Anda di halaman 1dari 110

ANALISIS PENERAPAN PENGHITUNGAN, PEMOTONGAN,

PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN


PASAL 21 PADA PT. HIKERTA PRATAMA

(Studi Kasus Pada PT. Hikerta Pratama)










Oleh :

Ahmad Najiyullah
106082002520




JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H/2010 M
iii
Hari ini Senin Tanggal Tiga Belas Desember Tahun Dua Ribu Sepuluh telah
dilakukan Ujian Skripsi atas nama Ahmad Najiyullah NIM: 106082002520
dengan judul Skripsi ANALISIS Penghitungan, Pemotongan, Penyetoran dan
Pelaporan wajib Pajak Penghasilan Pasal 21 Pada PT. Hikerta Pratama.
Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, Maka
skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

J akarta, 15 Desember 2010


Tim Penguji Skripsi




Prof. Azzam Jasin., MBA Fitri Damayanti., SE., M.Si
Pembimbing I Pembimbing II




Drs. Abdul Hamid Cebba., AK., MBA Afif Sulfa, SE., AK., M.Si
Penguji Ahli I Penguji Ahli II

i

ANALISIS PENERAPAN PENGHITUNGAN, PEMOTONGAN,
PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21
PADA PT. HIKERTA PRATAMA

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Untuk Memenuhi Syarat-syarat Untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh:

Ahmad Najiyullah
NIM : 106082002520


Dibawah Bimbingan

Pembimbing I Pembimbing II





Prof. Azzam Jasin., MBA Fitri Damayanti, SE., MSi
NIP. NIP.19810731200604 2003



JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H/2010 M
iii
Hari ini Senin Tanggal Tiga Belas Desember Tahun Dua Ribu Sepuluh telah
dilakukan Ujian Skripsi atas nama Ahmad Najiyullah NIM: 106082002520
dengan judul Skripsi ANALISIS Penghitungan, Pemotongan, Penyetoran dan
Pelaporan wajib Pajak Penghasilan Pasal 21 Pada PT. Hikerta Pratama.
Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, Maka
skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

J akarta, 15 Desember 2010


Tim Penguji Skripsi




Prof. Azzam Jasin., MBA Fitri Damayanti., SE., M.Si
Ketua Seketaris




Drs. Abdul Hamid Cebba., AK., MBA Afif Sulfa., SE., AK., M.Si
Penguji Ahli I Penguji Ahli II


KEMENTRIAN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL

Telp : (62-21) 7493318, 7496006, 74715705, Fax (62-21) 7496006, 74715705
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat 15412, Indonesia Website : www.uinjkt.ac.id email : feis@uinjkt.ac.id / uinjkt@indo.net.id


iv
SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama Mahasiswa : Ahmad Najiyullah
NIM : 106082002520
Jurusan : Akuntansi
Dengan ini menyatakan skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri yang merupakan
hasil penelitian, pengolahan, dan analisis saya sendiri serta bukan merupakan plagiat
maupun saduran dari hasil karya atau penelitian orang lain.
Apabila terbukti skripsi ini merupakan plagiat maka skripsi ini dianggap gugur dan
harus melakukan penelitian ulang untuk menyusun skripsi baru dan kelulusan serta
gelarnya dibatalkan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan segala akibat yang timbul di kemudian hari
menjadi tanggung jawab saya,


J akarta, 15 Desember 2010


( Ahmad Najiyullah )
viii
KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirrahim
Alhamdulillahirabbil Alamin, dengan segala kerendahan hati, puji dan
syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta Salam
semoga tercurah kepada baginda Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat
beliau yang telah menjadi jalan bagi umatnya dalam menempuh keselamatan dan
kebahagiaan dengan ilmu pengetahuan yang benar.
Penulis menyadari bahwa muatan skripsi ini masih jauh dari sempurna, baik
penyusunan, penulisan maupun isinya. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan
pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan yang penulis miliki. Meskipun
demikian, penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan
skripsi ini dengan baik dan benar. Penulis menyadari bahwa keberhasilan yang
diperolah adalah berkat bantuan dan dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu
penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Ayahanda H. Yahya dan Ibunda Hj. Aisyah serta kakak dan adik yang
penulis sangat cintai. Terima kasih atas cinta dan kasih sayang, doa,
dorongan, semangat, pengorbanan, perhatian dan dukungan yang kalian
berikan kepadaku. Semoga karyaku ini bisa membanggakan kalian.
2. Bapak Prof. Dr. H. Abdul Hamid, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah J akarta.
3. Bapak Afif Sulfa, SE.,Ak.,M.Si., selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidatullah J akarta.
4. Ibu Yessi Fitri, SE.,Ak.,M.Si Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidatullah J akarta.
ix
5. Bapak Prof. Azzam J asim MBA. selaku dosen pembimbing I, yang telah
bersedia meluangkan waktunya dalam memberikan bimbingan kepada
penulis selama proses penyusunan skripsi ini.
6. Ibu Fitri Damayanti, SE.,Ak., selaku dosen pembimbing II, yang begitu sabar
dalam memberikan penjelasan, bimbingan, pengarahan dan dorongannya
kepada penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
7. Bapak Afif Sulfa SE.,Ak.,M.Si, Ibu Erika Amelia.,SE.M.Si dan Ibu Rini
SE.,Ak.,M.Si selaku penguji komprehensif. Terima kasih telah memberikan
ilmu kepada penulis.
8. Seluruh dosen yang berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis khususnya dosen
jurusan akuntansi yang memiliki peran yang sangat besar bagi saya dalam
proses perkuliahan.
9. Seluruh staf dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah J akarta yang telah memberikan bantuannya
kepada penulis.
10. Teman-teman akun A, B, C, D dan E terima kasih atas doa, dukungan,
perhatian dan persahabatan kalian dari semester 1 sampai sekarang.
11. Kepada pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah
membantu penulis secara langsung maupun tidak langsung dalam
menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih atas segala bantuannya.
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas semua kebaikan kepada
pihak-pihak yang telah membantu dalam masa perkuliahan dan proses
penyelesaian skripsi ini. Wassalam.

J akarta, 15 Desember 2010
Penulis


Ahmad Najiyullah



ANALISIS PENERAPAN PENGHITUNGAN, PEMOTONGAN,
PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN
PASAL 21 PADA PT. HIKERTA PRATAMA

(Studi Kasus Pada PT. Hikerta Pratama)











Oleh :

Ahmad Najiyullah
106082002520



JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H/2010 M
ii

Hari ini J umat Dua Puluh Dua Oktober Tahun Dua Ribu Sepuluh telah dilakukan
Ujian Komprehensif atas nama Ahmad Najiyullah NIM: 106082002520 dengan
judul Skripsi: ANALISIS PENERAPAN PENGHITUNGAN,
PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK
PENGHASILAN PASAL 21 PADA PT. HIKERTA PRATAMA.
Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, maka
skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

J akarta, 22 Oktober 2010


Tim Penguji Ujian Komprehensif



Rini, SE., Ak., M.Si Erika Amelia, SE., M.Si
Penguji II Penguji III



Afif Sulfa, SE.,AK.,M.Si
Penguji I
x

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI ......................... i
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF ........................ ii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI ........................................ iii
SURAT PERNYATAAN ........................................................................ iv
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ................................................................ v
ABSTRACT .............................................................................................. vi
ABSTRAK .............................................................................................. vii
KATA PENGANTAR ............................................................................. viii
DAFTAR ISI .......................................................................................... x
DAFTAR TABEL ................................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... xv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian ..................................................... 1
B. Perumusan Masalah .............................................................. 8
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan .............................................. 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Gambaran Umum Perpajakan ................................................ 10
1. Definisi Pajak .................................................................. 10
2. Fungsi Pajak .................................................................... 11
3. Sistem Pemungutan Pajak ............................................... 12
B. Pajak Penghasilan Pasal 21 .................................................... 12
xi

1. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21 ............................ 12
2. Pemotong Pajak Penghasilan ........................................... 13
3. Subjek Pajak Penghasilan Pasal 21 .................................. 15
4. Tidak Termasuk Objek Pajak .......................................... 16
5. Objek Penghasilan Pasal 21 ............................................ 16
6. Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 ..................................... 19
7. Pengurangan Yang Diperbolehkan .................................. 19
8. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ................................ 20
9. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) ........................... 20
10. Cara Penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 ............... 21
11. Hak dan Kewajiban Pemotong Pajak ............................... 24
12. Hak dan Kewajiban Penerima Penghasilannya-
Yang Dipotong PPh Pasal 21 .......................................... 28
13. Hak Dari Wajib Pajak yang Penghasilannya-
Dipotong PPh Pasal 21 .................................................... 29
C. Surat Pemberitahuan ( SPT ) ................................................. 30
1. Pengertian Surat Pemberitahuan (SPT) ............................ 30
2. Fungsi Surat Pemberitahuan (SPT) .................................. 30
3. J enis Surat Pemberitahuan (SPT) .................................... 31
4. Lampiran Surat Pemberitahuan (SPT) ............................. 31
5. Batas Waktu Surat Pemberitahuan (SPT) ........................ 32
6. Pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) .......................... 32
7. Sanksi Administrasi dan Sanksi Pidana Sehubungan-
xii

Dengan Surat Pemberitahuan (SPT) ................................ 33
D. Surat Setoran Pajak ............................................................. 34
1. Pengertian Surat Setoran Pajak (SSP) .............................. 34
2. Fungsi Surat Setoran Pajak (SSP) .................................... 34
3. Tempat Pembayaran dan Penyetoran Pajak ..................... 34
4. Batas Waktu Pembayaran dan Penyetoran Pajak ............. 34
E. Tinjauan Penelitian Terdahulu ............................................. 35
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian .................................................. 37
B. Metode Penelitian ............................................................. 37
C. Metode Pengumpulan Data ............................................... 38
D. Metode Analisa ................................................................. 39
E. Operasi Variabel Penelitian ................................................ 40
BAB IV PEMBAHASAN
A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian ........................ 42
1. Sejarah Singkat Perusahaan ........................................... 42
2. Visi, Misi Perusahaan ................................................... 43
3. Lini Produk ................................................................... 43
4. Struktur Organisasi ....................................................... 45
5. Pembagian Kerja ........................................................... 46
B. Hasil dan Pembahasan ...................................................... 50
1. Unsur-unsur Penghasilan dan Pengurangan .................... 50
2. Analisis Penerapan Penghitungan, Pemotongan,
xiii

Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21
Terhadap Penghasilan Pegawai Tetap Menurut
Undang-undang No. 36 Tahun 2008 .............................. 53
3. Analisis Penerapan Penghitungan, Pemotongan,
Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21 Antara
PT. Hikerta Pratama Dengan Praturan Perpajakan .......... 60
4. Analisis Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21 ............ 66
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ..................................................................... 69
B. Saran ............................................................................... 71
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 72
LAMPIRAN ........................................................................................ 74

















xiv

DAFTAR TABEL

No. Keterangan Halaman
1.1 Tarif Pasal 17 Undang-undang No. 17 Tahun 2000 ........................... 5
1.2 Tarif Pasal 17 Undang-undang No. 36 Tahun 2008 ........................... 6
2.1 Tarif Pasal 17 Undang-undang No. 36 Tahun 2008 ........................... 19
2.2 Penghitungan PPh PPh Pasal 21 atas Pengjhasilan yang-
Diterima Tenaga Ahli yang Melakukan Pekerjaan Bebas ................... 23
2.3 Tinjauan Terdahulu ........................................................................... 35
4.1 Penghasilan Tidak Kena Pajak .......................................................... 52
4.2 Penyetoran dan Penyampaian ............................................................ 67












xv

DAFTAR LAMPIRAN

No. Keterangan Halaman
1. Surat Keterangan Riset ..................................................................... 75
2. Daftar Gaji Karyawan Tetap ............................................................. 76
3. Daftar Upah Tenaga Harian Lepas .................................................... 80
4. Penghitungan PPh Pasal 21 Karyawan Tetap
Menurut PT. Hikerta Pratama ........................................................... 82
5. Penghitungan PPh Pasal 21 Upah Tenaga Harian-
Lepas Menurut PT. Hikerta Pratama ................................................. 86
6. Penghitungan PPh Pasal 21 Karyawan Tetap Menurut
Penulis Dengan Mengacu Pada Undang-undang
Pajak Penghasilan No. 36 Tahun2008................................................ 88
7. Penghitungan PPh Pasal 21 Upah Tenaga Harian Lepas
Menurut Penulis Dengan Mengacu Pada Undang-undang
Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008 ............................................... 92


1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perubahan tatanan kehidupan bangsa Indonesia yang bergulir cepat
sejak runtuhnya rezim kekuasaan orde baru adalah proses perubahan dalam
segala bidang, citacita untuk mewujudkan negara yang maju memacu
perubahanperubahan yang mendasar diberbagai sektor dan tahapan.
Peraturan perpajakan selalu disempurnakan sejalan dengan
perkembangan ekonomi dan sosial. Perubahan selalu dibuat untuk
menyesuaikan kondisi yang ada, karena itu peraturan perpajakan selalu
mengalami perubahan dari waktu ke waktu Salah satu adalah terhadap UU
Pajak Penghasilan.
Perubahan diatas merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk
lebih memberikan keadilan dan meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak
serta agar lebih dapat diciptakan kepastian hukum. Oleh karena itu,
Pemerintah mengeluarkan Undangundang Pajak Penghasilan No. 7 Tahun
1983, dan Undang undang Pajak Penghasilan No. 10 Tahun 1994 dan
sebagaimana telah diubah dengan Undang undang Pajak Penghasilan No.
17 Tahun 2000. Terakhir diubah dengan Undangundang No. 36 Tahun 2008.
2

Perubahan Undangundang Pajak Penghasilan tersebut, dilakukan
dengan tetap berpegang teguh pada prinsip prinsip perpajakan yang dianut
secara universal, yaitu keadilan, kemudahan/efisiensi administrasi dan
produktifitas penerimaan negara serta tetap mempertahankan self assessment
system.
Sistempemungutan pajak dengan self assessment system, yaitu sistem
pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada wajib pajak untuk
menentukan besarnya pajak yang terutang, dalam self assessment system
wajib pajak bersifat aktif, mulai dari menghitung, menyetor dan melaporkan
sendiri pajak yang terutang menurut Undangundang pada suatu masa pajak,
sedangkan fiskus tidak ikut campur, hanya mengawasi.
Hal ini berarti bahwa wajib pajak bertanggung jawab atas kewajiban
pajak menurut Peraturan Undang undang mulai dari saat pendaftaran
sebagai wajib pajak untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),
menghitung, menyetorkan pajak yang terutang dan melaporkannya ke Kantor
Pelayanan Pajak (KPP)
Kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah dalam self assessment
system, mewajibkan kepada wajib pajak untuk memliki kemampuan dalam
memahami dan menerapkan peraturan perpajakan yang sedang berlaku,
mengikuti informasi terhadap peraturan perpajakan yang sedang berkembang,
mempunyai kejujuran yang tinggi, serta menyadari akan pentingnya
membayar pajak.
3

Banyaknya upaya perubahan untuk memperbaiki peraturan perpajakan,
namun kenyataannya dalampelaksanaan masih banyak wajib pajak yang
kurang mengerti dan memahami dalampenerapan pajak penghasilan Pasal 21
dalam hal penghitungan, pelaporan dan penyetoran kewajiban perpajakannya.
Selain ketentuan Peraturan Undang undang Perpajakan diatas, dasar
hukum yang dipakai dalam penghitungan, pemotongan, pelaporan dan
penyetoran PPh Pasal 21 adalah Peraturan Direktorat Jendral Pajak No. PER-
31/PJ./2009.
Begitu banyak peraturan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah,
namun dalam pelaksanaannya seringkali terjadi pelanggaran yang tidak sesuai
dengan dasar hukum pajak. Adapun jenis penyimpangan yang sering terjadi
adalah banyaknya wajib pajak yang tidak membayar kewajibannya secara
penuh. Hal tersebut akibat adanya pemalsuan dokumentasi atau proses
penahapan yang dilakukan tidak sesuai prosedur. Dengan adanya perubahan
Undangundang Perpajakan tersebut diharapkan wajib pajak juga dapat
memenuhi kewajiban perpajakannya secara lebih baik.
Terdapat beberapa penelitian terhadap pajak penghasilan Penelitian
sebelumnya dilakukan oleh Fitri Damayanti (2004) pada PT.Unitra
Adhiwijaya. Ia menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut belum menerapkan
penghitungan terhadap pajak penghasilan Pasal 21 sesuai dengan Undang
undang Perpajakan Nomor 17 Tahun 2000. Didalam penelitiannya ia
menyebutkan terdapat penyesuaian terhadap Undang undang Pajak
4

Penghasilan Tidak kena Pajak (PTKP) yang mana terdapat kenaikan jumlah
PTKP yang diberlakukan Tahun 2005 sesuai dengan Keputusan Mentri
Keuangan No.564/KMK.3/2004 tentang penyesuaian besarnya Penghasilan
Tidak Kena Pajak ( PTKP ) yaitu :
1. Rp 2.880.000,00 untuk diri wajib pajak orang pribadi, disesuaikan
menjadi sebesar Rp 12.000.000,00
2. Rp 1.440.000,00 tambahan untuk wajib pajak yang kawin disesuaikan
menjadi sebesar Rp 1.200.000,00
3. Rp 2.880.000,00 tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya
digabung dengan penghasilan suami disesuaikan menjadi sebesar Rp
12.000.000,00
4. Rp 1.440.000,00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan
keluarga semenda dalamgaris keturunan lurus serta anak angkat, yang
menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap
keluarga, disesuaikan menjadi sebesar Rp 1.200.000,00
Selanjutnya Mohamad Arif Hidayat (2006) pada Rumah Sakit
Bhineka Bakti Husada. Ia menyimpulkan bahwa Perusahaan tersebut belum
menerapkan penghitungan terhadap pajak penghasilan Pasal 21 sesuai dengan
Undang undang Perpajakan Nomor 17 Tahun 2000. Dimana dalam
penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 ada beberapa kekeliruan yang
mengakibatkan ketidaksesuaian antara jumlah penghitungan PPh Pasal 21
terutang menurut Rumah Sakit dengan jumlah penghitungan PPh Pasal 21
5

terutang menurut Peneliti dengan mengacu kepada Undang udang Pajak
Penghasilan No.17 Tahun 2000.
Adapun perbedaan antara peneliti sebelumnya dengan penulis,
Peneliti sebelumnya melakukan Riset terhadap Pajak Penghasilan mengacu
kepada Undang undang No. 17 Tahun 2000, Sedangkan Penulis melakukan
Riset terhadap Pajak Penghasilan mengacu kepada Undang undang yang
terbaru yaitu Undang undang No. 36 Tahun 2008 yang akan diberlakukan 1
Januari Tahun 2009.
Dalam penelitian ini untuk menghitung Pajak Penghasilan yaitu
dengan mengalikan tarif PPh dengan Penghasilan kena Pajak (PKP).
Sedangkan tarif PPh dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 2005 s.d. 2008
Tabel 1.1
Tarif Pasal 17, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000
Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
Sampai dengan Rp 25.000.000,00 5%
Diatas Rp 25.000.000,00 s.d. Rp
50.000.000,00
10%
Diatas Rp 50.000.000,00 s.d. Rp
100.000.000,00
15%
Diatas Rp 100.000.000,00 s.d. Rp
200.000.000,00
25%
Diatas Rp 200.000.000,00 35%


6

2. Wajib Pajak Orang Pribadi Mulai Tahun 2009
Tabel 1.2
Tarif Pasal 17, Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008
Lapisan penghasilan kena pajak Tarif pajak
Sampai dengan Rp 50.000.000,00 5%
Diatas Rp 50.000.000,00 s.d. Rp
250.000.000,00
15%
Diatas Rp.250.000.000,00 s.d. Rp
500.000.000,00
25%
Diatas Rp 500.000.000,00 30%
Untuk menghitung penghasilan kena pajak orang pribadi adalah
jumlah penghasilan bersih dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
Sedangkan PTKP sebagai berikut :
1. PTKP Tahun 2005 s.d. 2008
a. Rp 13.200.000,00 (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah) untuk diri
wajib pajak orang pribadi
b. Rp 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk
wajib pajak yang kawin
c. Rp 13.200.000,00 (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah) tambahan
untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan
suami dengan syarat : Istri sebagai karyawati yang memperoleh
penghasilan yang telah dipotong PPh 21, dan pekerjaan istri tidak ada
hubungan dengan usaha dan pekerjaan bebas suami
d. Rp 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk
setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis
7

keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan
sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga
2. PTKP Mulai Tahun 2009
a. Rp 15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu
rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi.
b. Rp 1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan
untuk wajib Pajak yang kawin.
c. Rp 15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu
rupiah) tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung
dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalamPasal 8 ayat
(1) dan
d. Rp 1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan
untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam
garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan
sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.
Besarnya penghasilan neto pegawai tetap ditentukan berdasar
penghasilan bruto dikurangi dengan biaya jabatan.
1. Biaya Jabatan Tahun 2006 s.d. 2008
Biaya Jabatan, yaitu biaya untuk mendapatkan, menagih, dan
memelihara penghasilan sebesar 5% (lima persen) dari penghasilan bruto
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, dengan jumlah maksimum yang
diperkenankan sejumlah Rp 1.296.000,00 (satu juta dua ratus sembilan puluh
8

enam ribu rupiah) setahun atau Rp 108.000,00 (seratus delapan ribu rupiah)
sebulan
2. Biaya Jabatan Mulai Tahun 2009
Besarnya Biaya Jabatan mulai 1 Januari 2009 telah berubah.
Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-
250/PMK. 03/2008. Besarnya biaya jabatan yang dapat dikurangkan dari
penghasilan bruto untuk penghitungan pemotongan Pajak Penghasilan bagi
pegawai tetap ditetapkan sebesar 5% dari Penghasilan Bruto, setinggi-
tingginya Rp 6.000.000,00 setahun atau Rp 500.000,00 sebulan.
Berdasarkan apa yang telah penulis uraikan diatas maka penulis
memutuskan mengajukan skripsi dengan konsentrasi perpajakan khususnya
pajak atas penghasilan orang pribadi dalam negeri pada suatu perusahaan.
Adapun judul yang diajukan oleh penulis yaitu Analisis Penerapan
Penghitungan, Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak
Penghasilan Pasal 21 Berdasarkan Undang undang Nomor 36 Tahun
2008 Pada PT. Hikerta Pratama.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah:
apakah PT. Hikerta Pratama dalam menetapkan kewajiban atas pajak
penghasilan Pasal 21 telah sesuai dengan Undangundang Perpajakan No. 36
Tahun 2008.
C. Tujuan dan Manfaat
9

1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk
mengetahui apakah pelaksanaan penghitungan, pemotongan, penyetoran
dan pelaporan pajak penghasilan Pasal 21 oleh PT. Hikerta Pratama sesuai
dengan Undangundang Pajak Penghasilan No. 17 Tahun 2000 sebagai
mana telah diubah terakhir dengan Undangundang No. 36 Tahun 2008.
2. Manfaat Penelitian
a. Bagi Peneliti
Berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama
mengikuti perkuliahan dan menjadi pengetahuan apabila nanti terjun
secara langsung kelapangan. Serta merupakan persyaratan guna
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
b. Bagi Perusahaan
Diharapkan dapat menjadi masukan dan menjadi bahan evaluasi
berkenaan dengan penerapan penghitungan dan pelaporan pajak
selanjutnya, khususnya Pajak Penghasilan Pasal 21.
c. Bagi Pembaca
Diharapkan dapat menambah wawasan mengenai aspekaspek
perpajakan, khususnya dalamhal penghitungan dan pelaporan pajak
penghasilan Pasal 21 sesuai dengan Undang undang yang berlaku.
35

E. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Tabel 2.3
Hasil Penelitian Sebelumnya
Penelitian J udul Perbedaan Persamaan Alat Analisis Hasil

Arja Sadjiarto
( 2006 )

Variasi Penghitungan dan
Penyetoran Pajak penghasilan Pasal
21

Variasi dan KEP-
545/PJ /2000.
PER-15/PJ /2006.
UU No. 17 Tahun 2000.
Biaya jabatan
Tarif pajak
PTKP


Penghitungan dan
Penyetoran pajak
Penghasilan Pasal 21

Metodekualitatif
dengan pendekatan
study kasus

Dalam melakukan
penghitungan dan penyetoran
PPh Pasal 21 bagi pegawai
tetap untuk menghindari lebih
bayar pada SPT Tahuunan
dengan cara menerapkan
system kumulatif.

Amber
Lumbantoruan
( 2002 )

Pengaruh Kebijakan Pajak
Penghasilan Pasal 21 Terhadap
Penghasilan Badan pada PDAM
Bayumas

Pajak Penghasilan
Badan Pada PDAM.
UU No.17 Tahun 2000,
Biaya jabatan,
Tarif pajak,
PTKP,

Pajak Penghasilan
Pasal 21

Metodepenelitian
arsip dan Analisis
statistic deskriptif,
Statistic inferensial
parametik

Menyatakan kebijakan pajak
penghasilan pasal 21 dalam
bentuk tunjangan pajak lebih
menguntungkan bagi
perusahaan dari padasubsidi
pajak.
36

Lanjutan
Tabel 2.3
Hasil Penelitian Sebelumnya
Penelitian J udul Perbedaan Persamaan Alat Analisis Hasil

Yunita Christy
( 2003 )

Hubungan Keakuratan
Penghitungan Pajak Penghasilan
Pasal 21 Antara fiskus dan Wajib
Pajak pada RS Immanuel

Hubungan Keakuratan.
Fiskus dan Wajib Pajak
pada RS Immanuel.
UU No. 17 Tahun 2000.
Biaya jabatan,
Tarif pajak,
PTKP

Penghitungan PPh
Pasal 21

MetodeDeskriftif
analitis

J umlah pajak penghasilan
Pasal 21 yang dihitung
Rumah Sakit Imanuel per
bulan sama dengan jumlah
pajak penghasilan pasal 21
yang dihitung oleh fiskus
berdasarkan undang- undang
perpajakan No.17 Tahun
2000.

Yuwono
(2007 )

Analisis Pelaksanaan Penghitungan
dan Pelaporan Pajak Penghasilan
Pasal 21 padaPT. XYZ
( Produksi Biskuit)

Penerapan Pemotongan,
Penyetoran.
UU No.17 Tahun 2000,
KEP-
No.564/KMK.3/2004,
Biaya jabatan,
Tarif
PTKP

Penghitungan dan
Pelaporan pajak
Penghasilan Pasal 21

MetodeDeskriptif
kualitatif

Dalam penghitungan dan
pelaporan pajak penghasilan
terdapat ketidak kesesuaian
antara peneliti dengan
perusahaan dalamhal
penghitungan penghasilan
Tidak Kena Pajak (PTKP)
37


37

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian
Adapun yang menjadi objek pajak penelitian ini adalah PT. Hikerta
Pratama penelitian ini dibatasi hanya pada masalah bagaimana cara pelaksanaan
penghitungan, pemotongan, pelaporan dan penyetoran pajak penghasilan Pasal
21 terhadap pegawai tetap dan tenaga lepas harian yang berkerja pada
perusahaan tersebut.
B. Metodologi Penelitian
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah studi kasus yang
bersifat deskriptif untuk tujuan analisis. Untuk penghitungan penulis mengambil
108 sampel SPT form1721 A Tahunan secara randomdimana penghitungannya
didasarkan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Adapun sampel yang
diambil berdasarkan pertimbangan terhadap pegawai tetap dan tenaga harian
lepas yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Pegawai tetap yang penghasilan neto-nya melebihi PTKP
2. Pegawai tetap yang berkerja mulai awal tahun hingga akhir tahun
3. Pegawai tetap yang bekerja mulai awal tahun dan berhenti pada pertengahan
tahun
38

4. Tenaga harian lepas yang dibayarkan secara bulanan
C. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian deskriptif ini penulis melakukan penelitian untuk
memperoleh data-data yang diperlukan dengan metode:
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian Kepustakaan yaitu usaha yang dilakukan oleh penulis untuk
memperoleh data-data sekunder yang diperlukan dengan cara membaca,
mempelajari, menelaah dan menganalisis sumber kepustakaan yang relavan
seperti buku, Undang-undang peraturan perpajakan, serta diklat-diklat kuliah
yang berkaitan dengan pembahasan skripsi sebagai dasar perbandingan antara
teori yang relavan dengan peraktik yang terjadi dalamoperasi perusahaan.
2. Penelitian Lapangan (field Research)
Penelitian Lapangan yaitu usaha yang dilakukan penulis dalam rangka
memperoleh data primer dan skunder berupa wawancara (interview) dengan
pihak-pihak yang dapat memberikan informasi mengenai penelitian ini seperti
dengan pihak humas, personalia, akuntansi dan bagian perpajakan.
3. Dokumentasi (Documentation)
Dokumentasi adalah penelitian yang dilakukan dengan cara menelaah atas
dokumen -dokumen yang terkait dalamhal penghitungan dan pelaporan pajak
penghasilan Pasal 21 pada PT. Hikerta Pratama. Dokumen ini berupa Surat
39

Pemberitahunan (SPT) PT. Tahunan beserta Surat Setoran Pajak (SSP) nya,
profil Perusahaan, daftar gaji karyawan, serta dokumen-dokumen yang terkait.
D. Metode Analisa
Dalam skripsi ini metode analisa data yang penulis terapkan adalah metode
deskriftif kuantitatif dan metode deskriftif kualitatif. Data-data yang telah penulis
kumpulkan dari penelitian lansung maupun literatur akan dijabarkan melalui
analisa guna memperoleh jawaban atas rumusan yang ada. Analisis yang
digunakan dalammenjabarkan penelitian ini adalah:
1. Analisis Kualitatif, yaitu analisis dengan cara mempelajari dan menguji
apakah ketentuan Undang-undang Perpajakan yang berlaku telah ditetapkan
oleh perusahaan dalampenghitungan, pemotongan, penyetoran dan pelaporan
pajak penghasilan Pasal 21 telah sesuai dengan Undang - undang Perpajakan
yang berlaku.
2. Analisis kuantitatif, yaitu analisis atas penelitian dengan cara penghitungan
angka- angka. Analisis ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang nyata
mengenai penghitungan dan pemotongan pajak penghasilan Pasal 21
diperusahaan dengan cara memperoleh data data mengenai gaji, tunjangan
serta iuran yang berlaku diperusahaan kemudian mengujinya dengan
penghitungan pajak penghasilan Pasal 21 yang berlaku.


40

E. Operasi Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis mengindentifikasi variabel-variabel yang
digunakan dalammembahas masalah tersebut:
1. Penghasilan Bruto
Penghasilan Bruto yaitu penghasilan yang diterima oleh karyawan berupa
gaji, tunjangan-tunjangan dan lain-lain.
2. Biaya Jabatan
Biaya jabatan yaitu biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara
penghasilan yang besarnya 5% dari penghasilan bruto sebesar- besarnya Rp
6.000.000,00 (enamjuta rupiah ) setahun atau Rp 500.000,00 ( lima ratus ribu
rupiah) sebulan.
3. Penghasilan Neto
Penghasilan Neto yaitu penghasilan bruto dikurangi biaya jabatan.
4. Penghasilan Tidak Kena Pajak
Penghasilan Tidak Kena Pajak yaitu: jumlah pengurangan terhadap
penghasilan neto yang besarnya ditentukan oleh Undang undang Perpajakan
dan Peraturan Dirjen Pajak.
5. Penghasilan Kena Pajak
Penghasilan Kena Pajak yaitu dasar penghitungan pajak terutang yang
diperoleh dari jumlah penghasilan neto dikurangi PTKP.

41

6. Pajak Terutang
Pajak Terutang yaitu pajak yang harus dibayar pada suatu masa pajak,
besarnya pajak terutang dihitung dari jumlah PKP yang diperoleh lalu
dikalikan dengan tarif pajak Pasal 17 Undang undang Nomor 36 Tahun
2008.



10

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Dasar Dasar Perpajakan
1. Pengertian Pajak
Dalam membahas pengertian pajak, banyak para ahli memberikan
batasan tentang pajak, diantara pengertian pajak yang dikemukakan oleh
Prof. Dr. Rocmat Soemitro, dan Mardiasmo (2009:1):
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang
undang (yang dapat dipaksakan ) dengan tiada mendapat jasa timbal balik
( kontraprestasi ) yang lansung dapat ditujukan dan yang digunakan untuk
membayar pengeluaran umum.

Menurut Prof. Dr. P.J.A. Andriani,Guru Besar Hukum Pajak
Universitas Amsterdam, yang telah di terjemahkan oleh R.Santoso
Brotidihatjo, dalam bukunya, Pengantar Ilmu HukumPajak (Waluyo
dan Wirawan B.Ilyas 2009:4)
Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang
oleh wajib pajak yang membayarnya menurut peraturanperaturan, dengan
tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang
gunanya untuk membiayai pengeluaranpengeluaran umumberhubungan
dengan tugas negara harus menyelenggarakan pemerintahan.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa caracara yang
melekat dalampengertian pajak adalah:


11

a. Iuran rakyat, dalam perundangundangan pajak negara kita ditugaskan
bahwa pajak merupakan perwujudan keikutsertaan warga negara
dalam pembangunan nasional.
b. Kepada Kas Negara, UU KUP menegaskan bahwa pajak harus dibayar
ke kas negara atau badan keuangan yang ditujukan secara resmi oleh
pemerintah (UU KUP Pasal 10).
c. Pajak dipungut berdasarkan UU serta aturan pelaksanaan yang
sifatnya dapat dipaksakan.
d. Dalampembayaran pajak tidak dapat ditujukan adanya Kontraprestasi
individual oleh pemerintah.
e. Digunakan untuk pengeluaranpengeluaran negara yang bila
pemasukannya masih terdapat surplus, digunakan untuk membiayai public
investment.
2. Fungsi Pajak
Ada 2 Fungsi Pajak :
a. Fungsi Budgeter (Penerimaan)
Pajak sebagai sumber penerimaan pemerintah untuk membiayai
pengeluaranpengeluarannya.
b. Fungsi Regulerent (Mengatur)
Pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan
pemerintah dalambidang sosial dan ekonomi.




12

3. Sistem Pemungutan Pajak
a. Official Assessment System
Sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada
pemerintah untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh
wajib pajak. Dalam official assessment system wajib pajak bersifat
pasif dan utang pajak timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak
oleh fiskus.
b. Self Assessment System
Sistempemungutan pajak yang memberi wewenang kepada wajib
pajak untuk menentukan besarnya pajak yang terutang. DalamSelf
Assessment System wajib pajak bersifat aktif, mulai dari menghitung,
menyetor dan melaporkan sendiri pajak yang terutang sedangkan
fiskus tidak ikut campur, hanya mengawasi.
c. With Holding System
Sistempemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak
ketiga (bukan fiskus dan bukan wajib pajak yang bersangkutan) untuk
menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak.
B. Pajak Penghasilan Pasal 21
1. Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 21
Pajak penghasilan Pasal 21 merupakan pajak yang dipotong oleh
pihak lain atas penghasilan berupa gaji, upah, honorium, tunjangan dan
pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan


13

dengan pekerjaan atau jabatan, jasa dan kegiatan yang dilakukan oleh
wajib pajak orang pribadi dalamnegeri.
Dasar pengenaan pajak penghasilan Pasal 21 adalah Undang-
undang Pajak Penghasilan No. 17 Tahun 2000 sebagai mana telah diubah
terakhir dengan Undangundang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008.
2. Pemotongan pajak PPh Pasal 21
Pemotongan pajak PPh Pasal 21 diantaranya adalah :
a. Pemberi kerja yang terdiri dari orang pribadi dan badan, baik
merupakan pusat maupun cabang, perwakilan atau unit, bentuk usaha
tetap, yang membayar gaji, upah, honorium, tunjangan, dan
pembayaran lain dengan nama apapun, sebagai imbalan sehubungan
dengan perkerjaan atau jasa yang dilakukan oleh pegawai atau bukan
pegawai.
b. Bendaharawan pemerintah termasuk bendaharawan pada pemerintah
pusat, pemerintah daerah, instansi atau lembaga pemerintah,
lembaga-lembaga negara lainnya dan kedutaan besar RI di luar negeri
yang membayar gaji, upah, honorium, tunjangan, dan pembayaran lain
dengan nama apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa
dan kegiatan.
c. Dana pensiun, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, tenaga kerja, dan
badanbadan lain yang membayar uang pensiun dan Tabungan Hari
Tua atau Jaminan Hari Tua.


14

d. Perusahaan, Badan dan Bentuk Usaha Tetap, yang membayar
honoriumatau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan
kegiatan, jasa, termasuk jasa tanaga ahli dengan status wajib pajak
dalam negeri yang melakukan pekerjaan bebas dan bertindak untuk
dan atas nama persekutuannya.
e. Perusahaan, Badan dan Bentuk Usaha Tetap, yang membayar
honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan
dengan kegiatan dan jasa yang dilakukan oleh orang pribadi dengan
status wajib pajak luar negeri.
f. Yayasan ( termasuk yayasan dibidang kesejahteraan, rumah sakit,
pendidikan kesenian, olah raga , kebudayaan), lembaga, kepanitiaan,
asosiasi, perkumpulan, organisasi masa, organisasi sosial politik dan
organisasi lainnya dalambentuk apapun dalam segala bidang kegiatan
sebagai pembayaran gaji, upah, honorarium, atau imbalan dengan
nama apapun sehubungan dengan perkerjaan, jasa, kegiatan yang
dilakukan oleh orang pribadi.
g. Perusahaan, Badan, dan Bentuk Usaha Tetap, yang membayarkan
honorariumatau imbalan lain kepada perserta didik, pelatihan, dan
pemanggangan.
h. Penyelenggara kegiatan (termasuk badan pemerintah, organisasi
termasuk organisasi internasional, perkumpulan, orang pribadi serta
lembaga lainnya yang menyelenggarakan kegiatan) yang membayar
honorarium, hadiah atau penghargaan dalam bentuk apapun kepada


15

wajib pajak orang pribadi dalam negeri berkenaan dengan suatu
kegiatan.
3. Subjek Pajak Penghasilan Pasal 21
Menurut Waluyo dan Wirawan B. Ilyas (2009:14) penerimaan
penghasilan yang dipotong pajak penghasilan Pasal 21 yaitu:
a. Pegawai adalah setiap orang pribadi, yang melakukan pekerjaan
berdasarkan perjanjian atau kesepakatan kerja baik tertulis maupun
tidak tertulis, termasuk yang melakukan pekerjaan dalam jabatan
negeri atau Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik
Daerah.
b. Penerima uang pensiun adalah orang pribadi atau ahli warisnya yang
menerima atau memperoleh imbalan untuk pekerjaan yang dilakukan
dimasa lalu, termasuk orang pribadi atau ahli warisnya yang menerima
Tabungan Hari Tua.
c. Penerima honorarium adalah orang pribadi yang menerima atau
memperoleh imbalan sehubungan dengan jasa, jabatan, atau kegiatan
yang dilakukan.
d. Penerima upah adalah orang pribadi yang menerima upah harian, upah
mingguan, upah borongan, atau upah satuan.
e. Orang pribadi lainnya yang menerima atau memperoleh penghasilan
sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan dari pemotong pajak.



16

4. Tidak Termasuk Objek Pajak Penghasilan Pasal 21
Dalam Pasal 8 Keputusan Direktorat Jendral Pajak No. KEP
31/PJ/2009, yang tidak termasuk objek pajak penghasilan Pasal 21, yaitu:
a. Pembayaran asuransi dari perusahaan asuransi kesehatan, asuransi
kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi beasiswa.
b. Penerima dalambetuk natura dan kenikmatan kecuali yang diberikan
oleh bukan wajib pajak.
c. Iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang
pendiriannya telah disahkan Mentri Keuangan serta Iuran Tabungan
Hari Tua atau Tunjangan Hari Tua (THT) kepada badan penyelenggara
jamsostek yang dibayar oleh pemberi kerja.
d. Kenikmatan berupa pajak yang ditanggung oleh pemberi kerja.
e. Zakat yang diterima oleh Pribadi yang berhak dari badan atau lembaga
amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.
f. Beasiswa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf l
Undang-undang Pajak Penghasilan.
5. Objek Pajak Penghasilan Pasal 21
Dalam Pasal 3 Peraturan Direktorat Jendral Pajak No. PER-
31/PJ/2009, yang menjadi objek pajak penghasilan adalah:
a. Penghasilan yang diterima atau diperoleh secara teratur berupa gaji,
uang pensiun bulanan, upah, honorarium (termasuk honorarium
anggota dewan komisariat atau anggota dewan pengawas) premi
bulanan, uang lembur, uang sokongan, uang tunggu, uang ganti rugi,


17

tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan kemahalan, tunjangan
jabatan, tunjangan khusus, tunjangan transport, tunjangan pajak,
tunjangan pensiun, tunjangan pendidikan anak, beasiswa, premi
asuransi yang dibayar pemberi kerja, dan penghasilan teratur lainnya
dengan nama apapun.
b. Penghasilan yang diterima atau diperoleh secara tidak teratur berupa
jasa produksi, tantiem, gratifikasi, tunjangan cuti, tunjangan hari raya,
tunjangan tahun baru, bonus, premi tahunan, dan penghasilan sejenis
lainnya yang sifatnya tidak tetap.
c. Upah harian, upah mingguan, upah satuan dan upah borongan.
d. Uang tebusan pensiun, uang pesangon, uang Tabungan Hari Tua atau
Jaminan Hari Tua, dan pembayaran lain sejenis.
e. Honorarium, uang saku, hadiah, atau penghargaan dengan nama dan
dalam bentuk apapun, komisi, beasiswa, dan pembayaran lain sebagai
imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang
dilakukan oleh wajib pajak dalamnegeri, terdiri dari :
1) Tenaga ahli
2) Pemain musik, pembawa acara, pelawak,bintang film,bintang
sinetron, bintang iklan, sutradara, crew film, foto model,
peragawan/peragawati, pemain drama, penari, pemahat, pelukis,
dan seniman lainnya.
3) Olahragawan
4) Penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh dan moderator.


18

5) Pengarang, peneliti, dan penerjamaah.
6) Pemberi jasa dalam segala bidang termasuk teknik, komputer, dan
sistemaplikasinya, telekomunikasi, elekronika, fotografi, ekonomi
dan sosial.
7) Agen iklan.
8) Pengawas, pengelola proyek, anggota dan pemberi jasa kepada
suatu kepanitiaan, peserta sidang atau rapat, dan tenaga lepas
lainnya dalamsegala bidang kegiatan.
9) Pembawa pesanan atau yang menemukan langganan.
10) Peserta perlombaan.
11) Petugas penjaga barang dagangan.
12) Petugas dinas luar asuransi.
13) Peserta pendidikan dan pelatihan
14) Distributor perusahaan multilevel marketing atau dierect selling
dan kegiatan sejenis lainnya.
f. Gaji, gaji kehormatan, tunjangantunjangan lain yang terkait dengan
gaji yang diterima oleh pejabat negara dan PNS.
g. Uang pensiun dan tunjangantunjangan lain yang sifatnya terkait
dengan uang pensiun yang diterima oleh pensiunan termasuk janda
atau duda dan atau anakanaknya.
h. Penerima dalam bentuk natura dan kenikmatan lainnya dengan nama
apapun yang diberikan oleh bukan wajib pajak.



19

6. Tarif Pajak Penghasilan
Tabel 2.1.
Tarif Pasal 17, Undangundang Nomor 36 Tahun 2008
Lapisan Penghasilan kena Pajak Tarif Pajak
Sampai dengan RP
50.000.000,00
5 %
Diatas Rp 50.000.000,00 s.d.
Rp 250.000.000,00
15 %
Diatas Rp 250.000.000,00 s.d.
Rp 500.000.000,00
25 %
Diatas Rp 500.000.000,00 30 %
Sumber : Undang-undang Perpajakan No.36 Tahun 2008
7. Pengurangan yang diperbolehkan:
Dalam Pasal 1 Keputusan Jendral Pajak No. KEP 250/PJ/2009,
yang menjadi pengurangan pajak Penghasilan Pasal 21 adalah:
a. Besarnya biaya jabatan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto
untuk penghitungan pemotongan Pajak Penghasilan bagi pegawai
tetap sebagaimana dimaksud dalamPasal 21 ayat (3) Undang-undang
Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 36
Tahun 2008 ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari penghasilan
bruto, setinggi-tingginya Rp 6.000.000,00 (enam juta rupiah) setahun
atau Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) sebulan.
b. Besarnya biaya pensiun yang dapat dikurangkan dari penghasilan
bruto untuk penghitungan pemotongan Pajak Penghasilan bagi


20

pensiunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (3) Undang-
Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-
undang Nomor 36 Tahun 2008 ditetapkan sebesar 5% (lima persen)
dari penghasilan bruto, setinggi-tingginya Rp 2.400.000,00 (dua juta
empat ratus ribu rupiah) setahun atau Rp 200.000,00 (dua ratus ribu
rupiah) sebulan.
8. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Nomor pokok wajib pajak adalah nomor yang diberikan kepada
wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang
dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam
melaksanakan hak dan kewajibannya.
Bagi penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 yang tidak
memiliki NPWP, dikenakan pemotong PPh Pasal 21 dengan tarif lebih
tinggi 20% dari pada tarif yang diterapkan terhadap wajib pajak yang
memiliki NPWP. Artinya jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah
sebesar 120% dari jumlah yang seharusnya dipotong dalam hal yang
bersangkutan memiliki NPWP.
9. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari seorang
pegawai dihitung berdasarkan penghasilan netonya dikurangi dengan


21

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Atas besarnya PTKP dalam
Undang undang Perpajakan Nomor 36 Tahun 2008 dan Peraturan
Direktorat Jendral Pajak No. PER-31/PJ./2009 sebagai berikut:
a. Rp. 15.840.000,00. (Lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu
rupiah) untuk diri wajib orang pribadi.
b. Rp. 1.320.000,00. (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah)
tambahan untuk wajib pajak yang sudah menikah.
c. Rp. 15.840.000,00. (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu
rupiah) tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung
dengan suami.
d. Rp. 1.320.000,00. (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah)
tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan anggota keluarga
dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi
tanggungan sepenuhnya. Paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.
10. Cara Penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21
a. Contoh Penghitungan PPh 21 Terhadap Penghasilan Pegawai
Tetap
Hasan bekerja pada Perusahaan PT ABC dengan memperoleh gaji
sebulan Rp. 2.000.000,00 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp.
50.000,00. Hasan menikah dan mempunyai 1 anak



22

Perhitungan PPh Pasal 21
Gaji sebulan Rp. 2.000.000,00.
Pengurangan
Biaya Jabatan :
5% X Rp. 2.000.000,00. Rp. 100.000,00.
Iuran Pensiun : Rp. 50.000,00. Rp. 150.000,00
Penghasilan neto sebulan Rp. 1.850.000,00
Penghasilan neto setahun
12 X Rp. 1.850.000,00. Rp. 22.200.000,00
PTKP setahun
Untuk WP sendiri Rp.15.840.000,00.
Tambahan WP kawin Rp. 1.320.000,00.
Tambahan 1 anak Rp. 1.320.000,00. Rp. 18.480.000,00
Penghasilan Kena Pajak Setahun Rp. 3.720.000,00.
PPh Pasal 21 Terutang :
5% X Rp. 3.720.000,00 =Rp. 186.000,00
PPh Pasal 21 Sebulan :
Rp. 102.000.000,00. : 12 =Rp. 15.500,00

b. Penghitungan Pemotongan PPh 21 Atas Penghasilan yang
Diterima Peserta Kegiatan
Taufiq adalah seorang pemain bulu tangkis professional yang
bertempat tinggal di Indonesia, ia menjuarai turnamen Indonesia
terbuka dan memperoleh hadiah sebesar Rp. 200.000.000,00.
PPh terutang atas hadiah turnamen Indonesia terbuka tersebut adalah:
5% Rp 50.000,000,00. =Rp. 2.500,000,00.
15% Rp.150.000,000,00. =Rp. 22,500.000,00. Rp. 25.000,000,00.
c. Ir. Garda Suganda, adalah seorang arsitek, pada bulan Maret 2009
menerima fee sebesar Rp 100.000.000,00 dari PT. Selaras Propertindo
sebagai imbalan pemberian jasa yang dilakukannya. Pada bulan Juli
2009 menerima pelunasan sisa fee sebesar Rp 50.000.000,00


23

Penghitungan PPh Pasal 21 yang terutang dan harus dipotong atas
penghasilan Ir. Garda Suganda adalah sbb :
Table 2.2
Penghitungan Pemotong PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Yang
Diterima Tenaga Ahli yang Melakukan Pekerjaan Bebas
Bulan
Penghasilan
bruto
(Rupiah)
Dasar
Pemotongan
PPH Pasal 21
(Rupiah)
Dasar
Pemotongan
PPH Pasal
21 kumulatif
(Rupiah)
Tariff
Pasal 17
ayat 1
huru a
UUD PPh
PPH Pasal
21 Terutang
(1) (2) (3)=50%x(2) (4) (5) (6)=(3)x(5)
Maret 100.000.000 50.000.000 50.000.000 5% 2.500.000
J uli 50.000.000 25.000.000 75.000.000 15% 3.750.000
J umlah 150.000.000 75.000.000 6.250.000
Sumber : Perpajakan edisi revisi 2009
Penjelasan Penghitungan:
Pada bulan Maret 2009, jumlah kumulatif 50% dari penghasilan
bruto yang dibayarkan kepada Ir. Garda Suganda sebesar Rp
50.000.000,00 (belumlebih dari 50 juta), sehingga atas penghasilan yang
dibayarkan kepada Ir. Garda Suganda harus dipotong PPh Pasal 21 sebesar
5% dari 50% Jumlah penghasilan bruto yang diterima. Sementara itu, Pada
bulan Juli 2009, jumlah kumulatif 50% dari penghasilan bruto yang
dibayarkan kepada Ir. Garda Suganda telah melebihi Rp 50.000.000,00
sehingga tarif yang berlaku adalah 15% dari 50% Jumlah penghasilan
bruto.




24

11. Hak dan Kewajiban Pemotong Pajak
Berdasarkan Peraturan Direktorat Jendral Pajak No.Kep-
31/PJ/2009. Hak dan kewajiban pemotong pajak penghasilan pasal 21
adalah sebagai berikut :
a. Setiap pemotong pajak wajib mendaftarkan diri kekantor pelayanan
pajak atau kantor penyuluhan pajak setempat.
b. Pemotong pajak mengambil sendii formulirformulir yang diperlukan
dalam rangka pemenuhan kewajiban perpajakannya pada kantor
pelayanan pajak atau kantor penyuluhan setempat.
c. Pemotongan pajak wajib mengundang, memotong, dan menyetorkan
PPh Pasal 21 yang terutang untuk setiap bulan takwim.
d. Penyetor pajak dilakukan dengan menggunakan surat setoran pajak
(SSP) kekantor pos atau Bank Usaha Milik Negara atau Badan Usaha
Milik Daerah, atau bankbank lain yang ditunjuk oleh dirjen
Anggaran, selambat- lambatnya tanggal 10 bulan takwim berikutnya.
e. Pemotong pajak wajib melaporkan penyetoran tersebut sekalipun nihil
dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa ke kantor
pelayanan pajak atau kantor penyuluhan pajak setempat,
selambatlambatnya pada Tanggal 20 takwim.
f. Apabila dalamsatu bulan takwim terjadi kelebihan penyetoran PPh
Pasal 21, maka kelebihan tersebut dapat diperhitungkan dengan PPh
Pasal 21 yang terutang pada bulan berikutnya dalam tahun takwim
yang bersangkutan.


25

g. Pemotong pajak wajib memberikan Bukti pemotongan PPh Pasal 21
baik diminta maupun tidak pada saat diberlakukannya pemotongan
pajak kepada orang pribadi bukan sebagai pegawai tetap, penerima
uang tebusan pensiun, penerima Jaminan Hari Tua, penerima uang
pesangon, dan penerima dana pensiun.
h. Pemotongan pajak wajib memberikan bukti pemotong PPh pasal 21
Tahun kepada pegawai tetap, termasuk penerima pensiun bulanan,
dengan menggunakan formulir yang ditentukan oleh Dirjen Pajak
dalam waktu 2 (dua) bulan setelah tahun takwim berakhir.
i. Apabila pegawai tetap berhenti bekerja atau pensiun pada bagian
tahun takwim, maka bukti pemotongan diberikan oleh pemberi kerja
selambatlambatnya 1 (satu) bulan setelah pegawai yang
bersangkutan berhenti bekerja atau pensiun.
j. Dalam waktu 2 (dua) bulan setelah tahun takwim berakhir, pemotong
pajak berkewajiban menghitung kembali jumlah PPh Pasal 21 yang
terutang oleh pegawai tetap dan penerima pensiun bulanan menurut
tarif sebagaimana dimaksud dalamPasal 17 Undang undang No. 17
Tahun 2000 tentang pajak Penghasilan sebagai mana telah diubah
terakhir dengan Undang undang No. 36 Tahun 2008.
k. Jumlah penghasilan yang menjadi dasar penghitungan PPh Pasal 21 di
dasarkan pada kewajiban pajak subjektif yang melekat pada pegawai
tetap yang bersangkutan dan untuk pegawai tetap yang berkewajiban
pajak sebjektifnya berawal atau berakhir dalam tahun pajak


26

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (5) Undangundang
No.17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Undangundang No. 36 Tahun 2008
penghitungannya sebagai berikut :
1) Dalam hal pegawai tetap adalah wajib pajak dalam negeri dan
mulai atau berhenti bekerja dalam tahun berjalan, penghitungan
PPh Pasal 21 didasarkan pada jumlah penghasilan yang sebenarnya
diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak yang bersangkutan
dan tidak disetahunkan
2) Dalam tahun pegawai tetap adalah wajib pajak dalam negeri yang
merupakan pendatang dari luar negeri, yang mulai bekerja di
Indonesia dalam tahun berjalan, penghitungan PPh pasal 21
didasarkan pada jumlah penghasilan yang sebenarnya diperoleh
dalambagian tahun pajak yang bersangkutan yang disetahunkan
l. Apabila jumlah pajak yang terutang lebih besar dari jumlah pajak
yang telah dipotong, kekurangannya dipotongkan dari pembayaran
gaji pegawai yang bersangkutan untuk bulan pada waktu dilakukannya
penghitungan kembali
m. Apabila jumlah pajak terutang lebih rendah dari jumlah pajak yang
telah dipotong, kelebihannya dipenghitungkan dengan pajak yang
terutang atas gaji untuk bulan pada waktu dilakukan penghitungan
kembali.


27

n. Setiap pemotong pajak wajib mengisi, menandatangani dan
menyampaikan SPT Tahunan PPh Pasal 21 ke Kantor Pelayanan
Pajak tempat pemotongan pajak terdaftar atau kantor penyuluhan
pajak setempat.
o. Surat Pemberitahuan Tahun PPh Pasal 21 harus disampaikan
selambatlambatnya tanggal 31 Maret tahun takwimberikutnya.
p. Pemotong pajak dapat mengajukan permohonan untuk
memperpanjang jangka waktu.
q. Permohonan diajukan secara tertulis selambat- lambatnya tanggal 31
Maret tahun takwimberikutnya dengan menggunakan formulir yang
ditentukan oleh Dirjen pajak disertai surat pernyataan mengenai
penghitungan sementara PPh Pasal 21 yang terutang dan bukti
pelunasan kekurangan pembayaran PPh Pasal 21 yang terutang untuk
takwimyang bersangkutan.
r. Surat Pemberitahunan Tahun PPh Pasal 21 harus dilampiri dengan
lampiran-lampiran yang ditentukan dalam petunjuk pengisian SPT
Tahunan PPh pasal 21 untuk tahun pajak yang bersangkutan.
s. Apabila terdapat pegawai berkembang asing, maka SPT Tahunan PPh
Pasal 21 yang bersangkutan harus dilampiri foto copy surat izin
bekerja yang dikeluarkan oleh Dapartemen Tenaga Kerja dan
Transmigrasi atau Instansi yang berwenang.
t. Dalam hal jumlah PPh Pasal 21 yang terutang dalam satu tahun
takwim lebih besar dari Penghasilan yang telah disetor,


28

kekurangannya harus disetor sebelum penyampaian SPT Tahunan PPh
Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 25 Maret tahun takwim
berikutnya.
u. Dalam hal jumlah PPh Pasal 21 yang terutang dalam satu tahun
takwimlebih kecil dari PPh Pasal 21 yang telah disetor, kelebihan
tersebut dipenghitungkan dengan PPh Pasal 21 yang terutang untuk
bulan pada waktu dilakukannya penghitungan tahunan, dan jika masih
ada sisa kelebihan, maka diperhitungkan untuk bulan-bulan lainnya
dalam tahun berikutnya.
v. Dalamhal pemotong pajak adalah badan, SPT Tahunan PPh Pasal 21
harus di tandatangani oleh pengurus atau direksi.
w. Dalamhal SPT Tahunan PPh Pasal 21 ditandatangani dan di isi oleh
orang lain selain yang dimaksud dalam Ayat (1), harus dilampiri
dengan surat kuasa khusus.
12. Hak dan Kewajiban Penerima Penghasilan yang dipotong PPh
Pasal 21
Kewajiban dari wajib pajak yang penghasilannya dipotong pajak
penghasilan Pasal 21 adalah:
a. Pada saat seorang mulai bekerja atau mulai pensiun, untuk
mendapatkan pengurangan PTKP, penerimaan penghasilan harus
menyerahkan surat peryataan kepada pemotong pajak yang
menyatakan jumlah tanggungan keluarga pada permulaan tahun
takwimatau pada permulaan menjadi subjek pajak dalamnegeri.


29

b. Penerimaan penghasilan berkewajiban untuk menyerahkan bukti
pemotongan PPh Pasal 21 kepada:
1) Pemotong pajak kantor cabang baru dalam hal yang bersangkutan
dipindah tugaskan.
2) Pemotong pajak tempat bekerja yang baru dalam hal yang
bersangkutan pindah kerja.
3) Pemotong pajak dana pensiun dalam hal yang bersangkutan mulai
menerima pensiun dalamtahun berjalan.
13. Hak Dari Wajib Pajak Yang Penghasilannya Dipotong Pajak
Penghasilan Pasal 21 adalah:
a. Wajib pajak mempunyai hak untuk mengajukan keberatan atas suatu
ketetapan pajak dengan mengajukan keberatan secara tertulis kepada
Direktur Jendral Pajak paling lambat 3 bulan sejak tanggal surat
ketetapan, dan atas keberatan tersebut Direktur Jendral pajak akan
memberikan keputusan paling lama dalam jangka waktu 12 (dua
belas) bulan sejak surat keberatan diterima.
b. Wajib pajak mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan
kerahasiaan atas segala suatu informasi yang telah disampaikannya
kepada Direktorat Jendral Pajak dalamrangka menjalankan ketentuan
perpajakan. Disamping itu pihak lain yang melakukan tugas dibidang
perpajakan juga dilarang mengungkapkan kerahasiaan wajib pajak,
termasuk tenaga ahli, seperti ahli bahasa, akuntan, pengacara yang


30

ditunjuk oleh Direktur Jendral Pajak untuk membantu pelaksanaan
Undang-undang Perpajakan. Kerahasiaan wajib pajak antara lain:
Surat Pemberitahuan, Laporan Keuangan, dan dokumen lainnya yang
dilaporkan oleh wajib pajak, data dari pihak ketiga yang bersifat
rahasia, dokumen atau rahasia wajib pajak lainnya sesuai ketentuan
perpajakan yang berlaku.
C. Surat Pemberitahuan (SPT)
1. Pengertian Surat Pemberitahuan (SPT)
Pasal 1, angka 10 Undang undang No.16 Tahun 2009 tentang tata cara
umum dan tata cara perpajakan menyebutkan bahwa pengertian Surat
Pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk
melaporkan penghitungan peraturan perundang undangan perpajakan
2. Fungsi Surat Pemberitahuan (SPT)
a. Fungsi SPT bagi wajib pajak penghasilan yaitu:
1) Sarana melaporkan dan mempertanggukan jawaban penghitungan
pajak yang sebenarnya terutang.
2) Melaporkan pembayaran atau pelunasan pajak yang telah
dilaksanakan sendiri atau melalui pemotongan atau pemungutan
pihak lain dalam satu tahun pajak atau bagian tahun pajak.
3) Melaporkan pembayaran dan pemotongan atau pemungutan pribadi
atau badan lain dari satu masa pajak, sesuai peraturan
perundang-undangan perpajakan yang berlaku.



31

b. Fungsi SPT bagi pengusaha Kena Pajak yaitu:
1) Sarana melaporkan dan mempertanggungkan jawaban
penghitungkan jumlah pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan
atas barang mewah yang sebenarnya terutang.
2) Melaporkan perkreditan pajak masukan terhadap pajak keluaran.
3) Melaporkan pembayaran atau pelunasan pajak yang telah
dilaksanakan dan atau melalui pihak lain dalamsatu masa pajak,
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undagan yang
berlaku.
c. Fungsi SPT bagi pemungutan atau pemotongan pajak yaitu:
1) Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungkan
jawaban pajak yang dipotong atau dipungut dan disetorkan.
3. Jenis Surat Pemberitahuan (SPT)
Jenis-jenis Surat Pemberitahuan ada dua macamyaitu:
a. Surat Pemberitahuan Masa adalah surat yang oleh wajib pajak
digunakan untuk memberitahukan pajak yang terutang dalam suatu
masa pajak atau pada suatu saat.
b. Surat Pemberitahuan Tahunan adalah surat yang oleh wajib pajak
digunakan untuk memberitahukan pajak yang terutang dalam suatu
tahun pajak.
4. Lampiran Surat Pemberitahuan (SPT)
a. Pengisian Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan oleh wajib pajak
yang wajib melakukan pembukuan harus dilengkapi dengan laporan


32

keuangan berupa neraca dan penghitungan rugi laba serta keterangan-
keterangan lain yang diperlukan untuk menghitungkan besarnya
penghasilan kena pajak.
b. Bagi wajib pajak yang menggunakan norma penghitungan, dalam
SPT-nya harus dilampiri atau dilengkapi penghitungan dan
pembayaran pajak yang terutang dalamsuatu tahun pajak.
5. Batas Waktu Surat Pemberitahuan (SPT)
a. Untuk Surat Pemberitahuan Masa, selambat-selambatnya dua puluh
hari setelah akhir masa pajak.
b. Untuk Surat Pemberitahuan Tahunan, selambat -lambatnya Tiga bulan
setelah akhir tahun pajak.
6. Pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT)
Apabila diketahui terdapat kesalahan pada SPT wajib pajak dapat
melakukan pembetulan SPT atas kemauan sendiri dengan menyampaikan
pernyataan tertulis dalam jangka waktu dua tahun saat terutang pajak atau
saat berakhirnya masa pajak dengan syarat Dirjen Pajak belum melakukan
pemeriksaan pajak. Dalam hal ini wajib pajak dikenakan sanksi
administrasi berupa bunga sebesar 2 % sebulan atas jumlah pajak yang
kurang bayar, dihitung sejak saat penyampaian SPT berakhir sampai
tanggal pembayaran karena pembetulan SPT tersebut.




33

7. Sanksi Administrasi dan Sanksi Pidana Sehubungan Dengan Surat
Pemberitahuan (SPT)
Kepada wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan yang telah
ditetapkan dalam UU sehubungan dengan SPT dikenakan sanksi
administrasi dana dan sanksi pidana yaitu:
a. Wajib pajak yang terlambat menyampaikan SPT dikenakan sanksi
administrasi berupa untuk SPT Masa Rp. 50.000,00 dan untuk SPT
Tahunan sebesar Rp. 100.000,00 ( Pasal 7 UU KUP ).
b. Pasal 38 UU No. 16 Tahun 2009 menyatakan apabila wajib pajak
tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT tetapi isinya tidak
benar atau tidak lengkap dalam melampiri keterangan karena kealpaan
wajib pajak sehingga dapat menimbulkan kerugian dalam pendapatan
negara, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun dan
atau denda setinggi -tingginya 2 kali jumlah pajak terutang yang tidak
atau kurang bayar.
c. Pasal 29 UU No. 16 Tahun 2009 menyatakan apabila dengan sengaja
wajib pajak tidak menyampaikan SPT dan atau keterangan dan isinya
tidak benar atau tidak lengkap sehingga dapat menimbulkan kerugian
pada pendapatan negara diancam dengan hukuman penjara paling
lama 6 tahun dan denda setinggi- tingginya 4 kali jumlah pajak yang
terutang yang tidak atau kurang bayar.



34

D. Surat Setoran Pajak (SSP)
1. Pengertian Surat Setoran Pajak (SSP)
Surat setoran pajak (SSP) adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan
untuk melakukan pembayaran atau penyetoran pajak yang terutang ke kas
Negara atau ketempat pembayaran lain yang telah ditetapkan oleh Menteri
Keuangan.
2. Fungsi Setoran Pajak (SSP) adalah:
a. Sebagai sarana untuk membayar pajak
b. Sebagai bukti dan laporan pembayaran pajak
3. Tempat pembayaran dan penyetoran pajak adalah :
a. Bank-bank yang ditunjuk oleh Direktorat Jendral Pajak
b. Kantor Pos dan Giro
4. Batas Waktu Pembayaran dan Penyetoran Pajak
a. Pembayaran masa untuk PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 10
bulan takwimberikutnya setelah masa pajak berakhir. Pembayaran
kekurangan pajak terutang berdasarkan SPT Tahunan harus dibayar
sembat-lambatnya 25 bulan ketiga setelah tahun pajak berakhir
sebelumSPT itu disampaikan ke kantor pelayanan pajak, berakhir
sebelum SPT itu disampaikan kekantor pelayanan pajak, SKP,
SKPKB, SKPKBT, Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan
Keberatan dan putusan banding yang menyebabkan jumlah pajak yang
harus dibayarkan bertambah, harus dilunasi dalamjangka waktu 1
(satu) bulan sejak tanggal diterbitkan surat-surat tersebut.
42

BAB IV
PEMBAHASAN

A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Hikerta Pratama didirikan pada Tahun 1992 atas pembiayaannya
melalui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan kegiatanya sebagai
perusahaan manufacturing dengan memproduksi barang barang penyaring.
Pada Tahun 1995 PT. Hikerta Pratama berkerja sama dengan PT. Duta
Nichirindo, kini statusnya menjadi perusahaan joint venture atau perusahaan
gabungan.
Kegiatan dagang dimulai pada Tahun 1993, saat ini PT. Hikerta
Pratama hanya memproduksi komponen bahan penyaring selanjutnya,
sejumlah mesin dan peralatan tambahan dipasang dalam pabrik, dan hasilnya
pada Tahun 1995 PT. Hikerta Pratama telah meluaskan lini produknya dengan
memproduksi jenis penyaring spin-on ( Spin-on Filter ) dan merakit suku
cadang yang kemudian dimanufactur menjadi barang jadi.
Didukung dengan teknologi dan keahlian dari PT. Duta Nichirindo
yang maju dan telah berpengalaman selama 60 Tahun dalammembuat bahan
43

penyaring di J epang, maka PT. Hikerta Pratama sanggup memberikan kepada
para pelanggannya produk produk dengan mutu standar yang tinggi.
2. Visi PT. Hikerta Pratama
Visi dari PT. Hikerta Pratama adalah menjadi salah satu perusahaan
terdepan penghasilan suku cadang manufacturing yang berfokus pada produk
filtrasi yang besar dalamkapasitas.
Misi PT. Hikerta Pratama
untuk dapat memberikan Produk dengan kualitas prima sehingga dapat
memfasilitasi para konsumsi dalam menjalankan bisnisnya dengan lebih
efektif & efisien.
3. Lini Produk
PT. Hikerta Pratama membagi produknya manjadi 2 (dua) bagian yaitu :
a. Produk Filtrasi : Filter oksigen, filter pelumas, filter bahan baker, dan
hidrolik.
b. Komponen pengepresan logam
Produk PT. Hikerta Pratama banyak digunakan untuk keperluan
kendaraan ( Mobil dan Motor), peralatan berat, peralatan tangan, mesin
pembangkit dan mesin mesin untuk keperluan industry. Produk PT. Hikerta
Pratama merupakan original equitment manufaqcturing ( OEM ) atau
44

peralatan orisinil dan original, equipment for service (OES) atau peralatan
untuk reparasi yang dipasarkan kedalam pasar pasar domestic dan luar
negeri, sebagian kecil dijual untuk pesanan khusus.
Untuk penjualan dipasar dalamnegeri diajukan pada pasar otomotif
dan peralatan berat juga untuk counter penjual suku cadang resmi. Sedangkan
untuk pasar luar negeri PT. Hiketa Pratama melakukan ekspor produk filter ke
Jepang dan Negara-negara bagian Asia Tenggara lainnya seperti Singapura,
Taiwan, Cina.
PT. Hikerta Pratama juga membuat produk atas dasar spesifikasi
teknis orientasi pelanggan yang meliputi pengembangan pada divisi branding
( Merek ) dan Packaging ( Pembukusan ). Atas dasar produk besar besaran
tersebut pelanggan dijamin mendapatkan kepuasan dengan memakai produk
produk PT. Hikerta Pratama.






45

















46

4. Pembagian kerja
Pembagian kerja pada PT. Hikerta Pratama adalah sebagai berikut :
a. Presiden Direktur
Presiden direktur mengarahkan dan memberikan saran kepada perusahaan
atas masalah yang penting serta bersama wakil direktur dan direktur
bertanggung jawab terhadap para pemegang saham
1) Membuat strategi dan kebijakan perusahaan
2) Pengembangan bisnis dan financial perusahaan
3) Konsisten dalamkomitmen untuk memajukan systemmanajemen
4) Memberikan sumber daya yang baik sebagai hasil produk yang
ditawarkan kepada pelanggan
5) Melaksanakan evaluasi secara komprehensif
b. Wakil Presiden Direktur
Mendukung dan bertanggung jawab terhadap presiden direktur untuk
melaksanakan strategi dan kebijakan perusahaan dengan penekanan
terhadap pemasaran perusahaan dengan tanggung jawab fungsional
1) Menjaga dan mengembangkan hubungan bisnis dengan seluruh
pelanggan
47

2) Membuat perancangan dan strategi pemasaran termasuk prediksi
penjualan analisa pelanggan dan pasar
c. Direktur
Membantu dan bertanggung jawab terhadap presiden untuk melaksanakan
strategi dan kebijakan perusahaan dengan penekanan pada control pabrik
dengan tanggung jawab fungsional
1) Pengendalian produksi untuk meningkatkan efisiensi dan
pendayagunaan peralatan kerja, bahan baku, dan kekuatan perusahaan
2) Memelihara dan memajukan systemkualitas untuk meminisasi produk
non korfomitas
3) Menetapkan kebijakan jangka menengah untuk kualitas,
manufacturing, ppic, peralatan, sumber daya manusia dan keamanan
d. Perwakilan Manajemen
1) System manajemen dikembangkan, diterapkan, diperbaiki sesuai
dengan strategi manajemen, kebijakan, tujuan, dan ISO 9001 : 2000
2) Melaporkan kinerja QMS kepada manajemen puncak
3) Mempromosikan kesadaran dan penerapan systemmanajemen kualitas
disemua level departemen
4) Menganalisa kinerja QMS secara berkala dan mengembangkan analisa
systemkinerja
48

5) Bertindak sebagai penengah terhadap semua masalah berhubungan
dengan kualitas
e. Manajer
Manajer bertanggung jawab untuk melaksanakan QMS dan
menjalankannya sesuai proses manajer bertanggung jawab atas direktur
dengan kegiatan
1) Mangatur aktivitas rutin serta menentukan target dan rencana
f. Proses Kepemilikan
Peran pemilik dalamModel Proses Kunci adalah
1) Memberikan batasan proses
2) Mengatur proses
3) Memperbaiki proses melalui penataan tujuan mengukur kinerja kerja
g. Pengawas Dokumentasi
Secara lansung bertanggung jawab terhadap perwakilan manajemen dalam
hal pendokumentasian serta menjaga :
1) Semua dokumentasi QMS berada dalam revisi dan control
2) Semua catatan kinerja dijunjung tinggi sebagai hasil dari mekanisme
perbaikan kinerja
h. Personalia
Seluruh karyawan dan staf memiliki tanggung jawab untuk :
1) Menjalankan strategi, kebijakan dan tujuan perusahaan
49

2) Memastikan seluruh pekerjaan dimulai dan diakhiri sesuai dengan
prosedur kerja
3) Melaporkan penurunan kerja dan memberikan ide untuk kemajuan
QMS
i. Waktu Kerja
Waktu kerja adalah waktu yang ditentukan perusahaan untuk jam
operasional kerja tidak jauh berbeda dengan perusahaan perusahaan
lainnya. Adapun ketentuan ketentuan jam kerja dari PT. Hikerta Pratama :
Senin S/d Sabtu dibagi dengan 3 SIF
1) Sif 1 dari jam07.00 15.00
Jamistirahat 12.00 01.00
2) Sif 2 dari jam15.00 23.00
Jamistirahat 18.00 19.00
3) Sif 3 dari jam23.00 07.00
Jamistirahat 03.00 04.00
Sedangkan untuk waktu lembur jam kerjanya diatur tersendiri sesuai
dengan sifat kerjanya.
j. Penggolongan Karyawan
Karyawan yang berkerja di PT. Hikerta Pratama dibedakan statusnya
menjadi sebagai berikut :
50

1) Pekerja Tetap yaitu pekerja yang diangkat oleh perusahaan sebagai
karyawan tetap dan menerima gaji serta tunjangan tunjangan sesuai
dengan besarnya gaji yang harus diterima berdasarkan kebijakan yang
ditetapkan oleh perusahaan.
2) Pekerja Tidak Tetap adalah karyawan yang direkrut oleh perusahaan
apabila perusahaan memperoleh tender atau proyek proyek besar
yang membutuhkan tenaga pembantu yang tidak bisa dihendel
sepenuhnya oleh karyawan tetap.
B. Hasil dan Pembahasan
1. Unsur unsur Penghasilan dan Pengurangan
Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis, data yang diambil
hanya sebagian dari SPT Tahunan Formulir 1721-A Terhadap status
karyawan di PT. Hikerta Pratama terhadap pegawai tetap sebanyak 80 orang
pada Tahun 2009, dan 28 tenaga harian lepas. Dalam melakukan
penghitungan dan pemotongan pajak penghasilan Pasal 21 untuk karyawan
tetap perusahaan dan tenaga harian lepas, penulis terlebih dahulu
mengumpulkan data mengenai pegawai tetap yang penghasilannya diatas
PTKP dan jenis jenis penghasilan yang diterima karyawan PT. Hikerta
Pratama diantaranya yaitu :
a. Data Mengenai Pegawai Tetap dan Tenaga Harian Lepas
51

1) Pegawai tetap yang penghasilan neto-nya melebihi PTKP berjumlah
37 orang.
2) Pegawai tetap yang berkerja mulai awal tahun dan berakhir
dipertengahan tahun berjumlah 10 orang karena berhenti bekerja,
namun perusahaan melaporkan dengan masa kerja setahun penuh.
3) Pegawai tetap yang berkerja mulai awal tahun hingga akhir tahun 33
orang
4) Upah harian yang diterima tenaga harian lepas dibayarkan secara
bulanan berjumlah 28 orang
b. Jenis Penghasilan :
1) Gaji Pokok, gaji yang dibayarkan secara bulanan oleh PT. Hikerta
Pratama.
2) Tunjangan, berupa Tunjangan makan, Tunjangan transportasi,
Tunjangan kehadiran, dan Tunjangan jabatan.
3) Uang Lembur .
c. Jenis Pengurangan :
Jenis jenis Pengurangan yang ditetapkan oleh PT. Hikerta Pratama
dalam penghitungan pajak penghasilan berdasarkan Jendral Pajak No.
KEP 250/PJ/2009 dan Undang undang Nomor 36 Tahun 2008.
52

1) Biaya Jabatan, yaitu 5 % dari gaji bruto yang diterima karyawan,
setinggi tingginya Rp.6.000.000,00 setahun dan Rp.500.000,00
sebulan
2) Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), yaitu pengurangan pajak yang
besarnya ditentukan berdasarkan status. Besarnya penghasilan tidak
kena pajak yang dipakai dalam pengisian SPT Masa / Tahunan wajib
pajak PPh Pasal 21 dan SPT Tahunan Orang Pribadi adalah :
Table 4.1
Penghasilan Tidak Kena Pajak
PTKP Per 1 Januari 2009
TK/0
TK/1
TK/2
TK/3
K/0
K/1
K/2
K/3
K/1/0
K/1/1
K/1/2
K/1/3
Rp.15.840.000,00
RP.17.160.000,00
RP.18.480.000,00
Rp.19.800.000,00
Rp.17.160.000,00
Rp.18.480.000,00
Rp.19.800.000,00
Rp.21.120.000,00
Rp.33.000.000,00
Rp.34.320.000,00
Rp.35.640.000,00
Rp.36.960.000,00
Sumber : Undang-undang Perpajakan No.36 Tahun 2008


53

Keterangan :
TK/0 : Tidak Kawin dan Tanpa Tanggungan
TK/1 : Tidak Kawin dan Satu Tanggungan
TK/2 : Tidak Kawin dan Dua Tanggungan
TK/3 : Tidak Kawin dan Tiga Tanggungan
K/0 : Kawin dan Tanpa Tanggungan
K/1 : Kawin dan Satu Tanggungan
K/2 : Kawin dan Dua Tanggungan
K/3 : Kawin dan Tiga Tanggungan
K/1/0 : Kawin dan Penghasilan Istri digabung, Tanpa Tanggungan
K/1/1 : Kawin dan Penghasilan Istri digabung, Satu Tanggungan
K/1/2 : Kawin dan Penghasilan Istri digabung, Dua Tanggungan
K/1/3 : Kawin dan Penghasilan Istri digabung, Tiga Tanggungan
2. Analisis Penerapan Penghitungan, Pemotongan, Penyetoran dan
Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 Terhadap Penghasilan Pegawai
Tetap Menurut Undang Undang No. 36 Tahun 2008.
54

Penerapan Penghitungan, Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan
Pasal 21 terhadap penghasilan pegawai tetap dan tenaga harian lepas menurut
Undang undang No. 36 Tahun 2008 adalah :
a. Besarnya penghasilan neto bagi pegawai tetap ditentukan berdasarkan
penghasilan bruto dikurangi dengan :
1) Biaya jabatan, sebesar 5% (lima persen) dari penghasilan bruto,
setinggi-tingginya Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) sebulan atau
Rp 6.000.000,00 (enamjuta rupiah) setahun.
2) Iuran yang terkait dengan gaji yang dibayar oleh pegawai kepada dana
pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan atau
badan penyelenggara Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang
dipersamakan dengan dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan
oleh Menteri Keuangan.
b. Besarnya penghasilan neto bagi penerima pensiun berkala yang dipotong
PPh Pasal 21 adalah seluruh jumlah penghasilan bruto dikurangi dengan
biaya jabatan, sebesar 5% (lima persen) dari penghasilan bruto, setinggi-
tingginya Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) sebulan atau Rp
2.400.000,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) setahun.
c. Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari seorang pegawai
dihitung berdasarkan penghasilan netonya dikurangi dengan Penghasilan
Tidak Kena Pajak (PTKP).
55

1) Rp. 15.840.000,00. (Lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu
rupiah) Atau Rp 1.320.000,00 untuk diri wajib orang pribadi.
2) Rp. 1.320.000,00. (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) atau Rp
110.000,00 tambahan untuk wajib pajak yang sudah menikah.
3) Rp. 15.840.000,00. (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu
rupiah) atau Rp 110.000,00 tambahan untuk seorang istri yang
penghasilannya digabung dengan suami.
4) Rp. 1.320.000,00. (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan
untuk setiap anggota keluarga sedarah dan anggota keluarga dalam
garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan
sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.
d. Dalam hal karyawati kawin dapat menunjukan keterangan tertulis dari
pemerintah daerah setempat serendah-rendahnya kecamatan yang
menyatakan suaminya tidak menerima atau memperoleh penghasilan,
besarnya PTKP adalah PTKP untuk dirinya sendiri ditambah PTKP untuk
status kawin dan PTKP untuk keluarga yang menjadi tanggungan
sepenuhnya.
e. Besarnya PTKP ditentukan berdasarkan keadaan pada awal tahun
kalender. Adapun bagi pegawai yang baru datang dan menetap di
Indonesia dalam bagian tahun kalender, besarnya PTKP tersebut dihitung
56

berdasarkan keadaan pada awal bulan dari bagian tahun kalender yang
bersangkutan.
f. Penghasilan bruto yang diterima pegawai harian, pegawai mingguan,
pemagang dan calon pegawai, dan pegawai tetap lainnya berupa upah
harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan, dan uang saku harian
yang jumlahnya tidak melebihi dari Rp. 1.320.000,00 (satu juta tiga ratus
dua puluh ribu rupiah), berlaku ketentuan sebagai berikut:
1) Tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalamhal penghasilan
sehari atau rata-rata penghasilan sehari belum melebihi Rp 150.000,00
(seratus lima puluh ribu rupiah).
2) Dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari
atau rata-rata penghasilan sehari melebihi Rp 150.000,00 (seratus lima
puluh ribu rupiah), dan jumlah sebesar Rp 150.000,00 (seratus lima
puluh ribu rupiah) tersebut merupakan jumlah yang dapat dikurangkan
dari penghasilan bruto.
g. Pegawai harian, pegawai mingguan, pemagang dan calon pegawai, serta
pegawai tidak tetap lainnya yang menerima upah harian, upah mingguan,
upah satuan, upah borongan, dan uang saku harian yang besarnya melebihi
Rp. 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah), sehari tetapi dalam satu
bulan kalender jumlahnya tidak melebihi Rp. 1.320.000.00 (satu juta tiga
ratus dua puluh ribu rupiah).
57

h. Dalam hal penghasilan dalam satu bulan kalender jumlahnya melebihi Rp.
1.320.000,00 ( satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah), maka besarnya
PTKP yang dapat dikurangkan untuk satu hari adalah sesuai dengan
jumlah PTKP yang sebenarnya dari penerima penghasilan yang
bersangkutan dibagi dengan 360.
i. Atas penghasilan yang dibayarkan kepada pegawai tetap yang dihitung
berdasarkan upah harian dilakukan pengurangan PTKP.
j. Atas penghasilan berupa beasiswa yang diterima atau diperoleh pegawai,
setelah digabungkan dengan penghasilan sebagai pegawai dilakukan
pengurangan PTKP.
k. Atas penghasilan yang dibayarkan atau terutang kepada tenaga ahli yang
melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri pengacara, akuntan, arsitek,
dokter, konsultan, notaris, dikenakan pemotong PPh Pasal 21 berdasarkan
perkiraan penghasilan neto.
l. Perkiraan penghasilan neto adalah sebesar 50% (lima puluh persen) dari
penghasilan bruto berupa honorarium atau imbalan lain dengan nama dan
dalam bentuk apapun.
m. Tarif berdasarkan Pasal 17 Undang undang No. 17 Tahun 2000 tentang
pajak penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang undang No. 36 Tahun 2008, diterapkan atas penghasilan kena
pajak dari:
58

1) Pegawai tetap, termasuk pejabat Negara, pegawai Negri sipil, anggota
TNI/Polri, pejabat Negara lainnya, Pegawai BUMN dan BUMD, dan
anggota dewan komisaris atau dewan pengawas yang merangkap
sebagai pegawai tetap pada perusahaan yang sama.
2) Penerima pensiun yang dibayarkan secara bulanan.
3) Pegawai tidak tetap, pemagang, dan calon pegawai yang dibayarkan
secara bulanan.
n. Besarnya Penghasilan Kena Pajak adalah :
1) Bagi pegawai tetap adalah penghasilan bruto dikurangi dengan biaya
jabatan, iuran pensiun yang dibayarkan sendiri oleh pegawai kepada
dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Mentri Keuangan,
termasuk Iuran Tabungan Hari Tua atau jaminan Hari Tua yang
dibayar sendiri oleh pegawai kepada Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial Tenaga Kerja yang dipersamakan dengan dana pensiun, dan
PTKP, yang diterima atau diperoleh selama 1 (satu) tahun takwim atau
jumlah yang disetahunkan.
2) Diterima atau diperoleh selama 1 (satu) tahun takwim atau jumlah
yang disetahunkan
3) Bagi penerima pensiun yang dibayarkan secara bulanan adalah
penghasilan bruto dikurangi dengan biaya pensiun dan PTKP yang
59

diterima atau yang diperoleh selama 1 (satu) tahun takwimatau jumlah
disetahunkan.
o. Bagi penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 yang tidak
memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, dikenakan pemotongan PPh Pasal 21
dengan tarif lebih tinggi 20% (dua puluh persen) dari pada tarif yang
diterapkan terhadap Wajib Pajak yang memiliki Nomor Pokok Wajib
Pajak. Jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar 120%
(seratus dua puluh persen) dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya
dipotong dalam hal yang bersangkutan memiliki Nomor Pokok Wajib
Pajak.
p. Pemotong pajak wajib menghitung, memotong dan menyetorkan Pajak
Penghasilan Pasal 21 yang terutang untuk setiap bulan takwim.
q. Penyetor pajak dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP)
kekantor pos atau Bank Usaha Milik Negara atau Bank Badan Usaha
Milik Daerah, atau bank bank lain yang ditunjuk oleh Direktur Jendral
Anggaran, selambat lambatnya Tanggal 10 bulan takwin berikutnya
r. Pemotong pajak wajib melaporkan penyetoran tersebut sekalipun nihil
dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa kekantor
pelayanan pajak atau kantor penyuluhan setempat, selambat lambatnya
pada Tanggal 20 bulan takwim.
60

s. Apabila dalam satu bulan takwim terjadi kelebihan penyetoran PPh Pasal
21, maka kelebihan tersebut dapat dipenghitungkan dengan PPh Pasal 21
yang terutang pada bulan berikutnya dalam bulan takwim yang
bersangkutan.
t. Pemotong pajak wajib memberikan Bukti Pemotong PPh Pasal 21
Tahunan kepada pegawai tetap, termasuk penerima pensiun bulanan,
dengan menggunakan Formulir yang ditentukan oleh Direktur Jendral
Pajak dalamwaktu 2 (dua) bulan setelah tahun takwimberakhir.
u. Pemotong pajak wajib membuat catatan atau kertas kerja penghitungan
PPh Pasal 21 untuk masing masing penerima penghasilan, yang menjadi
dasar pelaporan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Masa dan wajib
menyimpan catatan atau kertas kerja tersebut selama 10 (sepuluh) Tahun
sejak berakhirnya tahun pajak yang bersangkutan.
3. Analisis Penerapan Penghitungan, Pemotongan, Penyetoran dan
Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 Antara PT. Hikerta Pratama
dengan Peraturan Perpajakan.
Penghitungan PPh yang terutang selama setahun, diambil dari SPT
Tahunan Formulir 1721-A, Bukti Pemotong PPh yang penghitungannya
secara lengkap dan terinci disajikan dalam bentuk tabel yang terdapat dalam
lampiran 3 dan 4 ( menurut penghitungan PT. Hikerta Pratama ) sedangkan
lampiran 5 dan 6 adalah penghitungan PPh menurut penulis dengan mengacu
61

pada Undang undang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008, dan Keputusan
Direktorat Jendral Pajak No KEP-31/PJ/2009.
Dibawah ini akan diambil beberapa contoh penghitungan yang
diterapkan oleh PT. Hikerta Pratama.
a. Penghitungan Pegawai Tetap yang Penghasilan Neto-nya melebihi PTKP
Hendro Kusbianto karyawan tetap dengan status K/3 bekerja di PT. Hikerta
dengan memperoleh Penghasilan Gaji setahun Rp 48.000.000, Lembur Rp
143.000, Tunjangan transport Rp 3.120.000, Tunjangan makan Rp 3.120.000,
Tunjangan jabatan Rp 6.000.000, dan Tunjangan kehadiran 10% dari Gaji
Pokok. Besarnya pajak yang dikenakan dalamsatu tahun adalah :
Penghitungan PPh Pasal 21 menurut PT. Hikerta
Penghasilan Bruto setahun Rp 65.040.000
Pengurangan :
Biaya Jabatan
(5% x Rp 65.040.000,) = Rp 3.252.000,
Penghasilan neto setahun Rp 61.788.000,
PTKP (K/3) Rp 21.120.000,
PKP setahun Rp 40.668.000,
PPh Pasal 21 terutang :
5% x Rp 40.668.000, =Rp 2.033.400,

Penghitungan PPh Pasal 21 menurut Penulis dengan mengacu pada Undang
-undang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008.
Penghasilan Bruto setahun Rp 65.183.000,
Pengurangan :
Biaya Jabatan
(5% x Rp 65.183.000,) = Rp 3.259.150,
62

Penghasilan neto setahun Rp 61.923.850,
PTKP (K/3) Rp 21.120.000,
PKP setahun Rp 40.803.850,
PPh Pasal 21 terutang :
5% x Rp 40.803.850, =Rp 2.040.192,

Dari penghitungan diatas terdapat perbedaan jumlah pajak terutang
menurut PT. Hikerta Pratama dengan Penghitungan menurut Penulis, yaitu
sebesar Rp 2.033.400, dan Rp 2.040.192, selisihnya sebesar Rp 6.792,
merupakan kurang bayar bagi PT. Hikerta Pratama. Hal tersebut disebabkan
karena Perusahaan tidak memasukan uang lembur sebesar Rp 143.000,
b. Penghitungan Pegawai Tetap yang Bekerja Mulai Awal Tahun Hingga Akhir
Tahun.
Firman ardiansyah karyawan tetap dengan status K/3 bekerja di PT. Hikerta
dengan memperoleh Gaji setahun Rp 30.000.000, Lembur Rp 117.000, dan
Tunjangan transport Rp 3.120.000, Tunjangan makan Rp 3.120.000,
Tunjangan jabatan Rp 6.000.000, serta Tunjangan kehadiran 10% dari gaji
pokok. Besarnya pajak yang harus dibayar adalah :
Penghitungan PPh Pasal 21 menurut PT. Hikerta
Penghasilan Bruto setahun Rp 45.240.000,
Pengurangan :
Biaya Jabatan
(5% x Rp 45.240.000,) = Rp 2.262.000,
Penghasilan Neto setahun Rp 42.978.000,
PTKP (K/3) Rp 21.120.000,
PKP setahun Rp 21.858.000,
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 21.858.000, =Rp 1.092.900,
63

Penghitungan PPh Pasal 21 menurut Penulis dengan mengacu pada
Undang undang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008.
Penghasilan bruto setahun Rp 45.357.000,
Pengurangan :
Biaya Jabatan
(5% x Rp 45.357.000,) = Rp 2.267.850,
Penghasilan Neto setahun Rp 43.089.150,
PTKP (K/3) Rp 21.120.000,
PKP setahun Rp 21.969.150,
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 21.969.150, =Rp 1.098.457,

Dari penghitungan diatas terdapat perbedaan jumlah pajak terutang
menurut PT. Hikerta Pratama dengan Penghitungan menurut Penulis, yaitu
sebesar Rp 1.092.900, dan Rp 1.098.457, selisihnya sebesar Rp 5.557,
merupakan kurang bayar bagi PT. Hikerta Pratama. Hal tersebut disebabkan
karena Perusahaan tidak memasukan uang lembur sebesar Rp 117.000,
c. Penghitungan Pegawai Tetap yang Bekerja Mulai Awal Tahun dan Berhenti
Pada Pertengahan Tahun.
Edward Halim karyawan tetap dengan status k/1 berhenti bekerja pada PT.
Hikerta bulan Agustus dengan masa kerja 8 bulan. Edward memperoleh Gaji
setahun Rp 19.200.000, Lembur Rp 130.000, dan Tunjangan transport Rp
3.120.000, Tunjangan makan Rp. 3.120.000, Tunjangan Jabatan Rp
3.000.000, serta Tunjangan kehadiran 10% dari Gaji pokok, besarnya pajak
yang harus dibayar adalah :

64

Penghitungan PPh Pasal 21 menurut PT. Hikerta
Penghasilan bruto setahun Rp 30.360.000,
Pengurangan
Biaya Jabatan
(5% x Rp 30.360.000,)= Rp 1.518.000,
Penghasilan neto setahun Rp 28.842.000,
PTKP (K/1) Rp 18.480.000,
PKP setahun Rp 10.362.000,
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 10.362.000, =Rp 518.100,

Penghitungan PPh Pasal 21 menurutPenulis dengan mengacu pada Undang
undang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008.
Penghasilan bruto setahun Rp 30.490.000,
Pengurangan
Biaya Jabatan
(5% x Rp 30.490.000,) = Rp 1.524.500,
Penghasilan neto setahun Rp 28.965.500,
PTKP (K/1) Rp 18.480.000,
PKP setahun Rp 10.485.500,
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 10.485.500, =Rp 524.275,

Dari penghitungan diatas terdapat perbedaan jumlah pajak terutang
menurut PT. Hikerta Pratama dengan Penghitungan menurut Penulis, yaitu
sebesar Rp 518.100, dan Rp 524.275, selisihnya sebesar Rp 6.175, merupakan
kurang bayar bagi PT. Hikerta Pratama. Hal tersebut disebabkan karena
Perusahaan tidak memasukan uang lembur sebesar Rp 130.000,
d. Penghitungan Upah Harian yang diterima Tenaga Harian Lepas Dibayarkan
Secara Bulanan.
65

Aan Kurniawan bekerja pada PT. Hikerta dengan dasar upah harian yang
dibayarkan secara bulanan dalam bulan Mei 2009. Aan dengan status Tk/0
hanya bekerja 26 hari kerja dengan upah harian Rp 60.000, besarnya pajak
yang harus dibayar adalah :
Penghitungan PPh Pasal 21 menurut PT. Hikerta
Upah Maret 2009 ( 26 x Rp 60.000,) Rp 1.560.000,
Tunjangan makan (26 x Rp 5.000,) Rp 130.000,
Penghasilan bruto sebulan Rp 1.690.000,
Penghasilan neto setahun
(12 x Rp 1.690.000,) = Rp 20.280.000,
PTKP (Tk/0) Rp 15.480.000,
PKP setahun Rp 4.440.000,
PPh Pasal 21 Terutang
5% x Rp 4.440.000, =Rp 222.000,
PPh pasal 21 sebulan
Rp 240.000, : 12 =Rp 18.500,

Penghitungan PPh Pasal 21 menurut Penulis dengan mengacu pada
Undang undang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008.
Upah Maret 2009 ( 26 x Rp 60.000,) Rp 1.560.000,
Tunjangan makan (26 x Rp 5.000,) Rp 130.000,
Penghasilan bruto sebuln Rp 1.690.000,
Penghasilan neto setahun
(12 x Rp 1.690.000,) = Rp 20.280.000,
PTKP (Tk/0) Rp 15.480.000,
PKP setahun Rp 4.440.000,
PPh Pasal 21 Terutang
5% x Rp 4.440.000, =Rp 222.000,
PPh pasal 21 sebulan
Rp 240.000 : 12 =Rp 18.500,

66

Bila dilihat perbedaan penghitungan satu persatu, maka jumlah perbedaannya
tidak teralu besar. Tetapi bila diakumulasikan dari data yang ada, maka
perbedaannya menjadi besar untuk perusahaan tersebut.
Dalam Prosedur penerapan penghitungan pajak penghasilan Pasal 21
terhadap penghasilan karyawan tetap terdapat perbedaan antara jumlah
penghitungan PPh Pasal 21 terutang menurut PT. Hikerta Pratama dengan
jumlah Penghitungan PPh Pasal 21 terutang menurut Penulis dengan mengacu
pada Undang undang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008. Dan
Keputusan Direktorat Jendral Pajak No.KEP-31/PJ/2009.
Untuk prosedur penerapan penghitungan pajak penghasilan pasal 21
bagi Tenaga Kerja Harian lepas telah sesuai antara PT. Hikerta Pratama
dengan Penulis, mengacu kepada Undang-undang Pajak Penghasilan No. 36
Tahun 2008 dan Keputusan Direktorat Jendral Pajak No.KEP-31/PJ/2009.
Untuk penghitungan lengkapnya dapat dilihat dilampiran 3 dan 4 ( menurut
PT. Hikerta Pratama) dan lampiran 5 dan 6 ( menurut Penulis ).
4. Analisa Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21
PT. Hikerta Pratama melakukan penyetoran dan pelaporan atas
pajaknya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Tangerang.
a. Berdasarkan SPT Tahunan dan SSP
67

Untuk menentukan bahwa pelaporan terhadap pajak penghasilan
Pasal 21 telah sesuai dengan aturan perpajakan maka penulis mengambil
data dari laporan SPT Masa PPh Pasal 21 Tahunan berserta SSP-nya
untuk Tahun 2009.
b. Berdasarkan SPT Tahunan dan SSP
Untuk pembayaran kekurangan pajak yang terutang berdasarkan
SPT Tahunan harus dibayar lunas selambat lambatnya untuk
penyampaian SPT Tahunan, harus disampaikan paling lambat 3 (tiga)
bulan setelah akhir pajak tahun pajak. Berarti untuk penyampaian SPT
Tahunan tahun pajak 2009, paling lambat bulan Maret Tahun 2010.
Untuk menggambarkan apakah PT. Hikerta Pratama telah
melakukan pembayaran / penyetoran pajaknya yang terutang untuk tahun
2009 dan menyampaikan SPT-nya dengan tepat, berikut penulis sajikan
dalam tabel 4.2 sebagai berikut :
Table 4.2
Penyetoran dan Penyampaian SPT Tahunan
Tahun Pajak
Tanggal Pembayaran/
Penyetoran Pajak
Tanggal Penyampaian
SPT
2009 23-03-2010 23-03-2010
Sumber: Internal Perusahaan
68

Dari tabel diatas terlihat bahwa PT. Hikerta Pratama telah
melakukan pembayaran atau penyetoran atas pajak yang terutang berserta
penyampaian SPT untuk Tahun 2009 yang akan dijelaskan sebagai
berikut:
Untuk Tahun 2009 pembayaran atau penyetoran atas pajak yang
terutang telah sesuai dengan peraturan perpajakan. Begitu pula halnya
dengan penyampaian SPT Tahun 2009 telah sesuai dengan peraturan
perpajakan.

69

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan analisis mengenai penerapan
penghitungan, pemotongan, penyetoran dan pelaporan pajak Penghasilan
Pasal 21 di PT. Hikerta Pratama, maka pada bab terakhir ini diambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Dalam Prosedur penerapan penghitungan pajak penghasilan Pasal 21
terhadap penghasilan karyawan tetap tidak sesuai antara jumlah
penghitungan PPh Pasal 21 terutang menurut PT. Hikerta Pratama dengan
jumlah Penghitungan PPh Pasal 21 terutang menurut Penulis dengan
mengacu pada Undang undang Pajak Penghasilan No. 36 Tahun 2008.
Dan Keputusan Direktorat Jendral Pajak No.KEP-31/PJ/2009.
Hal tersebut dikarenakan uang lembur yang diberikan tiap bulan
kepada karyawan tidak dimasukan sebagai penambah penghasilan bruto,
karena menurut perusahaan yang dimasukan sebagai penambah
penghasilan bruto hanyalah penghasilan yang teratur diterima dalam
jangka waktu yang sama ( dalam hal ini setiap bulan ), juga dalam jumlah
yang sama ( dalam hal ini gaji pokok dan uang kehadiran ).
70

Seharusnya yang benar menurut Undang undang Perpajakan No. 36
Tahun 2008. Uang lembur merupakan salah satu komponen penambah
penghasilan bruto. Oleh karena pertimbangan pertimbangan tersendiri
yang dilakukan oleh inilah yang menyebabkan adanya selisih kurang
bayar antara PPh Pasal 21 yang telah dipotong oleh perusahaan dengan
Penulis.
2. Dalam Prosedur penerapan penghitungan pajak penghasilan Pasal 21
terhadap tenaga kerja harian lepas yang dibayarkan secara bulanan telah
sesuai antara jumlah penghitungan PPh Pasal 21 terutang menurut PT.
Hikerta Pratama dengan jumlah Penghitungan PPh Pasal 21 terutang
menurut Penulis dengan mengacu pada Undang undang Pajak
Penghasilan No. 36 Tahun 2008 dan Keputusan Direktorat Jendral Pajak
No.KEP-31/PJ/2009.
3. PT. Hikerta Pratama melaporkan dan menyetorkan SPT Tahunan Tahun
2009 Pajak Penghasilan Pasal 21 dengan menggunakan SPT dan SSP
Tahunan telah sesuai dengan peraturan dan ketentuan ketentuan yang
berlaku dengan baik dan benar. Menurut Undang undang Pajak
Penghasilan No.36 Tahun 2008.
4. Dari data data Penghitungan mengenai penerapan Jumlah PTKP, Biaya
jabatan dan Tarif atas Pajak Penghasilan yang diberlakukan oleh PT.
71

Hikerta Pratama Kepada Karyawannya telah sesuai dengan Undang
undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan dari bab bab sebelumnya. Penulis memberikan
sedikit saran yang dimaksudkan untuk dapat memberikan manfaat kepada
pihak pihak yang membutuhkan adapun saran saran yang dikemukakan
oleh penulis sebagai berikut :
1. PT. Hikerta Pratama untuk lebih terus mempertahankan dan meningkatkan
kepatuhan terhadap peraturan Perpajakan guna menghindari masalah serta
pelanggaran pelanggaran dan tetap mengamati informasi informasi
yang terbaru mengenai perubahan perubahan terbaru yang diberlakukan
oleh Mentri Keuangan, maupun Direktorat Jendral Pajak.
2. PT. Hikerta Pratama khususnya bagian keuangan akan jauh lebih baiknya
jika melampirkan cara penghitungan pajak beserta contohnya pada slip
gaji karyawan, agar karyawan bisa mengerti cara penghitungan pajaknya.
3. Bagi para pembaca dapat jadi tambahan pengetahuan khususnya pada
jurusan perpajakan,
72

DAFTAR PUSTAKA

Achmad Tjahjono, Muhammad Fachri H,Edisi Sembilan, Perpajakan
UPP STIM YKPN, J akarta, 2009.

Anastasia Diana Lilis Setiawati, Perpajakan Indonesia, CV.Andi Offset,
Yogyakarta, 2009.

Didik Budi Waluyo, Petunjuk Pemotongan Pajak Penghasilan 21/26,
PT.Gramedia, J akarta, 2009.

Gunadi, Ketentuan Dasar Pajak Penghasilan. Salemba Empat, Jakarta,
2010.

Mardiasmo, Perpajakan. Edisi 9, Andi Yogyakarta, 2009.

Purno Murtopo,Susunan Satu Naskah Delapan Undang-Undang
Perpajakan Berserta Penjelasan, Mitra Wacana Media, J akarta
2002.

Peraturan Direktur J endal Pajak Nomor PER-57/PJ /2009 tentang
Petunjuk,Pelaksanaan Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan
Pajak Penghasilan Pasal 21 dan Pasal 26 Sehubungan dengan
Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi.

Peraturan Direktur J endral Pajak Nomor PER-31/PJ /2009 tentang
Petunjuk,Pelaksanaan Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan
Pajak Penghasilan Pasal 21 dan Pasal 26 Sehubungan dengan
Pekerjaan, Jasa dan Kegiatan Orang Pribadi.

Setu Setyawan, Perpajakan Indonesia, Umum Press, Jakarta, 2009.

Siti Kurnia Rahayu,Perpajakan Indonesia Konsep Dan Aspek Formal,
Graha Ilmu Yogyakarta,Yogyakarta, 2010

Undang Undang Pajak Lengkap Tahun 2010, Mitra Wacana Media,
J akarta, 2010.

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 tentang
Perubahan Keempat Atas Undang Undang Nomor 7 tahun 1983
tentang Pajak Penghasilan.

73

Peraturan Mentri Keuangan No.250/PMK/.03/2008, Dan
No.254/PMK.03/2008. Tentang Penyesuaian besarnya Penghasilan
Tidak Kena Pajak.

Waluyo, Akuntansi Pajak, Salemba Empat, J akarta, 2009

Waluyo, Perpajakan Indonesia, Salemba Empat, J akarta, 2010.

www.Pajak.go.id
www.Depkeu.go.id
http/www.pajakpribadi.com.
http/www.infopajak.com/pereturan.htm.
http/www.pajak.net/info/pph21.htm.
http/id.wikipedia.org/wiki/pajak_Penghasilan.









v
DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Data Pribadi

Nama : Ahamad Najiyullah
J enis Kelamin : Laki-laki
Tempat Tanggal Lahir : Tangerang, 21 November 1987
Agama : Islam
Orang Tua: 1. Ayah : H. Yahya
2. Ibu : Hj. Aisyah
Anak ke dari : 5 dari 8 bersaudara
Alamat : Jl. Gatot Subroto Km.7 Rt.05 / 02 J atake J atiuwung
Tangerang

Telepon : (021) 5907917 / 08568242828
e-mail : Ize_tea87@yahoo.co.id
najiyullaha@yahoo.com

Pendidikan Formal

1994 2000 : SDN Asmaul Husna Tigaraksa
2000 2003 : Tsanawiyah Tarbiyatul Mubtadiin Tigaraksa
2003 2006 : Aliyah Miftahul Huda Tigaraksa
2006 2010 : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta,
Jurusan Akuntansi


Pengalaman Organisasi

2002 2003 : Ketua Orah raga Osis Tarbiyatul Mubtadiin
2007 2008 : Panitia PROPESA BEM Jurusan Akuntansi
2007 2008 : Panitia Mapaba PMII
2007 - 2008 : Bagian Humas PMII
2008 2009 : Anggota Divisi Olahraga BEM Fakultas Ekonomi dan
Bisnis



76

Lampiran 1

PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN GAJI KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
(Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan)

No Nama Status
Gaji Gaji
Lembur
Tunjangan Tunjangan Tunjangan Tunjangan Total
Sebulan Setahun Hadir Makan Transport Jabatan Penghasilan
1 Didi K/2 2.666.666 31.999.992 195.000 3.200.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 44.034.992
2 Daus Tk/0 4.500.000 54.000.000 195.000 5.400.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 69.435.000
3 Sidik K/0 2.500.000 30.000.000 182.000 3.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 42.422.000
4 Amel K/0 2.000.000 24.000.000 130.000 2.400.000 3.120.000 3.120.000 4.800.000 37.570.000
5 Adelia K/1 1.500.000 18.000.000 123.500 1.800.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 27.963.500
6 Hendro K/3 4.000.000 48.000.000 143.000 4.800.000 3.120.000 3.120.000 6.000.000 65.183.000
7 Madsani K/2 5.000.000 60.000.000 149.500 6.000.000 3.120.000 3.120.000 4.200.000 76.589.500
8 Herdy K/1 2.750.000 33.000.000 97.500 3.300.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 45.037.500
9 Mami K/0 1.500.000 18.000.000 97.500 1.800.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 27.937.500
10 Arifin K/0 1.208.333 14.499.996 97.500 1.450.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 24.087.496
11 Rohman K/1 2.157.500 25.890.000 97.500 2.589.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 37.216.500
12 Windy K/0 1.750.000 21.000.000 110.500 2.100.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 31.850.500
13 Lukas K/2 2.500.000 30.000.000 130.000 3.000.000 3.120.000 3.120.000 4.800.000 44.170.000
14 Katto K/2 1.250.000 15.000.000 156.000 1.500.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 24.696.000
15 Faisal K/2 1.250.000 15.000.000 143.000 1.500.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 25.283.000
16 Cecep K/2 1.500.000 18.000.000 136.500 1.800.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 28.576.500
17 Iwan K/2 2.500.000 30.000.000 123.500 3.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 42.363.500
18 Aif K/0 1.833.333 21.999.996 123.500 2.200.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 34.163.496
19 Rifki K/0 3.000.000 36.000.000 97.500 3.600.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 49.537.500
20 Zaesudi K/1 1.166.666 13.999.992 117.000 1.400.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 24.756.992
21 Dede K/1 1.666.666 19.999.992 104.000 2.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 31.343.992
22 Basuki K/1 2.083.333 24.999.996 156.000 2.500.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 35.695.996
23 Tatang K/1 1.583.333 18.999.996 162.500 1.900.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 29.102.496
77


PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN GAJI KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
(Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan)
No Nama Status
Gaji Gaji
Lembur
Tunjangan Tunjangan Tunjangan Tunjangan Total
Sebulan Setahun Hadir Makan Transport Jabatan Penghasilan
24 Doni K/0 4.000.000 48.000.000 169.000 4.800.000 3.120.000 3.120.000 4.800.000 64.009.000
25 Slamet K/3 3.600.000 43.200.000 149.500 4.320.000 3.120.000 3.120.000 4.800.000 58.709.500
26 J eki w K/0 2.800.000 33.600.000 130.000 3.360.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 46.930.000
27 Aji K/2 1.297.083 15.564.996 117.000 1.556.500 3.120.000 3.120.000 1.800.000 25.278.496
28 Firman K/3 2.500.000 30.000.000 117.000 3.000.000 3.120.000 3.120.000 6.000.000 45.357.000
29 Umam K/2 1.719.323 20.631.876 97.500 1.346.100 3.120.000 3.120.000 1.800.000 30.115.476
30 Sandi K/0 903.236 10.838.832 97.500 1.945.690 3.120.000 3.120.000 2.400.000 21.522.022
31 Fery K/2 1.586.599 19.039.188 123.500 2.063.188 3.120.000 3.120.000 2.400.000 29.865.876
32 Toto m K/0 1.426.528 17.118.336 130.000 1.083.883 3.120.000 3.120.000 1.800.000 26.372.219
33 Sunarja K/0 2.083.333 24.999.996 104.000 1.903.918 3.120.000 3.120.000 2.400.000 35.647.914
34 Sodik K/0 1.470.833 17.649.996 117.000 1.711.834 3.120.000 3.120.000 2.400.000 28.118.830
35 Deden K/0 1.130.133 13.561.596 130.000 2.500.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 24.831.596
36 Iman K/1 1.719.323 20.631.876 130.000 1.765.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 31.166.876
37 Karma K/2 903.236 10.838.832 130.000 1.356.160 3.120.000 3.120.000 1.800.000 20.364.992
38 Rival K/0 1.839.402 22.072.824 130.000 2.207.282 3.120.000 3.120.000 2.400.000 33.050.106
39 Yanto K/0 1.111.041 13.332.492 97.500 1.333.250 3.120.000 3.120.000 1.800.000 22.803.242
40 Iwan K/3 2.463.333 29.559.996 104.000 2.956.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 41.259.996
41 Ricky K/2 1.881.666 22.579.992 136.500 2.258.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 34.214.492
42 Wawan K/1 1.472.203 17.666.436 143.000 1.766.644 3.120.000 3.120.000 2.400.000 28.216.080
43 Dian K/1 1.323.333 15.879.996 162.500 1.588.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 25.670.496
44 Rina K/3 1.329.166 15.949.992 182.000 1.595.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 25.766.992
45 Titin K/3 2.600.000 31.200.000 162.500 3.120.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 44.322.500
78


PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN GAJI KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
(Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan)

No Nama Status
Gaji Gaji
Lembur
Tunjangan Tunjangan Tunjangan Tunjangan Total
Sebulan Setahun Hadir Makan Transport Jabatan Penghasilan
46 Yayah K/1 2.916.666 34.999.992 136.500 3.500.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 48.476.492
47 Yuli K/2 1.519.973 18.239.676 130.000 1.823.968 3.120.000 3.120.000 2.400.000 28.833.644
48 Edward K/1 1.600.000 19.200.000 130.000 1.920.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 30.490.000
49 Leni K/2 1.908.906 22.906.872 123.500 2.290.688 3.120.000 3.120.000 2.400.000 33.961.060
50 Ayu K/3 1.291.462 15.497.544 97.500 1.549.754 3.120.000 3.120.000 1.800.000 25.184.798
51 Nani K/2 1.666.666 19.999.992 97.500 2.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 31.337.492
52 Mimi K/1 1.496.711 17.960.532 97.500 1.796.054 3.120.000 3.120.000 2.400.000 28.494.086
53 Fery K/1 2.916.666 34.999.992 97.500 3.500.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 48.437.492
54 Suhendi K/3 2.483.333 29.799.996 97.500 2.980.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 42.717.496
55 Rian K/3 2.000.000 24.000.000 130.000 2.400.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 35.770.000
56 Oman K/3 1.250.000 15.000.000 110.500 1.500.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 24.650.500
57 Saiful K/1 1.878.408 22.540.896 156.000 2.254.090 3.120.000 3.120.000 2.400.000 33.590.986
58 Bakrie K/1 1.575.000 18.900.000 162.500 1.890.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 29.592.500
59 Soleh K/3 2.500.000 30.000.000 149.500 3.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 42.389.500
60 Pendi K/2 2.671.666 32.059.992 136.500 3.206.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 45.242.492
61 Maman K/1 1.398.333 16.779.996 136.500 1.678.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 27.234.496
62 Rizki K/1 1.124.166 13.489.992 104.000 1.349.020 3.120.000 3.120.000 1.800.000 22.983.012
63 Budi K/1 2.583.333 30.999.996 143.000 3.100.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 43.482.996
64 Deni.k K/2 1.945.491 23.345.892 143.000 2.334.589 3.120.000 3.120.000 2.400.000 34.463.481
65 Devi K/0 1.706.462 20.477.544 156.000 2.047.755 3.120.000 3.120.000 2.400.000 31.321.299
66 Iman K/0 1.583.333 18.999.996 97.500 1.900.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 29.037.496

79

PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN GAJI KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
(Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan)

No Nama Status
Gaji
Sebulan
Gaji
Setahun
Lembur
Tunjangan
Hadir
Tunjangan
Makan
Tunjangan
Transport
Tunjangan
Jabatan
Total
Penghasilan
67 Zami K/3 2.352.162 28.225.944 97.500 2.822.594 3.120.000 3.120.000 2.400.000 39.786.038
68 Lukman K/1 575.590 6.907.080 97.500 1.690.708 3.120.000 3.120.000 1.800.000 16.735.288
69 Ade K/2 1.861.180 22.334.160 175.500 2.233.416 3.120.000 3.120.000 2.400.000 33.383.076
70 Pandi K/3 2.500.000 30.000.000 188.500 3.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 42.428.500
71 Danu K/1 1.250.000 15.000.000 175.500 1.500.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 24.715.500
72 J aelani K/1 1.066.391 12.796.692 136.500 1.279.670 3.120.000 3.120.000 1.800.000 22.252.862
73 Maya K/2 1.142.058 13.704.696 97.500 1.370.470 3.120.000 3.120.000 1.800.000 23.212.666
74 Usman K/0 1.000.000 12.000.000 97.500 1.200.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 21.337.500
75 Lucki Tk/0 1.250.000 15.000.000 117.000 1.500.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 24.657.000
76 Salim K/1 1.250.000 15.000.000 130.000 1.500.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 25.270.000
77 Asep K/1 948.750 11.385.000 149.500 1.138.500 3.120.000 3.120.000 1.800.000 20.713.000
78 Aris Tk/0 1.300.000 15.600.000 136.500 1.560.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 26.536.500
79 Azis K/0 1.100.000 13.200.000 156.000 1.320.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 23.916.000
80 Parto Tk/0 950.000 11.400.000 97.500 1.140.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 21.277.500

80

Lampiran 2

PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN UPAH TENAGA HARIAN LEPAS
TAHUN 2009
( Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan )

No Nama Status Upah Sebulan Upah Setahun Tunjangan Makan
Total Penghasilan
Setahun
1 Bintang K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
2 Kamelia K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
3 Cika K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
4 Yuyun K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
5 Eli K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
6 Indah K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
7 Indar TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
8 Padilah K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
9 Tuti.t K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
10 Erna Tk/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
11 Putra K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
12 Fitri K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
13 Hesti K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
14 Lisna K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000

81

PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN UPAH TENAGA HARIAN LEPAS
TAHUN 2009
( Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan )

No Nama Status Upah Sebulan Upah Setahun Tunjangan Makan
Total Penghasilan
Setahun
15 Linda K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
16 Weny K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
17 Zahro K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
18 Fuji K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
19 Lala K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
21 Egi.m K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
22 Himelda TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
23 Taufan TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
24 Enda K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
25 Hakim K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
26 Reza K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
27 Aan k TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000
28 imam K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000

82

Lampiran 3

PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN PPh KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
( Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan )

No Nama Status
Gaji Tunjangan Tunjangan Tunjangan Tunjangan Bruto Biaya Neto
PTKP PKP
PPh 21
Setahun Hadir Makan Transport Jabatan Setahun Jabatan Setahun Setahun
1 Didi K/2 32,000,000 3,200,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 43,840,000 2,192,000 41,648,000 19,800,000 21,848,000 1,092,400
2 Daus Tk/0 54,000,000 5,400,000 3,120,000 3,120,000 3,600,000 69,240,000 3,462,000 65,778,000 15,840,000 49,938,000 2,496,900
3 Sidik K/0 30,000,000 3,000,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 42,240,000 2,112,000 40,128,000 17,160,000 22,968,000 1,148,400
4 Amel K/0 24,000,000 2,400,000 3,120,000 3,120,000 4,800,000 37,440,000 1,872,000 35,568,000 17,160,000 18,408,000 920,400
5 Adelia K/1 18,000,000 1,800,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 27,840,000 1,392,000 26,448,000 18,480,000 7,968,000 398,400
6 Hendro K/3 48,000,000 4,800,000 3,120,000 3,120,000 6,000,000 65,040,000 3,252,000 61,788,000 21,120,000 40,668,000 2,033,400
7 Madsani K/2 50,000,000 6,000,000 3,120,000 3,120,000 4,200,000 66,440,000 3,322,000 63,118,000 19,800,000 43,318,000 2,165,900
8 Herdy K/1 33,000,000 3,300,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 44,940,000 2,247,000 42,693,000 18,480,000 24,213,000 1,210,650
9 Mami K/0 18,000,000 1,800,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 27,840,000 1,392,000 26,448,000 17,160,000 9,288,000 464,400
10 Arifin K/0 14,500,000 1,450,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 23,990,000 1,199,500 22,790,500 17,160,000 5,630,500 281,525
11 Rohman K/1 25,890,000 2,589,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 37,119,000 1,855,950 35,263,050 18,480,000 16,783,050 839,153
12 Windy K/0 21,000,000 2,100,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 31,740,000 1,587,000 30,153,000 17,160,000 12,993,000 649,650
13 Lukas K/2 30,000,000 3,000,000 3,120,000 3,120,000 4,800,000 44,040,000 2,202,000 41,838,000 19,800,000 22,038,000 1,101,900
14 Katto K/2 15,000,000 1,500,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 24,540,000 1,227,000 23,313,000 19,800,000 3,513,000 175,650
15 Faisal K/2 15,000,000 1,500,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 25,140,000 1,257,000 23,883,000 19,800,000 4,083,000 204,150
16 Cecep K/2 18,000,000 1,800,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 28,440,000 1,422,000 27,018,000 19,800,000 7,218,000 360,900
17 Iwan K/2 30,000,000 3,000,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 42,240,000 2,112,000 40,128,000 18,480,000 21,648,000 1,082,400
18 Aif K/0 22,000,000 2,200,000 3,120,000 3,120,000 3,600,000 34,040,000 1,702,000 32,338,000 17,160,000 15,178,000 758,900
19 Rifki K/0 36,000,000 3,600,000 3,120,000 3,120,000 3,600,000 49,440,000 2,472,000 46,968,000 17,160,000 29,808,000 1,490,400
20 Zaesudi K/1 14,000,000 1,400,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 24,640,000 1,232,000 23,408,000 18,480,000 4,928,000 246,400

83


PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN PPh KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
( Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan )

No Nama Status
Gaji Tunjangan Tunjangan Tunjangan Tunjangan Bruto Biaya Neto
PTKP PKP
PPh 21
Setahun Hadir Makan Transport Jabatan Setahun Jabatan Setahun Setahun
21 Dede K/1 20,000,000 2,000,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 31,240,000 1,562,000 29,678,000 18,480,000 11,198,000 559,900
22 Basuki K/1 25,000,000 2,500,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 35,540,000 1,777,000 33,763,000 18,480,000 15,283,000 764,150
23 Tatang K/1 19,000,000 1,900,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 28,940,000 1,447,000 27,493,000 18,480,000 9,013,000 450,650
24 Doni K/0 48,000,000 4,800,000 3,120,000 3,120,000 4,800,000 63,840,000 3,192,000 60,648,000 17,160,000 43,488,000 2,174,400
25 Slamet K/3 43,200,000 4,320,000 3,120,000 3,120,000 4,800,000 58,560,000 2,928,000 55,632,000 21,120,000 34,512,000 1,725,600
26 Jeki w K/0 33,600,000 3,360,000 3,120,000 3,120,000 3,600,000 46,800,000 2,340,000 44,460,000 17,160,000 27,300,000 1,365,000
27 Aji K/2 15,565,000 1,556,500 3,120,000 3,120,000 1,800,000 25,161,500 1,258,075 23,903,425 19,800,000 4,103,425 205,171
28 Firman K/3 30,000,000 3,000,000 3,120,000 3,120,000 6,000,000 45,240,000 2,262,000 42,978,000 21,120,000 21,858,000 1,092,900
29 Umam K/2 13,461,000 1,346,100 3,120,000 3,120,000 1,800,000 22,847,100 1,142,355 21,704,745 19,800,000 1,904,745 95,237
30 Sandi K/0 19,456,902 1,945,690 3,120,000 3,120,000 2,400,000 30,042,592 1,502,130 28,540,462 17,160,000 11,380,462 569,023
31 Fery K/2 20,631,880 2,063,188 3,120,000 3,120,000 2,400,000 31,335,068 1,566,753 29,768,315 19,800,000 9,968,315 498,416
32 Toto m K/0 10,838,839 1,083,883 3,120,000 3,120,000 1,800,000 19,962,722 998,136 18,964,586 17,160,000 1,804,586 90,229
33 Sunarja K/0 19,039,189 1,903,918 3,120,000 3,120,000 2,400,000 29,583,107 1,479,155 28,103,952 17,160,000 10,943,952 547,198
34 Sodik K/0 17,118,343 1,711,834 3,120,000 3,120,000 2,400,000 27,470,177 1,373,509 26,096,668 17,160,000 8,936,668 446,833
35 Deden K/0 25,000,000 2,500,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 36,140,000 1,807,000 34,333,000 17,160,000 17,173,000 858,650
36 Iman K/1 17,650,000 1,765,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 28,055,000 1,402,750 26,652,250 18,480,000 8,172,250 408,613
37 Karma K/2 13,561,603 1,356,160 3,120,000 3,120,000 1,800,000 22,957,763 1,147,888 21,809,875 19,800,000 2,009,875 100,494
38 Rival K/0 22,072,827 2,207,282 3,120,000 3,120,000 2,400,000 32,920,109 1,646,005 31,274,104 17,160,000 14,114,104 705,705
39 Yanto K/0 13,332,500 1,333,250 3,120,000 3,120,000 1,800,000 22,705,750 1,135,288 21,570,463 17,160,000 4,410,463 220,523


84



PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN PPh KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
( Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan )

No Nama Status
Gaji Tunjangan Tunjangan Tunjangan Tunjangan Bruto Biaya Neto
PTKP PKP
PPh 21
Setahun Hadir Makan Transport Jabatan Setahun Jabatan Setahun Setahun
40 Iwan K/3 29,560,000 2,956,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 41,156,000 2,057,800 39,098,200 21,120,000 17,978,200 898,910
41 Ricky K/2 22,580,000 2,258,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 34,078,000 1,703,900 32,374,100 19,800,000 12,574,100 628,705
42 Wawan K/1 17,666,440 1,766,644 3,120,000 3,120,000 2,400,000 28,073,084 1,403,654 26,669,430 18,480,000 8,189,430 409,471
43 Dian K/1 15,880,000 1,588,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 25,508,000 1,275,400 24,232,600 18,480,000 5,752,600 287,630
44 Rina K/3 15,950,000 1,595,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 25,585,000 1,279,250 24,305,750 21,120,000 3,185,750 159,288
45 Titin K/3 31,200,000 3,120,000 3,120,000 3,120,000 3,600,000 44,160,000 2,208,000 41,952,000 21,120,000 20,832,000 1,041,600
46 Yayah K/1 35,000,000 3,500,000 3,120,000 3,120,000 3,600,000 48,340,000 2,417,000 45,923,000 18,480,000 27,443,000 1,372,150
47 Yuli K/2 18,239,682 1,823,968 3,120,000 3,120,000 2,400,000 28,703,650 1,435,183 27,268,468 19,800,000 7,468,468 373,423
48 Edward K/1 19,200,000 1,920,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 30,360,000 1,518,000 28,842,000 18,480,000 10,362,000 518,100
49 Leni K/2 22,906,881 2,290,688 3,120,000 3,120,000 2,400,000 33,837,569 1,691,878 32,145,691 19,800,000 12,345,691 617,285
50 Ayu K/3 15,497,545 1,549,754 3,120,000 3,120,000 1,800,000 25,087,299 1,254,365 23,832,934 21,120,000 2,712,934 135,647
51 Nani K/2 20,000,000 2,000,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 31,240,000 1,562,000 29,678,000 19,800,000 9,878,000 493,900
52 Mimi K/1 17,960,540 1,796,054 3,120,000 3,120,000 2,400,000 28,396,594 1,419,830 26,976,764 18,480,000 8,496,764 424,838
53 Fery K/1 35,000,000 3,500,000 3,120,000 3,120,000 3,600,000 48,340,000 2,417,000 45,923,000 18,480,000 27,443,000 1,372,150
54 Suhendi K/3 29,800,000 2,980,000 3,120,000 3,120,000 3,600,000 42,620,000 2,131,000 40,489,000 21,120,000 19,369,000 968,450
55 Rian K/3 24,000,000 2,400,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 35,640,000 1,782,000 33,858,000 21,120,000 12,738,000 636,900
56 Oman K/3 15,000,000 1,500,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 24,540,000 1,227,000 23,313,000 21,120,000 2,193,000 109,650
57 Saiful K/1 22,540,900 2,254,090 3,120,000 3,120,000 2,400,000 33,434,990 1,671,750 31,763,241 18,480,000 13,283,241 664,162

85

PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN PPh KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
( Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan )

No Nama Status Gaji
Tunjangan
Hadir
Tunjangan
Makan
Tunjangan
Transport
Tunjangan
Jabatan
Bruto Biaya Neto PTKP PKP PPh 21
58 Bakrie K/1 18,900,000 1,890,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 29,430,000 1,471,500 27,958,500 18,480,000 9,478,500 473,925
59 Soleh K/3 30,000,000 3,000,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 42,240,000 2,112,000 40,128,000 21,120,000 19,008,000 950,400
60 Pendi K/2 32,060,000 3,206,000 3,120,000 3,120,000 3,600,000 45,106,000 2,255,300 42,850,700 19,800,000 23,050,700 1,152,535
61 Maman K/1 16,780,000 1,678,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 27,098,000 1,354,900 25,743,100 18,480,000 7,263,100 363,155
62 Rizki K/1 13,490,200 1,349,020 3,120,000 3,120,000 1,800,000 22,879,220 1,143,961 21,735,259 18,480,000 3,255,259 162,763
63 Budi K/1 31,000,000 3,100,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 43,340,000 2,167,000 41,173,000 18,480,000 22,693,000 1,134,650
64 Deni.k K/2 23,345,895 2,334,589 3,120,000 3,120,000 2,400,000 34,320,484 1,716,024 32,604,460 19,800,000 12,804,460 640,223
65 Devi K/0 20,477,551 2,047,755 3,120,000 3,120,000 2,400,000 31,165,306 1,558,265 29,607,041 17,160,000 12,447,041 622,352
66 Iman K/0 19,000,000 1,900,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 28,940,000 1,447,000 27,493,000 17,160,000 10,333,000 516,650
67 Zami K/3 28,225,945 2,822,594 3,120,000 3,120,000 2,400,000 39,688,539 1,984,427 37,704,112 21,120,000 16,584,112 829,206
68 Lukman K/1 16,907,089 1,690,708 3,120,000 3,120,000 1,800,000 26,637,797 1,331,890 25,305,907 18,480,000 6,825,907 341,295
69 Ade K/2 22,334,166 2,233,416 3,120,000 3,120,000 2,400,000 33,207,582 1,660,379 31,547,203 19,800,000 11,747,203 587,360
70 Pandi K/3 30,000,000 3,000,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 42,240,000 2,112,000 40,128,000 21,120,000 19,008,000 950,400
71 Danu K/1 15,000,000 1,500,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 24,540,000 1,227,000 23,313,000 17,160,000 6,153,000 307,650
72 Jaelani K/1 12,796,700 1,279,670 3,120,000 3,120,000 1,800,000 22,116,370 1,105,819 21,010,552 18,480,000 2,530,552 126,528
73 Maya K/2 13,704,705 1,370,470 3,120,000 3,120,000 1,800,000 23,115,175 1,155,759 21,959,416 19,800,000 2,159,416 107,971
74 Usman K/0 12,000,000 1,200,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 21,240,000 1,062,000 20,178,000 17,160,000 3,018,000 150,900
75 Lucki Tk/0 15,000,000 1,500,000 3,120,000 3,120,000 1,800,000 24,540,000 1,227,000 23,313,000 15,840,000 7,473,000 373,650
76 Salim K/1 15,000,000 1,500,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 25,140,000 1,257,000 23,883,000 18,480,000 5,403,000 270,150
77 Asep K/1 11,385,000 1,138,500 3,120,000 3,120,000 1,800,000 20,563,500 1,028,175 19,535,325 18,480,000 1,055,325 52,766
78 Aris Tk/0 15,600,000 1,560,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 26,400,000 1,320,000 25,080,000 15,840,000 9,240,000 462,000
79 Azis K/0 13,200,000 1,320,000 3,120,000 3,120,000 3,000,000 23,760,000 1,188,000 22,572,000 17,160,000 5,412,000 270,600
80 Parto Tk/0 11,400,000 1,140,000 3,120,000 3,120,000 2,400,000 21,180,000 1,059,000 20,121,000 15,840,000 4,281,000 214,050
86


86

Lampiran 4

PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 TENAGA HARIAN LEPAS
TAHUN 2009
( Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan )

No Nama Status
Upah
Sebulan
Upah
Setahun
Tunjangan
Makan
Neto
Setahun
PTKP PKP
PPh Pasal 21
Setahun
PPh Pasal 21
Sebulan
1 Bintang K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 17,160,000 3,120,000 156,000 13,000
2 Kamelia K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
3 Cika K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
4 Yuyun K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
5 Eli K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
6 Indah K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
7 Indar TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
8 Padilah K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
9 Tuti.t K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 17,160,000 3,120,000 156,000 13,000
10 Erna Tk/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
11 Putra K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
12 Fitri K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
13 Hesti K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
14 Lisna K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 17,160,000 3,120,000 156,000 13,000
87


PT. HIKERTA PRATAMA
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 TENAGA HARIAN LEPAS
TAHUN 2009
( Sesuai Dengan Penghitungan Perusahaan )

No Nama Status
Upah
Sebulan
Upah
Setahun
Tunjangan
Makan
Neto
Setahun
PTKP PKP
PPh Pasal 21
Setahun
PPh Pasal 21
Sebulan
15 Linda K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 17,160,000 3,120,000 156,000 13,000
16 Weny K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 17,160,000 3,120,000 156,000 13,000
17 Zahro K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
18 Fuji K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
19 Lala K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
20 Karmila K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
21 Egi.m K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
22 Himelda TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
23 Taufan TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
24 Enda K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
25 Hakim K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
26 Reza K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
27 Aan k TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
28 Imam K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000

88

Lampiran 5
PENULIS
PENGHITUNGAN PPh 21 KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
(Sesuai Dengan UU No. 36 Tahun 2008 )

No Nama Status
Gaji
Lembur
Tunjangan Tunjangan Tunjangan Tunjangan Bruto Biaya Neto
PTKP PKP
PPh 21
Setahun Hadir Makan Transport Jabatan Setahun Jabatan Setahun Setahun
1 Didi K/2 32.000.000 195.000 3.200.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 44.035.000 2.201.750 41.833.250 19.800.000 22.033.250 1.101.663
2 Daus Tk/0 54.000.000 195.000 5.400.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 69.435.000 3.471.750 65.963.250 15.840.000 50.123.250 2.506.163
3 Sidik K/0 30.000.000 182.000 3.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 42.422.000 2.121.100 40.300.900 17.160.000 23.140.900 1.157.045
4 Amel K/0 24.000.000 130.000 2.400.000 3.120.000 3.120.000 4.800.000 37.570.000 1.878.500 35.691.500 17.160.000 18.531.500 926.575
5 Adelia K/1 18.000.000 123.500 1.800.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 27.963.500 1.398.175 26.565.325 18.480.000 8.085.325 404.266
6 Hendro K/3 48.000.000 143.000 4.800.000 3.120.000 3.120.000 6.000.000 65.183.000 3.259.150 61.923.850 21.120.000 40.803.850 2.040.192
7 Madsani K/2 50.000.000 149.500 6.000.000 3.120.000 3.120.000 4.200.000 66.589.500 3.329.475 63.260.025 19.800.000 43.460.025 2.173.001
8 Herdy K/1 33.000.000 97.500 3.300.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 45.037.500 2.251.875 42.785.625 18.480.000 24.305.625 1.215.281
9 Mami K/0 18.000.000 97.500 1.800.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 27.937.500 1.396.875 26.540.625 17.160.000 9.380.625 469.031
10 Arifin K/0 14.500.000 97.500 1.450.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 24.087.500 1.204.375 22.883.125 17.160.000 5.723.125 286.156
11 Rohman K/1 25.890.000 97.500 2.589.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 37.216.500 1.860.825 35.355.675 18.480.000 16.875.675 843.784
12 Windy K/0 21.000.000 110.500 2.100.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 31.850.500 1.592.525 30.257.975 17.160.000 13.097.975 654.899
13 Lukas K/2 30.000.000 130.000 3.000.000 3.120.000 3.120.000 4.800.000 44.170.000 2.208.500 41.961.500 19.800.000 22.161.500 1.108.075
14 Katto K/2 15.000.000 156.000 1.500.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 24.696.000 1.234.800 23.461.200 19.800.000 3.661.200 183.060
15 Faisal K/2 15.000.000 143.000 1.500.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 25.283.000 1.264.150 24.018.850 19.800.000 4.218.850 210.943
16 Cecep K/2 18.000.000 136.500 1.800.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 28.576.500 1.428.825 27.147.675 19.800.000 7.347.675 367.384
17 Iwan K/2 30.000.000 123.500 3.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 42.363.500 2.118.175 40.245.325 18.480.000 21.765.325 1.088.266
18 Aif K/0 22.000.000 123.500 2.200.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 34.163.500 1.708.175 32.455.325 17.160.000 15.295.325 764.766
19 Rifki K/0 36.000.000 97.500 3.600.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 49.537.500 2.476.875 47.060.625 17.160.000 29.900.625 1.495.031
20 Zaesudi K/1 14.000.000 117.000 1.400.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 24.757.000 1.237.850 23.519.150 18.480.000 5.039.150 251.958

89

PENULIS
PENGHITUNGAN PPh 21 KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
(Sesuai Dengan UU No. 36 Tahun 2008 )

No Nama Status
Gaji
Lembur
Tunjangan Tunjangan Tunjangan Tunjangan Bruto Biaya Neto
PTKP PKP
PPh 21
Setahun Hadir Makan Transport Jabatan Setahun Jabatan Setahun Setahun
21 Dede K/1 20.000.000 104.000 2.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 31.344.000 1.567.200 29.776.800 18.480.000 11.296.800 564.840
22 Basuki K/1 25.000.000 156.000 2.500.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 35.696.000 1.784.800 33.911.200 18.480.000 15.431.200 771.560
23 Tatang K/1 19.000.000 162.500 1.900.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 29.102.500 1.455.125 27.647.375 18.480.000 9.167.375 458.369
24 Doni K/0 48.000.000 169.000 4.800.000 3.120.000 3.120.000 4.800.000 64.009.000 3.200.450 60.808.550 17.160.000 43.648.550 2.182.428
25 Slamet K/3 43.200.000 149.500 4.320.000 3.120.000 3.120.000 4.800.000 58.709.500 2.935.475 55.774.025 21.120.000 34.654.025 1.732.701
26 Jeki w K/0 33.600.000 130.000 3.360.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 46.930.000 2.346.500 44.583.500 17.160.000 27.423.500 1.371.175
27 Aji K/2 15.565.000 117.000 1.556.500 3.120.000 3.120.000 1.800.000 25.278.500 1.263.925 24.014.575 19.800.000 4.214.575 210.729
28 Firman K/3 30.000.000 117.000 3.000.000 3.120.000 3.120.000 6.000.000 45.357.000 2.267.850 43.089.150 21.120.000 21.969.150 1.098.458
29 Umam K/2 13.461.000 97.500 1.346.100 3.120.000 3.120.000 1.800.000 22.944.600 1.147.230 21.797.370 19.800.000 1.997.370 99.869
30 Sandi K/0 19.456.902 97.500 1.945.690 3.120.000 3.120.000 2.400.000 30.140.092 1.507.005 28.633.087 17.160.000 11.473.087 573.654
31 Fery K/2 20.631.880 123.500 2.063.188 3.120.000 3.120.000 2.400.000 31.458.568 1.572.928 29.885.640 19.800.000 10.085.640 504.282
32 Toto m K/0 10.838.839 130.000 1.083.883 3.120.000 3.120.000 1.800.000 20.092.722 1.004.636 19.088.086 17.160.000 1.928.086 96.404
33 Sunarja K/0 19.039.189 104.000 1.903.918 3.120.000 3.120.000 2.400.000 29.687.107 1.484.355 28.202.752 17.160.000 11.042.752 552.138
34 Sodik K/0 17.118.343 117.000 1.711.834 3.120.000 3.120.000 2.400.000 27.587.177 1.379.359 26.207.818 17.160.000 9.047.818 452.391
35 Deden K/0 25.000.000 130.000 2.500.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 36.270.000 1.813.500 34.456.500 17.160.000 17.296.500 864.825
36 Iman K/1 17.650.000 130.000 1.765.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 28.185.000 1.409.250 26.775.750 18.480.000 8.295.750 414.788
37 Karma K/2 13.561.603 130.000 1.356.160 3.120.000 3.120.000 1.800.000 23.087.763 1.154.388 21.933.375 19.800.000 2.133.375 106.669
38 Rival K/0 22.072.827 130.000 2.207.282 3.120.000 3.120.000 2.400.000 33.050.109 1.652.505 31.397.604 17.160.000 14.237.604 711.880
39 Yanto K/0 13.332.500 97.500 1.333.250 3.120.000 3.120.000 1.800.000 22.803.250 1.140.163 21.663.088 17.160.000 4.503.088 225.154
40 Iwan K/3 29.560.000 104.000 2.956.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 41.260.000 2.063.000 39.197.000 21.120.000 18.077.000 903.850

90

PENULIS
PENGHITUNGAN PPh 21 KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
(Sesuai Dengan UU No. 36 Tahun 2008 )

No Nama Status
Gaji
Lembur
Tunjangan Tunjangan Tunjangan Tunjangan Bruto Biaya Neto
PTKP PKP
PPh 21
Setahun Hadir Makan Transport Jabatan Setahun Jabatan Setahun Setahun
41 Ricky K/2 22.580.000 136.500 2.258.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 34.214.500 1.710.725 32.503.775 19.800.000 12.703.775 635.189
42 Wawan K/1 17.666.440 143.000 1.766.644 3.120.000 3.120.000 2.400.000 28.216.084 1.410.804 26.805.280 18.480.000 8.325.280 416.264
43 Dian K/1 15.880.000 162.500 1.588.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 25.670.500 1.283.525 24.386.975 18.480.000 5.906.975 295.349
44 Rina K/3 15.950.000 182.000 1.595.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 25.767.000 1.288.350 24.478.650 21.120.000 3.358.650 167.933
45 Titin K/3 31.200.000 162.500 3.120.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 44.322.500 2.216.125 42.106.375 21.120.000 20.986.375 1.049.319
46 Yayah K/1 35.000.000 136.500 3.500.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 48.476.500 2.423.825 46.052.675 18.480.000 27.572.675 1.378.634
47 Yuli K/2 18.239.682 130.000 1.823.968 3.120.000 3.120.000 2.400.000 28.833.650 1.441.683 27.391.968 19.800.000 7.591.968 379.598
48 Edward K/1 19.200.000 130.000 1.920.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 30.490.000 1.524.500 28.965.500 18.480.000 10.485.500 524.275
49 Leni K/2 22.906.881 123.500 2.290.688 3.120.000 3.120.000 2.400.000 33.961.069 1.698.053 32.263.016 19.800.000 12.463.016 623.151
50 Ayu K/3 15.497.545 97.500 1.549.754 3.120.000 3.120.000 1.800.000 25.184.799 1.259.240 23.925.559 21.120.000 2.805.559 140.278
51 Nani K/2 20.000.000 97.500 2.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 31.337.500 1.566.875 29.770.625 19.800.000 9.970.625 498.531
52 Mimi K/1 17.960.540 97.500 1.796.054 3.120.000 3.120.000 2.400.000 28.494.094 1.424.705 27.069.389 18.480.000 8.589.389 429.469
53 Fery K/1 35.000.000 97.500 3.500.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 48.437.500 2.421.875 46.015.625 18.480.000 27.535.625 1.376.781
54 Suhendi K/3 29.800.000 97.500 2.980.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 42.717.500 2.135.875 40.581.625 21.120.000 19.461.625 973.081
55 Rian K/3 24.000.000
130.000
2.400.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 35.770.000 1.788.500 33.981.500 21.120.000 14.220.000 711.000
56 Oman K/3 15.000.000
110.500
1.500.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 24.650.500 1.232.525 23.417.975 21.120.000 3.452.700 172.635
57 Saiful K/1 22.540.900
156.000
2.254.090 3.120.000 3.120.000 2.400.000 33.590.990 1.679.550 31.911.441 18.480.000 15.061.641 753.082
58 Bakrie K/1 18.900.000
162.500
1.890.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 29.592.500 1.479.625 28.112.875 18.480.000 11.331.000 566.550
59 Soleh K/3 30.000.000
149.500
3.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 42.389.500 2.119.475 40.270.025 21.120.000 20.712.300 1.035.615
60 Pendi K/2 32.060.000
136.500
3.206.000 3.120.000 3.120.000 3.600.000 45.242.500 2.262.125 42.980.375 19.800.000 24.606.800 1.230.340

91

PENULIS
PENGHITUNGAN PPh 21 KARYAWAN TETAP
TAHUN 2009
(Sesuai Dengan UU No. 36 Tahun 2008 )

No Nama Status
Gaji
Setahun
Lembur
Tunjangan
Hadir
Tunjangan
Makan
Tunjangan
Transport
Tujnjangan
Jabatan
Bruto
Setahun
Biaya
Jabatan
Neto
Setahun
PTKP PKP
PPh 21
Terutang
61 Maman K/1 16.780.000
136.500
1.678.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 27.234.500 1.361.725 25.872.775 18.480.000 8.819.200 440.960
62 Rizki K/1 13.490.200
104.000
1.349.020 3.120.000 3.120.000 1.800.000 22.983.220 1.149.161 21.834.059 18.480.000 4.440.859 222.043
63 Budi K/1 31.000.000
143.000
3.100.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 43.483.000 2.174.150 41.308.850 18.480.000 24.323.200 1.216.160
64 Deni.k K/2 23.345.895
143.000
2.334.589 3.120.000 3.120.000 2.400.000 34.463.484 1.723.174 32.740.310 19.800.000 14.434.660 721.733
65 Devi K/0 20.477.551
156.000
2.047.755 3.120.000 3.120.000 2.400.000 31.321.306 1.566.065 29.755.241 17.160.000 14.225.441 711.272
66 Iman K/0 19.000.000
97.500
1.900.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 29.037.500 1.451.875 27.585.625 17.160.000 11.444.500 572.225
67 Zami K/3 28.225.945
97.500
2.822.594 3.120.000 3.120.000 2.400.000 39.786.039 1.989.302 37.796.737 21.120.000 17.695.612 884.781
68 Lukman K/1 16.907.089
97.500
1.690.708 3.120.000 3.120.000 1.800.000 26.735.297 1.336.765 25.398.532 18.480.000 7.937.407 396.870
69 Ade K/2 22.334.166
175.500
2.233.416 3.120.000 3.120.000 2.400.000 33.383.082 1.669.154 31.713.928 19.800.000 13.747.903 687.395
70 Pandi K/3 30.000.000
188.500
3.000.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 42.428.500 2.121.425 40.307.075 21.120.000 21.156.900 1.057.845
71 Danu K/1 15.000.000
175.500
1.500.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 24.715.500 1.235.775 23.479.725 17.160.000 8.153.700 407.685
72 Jaelani K/1 12.796.700
136.500
1.279.670 3.120.000 3.120.000 1.800.000 22.252.870 1.112.644 21.140.227 18.480.000 4.086.652 204.333
73 Maya K/2 13.704.705
97.500
1.370.470 3.120.000 3.120.000 1.800.000 23.212.675 1.160.634 22.052.041 19.800.000 3.270.916 163.546
74 Usman K/0 12.000.000
97.500
1.200.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 21.337.500 1.066.875 20.270.625 17.160.000 4.129.500 206.475
75 Lucki Tk/0 15.000.000
117.000
1.500.000 3.120.000 3.120.000 1.800.000 24.657.000 1.232.850 23.424.150 15.840.000 8.806.800 440.340
76 Salim K/1 15.000.000
130.000
1.500.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 25.270.000 1.263.500 24.006.500 18.480.000 6.885.000 344.250
77 Asep K/1 11.385.000
149.500
1.138.500 3.120.000 3.120.000 1.800.000 20.713.000 1.035.650 19.677.350 18.480.000 2.759.625 137.981
78 Aris Tk/0 15.600.000
136.500
1.560.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 26.536.500 1.326.825 25.209.675 15.840.000 10.796.100 539.805
79 Azis K/0 13.200.000
156.000
1.320.000 3.120.000 3.120.000 3.000.000 23.916.000 1.195.800 22.720.200 17.160.000 7.190.400 359.520
80 Parto Tk/0 11.400.000
97.500
1.140.000 3.120.000 3.120.000 2.400.000 21.277.500 1.063.875 20.213.625 15.840.000 5.392.500 269.625

92

Lampiran 6


PENULIS
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 TENAGA HARIAN LEPAS
TAHUN 2009
( Sesuai Dengan UU No. 36 Tahun 2008 )



No Nama Status
Upah
Sebulan
Upah
Setahun
Tunjangan
Makan
Neto
Setahun
PTKP PKP
PPh Pasal 21
Setahun
PPh Pasal 21
Sebulan
1 Bintang K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 17,160,000 3,120,000 156,000 13,000
2 Kamelia K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
3 Cika K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
4 Yuyun K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
5 Eli K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
6 Indah K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
7 Indar TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
8 Padilah K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
9 Tuti.t K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 17,160,000 3,120,000 156,000 13,000
10 Erna Tk/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
11 Putra K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
12 Fitri K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
13 Hesti K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
14 Lisna K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 17,160,000 3,120,000 156,000 13,000
93

PENULIS
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 TENAGA HARIAN LEPAS
TAHUN 2009
( Sesuai Dengan UU No. 36 Tahun 2008 )

No Nama Status
Upah
Sebulan
Upah
Setahun
Tunjangan
Makan
Neto
Setahun
PTKP PKP
PPh Pasal
21
Setahun
PPh Pasal
21
Sebulan
15 Linda K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 17,160,000 3,120,000 156,000 13,000
16 Weny K/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 17,160,000 3,120,000 156,000 13,000
17 Zahro K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
18 Fuji K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
19 Lala K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 18,480,000 1,800,000 90,000 7,500
20 Karmila K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
21 Egi.m K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
22 Himelda TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
23 Taufan TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
24 Enda K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
25 Hakim K/1 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
26 Reza K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000
27 Aan k TK/0 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 15,840,000 4,440,000 222,000 18,500
28 Imam K/2 1,560,000 18,720,000 1,560,000 20,280,000 19,800,000 480,000 24,000 2,000

45

5. Struktur Organisasi


STRUKTUR ORGANISASI
PT. HIKERTA PRATAMA















Gambar 4.1
Board of director
President Director
Vice President Director
Director
General Manager

advisor
Ppc
Chief
EDP Chief
Press Part
chief
Production Manager
Filter Chief
Technical
Manager
Maintenance
Chief
QA/QC
Chief
Prod.Eng
Chief
Engineering
Chief
Procerement Mgr Finance dan
Adm.Mgr
Purchasing
Chief
Warehouse
chief
Pga
chief
Accounting
chief
Finance/CC
Chief
Marketing
Mgr