Anda di halaman 1dari 4

PADUAN SUARA

Pada tahun 800-an suatu jenis musik baru yang disebut musik polyphonic
berkembang di Eropa. Dalam musik polyphonic ini beberapa melodi dimainkan atau
dinyanyikan dalam waktu yang bersamaan. Pada akhir tahun 1100-an, karya-karya
musik yang ditulis oleh beberapa komponis, seperti komponis Perancis Perotin
menggabungkan semua unsur music, seperti melodi, irama, harmoni, dan polyppohonic
dan karya-karya tersebut ditampilkan oleh paduan suara, penyanyi solo dengan iringan
berbagai instrument ditampilkan oleh paduan suara, penyanyi solo dengan iringan
berbagai instrument musik.
Pada tahun 1600-an merupakan sesuatu hal yang biasa untuk memasukkan
beberapa instrument musik dalam komposisi paduan suara, seperti cantata gerejawi
dan oratorio. Dua komponis dunia terkemuka yang mengubah music paduan suara
adalah Johan Sebastian Bach dan George Frederick Handel dari Jerma. Karya Bach St.
Matthew Passion (1729) dan oratorio karya Handel berjudul Messiah (1742) merupakan
karya karya yang banyak digelar di berbagai Negara.
Di zaman modern sekarang ini, banyak komponis termuka dunia yang telah
menulis berbagai karya musik paduan suara yang indah. Di antara mereka itu antara
lain terdapat Igor Stravinsky dari Rusia, yang menggubah antara lain Symphony of
Psalms pada tahun 1930 dan Arnold Schoenberg dari Australia.
Jadi pada dasarnya sebagian besar karya musik paduan suara tersebut
didedikasikan sebagai pujian serta penghormatan kepada Tuhan. Oleh karenanya,
maka sebagian besar dari karya-karya tersebut banyak yang mengambil tema dari
Alkitab. Dengan demikian, maka tidaklah mengherankan jika musik paduan suara
gerejawi di manapun selalu memainkan peran yang penting di dalam berbagai ritual
keagamaan atau kebaktian serta missa.
Binsar Sitompul mengatakan: Suatu paduan suara merupakan himpunan dari
sejumlah penyanyi yang dikelompok-kelompokan menurut jenis suaranya.
a. Menurut usianya ada 2 macam paduan suara:
Paduan Suara anak-anak
Paduan Suara dewasa.

b. Menurut jenis kelaminnya:
Paduan Suara Wanita (Sopran, Messo Sopran, dan Alto)
Paduan Suara Pria (Tenor, Bariton dan Bas)
Paduan Suara Campuran Sopran, Alto, Tenor, dan Bas.(S-A-T-B)

Paduan suara adalah himpunan suara dari sejumlah penyanyi yang
dikelompokan menurut jenis suaranya dengan aturan-aturan tertentu. Sikap atau gaya
menyanyi pada paduan suara tidak sebebas seperti dalam vocal grup. Jumlah
penyanyinyapun relative lebih banyak. Dalam mengekspresikan lagu yang dibawakan,
yang diperbolehkan adalah gerak atau mimik wajah. Anggota badan yang lain tetap
diam dalam posisi tegap tapi tidak kaku. Tangan disamping atau di depan perut
tergantung ekspresi lagu, tapi terus demikian hingga akhir lagu. Ekspresi penyanyi
harus seragam, instrument pengiring biasanya piano atau organ.
Paduan suara sebagai suatu bentuk kegiatan musik memiliki manfaat, yang
secara sadar maupun tak sadar diakui oleh peminat-peminatnya. Manfaat ini dapat
dirasakan baik oleh peserta, penyelenggara, ataupun lingkungan sekitarnya. Bahkan
pemerintah pun tentu dapat merasakan manfaat akan adanya dan banyaknya kegiatan
paduan suara.
Beberapa pokok dari manfaat tersebut dapat kita lihat pada kenyataan-kenyataan
di bawah ini:
Paduan suara adalah sebuah klas musik. Artinya, dalam kelompok ini dapat
dijumpai kegiatan belajar mengajar, yang lebih luas dari sekedar menyanyi
bersama. Sebab, di samping memperoleh peningkatan mutu vocal, para
anggota juga mendapat dasar-dasar pengetahuan music. Bahkan dalam
pembinaan yang baik kegiatan paduan suara dapat merupakan tempat untuk
mencoba dan menterapkan berbagai daya kreativitas.

Paduan suara adalah alat pendidikan. Berbagai segi pendidikan yang baik
dapat diperoleh dari kegiatan paduan suara, khususnya pendidikan pribadi
sebagai anggota social. Setiap kali berhasil membawakan sebuah lagu,
semua peserta akan merasa puas. Lebih-lebih jika telah melalui banyak
kesulitan yang dialami selama latihan. Rasa puas ini memberikan
kepercayaan harga diri kepada mereka. Harga diri yang tidak berlebihan,
sebab keberhasilannya adalah keberhasilan bersama.

Paduan suara sarana informasi dan edukasi bagi Negara dan masyarakat.
Dengan lagu-lagu yang dibawakannya sebuah paduan suara dapat
membawakan suara pemerintah, lembaga-lembaga pemerintah, dan
lembaga-lembaga masyarkat. Dalam penyajian yang baik maka informasi dan
edukasi musikan ini dapat lebih berhasil dari pada serangkaian ceramah atau
pidato. Atau setidak tidaknya dapat memperkuat rangkaian tersebut.

Paduan suara adalah kegiatan sosial yang paling efisien di bidang kesenian.
Ini menyangkut berbagai manfaat. Sebagai sebuah organisasi di dalam
kegiatan paduan suara yang paling sederhana pun masalah mengatur dan
diatur serta memimpin dan dipimpin memenuhi sepanjang kegiatannya. ( M.
Suharto, 1979 : 10 )

Bentuk Penyajian Lagu dalam Paduan Suara:
Unisono
Istilah unison berasal dari bahasa Italia, uni = satu dan sono= bunyi/suara. Pada
bentuk ini semua anggota paduan suara menyanyikan melodi yang sama, dari awal
sampai akhir, atau dengan kata lain menyanyikan lagu hanya dengan satu suara.
Menyanyikan dengan penyajian teknis unison memang kurang memberi keindahan,
tetapi sangat praktis, karena dalam menyanyikan bentuk ini hanya terdiri dari satu
suara saja, sehingga dapat dilakukan dengan tanpa persiapan atau latihan khusus
terlebih dahulu.

Kanon
Dalam bentuk kanon para penyanyi dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap
kelompok menyanyikan lagu yang sama tapi memulainya bergantian sesuai dengan
ketentuan lagunya. Secara teknis menyanyikan teknik kanon antara suara satu
dengan suara lain melakukan teknik bergantian tapi tidak terputus, seperti
gelombang laut yang saling berkejaran tapi harmonis. Tidak semua lagu dapat
dinyanyikan dengan teknik kanon, karena sulit menemukan harmonisasi lagu pada
saat lagu dinyanyikan.

Dua suara
Paduan suara ini bisa berbentuk suara anak-anak, suara sejenis wanita, atau suara
sejenis pria. Adakalanya paduan suara ini lebih manis didengar karena mudah dalam
mencapai keterpaduan suara.