Anda di halaman 1dari 3

Tema : Caraku Mencintai Indonesia

Mencintai Indonesia Dari Hobi



Oleh: Intran Devia Sari

Kebiasaan terhubung dengan karakter
-Stephen Covey-

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino cinta tumbuh karena terbiasa
-Falsafah Jawa-

Tempat kelahiran adalah tempat dimana seorang manusia terlahir untuk menjadi
manusia-manusia yang luar biasa. Sering kita mendengarkan pertanyaan, dimanakah tempat
kelahiranmu? Pertanyaan ini kelihatannya mudah, namun justru pertanyaan ini memberikan
beberapa variasi jawaban. Diantaranya ada koresponden yang menjawab; di Indonesia,
ataupun di Solo, bahkan ada juga yang menjawab di rumah sakit. Dan jawaban akhir, sering
acapkali membuat kita tercengang dan tertawa. Pantaskah ditertawakan?

Lalu, dapatkah dengan bangga dan cepat terjawab ketika pertanyaan itu terlintas
ataupun saat dilontarkan orang lain? Tentu saja, hal ini bergantung dari seberapa besar
kebanggaan dan cinta kita terhadap bangsa sendiri yakni, Bangsa Indonesia.

Lantas, bagaimanakah mengekspresikan rasa cinta dan bangga terhadap tempat
kelahiran kita? Tak peduli status, posisi ataupun jabatan profesi yang kita kenakan saat ini,
mengekspresikan rasa cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia, kini dapat diwujudkan
dengan berbagai cara. Karena pada hakikatnya, cinta adalah anugerah terindah yang diberi
Tuhan untuk kita saling berbagi demi kepentingan bersama. Demikian juga pada
pengekspresian rasa cinta terhadap tanah tumpah darah.

Jika kita telaah, sejarah perjalanan Bangsa Indonesia banyak didominasi oleh kaum
muda. Di era perjuangan kemerdekaan Indonesia, banyak pejuang muda yang memperjuangkan
kemerdekaan dan mengakomodasikan rasa cinta terhadap Indonesia melalui tulisan. Dengan
pena mereka berbicara dan menunjukkan aspirasi dimanapun mereka berada. Tak peduli di
penjara sekalipun. Contohnya saja, Bung Karno sang insinyur yang aktif menulis di harian
Oetoesan Hindia. Dan ketika di Penjara Banceuy, beliau memunculkan pledoi yang
fenomenal, yakni Indonesia Menggugat. Mengingat dari sejarah tersebut, saya sebagai calon
insinyur masa depan tergugah untuk memulai dari diri sendiri menulis seperti Ir. Soekarno.

Di zaman modern saat ini, teknologi rentan menjamur. Peran teknologi sudah
seharusnya menjadi prioritas kamu muda masa kini demi mewujudkan rasa cinta terhadap
bangsa Indonesia. Namun, kapitalisme kini juga menyerang karakter pemuda dan perlahan-
lahan mengikis kebiasaan pemuda untuk berkarya dalam mencintai Indonesia.
Tidak perlu berfikir terlalu jauh apalagi berputus asa, sebab mencintai Indonesia dapat
dilakukan dengan cara yang sederhana. Karena tiap-tiap manusia terlahir dengan minat dan
bakat masing-masing, maka cara sederhana untuk mencintai Indonesia adalah dengan berkarya
sesuai hobi. Manusia juga mempunyai hobi atau kebiasaan-kebiasaan yang disukai. Kebiasaan
kita ini dapat juga bermanfaat dalam mengaplikasikan rasa cinta kita terhadap Indonesia.
Sederhana bukan? Tentu, membiasakan diri dalam menciptakan sebuah karya, itu merupakan
wujud cinta kita terhadap Indonesia. Karya kita bisa disebut juga sebagai bentuk
pengekspresian dalam mencintai Indonesia.

Berhubung saya adalah mahasiswi teknik yang mempunyai hobi menulis dan tingginya
rasa ingin tahu saya terhadap teknologi, hati saya tergerak untuk menulis di blog. Menulis
adalah salah satu pekerjaan yang efektif untuk menumbuhkan kembali dan mengajak teman-
teman untuk mencintai Indonesia melalui tulisan.Di blog, saya bisa menumpahkan aspirasi saya
terhadap cinta tanah air dan mengajak teman-teman untuk terus berkarya memanfaatkan
media dengan teknologi sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

Dengan latar belakang beragam budaya dan keanekaragaman suku di Indonesia, tulisan
apa saja sih yang bisa saya tulis dan dipublikasi di blog?

1. Menulis tentang artikel yang mengulas sejarah dan mengajak untuk terus menanamkan
rasa cinta terhadap Indonesia akan sejarah dan budayanya, agar yang membaca dapat
terinspirasi dari tulisan kita. Contohnya: Era Informatika Ajang
2. Menulis tentang kolom sastra dalam bentuk puisi maupun cerpen dalam
membangkitkan semangat pemuda Indonesia dalam me


Asal kamu tahu, di dunia ini ada satu rumus sederhana: segala yang istimewa
didapatkan dengan cara tak sederhana; segala yang biasa-biasa saja didapatkan dengan cara
sederhana.
1. Posting tentang tempat-tempat wisata Indonesia.
Tempat wisata itu gak perlu jauh-jauh, cukup mulai dari sekitar kita aja, kalo aku kini sedang
disekitar kota Jogja, jadi tempat yang pernah aku tulis ya baru seputar keraton, alun-alun dan
sekitarnya, kalo daerah-daerah pantai belom. Ya, pokoknya kalo misal berwisata entah apapun
bentuk tulisannya bisa dibagi diblog ya, atau cukup dengan foto juga gak papa kok. Contoh yang
pernah terposting diblog ini: Monumen Batik Jogjakarta, Alun-alun Kidul Jogjakarta
, Kenangan Tahun Lalu Di Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta dan Taman Sari-nya, etc
2. Posting terkait seni budaya
Indonesia terkenal dengan negeri yang penuh dengan aneka seni budaya, nah teman-teman
bisa mengekplor budaya didaerah masing-masing keblognya. Contoh yang terposting diblog
ini: Menikmati Seni Budaya Indonesia di Alun-alun Kidul Jogja!, Meriahnya Festival Bentara
Adat Se-Jogjakarta 2011.
*DAN APAPUN TENTANG INDONESIA, gak selalu harus wisata atau budaya karena MAKANAN
pun bisa juga diekplor!!!!
3. Posting sesuatu yang positif
Tak jarang yang suka menulis diblog atau dijejaring sosial lainnya namun tulisannya berisi
hinaan dengan kata-kata kasar dan sekitarnya, yuk marih ngeblog dengan baik dan benar, yuk
marih taburkan pesona positif diblog kita masing-masing. Bangun kesan positif agar pembaca
tertarik melakukan hal yang positif.
4. Ojo lali, Selalu terapkan gaya Internet sehatnya.
Say no to pornografi nggih, Hindari praktek peyimpangan berbau-bau SARA.
Menjadi blogger yang baik adalah cara sederhana untuk mencintai Indonesia, saling berbagai,
saling menghormati, sopan dalam berkomentar, betul tidak????. Mencintai tidak harus dengan
sesuatu yang muluk-muluk yang terlihat keren, mulai saja dengan hal-hal sederhana yang bisa
kita lakukan, sederhana lebih baik dari pada tidak sama sekali. Yuk, marih!!!!