Anda di halaman 1dari 7

Teori Etika dan Prinsip Etis dalam Bisnis

1.1 PENGERTIAN ETIKA


Istilah dan pengertian etika secara kebahasaan/etimologi berasal dari bahasa !"nani
adalah #Ethos$ %ang berarti &atak kes"silaan ata" adat kebiasaan 'c"stom(. Biasan%a
etika berkaitan erat dengan perkataan moral %ang berasal dari bahasa )atin %ait" #*os$
dan dalam bent"k +amakn%a #*ores$ %ang berarti +"ga adat kebiasaan ata" cara hid"p
seseorang dengan melak"kan perb"atan %ang baik 'kes"silaan( dan menghindari hal,hal
tindakan %ang b"r"k. Etika dan moral lebih k"rang sama pengertiann%a tetapi dalam
kegiatan sehari,hari terdapat perbedaan %ait" moral ata" moralitas "nt"k penilaian
perb"atan %ang dilak"kan sedangkan etika adalah "nt"k pengka+ian sistem nilai,nilai
%ang berlak".
Kata etika memiliki beberapa makna -ebster.s /ollegiate 0ictionar% %ang dik"tip oleh
Ronald 0"ska dalam b"k" Acco"nting Ethics memberi empat makna dasar dari kata
etika %ait"1
1. 2"at" disiplin terhadap apa %ang baik dan b"r"k dan dengan t"gas moral serta
ke&a+iban.
3. 2eperangkat prinsip,prinsip moral ata" nilai,nilai
4. 2eb"ah teori ata" sistem atas nilai,nilai moral
5. Prinsip atas pengat"ran prilak" s"at" indi6id" ata" kelompok.
2edangkan men"r"t Bertens etika dapat +"ga dide7inisikan sebagai nilai,nilai dan norma,
norma %ang men+adi pegangan bagi seseorang ata" s"at" kelompok dalam mengat"r
tingkah lak"n%a. 0ari pengertian diatas mengis%aratkan bah&a etika memiliki peranan
penting dalam melegitimasi segala perb"atan dan tindakan %ang dilihat dari s"d"t
pandang moralitas %ang telah disepakati oleh mas%arakat.
Pengertian moralitas adalah pedoman %ang dimiliki setiap indi6id" ata" kelompok
mengenai apa %ang benar dan salah berdasarkan standar moral %ang berlak" dalam
mas%arakat. 0isamping it" etika dapat diseb"t +"ga sebagai 7ilsa7at moral adalah cabang
7ilsa7at %ang berbicara tentang tindakan man"sia. Etika tidak mempersoalkan keadaan
man"sia melainkan mempersoalkan bagaimana man"sia har"s bertindak berdasarkan
norma,norma tertent".
0alam praktekn%a terkadang penerapan nilai etika han%a dilak"kan sebatas perset"+"an
atas standar moral %ang telah disepakati "nt"k tidak dilanggar. Norma moral %ang
men+adi standar mas%arakat "nt"k menent"kan baik b"r"kn%a perilak" dan tindakan
seseorang terkadang han%a dianggap s"at" at"ran %ang diset"+"i bersama tanpa
dipertimbangkan mengapa at"ran,at"ran moral terseb"t har"s kita pat"hi. 8nt"k it"
pemikiran,pemikiran %ang lebih mendalam mengenai alasan,alasan mengapa kita perl"
berperilak" %ang etis ses"ai dengan norma,norma moral %ang telah disepakati
melahirkan s"at" bent"k teori etika %ang men%ediakan kerangka "nt"k memastikan benar
tidakn%a kep"t"san moral kita.
Etika bisnis mer"pakan st"di standar 7ormal %ang mencak"p analisis norma moral dan
nilai moral nam"n +"ga ber"saha mengaplikasikan kesimp"lan,kesimp"lan analisis
terseb"t ke beragam instit"si teknologi transaksi akti6itas dan "saha,"saha %ang kita
seb"t bisnis.
1.3 RE)ATI9ITA2 *:RA) 0A)A* BI2NI2
Persaingan global %ang ketat tanpa mengenal adan%a perlind"ngan dan d"k"ngan politik
tertent" sem"a per"sahaan bisnis ma" tidak ma" har"s bersaing berdasarkan prinsip etika
tertent". Terdapat tiga pandangan "m"m %ang dian"t. Pandangan pertama adalah bah&a
norma etis berbeda antara sat" tempat dengan tempat %ang lain artin%a per"sahaan
mengik"ti at"ran norma dan moral %ang berlak" di tempat per"sahaan beroperasi.
Pandangan ked"a adalah bah&a norma sendirilah %ang paling benar dan tepat artin%a
per"sahaan mengik"ti at"ran norma dan at"ran moral di tempat per"sahaan it" berasal.
Pandangan ketiga adalah immoralis nai7 %ang men%atakan bah&a tidak norma moral %ang
perl" diik"ti sama sekali.
*en"r"t 0e George ada tiga pandangan "m"m %ang dian"t.
1. Norma etis berbeda antara 1 tempat dengan tempat lainn%a. Artin%a per"sahaan
har"s mengik"ti norma dan at"ran moral %ang berlak" di negara tempat per"sahaan
terseb"t beroperasi. !ang men+adi persoalan adalah anggapan bah&a tidak ada nilai dan
norma moral %ang bersi7at "ni6ersal %ang berlak" di sem"a negara dan mas%arakat
bah&a nilai dan norma moral %ang berlak" di s"at" negara berbeda dengan %ang berlak"
di negara lain. :leh karena it" men"r"t pandangan ini norma dan nilai moral bersi7at
relati7. Ini tidak benar karena bagaimanap"n menc"ri merampas dan menip" dimanap"n
+"ga akan dikecam dan dianggap tidak etis.
3. Nilai dan norma moral sendiri paling benar dalam arti tertent" me&akili
k"b" moralisme "ni6ersal %ait" bah&a pada dasarn%a norma dan nilai moral berlak"
"ni6ersal dan karena it" apa %ang dianggap benar di negara sendiri har"s diberlak"kan
+"ga di negara lain 'karena anggapan bah&a di negara lain prinsip it" p"n pasti berlak"
dengan sendirin%a(. Pandangan ini didasarkan pada anggapan bah&a moralitas
men%angk"t baik b"r"kn%a perilak" man"sia sebagai man"sia oleh karena it" se+a"h
man"sia adalah man"sia dimanap"n dia berada prinsip nilai dan norma moral it" akan
tetap berlak".
4. Immoralis nai7. Pandangan ini men%eb"tkan bah&a tidak ada norma moral %ang
perl" diik"ti sama sekali.
1.4 TE:RI ETIKA *:0ERN 'K:GNITI9I2*E(
1. 8tilitarisme
8tilitarisme berasal dari kata )atin "tilis %ang berarti berman7aat;. *en"r"t teori ini
s"at" perb"atan adalah baik +ika memba&a man7aat tapi men7aat it" har"s men%angk"t
b"kan sa+a sat" d"a orang melainkan mas%arakat sebagai kesel"r"han. *en"r"t s"at"
per"m"san terkenal dalam rangka pemikiran "tilitarisme '"tilitarianism( kriteria "nt"k
menent"kan baik b"r"kn%a s"at" perb"atan adalah the greatest happiness o7 the greatest
n"mber kebahagiaan terbesar dari +"mlah orang terbesar.
3. 0eontologi
0eontologi; '0eontolog%( berasal dari kata dalam Bahasa !"nani %ait" deon %ang
artin%a adalah ke&a+iban. 0alam s"at" perb"atan pasti ada konsek"ensin%a. 0alam hal
ini konsek"ensi perb"atan tidak boleh men+adi pertimbangan. Perb"atan men+adi baik
b"kan dilihat dari hasiln%a melainkan karena perb"atan terseb"t &a+ib dilak"kan.
0eontologi menekankan perb"atan tidak dihalalkan karena t"+"ann%a. T"+"an %ang baik
tidak men+adi perb"atan it" +"ga baik.
4. Teori <ak
0alam pemikiran moral de&asa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan %ang
paling ban%ak dipakai "nt"k menge6al"asi baik b"r"kn%a s"at" perb"atan ata" perilak".
2ebet"ln%a teori hak mer"pakan s"at" aspek dari teori deontologi karena hak berkaitan
denganke&a+iban.
5. Teori Ke"tamaan
Teori tipe terakhir ini adalah teori ke"tamaan '6irt"e( %ang memandang sikap ata"
akhlak seseorang. 0alam etika de&asa ini terdapat minat kh"s"s "nt"k teori ke"tamaan
sebagai reaksi atas teori,teori etika sebel"mn%a %ang terlal" berat sebelah dalam
meng"k"r perb"atan dengan prinsip ata" norma. Ke"tamaan bisa dide7inisikan sebagai
berik"t 1 disposisi &atak %ang telah diperoleh seseorang dan mem"ngkinkan dia "nt"k
bertingkah lak" baik secara moral misaln%a 1 Kebi+aksanaan Keadilan Kerendahan hati
2"ka beker+a keras.
1.5 TE:RI ETIKA RE)IGI82 'N:NK:GNITI9I2*E(
Etika keagamaan tradisional didasarkan pada ke%akinan terhadap t"han dan semesta
moral. 2e+"mlah aliran eksistensialisme religi"s kontemporer menolak teisme tradisional.
8m"mn%a menolak bent"k s"pernat"ralisme dan otoritarianisme. 2ebagai gantin%a
landasan non teistik disampaikan dalam etika tillich= ata" teologi radikal %ang melihat
agama secara sek"ler karena >T"han telah mati> memb"at etika lebih bersi7at h"manistik
dan "ni6ersal serta eksesistensial.
Bagi etika keagamaan tradisional T"han dianggap sebagai keba+ikan '2t.Ag"stine( ata"
tebatasi oleh keba+ikan 'Plato( dan mer"pakan s"mber dan pend"k"ng sem"anilai.Etika
reli+i"s tradisional pada dasarn%a bersi7at deontologis %akni mendasarkan penekanan
pada masalah t"gas ke&a+iban ata" memahami kebenaran dalam bertindak.
Etika bersi7at agapistik%akni berdasar pada cinta T"han dan sesama man"sia meskip"n
"ns"r deontologis dan areteiki dapat ditem"kan didalamn%a termas"k "ns"r
otoritarianisme dan s"pernat"ralisme.
Pemikir besar Eropa dari kalangan kristen adalah ThomasA?"inas '133@,13A5(. *en"r"t
a?"inas T"han adalah t"+"an akhir man"sia karena Ia adalah nilai tertinggi dan
"ni6ersal dan karenan%a kebahagiaan man"sia tercapai apabila ia memandang T"han.
0alam perspekti7 religi"s pemikiran etika cender"ng melepaskan kepelikan dialektika
ata" metodologis dan mem"satkan pada "saha "nt"k mengel"arkan spirit moralitas islam
denga cara lebih langs"ng berakar pada A),B"r.an dan 2"nnah. 0alam topik ini
pengetah"an dan perb"atan men+adi "ns"r pencapain kebahagiaan. 2"mber "tama
pengetah"an adalah T"han %ang telah mengan"gerahkann%a kepada man"sia melal"i
berbagai cara.
1.@ PRIN2IP,PRIN2IP ETIKA 0A)A* BI2NI2
Bisnis dapat diartikan sebagai kegiatan memprod"ksi dan men+"al barang dan +asa "nt"k
memen"hi keb"t"han mas%arakat. Kegiatan bisnis ter+adi karena keinginan "nt"k saling
memen"hi keb"t"han hid"p masing,masing man"sia dan masing,masing pihak tent"n%a
memperoleh ke"nt"ngan dari proses terseb"t. Tidak dapat disangkal bah&a pada
"m"mn%a orang berpendapat bah&a bisnis adalah "nt"k mencari ke"nt"ngan sebesar,
besarn%a. 8nt"k memaksim"mkan ke"nt"ngan terseb"t maka tidak dapat dihindari sikap
dan perilak" %ang menghalalkan segala cara %ang sering tidak dibenarkan oleh norma
moral.
Kala" memaksimalkan ke"nt"ngan men+adi sat",sat"n%a t"+"an per"sahaan dengan
sendirin%a akan timb"l keadaan %ang tidak etis. Karena +ika ke"nt"ngan men+adi sat",
sat"n%a t"+"an sem"an%a dikerahkan dan diman7aatkan demi tercapain%a t"+"an it"
termas"k +"ga kar%a&an %ang beker+a dalam per"sahaan. Akan tetapi memperalat
kar%a&an karena alasan apa sa+a berarti tidak menghormati mereka sebagai man"sia.
0engan it" dilanggar s"at" prinsip etis %ang paling mendasar kita selal" har"s
menghormati martabat man"sia.
Imman"el Kant 7ils"7 Cerman abad ke,1D men"r"tn%a prinsip etis %ang paling mendasar
dapat dir"m"skan sebagai berik"t1 #hendaklah memperlak"kan man"sia selal" +"ga
sebagai t"+"an pada dirin%a dan tidak pernah sebagai sarana belaka$. *ereka tidak boleh
diman7aatkan semata,mata "nt"k mencapai t"+"an. *isaln%a mereka har"s dipeker+akan
dalam kondisi ker+a %ang aman dan sehat dan har"s diberikan ga+i %ang pantas.
2e+arah mencatat Re6ol"si Ind"stri %ang ter+adi dari 1AEF sampai 1D4F dengan t"+"an
"nt"k memaksimalisasi ke"nt"ngan men%ebabkan tenaga b"r"h dihisap begit" sa+a
s"ngg"h diperalat. 8pah %ang diberikan sangat rendah hari ker+a pan+ang sekali tidak
ada +aminan kesehatan. Cika b"r"h +at"h sakit ia sering diberhentikan dan dalam keadaan
lain p"n b"r"h bisa diberhentikan dengan semena,mena. )ebih parahn%a ban%ak dipakai
tenaga &anita dan anak diba&ah "m"r karena kepada mereka bisa diberikan "pah lebih
rendah lagi dan mereka tidak m"dah memberontak. <al ini men"n+"kkan bah&a
maksimalisasi ke"nt"ngan sebagai t"+"an "saha ekonomis bisa memba&a akibat k"rang
etis.
0i sat" pihak perl" diak"i bisnis tanpa t"+"an pro7it b"kan bisnis lagi. 0i lain pihak
ke"nt"ngan tidak boleh dim"tlakkan. Ke"nt"ngan dalam bisnis mer"pakan s"at"
pengertian %ang relati7. Ronald 0"ska '1GGA( dalam Bertens '3FFF( mencoba "nt"k
mer"m"skan relati6itas terseb"t dengan menegaskan bah&a kita har"s membedakan
antara p"rpose'maks"d( dan moti6e. *aks"d bersi7at ob%ekti7 sedangkan moti6asi
bersi7at s"b%ekti7. Ke"nt"ngan tidak mer"pakan maks"d bisnis. *aks"d bisnis adalah
men%ediakan prod"k ata" +asa %ang berman7aat "nt"k mas%arakat. Ke"nt"ngan han%a
sekadar moti6asi "nt"k mengadakan bisnis. :leh karena it" bisnis men+adi tidak etis
kala" perolehan "nt"ng dim"tlakkan dan segi moral dikesampingkan.
Ke"nt"ngan mem"ngkinkan bisnis hid"p ter"s tetapi tidak men+adi t"+"an terakhir bisnis
it" sendiri. :leh karenan%a tidak bisa dikatakan lagi bah&a pro7it mer"pakan sat",
sat"n%a t"+"an bagi bisnis. Beberapa cara "nt"k mel"kiskan relati6itas ke"nt"ngan dalam
bisnis dengan tidak mengabaikan perl"n%a 'Bertens 3FFF( adalah sebagai berik"t1
1. Ke"nt"ngan mer"pakan tolak "k"r "nt"k menilai kesehatan per"sahaan ata"
e7isiensi mana+emen dalam per"sahaan=
3. Ke"nt"ngan adalah pertanda %ang men"n+"kkan bah&a prod"k ata" +asan%a
dihargai oleh mas%arakat=
4. Ke"nt"ngan adalah camb"k "nt"k meningkatkan "saha=
5. Ke"nt"ngan mer"pakan s%arat kelangs"ngan per"sahaan=
@. Ke"nt"ngan mengimbangi resiko dalam "saha.
0ari konsep relati6itas ke"nt"ngan diatas mengis%aratkan bah&a ke"nt"ngan b"kan
%ang "tama dalam bisnis. Persepsi man7aat dari pencapaian ke"nt"ngan har"s dir"bah
karena bisnis b"kan semata,mata "nt"k memperoleh ke"nt"ngan materiil. 8nt"k it"
prinsip,prinsip etika %ang diterapkan dalam kegiatan bisnis pada per"sahaan,per"sahaan
bisnis har"slah mengac" pada stakeholders bene7it. 2takeholders adalah sem"a pihak
%ang berkepentingan dengan kegiatan s"at" per"sahaan. Pihak berkepentingan internal
adalah #orang dalam$ dari s"at" per"sahaan1 orang ata" instansi %ang secara langs"ng
terlibat dalam kegiatan per"sahaan seperti pemegang saham mana+er dan kar%a&an.
Pihak berkepentingan eksternal adalah #orang l"ar$ dari s"at" per"sahaan1 orang ata"
instansi %ang tidak secara langs"ng terlibat dalam kegiatan per"sahaan seperti para
kons"men mas%arakat pemerintah lingk"ngan hid"p. Kita bisa mengatakan bah&a
t"+"an per"sahaan adalah man7aat sem"a stakeholders. *isaln%a tidak etis kala" dalam
s"at" kep"t"san bisnis han%a kepentingan para pemegang saham dipertimbangkan.
B"kan sa+a kepentingan para pemegang saham har"s dipertimbangkan tapi +"ga
kepentingan sem"a pihak lain kh"s"sn%a para kar%a&an dan mas%arakat di sekitar
pabrik.
Beberapa prinsip etis dalam bisnis telah dikem"kakan oleh Robert /.2olomon '1GG4(
dalam Bertens '3FFF( %ang mem7ok"skan pada ke"tamaan pelak" bisnis indi6id"al dan
ke"tamaan pelak" bisnis pada tara7 per"sahaan. Berik"t di+elaskan ke"tamaan pelak"
bisnis indi6id"al %ait"1
1. Ke+"+"ran
Ke+"+"ran secara "m"m diak"i sebagai ke"tamaan pertama dan paling penting %ang har"s
dimiliki pelak" bisnis. :rang %ang memiliki ke"tamaan ke+"+"ran tidak akan berbohong
ata" menip" dalam transaksi bisnis. Pepatah k"no ca6eat emptor %ait" hendaklah pembeli
berhati,hati. Pepatah ini menga+ak pembeli "nt"k bersikap kritis "nt"k menghindarkan
diri dari pelak" bisnis %ang tidak +"+"r. Ke+"+"ran memang men"nt"t adan%a keterb"kaan
dan kebenaran nam"n dalam d"nia bisnis terdapat aspek,aspek tertent" %ang tetap har"s
men+adi rahasia. 0alam hal ini perl" dicatat bah&a setiap in7ormasi %ang tidak benar
bel"m tent" men%esatkan +"ga.
3. Hairness
Hairness adalah kesediaan "nt"k memberikan apa %ang &a+ar kepada sem"a orang dan
dengan $&a+ar$ %ang dimaks"dkan apa %ang bisa diset"+"i oleh sem"a pihak %ang terlibat
dalam s"at" transaksi.
4. Keperca%aan
Keperca%aan adalah ke"tamaan %ang penting dalam konteks bisnis. Keperca%aan har"s
ditempatkan dalam relasi timbal,balik. Pebisnis %ang memiliki ke"tamaan ini boleh
mengandaikan bah&a mitran%a memiliki ke"tamaan %ang sama. Pebisnis %ang memiliki
keperca%aan bersedia "nt"k menerima mitran%a sebagai orang %ang bisa diandalkan.
/atatan penting %ang har"s dipegang adalah tidak sem"a orang dapat diberi keperca%aan
dan dalam memberikan keperca%aan kita har"s bersikap kritis. Kadang kala +"ga kita
har"s selekti7 memilih mitra bisnis. 0alam setiap per"sahaan hendakn%a terdapat sistem
penga&asan %ang e7ekti7 bagi sem"a kar%a&an tetapi bagaimanap"n +"ga bisnis tidak
akan ber+alan tanpa ada keperca%aan.
5. Ke"letan
Ke"tamaan keempat adalah ke"letan %ang berarti pebisnis har"s bertahan dalam ban%ak
sit"asi %ang s"lit. Ia har"s sangg"p mengadakan negosiasi %ang terkadang ser" tentang
pro%ek ata" transaksi %ang bernilai besar. Ia +"ga har"s berani mengambil risiko kecil
ata"p"n besar karena perkembangan ban%ak 7aktor tidak diramalkan sebel"mn%a. Ada
kalan%a ia +"ga tidak l"p"t dari ge+olak besar dalam "sahan%a. Ke"letan dalam bisnis it"
c"k"p dekat dengan ke"tamaan keberanian moral.
2elan+"tn%a empat ke"tamaan %ang dimiliki orang bisnis pada tara7 per"sahaan %ait"1
1. Keramahan
Keramahan tidak mer"pakan taktik bergit" sa+a "nt"k memikat para pelanggan tapi
men%angk"t inti kehid"pan bisnis it" sendiri karena keramahan it" hakiki "nt"k setiap
h"b"ngan antar,man"sia. Bagaimanap"n +"ga bisnis memp"n%ai segi mela%ani sesama
man"sia.
3. )o%alitas
)o%alitas berarti bah&a kar%a&an tidak beker+a semata,mata "nt"k mendapat ga+i tetapi
+"ga memp"n%ai komitmen %ang t"l"s dengan per"sahaan. Ia adalah bagian dari
per"sahaan %ang memiliki rasa ik"t memiliki per"sahaan tempat ia beker+a.
4. Kehormatan
Kehormatan adalah ke"tamaan %ang memb"at kar%a&an men+adi peka terhadap s"ka dan
d"ka serta s"kses dan kegagalan per"sahaan. Nasib per"sahaan dirasakan sebagai
sebagian dari nasibn%a sendiri. Ia merasa bangga bila kiner+an%a bag"s.
5. Rasa *al"
Rasa mal" memb"at kar%a&an solider dengan kesalahan per"sahaan. -ala"p"n ia sendiri
barang kali tidak salah ia merasa mal" karena per"sahaann%a salah.
2ebagai etika kh"s"s ata" etika terapan prinsip,prinsip etika %ang berlak" dalam bisnis
ses"ngg"hn%a adalah penerapan dari prinsip etika pada "m"mn%a. 2ecara "m"m prinsip,
prinsip etika bisnis dapat dikem"kakan sebagai berik"t1
1. Prinsip :tonomi
:tonomi adalah sikap dan kemamp"an man"sia "nt"k mengambil kep"t"san dan
bertindak berdasarkan kesadarann%a sendiri tentang apa %ang dianggapn%a baik "nt"k
dilak"kan. :rang bisnis %ang otonom adalah orang %ang sadar sepen"hn%a akan apa %ang
men+adi ke&a+ibann%a dalam d"nia bisnis.
3. Prinsip Ke+"+"ran
Prinsip ini mer"pakan prinsip %ang paling problematik karena ban%ak pelak" bisnis %ang
mendasarkan kegiatan bisnisn%a dengan melak"kan penip"an ata" bertindak c"rang
entah karena sit"asi eksternal tertent" ata" memang dengan senga+a dilak"kan. Ke+"+"ran
terkait erat dengan keperca%aan. Keperca%aan adalah aset %ang sangat berharga bagi
kegiatan bisnis. 2ekali pihak tertent" tidak +"+"r dia tidak bisa lagi diperca%a dan berarti
s"lit bertahan dalam bisnis.
4. Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan men"nt"t agar setiap orang diperlak"kan secara sama ses"ai dengan
at"ran %ang adil dan ses"ai dengan kriteria %ang rasional ob+ekti7 dan dapat
dipertangg"ng+a&abkan. Prinsip ini men"nt"t agar setiap orang dalam kegiatan bisnis
entah dalam realisasi eksternal per"sahaan ma"p"n realisasi internal per"sahaan perl"
diperlak"kan ses"ai dengan hakn%a masing,masing.
5. Prinsip 2aling *eng"nt"ngkan
Prinsip ini men"nt"t agar bisnis di+alankan sedemikian r"pa sehingga meng"nt"ngkan
sem"a pihak. Prinsip ini men"nt"t agar tidak boleh ada pihak %ang dir"gikan hak dan
kepentingann%a prinsip saling meng"nt"ngkan secara positi7 men"nt"t hal %ang sama
%ait" agar sem"a pihak ber"saha "nt"k saling meng"nt"ngkan sat" sama lain sehingga
melahirkan s"at" &in,&in sit"ation.
@. Integritas *oral
Prinsip ini ter"tama diha%ati sebagai t"nt"tan internal dalam diri pelak" bisnis ata"
per"sahaan agar dia perl" men+alankan bisnis dengan tetap men+aga nama baikn%a ata"
nama baik per"sahaann%a. 0engan kata lain prinsip ini mer"pakan t"nt"tan dan
dorongan dari dalam diri pelak" dan per"sahaan "nt"k men+adi %ang terbaik dan
dibanggakan dan ini tercermin dalam sel"r"h perilak" bisnisn%a dengan siapa sa+a baik
ke l"ar ma"p"n ke dalam per"sahaan.
2"mber1 Berbagai s"mber