Anda di halaman 1dari 15

FUNGSI HADITS

TERHADAP AL-QUR AN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Para Ulama telah sepakat bahwa hadits
berfungsi sebagai pensyarah dan penjelas
bagi al-Quran.

Namun mengenai penjelasan tentang
fungsi hadits secara rinci terhadap al-
Quran, masih terjadi perbedaan pendapat
diantara para ulama.
Fungsi Hadits terhadap
al-Quran
Ulama
ahl-ray
Imam
Malik
Muhammad
bin Idris al-
SyafiI
Kitab
Ushul al-
Hadits
Ulama ahl-ray
Penjelasan fungsi hadits terhadap al-Quran adalah
sebagai berikut:
a. Bayan Taqrir, yaitu keterangan yang didatangkan
oleh Hadits untuk memperkokoh apa yang telah
diterangkan oleh al-Quran
b. Bayan Tafsir, yaitu menerangkan apa yang kira-kira
tidak mudah diketahui (tersembunyi pengertiannya)
c. Bayan Tabdil atau Bayan Naskh, yaitu mengganti
suatu hukum atau menghapuskannya
Imam Malik
Bayan al-hadits terbagi lima:
a. Bayan Taqrir, yaitu menetapkan dan mengkokohkan
hukum al-Quran, bukan men-tawdhid (memperjelas),
men-taqyid (membatasi) yang mutlak, atau men-
takhsish (mengkhususkan) yang amm (umum)
b. Bayan Tafshil, yaitu menjelaskan keumuman
(mujmal) al-Quran
c. Bayan Tawdhih (Bayan Tafsir)
d. Bayan Tasbith (Bayan Tawil), yaitu memperluas
keterangan terhadap apa yang diringkaskan
keterangannya.
e. Bayan Tasri, yaitu menetapkan suatu hukum yang
tidak disebutkan dalam al-Quran.
Muhammad bin Idris al-SyafiI
Fungsi hadits terhadap al-Quran terbagi menjadi:
a. Bayan Tafshil, yaitu menjelaskan ayat-ayat yang
mujmal (yang sangat ringkas petunjuknya)
b. Bayan Takhshish, yaitu menentukan sesuatu dari
keumuman ayat
c. Bayan Tatin, yaitu menentukan yang dimaksud dari
dua atau tiga perkara yang mungkin dimaksudkan.
d. Bayan Tasyri, yaitu menetapkan sesuatu hukum
yang tiada ditemukan dalam al-Quran
Kitab Ushul al-Hadits
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat
tiga fungsi hadits terhadap al-Quran, yaitu:
1. Sebagai Bayan Taqrir
Dalam hal ini posisi hadits sebagai taqrir (penguat) yaitu
memperkuat keterangan dari ayat-ayat Al-Qur'an, dimana hadits
menjelaskan secara rinci apa yang telah dijelaskan oleh Al-
Qur'an.
Contoh: Hadits tentang Keutamaan Puasa
Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman
dan ihtisab (kehati-hatian dan penuh harap ampunan Allah), maka akan
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits di atas menerangkan ayat al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 183






2. Sebagai Bayan Tafsir
Dalam hal ini hadits berfungsi menjelaskan dan menafsirkan al-
Qur'an. Hadits sebagai tafsir terhadap al-Qur'an terbagi setidaknya
menjadi 3 macam fungsi, yaitu:
1) Sebagai Tafshilul Mujmal
Dalam hal ini hadits memberikan penjelasan terperinci terhadap ayat-ayat al-
Qur'an yangbersifat universal, sering dikenal dengan istilah sebagai bayan
tafshil atau bayan tafsir.
Contoh: Hadits tentang Penentuan Arah Kiblat
Menurut Hadits Barra, ia berakata: Kami Shalat bersama Nabi SAW. ke arah
Baitul Maqdis. Selama enam belas bulan atau tujuh belas bulan, kemudian
dialihkan kea rah Kabah (HR. Muslim)
Hadits tersebut mendukung al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 144 atau 150, yaitu:


Artinya: Hadapkanlah wajahmu kea rah Masjidil Haram dan dimana saja kamu
sekalian berada hadapkanlah muka kamu sekalian kea rah Masjidil Haram (Al
Baqarah: 144 atau 150)



2) Sebagai Takhshishul 'Amm
Dalam hal ini hadits memperkhusus ayat-ayat al-Qur'an yang bersifat
umum, dalam ilmu hadits sering dikenal dengan istilah bayan
takhshish.
Contohnya: Hadits tentang Pembagian Warisan

Artinya: Pembunuh tidak berhak menerima harta warisan. (HR.
Ahmad)
Hadits tersebut mengkhususkan keumuman firman Allah surat an-Nisa
ayat 11 berikut:
Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-
anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua
orang anak perempuan...

3) Sebagai Bayan Muthlaq
Hukum yang ada dalam al-Qur'an bersifat mutlak amm (mutlak
umum), maka dalam hal ini hadits membatasi kemutlakan hukum
dalam al-Qur'an.
Contoh: Hadits Rasulullah SAW berikut:
( )
Tangan pencuri tidak boleh dipotong, melainkan pada (pencurian
senilai) seperempat dinar atau lebih. )HR. Muslim(
Hadits di atas membatasi ayat al-Quran berikut:


Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah
tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka
kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. )QS. Al Maidah [5]: 38)
3. Sebagai Bayan Tasyri
Dalam hal ini hadits menciptakan hukum syari'at yang belum dijelaskan
secara rinci dalam al-Qur'an.
Suatu contoh, hadits tentang zakat fitrah, sebagai berikut:


Bahwasanya Rasul SAW telah mewajibkan zakat fitrah kepada umat Islam pada
bulan ramadhan satu sukat (sha( kurma atau gandum untuk setiap orang, baik
merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan Muslim.)HR. Muslim)

Hadits di atas menjelaskan hukum syariat dari Surat Al-Baqarah ayat 43: