Anda di halaman 1dari 8

GAGAL GINJAL AKUT

I. PENGERTIAN
Sindrom klinis akibat kerusakan metabolik atau patologik ginjal yang ditandai dengan
penurunan fungsi yang nyata dan cepat serta terjadinya azotemia. (Loraine M.
Wilson, 19!"
II. ETIOLOGI
Sebab pre renal
#ipo$olemik % postpartum &emorragic, luka bakar, diare berat, panreatitis,
pemakaian diuretik berlebi&
'erkumpulnya cairan intra$askular % pada syok septik, ana$ilaktif, cedera
jaringan
(enurunan cura& jantung % )agal jantung, M*+, tamponade jantung,
emboli paru
(eningkatan resistensi pembulu& dara& ginjal % pembeda&an, anastesia,
sindroma &epatorenal
,bstruksi pembulu& dara& ginjal bilateral % emboli, trombosis
Sebab (ostrenal
,bstruksi muara $esika urinaria % &ipertropi prostat, karsinoma
,bstruksi ductus collecting % asam urat, sulfa, protein -ence .ones
,bstruksi /reter bilateral % kalkuli, bekuan dara&, tumor, fibrosis
retroperitoneal, trauma pembeda&an, papilitis necroticans
Sebab 0enal ()agal )injal +ntrinsik"
+sc&emia % Syock pasca beda&, kondisi prarenal
1efrotoksin % *arbon tetraclorida, etilen glikol, metanol
Logam berat % mercuri biklorida, arsen, timbal, uranium
2ntibiotik % metisilin, aminoglikosida, tetrasiklin, amfoterisin,
sefalosporin, sulfonamida, fenitoin, fenilbutazon
Media kontras radiografik (k&usus pasien 3M"
(igmen % &emolisis intra$askular akibat tranfusi tidak cocok, koagulopati
intra$askular diseminata, mioglobinuria
(enyakit glumero$askular ginjal % )lumerulonefritis, #ipertensi maligna
1efritis interstitial akut % infeksi berat, induksi obat
4eadaan akut dari ))4yang berkaitan dengan kurang garam5air % munta&,
diare, infeksi
III. TANDA DAN GEJALA
,liguria (/rine 6 788 ml5!7 jam"
2zotemia
3engan atau tanpa kelu&an lain nonspesifik % nyeri, demam, reaksi
syok, atau gejala dari penyakit yang ada sebelumnya (pre renal".
IV. PATOFISIOLOGI
Lima teori yang menggambarkan patofisiologi ))2 %
1. ,bstruksi tubulus
!. 4ebocoran cairan tubulus
9. (enurunan permeabilitas glomerulus
7. 3isfungsi $asomotor
:. )lumerolus feedback
'eori obstruksi glumerolus menyatakan ba&;a 1'2(necrosis tubular akut"
menggakibatkan deskuamasi sel<sel tubulus yang nekrotik dan materi protein lainnya,
yang kemudian membentuk silinder<silinder dan menyumbat lumen tubulus.
(embengkakan selular akibat iskemia a;al, juga ikut menyokong terjadinya obstruksi
dan memperberat iskemia. 'ekanan tubulus meningkat, se&ingga tekanan filtrasi
glumerolus menurun.
'eori ini sesuai untukkondisi iskemia berkepanjangan, keracunan logam berat dan
etilen glikol.
#ipotesis kebocoran tubulus menyatakan ba&;a filtrasi glumerolus terus berlangsung
normal tetapi cairan tubulus bocor keluar melalui sel<sel tubulus yang rusak dan
masuk dalam sirkulasi peritubular. 4erusakan membrana basalis dapat terli&at pada
1'2 yang berat
(ada ginjal normal, 98 = alian dara& didistribusi ke korteks (tempat dimana terdapat
glumerolus" dan 18 = pada medula. 3engan demikian, ginjal dapat memekatkan
kemi& dan menjalankan funggsinya. Sebaliknya pada ))2, perbandingan antara
distribusi korteks dan medulla menjadi terbalik, se&ingga terjadi iskemia relaif pada
korteks ginjal. 4ontriksi dari arteriol aferen merupakan dasar faskular penurunan laju
filtrasi glumerolus ()>0". +skemia ginjal akan mengakti$asi sistem renin ?
angiotensin dan memperberat iskemia corteks luar ginjal setela& &ilangnya
rangsangan a;al. 4adar renin tertinggi pada korteks luar ginjal, tempat dimana terjadi
iskemia paling berat selama berlangsunggnya ))2.
Menurut teori 3isfungsi @asomotor, (rostaglandin dianggap bertanggungja;ab
terjadinya ))2, dimana dalam keadan normal, &ipoksia merangsang ginjal
mensintesis ()A dan ()2 ($asodilator kuat" se&ingga aliran dara& ginjal
diredistribusi ke korteks yang mengakibatkan diuresis. 2gaknya iskemia akut yang
berat atau berkepanjangan dapat mengg&ambat ginjal untuk mensintesis
prostaglandin. (eng&ambatan prostaglandin seperti aspirin diketa&ui dapat
menurunkan aliran dara& renal pada orang normal dan menyebabkan 1'2.
'eori glumerolus menganggap ba&;a kerusakan primer terjadi pada tubulus
proksimal. 'ubulus proksimal yang menjadi rusak akibat nefrotoksin atau iskemia
gagal untuk menyerap jumla& normal natrium yang terfiltrasi dan air. 2kibatnya
makula densa mendeteksi adanya peningkatan natrium pada cairan tubulus distal dan
merangsang peninggkatan produksi renin dari sel jukstaglumerolus. 'erjadi akti$asi
angiotensin ++ yang menyebabkan $asokontriksi ateriol aferen, mengakibatkan
penurunan aliran dara& ginjal dan laju aliran glumerolus.
V. ASUHAN KEPERAWATAN
3ata dasar (engkajian
+dentitas %
.enis kelamin % pada pria mungkin disebabkan &ipertropi prostat
0i;ayat (enyakit Sekarang
4elu&an utama tidak bisa kending.kencing sedikit dengan atau tanpa kelu&an lainnya
0i;ayat (enyakit 3a&ulu
2danya penyakit infeksi, kronis atau penyakit predisposisi terjadinya ))2 serta
kondisi pasca akut
(ola kebutu&an
2kti$itas dan istira&at
)ejala % keleti&an, kelema&an, malaise
'anda % 4elema&an otot, ke&ilanggan tonus
Sirkulasi
'anda % #ipotensi5&ipertensi, disritmia jantung, nadi lema&5&alus, &ipotensi
ort&ostatik (&ipo$olemia", &iper$olemia (nadi kuat", oedema jaringgan
umum, pucat, kecenderungan perdara&an
Aliminasi
)ejala % (eruba&an pola kemi& % peninggkatan frekuensi, poliuria (kegagalan dini"
atau penurunan frekuensi5oliguria (fase ak&ir", disuria, ragu<ragu berkemi&,
dorongan kurang, kemi& tidak lampias, retensi (inflamasi5obstruksi, infeksi",
abdomen kembung, diare atau konstipasi, 0i;ayat #ipertropi prostat,
batu5kalkuli
'anda % (eruba&an ;arna urine menjadi lebi& pekat5gelap, mera&, coklat, bera;an,
,liguria (bisanya 1!<!1 &ari"B poliuria (!<C l5&ari"
Makanan5cairan
)ejala % (eningkatan berat badan (edema", penurunan berat badan (de&idrasi",
mual, munta&, anoreksia, nyeri ulu &ati, ri;ayat penggunaan diuretik
'anda % (eruba&an turgor kulit5kelembaban, edema
1eurosensorik
)ejala % Sakit kepala, pengli&atan kabur, kram otot5kejang, sindrom Dkaki gelisa&E
'anda % )angguan status mental, penurunan lapang per&atian, ketidakmampuan
berkonsentrasi, ke&ilanggan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran
(azotemia, ketidakseimbanggan elektrolit5asam5basa"B kejang, akti$itas
kejang
1yeri54enyamanan
)ejala % nyeri tubu&, sakit kepala
'anda % (rilaku ber&ati<&ati, distraksi, gelisa&
(ernafasan
)ejala % 1afas pendek
'anda % 'ac&ipnea, dispnea, peninggkatan frekuensi dan kedalaman pernafasan
(kussmaul", nafas amonia, batuk produktif dengan sputum kental mera&
muda (edema paru"
4eamanan
)ejala % ada reakti tranfusi
'anda % 3emam (sepsis, de&idrasi", ptec&ie, ec&imosis kulit, pruritus, kulit kering
(enyulu&an5(embelajaran
)ejala % 0i;ayat penyakit polikistik keluarga, nefritis &erediter, batu urinarius,
malignansi, ri;ayat terpapar toksin, obat nefrotik dengan pengunan
berulang, ri;ayat tes diagnostik dengan kontras radiografik. 4ondisi yang
terjadi bersamaan % tumor sal kemi&B sepsis gram negatif, trauma5cidera,
perdara&an, 3M, gagal jantung5&ati.
0encana (emulangan %
Memerlukan bantuan pemili&an obat, pengobatan, suplai, transport, tugas
pemeli&araan ruma&
(emeriksaan 3iagnostik
/rine
@olume , 788 ml5!7 jam, terjadi !7<7 jam setela& ginjal rusak
Warna kotor, sedimen kecoklatan menunjukkan adanya dara&, #b, Myoglobin.
(orfirin. -erat jenis 6 1,8!8 menunjukkan penyakit ginjal, conto&
)lumerulonefritis, pyelonefritis demam ke&ilangan kemampuan untuk
memekatkan, -. 1,8!8 menunjukkan kerusakan ginjal berat. p# /rine F G,88
menunjukkan +S4, 1'2 dan ))4. ,smolalitas kurang dari 9:8 m,sm5kg
menunjukkan kerusakan ginjal dan rasio urine.serum sering 1 % 1
*reatinin clearance % mungkin seara bermakna menurun sebelum -/1 dan
ceatinin serum meningkat secara bermakna
1atrium biasanya menurun, tetapi dapat lebi& dari 78mAH5L bila ginjal tidak
mampu mengabsorbsi natrium
-ikarbonat meningkat bila ada asidosis metabolik
3ara&
#b menurun5tetap, S3M sering menurun, p# kurang dari G,! (asidosis metabolik"
dapat terjadi karenan penurunan fungsi ginjal untuk mengekstresikan &idrogen
dan &asil ak&ir mtabolisme. -/154reatini sering meningkat dengan proporsi 18 %
1. ,smolaritas serum lebi& dari !: m,sm5kgB sering sama dengan urine. 4alium
meingkat se&ubungan dnegan retensi seiring dengan perpinda&an selular
(asidosis" atau penggeluaran jaringan (&emolisis S3M". 1atrium biasanya
meninggkat. (#, 4alsium dan bicarbonat menurun. *lorida, Magnesium dan
>osfat meningkat.
0etrograde (yelografi menunjukkan abnormalitas pel$is ginjal dan ureter
2rteriogram ginjal untuk mengkaji sirkulasi ginjal dan mengidentifikasi
ekstra$askularitas dan massa
Sistouretrogram berkemi& % menunjukkan ukuran kandung kemi&, refluks, retensi.
/S) )injal untuk menentukan ukuan ginjal dan massa kista, obstruksi sal kemi&
atas.
M0+ % memberikan informasi tentang jaringan lunak
A4) % mungkin abnormal menunjukkan ketidakseimbangan elektrolit dan asam5basa
VI. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Perubahan Volume a!ran " #erleb!h $.% Re&en$! a!r
'ujuan % 4eseimbangan cairan dHn elektrolit tercapai dengan nilai laboratorium
dalam batas normal.
INTERVENSI RASIONAL
2;asi nadi, tekanan dara&
dan *@(
'akikardia dan &ipertensi dapat terjadi karena kegagalan
ginjal untuk mengelaurakan urine, pembatsan cairan
berlebi&an selama mengobati &ipo$oleia5&ipotensi atau
peruba&an fase oliguria gagal ginjal dan atau peruba&an
sistem renin<angiotensin
*atat +ntake dan ,utput
akurat, ukur ke&ilangan )+
dan +WL
(erlu untuk mengeta&ui fungsi ginjal, kebutu&an
pengantian cairan, dan penurunan resiko kelebi&an
caiaran
2;asi -. /rine Mengukur kemampuan ginjal untuk mengkonsentrasikan
urine. (ada gagal intrarenal, -. biasanya 6 1,818
menunjukkan ke&ilangan kemampuan untuk memekatkan
urine
4aji adanya oedema Adema terjadi terutama pada daera& yang menggantung
dari tubu& seperti tangan dan kaki, area
lumbosakral.Adema periorbital menunjukkan tanda
perpinda&an cairan
2uskultasi bunyi
paru5jantung
4elebi&an cairan dapat menimbulkan oedema paru dan
bunyi jantung ekstra
4aji tingkat kesadaran /ntuk mengeta&uai adanya perpinda&an $airan,
akumulasi toksin, asidosis, ketidakseimbangan elektrolit
atau adanya &ipoksia
4olaborasi
(emeriksaan lab % -/1,
*reat, 1artium dan *ratinin
/rine, 1a serum, 4 serum,
#b5#t
A$aluasi laboratorik ter&adap perkembangan5dampak
penyakit ter&adap tubu&
-erikan5batasi cairan sesuai
indikasi
Manajemen cairan ditentukan dari seluru& keluaran cairan
ditamba& +WL
-erikan diuretik, manitol 3iberikan pada fase oliguri pada ))2 pada upaya
menguba& fase nonoliguria, untuk melebarkan lumen
tubular dari debris, menurunkan &iperkalemia dan
meningkatkan kelebi&an $olume sirkulasi
-erikan obat antii&ipertensi Mencega& &ipertensi sekunder yang mungkin menyertai
))2
Re$!'o &!n((! un&u' Perubahan Nu&r!$! " Kuran( %ar! Kebu&uhan b.%
)emba&a$an %!e&* )en!n('a&an 'ebu&uhan me&abol!'
'ujuan % Memperta&ankan berat<badan sepeti yang diindikasikan situasi indi$idu,
bebas oedema
INTERVENSI RASIONAL
4aji5catat masukan diet Membantu mengindentiifikasi defisiensi dan kebutu&an
diet. 4ondisi fisik umum, gejala uremik (conto& mual,
anoreksia, ganngguan rasa" dan pembatasan diet multipel
mempengaru&i pemasukan makanan
-erikan makanan sedikit dan
sering
Meminimalkan anoreksia dan mual se&ubungan dengan
status uremik5penurunan peristaltik
-erikan daftar makanan
yang diizinkan
Memberiikan pada pasien tindakan kontrol dan
pembatasan diet. Makanan dari ruma& dapat
meningkatkan nafsu makan
'a;arkan pera;atan mulut,
berikan permen karet
Meningkatkan kesegaran area mulut untuk meningkatkan
nafsu makan. (encucian dengan asam asetat membantu
menetralkan amonia yang dibentuk ole& peruba&an urea
'imbang -- tiap minggu (asien puasa5katabolik akan secara normal ke&ilangan
8,!<8,: kg5&ari. (eruba&an kelebi&an 8,: dapat
menunjukkan perpinda&an keseimbangan cairan
4olaborasi
2;asi -/1, 2lbumin serum,
1a I 4
+ndikator kebutu&an nutrisi, pembatasan, dan
kebutu&an5efektifitas terapi
4onsul dengan a&li gizi Menentukan kalori indi$idu dan kebutu&an nutrisi dalam
pembatasan dan mengidentifikasi rute paling efektif
asupan nutrisi
-erikan tinggi kalori, renda&
protein renda& garam.
.umla& protein yang dibutu&kan kurang darinormal
kecuali pasien dialisis. 4arbo&idrat memenu&i kebutu&an
energi dan membatasi katabolisme., mencega&
pembentukan asam keto dari oksidasi protein dan lemak.
2sam amino esensial untuk memperbaiki keseimbangan
dan status nutrisi