudkan seperti apa partisi ini akan kita gunakan, apakah untuk
menyimpan sistem? data? atau yang lainnya. Karena disini kita sedang membuat partisi
root untuk sistem, kita pilih / yang artinya root. Selanjutnya, pilih Done Setting Up
untuk mengakhiri pembuatan partisi root. Tekan Enter.



51. Lihat, sekarang sudah ada satu partisi yang ditambahkan.


52. Selanjutnya, buat partisi yang kedua untuk swap (RAM Virtual) yang berfungsi sebagai
pembantu RAM dalam menjalankan tugasnya. Langkah awal, kita pilih ruang partisi
yang masih kosong. Tekan Enter.

53. Pilih Create a new partition, membuat partisi baru. Tekan Enter.


54. Isi besar partisi sebesar minimal 2 kali besar RAM. Disini besar swap diisi dengan
seluruh sisa ruang kosong Harddisk. Pilih Continue. Tekan Enter.

55. Pilih tipe logical. Tekan Enter.


56. Pilih Beginning. Tekan Enter.

57. Atur Use as menjadi swap area, karena partisi ini akan dijadikan swap.


58. Pilih Done Setting Up. Tekan Enter.

59. Sekarang ada dua partisi yang sudah dibuat. Yang pertama partisi berfile sistem ext3 dan
akan digunakan sebagai root atau untuk menyimpan sistem. Yang kedua, partisi berfile
sistem swap untuk swap. Pilih Finish partitioning. Tekan Enter.

60. Selanjutnya, akan muncul pertanyaan simpan perubahan pada disk?. Pilih Yes. Tekan
Enter.

61. Memformat partisi, untuk mengecek apakah partisi tersebut dapat digunakan sesuai
dengan diibutuhkan.


62. Proses install base-system

63. Selanjtnya, akan muncul pertanyaan Apakah anda ingin men-scan CD?DVD lain?
karena kita tidak memerlukan ini, pilih No. Tekan Enter.

64. Selanjutnya ad apertanyaan, Apakah kita akan menggunakan network mirror? Dalam
proses ini kita tidak memerlukannya. Kita pilih No. Tekan Enter.

65. Konfigurasi apt.


66. Proses pemilihan dan install software.


67.


68. Sekarang ada pemilihan software. Kita pilih software yang benar-benar kita butuhkan.
Disini terdapat 10 pilihan.
1) Graphical desktop environment; pilihan ini kita pilih jika hasil install Debian kita
akan dibuat GUI (Grapich User Interface) / tampil dengan tampilan gambar.
2) WEB Server;
3) Print Server;
4) DNS Server
5) File Server
6) Mail Server
7) SQL database
8) SSH Server
9) Laptop
10) Standard system utilities
Cara memilih atau menandai pilihan software yang akan diinstall adalah dengan
menekan tombol arrow ke atas atau ke bawah, lalu menekan spasi. Jika pilihan sudah di
sesuaikan. Tekan Enter.



69. Proses pemilihan dan install software dilanjutkan.


70. Lalu install GRUB loader. Pilih Yes. Tekan Enter.

71. Proses install GRUB loader.


72. Finish Installation. Pilih Continue. Tekan Enter.

73. Proses instalasi selesai.


74. Start up Debian.


75. Jika sudah muncul seperti di bawah ini. Tinggal isi username dan password, sesuai
dengan yang kita isi saat proses instalasi sebelumnya.


76. Debian sudah bisa digunakan.

77. Sekarang lanjut ke cara mematikan system operasi dengan text-mode. Pertama masuk ke
root user. Ketikan su. Tekan Enter.

78. Selanjutnya, kita akan diperintahkan untuk memasukan password root yang sudah kita
buat terlebih dahulu. Masukan password. Tekan Enter.

79. Setelah itu tanda $ akan berubah menjadi #. Yang menandakan bahwa kita sudah berada
di posisi root.

80. Sekarang ketikan Shutdown h t 2 now lalu tekan Enter.

81. Proses sudah dimatikan.



Daftar Pustaka
https://www.debian.org/intro/about