Anda di halaman 1dari 4

PEMBAHASAN

II.1 MODEL KONSEP & POLA KESEHATAN FUNGSIONAL MENURUT GORDON :


Pola/konsep di definisikan seperti pembentukan tingkah laku yang terjadi secara
berangkai. (Gordon,1994,p.70). Pola Fungsional Kesehatan (cara Hidup) klien, apakah
pribadi, keluarga atau masyarakat, berkembang dari interaksi klien-lingkungan. Masing-
masing pola adalah penjabaran dari gabungan biopsikososial. Tidak satupun pola yang
dapat dimengerti tanpa mengetahui pola yang lain. Pola fungsional kesehatan dipengaruhi
oleh faktor biologi,perkembangan,budaya,sosial dan spiritual (Gordon.1994. p318). Pola
Fungsional Kesehatan dapat dikaji perkembangannya sejalan dengan perubahan waktu.
11 pola fungsional kesehatan termasuk Persepsi kesehatan-managemen Kesehatan,
Nutrisi-metabolisme, eliminasi, aktivitas latihan, istirahat-tidur. Persepsi kognitif, konsep
diri-persepsi diri,Hubungan-peran, seksual-reproduksi,Pola pertahanan diri-
toleransi,keyakinan dan nila. (Gordon,194, p.70).
1. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat
a. Pola sehat sejahtera yang dirasakan
b. Pengetahuan tentang gaya hidup dan berhubungan dengan sehat
c. Pengetahuan tentang praktik kesehatan preventif
d. Ketaatan pada ketentuan media dan keperawatan
2. Pola nutrisi metabolik
a. Pola makan biasa dan masukan cairan
b. Tipe makanan dan cairan
c. Peningkatan / penurunan berat badan
d. Nafsu makan, pilihan makanan
3. Pola eliminasi
a. Defekasi, berkemih
b. Penggunaan alat bantu
c. Penggunaan obat-obatan

4. Pola aktivitas latihan
a. Pola aktivitas, latihan dan rekreasi
b. Kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri, bekerja, dll)
5. Pola tidur dan istirahat
a. Pola tidur istirahat dalam 24 jam
b. Kualitas dan kuantitas tidur
6. Pola kognitif perseptual keadekuatan alat sensori
a. Penglihatan, perasa, pembau
b. Kemampuan bahasa, belajar, ingatan dan pembuatan keputusan
7. Pola persepsi-konsep diri
a. Sikap klien mengenai dirinya
b. Persepsi klien tentang kemampuannya
c. Pola emosional
d. Citra diri, identitas diri, ideal diri, harga diri dan peran diri
8. Pola peran dan tanggung jawab
a. Persepsi klien tantang pola hubungan
b. Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab
9. Pola seksual reproduksi
a. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitasnya
b. Tahap dan pola reproduksi
10. Pola koping dan toleransi stress
a. Kemampuan mengendalian stress
b. Sumber pendukung
11. Pola nilai dan keyakinan
a. Nilai, tujuan dan keyakinan
b. Spiritual
c. Konflik

NANDA, NIC, dan NOC

NANDA
The North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) didirikan sebagai
badan formal untuk meningkatkan, mengkaji kembali dengan mengesahkan daftar terbaru
dari diagnosis keperawatan yang digunakan oleh perawat praktisi.Ketika daftar diagnosis
keperawatan diperluas, NANDA mengembangkan sebuah sistem klasifikasi atau
taksonomi untuk mengatur label diagnostic.





NIC
Nursing Interventions Classification (NIC) diperkenalkan untuk pertama kali
pada tahun 1987 dan menyusul Nursing Outcomes Classification (NOC) pada tahun 1991.
Nursing Intervention Classification digunakan disemua area keperawatan dan spesialis.
Intervensi keperawatan merupakan tindakan yang berdasarkan kondisi klinik dan
pengetahuan yang dilakukan perawat untuk membantu pasien mencapai hasil yang
diharapkan. Perawat dapat memberikan alasan ilmiah yang terbaru mengapa tindakan itu
yang diberikan. Alasan ilmiah dapat merupakan pengetahuan berdasarkan literature, hasil
penelitian atau pengalaman praktik. Rencana tindakan berupa: tindakan konseling atau
psikoterapiutik, pendidikan kesehatan, perawatan mandiri dan aktivitas hidup sehari-hari,
terapi modalitas keperawatan, perawatan berkelanjutan (continuity care), tindakan
kolaborasi (terapi somatic dan psikofarmaka).
NIC (Nursing Intervention Classification ) adalah suatu daftar lis intervensi diagnosa
keperawatan yang menyeluruh dan dikelompokkan berdasarkan label yang mengurai
pada aktifitas yang dibagi menjadi 7 bagian dan 30 kelas. Sistim yang digunakan dalam
berbagai diagnosa keperawatan dan mengatur pelayanan kesehatan. NIC digunakan
perawat pada semua spesialis dan semua area keperawatan (McClokey and Bulecheck,
1996).
Bulecheck dan McClokey (1996) menyatakan bahwa keuntungan NIC adalah
sebagai berikut :
1. Membantu menunjukkan aksi perawat dalam sistem pelayanan kesehatan.
2. Menstandarisasi dan mendefinisikan dasar pengetahuan untuk kurikulum dan praktik
keperawatan.
3. Memudahkan memilih intervensi keperawatan yang tepat.
4. Memudahkan komunikasi tentang perawat kepada perawat lain dan penyedia layanan
kesehatan lain.
5. Memperbolehkan peneliti untuk menguji keefektifan dan biaya perawatan.
6. Memudahkan pengajaran pengambilan keputusan klinis bagi perawat baru.
7. Membantu tenaga administrasi dalam perencanaan staf dan peralatan yang dibutuhkan
lebih efektif.
8. Memudahkan perkembangan dan penggunaan sistem informasi perawat.
9. Mengkomunikasikan kealamiahan perawat kepada publik.
Adapun kelebihan NIC adalah :
1. Komprehensif.
2. Berdasarkan riset.
3. Dikembangkan lebih didasarkan pada praktek yang ada.
4. Mempunyai kemudahan untuk menggunakan struktur organisasi (Domain, kelas, intervensi,
aktivitas).
5. Bahasa jelas dan penuh arti klinik.
6. Dikembangkan oleh tim riset yang besar dan bermacam-macam tim.
7. Menjadi dasar pengujian.
8. Dapat diakses melalui beberapa publikasi
9. Dapat dihubungkan Diagnosa Keperawatan NANDA
10. Dapat dikembangkan bersama NOC.
11. Dapat diakui dan diterima secara nasional. (Bulecheck dan McClokey, 1996).

NOC
Nursing Outcome Classification (NOC) adalah proses memberitahukan status
klien setelah dilakukan intervensi keperawatan. Standar kriteria hasil dikembangkan untuk
mengukur hasil dari tindakan keperawatan yang digunakan pada semua area
keperawatan dan semua klien (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat). Nursing
Outcome Classification mempunyai tujuh domain yaitu fungsi kesehatan, fisiologi
kesehatan, kesehatan psikososial, pengetahuan dan perilaku kesehatan, persepsi
kesehatan, kesehatan keluarga dan kesehatan masyarakat.
Nursing outcome classification (NOC) menggambarkan respon pasien terhadap
tindakan keperawatan. NOC mengevaluasi hasil pelayanan keperawatan sebagai bagian
dari pelayanan kesehatan. Standar kriteria hasil pasien sebagai dasar untuk menjamin
keperawatan sebagai partisipan penuh dalam evaluasi klinik bersama dengan disiplin ilmu
kesehatan lain. Klasifikasi berisi 190 kriteria hasil yang diberi label, definisi dan indikator
atau ukuran untuk menentukan kriteria hasil yang diterima (Johnson dan Mass, 1997).
Manfaat NOC dalam keperawatan adalah sebagai berikut :
1. Memberikan label dan ukuran-ukuran untuk kriteria hasil yang komprehensif.
2. Sebagai hasil dari intervensi keperawatan.
3. Mendefinisikan kriteria hasil yang berfokus pada pasien dan dapat digunakan perawat-
perawat dan disiplin ilmu lain.
4. Memberikan informasi kriteria hasil yang lebih spesifik dari status kesehatan yang
umum.
5. Menggunakan skala untuk mengukur kriteria hasil dan memberikan informasi kuantitatif
(Bulecheck dan McClokey, 1996)