Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN MANAJEMEN DAN INTERVENSI

MASALAH KESEHATAN DI DESA KARANGANOM


KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SRAGEN

Disusun untuk Memenuhi Sebagian Syarat Ujian Kepaniteraan Klinik
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia


Disusun Oleh :
1. Ardian Pratama Saputra 09711085
2. Nuril Ekasa Rizki 08711187
3. Umi Hasanah Anggarani 09711147
4. Triana Amalia 07711005
5. Ovilia Mutiara Santika 09711113

KEPANITRAAN KLINIK
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
PERIODE 26 JUNI 16 AGUSTUS 2014

2

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN MANAJEMEN DAN INTERVENSI
MASALAH KESEHATAN DI DESA KARANGANOM
KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SRAGEN

Disusun untuk Memenuhi Sebagian Syarat Ujian Kepaniteraan Klinik
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Puskesmas Sukodono


Oleh:
1. Ardian Pratama Saputra 09711085
2. Nuril Ekasa Rizki 08711187
3. Umi Hasanah Anggarani 09711147
4. Triana Amalia 07711005
5. Ovilia Mutiara Santika 09711113


Telah disetujui dan disahkan oleh :

Dokter Pembimbing Fakultas



dr. Titik Kuntari, MPH
Kepala Puskesmas



dr. Nofi Kusumanngrum





3


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas
izin-Nya, kami dapat menyelesaikan penugasan manajemen dan intervensi
ini.Alhamdulillah, salah satu penugasan selama kepaniteraan kilnik Ilmu
Kesehatan Masyarakat ini dapat terselesaikan dengan baik dan selama kegiatan
tersebut berlangsung kami merasa tidak menemukan hambatan yang berarti. Kami
berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak, baik bagi pihak
Puskesmas maupun bagi pihak Desa Karanganom, Sukodono, Sragen , yang
merupakan daerah kerja dari Dokter Muda selama melakukan kegiatan
kepanitraan klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Kami menyadari dalam proses pengerjaan laporan ini terdapat banyak
kekurangan, tetapi berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya
laporan ini dapat terselesaikan tepat waktu. Untuk itu, kami ingin mengucapkan
terima kasih sebesar-besarnya kepada :
1. dr. Nofi Kusumaningrum, selaku kepala Puskesmas Sukodono, yang telah
memberikan kami kesempatan untuk melaksanakan Kepaniteraan Klinik Ilmu
Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Sukodono.
2. dr. Yeni Rahmawati, selaku Dokter Pembimbing Lapangan yang membimbing
kami selama di Puskesmas Sukodono.
3. dr. Titik Kuntari, MPH, selaku Dokter Pembimbing Stase Ilmu Kesehatan
Masyarakat yang telah membimbing kami
4. Para staf Puskesmas Sukodono yang mendukung dan ikut membantu
terlaksananya kegiatan promkes.
5. Para tokoh masyarakat, ibu-ibu kader, dan bidan Desa Karang Anom yang
sudah membantu terlaksananya kegiatan ini.
6. Orang tua kami yang telah banyak memberikan doa dan dukungan selama
kami menjalani kegiatan kepanitraan klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat ini.


4

Oleh karena berbagai keterbatasan yang kami miliki kami sadar masih
banyak sekali kekurangan dalam pengerjaan laporan ini, karena itu dengan segala
kerendahan hati kami menerima segala kritik dan masukan yang membangun
untuk menjadi koreksi dan perbaikan di masa yang akan datang. Atas
perhatiannya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak.

Karanganom, 18 Juli 2014

Dokter Muda FKUII



















5

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Ada beberapa visi yang telah dirumuskan oleh Departemen Kesehatan
dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat 2015.Indonesia mencanangkan suatu
program yang bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki
prilaku hidup sehat dan bersih (PHBS).Adapun slogan program tersebut adalah
Indonesia sehat 2010.Tetapi karena indikator-indikatornya belum terpenuhi, maka
program tersebut diperbaharui dengan selogan baru berupa Indonesia Sehat 2015
(Depkes RI, 2010).
Sehat memiliki banyak definisi, Badan kesehatan dunia WHO dan
Departemen Kesehatan Republik Indonesia sendiri memiliki definisi mengenai
sehat. Defini sehat menurut WHO tidak mengalami perubahan sejak tahun 1947
hingga sekarang, sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik maupun
mental serta social serta tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan.
Sedangkan menurut Depkes RI diatur dalam undang-undang No. 23 Tahun 1992,
sehat merupakan keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial serta ekonomi,
artinya kesehatan harus dilihat sebagai suatu kesatuan yang utuh yang meliputi
unsur fisik, mental dan sosial yang didalamnya juga termaksud kesehatan jiwa.
Di Negara Indonesia kebijakan kesehatan yang disebut kebijakan
Indonesia sehat 2010 yang memiliki 3 pilar utama yaitu lingkungan sehat, prilaku
sehat dan pelayanan kesehatan bermutu adil dan merata. Untuk mendukung
pencapaian visi Indonesia Sehat 2010 pemberintah juga menetapkan Sistem
kesehatan Nasional (SKN) dengan keputusan Mentri Kesehatan No.
131/Menkes/SK/II/2004 dan salah satu subsistem pemberdayaan masyarakat.
Kebijakan nasional promosi kesehatan untuk mendukung upaya peningkatan
prilaku sehat ditetapkan Visi Nasional Promosi Kesehatan sesuai Keputusan
Mentri Kesehatan RI No. 1193/MENKES/SK/X/2004 yaitu Prilaku Hidup Bersih
dan Sehat 2010 (PHBS 2010). Untuk melaksanakan program Prmosi Kesehatan
di Daerah telah ditetapkan Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah
6

dengan keputusan Mentri Kesehatan RI No. 1114/Menkes/SK/VIII/2005 (Depkes
RI, 2008).
Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan sangat banyak baik
kesehatan pada individu, maupun kesehatan suatu masyarakat, sebagaimana
dijelaskan oleh Hendrik L. Bloem bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi
derajat kesehatan adalah keturunan atau kependudukan, lingkungan, pelayanan
kesehatan dan yang terakhir adalah prilaku dari individu tersebut (Hartoyo, 2007).
Keempat faktor tersebut dapat mempengaruhi langsung terhadap status
kesehatan.Apabila status kesehatan ingin maksimal, maka keempat faktor tersebut
harus dapat terpenuhi secara optimal.Begitupun sebaliknya, jika keempat faktor
tersebut tidak dijalani secara maksimal atau tidak terpenhi salah satunya maka
dikatakan bahwa status kesehatan menjadi terganggu, sehingga dapat dikatakan
tidak optimal dan kondisi menjadi bergeser (Notoatmodjo, 2003).
Untuk mengendalikan empat faktor tersebut, salah stu program
pemberintah yang diselenggarakan oleh PBB yaitu Millenium Development Goals
(MDGs) dengan delapan targetnya antara lain menurunkan kematian anak dan
meningkatkan kesehatan ibu, serta memerangi HIV AIDS, Malaria maupun
penyakit lainnya.
WHO bekerjasama dengan pemberintah Indonesia menetapkan indicator-
indikator yang harus dicapai untuk mencapai sasaran pembangunan millennium
(millennium development goals/ MDGs). MDGs merupakan suatu program yang
mempunyai target dan batas waktu yang dirumaskan untuk mengatasi kelaparan,
kemiskinan, diskriminasi perempuan, pendidikan, perbaikan kualitas lingkungan
kesehatan ibu dan anak (KIA), serta pengendalian penyakit (Kemenkes, 2010).
Pada September 2000 ditetapkan Deklarasi Millenium PBB berisi tentang :
a. Pemberantasan kemiskinan dan kelaparan. Target tahun 2015, mengurangi
setengah dari penduduk dunia yang penghasilannya dibawah 1 US dolar per
hari dan yang mengalami kelaparan
b. Pendidikan dasar yang merata. Target tahun 2015, setiap anak laki-laki dan
permpuan di pastikan menyelesaikan pendidikan tahap dasar.
7

c. Pemberdayaan perempuan dan penyetaraan gender. Target tahun 2015,
mengurangi diskriminasi gender.
d. Mengurangi angka kematian anak. Target tahun 2015, mengurangi sebanyak
2/3 angka kematian anak dibawah 5 tahun.
e. Mengurangi angka kematian ibu. Target tahun 2015, mengurangi sebanyak
2/3 angka kematian ibu dalam persalinan.
f. Pemberantasan HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lain. Target tahun 2015,
menanggulangi dan mencegah penyebaran HIV, malaria dan penyakit lainnya.
g. Menjamin lingkungan hidup yang berkualitas.
Beberapa sasaran yang dicapai dalam pembangunan kesehatan menuju
Indonesia sehat 2015, antara lain :
a. Prilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS)
b. Lingkungan sehat
c. Upaya kesehatan
d. Manajemen pembangunan kesehatan
e. Derajat kesehatan
PHBS meliputi banyak aspek, misalnya tentang Gizi, tentang kesehatan
lingkungan kesehatan ibu dan anak dan sebagainya.PHBS juga memiliki indicator
untuk rumah tangga untuk memberdayakan anggota keluarga agar tahu, mau dan
mampu melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan yang ada di masyarakat. Berikut 10 indikator PHBS di rumah
tangga :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi ASI ekslusif
3. Menimbang bayi dan balita
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik nyamuk di rumah
8. Makan buah dan sayur setiap hari
9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
8

10. Tidak merokok di dalam rumah
Upaya untuk menerapkan PHBS kepada masyarakat tentu tidak semudah
teori yang ada, untuk itu guna terwujudnya Indonesia Sehat 2015 prilaku tersebut
harus dimulai dari tingkatan paling dasar yaitu tingkat keluarga, RT, RW, dusun,
desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga Negara. Untuk tingkat keluarga
hingga desa bisa dilakukan dengan mewujudkan desa siaga.Desa siaga merupann
suatu kondisi masyarakat tingkat desa yang memiliki kesiapan sumber daya
potensial dan kemampuan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan
kegawatdaruuratan kesehatan secara mandiri.

1.2.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana gambaran prilaku kesehatan, dan lingkungan masyarakat Desa
Karanganom?
2. Bagaimana dan apa saja masalah kesehatan masyarakat di Desa Karanganom?















9

BAB II. METODE PENGAMBILAN DATA

2.1 Tahapan Kegiatan
Berikut adalah tahap tahap kegiatan yang dilakukan:
2.1.1 Pra SMD
Pra SMD adalah tahapan kegiatan yang akan dilakukan sebelum SMD
atau Survey Mawas Diri dan MMD atau Musyawarah Masyarakat Desa , kegiatan
ini berupa pertemuan dengan para pejabat dan perangkat desa termasuk bidan
desa yang intinya adalah untuk memperkenalkan diri sebagai Dokter Muda
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dan tujuan kegiatan yang akan
dilaksanakan di desa oleh para DM FK UII. Setelah perkenalan dan
memberitahukan maksud dan tujuan kemudian diizinkan oleh pihak desa maka
akan dilakukan selanjutnya adalah pengambilan data berupa kuisioner yang akan
disebarkan keseluruh penjuru desa. Untuk mendapatkan jumlah sampel yang
dibutuhkan untuk bahan SMD maka digunakan perhitungan menurut rumus slovin
1. Metode Sampling
Rumus slovin yang digunakan :


Keterangan :
N = jumlah populasi yang diketahui
e = presisi/tingkat kesalahan yang ditetapkan adalah 10 %
Sehingga : n =

= 98
Sesuai dengan tekhnik pengambilan sampling maka terdapat effect design
sebanyak 1,5 kali lipat dari hasil penghitungan sampel sehingga sampel yang
kami gunakan menjadi 147 sampel kemudian kami genapkan menjadi 150
sampel.
2. Tekhnik Pengambilan Sampling
Metode pengambilan sampling yang akan digunakan adalah metode cluster
sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana pemilihan mengac pada
kelompok bukan pada individu.Kebetulan saja sehingga diambil lah sampelDi
10

desa Kranganom terdapat 3 kebayanan yang kemudian dipisah lagi menjadi
per RT dan kuisioner diberikan per RT yang sudah terpilih ketika dilakukan
pengocokan tersebut yang disebarkan ke setiap rumah warga

2.1.2 Survey Mawas Diri (SMD)
Survey Mawas Diri atau dikenal dengan SMD adalah ajang atau kegiatan
perkenalan DM FK UII yang akan melaksanakan kegiatan di desa selama
beberapa minggu. Kegiatan SMD ini berupa penyebaran atau pembagian
kuisioner yang telah disediakan oleh Dokter Muda Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Indonesia, pembagian kuisioner ini dibagikan menurut RT yang
ada di desa Karanganom, Sukodono, Sragen dan terpilih secara acak dari
pengocokan, yaitu RT 2, 4, 8, 14, 18 dan 20. Terdapat 3 Kebayanan yang di
dalamnya terdiri dari 20 RT,
kuisioner dibagikan oleh DM FK UII ke setiap rumah.
SMD ini dilakukan setelah tahap Pra SMD dimana SMD ini mempunyai
tujuan yaitu :
3. Untuk mengetahui masalah kesehatan utama yang ada didesa Karanganom
Kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen Jawa Tengah
4. Mendeteksi potensi potensi yang ada di desa sehingga kelak dapat
dikembangkan menjadi lebih maju lagi
5. Mengetahui keadaan kesehatan dan keadaan lingkungan di desa Karanganom
kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen Jawa Tengah.
Pada pelaksanaan SMD ini, DM FK UII dibantu oleh bidan bidan desa
Karanganom yang menunjukan jalan serta memperkenalkan diri terhadap
perangkat desa dan kader kader posyandu balita ataupun lansia. Kuisioner yang
dibagikan kepada segenap warga desa Karanganom adalah berisi beberapa daftar
pertanyaan yang meliputi beberapa aspek, aspek aspek yang ditanyakan adalah ;
1. Identitas Keluarga yang mencakup mulai dari anggota keluarga, pekerjaan,
dan penghasilan sehari hari .
2. Aspek Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan gizi
3. Aspek Pelayanan dan Pembiayaan Kesehatan
11

4. Aspek Rumah dan Lingkungan
5. Aspek Surveilans dan Penyakit
6. Aspek Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
1. Prioritas Masalah
Setelah mendapatkan hasil dari Survey Mawas Diri dalam bentuk
jawaban jawaban di kuisioner maka kemudian data dikumpulkan dan
dikumpulkan untuk menentukan prioritas masalah dari semua msaalah yang
muncul.Cara menentukan dan memprioritaskan masalah di desa Karanganom
kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen adalah dengan menggunakan PAHO
atau Pan American Health Organisation. PAHO ini sendiri adalah salah satu
metode yang digunakan untuk mengukur prioritas masalah dengan tolak ukur
prevalensi, keinginan masyarakat untuk menunjukan besarnya masalah,
keuntungan sosial yang diperoleh bila masalah tersebut diselesaikan daan
tekhnologi yang tersedia dimana penentuan bobot dari tiap tiap masalah yang
ditemukan ditentukan oleh orang yang ahli di dalam bidangnya seperti
contohnya dokter puskesmas, bidan desa, dokter muda dan sebagainya.
(Sutedja, 2005).
2. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
MMD dilakukan setelah SMD selesai. MMD ini untuk
menginformasikan kepada seluruh masyarakat desa Karanganom tentang hasil
dari SMD dan dilakukan dengan cara mengumpulkan perangkat dan pejabat
desa serta bidan bidan desa dan dokter-dokter puskesmas dengan tujuan untuk
memecahkan masalah secara bersama. Beberapa tujuan penting dari MMD ini
adalah :
1. Ajang silahturahmi antara Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas
Islam Indonesia dengan dokter Puskesmas Sukodono dan pejabat desa
Karanganom serta perangkat desa Karanganom.
2. Menginformasikan kepada masyarakat desa Karanganom mengenai hasil
dari survei berupa kuisioner
3. Bekerja sama dan berdikusi untuk mencari jalan keluar dari masalah
masalah yang ditemukan berdasarkan hasil survei mawas diri (SMD).
12

4. Merumuskan bersama penyebab masalah yang terjadi sehingga bisa dicari
cara untuk pencegahannya.
5. Menyusun rencana kegiatan dari jalan keluar yang telah di sepakati
bersama.
6. Identifikasi Masalah
Masalah pasti ditemukan disetiap kegiatan yang hendak dilakukan,
sehingga dibutuhkan alur untuk memecahkan masalah tersebut dan mencari
jalan keluarnya, terdapat alur pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk
setiap masalah yaitu:


Alur Pemecahan Masalah

Data yang didapatkan dari hasil SMD oleh Dokter Muda Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Indonesia beserta bidan desa dilakukan pada
tanggal 1-5 Juli 2014 di Desa Karanganom Kecamatan Sukodono Kabupaten
Sragen dengan cara menyebarkan kuisioner kepada seluruh masyarakat desa
Karanganom yang terdiri dari 20 RT.


Selesai
Kesimpulan dan Saran
Usulan Perubahan / Pemecahan
Pengolahan data
Pengumpulan Data
Identifikasi Masalah
Observasi
Mulai
13


2.1.3 Intervensi
Setelah data terkumpul kemudian dilakukan MMD dibalai desa
Karanganom, disusun pula rancangan kegiatan untuk menyelesaikan masalah
tersebut atau biasa disebut dengan plan of action (POA) yang kemudian dilakukan
oleh Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia untuk seluruh
masyarakat Desa Karanganom Kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen Provinsi
Jawa Tengah.























14


BAB III. HASIL SURVEY MAWAS DIRI
Pada kegiatan SMD dilakukan wawancara dan pemeriksaan di rumah
warga yang berpedoman berdasarkan kuisioner Hasil survei tersebut kemudian di
rekap dan diolah, berikut hasil survei yang telah direkapitulasi:
3.1. Profil Desa
1. Keadaan Geografis
Kecamatan Sukodono adalah salah satu kecamatan yang berada di kota
Sragen, yang satu kecamatannya terdiri dari 9 kelurahan dan wilayahnya
berbatasan dengan:
1. Sebelah Utara :Kabupaten Grobogan
2. Sebalah Selatan :Kecamatan Sidoharjo
3. Sebelah Barat :Kecamatan Mondokan
4. Sebelah Timur :Kecamatan Gesi
Salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Sukodono adalah kelurahan
Karanganom yang terdiri dari 15 pedukuhan, 3 kebayanan dan 22 RT.
Letak Wilayah
- Jarak Pusat Pemerintahan Desa dengan :
Pemerintah Kecamatan : 2 KM
Ibukota Kabupaten : 30 KM
- Desa Karanganom dengan batas :
Sebelah Utara : Desa Baleharjo
Sebelah Timur : Desa Gebang
Sebelah Selatan : Desa Majenang
Sebelah Barat : Desa Kedawung





15

Demografi
Kepadatan penduduk kelurahan Karanganom adalah sebagai berikut:
JumlahPenduduk : 4.559 jiwa
Laki-laki : 2.066 jiwa
Perempuan : 2.493 jiwa
JumlahKK : 1.190 KK
Jumlah kebayanan : 3 Kebayanan
JumlahRW : - RW
JumlahRT : 20 RT
1. Luas Wilayah
Luas Wilayah Desa Karanganom adalah 552 Ha dengan rincian sebagai
berikut :
Sawah : 113,8675 Ha
Tegalan : 258,9485 Ha
Pekarangan : 165,2045 Ha
Kuburan : 3,0000 Ha
Lain-lain : 11,5000 Ha

2. Mata Pencaharian
Sebagian besar masyarakat desa Karanganom bermata pencaharian
sebagai petani, dengan jumlah penduduk kurang lebih 4000 jiwa, 80% nya atau
sekitar 3200 jiwa adalah petani, dengan sisanya terbagi dalam beberapa mata
pencaharian seperti pedagang, buruh bangunan/buruh serabutan, bidan, perawat,
pegawai negeri sipil (PNS), dan guru.
3. Tingkat Pendidikan
Sebagian besar masyarakat Karanganom merupakan lulusan SMP, SMA
dengan lulusan perguruan tinggi setara sarjana masih sangat minim.
4. Kondisi sosial
Masyarakat desa Karanganom mayoritas beragama Islam, dengan
banyaknya agama ini maka terdapat beberapa tempat ibadah pula, terdapat satu
16

masjid besar yang terletak tidak jauh dari balai desa dan beberapa mushola kecil
pada setiap pedukuhan, minimal terdapat satu mushola pada satu dukuh dengan
kegiatan pengajian rutin yang diadakan minimal seminggu sekali di setiap
pedukuhan. Sedangkan agama lain seperti Katolik/Kristen tidak diketahui berapa
jumlahnya akan tetapi ada beberapa masyarakat yang menganut keyakinan
tersebut tetapi tidak ada tempat ibadah seperti gereja di desa Plosokerep.
Sedangkan tidak terdapat masyarakat yang beragama Hindu/Budha di desa ini.
5. Sarana Dan Prasarana Pendidikan
Terdapat 3 SD di desa Karanganom dengan jumlah guru 9 guru, dan tidak
terdapat SMP dan SMA
6. Bidang Kesehatan
1. Posyandu
URAIAN Balita Lansia
JumlahPosyandu 9 3
Jumlah Kader 25 10

2. Sarana dan prasana
URAIAN JUMLAH
Jumlah RS (Negeri/Swasta) -
Jumlah RSB / RB -
Puskesmas 1
PuskesmasPembantu -
Poliklinik (Negeri/Swasta) 2
Polindes / PKD 1
Posyandu 9
Dokter/Bidan/MantriPraktek 2
Apotik / TokoObat 1



17


1. Poin Pada Kuisioner
1. Akses Pelayanan Dan Pembiayaan Kesehatan
Desa Karanganom dari 20 RT, dengan jumlah responden 93 KK
1. Berobat jika sakit
Tempat Berobat Jumlah Presentase
Tenaga Kesehatan 147 KK 100%
Tradisional 0 KK 0%
Diobati sendiri 0 KK 0%
Lainnya 0 KK 0%
Total 147 KK 100%

2. Jarak rumah dengan pelayanan kesehatan
Jarak Rumah- Fasilitas
Kesehatan
Jumlah Presentase
< 1 Km 17 10 %
1-5 Km 100 71,4 %
6-10 Km 30 18,6 %
>10 Km 0 0 %
Total 147 100 %

3. Sarana transportasi
Sarana Transportasi Jumlah Presentase
Jalan Kaki 14 7,8 %
Kendaraan Pribadi 97 69,2 %
Angkutan Umum 36 23 %
Total 147 100 %

4.Apakah keluarga anda adalah peserta asuransi kesehatan
Peserta Asuransi Jumlah Presentase
Jamkesmas 18 10,8 %
Iuran Dana Sehat - 0 %
18

Askes 12 5,7%
Tabulin - 0 %
Tidak Punya 117 83,5 %
Total 147 100%

1. KIA, KB dan Imunisasi
No. Pertanyaan Jawaban Jumlah Persentase
1.
Mempunyai balita
atau ibu hamil
Ya
Tidak
84
56
60%
40%
2.
Bila ada ibu hamil
dimana rencana
tempat melahirkan
Rumah sakit
Bidan
Dukun
Rumah sendiri
0
84
0
0
0%
100%
0%
0%
3.
Siapa rencana
penolong
persalinannya
Dokter
Bidan
Dukun
Sendiri
21
63
0
0
25%
75%
0%
0%
4.
Berapa kali periksa
kehamilan
Tidak pernah
1-3
4 atau lebih
54
30
0
64%
35,7%
0%
5. Gangguan saat hamil
Ya
Tidak
66
18
78,6%
21,4%
6.
Penolong persalinan
anak terakhir
Dokter
Bidan
Dukun
Sendiri
13
71
0
0
15,4%
84,6%
0%
0%
7.
Pernah terjadi
kematian (1 tahun
terakhir)
4 2,8%
8. Pernah ada bayi Ya 9 10,7%
19

BBLR Tidak 75 89,3%
9. Imunisasi lengkap
Ya
Tidak
78
6
92,8%
7,2%
10.
Berapa kali anak
ditimbang di
posyandu (dalam 1
tahun)
1-7 kali
8 kali atau lebih
24
60
28,6%
83,4%
11.
Ada balita gizi
kurang /BGM /buruk
Ya
Tidak
34
113
23%
77%
12.
Diberikan ASI
eksklusif
Ya
Tidak
44
96
31,4%
68,6%
13.
Apakah
menggunakan alat
kontrasepsi
Ya
Tidak
102
38
72,9%
27,1%
14.
Keluarga terbiasa
sarapan
Ya
Tidak
121
19
86,4%
13,6%
15. Menu seimbang
Ya
Tidak
87
53
62,1%
37,9%
16.
Menggunakan garam
beryodium
Ya
Tidak
126
14
90%
10%

2. Surveilans
Dalam 3 bulan terakhir
No. Masalah Kesehatan Jumlah Presentase
1. Batuk Pilek 100 70,7%
2. Malaria 0 0%
3. Demam Berdarah 3 2,1%
4. TBC 0 0%
5. Demam Tifoid 0 0%
6. Gatal-gatal 21 15%
20

7. Sesak Nafas 10 5%
8. Diare 17 7,2%
9. Campak 0 0%
10. Varicella 0 0%
11. Hepatitis 0 0%
12. Flu Burung 0 0%
Total 147 100%

3. Lingkungan
1. Rumah tersedia jamban
Rumah Dengan Jamban Jumlah Presentase
Ada, memenuhi Syarat 139 95 %
Ada, tidak Memenuhi Syarat 8 5 %
Tidak ada jamban 0 0 %
Total 147 100%

2. Jarak pembuangan kotoran dengan sumber air bersih
Jarak Jumlah Presentase
<10 meter 16 10%
>10 meter 131 90%
Total 147 100%

3. Penyediaan air bersih
Penyediaan air bersih Jumlah Presentase
Sumur 80 54,5 %
PDAM 45 24,5 %
Sungai 22 21%
Total 147 100%

1. Kualitas air bersih
Kualitas Jumlah Presentase
Bebas dari pencemaran 147 100 %
21

Tidak berasa, tidak berbau,
tidak berwarna
0 0 %
Tidak berasa, berbau, keruh 0 0%
Total 147 100%

3. Kamar Mandi
Kamar Mandi Jumlah Presentase
Di luar 18 7,9 %
Di dalam 129 92,1 %
Total 147 100%

1. Jenis Kamar Mandi
Jenis Kamar Mandi Jumlah Presentase
Terbuka 9 5 %
Tertutup 138 95 %
Total 147 100%

2. Lantai kamar mandi
Lantai kamar mandi Jumlah Presentase
Tanah 48 26,4 %
Semen 64 65,7 %
Keramik 35 7,9%
Total 147 100%

3. Limbah Kamar Mandi
Limbah Kamar Mandi Jumlah Presentase
Tergenang di pekarangan 61 43,6%
Sawah/Kebun 13 9,3%
Selokan/Sungai 66 47,1%
SPAL 0 0%
Total 147 100%

22


4. Sampah rumah tangga
Tempat Sampah RT Jumlah Presentase
Tertutup 9 5 %
Terbuka 12 6,4 %
Tidak Tersedia 126 88,6 %
Total 147 100%

5. Pembuangan air limbah dapur
Limbah dapur Jumlah Presentase
Tersedia 94 62,1%
Tidak Tersedia 53 37,9%
Total
147 100%

6. Jendela
Jendela Jumlah Presentase
Ada diseluruh ruangan 11 5%
Ada hanya pada sebagian ruang 136 95%
Tidak ada 0 0%
Total 147 100%

1. Ventilasi rumah
Ventilasi rumah Jumlah Presentase
Ada jendela, ada lubang angin 130 97,9%
Ada jendela, tidak ada lubang
angin
17 2,1%
Tidak ada 0 0%
Total 140 100%




23


2. Ventilasi dapur
Ventilasi dapur Jumlah Presentase
Ada jendela, ada lubang angin 110 77,1%
Ada jendela, tidak ada lubang
angin
28 15%
Tidak ada 9 7,9%
Total 147 100%

3. Lantai rumah
Lantai rumah Jumlah Presentase
Tanah 10 5,7 %
Semen pada sebagian rumah,
sebagian tanah
86 57,9 %
Semen pada seluruh ruangan 19 13,6
Keramik pada sebagian ruang 26 18,6%
Keramik pada seluruh ruangan 6 4,2%
Total 147 100%

4. Ruang tidur
Ruang tidur Jumlah Presentase
Terang dan tidak lembab 128 88,6%
Ada, tidak terang dan lembab 19 11,4%
Tidak ada ruang tidur 0 0
Total 147 100%

5. Atap rumah
Atap rumah Jumlah Presentase
Seng/genting 147 100%
Anyaman ijuk/daun kelapa 0 0%
Total 147 100%


24


6. Langit-langit Rumah
Langit-langit Jumlah Presentase
Asbes 24 15,7%
Triplex 36 24,3%
Anyaman Bambu 5 2,9%
Tidak Ada 82 57,1%
Total 147 100 %

7. Kandang Ternak
Kandang Ternak Jumlah Presentase
Terpisah Rumah 42 27,1 %
Menjadi satu
10 6,4 %
Tidak ada 95 66,5 %
Total 147 100 %

1. Jenis hewan ternak
Jenis hewan ternak Jumlah Presentase
Unggas 20 12,1%
Hewan berkaki empat 32 21,4%
Ikan 0 0%
Tidak ada 95 66,5%
Total 147 100%

2. TOGA
Memiliki TOGA Jumlah Persentase
Ya, minimal 3 jenis 31 20,7%
Ya, kurang dari 3 jenis 54 37,1%
Tidak 62 42,2%
Total 140 100%

25


3. Cahaya matahari yang masuk kedalam rumah
Cahaya matahari Jumlah Presentase
Ya, minimal 30 19,3%
Ya, cukup 117 80,7%
Total 147 100%

4. Kepadatan hunian
Kepadatan hunian Jumlah Presentase
Padat 48 32,9%
Cukup 70 48,6%
Tidak padat 29 18,5%
Total 147 100%

1. Perilaku Kesehatan
No. Pertanyaan Jawaban Jumlah Presentase
1.
Apakah ada anggota
keluarga anda yg merokok?
Ya
Tidak
105
42
72%
28%
2.
Apakah anggota keluarga
anda terbiasa mencuci
tangan dengan sabun
sebelum makan?
Ya
Tidak
137
10
92,1%
7,9%
3.
Apakah anggota keluarga
anda biasa menggosok gigi
2 kali sehari?
Ya
Tidak
130
17
88,6%
11,4%
4.
Apakah ada anggota
keluarga anda yg minum
miras/narkoba
Ya
Tidak
4
143
2,9%
97,1%
5.
Apakah anggota keluarga
anda melakukan
pemberantasan sarang
Ya
Tidak
117
30
80,7%
19,3%
26

nyamuk (PSN) seminggu
sekali?
6.
Apakah anggota keluarga
anda melakukan aktifitas
fisik/olah raga?
Ya
Tidak
65
92
44,2%
62,8%
7.
Apakah keluarga anda
terbiasa mandi 2 kali sehari?
Ya
Tidak
124
23
86,4%
13,6%
8.
Apakah keluarga anda
mempunyai tanaman obat
keluarga?
Ya
Tidak
86
61
57,9%
42,1%
9.
Apakah keluarga anda biasa
minum dengan air yg
dimasak lebih dahulu?
Ya
Tidak
147
0
100%
0%
10.
Apakah keluarga anda biasa
BAB di jamban?
Ya
Tidak
147
0
100%
0%
11.
Apakah keluarga anda biasa
mencuci tangan dengan
sabun setelah BAB?
Ya
Tidak
121
26
82,9%
17,1%
12.
Apakah keluarga anda
membuang sampah pada
tempatnya?
Ya
Tidak
117
30
76,4%
23,6%
13.
Apakah keluarga anda biasa
makan 3 kali sehari?
Ya
Tidak
100
47
70,7%
29,3%

Dari hasil pelaksanaan Survei Mawas Diri (SMD) yang telah dilakukan,
didapatkan enam masalah kesehatan terbanyak di masyarakatyaitu:
1. BPJS dan Pembiayaan kesehatan
2. Merokok
3. Pengelolaan sampah
4. Demam berdarah
5. Gizi
27

6. Zat berbahaya dalam makanan
Pelaksanaan penentuan prioritas masalah pada Musyawarah Masyarakat
Desa (MMD) dilakukan pada tanggal 17 Juli 2014 di Desa Karanganom. Metode
yang digunakan untuk menentukan prioritas masalah adalah metode Hanlon
dimana masing-masing masalah diberikan nilai sesuai 4 kriteria yang telah
ditentukan dengan nilai 1-10. Kriteria yang dinilai adalah magnitude (kepentingan
masalah), severity (keparahan), vulnerability (kemudahan ditangani), dan
community concern (minat masyarakat). Hasil analisis yang kami dapatkan adalah
sebagai berikut :
M S V C Total
Pengelolaan Sampah 9 9 7 8 4536
Demam Berdarah 9 9 7 7 3969
Merokok 9 8 6 9 3888
BPJS+Pelayanan Kesehatan 8 8 6 6 2304
Gizi dan Zat berbahaya dalam
makanan
9 7 6 6 2268




BAB IV. Plan of action (POA) Prioritas Masalah Fisik
Masalah Alasan Rencana
Action
Rencana
Waktu
Tempat Sasaran Alat Biaya
Pengelolan
Sampah
- belum ada
pengelolaan
sampah terpadu
- sebagian warga
masih membakar
sampah
- belum ada TPA
dan Truk
pengangkut sampah
Pembuatan
media kompos
di satu rumah
warga sebagai
percontohan
Minggu ke 7 Rumah
Warga
Warga Desa
Karang Anom
- 2 Sekop
-10 Kayu
batangan
-1 Cat Putih
-1 Cat Merah

Pemberian
penyuluhan
dan
penjelasan
terkait
pengelolaan
sampah
sederhana
Minggu ke 5 Kantor
Kelurahan
Warga
Kecamatan
Sukodono,
Kader dan
Tokoh
Masyarakat
- Proyektor
- Laptop
- Mic +
Speaker
Kerja sama
dengan tukang
pengangkut
sampah yang
bisa di daur
ulang
Minggu ke 7 Desa
Karang
Anom
Tukang
Rongsok atau
Pengumpul
barang bekas
-
Demam Berdarah - Adanya 1
kematian akibat
BD sehingga
PSN Minggu ke 4 Desa
Jatitengah
dan Desa
Warga Desa
Jatitengah dan
Desa Karang
- Senter
29

menjadikan KLB
- Kurangnya
kesadaran untuk
mengurangi faktor
risiko (3M+)
Karang
Anom
Anom
Penyuluhan Minggu ke 5 Balai Desa Warga Desa
Karang Anom,
Kader dan para
tokoh
masyarakat
- Proyektor
- Laptop
- Mic +
Speaker
Merokok - Tidak sesuai
dengan PHBS
- Angka perokok
dalam rumah masih
tinggi
Penyuluhan Minggu ke 5
Dan Minggu ke
7
Balai Desa
Dan SMP
PGRI 5
Sukodono
Warga
Sukodono,
Kader, para
tokoh
masyarakat dan
Siswa SMP
PGRI 5
Sukodono
- Proyektor
- Laptop
- Mic +
Speaker
Pemberian
Poster
Minggu ke 7 SMP PGRI
5 Sukodono
Siswa SMP
PGRI 5
Sukodono
- 4 lembar
poster
BPJS +
Pelayanan
Kesehatan
- Pengetahuan
masyarakat masih
minin
- BPJS diwajibkan
mulai 2015
Penyuluhan Minggu ke 5 Balai Desa Warga Desa
Karang Anom,
kader dan para
tokoh
masyarakat
- Proyektor
- Laptop
- Mic +
Speaker
Gizi dan Zat
berbahaya dalam
- pola asuh tidak
sesuai gizi
Penyuluhan Minggu ke 5
dan Minggu ke
Balai Desa
dan
Warga Desa
Karang Anom,
- Proyektor
- Laptop
30

makanan - warga tanpa
disadari masih
menggunakan zat
berbahaya
7 Puskesmas Kader dan para
Tokoh
Masyarakat
- Mic +
Speaker
Pemberian
Poster dan
flipchart
Minggu ke 7 Puskesamas Kader - 30 Poster
-3 Flipchart

BAB V. PELAKSANAAN INTERVENSI


5.1. Pengelolaan Sampah
Program pengeloaan sampah meliputi 3 tahapan, yaitu penyuluhan,
pembuatan tempat sampah organik dan memberikan percontohan pemilahan
sampah organik dan anorganik serta contoh pembuatan kompos dari sampah
organik
5.1.1. Penyuluhan
Penyuluhan mengenai pengelolaan sampah dilakukan 21 Juli 2014 pukul
10.00 WIB bertempat di balai Desa Karanganom. Penyuluhan dilaksanakan oleh
dokter muda. Acara dihadiri oleh para perangkat desa, bidan desa dan para warga
Karanganom. Materi penyuluhan yang disampaikan antara lain penjelasan
mengenai jenis-jenis sampah rumah tangga, cara memilah antara sampah organik
dan anorganik, dan pemanfaatan sampah dalam hal ini sampah organik dijadikan
kompos.
5.1.2. Pengelolaan Sampah
Pembuatan tempat sampah dilakukan tanggal 5 Agustus 2014. Kami
membuat tempat sampah untuk pengelolaan sampah organik menjadi kompos
dengan menggali lubang sedalam 1 meter, panjang 1 meter dan lebar 1 meter
sebanyak 1 unit di depan tempat praktik bidan desa Karanganom. Karena atas
pertimbangan kami tempat praktik bidan ini merupakan sarana promosi paling
baik karena merupakan sarana pelayanan kesehatan yang bisa dijadikan contoh
,selalu ramai dengan pasien yang berobat sehingga banyak orang yang melihat
dan lokasi strategis karena berada di pinggir jalan. Tempat sampah ini kami beri
tanda sebagai contoh pengelolaan tempat sampah organik yang bisa menghasilkan
kompos beserta keterangan untuk membuat tempat sampah organik bisa menjadi
32

kompos. Dan diharapkan masyarakat dapat melihat dan mempraktekkannya di
rumah masing-masing.
5.1.4. Demonstrasi
Demonstrasi pengelolaan sampah organik dilaksanakan tanggal 6 Agustus
2014 pukul 09.00 WIB di tempat prakitk bidan desa Karanganom yang diikuti
oleh Bapak Kepala Desa dan stafnya, dokter Kepala Puskesmas, bidan desa dan
dokter muda FK UII.
5.2. Penanggulangan Demam Berdarah
Program penanggulangan demam berdarah meliputi 2 tahapan yaitu
program pemberantasan sarang nyamuk ( PSN ) dan penyuluhan pencegahan
demam berdarah dengan 3 M plus.
5.2.1. Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN )
Program PSN dilakukan tanggal 15, 16 dan 17 Juli 2014 dengan cara door
to door ke rumah warga desa Karanganom,dengan melihat bak mandi dan tempat
penampungan airnya. Jika terdapat jentik jentik nyamuk kami menghimbau
untuk di kuras. Dan jika terdapat tempat yang bisa untuk menampung air kami
meminta kepada warga untuk menutupnya agar tidak berkembang menjadi sarang
nyamuk
5.2.2. Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah
Penyuluhan tentang pencegahan demam berdarah dilaksanakan di balai
desa Karanganom yang dihadiri oleh perangkat desa, para kader desa, bidan desa
dan warga Karanganom. Materi penyuluhan menjelaskan tentang pencegahan
demam berdarah dengan metode 3 M plus.



33

5.3. Penyuluhan Bahaya Merokok
Penyuluhan tentang bahaya merokok dilaksanakan 2 kali, yaitu pada saat
pelaksanaan MMD dan pada saat kegiatan promosi kesehatan yang diadakan di
SMP PGRI 5. Selain dilakukan penyuluhan tentang bahaya rokok juga dibagikan
leaflet dan poster tentang bahaya rokok di SMP dan Puskesmas. Hal ini dilakukan
agar warga semakin sadar tentang bahaya rokok dan menghentikan kebiasaan
merokok.
5.4. Penyuluhan BPJS
Penyuluhan BPJS dilakukan pada saat pelaksanaan MMD, yang dihadiri
oleh perangkat desa, dokter puskesmas, bidan desa dan para kader. Penyuluhan ini
bersifat sosialisasi tentang program BPJS, diharapkan setelah penyuluhan ini para
kader semakin tau tentang program BPJS dan menyebarluaskan kepada para
warga.
5.5. Penyuluhan Gizi dan Zat Berbahaya yang terkandung dalam
Makanan
Penyuluhan gizi dan zat berbahaya dalam makanan dilaksanankan pada
saat pelaksanaan MMD dan di puskesmas.








34

BAB VI. EVALUASI
1. Pengelolahan Sampah
Kendala yang dialami terkait masalah pengelolaan sampah adalah kecilnya
animo masyarakat untuk membentuk bank sampah yang merupakan salah satu
solusi yang dapat diaplikasikan terhadap daerah tersebut sehingga bank sampah
tidak dapat terbentuk. Selain tidak dapat terbentuknya bank sampah, kesadaran
warga juga kurang tinggi untuk mengelola sampah rumah tangga secara mandiri
seperti memilah sampah organik dan anorganik kemudian mengolahnya menjadi
kompos bagi sampah organik serta menjadikan bahan kerajinan ataupun menjual
ke tukang loak sampah anorganik, kebanyakan warga lebih memilih untuk
membakar sampah.
2. Demam berdarah
Kurangnya antusiasme warga saat dilakukan kunjungan sekaligus
mengajarkan cara pemberantasan sarang nyamuk menjadi salah satu kendala
keberhasilan intervensi ini sulit dicapai disamping kurang nya SDM untuk terjun
langsung kelapangan melakukan kunjungan pemberantasan sarang nyamuk
menyebabkan kurang luas nya daerah jangkauan intervensi
3. Merokok
Kendala yang dialami saat melakukan intervensi terkait masalah merokok
yaitu penyuluhan terhadap siswa siswi SMP adalah kurangnya minat siswa
siswi untuk memahami isi penyuluhan serta menganggap merokok sebagai hal
yang wajar. Meskipun media promosi yang dibagikan dikemas dengan sajian yang
cukup menarik, masih ditemukan beberapa media promosi yang di buang begitu
saja.
4. BPJS dan Pelayanan Kesehatan
Masyarakat kurang tertarik untuk mengikuti penyuluhan terkait BPJS
dan pelayanan kesehatan karena waktu penyuluhan yang bertepatan dengan bulan
ramadhan sehingga cukup banyak kegiatan lain yang lebih dijadikan prioritas
serta cukup rumitnya sistim BPJS sehingga meskipun berulang kali disampaikan
cukup sulit dipahami oleh warga.
35

5. Gizi dan Zat Berbahaya pada Makanan
Kebiasaan masyarakat dalam mengolah makanan menggunakan zat
berbahaya seperti bleng (boraks) sulit untuk diubah meskipun telah diberikan
pemahaman tentang dampak buruk dari penggunaan zat zat berbaya pada
pengolahan makanan, hal ini dikarenakan penggunaan zat zat berbahaya
tersebut sudah menjadi tradisi turun menurun.

2. Saran
Saran terkait manajemen dan intervensi yang dilakukan di Desa Karanganom
adalah :
1. Kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membakar sampah perlu
ditingkatkan agar masyarakat termotivasi untuk mengelola sampah sesuai
dengan langkah langkah yang telah di informasikan. Disamping itu perlu
juga dibentuk Bank Sampah agar sampah rumah tangga dapat terkelola
dengan baik serta dapat menjadi salah satu cara meningkatkan
perekonomian masyarakat.
2. Mencari metode baru dalam penanggulangan demam berdarah selain
pemberantasan sarang nyamuk.
3. Diharapkan masyarakat lebih meningkatkan pengetahuan terkait sistim
BPJS agar dapat segera memiliki sistim jaminan tersebut
4. Masyarakat diharapkan untuk lebih terbuka untuk menerima suatu
informasi dan bersedia untuk merubah tradisi turun menurun dalam
penggunaan zat berbahaya saat mengolah makanan.








36

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI, 2010. Petunjuk Teknis Perhitungan Biaya
Pengembangan Desa Dan Kelurahan Siaga Aktif. Pusat Promosi
Kesehatan: Jakarta.

Hartoyo. 2011. Handout: Manajemen Pelayanan/Manajemen Program di
Puskesmas, Kalangan Terbatas
Hartoyo. 2011. Handout: Pemecahan Masalah, Kalangan Terbatas.
Kementrian Kesehatan RI, 2010. Pedoman Umum Pengembangan Desa Dan
Kelurahan Siaga Aktif. Pusat Promosi Kesehatan: Jakarta Selatan.
Sutedja. 2005. Manajemen Kesehatan Masyarakat. Bandung: Program
Pascasarjana Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas
Padjadjaran.



















37

LAMPIRAN DOKUMENTASI
Pelaksanaan MMD



38


Tempat Sampah Organik pengahasil kompos