Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

Omfalokel
Guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Pencernaan
Dosen pembimbing
!s"Ana #itria !usantara S"Kep
Disusun oleh
Moh Kholil Si$ik %&'(%"()"%*(%&
+akaria Al Ashom %&'(%"()"%*(&)
S,KOLAH -.!GG. .LM/ K,S,HA-A! HA#SHA0A-1
+A.!/L HASA! G,!GGO!G
P2O3OL.!GGO
'(%&
KA-A P,!GA!-A2
Assalamu4alaikum 5r"5b"
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, tuhan yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang. Atas bimbingan dan pertolongannya sehingga makalah ini dapat
tersusun dengan berdasarkan berbagai sumber pengetahuan yang bertujuan untuk
membantu proses belajar mengajar mahasiswa agar dapat berlangsung secara efektif
dan efisien. Sehingga dapat di terbitkan sesuai dengan yang di harapkan dan dapat di
jadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan keperawatan dan sebagai panduan
dalam melaksanakan makalah dengan judul Omfalokel!
Sebagai pembuka, kami mengucapkan terimakasih kepada "
#. $%. Moh. %asan Mutawakkil Alallah S.%., M.M. selaku ketua yayasan
ST&$'S (ainul %asan )enggong.
*. &bu +s. &in Aini &snawati,M.$es selaku ketua ST&$'S (ainul %asan
)enggong.
,. &bu +s. -amilatus Syamsiyah A, S.$ep selaku pembimbing akademik S#
$eperawatan.
.. &bu +s.Ana /itria +usantara, S.$ep. Selaku pembimbing mata kuliah Sistem
Pencernaan yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam
pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian
penyusunan makalah ini
0. 1ekan2rekan mahasiswa S# $eperawatan %afshawaty serta semua pihak yang
telah membantu atas terselesaikan nya penyusunan makalah ini.
Penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan,namun
selalu ada yang kurang. 3leh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.Akhir kata penulis berharap agar
makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
0assalamu4alaikum 5r"5b"
%*6September '(%&
penyusun

DA#-A2 .S.
%alaman -udul
$ata Pengantar...................................................................................................i
4aftar &si............................................................................................................ii
5A5 & P'+4A%676A+
#.# 7atar 5elakang......................................................................................
#.* 1umusan Masalah.................................................................................
#., Tujuan...................................................................................................
#.. Manfaat.................................................................................................
5A5 && P'M5A%ASA+
*.# 4efinisi 3mfalokel................................................................................
*.* 'tiologi dari 3mfalokel........................................................................
*., 'pidemiologi.........................................................................................
*.. Patofisiologi dari 3mfalokel.................................................................
*.0 Manifestasi 3mfalokel..........................................................................
*.8 Pemeriksaan Penunjang 3mfalokel......................................................
*.9 Penatalaksanaan dari 3mfalokel...........................................................
*.: $omplikasi dari 3mfalokel...................................................................
*.; %asil Analisa di Masyarakat.................................................................
Asuhan $eperawatan dari 3mfalokel....................................................
5A5 &&& P'+6T6P
$esimpuan.............................................................................................
Saran......................................................................................................
4A/TA1 P6STA$A
3A3 .
P,!DAH/LA!
%"% Latar 3elakang
$elainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang
timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur. $elainan kongenital dapat merupakan
sebab penting terjadinya abortus, lahir mati atau kematian segera setelah lahir. $ematian
bayi dalam bulan2bulan pertama kehidupannya sering diakibatkan oleh kelainan
kongenital yang cukup berat, hal ini seakan2akan merupakan suatu seleksi alam terhadap
kelangsungan hidup bayi yang dilahirkan.
5ayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenital, umumnya akan dilahirkan
sebagai bayi berat lahir rendah bahkan sering pula sebagai bayi kecil untuk masa
kehamilannya. 5ayi berat lahir rendah dengan kelainan kongenital berat, kira2kira *<=
meninggal dalam minggu pertama kehidupannya.
4isamping pemeriksaan fisik, radiologik dan laboratorik untuk menegakkan
diagnose kelainan kongenital setelah bayi lahir, dikenal pula adanya diagnosisi pre>2 ante
natal kelainan kongenital dengan beberapa cara pemeriksaan tertentu misalnya
pemeriksaan ultrasonografi, pemeriksaan air ketuban dan darah janin.
$elainan kongenital yang akan diteliti pada penelitian ini, yaitu kelainan
kongenital traktus digesti?us dan dinding abdomen, yang terdiri atas 3mphalocele,
)astroschisis,%irscshprung, serta Atresia Ani. $elainan kongenital tersebut, tidak jarang
terjadi di Pro?insi -awa timur ini. Pada penelitian kali ini, penulis ingin melaporkan
kasus repair defek omphalocele
%"' 2umusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan 3mfalokel@
%"* -u7uan
%"*"% -u7uan /mum
Agar mahasiswa mengerti apa yang dimaksud dengan omfalokel dan
cara perawatannya.
%"*"' -u7uan Khusus
6ntuk mengetahui definisi 3mfalokel
6ntuk mengetahui etiologi dari 3mfalokel
6ntuk mengetahui manifestasi dari 3mfalokel
6ntuk mengetahui patofisiologi dari 3mfalokel
6ntuk mengetahui komplikasi dari 3mfalokel
6ntuk mengetahui penatalaksanaan dari 3mfalokel
6ntuk mengetahui hasil analisa di masyarakat mengenai 3mfalokel
6ntuk mengetahui askep dari 3mfalokel
%"& Manfaat
4alam penulisan makalah ini di harapkan dapat bermanfaat bagi"
#...# Mahasiswa
4apat di jadikan salah satu refrensi untuk belajar,selain itu makalah ini
dapat di jadikan sebagai salah satu refrensi dalam melakukan asuhan
keperawatan dalam ruang lingkup 3mfalokel
#...* 4osen
4apat di jadikan salah satu sarana untuk mengukur kemampuan
mahasiswa dalam membuat sebuah makalah tentang asuhan keperawatan pada
ruang lingkup 3mfalokel
#..., &nstitusi
4apat di jadikan salah satu karya tulis ilmiah dapat di jadikan referensi
dalam acuan belajar.
3A3 ..
-.!8A/A! P/S-AKA
'"% Definisi
3mfalokel adalah berniasi atau penonjolan AProtusiB isi abdomen ke dasar tali
pusat. 5erbeda dengan hernia umbilikalis yang lebih laCim, kantongnya tertutup
peritoneum tampa penumpangan kulit. 5esar kantong yang terletak di luar rongga
abdomen tergantung pada isinya. %erniasi usus ke dalam tali pusat di jumpai pada
sekitar # dari 0<<< kelahiran, dan %erniasi hati serta usus di jumpai sekitar # dari
#<<<< kelahiran. 1ongga abdomen secara proporsional kecil karena dorongan
untuk tumbuh dan berkembang kurang.A5ehrman $liegman,*<<<B
3mfalokel adalah adanya protusi Akeadaan menonjol kedepanB pada waktu lahir
dibagian usus yang melalui suatu defek besar pada dinding abdomen di umbilikus
dan usus yang menonjol hanya di tutupi oleh membrane tipis transparan yang
terdiri dari amnion dan peritoneum. AW. A. +ewman 4orland, *<<*B.
3mphalocele adalah protrusi ?isera intra abdominal ke dasar korda umbilical
kantong tertutup peritoneum tanpa kulit A4onna 7. Wong, *<<.B
3mfalokel adalah kelainan yang disebaban oleh kegagalan alat dalam kembali
kerongga abdomen pada waktu janin berumur #< minggu hingga menyebabkan
timbulnya omfalokel. A+gastiyah, *<<0B.
'"' ,tiologi
Penyebab pasti terjadinya omphalokel belum jelas sampai sekarang. 5eberapa
faktor resiko atau faktor2faktor yang berperan menimbulkan terjadinya omphalokel
diantaranya adalah infeksi, penggunaan obat dan rokok pada ibu hamil, defisiensi
asam folat, hipoksia, penggunaan salisilat, kelainan genetik serta polihidramnion.
Menurut )lasser A*<<,B ada beberapa penyebab omfalokel, yaitu"
#. /aktor kehamilan dengan resiko tinggi, seperti ibu hamil sakit dan terinfeksi,
penggunaan obat2obatan, merokok dan kelainan genetik. /aktor2faktor tersebut
berperan pada timbulnya insufisiensi plasenta dan lahir pada umur kehamilan
kurang atau bayi prematur, diantaranya bayi dengan gastroschiCis dan
omfalokel paling sering dijumpai.
*. 4efisiensi asam folat, hipoksia dan salisilat menimbulkan defek dinding
abdomen pada percobaan dengan tikus tetapi kemaknaannya secara klinis
masih sebatas perkiraan. Secara jelas peningkatan MSA/P AMaternal Serum
Alfa /eto ProteinB pada pelacakan dengan ultrasonografi memberikan suatu
kepastian telah terjadi kelainan struktural pada fetus. 5ila suatu kelainan
didapati bersamaan dengan adanya omfalokel, layak untuk dilakukan
amniosintesis guna melacak kelainan genetik.
,. Polihidramnion, dapat diduga adanya atresia intestinal fetus dan kemungkinan
tersebut harus dilacak dengan 6S).
'"* ,pi$emiologi
4i Amerika Serikat, omphalokel yang kecil terjadi dengan rasio # kasus dalam
0.<<< kelahiran. 3mphalokel yang besar terjadi dengan rasio # kasus dalam #<.<<<
kelahiran. Perbandingan laki2laki dengan perempuan adalah #"#. Menurut catatan
4inas $esehatan 5angka 5elitung, dalam kurun waktu tiga bulan belakangan ini,
setidaknya ada enam kasus kelahiran dengan usus terburai. Padahal, selama ini catatan
medis memperlihatkan, angka kejadian kelainan dinding perut adalah sekali dalam
tiap *<<.<<< kelahiran. Perempuan umur .< tahun atau lebih cenderung melahirkan
bayi dengan omphalokel. Angka kematian kelainan ini tinggi bila omfalokel besar
karena kantong dapat pecah dan terjadi infeksi.
'"& Patofisiologi
#. Selama perkembangan embrio,ada suatu kelemahan yang terjadi pada dinding
abdomen semasa embrio yang mana menyebabkan herniasi pada isi usus pada
salah satu samping umbilikus.hal ini menyebabakan organ ?isera abdomen
keluar dari kapasitas abdomen dan terbungkus kantong.
*. Terjadinya penurunan kapasitas abdomen yang dianggap abnormal.
,. 3mfalokel terbentuk akibat kegagalan fungsi dalam pembentukan dinding
abdomen ,dan terbentuk defek.
.. 7etak defek umumnya di sebelah kanan umbilikus
0. 6sus sebagian besar berkembang di luar rongga abdomen janin,akibatnya usus
menjadi tebal dan kaku karena pengendapan dan iritasi dari cairan
as.amino,usus juga terlihat pendek dan rongga abdomen sempit.
8. 6sus,?isera dan seluruh permukaan rongga abdomen yang berhubungan
dengan dunia luar menyebabkan penguapan dan pancaran panas dari tubuh
cepat berlangsung,sehingga terjadi dehidrasi dan hipotermi,kontaminasi usus
dengan kuman dapat terjadi,dan distensi usus sehingga mempersulit koreksi
pemasukan kerongga abdomen pada saat pembedahan.
9. 'mbriogenesis pada saat janin berumur 0 28 minggu isi abdomen terletak
diluar embrio.pada usia #<minggu terjadi pegembangan lumen abdomen
sehingga usus dari eDtra peritoneum akan masukke rongga perut.bila proses ini
terhambat maka akan terbentuk kantong di pangkal umbilikus yang terisi
usus,lambung dan kadang hati.dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum
dan lapisan amino yang keduanya bening sehingga isi kantong tampak
keluar,keadaan ini disebut omfalokel.bila usus keluar di titik terlemah dikanan
umbilikus,usus akan berada diluar rongga perut tanpa di bungkus,peritoneum
dan amino keadaan ini disebut gastrokhisis.
Pathway
'") Manifestasi klinis
Menurut A.%. Markum, manifestasi dari omphalokel adalah "
#. 3rgan ?isera > internal abdomen keluar
*. Penonjolan pada isi usus
,. Teridentifikasi pada prenatal dengan ultrasound
Kelainan
bawaan
Alat dalam gagal kembali ke
rongga dalam abdomen
Usus keluar
Isi abdomen masuk ke dalam
umbilikus
Defsiensi
pengetahuan
orangtua
Defsiensi
pengetahuan
orangtua
Korda terobek
Ileus obstruksi
Kekurangan
cairan
(dehidrasi)
Kekurangan
cairan
(dehidrasi)
Resiko infeksi
Resiko infeksi
Ansietas
Ansietas
Kenaikan suhu tubuh
(hipertemi)
Kenaikan suhu tubuh
(hipertemi)
Omfalokel
Omfalokel
ertahanan
tubuh primer
tidak adekuat
Keterbatasan
koognitif
Agen cidera
biologis
!"eri
!"eri
Sedang tanda yang lain "
#. Apabila berukuran kecil di dalam korda umbilicus terdapat sembuhan yang berisi
usus
*. Apabila ukuran besaar di dalam korda berisi hati dan usus
,. Tali pusat tampak terletak di daerah apeckantong dengan pembuluh darah
umbilicus meluncur sepanjang kantong masuk kedalam rongga perut
.. Sering ditemukan pada bayi premature
0. 6mbilicus menonjol keluar.
'"9 Pemeriksaan Penun7ang
pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan maternal serum alfa fetoprotein AMSA/PB.4iagnosis prenatal
defek pada dinding abdome dapat di deteksi dengan peningkatan serum MSA/P
/SG
2a$iologi
o /etal sonography dapat menggambarkan kelainan genetik dengan
memperlihatkan marker struktural.
o 'chocardiography fetus untuk membantu melihat kelainan jantung.
'": Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Terapeutik menurut Suriadi E Fuliani 1 A*<<#B adalah "
aB Perawatan pra2bedah
Terpeliharanya suhu tubuh
$ehilangan panas dapat berlebihan karena usus yang mengalami prolaps
sangat meningkatkan area permukaan.
Pemasangan +)T dan pengisapan yang kontinu untuk mencegah distensi
usus2usus yang mempersulit pembedahan.
Penggunaan bahan synthetic AsilatikB dengan lapisan tipis yang tidak
melengket seperti Deroform, kemudian dengan kerliD dan pembungkus
Saran untuk menutup usus atau menutup dengan kasa steril lembab dengan
cairan +aGl steril untuk mencegah kontaminasi
3mphalocele dianjurkan tidak melakukan traksi yang berlebihan pada
mesenterium.
Terapi intra?ena untuk hidrasi
Antiseptik dengan spectrum luas secara intra?ena" 5esarnya kantong,
luasnya cacat dinding perut dan ada tidaknya hepar di dalam kantong, akan
menentukan cara pengelolaan. 5ila kantong omphalocele kecil, dapat
dilakukan operasi satu tahap. 4inding kantong dibuang, isi kantong
dimasukkan ke dalam rongga perut, kemudian lubang ditutup dengan
peritoneum, fasia dan kulit. Tetapi biasanya omphalocele terlalu besar dan
rongga perut terlalu kecil sehingga isi kantong tidak dapat dimasukkan ke
dalam perut.
-ika dipaksakan, maka karena regangan pada dinding perut, diafragma
akan terdorong ke atas sehingga terjadi gangguan pernapasan. 3bstruksi
?ena ca?a inferior dapat juga terjadi karena tekanan tersebut.
Tindakan yang dapat dilakukan ialah melindungi kantong
omphalocele dengan cairan antiseptik, misalnya betadin dan menutupnya
dengan kain dakron agar tidak tercemar. 4engan demikian, ada kesempatan
untuk terjadinya epitelisasi dari tepi, sehingga seluruh kantong tertutup
epitel dan terbentuk hernia ?entralis yang besar. 'pitelisasi ini
membutuhkan waktu ,2. bulan. $emudian operasi koreksi hernia ?entralis
tersebut dapat dikerjakan setelah anak berumur 02#< bulan.
Terapi oksigen diberikan untuk membantu pernafasan
bB Pembedahan
Pembedahan dilakukan secara bertahap tergantung besar kecilnya lubang
pada dinding abdomen. Tujuan pebedahan adalah untuk mengembalikan ?isera
kedalam ka?um abdomen dan menutup diding abdomen.
Pada omphalokel, jika lubangnya kecil maka akan disambungkan saja,
namun jika lubangnya besar maka akan dicangkok dengan mengambil kulit dari
bokong atau paha bayi. 3perasi koreksi ini untuk menempatkan usus ke dalam
rongga perut dan menutup lubang. %arus dikerjakan secepat mungkin sebab
tidak ada perlindungan infeksi. Tambahan lagi makin ditunda operasi makin
sukar karena usus akan udem.
cB Paska 5edah
Perawatan paska bedah neonatus rutin
Terapi oksigen maupun ?entilasi mekanik kemungkinan diperlukan
4ilakukan aspirasi setiap jam pada tuba nasogastrik
Pemberian antibiotika
Terapi intra?ena diberikan untuk perbaikan cairan
Pada sekitar 92#* hari setelah pembedahan, anak akan kembali lagi
mengalami pembedahan untuk menjalani perbaikan cacat. +amun ini
tergantung dari kondisi si bayi Alemah atau tidakB.
#B 5ayi post bedah omphalokel yang masih dalam perawatan
*B 5ayi post operasi omphalokel dengan dinding abdomen yang sudah rapi
seperti orang normal lainnya.
'"; Komplikasi
$omplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada
permukaan yang telanjang. $elainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai
kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosi.
komplikasi dari omphalokel adalah "
$omplikasi dini adalah infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan
yang telanjang.
$ekurangan nutrisi dapat terjadi sehingga perlu balans cairan dan nutrisi yang
adekuat misalnya dengan nutrisi parenteral.
4apat terjadi sepsis terutama jika nutrisi kurang dan pemasangan ?entilator yang
lama.
+ekrosis
'"< Hasil Analisa kasus $i mas=arakat
5A5 ,
AS6%A+ $'P'1AWATA+
#. P'+)$A-&A+
a. 4ata 4emografi
+ama pasien, tanggal lahir, Alamat, Tanggal masuk 1S, -enis kelamin, Agama,
pekerjaan, +o. 1egister, dan lain2lain.
b. 4ata fokus Pengkajian
#B Mengkaji kondisi abdomen
$aji area sekitar dinding abdomen yang terbuka
$aji letak defek, umun nya berada disebelah kanan umbilicus
Perhatikan adanya tanda2tanda infeksi>iritasi
+yeri abdomen, mungkin terlokalisasi atau menyebar, akut>kronis sering
disebabkan oleh inflamasi dan obstruksi.
4istensi abdomen, kontur menonjol dari abdomen yang mungkin disebabkan oleh
perlambatan pengosongan lambung, akumulasi gas > feses, inflamasi>obstruksi.
c. Mengukur temperature tubuh
4emam, manifestasi umum dari penyakit pada anak2anak dengan gangguan )&,
biasanya berhubungan dengan dehidrasi, infeksi atau inflamasi.
7akukan pengukuran suhu secara kontinyu tiap * jam
Perhatikan apabila terjadi peningkatan suhu secara mendadak
d. $aji sirkulasi
$aji adanya sianosis perifer
e. $aji distress pernapasan
7akukan pengkajian fisik pada dada dan paru
/rekuensi " Gepat ATakipneuB, +ormal atau lambat
$edalaman " +ormal. 4angkal A%ipopneaB, terlali dalam A%iperneaB
$emudahan " Sulit A4ispneuB, 3tophnea
&rama " /ariasi dalam frekuensi dan kedalaman pernapasan
3pser?asi adanya tanda2tanda infeksi, batuk, sputum,dan nyeri dada
$aji adanya suara nafas tambahan AMengi>wheeCingB
Perhatikan bila pasien tampak pucat> sianosis
*. Analisa data
Problem 'tiologi Symptom
Resiko infeksi
3mfalokel
6sus
Pertahanan tubuh primer tidak
adekuat
1esiko infeksi
Tanda" tampak kulit warna
kemerahan
)ejala" inflamasi
%ipertermi 3mfalokel
&leus 3bstruksi
$ekurangan cairan>
4ehidrasi
$enaikan suhu tubuh
A%ipertermiB
Tanda" suhu diatas ,9 derajat
celsius.
)ejala" kejang otot
4efisiensi
Pengetahuan orang
tua
3mfalokel
$eterbatasan koognitif
4efisiensi Pengetahuan
Tanda" kurang tanggap terhadap
kelainan yang dialami anaknya
+yeri 3mfalokel
Agen cidera biologis
+yeri
Tanda" bayi menangis.
)ejala" umbilikus keluar
,. 4&A)+3SA $'P'1AWATA+
Pre Operation
1esiko infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh primer yang tidak adekuat
%ipertermi berhubungan dengan dehidrasi
4efisiensi pengetahuan orang tua tentang penyakit berhubungan dengan
keterbatasan kognitif
Post Operation
+yeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik
$ecemasan orang tua berhubungan dengan kurangnya pengetahuan orang tua.
.. &+T'1H'+S&
!
O
Diagnosa
Keperawatan
Kriteria #asil Inter$ensi
% Resiko infeksi
b&d
pertahanan
tubuh primer
"ang tidak
adekuat
Mengetahui faktor
resiko
5ersihkan daerah
perineal
&nfeksi pada umbilikus
dapat dicegah
Perineal Gare
#B 5antu pasien untu membersihkan
*B -aga perineum agar tidak kering
Proteksi &nfeksi
,B Monitor tanda2tanda gejala infeksi sitemik dan
local
.B Pelihara teknik isolasi
Monitor 'lektrolit
0B Monitor cairan yang hilang
8B Monitor adekuatnya ?entilasi
' #ipertermi b&d
dehidrasi
Tidak ada tanda2tanda
hipertermi
Tidak ada tanda2tanda
dehidrasi
/e?er treatment
o Monitor warna kulit dan temperature
o Monitor intake dan output cairan
Hital sign monitoring
o Monitor nadi, suhu, dan pernapasan
o Monitor pada nafas abnormal
'n?ironmental management
o Giptakan lingkungan yang aman untuk
pasien
o 5atasi pengunjung
( Defsiensi
engetahuan
orang tua
tentang
pen"akit b&d
keterbatasan
kognitif
3rang tua memahami
proses penyakit secara
spesifik
3rang tua mengenali
tanda dan gejala
penyakit
3rang tua mengetahui
komplikasi yang
berpotensi akibat
penyakit
Teaching " 4isease process
#B +ilai tingkat pengetahuan orang tua
berhubungan dengan proses penyakit
*B -elaskan patofisiologi dari penyakit dan
bagaimana hal tersebut berhubungan dengan
anatomi fisiologi
,B )ambarkan tanda dan gejala yang berhubungan
dengan penyakit
.B 4iskusikan pilihan terapi>perawatan
) !"eri aku b&d
agen cidera
fsik
Tingkat nyeri pasien
berkurang
'kpresi wajah tidak
menunjukan nyeri
Pain management
#B 3bser?asi isyarat non ?erbal dari
ketidaknyamanan terutama saat tridak dapat
berkomunikasi secara efektif
*B $urangi faktor2faktor pencetus nyeri
'n?ironmental management " Gomfort
,B -aga kebersihan
.B Sesuaikan temperature ruangan
* Kecemasan
3rang tua tidak AnDiety 1eduction
org tua b&d
kurangn"a
pengetahuan
orang tua
mengalami stress
3rang tua dapat
mengontrol kecemasan
3rang tua dapat
menggunakan teknik
relaksasi untuk
mengurangi kecemasan
#. &nstruksikan orang tua untuk menggunakan teknik
relaksasi
*. 3bser?asi reaksi ?erbal dan non ?erbal tentang
kecemasan
Goping anhancement
,. Perhatikan pemahaman persepsi orang tua terhadap
situasi yang penuh stress
.. Anjurkan orang tua untuk mengungkapkan secara
?erbal perasaan, persepsi, dan ketakutan
0. &MP7'M'+TAS&
+3. 4&A)+3SA
$'P'1AWATA+
&MP7'M'+TAS&
#. Resiko infeksi b&d
pertahanan tubuh
primer "ang tidak
adekuat
Perineal Gare
#B Membantu pasien untuk membersihkan
*B Menjaga perineum agar tidak kering
Proteksi &nfeksi
,B Memonitor tanda2tanda gejala infeksi sitemik dan
local
.B Memelihara teknik isolasi
Monitor 'lektrolit
0B Memonitor cairan yang hilang
8B Memonitor adekuatnya ?entilasi
*. #ipertermi b&d
dehidrasi
/e?er treatment
o Memonitor warna kulit dan temperature
o Memonitor intake dan output cairan
Hital sign monitoring
o Memonitor nadi, suhu, dan pernapasan
o Memonitor pada nafas abnormal
'n?ironmental management
o Menciptakan lingkungan yang aman untuk
pasien
o Membatasi pengunjung
,. Defsiensi
engetahuan orang
Teaching " 4isease process
#B Menilai tingkat pengetahuan orang tua
tua tentang pen"akit
b&d keterbatasan
kognitif
berhubungan dengan proses penyakit
*B Menjelaskan patofisiologi dari penyakit dan
bagaimana hal tersebut berhubungan dengan
anatomi fisiologi
,B Menggambarkan tanda dan gejala yang
berhubungan dengan penyakit
.B Mendiskusikan pilihan terapi>perawatan
.. !"eri akut b&d agen
cidera fsik
Pain management
#B Mengobser?asi isyarat non ?erbal dari
ketidaknyamanan terutama saat tridak dapat
berkomunikasi secara efektif
*B Mengurangi faktor2faktor pencetus nyeri
'n?ironmental management " Gomfort
,B Menjaga kebersihan
.B menyesuaikan temperature ruangan
0. Kecemasan org tua
b&d kurangn"a
pengetahuan orang
tua
AnDiety 1eduction
#. Menginstruksikan orang tua untuk menggunakan
teknik relaksasi
*. Mengobser?asi reaksi ?erbal dan non ?erbal
tentang kecemasan
Goping anhancement
,. Memerhatikan pemahaman persepsi orang tua
terhadap situasi yang penuh stress
.. Menganjurkan orang tua untuk mengungkapkan
secara ?erbal perasaan, persepsi, dan ketakutan
9" ,>aluasi
5ayi bebas dari gejala infeksi
$eseimbangan intake dan out put
3A3 ...
P,!/-/P
..# $'S&MP67A+
3mfalokel AeksomfalokelB adalah suatu hernia pada pusat, sehingga isi perut keluar
dan dibungkus suatu kantong peritoneum.Penanganannya adalah secara operatif dengan
menutup lubang pada pusat.$alau keadaan umum bayi tidak mengiCinkan, isi perut yang
keluar dibungkus steril dulu setelah itu baru dioperasi.
Agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut, segera dilakukan pembedahan
untuk menutup omfalokel. Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus
diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi
kantong tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan. Sebaiknya
operasi dilakukan segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa dengan memasukkan
semua isi usus dan otot ?isera sekaligus ke rongga abdomen akan menimbulkan tekanan
yang mendadak pada paru sehingga timbul gejala gangguan pernapasan.
..* SA1A+
Melihat kasus yang terjadi diatas sangatlah prihatin terhadap angka kejadian
selanjutnya agar terantisipasi dengan cara menghindari faktor2faktor yang dapat
menyebabkan timbulnya omfalokel tersebut diantaranya, infeksi ?irus, alkohol, serta
merokok untuk wanita pada masa kehamilan. Maka dari itu kita sebagai perawat perlu
memberikan healt education kepada ibu hamil di indonesia agar dapat meminimalisir
angka kejadian kasus omfalokel itu sendiri.
DA#-A2 P/S-AKA
A.%. Markum. #;;#. Buku Ajar Kesehatan Anak. Jilid I. /$6& " -akarta
4ongoes, M./. #;;;. 1encana Asuhan $eperawatan " Pedoman untuk Perencanaan
dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. 'disi *. -akarta " ')G.
4orland, W.A. +ewman.*<<*.Kamus Kedokteran Dorland.'disi *;. -akarta " ')G.
Mochtar, 1ustam.#;;:. Sinopsis Obstetri. ')G " -akarta
+gastiyah.*<<0. Perawatan Anak Sakit. ')G" -akarta
Pincus 'atCel E 7en 1oberts. #;;0. Kapita Selekta Pediatri. ')G " -akarta.
Suriadi E Fuliani 1. *<<#. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Edisi 1. Penerbit /$6& "
-akarta

Anda mungkin juga menyukai