Anda di halaman 1dari 9

NORMA DAN ETIKA ISLAM DALAM

BIDANG PRODUKSI

produksi
menciptakan kekayaan dengan pemanfaatan
sumber alam oleh manusia
Sumber alam adalah kekayaan alam yang
diciptakan Allah untuk manusia dengan
bermacam jenis.

Alquran menjelaskan bahwa memanfaatkan
itu semua terfokus dalam dua hal. Pertama,
ilmu atau sains yang berdiri diatas pondasi
rasio dan akal budi. Para fukaha bermufakat
bahwa mempelajari setiap ilmu yang
dibutuhkan masyarakat untuk menegakan
agama dan meninggikan kesejahteraan hidup
didunia hukumnya wajib kifayah.
Ilmu tidak bermanfaat jika tidak dipraktekan
dengan bekerja.
Bekerja dalam islam adalah suatu kewajiban
bagi mereka yang mampu
Ekonom : produksi terjadi karena empat unsur
yang saling berkaitan yaitu, alam, modal, bekerja
dan disiplin.
alam dan bumi : segala kekayaan alam yang
diciptakan Allah agar bisa dimanfaatkan manusia
sebagai bekal yang mereka butuhkan.
bekerja : segala usaha maksimal manusia, baik
lewat gerak anngota tubuh ataupun akal untuk
menambah kekayaan baik secara perorangan
maupun kolektif.
Produksi dalam arti sederhna bukanlah sesuatu
yang dicetuskan oleh kapitalis.
Produksi terjadi semenjak manusia bergelut
dengan bumi karena merupakan hal yang
primer dalam kehidupan.
Allah menjamin rejeki seluruh makhluk hidup
yang merangkak di atas bumi dengan berbagai
usaha yang dilakukan dan berada dalam jalan
yang diridhoi Allah.
Rejeki didapat dg usaha dan bekerja.
Berdasarkan tuntunan syariat seorang muslim
diminta bekerja untuk mencapai beberapa
tujuan, diantaranya memenuhi kebutuhan
pribadi dengan harta yang halal, mencegah dari
kehinaan meminta-minta dan menjaga
tangannya agar tetap berada diatas
Prinsip etika dalam produksi yang wajib
dilaksanakan oleh setiap muslim
baik individu maupun komunitas adalah
berpegang pada semua yang dihalalkan Allah
dan tidak melewati batas.
Etika yang terpenting adalah menjaga sumber
daya alam karena merupakan nikmat dari
Allah kepada hamba-Nya.

Produksi mempunyai dua tujuan,
1.mewujudkan swasembada individu dalam arti kehidupan
manusia didalam lapangan ekonomi mempunyai empat
standar yaitu standar primer (dilalui manusia dalam
keadaan sulit), standar cukup (standar terendah dalam
kehidupan), standar swasembada atau mapan (merupakan
standar yang ditargetkan islam), standar mewah (standar
yang dilarang oleh islam).
2. mewujudkan swasembada umat dalam rangka memenuhi
target swasembada masyarakat dengan kata lain
masyarakat harus memiliki kemampuan, pengalaman,
serta metode untuk memenuhi segala kebutuhan.