Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam tiap-tiap masyarakat, ada hubungan antara manusia dengan
manusia, dan selalu ada peraturan yang mengikatnya yaitu hukum. Hukum
mengatur tentang hak dan kewajiban manusia. Hak untuk memperoleh gaji / upah
dari pekerjaan membawa kewajiban untuk menghasilkan atau untuk bekerja.
Demikian juga dengan pajak, hak untuk mencari dan memperoleh penghasilan
sebanyak-banyaknya membawa kewajiban menyerahkan sebagian kepada
negara dalam bentuk untuk membantu negara dalam meninggikan kesejahteraan
umum. Begitu pula hak untuk memperoleh dan memiliki gedung, mobil dan barang
lain membawa kewajiban untuk menyumbang kepada negara.
Pajak sebagai sumber penerimaan Negara yang sangat penting bagi
penyelenggaraan pemerintah dan pelaksanaan pembangunan nasional. ndang-
ndang Dasar !"#$ telah menempatkan kewajiban perpajakan sebagai salah satu
perwujudan kewajiban kenegaraan dan sebagai sarana peran serta dalam
pembiayaan Negara dan pembangunan nasional untuk mencapai masyarakat adil
dan makmur. Pasal %% ayat &%' ndang-ndang Dasar !"#$ menyatakan bahwa
bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya di kuasai oleh Negara
dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Bumi sebagai
contoh tanah merupakan (arunia )uhan yang *aha (uasa mempunyai +ungsi
sosial, kepentingan lainnya untuk memenuhi kebutuhan dasar lahan usaha atau
alat in,estasi yang menguntungkan &-aluyo./000.#/#'.
Negara 1ndonesia adalah Negara Hukum berdasarkan D #$ yang
menjunjung tinggi hak dan kewajiban setiap orang. Pajak merupakan wujud dari
1
peran serta masyarakat dalam mendukung pembangunan maupun perekonomian
1ndonesia, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab,
peran pajak bagi suatu Negara menjadi sangat dominan. 2ang berhak memungut
pajak hanyalah Negara, iuran tersebut berupa uang, bukan barang. Pajak yang
dipungut berdasarkan ketentuan D dan aturan pelaksanaanya tanpa jasa
timbal balik dari Negara. Pajak yang digunakan untuk biaya rumah tangga yaitu
pengeluaran-pengeluaran yang berman+aat bagi masyarakat luas dan sebagai alat
untuk mengatur kebijaksaan pemerintah dalam bidang ekonomi.
(eberadaan Pajak Bumi dan Bangunan sebagai salah satu jenis pajak
dapat dimengerti mengingat bumi dan bangunan telah memberikan keuntungan
dan /atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi orang atau badan yang
mempunyai sesuatu hal atasnya atau memperoleh man+aat dari bumi dan / atau
bangunan tersebut. 3leh karena itu wajar dan sudah sepantasnya apabila mereka
yang memperoleh man+aat atas bumi dan/ atau bangunan tersebut diwajibkan
memberikan sebagian dari man+aat atau kenikmatan yang diperolehnya kepada
Negara melalui pembayaran pajak.
Pajak Bumi dan Bangunan merupakan pajak pusat yang tercantum dalam
4nggaran Penerimaan dan Belanja Negara &4PBN' namun hasil penerimaannya
seluruhnya telah dialokasikan kepada pemerintah daerah melalui mekanisme bagi
hasil pajak. Hasil penerimaan ini oleh pemerintah daerah digunakan untuk
berbagai keperluan pemerintah daerah terutama untuk pembangunan di daerah.
Pajak Bumi dan Bangunan adalah pajak yang dikenakan atas harta tak gerak
berupa bumi dan/ atau bangunan. Dalam hal ini yang dipentingkan adalah
objeknya atau Nilai 5ual 3bjek Pajak, yang besarnya ditentukan setiap % tahun
dengan keputusan menteri keuangan , atau biasa juga ditetapkan setiap tahun
2
dengan melihat perkembangan daerahnya. *aka dari itu keadaan atau status
orang atau badan yang dijadikan sebagai subjek pajak tidak penting dan tidak
mempengaruhi besarnya pajak. 3leh sebab itu, pajak ini disebut pajak objekti+.
6ebagai pajak objekti+ mengandung pengertian bahwa timbulnya kewajiban pajak
sangat ditentukan oleh adanya objek pajak.
(ondisi subjekti+ subjek pajak tidak mempengaruhi besarnya pajak. 6ubjek
pajak dapat memperoleh objek pajak melalui peralihan hak atas tanah /bangunan
karena jual beli, waris, hibah, tukar-menukar, lelang, putusan pengadilan, dsb.
6eseorang yang memperoleh objek pajak melalui peralihan hak atas tanah
/bangunan karena hal-hal tersebut apabila ingin memenuhi kewajiban membayar
pajak, maka orang tersebut harus memindahkan nama -ajib Pajak atas 3bjek
PBB tersebut dari pemilik lama kepada orang tersebut &pemilik baru'. Proses
pemindahan nama -ajib Pajak PBB dari pemilik lama kepada pemilik baru
tersebut disebut mutasi PBB. Didalam laporan ini akan dibahas mengenai mutasi
PBB, permohonan melakukan mutasi, berkas-berkas yang harus dilampirkan saat
mengajukan permohonan mutasi, dan batas waktu pengajuan permohonan
mutasi. 3leh karena itu penulis belajar untuk mengetahui bagaimana Prosedur
Penyelesaian *utasi PBB pada (antor Pelayanan Pajak Pratama (osambi
7ikokol kemudian disusun dalam laporan kerja praktek dengan mengambil judul,
Prosedur Penyelesaian Mutasi Seluruhnya O!ek dan Su!ek Pa!ak Bu"i dan
Bangunan.
1.# Maksud dan $u!uan
1.#.1 Maksud Penulisan
3
4dapun maksud penulisan 8aporan (uliah (erja Praktik &((P' adalah .
!. *emenuhi salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi
6trata 6atu 9akultas :konomi Program 6tudi 4kuntansi, ni,ersitas Budi
8uhur.
/. Dapat menambah wawasan pengetahuan bagi pembaca mengenai hal-hal
yang berkaitan dengan prosedur penyelesaian mutasi seluruhnya objek
dan/atau subjek PBB.
1.2.2 $u!uan Penulisan
!. ntuk mengetahui prosedur penyelesaian mutasi seluruhnya objek dan/
atau subjek PBB.
/. ntuk mengetahui +ormulir yang digunakan dan prosedur kerja
penyelesaian mutasi yang ada pada kantor Pelayanan Pajak Pratama
(osambi 7ikokol.
%. *enilai kelebihan dan kelemahan mekanisme prosedur penyelesaian
mutasi PBB yang diterapkan pada kantor Pelayanan Pajak Pratama
(osambi 7ikokol.
#. ntuk membandingkan antara teori dan materi yang dipelajari dengan
praktek nyata yang terjadi di dalam kantor Pelayanan Pajak Pratama
(osambi 7ikokol.
$. ntuk menambah wawasan mengenai segala hal tentang perpajakan.
Pelaksanaan penulisan 8aporan (uliah (erja Prektek &((P' ini adalah
diharapkan dapat memberikan man+aat bagi berbagai pihak, man+aat tersebut
antara lain .
!. Bagi *ahasiswa
4
ntuk menambah pengetahuan dan pengalaman yang luas, terutama
mengenai Prosedur penyelesaian mutasi atas objek dan/atau subjek PBB
pada (antor Pelayanan Pajak Pratama (osambi.
/. Bagi ni,ersitas
Hasil dari penulisan laporan tugas akhir diharapkan dapat meningkatkan
moti,asi guna memiliki pengetahuan yang lebih luas dan dapat dijadikan
bahan re+erensi bagi mahasiswa yang kelak akan membutuhkannya dan
dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan, khususnya
dalam bidang perpajakan serta dapat diman+aatkan sebagai in+ormasi bagi
rekan;rekan mahasiswa Program 6tudi 4kuntansi dan pembaca pada
umumnya dalam aplikasi teori dan pengembangan ilmu pengetahuan yang
telah dipelajari dibangku kuliah.
3. Bagi (PP Pratama (osambi dan Bagi seksi -askon 111
Diharapkan dapat memberikan masukkan dan menambah in+ormasi bagi
instansi guna diharapkan dapat memberikan masukan dan perbaikan bagi
6eksi Pengawas dan (onsultasi 111.
1.% Metode Pengu"&ulan Data
Dalam menyusun laporan (uliah (erja Praktek ini penulis menggunakan
metode.
a. Penelitian 8apangan
5
Penelitian lapangan yang dilakukan di lapangan &(antor Pelayanan Pajak
Pratama (osambi 7ikokol' secara langsung untuk mendapatkan data-data
yang diperlukan dalam pembahasan laporan (uliah (erja Praktek.
b. Penelitian Perpustakaan
Penulis mengumpulkan data bahan keputusan, seperti . buku, diktat dan
mengumpulkan serta mempelajari data teoritis berupa peraturan
perundang-undangan perpajakan yang berhubungan dengan laporan kuliah
kerja praktek.
c. *etode -awancara
*etode wanwancara secara langsung data dengan cara meminta
keterangan secara langsung kepada pihak-pihak yang terkait mengenai
masalah yang dibahas.
1.' Siste"atika Penulisan La&oran
Bedasarkan data yang diperoleh dan setelah disusun serta dikelompokkan
maka sistematika penyusunan 8aporan (erja Praktek ini dibagi menjadi beberapa
bab secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut .
B4B 1 . P:ND4H84N
Didalam bab ini diuraikan tentang latar belakang, maksud dan tujuan,
metode pengumpulan data, serta sistematika penyusunan 8aporan (uliah
(erja Praktek.
B4B 11 . <4*B4=4N ** (4N)3= P:8424N4N P454(
Bab ini menguraikan tentang sejarah singkat (antor Pelayanan Pajak
Pratama (osambi 7ikokol, ,isi dan misi (antor Pelayanan Pajak Pratama
(osambi 7ikokol, struktur organisasi, tugas pokok, serta +ungsi dari
susunan organisasi.
B4B 111 . 84P3=4N (814H (:=54 P=4():(
6
Pada bab ini penulis membahas mengenai Pengertian Pajak, 4sas-asas
pemungutan pajak, 9ungsi pajak, Pengelompokkan pajak, 6istem
pemungutan pajak, Pajak Bumi dan Bangunan, 3bjek PBB, subjek PBB,
dan wajib pajak PBB, 7ara penda+taran objek pajak bumi dan bangunan,
hak yang dimiliki wajib pajak PBB, sistem in+ormasi pelayanan wajib pajak
bumi dan bangunan, tata cara pembayaran PBB dan tata cara penagihan
PBB, tari++ PBB, dasar pengenaan PBB, dasar perhitungan PBB, batas
tidak kena pajak &N53P)(P', cara menghitung PBB, perhitungan mutasi
objek/ atau subjek PBB, dasar hukum mutasi, surat edaran yang terkait
mutasi PBB, pihak-pihak yang terkait, +ormulir yang digunakan, bagan arus
+lowchart, prosedur kerja, masalah-masalah yang dihadapi dalam
penyelesaian mutasi.
B4B 1> . P:N)P
Pada bab ini penulis menguraikan kesimpulan dan saran mengenai apa
yang telah di bahan pada bab 111 tentang hasil dari laporan (uliyah (erja
Praktek &((P' yang telah dibuat.
7